My New Mom And Sister Capítulo 1

Naruto Pov Now!!!

Hai Aku Namikaze Naruto, pemuda lajang berumur 17 tahun, ber-status pelajar dan juga jomblo, ya jomblo ada yang protes?

Bukanya karena aku jelek mangkanya aku jomblo, bukan ya! Aku lumayan tampan dengan rambut pirang jabrik jadi terlihat seperti orang bule, juga tanda lahirku yang elimited editon jarang ada yang punya, karena bentuknya seperti kumis kucing, dan yang terakhir mata biruku yang indah, itu menurutku.

Yah... Menurutku, sebuah hubungan yang disebut pacaran, tidak akan membuahkan hasil apa-apa.

Membuang waktu, membuang uang, dan semua sia-sia jika berujung dengan kata putus!

Jadi menurutku pacaran itu tidak ada manfaatnya, kecuali pacaran berujung dengan hubungan abadi seperti pernikahan.

Ngomong-ngomong soal pernikahaan aku tengah duduk didalam sebuah gedung yang sedang didekor atau dirias oleh orang-orang ahli dekor, untuk menjadi gedung pernikahan.

Kalau ada yang bertanya siapa yang menikah, kalau jawabannya adalah aku kalian salah besar!

Karena aku masih 17 tahun dan juga jomblo!

Sudah jangan bahas jomblo lagi!

Jawabanya adalah Ayahku akan menikah lagi, Padahal umurnya sudah menginjak 37 tahun! Dan ia mau menikah lagi!

Wow sekali kan!

Dan kalau kalian bertanya kemana ibu kandungku, ibu kandungku sudah meninggal sejak umurku 7 tahun, itu artinya sepuluh tahun yang lalu.

Ayahku sudah mendiskusikan hal ini kepadaku bahwa dia akan menikah lagi.

Menurutku tidak apa-apa jika dia menginginkan suatu hubungan yang dulu pernah kandas, eh! Bukan kandas! Tapi hilang! Yang bernama Rumah Tangga.

Karena menurutku lagi kurang lengkap saja, suatu hubungan yang bernama rumah tangga, tidaklah lengkap jika tidak ada yang namanya sosok istri atau ibu.

Jadi aku setujui saja ayahku meminta menikah lagi.

Tapi masalahnya!

Ayahku Ingin menikah lagi dengan seorang janda beranak 1! Dan juga anaknya mungkin sudah seumuran denganku, perempuan lagi!

Entah hanya aku punya perasaan seperti ini saja, atau orang lain juga punya.

Karena menurutku lagi! Seatap dengan orang lain yang bukan sedarah denganmu plus beda jenis denganmu, rasanya agak aneh, mungkin itu yang akan aku rasakan saat suatu hari nanti aku mempunyai istri.

Ya memang kedua orang lain itu akan mempunyai status baru saat bersamaku dan juga ayahku, yaitu Ibu Tiri Dan Saudari Tiri.

Jadi mau tidak mau, aku harus membiasakan diri seatap dengan kedua orang tersebut, sampai aku berumah tangga nanti.

Merasa bosan aku duduk dipojokan gedung melihat-lihat orang yang tengah mendekor, akupun berjalan keluar gedung untuk mencari angin sebentar.

Namun saat aku baru kaluar dari gedung, aku melihat beberapa bangku taman disana, terlihat orang yang aku kenal yang bisa aku sebut ayahku, sedang duduk berduaan dengan seseorang wanita yang akan menikah besok dengan ayahku besok, ialah calon ibu tiriku.

Kulihat mereka sedang bermersa-mersaan, tapi aku lebih memperhatikan calon ibu tiriku, kulihat dia tidaklah buruk ia cukup cantik, atau bisa dikatakan sangat cantik dan juga awet muda, padahal umurnya yang beda 2 tahun dari ayahku.

Mata ungu bulat dan rambut coklat sebahu, namun tidak terlihat tomboy malah terlihat manis, dan juga bentuk tubuhnya yang seperti model-model majalah dewasa mingguan yang sering dibeli oleh temanku, apa lagi kedua payudaranya yang menurutku ukurannya sudah seperti semangka, dan kalau tidak salah namanya Venelana Gremory.

Apa kalian bertanya aku tergoda dengan ibu tiriku itu, aku akan menjawab iya, ya karena namanya juga hormon anak muda sepertiku, sudah sepantasnya tergoda dengan bentuk tubuh seperti itu, apa lagi kedua asetnya yang terlihat menggoda jika dipandang oleh mataku, tapi aku harus sadar dia adalah calon ibu tiriku nanti, dan aku tidak boleh berbuat macam-macam kepadanya.

Setelah selesai melihat kedua insan disana itu bermersa-mersaan, aku pergi kesisi lain gedung, dan disinilah aku berada dibelakang gedung, kulihat pemandangan dibelakang gedung cukup indah, dengan kolam ikan yang dipenuhi oleh ikan emas dan juga ikan koi disana, dan juga dekoran air mancur yang diukir seperti patung-patung kerajaan.

Numun pandanganku teralih oleh seorang perempuan yang tengah menangis sambil berjongkok menghadap kolam ikan yang aku sebut tadi.

Aku lihat perempuan itu adalah perempuan yang aku kenal, karena dia adalah calon kakak tiriku, karena aku bisa tahu karena bentuk tubuhnya yang hampir sama seperti calon ibuku tadi, dan juga rambut merah darahnya yang sangat panjang sampai bokongnya, ditambah rambut diatas kepalanya menjulang kedepan seperti antena, mangkanya aku bisa mengenalinya dengan sekejap.

Dengan rasa khawatir aku menghampirinya untuk bertanya kenapa ia menangis.

"Ano..."

Aku hanya bisa menyapanya dengan kata itu saja, karena aku tidak tahu harus memanggilnya dia apa, walaupun aku sudah tahu namanya yaitu Rias Gremory.

Namun tiba-tiba dia menoleh kearahku dengan mata yang sembab, dan wajah yang sudah kering oleh air mata, dan tiba-tiba tatapannya menajam saat melihatku.

"Mau apa kau?"

Entah kenapa nada ucapanya menjadi agak sinis kepadaku.

"Ano... Emm... Kenapa kau menangis?"

"Bukan Urusanmu! Pergi sana!"

Walaupun ia mengatakan itu, dia yang malah pergi dariku.

"Mungkin dia masih belum menerima hubungan ini..."

Ucapku dengan nada lirih.

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

Normal Pov Now!!!

.

Hari pernikahan antara Minato dan Venelana Tiba!

Saat ini Minato dan Venelana tengah bersalam-salaman dengan para tamu, sedangkan Naruto tengah berbincang-bincang dengan teman-temannya yang diundang keacara pernikahan ayahnya.

"Oi Dobe, selamat ya! Setelah 10 tahun tidak mempunyai Kaa-san, akhirnya kau bisa merasakanya lagi."

Ucap Sasuke kepada sahabat senasibnya.

"Yah... Arigatou Teme."

Ucap Naruto dengan nada lesu

"Oi Naruto! Kau terlihat tidak semangat! Padahal Tou-sanmu itu menikah lagi, dan kau menadapat Kaa-san baru, kau harusnya senang! Apa lagi Kaa-san barumu cantik dan seksi! Ditambah lagi dia mempunyai anak perempuan yang sama cantiknya seperti Kaa-san barumu, siapa tahu suatu saat kau bisa melihat mereka hanya memakai handuk sehabis keluar kamar mandi, atau bangun tidur hanya pakai tanktop saja! Hehehe..."

Ucap Kiba panjang lebar, diakhiri tawa mesumnya.

"Aku tidak selalu berfikiran mesum seperti dirimu Kiba!"

Ucap Naruto dengan nada kesal plus sinis terhadap temannya yang penyuka anjing satu ini.

'Itulah yang aku takuti jika hidup bersama mereka berdua!'

Batin Naruto berteriak.

Kita sudahi percakapan Naruto bersama teman-temannya, mari kita beralih ke percakapan Rias dan teman-temannya.

"Rias selamat ya! Kamu dapat Tou-san baru!"

Ucap Xenovia mewakili teman-teman Rias yang lain.

"Arigatou Xenovia, Minna! Yang sudah mau datang keacara ini."

Ucap Rias dengan nada lesu.

"Rias Kau kenapa?"

Tanya Akeno kepada sahabat merahnya ini.

"Tidak... Hanya saja... Aku belum siap, menerima orang luar menjadi anggota keluargaku, apa lagi sekarang dia itu Tou-san baruku. Tapi mengingat ibuku yang sudah menjanda selama 3 tahun apa boleh buat, aku hanya bisa menerimanya."

Ucap Rias dengan nada pasrah, tiba-tiba Rossweisse memegang bahu Rias.

"Rias... Aku tahu ini cukup sulit, untuk menerima kenyataan ini, tapi kamu harus menerimanya dengan lapang dada. Dan lihatlah sisi positifnya kau sudah dapat Tou-san baru dan juga saudara baru, kulihat saudara barumu itu cukup gagah dan juga tampan, siapa tahu kau bisa berdekatan denganya lalu jadian deh!"

"Apasih Rossweisse! Dia itu saudara tiriku, tidak mungkin aku pacari dia!"

Ucap Rias dengan nada sweatdrop, mendengar sahabat putihnya ini.

"Ara-ara! Jika kalau ada kesempatan, kau ajak dia hang-out bareng kita! Aku lumayan tertarik dengan dirinya, aku akan mengajaknya berkenalan, lalu berpacaran, lalu menikah dan punya anak! Fufufu!"

Ucap Akeno dengan nada mesumnya.

"Hey Akeno! Kita akrab saja belum, kau sudah melantur denganya kearah sana!"

Ucap Rias dengan sweatdrop, mendengar perkataan sahabatnya satu ini, inilah jika Akeno terlalu lama menjomblo, sifat mesumnya suka kambuh keluar.

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

"Hah... Lelahnya..."

Ucap Naruto sambil merebahkan dirinya diatas sofa rumah barunya, atau lebih tepatnya rumah ibu tirinya yang sudah menjadi milik ayahnya juga.

"kalau dipikir-pikir rumah Okaa-chan, besar juga yah..."

"Se-sedang apa kau disini?!"

Tiba-tiba sebuah suara mengintrupsi kegiatan Naruto, Naruto menoleh kearah kanan melihat Rias, tengah berdiri disana dengan bersidekap dada sambil menatapnya tajam.

"Kau bisa melihat aku sedang apakan? Kau tidak butakan?"

"Maksudku sedang apa dirumahku?"

"Rumahmu? Maksudmu rumah kita."

Mendengar ucapan Naruto barusan, membuat Rias semakin kesal pada Naruto.

"Dengar ya, Tou-chanku sudah menikah dengan Okaa-chanmu, jadi sekarang dia orang tuaku juga, dan sekarang juga kau adalah saudariku juga, pantasnya kau kupanggil apa? Kau lebih muda atau lebih tua dariku?"

Tanya Naruto sambil mengusap dagunya.

"Kau pikir saja sendiri!"

Ucap Rias kesal sambil, pergi dari hadapan Naruto.

Tiba-tiba Naruto bersuara.

"Kalauku lihat kau orangnya suka marah-marah seperti seorang kakak, kalau begitu aku akan memanggil Rias-nee."

Ucap Naruto dengan senyumannya.

"Apa kau bilang?!"

Ucap Rias berbalik menatap Naruto tajam.

"Bagimana Rias-nee? Nama panggilan yang baguskan?"

"Huh! Terserah kau saja!"

Ucap melanjutkan langkah perginya.

"Jaa Rias-nee!"

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

"Ohhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Aku keluar Minato-kun kyaahhhh~!"

CROT! CROT! CROT!

Tubuh Venelana menegang saat mencapai klimaks.

"Aakkhh! Aku juga Venelana! Aaakkkhhh!"

CROT! CROT! CROT!

Minato menekan pinggul nya semakin dalam, lalu menyemburkan sperma nya kedalam rahim Venelana.

"Uuuhhh~"

lenguh Venelana saat Minato mencabut penis nya.

"Huft! Aku lelah ayo kita tidur Venelana."

Ucap Minato sambil menarik selimutnya, dan berusaha untuk tidur.

"Ta-tapi Minato-kun, a-aku belum puas! Bagaimana jika 1 ronde lagi?"

Tanya Venelana sambil mengoyangkan bahu Minato dengan tanganya.

"Besok saja Venelana aku lelah sekarang!"

'Mou! Minato-kun! Baru juga satu ronde main sudahan saja! Padahal aku belum puas!'

Batin Venelana kesal dalam hati.

To Be Continue...