Worried & Sick
.
.
Writter : SeRa
Main Cast :
My Baby Hunnie chagi
My Honey HanHan gege
Rate :
T aja
Genre :
biasalah drama romance kefluff an gtu..
Desc :
castnya milik allah dan ceritanya Sera yang bikin..
.
.
Happy Reading!
Seorang yeoja yang tengah berbaring di sofa di kagetkan oleh seorang namja yang tiba-tiba saja mendobrak masuk ke rumahnya apalagi mendengar dentum pintu dan langkah yang terburu-buru membuatnya tak nyaman. Ia hendak marah namun melihat yang namja yang datang tersebut ia hanya terdiam.
Namja tinggi berkulit putih bersih dengan surai coklat gelap itu menatapinya dengan pandangan khawatir dan marah.
Sang yeoja itu menelan ludahnya kasar, gugup di tatapi seperti itu.
"aku ba – "
Belum sempat sang yeoja menyelesaikan kata-katanya. Sang namja yang masih pada posisi berdiri mengerlingkan matanya lalu memberi tatapan meremehkan. Sang yeoja merasa jengah dengan tatapan itu.
"ya.. ya.. aku sedang tidak baik-baik saja. puas kau Sehun ahh?"ucap sang yeoja.
"menurutmu agassi?"ujarnya datar. Benar-benar raut yang seolah siap memulai peperangan menurut sang yeoja.
"sudahlah"pasrah sang yeoja. Ia mengalihkan pandangan selain pada Sehun.
Keheningan menyelip disana. Kemudian Sehun dengan nada gugupnya bertanya "hey, kau sudah makan obat?"
Entah kenapa terdengar tak tulus dan menyebalkan di telinga sang yeoja, membuatnya hanya menjawab singkat "aku baik-baik saja, Sehun sii"
Dan lagi obat, bukan teman yang baik untuknya. dia dan obat seolah adalah dua objek yang susah untuk menjadi teman. ya bisa dibilang medicine is not Luhan style. Seingatnya Sehun tahu itu.
"ya, cukup baik. Untuk tidak masuk kuliah di mata kuliah favouritemu, tak bertemu sahabat-sahabat gilamu dan terbaring di sofa ruang tamu tanpa sanggup membukakan pintu bahkan tersenyum untukku"balas Sehun tak mau kalah. Ia kesal pada kekeraskepalaan yeoja-nya.
Yeoja itu masih keras kepala, ia memaksakan mendudukan tubuhnya meski kepalanya terasa berkunang-kunang. Ia mengerjap berusaha mengembalikan kesadaran dan kekuatannya. Ia memandang kekasihnya –Sehun- dengan tatapan sendunya, mencoba memberikan senyuman semanis mungkin pada Sehun yang duduk tepat di tempat duduk yang berada di depan sofa panjangnya.
"annyeong Sehun ah"ujarnya, jujur saja bukan membuat Sehun lebih baik ia malah menjadi kesal. Dari suara saja Sehun sudah tau seberapa buruk kondisi yeoja-nya sekarang. dan semakin kesal dengan kekeraskepalaan yang yeoja itu miliki.
"apa kau mau minum sesuatu? Aku akan buatkan untukmu"
Yeoja itu masih berusaha kuat meski sekarang ia sudah pada posisi bersender lemah pada sofa tersebut. Sehun masih diam tak menanggapinya. Ia masih begitu setia dengan tatapan tajam dan tak sukanya.
"ah.. baiklah. aku akan membuatkanmu susu coklat. Jika kau tak mau aku sendiri yang akan menghabiskannya. Hehe .."
Yeoja itu masih berusaha untuk kuat dan mencairkan raut yang di bencinya berada pada wajah tampan Sehun. Namun Sehun tak bergeming ia masih dengan saja seperti itu bahkan tak menatap yeoja tersebut. Yeoja itu nyaris ingin menangis di perlakukan seperti itu.
Yeoja itu mencoba berdiri menuju dapur, namun baru selangkah ia sudah limbung. Beruntung sebuah tangan menariknya kembali ke sofa tersebut. Tangan tersebut menaruh tubuhnya hati-hati hingga kembali pada posisi berbaring kembali. Sang yeoja kini merona hebat, jantungnyaa berdetak tak beraturan, bohong jika ia tak pusing dan bohong lagi jika ia rela kehilangan kehangatan dari tangan tersebut.
"ku mohon, Luhaniee .. jangan keras kepala lagi"ujar Sehun lembut. Ia memposisikan diri di samping sofa tempat ia baru saja menaruh tubuh Luhan –yeojachingunya-. Luhan tak berani sama sekali menatap Sehun, ia tau ia salah tapi ia benci ketika Sehun seolah memulai pertengkaran dengannya.
"oke.. maafkan aku. Aku salah memarahimu pada kondisi seperti ini. Aku salah. Tapi, apa aku salah mengkhawatirkanmu? Dan lagi kenapa kau tak menghiraukan laranganku?"
Sehun mengalah, ia tau jika tak ada salah satu yang mengalah maka keadaan mereka tak akan lebih baik. Ia menyadari saat ini yang terpenting adalah merawat yeoja-nya hingga ia sembuh. Luhan merasa bersalah namun kalimat "maafkan aku" terasa enggan keluar dari mulutnya entahlah mungkin kepalanya lebih keras dari manusia lainnya sehingga ia begitu.
"aku yakin kau tak menghiraukan laranganku bermain hujan bersama Baekhyun dan Xiumin,kan? Aku akan melaporkan 2 wanita itu pada 'suami'nya masing-masing karena membuat yeoja ku terkapar sekarang. dan mungkin aku akan membunuh '3' si laptop sialan yang pasti membuatmu begadang semalam lagi"
Luhan nyaris terkekeh mendengar Sehun yang khawatir dengan berlebihan menurutnya. Namun setelah mendengar ancaman pembunuhan terhadap laptop kesayangannya, ia lebih memilih menenangkan Sehun.
"Sehun ahh"lirihnya dengan tatapan minta di kasihani.
"ehm,, ya"
Dan Sehun pun hanya bisa mengalah lagi.
"sekarang apa yang kau butuhkan?"tanya Sehun lembut.
Luhan hanya menggeleng lemah, ia hanya terpikir untuk berbaring saat ini. Dan jika meminta bubble tea seperti yang barusan terpikir olehnya, ia yakin ia hanya akan membuat masalah baru lagi dengan Sehun.
"aku rasa lebih baik kita ke kamarmu"
Luhan terbelalak, dan segera menggeleng cepat-cepat. Ia belum mau mati jika orang tuanya kembali nanti menemukannya dan Sehun berada di kamarnya. Sungguh, ia masih sayang pada kehidupan menjadi anak sulung di keluarganya. Dan memikirkan Sehun masuk ke kamarnya sudah membuat dia gila.
"tidak!"ucap Luhan buru-buru.
Sehun sedikit menarik senyum jahil walau awalnya merasa aneh karena jujur saja ia hanya ingin membuat Luhan nyaman dengan tertidur di kamar. Sehun tidak berpikir ke arah lain di situasi saat ini.
"kenapa?"
"tidak kataku, Sehun. Disini sudah nyaman"bela Luhan.
"kau yakin?" Sehun sekarang mendekatkan diri pada Luhan dengan seringaian jahilnya. Yang membuat Luhan salah tingkah.
"kau tak berpikir macam-macam,'kan sayang?" goda Sehun lagi, yang sekarang malah ingin mencubit pipi Luhan yang memerah. Hey, ingat Sehun dia sedang sakit.
"yak! Oh Sehun" Luhan benar-benar memelas sekarang, rasanya ingin memukul kepala Sehun agar berhenti menggodanya.
"arghh.. kepalaku sakit"keluh Luhan. Kepalanya terasa semakin berdenyut.
"bagaimana jauh lebih baik?" Sehun berinisiatif mengelus puncak kepala Luhan. Dan lagi-lagi Luhan di buat merona oleh tindakan lembut tak terduga Sehun. Biasanya Sehun paling hanya akan mengusak rambutnya atau menarik rambutnya untuk mendapat perhatian.
Ya, sepertinya Luhan menemukan apa yang ia butuhkan. Tangan hangat yang membuat kepala pusing dan terasa dingin olehnya itu terasa nyaman. Luhan memejamkan matanya berusaha untuk beristirahat. Cukup lama bertahan dalam keadaan seperti itu hingga ia terlalu merasa nyaman. Dan bergedik ketika merasa Sehun menjauh.
"hun.. " Luhan menangkap tangan Sehun sebelum meninggalkannya. Sehun terkaget dan kembali ke posisinya lagi.
"kau mau kemana?"tanya Luhan serak. Ia benar-benar merasa sangat manja sekarang. dan ia pastikan ia akan meleleh jika Sehun terus tersenyum lembut seperti itu padanya.
"aku ke belakang sebentar, apa yang kau butuhkan? Kau sudah minum obat? Ayolah, jawab itu sekarang. ku mohon kau bisa mengerti aku hanya ingin kau cepat sembuh. Hey. Aku tidak memarahimu. Aku juga tidak memaksamu. aku.. "
"hun ahh, sejak kapan kau jadi secerewet ini huh? Obat? Aku belum meminumnya, dan biasanya eomma memiliki persediaan di lemari es. Dan lagi aku mengerti. Maafkan aku."
Kekeraskepalaan Luhan akhirnya luluh juga oleh kesabaran Sehun.
"tunggu disini"
Sehun terburu-buru menuju pergi ke arah dapur. Luhan hanya bisa memperhatikannya dan ia menyadari keberapa khawatirnya Sehun padanya. Ia baru tahu kalau Sehun memakai baju terbalik, dengan celana yang di pakainya untuk perform dan juga bahkan riasan panggungnya belum terhapus sempurna. Sungguh, sangat tidak fashionable. Ia jadi berpikir apa mungkin Sehun juga memakai sepatu berbeda seperti yang biasa di drama-drama. Namun, jelas sekali Sehun langsung melarikan diri setelah tampil di sebuah acara. Luhan heran apa balasannya terhadap message Sehun 'sedang berbaring, kepalaku sedikit sakit' di mata Sehun terlihat seperti 'aku sedang sekarat, dan sangat kesakitan'. Entahlah. Yang penting Sehun bersamanya sekarang.
"bagaimana nyaman?" Sehun sedang menyelimuti Luhan dengan selimut tebal, yang sukses membuat Luhan tak terlalu kedinginan lagi. Luhan mengangguk.
Sehun tersenyum aneh, yang membuat Luhan langsung waspada. Sehun memegang obat di tangannya.
"Luhanie, minum ini dulu ne? Kemudian istirahat"bujuknya. Luhan benar-benar merasa terancam. Obat? Oh, kalian sudah tahukan obat bukanlah teman yang baik untuk Luhan.
Luhan menggeleng menolaknya. Ia merasa tidak rela membiarkan benda pahit itu, bertransportasi di dalam pencernaannya.
"Luhan ahh, buing-buing"
Sehun yang beraegyo membujuknya benar-benar terlihat imut dan manis. Luhan langsung kalah telak. Siapa yang bisa melawan jurus andalan tuan Oh tersebut. Akhirnya Luhan hanya bisa pasrah Sehun membantunya untuk duduk, di suapi obat dan menelannya bersama air putih.
Luhan berbaring sambil memejam matanya menahan pahit yang masih terasa di tenggorokannya, ia ingin memarahi tubuhnya yang menurutnya menyusahkan. Ia hampir berteriak karena kaget merasakan dingin di kepalanya. Untung dia sadar kalau Sehun ternyata sedang mengompres kepalanya.
"hmm,, maaf.. " ucap Sehun merasa bersalah. Ia tahu ia membuat Luhan kaget.
"gwenchana.. "
Luhan benar-benar merasa beruntung saat ini ya dengan melupakan fakta obat tersebut. Ia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Sehun sekarang. walaupun dalam keadaan seperti ini ia sangat bersyukur.
"apa yang sedang kau lihat, chagiya? Apa manager menyuruhmu kembali? Apa kau ada schedule?"
Luhan yang di sangka Sehun sudah tertidur ternyata malah masih bangun dan memperhatikannya yang sedang melihat pada handphone kesayangannnya.
"ah tidak. Aku free hari ini dan aku hanya membaca balasan dari anggota EXO yang lain di group chat kami"
"kalian membicarakan apa?"selidik Luhan.
"hmm.. aku tadi menanyakan bagaimana cara merawat orang yang sedang sakit, aku juga bilang yang sakit itu adalah kau"
"dan mereka semua menjawabnya?"
"ya, semuanya. Kenapa? Hey, kau istirahatlah."
"hunnahh, aku ingin tau apa kata mereka" sekarang giliran Luhan yang beraegyo dengan suara seraknya.
"setelah itu kau tidur, oke?" Luhan mengangguk.
"Suho hyung bilang jangan lupa memberi obat, jaga baik-baik Luhan ah. D.o hyung bilang pakaikan selimut kalau dia kedinginan, kompres kepalanya, biarkan istirahat dalam posisi ternyaman dan nanti aku buatkan bubur, Xiumin hyung bilang temani dia istirahat,Yifan hyung bilang teruslah berada di sampingnya Sehun kau apakan dia?, Chen hyung bilang lakukan pengobatan sebisanya jika semakin parah segera bawa kedokter atau rumah sakit dan aku berjanji menjenguknya nanti, Chanyeol hyung bilang hibur dia buat tersenyum sampaikan salamku pada Luhan, Lay hyung bilang berikan dia obat dan jangan ganggu dia beristirahat kalau kau ada apa-apa lapor padaku, nah selesai."
Sehun membacakan dengan ekspresi datarnya.
"belum semua hun ahh, ayolah.."
"tao gege?"
Sehun mendengus dan menjawab pertanyaan Luhan.
"kenapa Luhan? Kau apakan dongsaengku huh? Awas kau, akan ku wushu kau nanti!"
Luhan terkekeh.
"Kai oppa?"
"hangatkan dia, Hunnie Chingu"
Huh? Luhan mengerutkan keningnya tak mengerti dengan kalimat ambigu Kai. Sehun juga sepertinya sangat malas membacanya.
"sudahlah, sudahkan?"tanya Sehun.
"baekhyun oppa belum, hunnah..?"
Sehun menghela nafas jengkel.
"nyanyikan dia sebuah lagu, sudah sekarang istirahat"
Sehun sudah memaksa Luhan untuk tidur. Ia menyuruh Luhan memejamkan matanya dan ia setia memgang tangan Luhan.
"Sehun.. "
"ada apa lagi, Xiao Lu?"
Luhan suka mendengar suara Sehun memanggil nama Chinanya seperti itu membuat ia jadi tersenyum manis sambil memejamkan matanya.
"Wu Shixun, nyanyikan aku sebuah lagu"
"MWOO?"
"Waeyo? Hanya menyanyi Sehun"
Sehun berjanji akan mengikat hyung imutnya-Baekhyun- ketika di dorm nanti. Ia menyalahkan kalau saja Baekhyun tak menyarankan hal itu dan di ketahui Luhan mungkin Luhan tak akan memintanya menyanyi sekarang.
"tapi... "
"Shixun.. jebal~ .. "
Sehun lagi-lagi menghela nafas. Ia sekarang mulai cemas bagaimana nasibnya jika yeojanya suatu saat nanti hamil dan dia adalah yang patut bertanggungjawab untuk hal itu apa mungkin yeojanya akan memintanya setidaknya mungkin berpakaian wanita atau mungkin ... Sehun tak sanggup memikirkan sekarang.
"hunnah... " Sehun benar-benar tidak bisa menang dari yeojanya lagi.
"baiklah, kau janji akan istirahatkan? Kau tak akan menertawakanku,kan?"
Luhan tersenyum geli kemudian berkata "yaksok, aku berjanji"
Sehun menarik menghembuskan nafasnya beberapa kali. Ia gugup dan sedang berpikir tentang lagu apa yang akan ia nyanyikan. Masih benci untuk memulai lagunya namun sesaat kemudian lantunan lirik lagu "Baby" milik grupnya ia lantunkan dengan lembut dan hati-hati. Sungguh-sungguh dari hatinya.
Luhan tersenyum manis. Bukan menertawakan. Ia hanya merasa beruntung dan bahagia menjadi penonton satu-satunya live Sehun EXO menyanyi dengan sepenuh hatinya. Mungkin semua orang selalu menomor akhirkan dirinya sebagai seorang penyanyi. Memang suaranya tak seindah suara para vocal line, tak bisa menyampaikan dengan ekspresi penghayatan yang baik seperti Yesung, tak bisa memecahkan gelas-gelas kaca layaknya penyanyi opera tapi ini keindahan yang pantas di nikmati.
Luhan begitu terbawa atau mungkin pengaruh obatnya sudah bekerja, ia mulai merasa mengantuk. Matanya terasa begitu berat dan memaksa untuk terlelap namun tetap saja Luhan masih keras kepala ingin mendengar nyanyian Sehun.
"hm.. Hunnah... "lirih Luhan yang benar-benar sudah mengantuk.
"ne chagi.. " Sehun segera menghentikannya nyanyiannya. Ia menunggu lanjutan kalimat Luhan yang sekrang sedang memejamkan matanya dengan kening berkerut.
"apa nyanyianku jelek dan kau terganggu dengan suaraku? Maafkan aku tapi, tadi kau yang memaksaku. Kau.. "
"Hunnah.. Saranghae"
Sehun terdiam. Dan ia bisa melihat sekarang nafas teratur Luhan yang sudah terlela. Sehun tersenyum dan entah apa yang di mimpikan atau di rasakan oleh Luhan, ia tersenyum ketika Sehun mengecup pelan keningnya.
Get Well Soon, Luhan!
End.
Hey.. yoo.. yoo man~
Otte? Mengerikaankah FF Sera yang kali ini..? huft.. maklum nulisnya lagi sakit dan ya terinspirasi jadinya bkin ff nih..
Chinggu, readerss, eonniee, noona, hyungg, oppa,, Miss U! Ada yang kangen gak ama Sera? Ada aja ya? Ada dong! Ntar Sera mewek nihh.. hehe..
Aigoo, udah sebulan lebih gak nyentuh-nyentuh FFN nih.. semoga FF ini d sukai ..
Eh hampir lupa, selamat idul fitriii...
Ahhha.. ini rencanany maunya sih mau di bikin pake couple lain dengan cerita berbeda tapi dengan judul yang sama, ada usul? jadinya semacam drabble gtu deh, otte? :)
Jangan lupa review ya chinggu...
Saranghae... #buingbuingbarenghunhan
