My New Mom And Sister Capítulo 6
Normal Pov Now!!!
Mentari mulai menampakkan wujudnya, gemilau sinarnya dan siulan burung-burung liar menghiasi Minggu pagi yang cerah ini di kota Konoha dan menghangatkan suhu dingin yang sempat melanda Konoha pada akhir musim dingin ini.
Hari yang cocok untuk berolahraga pagi atau hanya sekedar untuk bersantai menikmati udara yang masih segar dan hangat ini.
Tapi marilah kita mengintip sejenak ke sebuah sebuah rumah sederhana besar berlantai 2 di dekat pusat kota.
Tepatnya di sebuah kamar, yang terdapat adanya sesosok pemuda blonde yang tengah tertidur lelap.
Siluet matahari kini menerobos kaca dan korden kamar, menyinari wajah sang pemuda.
Akhirnya, si pemuda berambut blonde mulai membuka matanya.
Mengejab–ngejab perlahan dan berusaha mengumpulkan nyawa dari alam bawah sadarnya.
Ya itulah tokoh utama kita yang masih tidur di pagi yang mulai cerah ini.
Naruto berusaha bangun namun ada yang aneh dengan tempat tidurnya, dan ia merasa sensasi aneh dibagian selangkanganya.
Ditempat tidur terlihat ada gundukan besar dibalik selimut Naruto yang tidur.
Gundukan tersebut bergerak tidak beraturan didalam selimut.
"Akh..."
Desahan meluncur begitu saja dari mulut Naruto, saat merasakan kepala kejantanannya seperti disedot sesuatu.
"Mmmhh~ Mmmhhh~"
Terdengar desahan seorang wanita dibalik selimut tadi.
Penis Naruto yang besar itu hanya bisa masuk setengah kedalam mulut wanita tersebut.
Dengan lihai, ia menaik-turunkan mulutnya sambil menjilati batang penis yang perkasa tersebut.
Tangan kanannya meremas-remas kecil buah zakar Naruto dan tangan kirinya mengelus-elus vaginanya yang sudah basah dari tadi.
Naruto dengan segera menyibakkan selimutnya dan setelah melihat apa yang ada dibalik selimutnya, Naruto terkejut dan juga menghela napas panjang, karena melihat siapa pelaku yang sedang mengemut penisnya.
"Okaa-chan... Bukankah sudah kubilang, jangan seenaknya masuk ke kamarku?"
Orang yang dipanggil 'Okaa-chan' oleh Naruto, ia malah melihat kearah Naruto yang bangun, lalu menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Naruto dengan senyuman manisnya.
Namikaze Venelana atau lebih tepatnya ibu tiri Naruto, saat ini sudah telanjang bulat dan tengah mengoral penis Naruto sejak tadi.
Perlu diketahui, sebenarnya Naruto sudah diperlakukan seperti ini dipagi hari oleh Venelana, sebanyak 2 kali dipagi hari semenjak sang suami atau ayah Naruto pergi keluar kota.
"Mou~ Naru-kun! Memang kamu tidak suka diperlakukan begini sama Okaa-chan?"
Tanya Venelana merajuk manja.
Naruto hanya bisa memutar bola matanya bosan mendengar perkataan dari ibu tirinya ini.
"Bukanya tidak suka Okaa-chan, Tapi- Akh!"
Ucap Naruto mendesah lagi, karena Venelana kembali mengulum penisnya.
"Mhhmmm~ Puahhh! Naru-kun... penismu sangat besar~ lebih besar daripada milik Tou-chanmu~"
Setelah mengucapkan hal itu, Venelana menjepit penis Naruto dengan payudaranya.
"Aaakhh! Okaa-chan!"
Naruto meringis merasakan jepitan dua payudara besar milik Venelana, kedua gumpalan daging itu bergerak naik turun mengurut batang penis Naruto.
Venelana menatap senang Naruto yang terlihat sangat menikmati servis yang diberikannya, wanita itu memuntahkan salivanya, membasahi penis Naruto yang ada di belahan dadanya.
"Aakh! Okaa-chan ini pagi hari! Ini adalah akh! Waktunya orang untuk sarapan! Aaah!"
Ucap Naruto disela-sela desahannya.
Mendengar ucapan Naruto, Venelana tersenyum nakal.
"Mou Naru-kun~ Apa Okaa-chan ini bukan sarapanmu? Apa Okaa-chan ini tidak enak untuk disantap?"
Venelana menghentikan acaranya, dia menarik dirinya dari penis Naruto lalu berdiri, wanita itu sudah telanjang bulat tepat di depan Naruto.
Sang pemuda pirang itu meneguk ludahnya kasar, kedua tangan Venelana dilipat dan menyanggah bagian bawah buah dada besarnya, wanita itu menyeringai melihat wajah pucat dari putra tirinya.
"Ayo Naru-kun~ Ini sarapan pagimu~"
Ucap Venelana sambil mengarahkan payudaranya kearah wajah Naruto.
"Mau? Okaa-chan akan dengan senang hati memberikannya~"
Kedua tangan Naruto terangkat oleh tangan ibunya, Venelana mencoba menarik tangan Naruto untuk memegang kedua payudaranya
"Okaa-chan..."
Naruto bergumam memanggil nama Ibu tirinya, kedua tangan itu telah sampai di payudara Venelana, Naruto memijit pelan gumpalan daging itu, puting susu sebelah kanan itu dihisap oleh Naruto.
"Ahhhh..."
Venelana mendesah merasakan putingnya dihisap oleh Naruto.
Dan Naruto saat ini tengah menikmati sarapan paginya, yaitu ia sedang meminum susu ASI dari payudara Venelana.
Dan merasa Naruto sudah agak sedikit kenyang, karena meminum begitu banyak ASI Venelana, ia pun melepas kulumannya pada payudara Venelana.
Dan Venelana mendesah kecewa karena Naruto berhenti mengulum dan meremas dadanya.
Venelana menarik kepala Naruto dan membenamkan wajah Naruto didada kanan'nya
"Naru-kun! hisap! hisap lagi Naru-khhuun! Ahhh~!"
ucap Venelana sambil mendesah panjang.
Naruto kembali meremas dan mengulum dada Venelana, dan kembali meminum ASI yang keluar dari dada kanan Venelana.
"Aaahh! terus Naru-kun terus Aaahh!"
Venelana mendesah panjang.
Venelana merasakan tubuhnya sedikit tak kuat untuk berdiri, dia pun duduk di atas pangkuan Naruto sembari memeluk kepala pirang pemuda itu.
Venelana menikmati setiap hisapan yang diberikan Naruto.
Lalu tangan kanannya pun memegang penis Naruto yang masih tegang.
Wanita itu mengocoknya pelan, naik turun sembari terus menikmati hisapan Naruto.
"Naru-kun~ Uummhhh~"
"O-okaa-chan..."
"Okaa-chan sudah tak kuat!"
Venelana mengangkat pinggulnya naik, lalu mengarahkan penis Naruto kelubang kewanitaannya dan memasukkan penis Naruto ke dalamnya.
Bleeessshh!
"Akkhh! Naru-kun! Ahhhn! Aaahh!"
Desah Venelana saat penis Naruto sudah masuk seutuhnya, lalu ia menaik turunkan pinggulnya.
Payudara Venelana memantul seiring dirinya yang menaik turunkan pinggulnya.
Gesekan di dalam dinding rahimnya membuat tubuhnya sesekali menegang, Venelana merasakan sesak di dalam sana, mungkin karena penis Naruto yang ukurannya lebih besar.
"Okaa-chan aaakkhh! Pe-pelan-pelan! Aaahh! Aaahh!"
Desah Naruto saat Venelana menggerakan pinggulnya dengan cepat.
Merasa Tidak mau ibunya yang memegang kendali, Naruto langsung membalik posisinya, sekarang ia yang menindih Venelana.
"Aaahhh~! Na-naruu-khuun!"
kejantanan Naruto langsung menusuk memasuki lubang intim Venelana.
"Akh! Okaa-chan kau sempit sekali!"
Desah Naruto sambil menikmati pijatan di dalam vagina ibu tirinya.
"Ce-cepat gerakkan punyamu, Na-naruu-khuun!"
Venelana sudah tak tahan dengan gairahnya.
Dengan perlahan Naruto menggerakkan pinggulnya sehingga kejantanannya maju mundur menusuk-nusuk vagina Venelana.
"Ahhh~! Uhh! jangan berhenti! Naru-kun!"
Venelana meracau tak karuan.
Venelana juga tak mau kalah, ia juga menggerakkan pinggulnya menggimbangi permainan Naruto.
"Ahh! Aaahh! te-terus! Yaahh!"
Naruto menyodok lebih cepat dan lebih keras vagina Venelana dan juga meremas–remas payudara menggiurkan milik Venelana, yang bergoyang–goyang.
"Ahh! Aakkhh! Okaa-chan! Aakkhh!"
Naruto terus menggila dengan menusuk lebih dan lebih cepat.
Ditambah dengan posisi mereka, tusukan Naruto semakin dalam menghantam dinding rahim Venelana.
Plak! plak! plak!
Suara benturan antara kedua pangkal paha mereka yang 'bermain' ekstrim juga sampai terdengar.
"Aahhnn! Naruuu-khhhuu!"
tak ada cara lain Venelana untuk menyalurkan kenikmatan selain mendesah dan menjambak rambut Naruto.
Permainan Naruto semakin panas, ia menusuk lebih dalam dan lebih keras.
Suara decitan ranjang juga sampai terdengar.
Semakin lama Naruto menusukkan kejantanannya semakin cepat.
"Aahhh! Na-naruu-khuun! Le-lebih cepaahht! le-lebih dalamm! Aahh! Terussh!"
Desah Venelana semakin kencang mengikuti permainan anak tirinyanya.
Naruto semakin dibutakan oleh sempitnya vagina milik ibu tirinya ini.
"Uugghh! Okaa-chan se-sempit sekali! Aakkh!"
Goyangan panas mereka berdua hampir menuju ke puncaknya.
Seluruh tubuh mereka bergoncang merasakan nikmat.
"Aah! Na-naruu-kun aku akan keluaar!"
Desah Venelana hampir mencapai puncaknya.
Naruto semakin menusuk dengan kencang vagina Venelana.
"Aaahh! aku juga! Okaa-chan!"
Naruto juga merasakannya, ia terus menggesek semakin keras.
Tubuh mereka menegang.
"Aaahhh! Okaa-chan keluar Na-naru-kun! Kyaaaahhhnnn!"
Desah Venelana sambil menyemburkan cairan cintanya.
"Ugghh! aku juga Okaa-chan!"
Desah Naruto sambil menempelkan kepala penisnya didinding rahim Venelana, sehingga sperma menyemprot masuk kedalam rahim Venelana.
Memenuhi rahim Venelana dan memberi sensasi hangat dalam perutnya.
Yang membuat Venelana melayang beserta ribuan kupu–kupu.
Tetapi saat mereka mencapai puncak, Naruto masih menusuk– nusuk vagina Venelana yang menambah kenikmatan tersendiri bagi merka.
Mereka diam sejenak sambil menikmati orgasme mereka dengan memeluk satu sama lain
Saking banyaknya sperma Naruto yang keluar, mereka merembes keluar melalui celah–celah dari persatuan mereka.
Tapi lihatlah 'punya' Naruto, bahkan masih ereksi setelah orgasme yang mengeluarkan banyak sperma.
Tiba-tiba Naruto mendekatkan mulutnya ketelinga Venelana, lalu membisikan sesuatu.
"Okaa-chan... bersiaplah untuk ronde selanjutnya... Karena aku belum puas, Ayo kita ganti posisi."
Tanpa menunggu Venelana pulih, Naruto memutar tubuh Venelana menungging membelakanginya tanpa melepas persatuan mereka.
"Aahh! Iyaahhh! Naru-kun! Aahhn!"
Venelana kembali merasakan tusukan penis Naruto dari belakang dan remasan kuat pada payudaranya.
"Aahh! Ahhh! Na-naruu-khuun! Aahh! te-terus! Le-lebih cepat Ahh!"
"Baiklah Okaa-chan! Aku tidak akan main pelan lagi!"
Ucap Naruto sambil berbisik ke telinga Venelana.
Narutopun meningkatkan tempo tusukkannya.
"Aahh! Aakh! Ankh! Yaahh! Naru-kun! Yaaahh! Aaahh!
Desah Venelana saat sodokan penis Naruto, didalam vaginanya secara brutal.
Tak mau kalah dari Naruto, Venelana juga menggerakkan tubuhnya mengikuti alur tusukan Naruto.
PLAK! PLAK! PLAK!
Suara tabrakan dari selangkangan Naruto dengan milik Venelana yang becek.
"Ahhh! terus Naru-kun Ahhh!"
desah Venelana menikmati penis besar yang menusuk vaginanya.
Tak berselang lama kemudian tubuh Venelana mengejang.
"Aahh! Aakkh! Naruuu-khhhuun! A-aku keluar Kyaaaahhhnnn!!!"
Croot! Croot Croot!
Venelana sudah orgasme untuk yang ketiga kalinya.
"Ahh! Tunggu sebentar Okaa-chan! Aahh!"
Ucap Naruto yang sudah hampir sampai puncaknya.
"Ahh! Na-naruu-khuun! tolong berhenti sebentar Aahhnn!"
Venelana sudah tak bisa menahan gelombang kenikmatannya.
"Aaakkkhhh! Aku keluuuaaarr!!!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Akhirnya Naruto sudah menembakkan puncak kenikmatannya ke rahim Venelana.
Sekali lagi, rahim Venelana terisi oleh sperma hangat Naruto.
Venelana ambruk di atas kasur dan meringkuk dalam dekapan Naruto setelah 'permainan' mereka berhenti.
Lalu Naruto merengkuh Venelana dan memeluknya menyalurkan rasa nyaman ke pasangan masing–masing dalam keheningan.
"Haah... Okaa-chan... Apa kau tak takut hamil, setelah aku banyak mengeluarkannya didalam?"
Tanya Naruto memecah kesunyian.
"Fufu... Tak apa Naru-kun... Aku tak takut hamil. Lagi pula walaupun aku hamil lalu fisik bayinya mirip seperti Tou-chanmu atau kamu, Tou-chanmu tidak akan tahu jika itu anak kita... Fufu..."
Tawa genit Venelana sambil berceloteh ria.
"Huh... Aku juga berpikir begitu..."
Setelah mengatakan hal itu, Naruto kemudian membaringkan Venelana dikasurnya.
Setelah dibaringkan tubuh Venelana, seakan tiada hari esok, Venelana langsung memeluk kepala Naruto dan menempelkannya pada oppainya.
"Umm... Sebaiknya kita segera mandi Naru-kun. Lihat sudah jam 8 pagi, atau Naru-kun kurang puas bercinta dengan Okaa-chan?"
Goda Venelana sambil melepaskan badannya dari jeratan Naruto.
"Sebenarnya Aku ini punya stamina yang cukup banyak, bisa saja aku bermain satu jam lagi. Tapi takut permainan kita ketahuan oleh Rias-nee, lebih baik kita segera mandi!"
Ucap Naruto dengan nada bosan.
"Aku tahu itu Naru-kun~"
Naruto yang mendengar perkataan ibunya langsung bangkit dan mengambil handuknya untuk mandi.
Venelana yang melihat Naruto ingin masuk kedalam kamar mandi, langsung mengekori Naruto.
Naruto yang merasakan ada yang mengikutinya, langsung membalikkan tubuhnya, dan melihat Venelana yang menatapnya dengan sayu.
"Hah... Apa lagi, Okaa-chan?"
"Okaa-chan juga ingin mandi bersamamu. Biarkan Okaa-chan menggosok punggungmu Naru-kun."
Venelana kemudian memeluk Naruto dari belakang.
Tingginya yang hanya sedagu Naruto, hanya bisa memeluk tubuhnya saja.
Naruto yang mendengarnya, tanpa pikir panjang langsung membawa ibu tirinya masuk kekamar mandi juga.
Karena tubuhnya sudah benar-benar lengket oleh permainan mereka tadi.
.
.
My New Mom And Sister.
.
.
Setelah mereka selesai mandi bersama, mereka segera berpakaian.
Setelah itu mereka menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi mereka.
Bukan mereka berdua yang menyiapkan makanan, lebih tepatnya hanya Venelana seorang, karena saat ini Naruto tengah menjilati Vaginanya, itupun disuruh oleh dirinya.
"Ahhnn~! Naru-kun~ Apa kamu mau Uuhhh~ menemani Okaa-chan berbelanja ke pasar sebentar? Aahh~ Karena persediaan makanan sudah mulai uummhh~ habis lagi Ahhh~ bagaimana Naru-kun?"
Ucap Venelana disela-sela desahannya.
Rok pendek yang dipakai Venelana disingkap oleh Naruto, wajah Naruto itu masuk di antara kedua belahan pantat Venelana, lidah Naruto bermain di vagina milik wanita itu.
Naruto menggubris perkataan Venelana dengan menusuk-nusuk, lubang kewanitaan Venelana dengan lidahnya.
"Hyaahh! Okaa-chan anggap aahhnn! Itu jawaban Iyaah~"
Desah Venelana sembari mengaduk kuah miso, untuk sarapan mereka bertiga.
Dan Naruto masih melakukan aktifitasnya, tanpa memperdulikan kaki sang ibu tiri yang mulai sedikit bergetar, seperti ingin jatuh.
"Aaahhh!"
Tubuh Venelana bergetar hebat merasakan sapuan lidah Naruto dibawah sana.
Lidah Naruto bergerak menjelajahi seluruh area vaginanya bahkan membelah celah kewanitaannya.
Tak tahan dengan rangsangan yang Venelana terima, Pinggulnya kini menungging semakin menantang.
Naruto mulai menggunakan jarinya untuk mengorek ke dalam vagina Venelana.
Tidak terlalu dalam namun sukses membawa Venelana, menikmati permainan jarinya sampai puncak kenikmatan.
"Aahhh! Aahh! Naru-khhuunn~!"
Bulu kuduk Venelana sampai merinding, tulang punggungnya menekuk dan cairan orgasmenya menyembur berkali-kali.
Cairan cintanya keluar membasahi wajah Naruto, pemuda itu menarik lidahnya.
Wajah pemuda pirang itu sudah basah akan cairan cinta Venelana.
Tapi tampaknya Naruto tidak peduli, Lidahnya langsung menyapu menikmati seluruh cairan cinta Venelana meleber keluar hingga bersih.
Setelah 'dicuci' vagina Venelana kembali dimasukkan satu jari tangan oleh Naruto, Perlahan Naruto memaju-mundukan jari itu untuk memancing untuk mendesah.
Tentu Itu sukses membuat Venelana mendesah diperlakukan seperti itu.
"Okaa-chan..."
Panggil Naruto yang masih melakukan aktifitasnya.
"I-iyah... Naru-khhuunn~?"
Sahut Venelana disela-sela desahannya.
"Aku masukan ya."
Venelana tersenyum mesum mendengar putra tirinya ini, ia lalu mematikan kompornya, lalu menurunkan sedikit celana dalam berwarna pinknya sampai dengkul, dan sedikit membungkuk, membuat dirinya menungging membelakangi Naruto dengan sempurna.
Naruto yang melihat itupun langsung mengeluarkan kejantanannya dari balik celana jeans yang ia pakai, saat sudah keluar Naruto langsung mengarahkan penisnya kearah lubang vagina Venelana.
Ujungnya kini sudah berada tepat di bibir vagina Venelana yang becek.
Jarinya membuka belahan kewanitaan Venelana agar mengapit kepala penisnya.
"Ugghh! Okaa-chan!"
Lenguh Naruto saat penis mulai menjelajahi kedalam vagina Venelana.
"Iyyaaaahh!"
Venelana mendesah puas saat penis itu masuk ke dalam vaginanya.
Naruto menggerakkan pinggulnya maju mundur, menikmati penisnya yang cengkram dinding rahim Venelana.
"Ahhh~! Iyaah~! Naru-kunh~! perlakukan tubuhku semaumu. Berikan Aku kenikmatan dari penis besarmu ituhh~!"
Ucap Venelana disela-sela desahannya.
Kali ini lebih Cepat dari yang tadi membut tubuh Venelana terhentak dengan dada yang bergoyang.
Plak! Plak! Plak! Plak!
"Yahhh~! seperti itu Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! nikmat sekali Naru-kun Ohhh~! Aku sudah tidak kuat lagihhh~! Aku Mau keluar Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~!"
Naruto juga merasakan paha Venelana yang mulai bergetar, saat paha miliknya sedikit menempel saat menyodoknya tadi.
"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Naru-kun a-aku keluar Ohhh~! Aku keluar Naru-kun kyahhhhhhhhhhhh~!"
CROT! CROT! CROT! CROT! CROT!
Venelana Merasakan klimaks yang sangat kuat.
Tubuh nya sampai bergetar dengan wajah mendongak ke atas.
Wajah nya tersenyum puas Saat Diri nya merasakan klimaks yang begitu hebat.
Naruto merasa penis nya di jepit sangat kuat oleh vagina Venelana.
Dia juga Merasakan cairan hangat membasahi penis nya yang Masih berada di dalam vagina venelana.
Setelah orgasme kelima kalinya, Venelana benar-benar lemas, ia seolah tak memiliki tenaga hanya sekedar berdiri tegak.
Naruto yang merasa tanggung karena ia belum keluar, ia langsung membalikkan badan Venelana membuatnya telentang diatas meja dapur.
Lalu Naruto menindih Venelana, dan menggenjot vagina Venelana dengan tempo cepat.
"Ahhhh~! Aaahhh~! Tu-tungguhh~! Naruuuhh~! Kuuuuhhn! masih sensitif~!"
Desah Venelana terkejut karena Naruto tiba-tiba bermain secara kasar.
"Maaf! Okaa-chan! aku! Belum keluar~"
"Aaahh~! Aahnnnn~!"
Akhirnya Venelana mendesah nikmat kembali saat Naruto menggenjot vaginanya brutal.
"Uugghh! Aahhh! Aah! Okaa-chan!"
Plaakk Plaakk!
Plaakk Plaakk!
5 menit menggenjot dengan tempo cepat, penis Naruto mulai berkedut.
Otot-otot diseluruh tubuhnya menegang.
Mata Venelana sudah merem melek, dengan kedua tangannya memegang dada bidang Naruto.
Kedua tangan Naruto pun sudah nakal sejak pertama kali ia menggenjot brutal.
Kedua tangannya itu meremas kedua payudara Venelana agak keras, sambil terus menghentakkan pinggulnya keras dan cepat.
"Okaa-chan! Aku hampir sampaaii!"
"Chepaat~! Lhebiiih! Chepaat! Naruuuhh-khhhuun!"
Plaakk! Plaakk! Plaakk!
Tak mampu menahan lebih lama lagi, Kaki Venelana bergetar hebat.
"Naarruuhhh-khhhuuunn!!!"
Cairan cinta kembali menyemprot, meluber membasahi meja dapur yanh menjadi saksi biru pergulatan panas kedua insan berbeda umur ini.
"Sebentar lagi Okaa-chan!"
Naruto terus menggenjot Venelana tak kenal ampun.
Ia ingin segera melepaskan beban hasrat seksual yang ia tahan sedari tadi.
"Aaahhh! Okaa-chan!"
Venelana hanya diam saat dirinya terus digenjot habis-habisan, sebenarnya ia merasa sedikit nyeri karena masih sensitif setelah orgasme kedelapan kalinya.
"Akkuu! Keluaar! Okaa-chan!"
Crooot Crooot Crooot
"Aakkhh! Okaa-chan!"
Kedua tangan kekar Naruto mencengkram pantat sintal Venelana, ia menyemburkan sperma yang banyak ke dalam liang senggama Venelana.
"Aahhh!"
Venelana yang rahimnya disemprot sperma hangat Naruto juga tak kuasa menahan orgasme kesembilan kalinya, Venelana mengalami multi orgasme hari ini.
Nafas keduanya sama-sama memburu, adrenalin yang tinggi perlahan mulai stabil.
Otot-otot menjadi lemas seketika, Naruto langsung ambruk memeluk Venelana dari samping, tanpa melepaskan penyatuan mereka.
"Kammuuhh~ Hebat Naruh~ Khhuu~ Aahhh~ Ahhhh~"
Ucap Venelana disela-sela desahannya, setelah ia digenjot habis-habisan oleh Naruto.
Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju kearah mereka.
"Cepat Okaa-chan kita rapihkan penampilan kita! Itu pasti Rias-nee!"
"Ha-ha'i! Naru-kun!"
Merekapun dengan segera merapihkan penampilan mereka yang agak berantakan, karena permainan brutal tadi.
Dan mereka melakukan aktifitas memasaknya kembali, dengan Naruto yang berpura-pura membantu Venelana.
Dan benar saja suara langkah kaki itu berasal Rias, yang baru datang dengan keadaan setengah sadar, alias baru bangun tidur.
"Hoaam! Naru? Kamu membantu Okaa-chan memasak lagi?"
Tanya Rias kepada Naruto yang berada disamping ibunya.
"Iya seperti yang kau lihat Rias-nee."
Ucap Naruto sambil mengeluarkan cengiran andalanya.
"Boleh aku ikut membantu kalian memasak?"
"Ti-tidak usah Rias-nee! Sebentar lagi makananya juga siap kok!"
Ucap Naruto dengan nada panik.
Kenapa Naruto berucap dengan nada panik, karena jika Rias kesini, ia bisa melihat dibawah kaki Venelana yang tidak terhalangi counter dapur, banyak sperma yang masih menetes jatuh kelantai bagaikan air terjun, yang keluar dari lubang Venelana.
"Oh... Baiklah kalau begitu."
Ucap Rias sambil merogoh kantung piyamanya lalu mengeluarkan handphonenya.
"Fiyuuhh~ syukurlah dia tidak kesini."
Ucap Naruto dan Venelana secara bersamaan, setelah mengatakan hal tersebut Naruto dan Venelana saling menatap lalu saling melempar senyum.
"Ngomong-ngomong Okaa-chan, aku seharian ini tidak ada dirumah."
Ucap Rias membuka suara lagi.
"Eh? Kenapa Rias-chan?"
"Karena aku ada tugas kelompok bareng teman-temanku, jadi mungkin aku pulangnya bisa malam."
Ucap Rias sambil mengscroll layar handphonenya.
"Oh... Baiklah kalau begitu Rias-chan, tapi jaga dirimu baik-baik ya."
"Ha'i Okaa-chan!"
Ucap Rias mengiyakan perkataan sang ibu.
Kita beralih ketokoh utama kita lagi, yang saat ini ditatap menggoda oleh sang ibu.
"Naru-kun~ bagimana jika kita berbelanjanya kemall saja? Sekalian kita kencan seharian?"
Ucap Venelana dengan nada menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya, dan Naruto berhasil dibuat blushing karnanya.
"Ha-ha'i..."
.
.
My New Mom And Sister.
.
.
Setelah sampai di mall, mereka mengawalinya dengan berbelanja persediaan makanan yang mau habis, lalu kemudian mereka juga mengunjungi beberapa restoran dan cafe yang ada didalam mall tersebut.
Untung saja Venelana yang membayar tagihan makanan mereka, mengingat restoran dan cafe yang mereka kunjungi yang terbilang mahal, jadi Naruto tidak perlu khawatir dengan isi perut 'Gama-Chan' nya terkuras.
Namun Naruto merasa risih dengan pandangan para pejalan kaki, dan para pengunjung restoran dan cafe yang mereka jadikan tempat kencan, kebetulan juga Naruto mendapat tempat duduk diluar, karena sudah banyak pengunjung yang duduk didalam restoran dan cafenya.
Bukan hanya risih dengan para pandangan pengunjung dan juga pejalan kaki yang melintasi restoran dan cafe yang mereka kunjungi, perlu diketahui jika telinga Naruto setajam telinga serigala dan juga rubah, mau mereka berbisik sekecil apapun itu akan didengar Naruto.
Mau tahu apa yang dibisiki para pejalan kaki dan pengunjung tentang mereka? Mari kita dengar dari telinga Naruto.
"Hei lihat cantiknya wanita itu! Parasanya seperti model-model majalah mingguan ya."
Sebut saja pejalan kaki A, yang berbisik keorang sebelahnya yang kita sebut pejalan kaki B.
"Dan lihat ukuran dadanya! Sugee! apa dia artis film dewasa yang baru ya?"
Ucap pejalan kaki B kepada pejalan kaki A, Naruto mendengar hal itu kepalanya mulai berkedut kesal.
Naruto akui jika Venelana memang sangat cantik dan juga sexy, apa lagi dengan pakaian yang ia kenakan kali ini untuk kencan mereka.
Yah... Naruto tidak bisa pungkiri jika pakaian yang digunakan Venelana, banyak mengundang pandangan para lelaki mesum terhadapnya.
"Hei! Apa mereka pacar beda umur ya?"
Ucap pengunjung C yang duduk tidak jauh dengan tempat duduk mereka berdua.
"Dari yang aku lihat sih, si cowok sepertinya tampang-tampang anak SMA, dan si wanita dia sepertinya sudah kepala 2 atau 3, mungkin benar mereka cinta beda umur."
Ucap pengunjung D menyahuti perkataan Pengunjung C.
Naruto hanya bisa menghelai nafas panjang, mendapat bisik-bisikan seperti itu oleh para pejalan kaki dan juga pengunjung cafe.
"Woaah!"
Teriak beberapa orang tiba-tiba, hal itu membuat Naruto terkejut melihat kearah kanan kiri dan juga belakangnya, banyak laki-laki yang ternganga dengan wajah memerah dan juga pandangan mesum.
Merasakan firasatnya tidak enak, dengan gerakan patah-patah Naruto menoleh kedepan, lebih tepatnya kearah Venelana.
Dirinya terkejut setengah mati, saat melihat ibu tirinya yang sedang memakan es krim putih, yang disendoknya jatuh tepat didadanya.
(Kalian Tahu kan es krim tidak hanya pakai cone, tapi juga pakai gelas dan juga mangkuk).
"Ahh! Oka- ma-maksudku Venelana! Makanmu pelan-pelan! Kan jadi berantakan!"
Ucap Naruto sambil mengeluarkan sapu tangannya dari dalam saku celananya.
Kalau kalian bertanya kenapa Naruto, menyebut Venelana dengan namanya, bukan memanggilnya dengan sebutan ibu, karena Venelana meminta Naruto agar sepanjang kencanya ini, tidak ada namanya istilah ibu dan anak.
"Ahh~ maafkan aku Naru-kun~ aku ceroboh~"
Ucap Venelana seperti nada disengaja.
"Dasar! Ini sapu tanganku! Cepat bersihkan!"
Bukannya mengambil sapu tangan tersebut, Venelana malah duduk disamping Naruto.
"Kamu yang bersihin dong Naru-kun~"
Mendengar ucapan Venelana tersebut, membuat wajah Naruto memerah, dan juga itu membuat semua! Saya camkan sekali lagi SEMUA! Penginjung cafe menatap dirinya.
"Venelana! Kita dipandangi! Sebaiknya kau bersihkan sendiri!"
Ucap Naruto dengan nada berbisik, mendengar perkataan Naruto barusan, Venelana malah merajuk manja.
"Mou~ aku tidak peduli dengan mereka! Yang penting aku bisa bersamamu Naru-kun~ ayo cepat bersihkan!"
Mendengar ucapan Venelana barusan, membuat Naruto semakin berkeringat dingin, kalau ibu tirinya sudah merajuk seperti ini, dirinya tidak bisa menghindar dari permintaanya.
"Ba-baiklah..."
Dengan gerakan patah-patah tangan Naruto, terangkat untuk mengusap dada Venelana yang dilumuri es krim nya.
"Ah~ begitu Naru-kun~ bersihkan seperti itu~"
Entah Venelana sengaja atau tidak, Venelana malah mendesah saat dadanya dibersihkan oleh Naruto.
Dengan wajah malu Naruto melihat sekitar yang tengah memandanginya, dilihat ada beberapa sepasang kekasih yang cowoknya melihat kearah mereka dengan pandangan mesum, lalu pacar mereka menghajarnya, lalu ada beberapa keluarga yang membawa anaknya yang dibawa umur, langsung menutup mata anaknya untuk tidak melihat adegan tersebut.
'Aku harus cepat! Dan pergi dari sini!'
.
Skip Time Now!!!
.
Setelah membayar bon es krim dan juga kopi miliknya dikafe tadi, Naruto dengan segera menarik tangan Venelana, untuk pergi dari situ.
Saat ini mereka berdua sedang berjalan keluar dari mall.
"Hah... Oka- maksudku Venelana, jangan kau lakukan hal itu lagi, kita jadi pusat perhatian tahu!"
Namun yang diajak bicara, tidak ada dibelakang Naruto, Naruto memutar tubuhnya mencari dimana Venelana berada, saat menoleh kearah kiri belakang, dilihat Venelana tengah berdiri didepan sebuah toko mall entah apa itu.
Saat didekati Venelana sedang menatap isi toko tersebut dengan pandangan berbinar, saat Naruto menatap isi toko tersebut juga, ia memandang horor isi toko tersebut, karena toko tersebut menjual pakaian dalam wanita!
'Sial! Seperti aku harus pergi dari sini!'
Batin Naruto sambil melangkah mengendap-ngendap untuk menjauh dari Venelana, namun dengan cepat Venelana menarik tangan Naruto, untuk masuk kedalam toko tersebut.
"Ayo Naru-kun! Kita beli pakaian dalam untukku!"
"Wah! Okaa-chan! Jangan!"
.
.
My New Mom And Sister.
.
.
Saat ini Naruto tengah berdiri didepan ruang ganti pakaian, didalam toko pakaian dalam wanita.
Sudah beberapa pakaian dalam wanita yang telah Venelana coba, dan diperlihatkan oleh Naruto, dan alhasil membuat Naruto mimisan terus menerus.
Untung saja toko ini dalam keadaan sepi, kalau misalkan ada orang didalam toko ini, mereka bisa melihat Venelana seenak udel membuka tirai ruang ganti bajunya, Keluar dengan keadaan hanya berpakaian pakaian dalam saja.
Dan sekarang adalah pakaian dalam Venelana yang terakhir, Naruto harus menyiapkan mental pakaian dalam apa yang Venelana, selanjutnya kenakan.
Sreek!
Tirai ruang ganti pakaian terbuka, dan menampakan Venelana yang memakai pakaian dalam toko tersebut.
CROOT!
Naruto mimisan untuk kesekian kalinya! Karena pakaian dalam yang Venelana kenakan.
"Kenapa Toko ini menyediakan pakaian dalam itu?! Dan kenapa Okaa-chan memilih pakaian dalam itu?!"
Tanya Naruto dengan wajah memerah, sambil menyumbat hidungnya yang mimisan dengan tanganya.
"Ara~ karena pakaian dalam ini lucu, dan juga mendapat hadiah tambahannya yaitu bando ini, dan juga sarung tangan ini! Dan aku pikir jika Naru-kun menyukainya! Bagaimana Naru-kun~? Apa aku terlihat manis menggunakan ini?"
Tanya Venelana dengan nada mengoda, dan berpose menggoda juga.
Naruto hanya menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal, untuk menghilangkan rasa malunya.
"I-iya... Kau te-terlihat menggoda memakainya... Akh!"
Ucap Naruto keceplosan mengatakan bahwa Venelana terlihat menggoda memakai pakaian dalam itu, lalu dengan segera ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Ohhh~ jadi benar kamu tergoda dengan pakaian dalam ini Naru-kun~ ayo sini masuk!"
"Wah Okaa-chan! Apa yang kau lakukan!"
Naruto terkejut setengah mati, karena Venelana membawanya masuk kedala ruang ganti baju.
Dan saat ini tubuh Naruto sudah dihimpit oleh tubuh Venelana, dipojok ruang ganti.
"O-o-okaa-chan... A-a-apa yang i-ingin kau la-lakukan?"
Tanya Naruto dengan nada takut-takut.
"Fufufu... Tentu saja bercinta disinu Naru-kun~"
"Ta-tapi kenapa ki-kita tidak dirumah saja?"
"Tidak mau! Aku maunya disini! Karena aku sudah tidak tahan lagi Naru-kun~"
Lalu kemudian Venelana melancarkan aksinya, ia langsung berjongkok di hadapan selangkangan Naruto, dan langsung saja ia membuka reseleting celana Naruto, dan membebaskan penis Naruto dari sangkarnya.
Dan Naruto hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu oleh ibu tirinya, dan ia juga berharap agar tidak ada pegawai atau pengunjung yang mendengar kegiatan mereka berdua.
Penis Naruto panjang nan gemuk itu berdiri menantang tegak siap memberikan kepuasan bagi Venelana.
Perlahan Venelana mengocok penis Naruto dengan kedua tangannya.
"Ugghhh! Okaa-chan!"
Desah Naruto saat penisnya dikocok oleh Venelana.
Venelana memberanikan diri mulai memasukkan penis Naruto kedalam mulutnya.
Venelana memutar lidahnya pada kepala penis Naruto, kemudian Venelana memaju-mundurkan kepalanya sambil menyedot penis Naruto kuat-kuat.
"Mmmhhh~ mmmhhh~ aahh! Bagaimana Naru-kun~ kamu menikmatinya~?"
Ucap wanita tersebut sambil mengocok penis Naruto dengan kuat.
"Ahhh! Pelan-pelan Okaa-chan! Nanti aakkhh! Ada yang tau!"
Ucap dan Desah Naruto yang tertahan
"Tenang saja Naruto-kun, asal kita tidak mendesah kencang-kencang, tidak ada yang tahu kok, dan tolong panggil namaku saja yah, mmmmhhhh~!"
Ucap Venelana sambil mengulum penis Naruto lagi.
"Aakkhh! Venelana! Aakkhh!"
Venelana mengulum kejantanan Naruto seperti sebuah lolipop yang siap dia habiskan, penis besar itu cukup di mulut mungilnya.
Menyedot penis Naruto dengan sangat keras seakan ingin menguras semua yang akan keluar dari sana, dia tak memperdulikan apapun yang terpenting sekarang Naruto menjadi miliknya sekarang.
"Aakkhh! Aakhh! Aahh! Venelana! Aakkhhh!"
Desahan Naruto semakin menjadi-jadi namun tertahan, taatkala Venelana memasukan penisnya sampai ketenggorokanya.
"Aaashhh! Ugghh!"
Desahan Naruto menjadi penyemangat bagi Venelana semakin mempercepat kuluman dan sedotan pada penis Naruto.
10 menit dihajar mulut dan tangan Venelana, Naruto masih berusaha bertahan agar tak cepat keluar.
Venelana sendiri sudah merasa agak lelah karena Naruto tak kunjung mencapai klimaksnya.
Saat Venelana akan menghentikan kulumannya, Naruto tiba-tiba memegang kepala Venelana mempercepat blowjob yang Venelana berikan.
"Hhmmmpptt! Nammpptt!"
Desah Venelana tertahan karena Naruto semakin brutal memaju-mundurkan kepalanya ingin segera mencapai klimaksnya.
"Aakuu! hampir sampaaii! Venelana! Uhh~"
Venelana hanya bisa pasrah menunggu Naruto mencapai klimaksnya.
Naruto sungguh buas dalam permainan menyenangkan ini.
"Oohhkkk! Hmmpptt!"
"Aakku! Aku sampaaaaii!"
Naruto menghujamkan penisnya dalam-dalam di mulut Venelana .
Sungguh pelepasan yang memakan banyak tenaga.
Croot! Croot! Croot!
"Haahh.. Haahh.. Haahh.. Hahh.."
Naruto terengah-engah setelah mencapai klimaksnya pertamanya.
"Maaf Haah.. Haah.. Venelana.. Hahh.."
Ucap Naruto merasa bersalah karena telah kasar terhadap Venelana.
"Mouu~ Kau lama sekali Naru-kun!"
Ucap Venelana merajuk manja setelah menelan habis sperma yang Naruto keluarkan tadi.
Venelana tiba-tiba memunggungi Naruto, lalu menyuruh Naruto membuka tali bra dibelakang punggungnya.
Dan Naruto hanya menurut saja apa yang diperintahakan oleh sang ibu tirinya.
Naruto kemudian melepas ikatan yang ada di bagian belakang bra Venelana.
Setelah itu tanpa disuruh, Naruto segera meremas kedua payudara milik Venelana sambil sesekali memainkan ujungnya.
"Akkkhhh~! Naruuu~! Khhuunn~!"
Dengan tangan kirinya, Naruto memelorotkan celana dalam Venelana sampai bagian selangkangannya terbuka.
Setelah itu, Naruto menusuk-nusuk lubang kewanitaan Venelana dengan jari telunjuk dan jari tengah kirinya.
Sementara tangan kanannya masih asyik meremas-remas payudara sebelah kanan Venelana.
"Aaahhh~! Daaammeeh~! Naru-Khhuunn~!"
Desah Venelana.
Naruto terus memberi rangsangan pada tubuh Venelana .
Tubuh Venelana pun menggeliat seperti cacing kepanasan karena rangsangan yang diberikan oleh Naruto.
Beberapa saat kemudian, Venelana merasakan bahwa dia sudah hampir mencapai klimaks.
"Naru-kuuunnh~! Akuuuh~! keluuaaar~! Kyyyaahh~!"
Desah Venelana mencapai klimaksnya.
Croot! Croot! Croot!
Cairan putih bening menyembur dari dalam vagina Venelana dalam jumlah banyak, membuat celana dalam baru yang ia kenakan ikut basah.
Tubuh Venelana pun langsung lemas karenanya.
Naruto mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya dari liang vagina Venelana
Kemudian, dia jilati sisa-sia cairan orgasme Venelana yang ada di kedua jari tangan kirinya itu.
Naruto mendorong tubuh Venelana sehingga Venelana menungging, lalu Naruto melorotkan celana dalam pink baru yang Venelana kenakan, sehingga memperlihatkan vagina nya yang menetes kan cairannya yang kental.
"Kau begitu erotis dalam posisi begini, Venelana..."
Ucap Naruto dan meremas pantat indah Venelana, sambil menghembuskan nafas kearah vagina Venelana, membuat bulu kuduk Venelana berdiri.
"Akuuh~! maluuhh~! kalau kau terus memandangkuuuh~! seperti ituuuhh~! Ayo Cepat Naru-kun~ aduuk vaginaku segaraaahh~!"
Ucap Venelana dan desah.
Naruto memposisikan penisnya pada vagina Venelana lalu mengesek-gesekan penis nya dengan lembut.
Naruto mendorong penis nya dengan kuat sehingga menyentuh rahim Venelana.
Bleeessshh!
"Aaahhh~! Vaginaaaahh~! kuhhh~! sedanghh~! Dihh~! Acak-acakhh~! Aaahh~! Aahh~! Aahhh~!"
Naruto menggerakan pinggul nya dengan kecepantan sedang membuat vagina Venelana memijit penis Naruto yang lebih besar dari sebelum nya.
Plak! Plaak! Plak!
"Aaahhh~! Aaahhh~! aduukhh~! vaginaaahh~! kuuuhhh~! lebih lagiiihh~! Naru~! kunh~! Aaahh~!"
Desah Venelana.
Naruto meremas payudara Venelana yang sedang bergoyang.
Sekitar lima menit dalam posisi itu Naruto menarik kedua tangan Venelana sehingga tubuh wanita muda itu melengkung.
Naruto terus saja menggenjot vagina Venelana dengan irama teratur, tapi perlahan kecepatan goyangan itu makin liar dan membuat Venelana mendesah sambil mendongak.
"Ahhhh~! Aaahhh~! Aahhh~! Aahh~! hebat iniiihh~! sangat nikmathh~! Kyaaaahh~!"
Desah Venelana panjang.
Plak! Plak! Plak!
Naruto melepas kan pegangan nya pada tangan Venelana sehingga tubuh wanita itu jatuh kelantai, Naruto juga ikut menghimpit Venelana dan menarik tubuh Venelana menyamping.
Di posisi menyamping itu Naruto masih saja menggenjot vagina Venelana dengan cepat.
"Aaaahhh~! Aahhh~! Posisi ini sangat memalukan! Aahh! Aahh!"
Naruto lalu menelentang kan tubuh Venelana dan menambah kecepatan menggenjot vagina Venelana.
"Nikmathhh~! lebih kuat lagi, Narutohh~! kunhh~! Aaahhh~! Aahh~! Ahhh~!"
Naruto menghisap payudara kanan Venelana dan menarik puting kiri wanita dibawah nya tersebut.
Naruto terus menambah kecepatan nya kembali saat ia merasakan ia akan keluar.
Plak! Plak! Plak!
"Aaahh~! Aaahhh~! Aahhh~! Nikmathh gerak lebihh~! mmmmmhhh~!."
Naruto mencium bibir Venelana dengan penuh nafsu.
"Mhhmmmhhh~! Slurp~! Slurp~! Aaahh~! Aahhh~! Kyaahh~!"
Croot! Croot! Croot!
Teriak Venelana saat ia orgasme kembali.
"Ber-hentihh~! laahh~! duluhh~! akuhh baruuh sajahh~! Ahhh~! Aahhh~! Aaahhh~!"
Desah Venelana panjang.
Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!
Kedua kaki Venelana di lingkar kan nya pada pinggang Naruto dan ia menggigit bahu Naruto sampai berdarah untuk meredam desahan nya.
Gerakan pinggul Naruto semakin cepat, dada besar Venelana juga ikut bergoyang, Naruto meremas dada Venelana dan juga hisap secara bergantian.
"Aaahhh! Naruto-kun lebih cepat! Aaahhh! a-aku akan Keluar lagi!"
"Venelana aku juga keluar Aaakkkhhhh!!!"
Croot! Croot! Croot! Croot!
Dan pada hentakan terakhir, Naruto membenamkan penis nya sambil menyemburkan sperma kedalam vagina Venelana.
Venelana menikmati cairan panas yang mengalir kedalam vagina nya.
Dia bisa merasakan betapa banyak nya sperma Naruto yang memenuhi rahim nya.
Dengan perlahan Naruto menarik penisnya dan membaringkan tubuhnya disamping Venelana.
"Ahhhh!"
Venelana terpekik karena penis Naruto tertarik keluar dari vaginanya.
Setelah mengatur nafas mereka, Naruto berucap.
"Venelana, sebaiknya kita rapihkan diri kita, sebelum ada yang tahu apa yang kita lakukan."
"Ha'i... Naru-khuun..."
Dengan segera mereka merapihkan penampilan mereka yang berantakan, terutama Venelana yang kerepotan yang harus membersihkan sperma Naruto yang muncrat begitu banyak divaginanya, dan dilantai ruang ganti.
Saat mereka sudah rapih dengan segera, mereka keluar ruang ganti tersebut, dan ternyata keadaan toko masih sepi akan pengunjung.
Dan dengan segera Venelana membungkus beberapa pakaian dalam yang ia beli, untuk diserahkan kekasir, dan setelah membayar pakaian-pakaian dalam tersebut, Naruto dan Venelana langsung berjalan pergi dari mall tersebut, dan berjalan pulang.
Continuará
