Title: Mr. Normal

Pairing: KaiSoo as main pair

Cast for this chapter: Kai EXO as Kim Jongin, D.O EXO as Do Kyungsoo, Krystal f(x) as Krystal Jung, Chanyeol EXO as Park Chanyeol, Sehun EXO as Oh Sehun, Chen EXO as Kim Jongdae

Rate: T

Genre: Romance, Drama, Hurt, Friendship

Length: Chaptered [9/?]

Summary for chap 9:

Kyungsoo ingin membuktikan pada Jongin bahwa ia memang masih normal. Walaupun ia tak secara langsung berkata pada Jongin, tapi tatapan mata Kyungsoo seolah mengatakan...I'm normal

NOTE: special for syafakamilla yang request FF KaiSoo :)

Aku disini pinjem nama SOPA cuma sekedar pinjem nama sekolah aja. Tapi untuk urusan teknis tentang SOPA di FF ini 100% merupakan hasil imajinasiku. Jadi barangkali beda sama kenyataannya. Harap maklum

YAOI | CHAPTERED | SCHOOL LIFE | AU | OOC | TYPO | DLDR | NO PLAGIAT

Previous Chapter:

Tanpa menunggu balasan ucapan dari Jongin, Kyungsoo berjalan cepat memasuki kompleks asrama.

Jongin tak menyusul langkah Kyungsoo. Ia hanya tersenyum miris meratapi punggung sempit Kyungsoo yang semakin menjauhinya. 'Kau membenciku? Tapi kurasa aku mencintaimu, Mr. Normal.'

..

CHAPTER 9 (I'm Normal)

HAPPY READING!


Hari ini Kyungsoo berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali. Ia sengaja menghindari Jongin sehingga ia berangkat lebih dulu dibanding pria tan itu.

Jujur saja, sebutan Mr. Normal yang disematkan oleh Jongin kemarin begitu menggelitik hatinya. Ia memang normal, tapi rasanya sebutan itu membuat dirinya merasa kurang normal.

Dalam hati, Kyungsoo terus mengutuk Jongin yang belakangan ini membuat pikiran dan hatinya berantakan.

Kemarin saja ia sampai membolos pelajaran karena ia melihat Jongin dan Krystal berduaan. Itu adalah kali pertama Kyungsoo sampai membolos tanpa keterangan sama sekali.

Kemarin ia melihat Jongin bermesraan di kelas bersama Krystal, dan ia berpikir bahwa ia cemburu karena tak rela Krystal tampak akrab dengan Jongin. Tapi yang ia katakan kepada Jongin kemarin justru berbeda. Ia sepertinya salah bicara, dan Jongin menemukan arti lain dalam ucapannya.

Ia mengutuk dirinya sendiri karena dengan bodohnya ia kemarin salah bicara. Apa yang ia ungkapkan kepada Jongin kemarin memang seolah mengisyaratkan bahwa Kyungsoo tak terima jika tubuh Jongin disentuh oleh Krystal. Padahal Kyungsoo tak bermaksud bicara demikian. Itu bukan maksud Kyungsoo pada awalnya.

Tapi semua sudah terlanjur. Kyungsoo benar-benar salah bicara, dan itu membuatnya merasa canggung pada Jongin. Pria Kim itu benar-benar membuat pikiran dan hatinya berantakan!

Tapi tidak! Jongin boleh saja membuat pikiran dan hatinya berantakan, tapi Jongin tak boleh mengubah kenormalan-nya! Sama sekali tidak boleh!

Saat sedang melangkah menuju kelasnya, Kyungsoo melihat Krystal sedang berdiri sendirian di depan kelasnya sendiri.

Saat melihat kekasihnya, Kyungsoo tiba-tiba mendapat ide cemerlang. Ia ingin membuktikan pada dirinya sendiri —dan mungkin pada Jongin- bahwa ia masih normal, dan akan tetap normal hingga akhir.

Dan inilah ide Kyungsoo...

Dengan langkah cepat, Kyungsoo menghampiri gadisnya. "Hey, Love!" sapanya sambil memeluk mesra pinggang ramping Krystal dari samping.

Krystal tentu saja terkejut. Tadi ia sedang melamun sembari memandangi taman tengah sekolah, tapi tiba-tiba saja ia merasakan sebuah pelukan di pinggangnya.

Dan Krystal semakin terkejut saat mendapati fakta bahwa Kyungsoo lah yang sedang memeluknya. "K-Kyungsoo, apa yang kau lakukan? Kita sedang berada di sekolah. Nanti ada yang melihat," ucap Krystal dengan suara yang berbisik.

Tapi Kyungsoo justru cuek-cuek saja. Ia bahkan kini berganti memeluk Krystal dari belakang, lalu meletakkan kepalanya di pundak kiri Krystal. "Aku sudah berubah pikiran, Love," Kyungsoo berbisik lembut di telinga Krystal. "Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa aku adalah milikmu, dan kau adalah milikku. Kau setuju?"

Senyum bahagia merekah di bibir tipis Krystal. Selanjutnya gadis cantik itu menoleh ke kiri agar lebih jelas menatap wajah sang terkasih. "Tentu saja aku setuju. Aku sudah lama menunggu untuk hal itu."

Kyungsoo tiba-tiba mengganti posisi mereka menjadi saling berhadapan, lalu mereka saling melempar senyum penuh cinta. Tak perlu menunggu lama bagi Kyungsoo untuk mendekatkan wajahnya pada wajah Krystal, lalu mengecup mesra bibir gadisnya itu.

Tak ada sensasi aneh yang dirasakan Kyungsoo saat bibirnya menyentuh bibir Krystal. Jika banyak orang berkata bahwa berciuman akan menghadirkan sensasi seperti kembang api di dada, maka Kyungsoo tak merasakan hal itu.

Ia bisa mengecap rasa manis bibir Krystal, tapi di dadanya tak muncul firework seperti yang banyak disebutkan oleh orang-orang. Jantungnya berdetak wajar, dan semua terasa biasa baginya.

Di saat dua bibir mereka masih saling menempel, Kyungsoo tiba-tiba menggerakkan bola matanya ke arah belakang Krystal. Tak jauh dari tempat mereka berdua bermesraan, seorang Kim Jongin berdiri sambil menatap nanar mereka.

Mata Jongin dan Kyungsoo bertatapan untuk beberapa saat. Tatapan mata Jongin terlihat sedih dan terluka, sedangkan tatapan mata Kyungsoo terlihat tak bisa diartikan oleh Jongin.

Dan hati Jongin rasanya semakin perih ketika ia melihat Kyungsoo mulai menutup mata, seolah sangat menikmati adegan mesranya dengan Krystal.

Jongin tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Sebisa mungkin ia menahan rasa sakit di hatinya. Ini memang bukan pertama kalinya ia melihat Kyungsoo dan Krystal berciuman, tapi kali ini hati Jongin terasa lebih sakit dibanding sebelumnya.


#Mr. Normal


Cafetaria sekolah selalu ramai saat jam makan siang seperti ini.

Tempat itu sudah seperti pasar yang di dalamnya terdapat transaksi jual beli yang sangat riuh.

Suara siswa bersahutan, dan itu sangat berisik.

Tapi suara-suara ribut itu tampaknya tak sanggup menembus telinga Jongin. Pria itu sedari tadi diam dalam dunianya sendiri, seolah ia tak mendengar suara apapun di cafetaria itu.

"Kau kenapa lagi, Jongin?" Chanyeol si berisik mulai bertanya karena Jongin dari tadi diam saja.

Sayangnya, pertanyaan Chanyeol hanya bagaikan angin lalu bagi Jongin. Jongin mengacuhkan Chanyeol.

Pria berwajah rupawan itu hanya terus menatap lurus pada seseorang di meja yang letaknya tak terlampau jauh dari meja Jongin.

Seseorang yang ditatap oleh Jongin tak duduk sendirian. Di sampingnya, seorang gadis cantik sedang makan bersamanya.

Seseorang yang ditatap oleh Jongin sesekali menyuapi gadis di sampingnya. Hal itu tak pelak menjadi bahan gosip di sekolah sejak tadi pagi.

Ya. Kyungsoo dan Krystal benar-benar mempublikasikan hubungan mereka, dan saat ini mereka sedang pamer kemesraan.

Tiba-tiba saja pandangan Jongin dan Kyungsoo bertemu saat Kyungsoo menoleh ke arahnya.

Dua pasang mata itu saling tatap, masih dengan tatapan yang sama. Jongin dengan tatapan mata sedih, sedangkan Kyungsoo dengan tatapan mata yang tak terdefinisi.

Tapi tatapan mata Kyungsoo itu seolah berkata 'I'm Normal' pada Jongin.

Apa Kyungsoo bermaksud membuktikan pada Jongin bahwa dirinya masih normal?

Ya. Memang itulah rencana Kyungsoo, dan Jongin menyadarinya. Hal itu membuat mentalnya semakin drop.

"Semua orang bisa berubah," suara berat Chanyeol mengalihkan pandangan Jongin, dan kontak matanya dengan Kyungsoo akhirnya terputus. "Baekhyun sunbae saja sekarang mulai berubah, dan ia sudah meninggalkan Kim saem yang tidak cantik itu."

"Apa maksudmu? Dan siapa Kim saem yang kau maksud?" tanya Jongin.

"Kim saem yang kumaksud tentu Kim Taeyeon si guru vocal. Dan maksud perkataanku tadi adalah, sepertinya Baekhyun sunbae sudah mengalami perubahan orientasi. Sepertinya itu karena aku yang terus mendekatinya dengan intens belakangan ini."

Jongin terkejut pada fakta bahwa ternyata kekasih Byun Baekhyun adalah guru vocal di sekolahnya. Bagaimana tidak terkejut? Usia dua orang itu mungkin terpaut sembilan tahun! Bagaimana bisa Baekhyun mengencani seorang tante-tante?

Tapi Jongin memilih untuk mengabaikan fakta itu. Jongin selanjutnya menanyakan poin penting dari penjelasan Chanyeol tadi. "Perubahan orientasi?" tanyanya.

Kali ini Chanyeol mengangguk. "Ya. Baekhyun sunbae meninggalkan Kim saem karena ia meragu dengan perasaannya. Kurasa ia jatuh hati padaku setelah kami dekat gara-gara tutorial teman sebaya yang digagas oleh Miss Tiff."

Jongin memilih untuk mengabaikan cengiran lebar Chanyeol, dan kembali menemukan sebuah poin dari kalimat temannya itu. "Meragu dengan perasaannya?"

"Kenapa dari tadi kau bertanya, Jongin?" Sehun yang gemas pada Jongin akhirnya menimpali. Pasalnya, sedari tadi Jongin menanyakan hal yang sudah dikatakan oleh Chanyeol. Itu menyebalkan.

"Aku penasaran, Sehun," Jongin menjawab pertanyaan Sehun singkat, kemudian menoleh pada Chanyeol lagi. "Jadi, kenapa Baekhyun sunbae meragu dengan perasaannya?"

Chanyeol tampak bersemangat untuk menjawab pertanyaan Jongin. "Itu karena, Baekhyun sunbae sedang berada dalam masa transisi orientasi seksual. Ia sedang bingung sekarang. Tapi aku yakin pada akhirnya Baekhyun sunbae akan menjadi gay untukku."

Sehun memilih untuk memutar bola matanya malas mendengar kalimat Chanyeol yang terlalu optimis.

Sedangkan Jongin kini mencoba meresapi ucapan Chanyeol tadi.

"Dengarkan aku, Jongin," Chanyeol kembali bersuara untuk meminta atensi Jongin. "Mungkin sekarang Kyungsoo bersama gadisnya, tapi bisa saja suatu saat nanti perasaan Kyungsoo berubah, dan ia berpindah padamu."

"Ke-kenapa kau jadi membahas Kyungsoo?" tanya Jongin gugup. Ia yakin bahwa kini wajahnya memerah karena malu. Chanyeol pasti sudah mengetahui perasaannya pada Kyungsoo.

"Bukankah dulu aku sudah pernah bilang bahwa kau akan menjadi seorang gay karena Do Kyungsoo? Kata-kataku itu terbukti benar."

Dan Jongin hanya bisa diam seraya tangannya menutup wajahnya yang memerah. Dalam hati ia mengutuk Chanyeol yang dulu menyumpahinya.

Tapi ia bisa apa? Sosok yang dikutuknya itu saat ini justru berlari pergi meninggalkan mejanya dan Sehun. Park Chanyeol tadi melihat seorang Byun Baekhyun, dan langsung pergi mendekati Baekhyun tanpa berpamitan pada Jongin dan Sehun. Benar-benar orang yang aneh.


#Mr. Normal


Jam pulang sekolah akhirnya tiba. Setelah menjemput Krystal di kelasnya, kini Kyungsoo sedang menggandeng tangan kekasihnya itu di koridor sekolah.

"Uh, kita menjadi pusat perhatian," bisik Kyungsoo saat menyadari bahwa kini seluruh siswa sedang menatapnya dan Krystal.

Krystal tersenyum santai. "Tidak apa-apa. Asalkan kita saling mencintai, kita akan bisa melalui semuanya bersama."

Wajah Kyungsoo berubah datar setelah mendengar perkataan sang kekasih. Saling mencintai. Apa benar perasaan Kyungsoo pada Krystal adalah cinta? Kenapa ia meragu sekarang?

Kyungsoo hanya ingin Krystal selalu ada di sampingnya, dan ingin Krystal menjadi sandaran di saat ia lelah.

Tapi benarkah itu cinta?

Lalu apa bedanya dengan perasaannya pada Jongdae? Ia juga ingin Jongdae selalu ada di sampingnya, dan ingin sahabatnya itu menjadi sandaran di saat ia lelah.

Jika memang begitu, lalu apa yang istimewa dari perasaannya pada Krystal? Hal apa yang secara spesifik dirasakannya pada Krystal, namun tak ia rasakah pada orang lain?

Kyungsoo tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Saat sedang melamun, Kyungsoo dan Krystal rupanya baru akan berjalan di tikungan koridor. Di tempat itulah langkah kaki mereka terhenti, karena mereka nyaris bertabrakan dengan seseorang.

"Oh! Hai, Jongin!" Krystal menyapa Jongin —sosok yang nyaris mereka tabrak- dengan semangat.

Jongin mengerjap polos, lalu memandang Krystal dan Kyungsoo bergantian.

Cukup lama ia memandang Kyungsoo, sebelum akhirnya kembali mengarahkan kepalanya pada Krystal. "Hai, Krys. Aku akan kembali ke kelas karena ternyata ada barangku yang tertinggal. Sampai nanti."

Jongin berlalu begitu saja tanpa menunggu respon Krystal. Ia bahkan tak sedikitpun menatap Kyungsoo lagi.

"Ada apa dengannya? Kalian bertengkar lagi?" tanya Krystal pada Kyungsoo.

Tapi Kyungsoo memilih untuk tak menghiraukan pertanyaan Krystal, dan berjalan mendahului kekasihnya itu. Tangannya bahkan tak lagi menggenggam tangan Krystal.

Krystal masih diam di posisinya bahkan ketika Kyungsoo sudah jauh meninggalkannya. Ia merasa ada hal janggal diantara Jongin dan Kyungsoo. Perasaannya tidak enak sekarang.

Jadilah gadis itu memutuskan untuk berlari mengejar Kyungsoo, lalu menghadang langkah Kyungsoo. "Kita harus bicara."

Kyungsoo memandang kekasihnya dengan tatapan lemah. "Apa yang harus kita bicarakan?" tanyanya.

Sebenarnya koridor sekolah bukan tempat terbaik untuk bicara secara pribadi, tapi Krystal tak memiliki pilihan lain. Lagipula, sekarang tempat itu sudah cukup sepi.

"Ini tentang Jongin," Krystal memulai. "Ada yang aneh diantara kau dan Jongin. Sebenarnya ada apa?"

Sebisa mungkin Kyungsoo memasang ekspresi datar andalannya meskipun sebenarnya ia terkejut pada pertanyaan sang kekasih. "Tidak ada apa-apa diantara kami. Kau berlebihan, Krys."

Krystal berjengit kaget. Sudah cukup lama Kyungsoo tak memanggilnya dengan sebutan nama, tapi kenapa sekarang ia tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan nama?

Biasanya Kyungsoo memanggilnya dengan sebutan nama ketika Kyungsoo sedang serius dan merasa terganggu. Mungkinkah saat ini Kyungsoo merasa terganggu?

"Aku yakin ada sesuatu yang terjadi. Beberapa hari belakangan aku sering melihat kalian bersama. Kau bahkan kadang tersenyum dan tertawa. Itu bukan dirimu, Kyungsoo. Kau berubah karena Jongin belakangan ini. Apa yang terjadi denganmu?"

Kyungsoo kaget. Kenapa Krystal bisa tahu semuanya? Apa kekasihnya itu selalu mengawasinya selama di sekolah?

Tak tahu harus menjawab apa, Kyungsoo memilih untuk lanjut berjalan. Kembali ia meninggalkan Krystal.

Namun langkah kaki Kyungsoo terhenti di langkah ketiga saat ia mendengar suara Krystal.

"Kau mencintainya?" hati Kyungsoo berdesir aneh mendengar pertanyaan Krystal yang ditujukan padanya.

Karena Kyungsoo tak menjawab, Krystal memutuskan untuk berjalan pelan, kemudian berhenti di depan Kyungsoo. "Kalaupun kau mencintainya, aku tidak akan pernah melepasmu, Do Kyungsoo."

Detik itu juga, Krystal mencium bibir Kyungsoo dengan liar dan kasar.

Kyungsoo tak melakukan apapun kecuali berusaha keras agar air matanya tak jatuh ke pipinya.

Entah kenapa, hati Kyungsoo rasanya sangat sakit.

Tapi tampaknya hati Jongin masih jauh lebih sakit dibanding Kyungsoo.

Jongin melihat dengan jelas scene ciuman Krystal dan Kyungsoo. Pria itu berdiri beberapa meter di belakang Kyungsoo sehingga Kyungsoo tak melihatnya.

Tapi Krystal melihat Jongin. Gadis itu menatap Jongin tajam, seolah sedang memberi ultimatum tersirat pada si pria tan.


#Mr. Normal


Suasana mencekam menghiasi kamar asrama nomor 42. Jongin sibuk dengan ponselnya untuk bermain game, sementara Kyungsoo sibuk dengan bukunya untuk mengerjakan tugas sekolah.

Malam itu, tak ada satupun suara yang terdengar di kamar Jongin dan Kyungsoo.

Tapi tiba-tiba keheningan itu terpecah saat ponsel Jongin berdering nyaring.

Jongin melihat ada nomor tak dikenal yang tertera di ponselnya. Nomor itu berusaha untuk menghubunginya, dan Jongin memutuskan untuk menjawab panggilan itu.

"Halo?"

"Kita harus bicara secara pribadi. Keluar kamar, dan cari tempat sepi agar pembicaraan kita di telepon tetap aman," suara seorang gadis terdengar di ujung telepon.

"Siapa kau?" tanya Jongin.

"Krystal Jung. Cukup basa-basinya, dan cepat keluar."

Jongin sebenarnya terkejut karena ternyata nomor asing yang menghubunginya adalah nomor Krystal.

Ia sempat bertanya-tanya mengenai dari mana gadis itu mendapatkan nomor ponselnya, tapi gadis di ujung telepon kembali menyuruhnya untuk keluar kamar sekarang juga, dan ia menepis rasa ingin tahunya itu.

Tak ada pilihan lain, Jongin lekas berdiri dan berjalan keluar. Ia sempat melirik Kyungsoo yang tadi sepertinya mencuri dengar pembicaraannya di telepon.

Klek. Jongin membuka pintu, lalu keluar, dan kembali menutup pintunya. Ia berjalan untuk mencari sebuah tempat sepi agar bisa bicara bebas dengan Krystal. Ia yakin bahwa ada hal penting yang akan dibicarakan oleh kekasih Kyungsoo itu.

"Aku sudah di luar. Apa yang ingin kau bicarakan?"

"Aku ingin bicara tentang kau dan Kyungsoo."

Raut ketegangan mewarnai wajah Jongin.

"Aku ingin kau menjauhi Kyungsoo."

Kini raut tegang Jongin digantikan oleh raut bingung. "Apa maksudmu? Kenapa aku harus menjauhi Kyungsoo?"

"Itu karena kau membawa pengaruh buruk bagi Kyungsoo. Aku mendengar rumor bahwa kau belum pernah berpacaran dengan seorang gadis sampai detik ini. Aku jadi berpikir bahwa mungkin kau adalah gay, dan aku tak ingin Kyungsoo terpengaruh olehmu."

Deg. Jantung Jongin rasanya berhenti berdetak. Ia tak menyangka Krystal akan bicara to the point begitu.

"Kau ini bicara apa, Krys? Aku tidak menger—"

"Berhenti berkelit, Kim Jongin!" Krystal di ujung telepon menyela perkataan Jongin. "Kau pikir kau bisa menipuku? Kau jatuh cinta pada Kyungsoo, dan kau ingin merebutnya dariku!"

"A-aku tidak seperti itu, Krys!"

"Cukup, Jongin!" emosi Krystal sepertinya mulai tersulut. "Kalau kau benar-benar mencintainya, kau tidak boleh memberi pengaruh buruk pada Kyungsoo. Biarkan Kyungsoo hidup bahagia denganku, karena aku akan selalu berada di sampingnya dan memberinya keturunan. Hal itu tak bisa kau lakukan, bukan?"

Jongin merasa kalah. Ya. Keturunan. Hal yang tak mungkin bisa diberikan pada Jongin untuk Kyungsoo. Ia sadar bahwa ia jelas kalah jika Krystal sudah membawa topik itu ke permukaan.

"Kau yakin bisa membuatnya bahagia?" tanya Jongin kemudian. Suaranya terdengar begitu lemah dan menyedihkan. Seolah ia sudah benar-benar kalah dan kehilangan segalanya.

"Aku yakin. Jadi, kau bersedia untuk menjauh darinya?"


#Mr. Normal


Sejak Jongin menapakkan kakinya keluar kamar, Kyungsoo tak lagi peduli dengan tugas sekolahnya.

Sebenarnya bukan tak lagi peduli, hanya saja ia tak lagi bisa fokus pada sederetan not balok di depannya. Persetan jika besok Kim saem —guru vocal nya- akan menyindirnya habis-habisan karena tidak mengerjakan tugas.

Kyungsoo sebenarnya menyesal karena kini hubungannya dengan Jongin kembali renggang. Ditambah lagi, hubungan yang buruk itu disebabkan oleh dirinya sendiri. Ia yang sengaja memancing emosi Jongin dengan menggunakan Krystal sebagai alatnya.

Tapi ngomong-ngomong, kenapa Jongin harus emosi gara-gara melihat Kyungsoo bermesraan dengan Krystal?

Harusnya 'kan Jongin biasa-biasa saja. Atau jangan-jangan, Jongin menyukai Krystal?

Tapi hipotesis itu agaknya berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Kyungsoo. Kyungsoo memikirkan kemungkinan lain. Memikirkan bahwa mungkin saja Jongin itu...

Klek. Suara pintu kamar yang terbuka membuat Kyungsoo berjengit kaget.

Mata besarnya mendapati Kim Jongin memasuki ruangan itu dengan wajah yang ditekuk.

Sebenarnya Kyungsoo ingin bertanya ada apa pada Jongin. Tapi buruknya hubungan mereka belakangan ini membuat dirinya ragu meskipun hanya untuk sekedar membuka mulutnya.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada kertas-kertas dihadapannya. Seolah dirinya sedang sibuk dengan tugas sekolahnya.

Tapi sebenarnya tidak. Kyungsoo bahkan sama sekali tak memikirkan tulisan-tulisan di kertas putih itu. Jika ia boleh jujur, ia sedang memikirkan Jongin saat ini.

Sedangkan Jongin sekarang duduk di tepi ranjangnya sendiri. Dua tangannya saling bertaut, dan kepalanya menunduk dalam. Lelaki Kim itu sedang berpikir keras.

Tapi Kyungsoo sedikit terkejut lantaran Jongin tiba-tiba saja berdiri, kemudian meraih kopernya yang berada di atas lemari.

Mata bulat Kyungsoo tak sedikitpun luput dari seluruh pergerakan Jongin, dan mata itu membulat penuh saat mendapati Jongin mulai membuka pintu lemarinya, selanjutnya mulai memindahkan pakaian-pakainnya dari lemari ke koper.

"Apa yang kau lakukan?" Kyungsoo yang tak mampu menahan rasa penasarannya kini mulai bertanya.

Selama beberapa detik pergerakan Jongin terhenti, tapi tak lama kemudian ia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda. "Besok pagi orang suruhanku akan mengambil barang-barang ini."

"Apa maksudmu?" lagi-lagi Kyungsoo bertanya.

"Orang suruhanku akan membawa barang-barangku pulang. Mulai besok malam, aku akan tidur di rumah."

Jawaban Jongin tak ubahnya membuat Kyungsoo shock setengah mati. "A-apa? Kenapa kau tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan kamar ini?"

Jongin yang sedari tadi tak menghadapkan wajahnya pada Kyungsoo, kini memutuskan untuk menoleh pada lawan bicaranya. "Karena kau membenciku," jawabnya tenang. "Tapi maaf karena aku tak bisa sepenuhnya menghilang dari hidupmu. Aku masih akan tetap sekolah disini. Kuharap kau mengerti," setelah menyelesaikan ucapannya, Jongin kembali sibuk dengan barang-barangnya.

Ia meninggalkan Kyungsoo yang tampak sangat kaget. "Ke-kenapa tiba-tiba sekali?"

Jongin terlihat menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Kyungsoo. "Itu bukan urusanmu, Kyungsoo. Dan kuharap kau tidak bertanya lagi karena aku harus segera menyelesaikan ini, lalu segera tidur. Ini adalah malam terakhirku disini, ngomong-ngomong."

Malam terakhirku disini. Seharusnya Kyungsoo senang saat mendengar kalimat itu, karena hal itulah yang selama ini ia harapkan.

Tapi itu adalah harapan awalnya. Sekarang, ia justru merasa sedih dan kecewa saat melihat Jongin berucap demikian.

Meskipun Jongin baru menjadi roommate-nya selama dua minggu lebih, namun Kyungsoo sudah terbiasa dengan kehadiran Jongin. Kyungsoo sudah terbiasa melihat wajah Jongin, melihat senyumnya, dan mendengar suara tawanya.

Bisa dibilang, Kyungsoo sudah menerima kehadiran Jongin di kamar itu.

Tapi sekarang apa? Besok Jongin tak akan ada di kamar ini lagi...


#Mr. Normal


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Jongin semalam, tadi pagi-pagi sekali seorang suruhannya datang ke asrama untuk mengambil barang-barang Jongin.

Sebenarnya Jongin bisa saja meminta pindah kamar pada pengurus asrama, tapi ia memutuskan untuk tak memilih opsi itu.

Ia lebih memilih untuk pindah saja ke rumahnya, toh aturan sekolah memang tak mewajibkan siswanya untuk tinggal di asrama.

Alasan Jongin untuk pindah ke rumah, tentu saja adalah karena Kyungsoo. Sebenarnya mungkin lebih dikarenakan oleh kata-kata Krystal semalam. Tapi tetap saja, Jongin memikirkan Kyungsoo saat mengambil keputusan. Ia hanya berharap Kyungsoo mendapatkan yang terbaik.

Ia tahu bahwa perasaannya adalah salah. Tak seharusnya ia jatuh hati pada sesama pria. Jelas itu melanggar aturan agama maupun hukum.

Lagipula, Jongin yakin bahwa perasaannya tak akan terbalas sampai kapanpun. Sang Mr. Normal tak akan pernah mau membagi sedikit hatinya untuk Jongin. Terus berdekatan dengan Kyungsoo hanya akan membuatnya semakin sakit.

Jongin meyakini hal itu. Ia ingin membuang jauh perasaannya pada Kyungsoo supaya semua kembali pada jalurnya. Meninggalkan kamar nomor 42 merupakan pilihan terbaik.

Meskipun demikian, sebenarnya Jongin berat untuk meninggalkan Kyungsoo. Ia sudah biasa tinggal bersama Kyungsoo, dan ia yakin hari-harinya akan sangat sepi setelah ini.

Jongin bahkan mungkin akan merindukan Kyungsoo. Memang benar bahwa Jongin masih bisa melihat Kyungsoo di sekolah, tapi agaknya itu tak cukup bagi Jongin.

Tapi ia bisa apa? Ia sudah menyetujui permintaan Krystal tadi malam. Ia akan menjauhi Kyungsoo mulai sekarang...


#Mr. Normal


Rupanya hari ini bukan hanya Jongin yang merasa tak baik. Kyungsoo pun merasa demikian.

Pria dengan pipi chubby itu sedari tadi tak fokus pada gerakan dance-nya, dan Lee saem berulang kali menegurnya.

Sepertinya Kyungsoo mengalami penurunan kualitas dance, dan itu pasti akan membuat guru menarinya merasa kecewa. Padahal beberapa waktu lalu Kyungsoo sempat mendapat pujian karena progress menarinya terbilang luar biasa.

Jongdae, sebagai sahabat terbaik Kyungsoo, menyadari bahwa hari ini mood Kyungsoo sedang tidak baik. Jadi ia memutuskan untuk mendekati Kyungsoo saat jam pelajaran dance usai. Para siswa saat itu diberi waktu untuk beristirahat di dalam ruang dance untuk beberapa saat.

Kyungsoo sedang menikmati air minumnya ketika tiba-tiba saja Jongdae duduk di sampingnya.

"Ada apa denganmu?" tanya si pria pemilik wajah kotak.

Kyungsoo meletakkan botol minumnya, kemudian menatap Jongdae datar. "Kenapa kau bertanya padaku seperti itu?" ia justru balik bertanya.

Hal itu membuat Jongdae memukul pelan kepala sahabatnya. "Jangan menyembunyikan apapun dariku, Soo. Bahkan dulu kau bercerita padaku tentang hubunganmu dengan Krystal. Tapi kenapa sekarang kau merahasiakan sesuatu dariku?"

Kyungsoo menatap Jongdae dengan tatapan sendu. "Aku tidak menyembunyikan apapun darimu, hanya saja...aku sedang merasa bingung."

"Kau merasa bingung?" Jongdae mengerutkan dahinya. "Ceritakan padaku apa yang membuatmu bingung, Soo."

"Ini tentang perasaanku..." ujar Kyungsoo. Kepalanya tertoleh ke arah lain, dan tanpa sengaja matanya bersitatap dengan mata Jongin. Pria bermarga Kim itu baru saja berdiri dari posisi duduknya dan bersiap untuk meninggalkan ruang dance.

Tapi Jongin dengan cepat memutus kontak mata mereka, lalu keluar dari ruang dance.

Jongdae merasa heran melihat Kyungsoo. Ia tadi sempat mengikuti arah pandang Kyungsoo, dan ia tahu siapa yang Kyungsoo tatap sejak tadi. "Ada apa dengan roommate-mu?" tanyanya.

Kyungsoo akhirnya kembali menatap Jongdae, dan tatapannya itu terlihat lebih sendu dari sebelumnya. "Ia sudah bukan roommate-ku lagi."

"Omo!" Jongdae memekik dengan cukup keras. "Ia menjadi salah satu korbanmu? Aigoo~ padahal kukira ia akan bertahan karena ia sudah lebih dari dua minggu sekamar denganmu. Biasanya tak ada yang betah sekamar denganmu lebih dari satu minggu. Jadi, apa yang sudah kau lakukan untuk mengusirnya?"

"Aku tidak bermaksud mengusirnya. Ia sendiri ya—"

"APA?" kembali Jongdae sedikit memekik, bahkan sampai memotong ucapan Kyungsoo. "Kau tidak bermaksud mengusirnya? Tapi kenapa? Bukankah kau selalu membenci roommate-mu?"

Kyungsoo menghela nafas frustasi. "Aku merasa nyaman dengannya, dan jangan bertanya lebih lanjut karena aku juga tak mengerti alasannya."

Kyungsoo akhirnya berdiri, lalu keluar dari ruang dance.

Ia meninggalkan Jongdae yang masih terbengong di tempatnya. Hal yang dikatakan Kyungsoo tadi terdengar sangat...aneh. Tak biasanya Kyungsoo seperti itu. Tak biasanya sahabatnya itu galau dan sampai tak fokus begitu. Ada apa dengan Kyungsoo?

..

..

TBC


Sepertinya chapter ini cukup hurt :(

mungkin chapter depan juga masih hurt, karena memang sudah memasuki fase konflik yang sebenarnya. termasuk konflik batinnya Kyungsoo karena dia masih bingung sama perasaannya.

aku baca beberapa review yg bilang kalo seharusnya aku pake cast cewek yg OC aja, yg cuma asal pake nama. tapi maaf aku dari awal emang niat pake Krystal biar gampang bayangin wajahnya. dan aku mutusin bikin pairing KyungStal karena liat mereka lucu waktu perform goodbye summer. tapi bukan berarti aku ngeship mereka. aku cm ngrasa kalo mereka couple anti mainstream aja :D

buat jumlah kata per chapter, aku mutusin buat tetep konsisten nulis lbh dari 3000 kata tiap chapter. menurutku itu jumlah yg ideal. jd mohon diterima :)

terimakasih buat semua reviewnya. mind to review again?