My New Mom And Sister Capítulo 7

Normal Pov Now!!!

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketokan pintu dari luar, Rias yang kebetulan ada diruang tengah, dengan inisiatif ingin membukaan pintu tersebut.

"Iya sebentar!"

Ucap Rias sambil membukaan pintu tersebut.

Saat pintu tersebut Rias buka, nampak dua sosok gadis bersurai yang ada diambang pintu, yang satu bersurai soft pink sebahu, dan yang satu bersurai blonde kuncir kuda dengan sebelah matanya tertutup.

Rias menaikan sebelah alisnya karena ia belum pernah melihat kedua orang ini.

"Ano kalian berdua siapa ya? Dan ada keperluan apa kalian datang kemari?"

Tanya Rias kepada kedua orang tersebut.

"Oh maaf! Siang bolong begini kami datang berkunjung! Perkenalkan nama ku Haruno Sakura, dan disebelahku ini temanku namanya Yamanaka Ino. Kami adalah teman sekelas Naruto, dan kami kesini ingin bertemu Naruto, apa Naruto nya ada?"

Tanya gadis bersurai yang diketahui bernama Sakura, dan yang disampingnya bernama Ino.

'Mereka Mau bertemu Naru?'

Tanya Rias dalam Hati.

"Ada keperluan apa kalian ingin bertemu Naru?"

Tanya Rias lagi.

"Kami ingin-"

Ucapan Ino terpotong oleh sebuah suara.

"Ah! Ino, Sakura-chan! Akhirnya kalian datang juga!"

Ternyata Naruto yang baru datang dari tangga berjalan menuju arah mereka.

"Mari masuk saja dulu, nanti kita ke kamarku! Oh ya! Ino, Sakura-chan, perkenalkan dia ini adalah kakakku namanya Rias. Dan Rias-nee ini adalah teman-teman sekelas ku-"

"Kami sudah memperkenalkan diri Naruto, jadi tidak perlu."

Ucap Ino memotong pembicaraan Naruto.

"Oh begitu kah!"

"Dan kalian belum menjawab pertanyaanku, ada keperluan apa kalian dengan Naru?"

Tanya Rias sambil bersidekap dada.

"Ah Gomen! Aku lupa menyebutkan tujuan kami kemari. Kami ingin mengerjakan tugas kelompok bersama Naruto."

Ucap Ino sambil mengangkat tasnya yang ia tenteng.

"Oh begitu kah."

"Baiklah ayo kalian masuk terlebih dahulu, aku tuntin kalian kekamar ku."

Dan Naruto berjalan menuju kamarnya diekori oleh Sakura dan Ino.

Rias melihat kepergian Naruto bersama kedua temanya itu, ia menatapnya bingung.

'Mau apa Naru mengajak kedua gadis itu kekamarnya? Kan bisa mengerjakan tugas kelompok diruang tengah... Apa jangan-jangan... Stop Rias! Sadarlah jangan berpikir yang aneh-aneh! Lebih baik supaya aku diberi kesan kakak yang baik oleh mereka, aku harus membuat jus dan cemilan untuk mereka semangat belajar!'

Dengan senyum Rias melenggang menuju dapur, lalu membuat 3 buah jus jeruk didalam gelas berukuran besar, dan juga menunangkan cookie 'Nice Time' diatas piring, lalu dengan segera Rias membawanya dengan nampan, dan membawa cemilan tersebut kekamar Naruto.

Saat sudah berada didepan pintu kamar Naruto, bukanya langsung membuka pintu tersebut, gara-gara Rias mendengar suara percakapan yang agak bising dikamar Naruto, Rias malah menguping terlebih dahulu.

"Naruto... Mau kah kau menjadi pacar ku?!"

Deg!

Rias mendengar suara Ino yang baru saja terdengar sedang menembak Naruto menjadi pacarnya, dengan sabar Rias menunggu jawaban dari Naruto.

"Baiklah Ino... Kebetulan juga aku sudah menyukaimu dari dulu saat kita pertama sekolah, jadi aku bersedia menjadi pacarmu sampai kita menikah nanti..."

Deg! Deg! Deg!

Mendengar jawaban Naruto yang mengiyakan Ino menjadi pacar sampai menikah nanti, tanpa sadar Rias menintikan air matanya, dengan segera Rias menaruh nampan tersebut didepan pintu dan berlari berlinang air mata menuju kamarnya.

.

Skip Time Now!!!

.

"Naruto sampaikan salam ku untuk kakak mu Rias-san ya."

Ucap Sakura yang sudah berada diambang pintu bersama Ino, mereka berdua sudah selesai belajar kelompoknya dengan Naruto, bersiap untuk pulang.

"Ha'i! Jangan lupa juga, sampaikan salamku pada Teme dan Sai ya!"

"Iya... Kami pergi ya Naruto! Jaa!"

Ucap Ino dan Sakura sambil berjalan pergi keluar halaman rumah Naruto.

"Jaa!"

Ucap Naruto membalas salam pergi mereka.

Dan Naruto menuju kamarnya lagi, karena ingin membereskan perlatan mengerjakan kelompok mereka, yang masih berserakan didalam kamarnya.

Saat sudah selesai Naruto langsung duduk ditepi kasur sambil menyeka keringatnya.

"Hah... Melelahkan juga..."

Ucap Naruto sambil mengibas-ngibaskan tangannya kewajahnya.

Krieeet...

Tiba-tiba pintu kamar Naruto terbuka, dan masuklah Rias yang sambil menundukan kepalanya.

"Oh... Rias-nee, ada apa kemari?"

Tanya Naruto namun tidak digubris oleh Rias, ia masih setia menundukan kepalanya, tiba-tiba dengan perlahan Rias berjalan kearah Naruto.

"Oh ya! Tadi Sakura-chan dan Ino, mau menyampaikan salam padamu."

Perkataan Naruto masih tidak digubris oleh Rias.

"Eee... Rias-nee? Ada ap-"

Tanpa peringatan Rias langsung duduk dipangkuan Naruto dan wajah yang ia tempelkan dileher Naruto, dan sontak Naruto terkejut, ia berupaya melepaskan Rias, namun gagal.

Naruto merasa geli ketika nafas Rias menerpa lehernya.

"Ri-ri-rias-nee, ka-kau kenapa? Kau kesurupan ya?"

tanya Naruto yang berusaha menahan nafsu yang mendatanginya.

Tiba-Tiba Rias memeluk Naruto, Mata Naruto melebar karena Rias memeluknya, dan jangan lupa rona merah mulai muncul dikedua pipi Naruto.

Rias menggesekkan dadanya kedada Naruto, Naruto menelan ludah karena merasakan betapa lembutnya dada Rias yang besar, Rias mendekatkan wajahnya kewajah Naruto dan...

CUP!

Rias mencium bibir Naruto dengan ganas, tangan Rias menekan kepala Naruto untuk memperdalam ciuman mereka.

Mata Naruto melebar karena Rias mencium bibirnya.

Perlahan tapi pasti Naruto berusaha melepas ciuman diantara mereka, dan Naruto berhasil melepaskan ciuamannya karena mulai kehabisan nafas.

"Rias-nee?! Kau kenapa? Ada apa?"

Ucap Naruto sambil mengatur nafas yang terengah-engah.

Wajah Naruto merona hebat, dan juga Rias tidak kalah dari Naruto, wajah Rias juga merona hebat.

"Kau hanya milik ku Naru..."

Bugkh!

Setelah mengatakan hal tersebut Rias mendorong Naruto hingga terlentang diatas kasur, Rias merangkak keatas tubuh Naruto, dan menindih tubuh Naruto.

Kini posisi Rias berada diatas naruto dan dengan posisi seperti itu Naruto bisa melihat jelas wajah dan dada Rias yang sudah terekspos.

Kini wajah mereka bertatapan sangat dekat tidak sampai 1 centi.

Cup!

"Hemmm..."

Tiba-tiba Rias mencium Naruto lagi.

Naruto yang sudah termakan oleh nafsunya, ia pun membalas ciuman panas Rias.

"Hmmmp! hmmmp!"

Rias Mendesah di mulut Naruto, Naruto semakin keras meremas dada Rias.

"Hhmmmmmmpp!"

Sekali lagi Rias mendesah dimulut Naruto, Rias meremas rambut pirang Naruto, mencoba menahan desahan akibat remasan pada dadanya.

Berselang 15 menit mereka berciuman, Rias melepaskan ciuamannya karena mulai kehabisan nafas.

Naruto juga berhenti meremas dada Rias.

Mereka tengah mengatur nafas mereka.

Tiba-tiba Rias ia mulai menanggalkan semua pakaiannya, dan terlihat tubuh putih polos Rias dan Oppai yang bombastis, dan tubuh Rias hanya menyisakan pakaian dalam berwarna kuning yang tengah Rias pakai.

Nafsu Naruto yang sudah sangat bergejolak, Naruto langsung saja meniduri Rias diatas kasur, dan Naruto lalu membuka bra kuning yang membungkus payudara Rias, lalu ia langsung menyedot kedua payudara tersebut sehingga gadis itu kembali mengerang.

"Ahh! Naruhhhh! Aaahhh!"

Desah Rias ketika merasakan lidah Naruto tengah menari-nari di payudaranya.

"Aahh~! Naruuuhh~!"

Desahan Rias menjadi melodi tersendiri bagi Naruto.

"Naruuuuhhh!! Aahhh!"

Rias terus mendesah karena perlakuan Naruto yang bermain-main dengan buah dada miliknya.

Tangan kiri Naruto menuju ke selangkangan Rias dan membuka celana dalam yang Rias pakai, lalu ia mengusap vagina Rias yang tidak ditumbui bulu sama sekali, lalu Naruto memasukkan 2 jarinya ke vagina Rias.

"Aaahhh~! Naruuuhh~! Aaah~! Enak sekali aaah~!"

desah Rias.

Naruto mempercepat memaju-mudurkan jarinya divagina Rias.

Tiba-tiba jari tanganya serasa dicengkeram kuat oleh vagina Rias.

"aaahhh~! Naruhh ~! ini enak sekali, aaahhh~! aaakkhh~! lebihhh~! cepahht~! Naru~!"

desahan Rias semakin keras seirama dengan sodokan jari tangan Naruto.

Tak lama kemudian Rias mengerang hebat, dan tubuh Rias mulai beguncang.

"aaakkhh~! Naruuuhhh~! ahhk-aku~! keluar aaah~!"

Croot!!! Croot!!! Croot!!!

Tampaknya Rias sudah mencapai klimaksnya, Naruto mengeluarkan jari tangannya dari vagina Rias, Naruto menjilati cairan Rias yang berada dijari tangannya.

Rias kini mengatur nafasnya dan keringat membasahi tubuhnya.

Tiba-tiba Naruto mendekatkan mulutnya ketelinga Rias.

"Rias-nee... Inilah akibatnya jika membangunkan 'Naruto Junior'!"

Ucap Naruto sambil mendesah ditelinga Rias, dan mencubit puting kanan Rias.

"Aahh... Naruuuhh..."

Naruto membuka paha Rias, dan memposisikan penis Naruto ke vagina Rias yang basah.

Naruto menggesek-gesekkan kepala penisnya, ke vagina Rias yang sudah basah.

"Aaah~! Naruuhh~! aaah~!"

Desah Rias.

Kepala penis Naruto perlahan memasuki vagina Rias, setelah beberapa inchi, Naruto mulai mendorong pinggul nya membuat penis nya mulai memasuki vagina Rias.

Dan saat semuanya telah masuk Naruto mendengar Rias mendesah nikmat.

"Iyaaahhhhh!!!"

Perlahan-lahan, Naruto memaju mundurkan pantatnya untuk melakukan penetrasi.

"Ahhh~! Naruuuuhh~! Lebih cepaaatth~! Ahhh~!"

desah Rias keenakan saat penis Naruto menyodok-nyodok vaginanya.

"Aaahhh! Aahh! Naruuuhh! Aahhh!"

Suara desahan Rias menggema di kamar Naruto.

"Ahh! Ahh! Ahhh! Naruuhh! Ahhh! Kaauuhh! Milik kuuuhhh!"

desah Rias yang terdengar begitu seksi di telinga Naruto.

"Terus sebut namaku, Rias-nee! Ahh!"

Ucap Naruto sambil memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat.

Ia semakin bersemangat merasakan tusuk'kan penisnya di dalam vagina Rias yang begitu rapat.

Setelah itu, Naruto segera meremas sebelah payudara milik Rias, sambil sesekali memainkan ujungnya, dan sebelahnya lagi dihisap cukup kuat oleh Naruto.

"Akkkhhh~! Naruuuhh~! Aahhh! Ahh! Yaahhh!"

Naruto sesekali mengigit dan menyedot payudara milik Rias, berharap ada sesuatu yang akan keluar dari puting Rias.

"Aahhh! Aahh! Kamu Aahhh~! Aah! Ouh~! Ssstt~! terlalu cepaathh~! Aahh~! Naruuuhh~! Aahh!"

"Uuggh! Tidak, ini belum cepat! Rias-nee mau yang cepat ya? Akan ku kabulkan!"

Ucap Naruto sambil menyeringai.

Dengan senang hati Naruto mempercepat gerakan penisnya didalam vagina Rias.

Kombinasi kecepatan pinggul dan kerasnya milik Naruto membuat Rias mendesah tidak karuan.

"Aaahh! Aahh! Ooohh! Oh! Sshhh! Naruuuhh! ka-kamuuh! terlaluuuhh! ahhh! ahhhh!"

Rias merancau tidak jelas.

Fikiran Rias kini sudah kosong.

Kenikmatan yang diberikan Naruto membuatnnya seperti ini.

Tulang punggung Rias menekuk, dan cairan orgasmenya menyembur berkali-kali.

Naruto pun merasa hal yang sama, Miliknya serasa dijepit dengan kuat oleh Rias.

Itu membuatnya semakin bersemangat lagi mengejar kenikmatan yang sama dengan yang dirasakan Rias.

"Naruuuhhh! Tolong hisap payudara ku! Aahhh! Aaah!"

Naruto yang mendengar perintah itu langsung menghisap dan mengulum puting susu Rias.

"Ahh! emhhh! terushh! Naruuuhh! Aahh!"

Erangan Rias membuat Naruto bersemangat.

Dengan perlahan Rias mulai memompa naik turun pinggulnya.

"Ahnn Rias-nee vaginamu benar benar sempit ahhh!"

Kini Naruto semakin gencar menghisap puting Rias.

"Yaaahh! disituh Naruuuuhh! Hisapph lagihh! Aahhh!"

Rias mengerang nikmat ketika Naruto memilin puting susu miliknya.

Merasa goyangan Rias terlalu lamban, kini Naruto mencoba untuk memompa pinggulnya.

"Hiyahh! Ahhh! lebihh! chepath! Naruuuhhh! Aaahhh! Lebih cepaatt! Aahh! Aahh!"

Ekspresi Rias kini seperti orang yang Rias sex, lidahnya menjulur keluar serta air liur nya yang menetes dari mulutnya.

Naruto semakin mempercepat gerakan pinggulnya.

"Emhhh! Akuhh! M-mau keluar! Aahh! Ahh! Kyaaaah!!!"

Rias pun sampai pada puncaknya.

Orgasme ke-5 nya ini benar benar membuat nya merasa sangat kenikmatan.

Namun Naruto tidak berhenti dari permainannya.

"Naruuhh! Aahh! ahhh! Sshh! kumohon berhentilah sejenak! Aahhh! Aahhh!"

pinta Rias dengan wajah memelas.

"Sebentar lagi Rias-nee! Aku belum keluar! Aakh! Akh!"

Tiba-tiba Naruto mencabut penisnya pada vagina Rias, lalu ia membalik tubuh Rias, membuatnya membungkuk sementara tangannya bertumpu pada lutunya dengan masih mengenakan pakainya.

"Rias-nee aku masukan lagi!"

Naruto langsung mengarahkan penisnya untuk menembus vagina Rias.

Rias hanya menganguk dia sudah siap merasakan vaginanya di tembus oleh penis Naruto lagi.

Blesss!

"Aakkkhh!!!"

Rias mendongakan kepalanya saat merasakan penis besar Naruto sudah masuk kedalan vaginanya lagi, dia merasa vaginanya sangat penuh lebih dari yang tadi.

"Ayo aahhh! Ahh! Naruuuhh! gerakan pinggulmu jangan buat aku aahh! menunggu!"

"Ha'i Rias-neehh! Guuuhh!"

Naruto mulai menggerakan pinggul nya membuat penisnya keluar masuk di vagina Rias, dia memegang tangan Rias yang bertumpu pada lutut nya, lalu menarik nya ke balakang.

kalo sampai tangan Rias terlepas pasti Rias akan lansung terjatuh.

Dengan begini Naruto bisa menggoyang Rias dengan keras.

Plak! Plak! Plak! Plak!

suara benturan antara pantat Rias dan selangkangan naruto terdengar keras.

"Ahhh! Aahh! Ahh! Naru-kun! kau tarlalu keras ahhh!"

Dia merasa akan keluar kalau begini.

"Ahhh! Aahh! Aaahhh! a-aku akan k-keluar Naru-kun!!!"

Naruto mempercepat gerakan pinggul nya membuat Rias tidak bisa bertahan lagi.

"Aahh! ahh! ahhh! ahhh! a-aku keluar! kyahhhhhhh!!!"

tubuh Rias menegang dan kaki nya menjijit merasakan kenikmatan di vaginaya.

.

Rias Pov Now!!!

.

Tubuhku ambruk kelelahan, namun Naru malah mengajakku bangun lagi.

"Gantian, sekarang Rias-nee yang bergerak ya!"

Pintanya.

Entah apa yang terjadi.

Meski lemas, tapi tubuhku menurut begitu saja ketika disuruh menindih tubuh Naru yang terlentang di bawahku.

Kini kemaluanku berada persis di atas selangkangannya, namun penisnya belum masuk.

Tangan Naru memegang pinggangku lalu mengajak pantatku bergoyang, membuat belahan vaginaku menggesek batang penisnya yang tertindih di bawah.

Seolah ingin mendapat kenikmatan yang maksimal, tubuhku kini condong ke belakang.

Kedua tanganku bertumpu ke di pahanya, dadaku pun membusung bergoyang seirama pinggulku.

Naru terlihat tampak gemas dengan kedua bongkah payudaraku.

"Kau cantik sekali Rias-nee!"

desis Naruto sambil meremas payudaraku.

Aku hanya bisa tersenyum menanggapinya.

"Aaahhhnngg!"

Aku tak tahan lagi, Kuangkat pinggulku dan kuarahkan penis Naru untuk masuk ke vaginaku lagi.

Blesshh!

Ada setruman kecil yang kurasakan saat penis Naru menancap sekali lagi.

Sensasi yang memicuku untuk orgasme, meski tak sedahsyat sebelumnya.

Selesai orgasme, kuangkat pinggulku sedikit, lalu kuturunkan lagi, Kupompa penis itu agar terus-menerus menyundul rahimku.

"Aahh! Aahhh! Yaaahhh! Naruuuhh! Uuuh!"

Nikmat sekali rasanya.

Berbeda dengan posisi doggy style tadi, posisi ini membuatku sangat menikmati sodokan penis Naru.

Mungkin karena kali ini aku yang memegang kendali dan goyangannya tidak brutal.

Posisi woman on top benar-benar membuatku keenakan.

Tubuhku naik turun semakin kencang hingga akhirnya...

"Hmmmmhhhhh!!!"

Croot! Croot Croot!

Kedua tanganku menutup mulut yang menjerit saat tubuhku seperti kejang-kejang beberapa kali lalu ambruk di dadanya.

Aku orgasme entah yang keberapa kalinya.

Tak memberi jeda untuk aku beristirahat, Naru memelukku lalu bangun tanpa melepaskan penisnya.

"Aahhh! Narruuhhh! Aahhh!"

Dia ganti posisi, saat ini aku di bawah dekapannya.

"Mmmmuuhhhh!"

Bibirku dilumat bibirnya dan lidahnya kembali menyapu bagian dalam mulutku.

Setelah nafsuku kembali bangkit, Naru mulai memompa penisnya dengan kencang.

Pelukannya dilepas dari tubuhku.

Dia duduk tegak kemudian menyilangkan kedua tanganku sehingga membuat payudaraku terjepit di tengah-tengah dan jadi membusung.

Saat pinggulnya kembali bergoyang, payudaraku pun terombang-ambing tak karuan dibuatnya.

Aku tak tahan dengan sensasi ini.

Kepalaku menoleh ke samping dan berusaha menggigit bantal untuk menahan suaraku agar tidak keluar.

Tapi usahaku sia-sia saja, kenikmatan yang kurasakan tetap membuat mulutku mengeluarkan erangan seperti jeritan-jeritan kecil.

.

Normal Pov Now!!!

.

Naruto mempercepat gerakan pinggul nya sesuai permintaan Rias.

Dia juga menghentakan pinggul nya dengan keras dan dalam, membuat Rias semakin mendesah nikmat.

Bahkan tubuh Rias sampai terguncang setiap kali menerima sodokan dari Naruto.

"Yahh! Yahhh! Nikmat Naruuuhh! nikmat sekali! ahhh! Ahhh! Ahhh!"

"Aku juga merasa nikmat Rias-nee! vaginamu benar benar sempit Uhhh!"

Naruto melenguh sebagai tanda bahwa diri nya begitu menikmati servis dari Rias.

Dan itu membuat nya semakin bersemangat untuk menikmati tubuh Rias.

Beberapa saat kemudian, Rias semakin tidak kuat menahan gelombang orgasme yang hampir dia dapat kan lagi.

"Ohhh! Naruuuhh! ahhh! Ahhh! Ahhh! Aku ahmpir sampai! ohhh! Lebih cepat lagi Naruuuhh! ssshh! Ahh! Ahhh! Ahhh!"

"Uuhh! Aku juga Rias-nee! kita keluar bersama!"

Dengan gerakan yang semakin cepat, Naruto terus menghentakan pinggul nya pada vagina Rias saat diri nya hampir sampai.

Itu membuat tubuh Rias semakin terguncang dengan keras.

PlAK! PLAK! PLAK! PLAK!

"Ohhh! Naruuuuhhh! a-aku sampai! uhhh! Aku keluar Naruuuuhhh! kyaahhhhhhhhhh!"

CROOT! CROOT! CROOT!

Tubuh Rias kembali menegang saat diri nya sekali lagi mencapai puncak.

Tubuh nya melengkung indah dengan payudara membusung.

"Aku juga Ahhh! Aahhh! Rias-nee uhhh!!!"

CROOT! CROOT! CROOT!

Cairan sperma Naruto memenuhi vagina Rias bahkan sampai meluber keluar karena saking banyaknya.

'Uhh! vaginaku terasa penuh karena sperma Naru.'

Batin Rias sambil membelai pipi mulus Naruto.

"Rias-nee... Maafkan aku... Aku terbawa nafsu sampa-"

"Shhh! Kau tidak salah Naru... Aku yang salah, aku yang memancingmu duluan untuk melakukan ini, karena aku tidak mau kau menjadi milik orang lain selain diriku..."

Ucap Rias yang mulai seperti ingin menangis.

"Eh? Menjadi milik orang lain?"

Tanya Naruto dengan wajah bingung.

"Karena kau tadi baru saja menerima Ino-san menjadi kekasihmu, dan katanya kau sudah lama menyukainya, kau tidak usah bohong Naru... Aku menguping semuanya tadi."

Dan Rias pun mulai menangis.

"Pffftt! Hahahaha!!!"

Rias terkejut dengan tanggapan Naruto, padahal ia sedikit berharap jika dirinya dipeluk mesra saat dia menangis, malah ia ditertawainya.

"Ke-kenapa kau tertawa?"

"Aduh! Rias-nee! Apa kau serius mendengar semua percakapan kami?"

Tanya Naruto dan dibalas anggukan oleh Rias.

"Aku tidak yakin akan hal itu, baiklah aku akan menceritakan yang sebenarnya terjadi!"

.

Flasback Now!!! (Yang sebenarnya terjadi!)

.

"Hei Naruto kau tahu Ino ingin menembak Sai Tahu!"

"Wah! Benarkah?! Tak kusangka kau menyukai si mayat hidup yang suka ceplas-ceplos itu!"

Ucap Naruto sedikit menyindir.

"Tapi masalahnya aku terlalu malu untuk menembaknya... Mangkanya aku meminta bantuanmu untuk jadi teman latihan menembak pacarku! Karena kau satu-satunya teman priaku yang belum punya pacar! Shikamaru dan Choji sudah punya, hanya kau yang belum, kumohon Naruto tolong aku!"

Ucap Ino sedikit menundukan kepalanya memohon.

"Minta tolongmu itu seperti menyindirku yang belum punya pacar, baiklah! Aku akan membantumu!"

"Ta-tapi Naruto aku menembakanya menyebut namamu saja, karena aku terlalu malu jika menembaknya menyebut nama Sai-kun. Boleh ya Naruto?!"

"Baiklah! Tidak apa-apa! Coba sekarang kau tembak aku!"

"Baiklah... Naruto! Sejak lama aku menyukaimu! Maukah kau menjadi pacarku?!"

Tanya Ino sambil membungkuk lagi.

"Ha'i Ino! Pacarannya langsung kehotel saja atau kemana?"

Sakura dan Ino sweatdrop mendengar perkataan Naruto yang menirukan Sai.

"Hei! Naruto kau bisa elegan sedikit jawabnya tidak?"

Ucap Ino dengan kesal.

"Hahaha! Maaf! Maaf! Aku sedang berusaha sebaik mungkin menirukan karakteristik Sai! Baiklah aku akan Serius!"

"Baiklah aku mulai lagi ya!"

Dengan segera mereka memasang posisi lagi, untuk melatih mengungkapkan perasaan.

"Naruto... Mau kah kau menjadi pacar ku?!"

"Baiklah Ino... Kebetulan juga aku sudah menyukaimu dari dulu saat kita pertama sekolah, jadi aku bersedia menjadi pacarmu sampai kita menikah nanti..."

Ucap Naruto sambil tersenyum palsu, ala-ala Sai.

"Ye itu mah jawaban mu Naruto!"

Ucap Sakura dan Ino secara bersamaan.

"Hehehe... Itu mungkin akan aku ucapkan kepada orang yang akan menembakku nanti hehehe..."

Dan mereka saling tertawa bercanda bareng, sambil mengerjakan tugas kelompok mereka.

"Oh ya! Aku akan mengambil cemilan untuk kalian! Jadi tunggu sebentar ya!"

Ucap Naruto sambil beranjak dari tempat duduknya.

"Oh kau repot-repot Naruto, tapi boleh deh hehehe..."

Ucap Sakura dengan cengirannya.

Namun saat membuka pintu, Naruto mendapati sebuah nampan yang diatasnya terdapat cookie yang berada diatas piring, dan tiga gelas jus jeruk.

Naruto dengan segera mengangkat nampan tersebut lalu tersenyum.

'Pasti Rias-nee yang buat. terkadang dia ingin peduli padaku, tapi dengan caranya sendiri hehehe...'

Dengan segera Naruto membawanya kedalam kamarnya, dan menutup pintu kamarnya dengan kakinya.

.

Flasback Off Now!!!

.

Rias menatap Naruto dengan sayu.

"Jadi... A-aku salah paham yah..."

Ucap Rias dengan wajah yang mulai merah karena malu.

"Kalau aku jawab Itu benar, apa Rias-nee mau mengelak lagi?"

Dan langsung saja Naruto membawa Rias kedekapanya.

"Huwaa! Naru maafkan aku!"

Ucap Rias sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah diantara belahan dada bidang Naruto.

"Hehehe... Aku baru tahu kalau Rias-nee itu... Orangnya cemburuan ya!"

Ucap Naruto dengan cengiran andalanya.

"Baka!"

Ucap Rias kesal sambil memukul lengan Naruto.

"Hehehe... Jadi... Rias-nee tidak mau aku jadi milik orang lain?"

Rias tidak menjawab pertanyaan Naruto, namun Naruto hanya merasakan gelengan kecil didadanya.

"Kalau begitu... Bagaimana jika kita berpacaran saja?"

Mendengar perkataan Naruto barusan Rias terkaget-kaget, dan langsung menatap wajah Naruto.

"Tapi hubungan ini kita rahasiakan dari Tou-chan dan Okaa-chan, oke!"

Ucap Naruto sambil berpose jari oke.

Mendengar perkataan barusan, entah kenapa Rias malah menangis, menangis bahagia tentunya.

Dan langsung saja Rias memeluk Naruto lagi namun lebih erat.

"Ha'i! Aishiteru yo Naru!"

Ucap Rias sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Naruto.

"Aishiteru mo Rias-nee..."

Ucap Naruto sambil mengecup pucuk kepala sang kakak tirinya.

To Be Continue...