DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO

STORY BY : UZUMAKI UCHA D'SAPPHIRE

TITLE :

GUARDIAN MAN

WARNING :

TYPO BERSERAKAN (sebentar, saya sapu dulu), OOC, maaf jika ada kesamaan ide.

Dan warning-warning lainnya.

Note From Author (Mohon dibaca!) :

Kali ini Ucha bahas senjatanya Sasuke, mau tau apa senjatanya?

Ini dia… Pedang yang jumlahnya enam. Ingat Masamune di Sengoku No Basara, Ucha ngambil senjatanya dari salah satu karakter di game tersebut.

Kemarin ada yang review, "mana romancenya?", Ucha sampai pikun gini, adu-duh! Sumimasen ya Senpai-senpai (nyengir sambil garuk-garuk). Sebenarnya Ucha juga punya alasan loh belum mengeluarkan adegan Romance, karena disini Hinata masih kagum sama Naruto, belum Jatuh Cinta *Ciee! (ditimpuk Bunshin Naruto).


Chapter 5 : Murid baru

Di sebuah ruangan yang cukup gelap –dengan hanya cahaya dari beberapa computer yang menyala-, terlihat sebuah kapsul besar tak jauh dari depan computer.

"Tuan, sepertinya bocah ini sudah mulai bias keluar!" Ucap seorang pemuda dengan kacamata bundarnya "Si Hyuuga itu pasti terkaget dengan penemuan kita kali ini, iya kan Tuan Orochimaru?" sambung nya lagi.

"Benar apa yang kau kata kan Kabuto, mungkin aku akan sangat berterima kasih dengan penemuan Minato ini.!" Balas Orochimaru sambil menekan-nekan keyboard computer.

Please Wait…

Opening Capsule

Complete

Muncul sesosok pemuda rambut hitam dengan 3 goresan di masing-masing pipi dari dalam kapsul tersebut.

"Segeralah menuju tujuan kita, Namikaze Menma!"


Rapat Osis sudah berlangsung sekitar 1 setengah jam yang lalu, Hinata keluar dari ruangan tersebut dengan lesu, karena menjadi wakil ketua Osis dia selalu saja yang paling banyak mengurus segala hal tentang Osis padahal masih ada si Pintar tukang tidur, Shikamaru yang menjadi Ketua Osis. Hinata menghembuskan nafas pelan, lalu ada yang menepuknya dari belakang.

"Hinata!" ternyata yang memanggilnya adalah Sakura "Ayo pulang!" sambungnya.

"Iya Sakura, aku akan menemui Naruto sebentar di kelas!" balas Hinata lemas, pasti dia sungguh kecapekan.

"Nani? Naruto? Dia belum pulang? Padahal tadi kulihat Sasuke dan Sai sudah pulang!" Ekspresi Sakura sesaat Kaget lalu berubah Jahil "khu! Khu! khu!" Sakura tertawa misterius persis sekali dengan teman Si Kodok Hijau di Anime sebelah. "Ternyata benar dugaanku!" Lanjut Sakura sambil terkikik pelan

"Maksud Sakura apa?" Tanya Hinata merinding. Sakura mendekatkan mukanya dengan jahil.

"ooo, masa kamu tidak tau sih?" tatapan Sakura semakin aneh, Hinata hanya menggelengkan muka membalas pertanyaan Sakura "Ituuu, Naruto suka sama kamu!"

Blush! Pipi Hinata sontak langsung merah.

"A-A-apa? Ti-dak kok!" sanggah Hinata "Dia kan memang aslinya bodyguardku, jadi wajar kalau dia overprotective menjagaku!"

"Beneran? Masa? Menurutku sih dia suka sama kamu Hinata. Itu yang kulihat dari sikap Naruto ke kamu akhir-akhir ini!"

Muka Hinata semakin memerah, dia menundukkan kepala sekarang.

"haha, Hinata malu nih yeee!" Goda Sakura, sehingga membuat muka Hinata ambah memerah.

"Sudah Sakura. Katanya mau pu-pulang!" Jawab Hinata susah payah. Hinata melangkahkan kakinya menuju ruang kelas untuk menemui Naruto. Sakura lalu mengikuti di belakangnya.


Di Mansion Hyuuga.

Naruto kini berada di kamarnya sejak 1 jam yang lalu sesudah pulang bersama Hinata, kalungnya kini dipakai, jadi sifatnya berubah. Kini dia sedang berfikir, apa perkataan Tuan hiashi benar.

FLASHBACK ON

"Kuharap kalian selalu memakai kalung ini jika keluar! Karena kudengan bawahan Orochimaru sudah bergerak!" Jelas Hiashi.

"Memangnya siapa bawahan dia Tuan?" Tanya Sasuke

"Dia sama seperti kalian, seorang manusia super, dia juga memakai kalung seperti kalian!"

"Tuan Hiashi, sebenarnya ini sudah lama ku pikirkan, sebenarnya ini kalung apa? Ketika kami memakainnya, baik secara pikiran, jasmani atau apapun di tubuh kami akan berubah. Yang terlihat mencolok adalah Naruto, dia makin pintar jika memakai kalug tersebut!" Kini Sai yang berbicara.

"baiklah, akan ku jelaskan. Ini disebut Necklace Change. Fungsi kalung ini adalah mengalirkan listrik-listrik kecil lewat syaraf-syaraf di leher. Kalian tau kan jika banyak sekali syaraf yang penting di sekitar leher. Dengan mengalirkan sedikit listrik dengan volt yang aku tentukan, kalung itu bisa merubah kekuatan, pikiran atau apapun di tubuh kalian. Naruto bias berubah menjadi pintar karena aku mengalirkan sekitar 50 sampai 125 volt dari kalungnya.!" Mendengar penjelasan Hiashi, Sasuke dan sai membulatkan matanya.

"Sebesar itu?" kaget Naruto yang tadi hanya diam saja "tapi kenapa aku tak tersengat?" tanyanya.

"maka dari itu, kalung itu sangat istimewa Naruto. Jadi jangan pernah menghilangkannya ataupun sekali-sekali mencoba kalung yang bukan kalungmu, karena jika kau memakai kalung yang bukan milikmu kau bisa pingsan bahkan sekarat, itu karena gen-gen dalam tubuh kalian sudah ku atur sedemikian rupa untuk menyesuaikan aliran listrik dari kalung itu!"

"baik Tuan Hiashi, kami mengerti, lalu siapa nama Bawahan dari Orochimaru tadi?" sasuke bertanya dengan topik semula.

"namanya Menma!"

Deg!

"Menma?" bingung Sasuke.

"Me-Menma!" kaget Naruto, "aku seperti kenal nama itu!"

FLASHBACK OFF

"jadi Menma ya!" gumam Naruto lirih, lalu terdengan ketukan pintu.

Tok! Tok! tok!

"Naruto, makanannya sudah siap!" ternyata yang mengetuk pintu adalah Hinata.

"Iya Nona, aku segera kesana!" jawab Naruto lalu beranjak dari kursi belajarnya dan membuka pintu. Nampak Hinata dari balik pintu kamar Naruto.

"Ayo makan!" ajak Naruto

"naruto masih memakai kalung itu?" Tanya Hinata sambil berjalan beriringan dengan Naruto.

"Iya, Tuan Hiashi menyuruhku untuk selalu memakai kalung ini.! Meski terkadang sesak juga!" balas Naruto

Tiba-tiba Hinata menahan lengan Naruto untuk berhenti, lalu dia berjinjit. Naruto membeku sebentar melihat kelakuan Hinata sekarang. Hinata kini berusaha melepas kalung yang Naruto pakai.

"No-Nona?"

"katanya sesak, jadi aku lepas saja yah! Nanti kan bisa dipakai lagi!" ucap Hinata sambil tersenyum manis hingga membuat pipi Naruto mengeluarkan semburat merah tipis.

"i-iya!" balas Naruto gugup. Lalu Hinata menarik lengan Naruto lagi.

"Ayo kita makan!"


Malam tiba. Tak jauh dari Mansion Hyuuga, seseorang sedang berdiri di puncak tiang listrik. Syal yang dipakainya berkibar-kibar, wajahnya tertutupi tudung. Tapi seringai itu tetap terlihat.

"Kita tunggu besok, Namikaze!" ucapnya lalu secepat kilat dia menghilang.


Besoknya, di Mansion Hyuuga sungguh berisik dengan ocehan Naruto dan Sasuke gara-gara makanan.

"kau bodoh Dobe! Itu tomat kenapa kau buang?" kesal Sasuke, Naruto nyolot

"Ini tomat dari piring aku, aku buang atau ku makan terserah aku dong!"

"kalau taunya kau buang, tawarin dulu napa ke aku!" balas Sasuke

"dasar maniak Tomat!" ejek Naruto

"Dasar maniak Ramen!" balas Sasuke berteriak

"dasar Pantat ayam!"

"Dasar Rambut Duren!"

"dasar wajah mayat!"

"dasar kumis kucing!"

"DASAR SAKURA!"

"DASAR HINATA!"

Krik! Krik! Krik!

Sadar dengan ucapan mereka, Naruto dan Sasuke langsung diam, Sai menatap mereka dengan mata menyipit. Hinata yang sedang mengangkat sendoknya berhenti seketika.

Cekiiiitttttt!

"ADU-DUHH!" ucap Naruto dan Sasuke bersamaan karena telinganya dijewer oleh Kurenai.

"kalian bisa diam saat sarapan, apa tidak capek setiap sarapan kalian selalu bertengkar!" kesal Kurenai

"Iya Bibi Kurenai. Ampun!" balas mereka

"baiklah, kumaafkan kalian. Sekarang kalian bisa berangkat! Iruka sudah menunggu kalian di depan!"

Hinata baru saja menyelesaikan makannya dan meminum air. Naruto langsung saja menuangkan Ramennya ke mulut dan langsung menelannya, Sasuke kini memakai dasi dan Sai sibuk memakai kalungnya. Naruto selesai minum langsung berteriak.

"Yosh ayo berangkat!"


Di KHS. Seluruh Gadis-gadis disana sedang memandang seseorang yang berjalan di koridor, Rambut hitamnnya berkibar, pipi dengan 3 goresan tersebut menyunggingkan senyum manisnya hingga membuat gadis-gadis menjerit histeris.

"Apa dia Naruto-san?"

"Sepertinya bukan, dia terlihat nakal!"

"Masa sih bukan Naruto-san? Apa mungkin kembarannya ya!"

"mungkin saja!"

Mendengar gumaman dari para Gadis, Pemuda berambut hitam tersebut membalikkan badannya ke belakan dan melihat Naruto dkk berjalan. Naruto yang melihat seseorang tak jauh dari depannya kaget.

Pemuda berambut hitam tersebut tersenyum lalu mendekati Naruto dan menyapanya.

"Namikaze Naruto!"

"Ya, itu aku! Ada apa?" balas Naruto, Pemuda berambut hitam tersebut menaruh kedua tangannya di saku, dengan tersenyum yang terlihat mengejek dia menjawab.

"Ternyata Namikaze seperti ini ya, heh! Membosankan!"

Naruto terlihat kesal, Sasuke di sampingnya Nampak menepuk pelan bahu Naruto sambil berkata "jangan ladeni dia!"

"Aku mengerti!" Jawab Naruto ke Sasuke, Hinata kini di belakang Naruto dan Sai di sampingnya. Hinata berbisik ke Sai

"Sai, dia mirip Naruto!" Sai hanya menatap Hinata sambil mengangukkan kepala.

"Ada apa tuan peniru?" kini Naruto bertanya ke pemuda berambut hitam didepannya.

"kau tak sopan Namikaze, seharusnya kau menanyakan namaku terlebih dahulu. Okelah-okelah sepertinya namaku tak penting ya. Perkenalkan namaku Uzumaki Menma!" smabil berjabat tangan.

Sasuke dan Sai membelalakkan matanya, Hinata Nampak bingung dengankeadaan ini. Naruto lalu tersenyum dan membalas jabat tangan Menma.

"salam kenal juga Uzumaki, aku Namikaze Naruto"

-TO BE CONTINUED-


Ampuuunnnnn….

Maaf Reader-san tentang romancenya, (jedukkin kepala di tembok). Mungkin sekarang Ucha harus meminum obat ya!

., Tapi Ucha tadi memasukkan unsur romancenya secuil jagung kan, lumayan! (digampar pakai keyboard)

., ada yang bilang nanti kalungnya bakalan di curi oleh Jugo, Reader-san salah nih, mereka kan bukan musuh utama, khu khu khu….

., lalu ada yang bertanya jga "itu kaluang apa sih?", nahh! Penjelasan dari bapak Hiashi sudah memuaskan kan? (Hiashi : apa Bapak?, Ucha : hey-hey anda kan sudah punya dua anak, wajar dipanggil bapak. Hiashi : (pundung dibawah kasur))

., Saran? Komentar? Flame?, seperti biasa Ucha terima dengan seikhlas-ikhlasnya. Asalll Reader tidak mengflame characternya, apalagi menyangkut Mbak Hinata. (Hinata : kok dipanggil Mbak?. Ucha : apa mau ku panggil ibu? Gak papa, jadi ibuku aja *blink2. Hinata : (sweatdrop))

Sekian dari Ucha, jika ada kata-kata yang berkenan di hati mohon maaf yang sebesar besarnnya…

Gomenasai,, Arigatou Jaa~~~~ c(:^-^:)v