My New Mom And Sister Capítulo 8

Normal Pov Now!!!

"Okaa-chan, kau bisa bangun?"

Naruto mendekati kasur Venelana dengan selangkah demi selangkah, kedua tangannya memegang sebuah mangkuk yang menguarkan uap putih dan bau yang sedap.

Gundukan di selimut diatas kasur itu bergerak, dan sebuah kepala berambut coklat muncul dari balik selimut.

"Um..."

Gumam Venelana lemah sambil menganggukkan kepala, menampilkan wajah yang sangat pucat sampai seperti mayat.

"Ara... Naru-kun ada apa?"

Tanya Venelana dengan lemah dan lemas.

Kenapa Venelana terlihat lemah dan lemas? Karena hari ini ia sedang sakit, karena kemarin ia mengikuti ibu-ibu arisan di rumah temannya yang agak jauh rumahnya, dan saat ingin pulang arisan tiba-tiba hujan sangat deras, Venelana yang waktu itu tidak bawa payung hanya bisa berlari kecil menuju rumahnya dan menutupi kepalanya dengan tas gandeng yang ia bawa, tapi itu tidak membuahkan hasil karena sekarang ia terkena demam yang cukup tinggi.

"Aku membuatkan bubur untuk Okaa-chan, kurasa Okaa-chan belum boleh makan makanan keras-keras sekarang..."

Ucap Naruto dengan lembut, sambil bersimpuh tepat di samping Venelana berbaring.

Dia membantu ibu tirinya itu duduk, kemudian menyendok bubur itu, dan menyodorkannya.

"Ayo, Okaa-chan buka mulutmu..."

"Naru-kun, a-aku bisa sendiri kok..."

"Tidak, kau sedang sakit Okaa-chan, jadi menurutlah dan buka mulutmu..."

Tolak Naruto tegas, menggoyangkan tangannya yang memegang sendok untuk mengisyaratkan agar Naruto membuka mulutnya.

"Aah..."

Tanpa argumen yang lebih kuat untuk membantah, akhirnya Venelana menyuap makanan itu.

Rona merah samar muncul di wajah Venelana yang pucat, ketika dia melihat senyum lima jari yang disunggingkan anak tirinya di depannya.

"Naru-kun, ini enak sekali..."

Puji Venelana, dengan melempar senyum manis kearah Naruto.

"Okaa-chan tidak tahu kalau kamu pintar masak..."

"Benarkah? Hehe... Sebenarnya aku hanya mengikuti buku resep yang ada didapur."

Wajah Naruto berubah makin ceria atas pujian ibu tirinya itu.

"Ngomong-ngomong kemana Rias-chan?"

"Rias-nee kan baru kemarin ikut acara kemping, Okaa-chan lupa?"

"Oh... Hehe, maaf... Seperti Okaa-chan sudah mulai pikun."

Mendengar perkataan ibu tirinya barusan Naruto hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia kembali menyendok bubur dan mengangkatnya.

"Ayo lagi Okaa-chan..."

Suapan demi suapan diterima Venelana, makanan panas itu masuk dengan lancar melalui kerongkongannya dan masuk ke lambung, memberi tubuhnya kehangatan.

Setelah semua bubur itu masuk ke perutnya, dia tersenyum ke arah Naruto.

Naruto kemudian mengambil sebuah handuk dari sampingnya.

Naruto mulai mengusap wajah Venelana pelan-pelan, mengeringkannya dari keringat dan membersihkannya dari kotoran.

"A-ano... O-o-okaa-chan mu-mungkin ini a-agak sedikit tidak so-sopan... Tapi bi-bisakah O-okaa-chan buka ba-bajumu? Ka-karena ku-kulihat pakaian ya-yang Okaa-chan kenakan su-sudah basah karena ke-keringat, da-dan ju-juga a-aku akan membersihkan tu-tubuhmu."

Ucap Naruto dengan tergagap karena malu, mendengar perkataan sang anak tirinya itu, Venelana hanya tersenyum dengan rona merah dipipi, dan ia mulai melepaskan piyama tidur yang ia kenakan satu persatu.

Kini ia sudah melepaskan piyama yang ia kenakan, kini ia hanya memakai pakaian dalam saja.

Glek!

Naruto hanya bisa menelan ludah susah payah, karena melihat tubuh Venelana yang hanya berbalut pakaian dalam saja.

"Na-naru-kun... Jangan pandangi tubuh Okaa-chan terus, O-okaa-chan jadi ma-malu..."

Mendengar ucapan Venelana, Naruto langsung memalingkan wajahnya yang memerah kesamping.

"H-ha'i Okaa-chan!"

Dengan perlahan dan gemetar tangan Naruto yang sedang memegang handuk, untuk mengusap tubuh Venelana.

Saat handuk tersebut sudah mendarat diatas perut Venelana, Naruto mulai mengusap bagian tersebut.

"Ahh... Ummh... Naru-kun..."

Entah sengaja atau tidak Venelana malah mendesah, saat perutnya diusap oleh handuk yang dipegang Naruto.

Sedangkan Naruto jangan ditanya lagi, wajahnya sudah sangat memerah ditambah lagi saat ibu tirinya ini baru saja mendesah saat dia mengusap tubuhnya.

Dengan perlahan dan gemetar, Naruto mulai mengusap bagian lengan, Ketiak, Leher, dan juga paha Venelana, alhasil membuat wanita itu horny akibat usapan handuk Naruto.

"Aahh... Ahh... Hah... Ahh... Hah... Naruuuhhh... Khhhuuun... Hah..."

Venelana terengah-engah sambil mendesah, wajahnya sudah memerah akibat rangsangan dari usapan handuk Naruto, sampai-sampai air liurnya sempat sedikit keluar tadi.

Sedangkan Naruto wajahnya sudah seperti kepiting rebus saus tomat kesukaan sahabatnya, ditambah ia juga terengah-engah karena menahan nafsu birahinya agar tidak menerkam ibu tirinya yang sedang sakit itu.

'Sabar Naruto! Jangan sampai nafsumu memakanmu saat ini!'

Batin Naruto sambil menggelengkan kepalanya mengusir hawa nafsu yang terus mendatanginya.

"A-ano... Naru-kun..."

Panggil Venelana.

"I-iya Okaa-chan?"

Sahut Naruto.

"To-tolong be-bersihkan bagian dada da-dan daerah selangkanganku juga Na-naru-kun, karena kedua bagian itu juga basah karena keringat..."

"?!"

Perkataan Venelana barusan membuat Naruto sedikit terhentak kaget.

"Se-sebenarnya a-aku mau membersihkannya sendiri... ta-tapi tanganku sa-sangat lemas ha-hanya sekedar u-untuk mengangkatnya... Ku-kumohon bersihkan Naru-kun..."

Melihat ibu memohon sambil memasang wajah kitty eye, rasanya ingin menolaknya tadi tidak jadi.

"H-hai Okaa-chan..."

Ucap Naruto dengan lemas.

Dengan segera tangan Naruto terangkat kearah dada Venelana, untuk membuka bra ungu yang tengah Venelana pakai, dan sialnya lagi ternyata bra yang Venelana pakai, pengaitnya bukan berada dibelakang, melainkan berada diantara belahan dada Venelana.

(Sekedar informasi pengait bra tidak hanya berada dibelakang, melainkan juga berada didepan).

'Sial kenapa pengait bra nya berada didepan sih?!'

Batin Naruto sedikit kesal.

Saat tangan Naruto sudah memegang pengait bra tersebut, dengan gemetar Naruto berusaha membuka pengait bra tersebut.

Namun karena susah membuka pengait bra tersebut, Naruto tanpa sengaja tangan kanannya menyenggol dada kiri Venelana, alhasil membuat Venelana sedikit mendesah.

"Aahh... Ummhh..."

Desah Venelana yang meluncur begitu saja.

Dengan tidak sabar, malu, dan kesal karena pengait bra itu susah dibuka, Ditambah posisinya yang sangat dekat dengan dada Venelana, membuat Naruto tidak sabar untuk segera membuka bra tersebut, agar menjauh dari posisi ini.

Clik!

Akhirnya bra itu terbuka secara paksa, mengakibatkan payudara Venelana memantul sedikit keatas kebawah.

Croot!

Naruto yang melihat itu sedikit terjelembab kebelakang dengan hidung yang mengeluarkan darah.

"Ahhh! Naru-kun! Daijoubu ka?"

Tanya Venelana khawatir.

"Akh! Tidak apa-apa Okaa-chan! Aku baik-baik saja kok! Hehe..."

Ucap Naruto sambil mengusap hidungnya yang mimisan dengan tisu yang ada di sakunya.

Dan Naruto melanjutkan aktifitasnya lagi yaitu membuka bra Venelana, dan saat bra itu sudah lepas dari tubuh Venelana, Naruto langsung memasukanya kedalam ember yang didalam sudah ada piyama Venelana.

"Ba-baik Okaa-chan, se-sekarang tinggal ce-celana dalamnya sa-saja."

Ucap Naruto gugup sambil memegang celana dalam Venelana, agar melepasnya.

Dan saat Naruto sudah melepas celana dalam Venelana, kini terlihat vaginanya yang terdapat sedikit cairan disana.

'Sial! Kenapa disaat seperti ini Okaa-chan malah terangsang sih?!'

Batin Naruto kembali kesal.

Kini Venelana sudah keadaan telanjang bulat.

"Ba-baiklah Okaa-chan se-sekarang aku akan me-membersihkan dadamu da-dan juga va-vaginamu."

Dengan perlahan dan gemetar Naruto kembali mengusap tubuh Venelana, tapi area sensitif nya.

Pertama-tama Naruto mengusap payudara bulat Venelana secara pelahan, hal itu membuat Venelana makin mendesah akibat perlakuan Naruto.

"Aahh... Ahh! Uhh! Uummm! Naruuhh... Khhuunn..."

Dengan desahan Venelana barusan, membuat Naruto semakin ingin menyudahi kegiatannya ini sebelum nafsu birahinya, menyantap dirinya seutuhnya.

Saat sudah selesai membersihkan keringat diarea dada Venelana, Naruto berusaha sekuat tenaga untuk mengusap area vagina Venelana.

"Aaahhh~! Naru-kuhhnn~! Aaah~!aaah~!"

Desah Venelana.

Naruto pun membersihkan daerah paha selangkangan dengan perlahan.

"Aah~! Naru-khhun~! ahhh~! akkhh~! Naruhh-khun~!"

Desahan Venelana semakin keras seirama dengan sapuan handuk Naruto.

Tak lama kemudian Venelana mengerang hebat, dan tubuh Venelana mulai bergetar.

"Aakkhh~! Naru-kuhhhn~! ahhk-aku~! keluar aaah~!"

Mendengar ucapan Venelana barusan, Naruto terkaget dan langsung menyumbat vagina Venelana dengan handuk yang ia pegang.

Croot!!! Croot!!! Croot!!!

Tampaknya Venelana sudah mencapai klimaksnya.

Naruto yang melihat itu, hanya bisa terperangah lalu membatin.

'Ke-kenapa disaat seperti ini Okaa-chan klimaks?! Aku harus cepat-cepat pergi dari sini!'

Dengan segera Naruto mengusap cairan cinta Venelana yang sempat keluar tadi, dan langsung saja Naruto memasukan handuk yang ia pegang kedalam ember pakaian kotor.

Lalu Naruto berjalan kearah lemari pakaian, lalu mengambil pakaian untuk Venelana kenakan, dia hanya mengambil sebuah daster berlengan panjang berwarna biru bercorak bunga melati disana.

Dan saat ini Naruto kebingungan dengan wajah memerah, saat harus memilih pakaian dalam mana yang harus ibu tirinya pakai.

"Akh! Yang mana saja lah!"

Dengan asal tangan nya mengambil pakaian dalam untuk Venelana tanpa melihatnya dulu.

Dengan Naruto menghampiri Venelana lagi dan langsung memberikan pakaian-pakaian yang ia ambil dilemari ibu tirinya tadi.

"Ini Okaa-chan pakailah! Karena udaranya sudah sangat dingin malam ini."

Ucap Naruto dengan wajah yang ditoleh ke samping karena tidak ingin melihat ibunya yang telanjang, sambil menyerahkan pakaian ibu tirinya yang ia ambil tadi.

Venelana melihat-lihat pakaian yang dipilih oleh Naruto, ia sedikit terkejut dengan pakaian dalam yang Naruto berikan kepadanya.

"Na-naru-kun... Bukanya kurang baik orang sakit, harus mengenakan pakaian dalam ini?"

Naruto terheran-heran pakaian dalam apa, yang ia berikan pada ibu tirinya itu, karena tangannya mengambil secara asal.

Saat Naruto menoleh kearah Venelana lagi, ia terkaget-kaget melihat pakaian dalam yang diberikannya, ternyata pakaian dalam berbulu berwarna pink yang Venelana beli di mall waktu itu.

"Ta-tapi... Jika Naru-kun mau Okaa-chan me-memakainya, Okaa-chan ti-tidak keberatan kok..."

Ucap Venelana berusaha mengenakan pakaian dalam itu, namun sebelum ia memakainya Naruto langsung merampas pakaian dalam itu dari tangannya.

"Tidak! Okaa-chan jangan mengenakan pakaian dalam ini! Aku akan mengambil yang lain!"

Naruto langsung menuju ke lemari pakaian lagi dan langsung meletakan pakaian dalam berbulu itu, lalu mengambil pakaian dalam yang baru, kali ini Naruto mengambil pakaian dalam berwarna merah berenda-renda.

Dan Naruto langsung menghampiri Venelana lagi dan langsung memberikan pakaian dalam yang baru.

"Ini pakai yang ini saja!"

"Ha'i Naru-kun..."

Dan Venelana langsung memakai pakai-pakaian yang Naruto berikan.

Naruto yang melihat ibu tirinya yang tampak kesusahaan, memakai pakaiaanya langsung saja membantunya.

Saat sudah selesai membantu ibu tirinya memakai pakaiannya, Naruto langsung membereskan perlatan-peralatan yang ia untuk merawat Venelana.

Selama anak tirinya itu membereskan perlatannya, penglihatan Venelana tak pernah lepas dari Naruto, memperhatikan setiap gerakannya dengan dua mata ungu itu.

Kini setelah dia menatapnya dari jarak yang begitu dekat, dia sadar jika semua yang telah ia perbuat pada Naruto, hanya menganggap anak tirinya itu sebagai pemuas nafsunya pengganti selama suaminya tidak ada, kini ia sadar jika ia sudah jatuh ketaman bunga anak tirinya tersebut, alias...

'Aku jatuh cinta padanya...'

Batin Venelana sambil tersenyum manis.

.

Skip Time Now!!!

.

Saat ini Naruto sedang mengkompres kepala Venelana dengan handuk basah.

"Sudah! Sekarang lebih baik Okaa-chan, cepat tidur agar besok pagi demamnya cepat hilang."

Ucap Naruto sambil ingin beranjak pergi dari kamar ibu tirinya itu, namun saat Naruto baru berdiri dari kasur, tiba-tiba Venelana mengenggam lenganya.

"Naru-kun... Jangan pergi... Temani Okaa-chan tidur disini..."

Mendengar permintaan ibu tirinya itu, Naruto dibuat terkejut.

"A-apa yang Okaa-chan katakan?! Le-lebih baik Okaa-chan banyak istirahat, supaya cepat-"

"Kumohon Naru-kun... Temani Okaa-chan tidur disini...''

Ucap Venelana super memelas sambil sedikit berpura-pura sedih agar Naruto menuruti keinginannya.

Naruto yang melihat itu tidak tega menolak permintaan Ibu tirinya ini, Dengan segera Naruto langsung merebahkan tubuhnya disamping Venelana, Sedangkan Venelana melihat Naruto ikut berbaring disampingnya, langsung memeluknya dengan erat, tak memperdulikan kompres yang ia pakai terjatuh.

"Ah Okaa-chan! Kompresmu jadi terjatuh!"

Ucap Naruto agak sedikit terkejut karena Venelana tiba-tiba memeluknya, sambil membetul kan kompres yang dipakai Venelana.

"Suhu tubuhmu sangat hangat Naru-kun..."

Ucap Venelana senang sambil mengeratkan pelukannya sambil membenamkan wajahnya didada bidang Naruto.

Mendengar ucapan Venelana barusan, Naruto tersenyum sambil mengusap pucuk kepalanya.

"Sekarang Okaa-chan tidurlah, biar aku temani Okaa-chan sampai tertidur."

Naruto tidak mendapat jawaban dari Venelana, ia hanya merasakan anggukan kepala dari Venelana.

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

Matahari sudah bersinar cerah, bahkan beberapa orang telah memulai aktifitas mereka masing-masing.

Namun di sebuah rumah terlihat dua orang manusia berbeda gender yang masih terlelap terbuai oleh dunia mimpi.

Salah seorang dari mereka lebih tepatnya seorang pemuda, mulai membuka kelopak matanya.

Ia menoleh dan mendapati sang wanita yang masih terlihat sangat damai dalam tidurnya.

Pemuda atau tokoh utama kita yaitu Naruto itu tersenyum, melihat ibunya yang tidak pucat lagi, ia bangkit dari posisi tidurnya.

Namun saat kakinya hendak melangkah tiba-tiba saja sepasang lengan melingkari perut Naruto.

"O-okaa-chan?"

Ucap Naruto terkaget-kaget.

"Uummm... Naru-khuun..."

Wanita itu alias Venelana, tengah mengigau.

"Hah... ternyata dia masih tidur."

Ucap Naruto sambil melepas tangan Venelana yang melingkar di perutnya.

"Aku harus segera memasak."

Ucap Naruto sambil merapihkan dirinya yang berantakan.

.

Skip Time Now!!!

.

Saat ini Naruto sedang mengambil beberapa bahan untuk digunakan membuat ramen.

Saat tengah asik memotong sayuran tiba-tiba saja Naruto merasakan sepasang tangan melingkar di perutnya.

"Ohayou Naru-kun!"

Sapa Venelana yang ternyata tengah memeluknya.

"Aah! Okaa-chan! ohayou!"

Balas Naruto pada ibu tirinya itu.

"Apa Okaa-chan sudah lebih baikan sekarang?"

Tanya Naruto sambil memotong sayur-sayuran dihadapannya.

"Um! Okaa-chan sudah pulih total kok! Terima kasih sudah merawat Okaa-chan, Naru-kun!"

Ucap Venelana sambil menyenderkan kepalanya kepunggung Naruto yang lebar.

"Domo Okaa-chan!"

Ucap Naruto sambil melanjutkan aktifitasnya lagi.

"Kamu sedang apa Naru-kun?"

Tanya Venelana.

"Aku sedang memasak Okaa-chan."

Jawab Naruto singkat.

"Kamu memasak ramen ya?"

Tanya Venelana lagi.

Naruto menghembuskan nafasnya.

"Iya."

Jawab Naruto singkat lagi.

"Tapi hari ini Okaa-chan tidak mau makan ramen."

Ucap Venelana mengerucutkan bibirnya.

Ah dia jadi terlihat makin imut.

"Ah! Maafkan aku Okaa-chan! Aku hanya bisa memasak ini selain bubur seperti kemarin. Kalau Okaa-chan tidak mau memakan ramen, nanti aku akan keluar membeli makanan cepat saji ditoko."

"Mou Bukan itu maksudku Naru-kun~"

Ucap Venelana merajuk manja.

"Lalu Okaa-chan, ingin makan apa?"

Tanya Naruto heran, sambil membalik tubuhnya menghadap sang ibu tiri.

Venelana tiba-tiba tersenyum mesum kearah Naruto.

"Aku ingin memakanmu Naru-kun!"

Venelana lalu meraih wajah Naruto dengan kedua tangannya dan mempertemukan kedua bibir mereka.

"Ap-Hmppp!"

Naruto tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena bibirnya telah bertemu bibir Venelana.

"Hemm~"

Naruto merasakan bibir lebut milik Venelana bertemu dengan bibirnya.

Venelana mempermainkan lidahnya di dalam mulut Naruto untuk beberapa saat, lalu mulai menggerakkan lidahnya untuk menarik lidah anak tirinya itu.

"Hhheemmpp~"

Naruto yang mulai merasakan nikmatnya permainan lidah, menutup matanya dan mulai membalas ciuman ibu tirinya itu.

Venelana menggerakkan lidahnya untuk melilit lidah Naruto.

"Eahhh!"

Venelana mulai mendesah merasakan nikmatnya ciuman Naruto.

"Hemmm~ Eeggghhh~"

Venelana tambah mendesah saat sesekali tangan Naruto menyentuh payudaranya.

Berselang 8 menit mereka berciuman, Venelana melepaskan ciumannya karena mulai kehabisan nafas.

Mereka berdu mengatur nafas.

Wajah Venelana merona hebat, dan juga Naruto tidak kalah dari Venelana.

Tiba-tiba Venelana mendekatkan mulutnya ketelinga Naruto.

"Naru-kun~ ini adalah tanda terima kasih ku karena sudah merawatku sakit. Ayo kita kekamar~ kita lanjutkan disana~"

Ucap Venelana sambil menarik tangan Naruto untuk menuju kamarnya lagi, dan Naruto hanya bisa pasrah jika ibu tirinya meminta itu.

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

Saat ini, Naruto sudah terlentang di atas ranjang Ibu tirinya, kini Venelana sendiri sudah berada di atas tubuh Naruto.

Wanita itu mulai membuka kaos yang dikenakan Naruto saat ini, pantat seksinya bergerak maju mundur untuk merangsang gundukan yang menyesakkan celana Naruto.

"Tidak usah malu begitu Naru-kun~ aku tahu kamu juga~"

Naruto terus diam tak mengatakan apapun, dia pasrah saat kaos yang dipakainya dibuka oleh Venelana.

"Ahh! kejantananmu sepertinya sudah membesar ya, Naru-kun~"

Ucap Venelana merasakan jika dibawah vaginanya yang masih ditutupi celana dalam, merasakan sebuah gundukan yang sangat besar dibalik celana Naruto.

Venelana membuka pakaian Naruto, wajahnya merona melihat tubuh atletis milik Naruto, jemari lentiknya menyentuh tubuh Naruto yang sudah terbentuk sedemikian rupa.

"Okaa-chan sudah tak tahan Naru-kun~ Jadi kita mulai dengan cepat ya~"

Ucap Venelana sambil melepas daster hijau yang ia pakai, dan sekarang ia hanya memakai pakaian dalam saja, lalu ia berusaha membuka Bra dan juga Cd berwarna merah bercorak bunga mawar yang ia kenakan dan saat ini ia sudah telanjang bulat, dan itu membuat Naruto tak kuasa untuk meneguk ludahnya.

Bagaimana tidak menggoda, dua buah payudara berukuran besar menggantung di depan wajah persis dan selangkangan yang saling saling bertemu hanya terpisah oleh kain celana Naruto.

Tak segan Venelana memamerkan payudaranya dan tersenyum nakal.

"Tak perlu Ramen Naru-kun, aku sudah menyiapkan sarapan spesial untukmu~"

Ucap Venelana menggoda.

Dengan memegang kepala Naruto, ia mengarahkannya tepat di depan payudara miliknya.

Hidung Naruto sampai mimisan melihat betapa ganasnya godaan Venelana.

"Ummh.. Naru-kun, kau mau ini? Ayo cepat ambil, sayang~"

Goda genit Venelana sambil menggoyangkan payudaranya di depan Wajah Naruto.

Grep!

Tangan kanan Naruto menuju kedada Venelana yang berisi dan mulai meremas-remas dada Venelana.

Kemudian Naruto mulai menghisap kedua payudara Venelana secara bergantian, seperti bayi menyusui.

Naruto juga tidak lupa untuk menggigit kedua puting susu Venelana, bahkan memberikan banyak kissmark di sana.

"Sluruupp~ emmmhhh~"

Venelana pun mendesah keenakan akibat perlakuan dari Naruto.

"Aahhh! Eennghh! te-terussh! hisap Na-naruu-khuun~!"

desahan Venelana lolos dari bibir seksinya setelah Naruto meresmas dan menghisap dan juga menggigit-gigit putingnya pelan.

Kegiatan yang sama Naruto kembali lakukan pada payudara yang satunya.

Meremas-remas, menghisap dan menggitnya pelan.

Sehingga membuat Venelana di atasnya kembali melenguh puas.

Naruto meremas-remas lagi payudara berukuran besar itu dengan lebih kuat dan menggigit- gigit kecil putingnya serta menjilat dan tak lupa memberi bekas merah di kedua payudara itu.

"Ahh! Aahh! te-terushh! Ahhh!"

Betapa nikmat apa yang Venelana rasakan dengan perlakuan oleh Anak tirinya ini.

"Okaa-chan tatap aku..."

Pinta Naruto pada Venelana.

"Ada ap-Uumph!"

Belum sempat Venelana bertanya, Naruto mencium bibirnya.

Mencium, menghisap sedikit bibirnya dan saling melumat satu sama lain, seakan kurang mereka juga saling beradu lidah.

Lidah Naruto mengajak menari lidah Venelana seakan tergoda dengan rasa manis mulut ibu tirinya ini.

"Uummh~ Naru-umph~"

Desahan Venelana tertahan lewat ciuman panas mereka.

Saliva saling bertukar dan tercecer akibat ciuman panas tersebut.

Kegiatan panas itu sayangnya harus terhenti dahulu karena kebutuhan akan oksigen.

Alhasil, benang saliva terbentuk antara bibir kedua sejoli itu.

Belum selesai mengambil cukup banyak oksigen.

Naruto kembali melumat bibir seksi Venelana.

Saling beradu lidah, menghisap, dan berpagutan seakan ketagihan terhadap rasa manis dari sebuah ciuman.

"Aahh!"

Venelana lega setelah berciuman lama yang menghabiskan seluruh oksigen dalam tubuhnya.

"Enggghh~! Na-naruu-khhhuun~"

Venelana kembali mendesah nikmat ketika Naruto memberi beberapa kiss-mark di lehernya.

Menjilat dan menghisap, itulah kegiatan yang dilakukan Naruto untuk menandai miliknya yang membuat Venelana serasa melayang.

Hasilnya leher jenjang Venelana sudah terhias oleh kissmark milik Naruto yang menandakan ibu tirinya adalah miliknya.

"Naru-kun... yang di sini masih belum terpuaskan..."

ujar Venelana sambil meperlihatkan celah vaginanya yang sudah basah.

"Baiklah Okaa-chan... Bersiaplah mendesah menyebut namaku tanpa henti mulai sekarang!"

Kemudian Naruto menghisap payudara Venelana layaknya bayi menyusui.

"aahh~! Naru-kun nakal ahh~! pe-pelan-pelan Naru-kun aaahh~!"

Desah Venelana panjang.

"Aahnnnn~! Aahh~! ahhh! Yaahh! Naru-kun~!"

Desah Venelana kencang merasa kenikmatan.

Naruto yang menghisap dan meremas payudaranya dan juga tangannya memasuki celah vagina Venelana, dengan 2 jari membuat Venelana mendesah keras.

Tak berhenti di situ, Naruto juga mengocok vagina ibu tirinya, dengan ritme yang dinamis, dari pelan sampai kencang.

Membuat Venelana merasakan sensasi nikmat dari organ intimnya.

"Aahh! Na-naru-khuuun! Aahh! lebih cepaatt!"

Desah dan pinta Venelana pada Naruto.

Semakin Cepat kocokan semakin keras Venelana mendesah.

Dadanya membusung ke depan dengan kepala menengadah merasakan aliran kenikmatan yang merasuki tubuhnya.

"Aaahhh ya Naru-kun! oohh! kumohon lebih cepat! aahh!"

Naruto semakin mempercepat sodokan tangannya.

"Aaaaahhhhhh! Naru-kun! a-aku keluar!!!"

CROOT! CROOT! CROOT!

Kemudian Naruto mencabut kedua jarinya dari vagina Venelana, dan menjilati cairan Venelana yang melumuri jarinya.

"Kita langsung masuk ke hidangan utama? Atau Okaa-chan mau menghisap penisku dulu?"

Mendengar hal itu Venelana tersenyum lalu mengangguk.

Naruto langsung meloroti celananya dan terpampanglah penis Naruto yang sudah seperti tombak.

Dan Naruto langsung duduk ditepi ranjang dan Venelana langsung berjongkok didepan penis Naruto.

Tanpa babibu lagi Venelana, langsung mengoral penis Naruto, dan Naruto hanya bisa mendesah nikmat atas oralan Venelana.

"Emmhh~ Puahhh~ Bagaimana Naru-kun apa ini terasa nikmat?"

Tanya dan desah Venelana setalah melepas kulumanya pada penis Naruto.

"Yah aku sangat nikmat sekali Okaa-chan, kau memang paling pintar memanjakan penis ku! Shh!"

Venelana langsung mengulum penis Naruto lagi, tapi 2x lebih cepat, membuat Naruto mendesah lebih kencang.

"Aakkhh! Aakhh! Aahh! Okaa-chaan! Aakkhhh!"

Desahan Naruto semakin menjadi-jadi.

"Aahh! Okaa-chhhaan! Aakkuuhh! Inghin! Keluarhh!"

Venelana tidak memperdulikan ucapan Naruto, ia masih terus mengoral penis Naruto dengan ganasnya.

Dan Naruto sudah tidak tahan dengan Spermanya, yang berontak ingin keluar dari tadi.

"Aaakkkhhh! Baah-chhhaann! Aakuuuh! Keluar! Aarrrgghh!"

CROOT! CROOT! CROOT!

Setelah berejakulasi, Naruto segera menarik penisnya keluar dari mulut Venelana.

Setelah penis Naruto keluar dari mulutnya, Venelana menelan seluruh sperma Naruto yang ada di mulutnya.

"Hmm~ Asin dan gurih."

gumam Venelana setelah menelan seluruh sperma Naruto yang disemburkan di dalam mulutnya.

Naruto kemudian membaringkan tubuh Venelana di atas tempat tidur dan menindihnya.

"Sekarang baru hidangan utama Okaa-chan.*

"Tubuhku ini milikmu sepenuhnya, Naru-kun..."

Ucap Venelana membalas rayuan Naruto.

Venelana sekarang berposisi mengangkang membuka jalan bagi kejantanan Naruto.

"Bersiap untuk mendesah tanpa henti Okaa-chan."

Ucap Naruto menyeringai mesum sambil memasukkan kejantananya ke lubang intim milik ibu tirinya ini.

Sambil menindih tubuh Venelana, Naruto melumat bibir ibu tirinya itu, untuk memberikan rasa manis dan nyaman terhadap Venelana sebelumnya.

Venelana juga bersiap dengan membuka pahanya dan mengkalungkannya ke pinggul Naruto.

Bleesshh!

"AAHHH! Na-naruuh-khhhuun!"

kejantanan Naruto langsung menusuk memasuki lubang intim Venelana.

Dengan perlahan kejantanan Naruto memenuhi lubang milik ibu tirinya.

Blesh!

penis Naruto telah sepenuhnya tertanam ke vagina Venelana.

"AAHHH!"

"Uggghh! Kau sempit seperti biasa, Okaa-chan!"

Lenguh Naruto menikmati pijatan di dalam vagina Venelana.

"Ce-cepat gerakkan penismu aahh! Na-naru-khhun! Aahh!"

Venelana sudah tak tahan dengan gairahnya.

Dengan perlahan Naruto menggerakkan pinggulnya sehingga kejantanannya maju mundur menusuk-nusuk vagina Venelana.

"Ahhh~! Naru-kuuunnh~! Lebih cepaaatth~! Ahhh~!"

desah Venelana keenakan saat penis Naruto menyodok-nyodok vaginanya.

"Ahhh! Ahhh! Okaa-chan, dinding vaginamu sempit seperti sekali!"

erang Naruto sambil mempercepat penestrasinya.

Naruto memaju mundurkan penisnya semakin cepat di dalam vagina Venelana.

Naruto menyodok lebih cepat dan lebih keras vagina Venelana dan juga meremas-remas payudara menggiurkan Venelana, yang bergoyang-goyang.

Naruto terus menggila dengan menusuk lebih dan lebih cepat.

Ditambah dengan posisi mereka, tusukan Naruto semakin dalam menghantam Venelana.

Plak! Plak! Plak!

Suara benturan antara kedua pangkal paha mereka yang 'bermain' ekstrem juga sampai terdengar.

"Aah! Naruu-khuun! Aahh! Aakkhh!"

Tak ada cara lain Venelana untuk menyalurkan kenikmatan selain mendesah dan menjambak rambut Naruto.

Permainan Naruto semakin panas, ia menusuk lebih dalam dan lebih keras.

Suara decitan ranjang juga sampai terdengar.

Semakin lama Naruto menusukkan kejantanannya semakin cepat.

"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! naruhhh~! Ohhhh~! nikmat sekali ahhh~! ahhh~! Ahhh~!"

Kedua tangan Venelana mencengkram sprey dengan kuat Saat Merasakan gerakan penis Naruto di dalam vagina nya.

Diri nya memejamkan mata menikmati setiap sodokan penis Naruto.

"Kau sangat nikmat Okaa-chan! Tubuhmu benar-benar menggairahkan! Akkhhh!"

Bukan hanya Venelana Tapi Naruto juga ikut mendesah Saat merasa penis nya di jepit oleh vagina Venelana.

"Ahhh~! Ahhh~! uhhh~! kau juga Naru-kun emmmhhh~! ahhhh~! penismu benar benar memanjakanku Ohhhh~!"

Setiap Kali venelana bercinta dengan Naruto Diri nya selalu akan merasa puas.

Berbeda Saat dengan suami nya, Naruto benar-benar memanjakan tubuh nya.

"Sudah cukup permainan lembut nya Okaa-chan! Sekarang Aku akan lebih Cepat!"

Venelana tersenyum senang Saat Mendengar ucapan Naruto.

Jujur saja Diri nya menyukai Saat Naruto bermain Cepat, Dia selalu merasa seperti melayang Saat Naruto bermain Cepat.

"Lakukan Ahhh~! Ahhh~! sesuka mu Naru-kun."

Jawab Venelana menggoda.

Tidak ingin menunggu lama lagi Naruto segera mempercepat genjotanya.

Diri nya membuat tubuh venelana kembali terhentak.

"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ohhh~! Naru-kun~! kau memang pintar memanjakan tubuh Ku Ahhh~! nikmat Naru-kun Ohhh~! ini sangat nikmat Ahhh~!"

Kembali desahan erotis keluar dari mulut Venelana.

Wanita itu juga tersenyum senang Saat tubuh nya terhentak dengan keras.

Plak! Plak! Plak! Plak!

Suara benturan antara selangkangan mereka terdengar keras di dalam kamar itu.

"Ohhh~! naruhhh~! ahhh~! penismu menyentuh rahimku uhhh~! nikmat sekali naru ahhhh~! ahhh~! Ahhh~!"

"Vaginamu juga menjepit penisku sangat kuat Okaa-chan uhhh! rasa nya hangat Dan nikmat uhhh~!"

Naruto semakin dibutakan oleh sempitnya vagina milik Venelana.

Meski tidak muda lagi Tapi vagina Venelana Masih sangat rapat.

Mungkin karna Dia selalu merawat nya.

Goyangan panas mereka berdua hampir menuju ke puncaknya.

Seluruh tubuh mereka terguncang merasakan nikmat.

"Aah! Aahh! Naruuh! Khhuun! aahh! aku akan keluaar! Ahhh! Ahh!"

Venelana hampir mencapai puncaknya.

Naruto semakin menusuk dengan kencang vagina Venelana.

"Aaahh! aku juga! Okaa-chan! Aakkhh!"

Naruto juga merasakannya, ia terus menyodokan penisnya semakin keras.

Tubuh mereka menegang.

Venelana pun segera memeluk leher Naruto dengan kedua tangannya dan melingkarkan kedua kakinya ke punggung Naruto.

"Ahhh! Ahhh! Okaa-chan! Akuu! mau keluuuaaarrh!"

desah Naruto sambil mempercepat penestrasinya.

"Ahh! Ahh~! Keluarkan di dalam, Naru-kuuunnh! Penuhi rahimku dengan benih cintamu!"

desah menggoda Venelana.

"AKU KELUUUAAARR! OKAA-CHAN!"

"AKU JUGA KELUUUAAARR, NARU-KUN !"

CROT! CROT! CROT!

Naruto dan Venelana berejakulasi secara bersamaan.

Venelana dapat merasakan sperma Naruto memenuhi seluruh rahimnya.

Memenuhi rahim Venelana dan memberi sensasi hangat dalam perutnya.

Yang membuat Venelana melayang beserta ribuan kupu-kupu.

Tetapi saat mereka mencapai puncak, Naruto masih menusuk- nusuk vagina Venelana yang menambah kenikmatan tersendiri bagi merka.

Mereka diam sejenak sambil menikmati orgasme mereka dengan memeluk satu sama lain

Saking banyaknya sperma Naruto yang keluar, mereka merembes keluar melalui celah-celah dari persatuan penis dan vagina mereka.

Tapi lihatlah 'punya' Naruto, bahkan masih ereksi setelah orgasme yang mengeluarkan banyak sperma.

"Okaa-chan bersiaplah... Kita ganti posisi!"

Tanpa menunggu Venelana pulih, Naruto memutar tubuh Venelana menungging membelakanginya tanpa melepas penyatuan mereka.

"Aahh! Naru-kun! Kau curang. Aahhn!"

Venelana kembali merasakan tusukan penis Naruto dari belakang dan remasan kuat pada payudaranya.

"Aahh! Ahhh! Na-naru-khhuuun!"

Tak berselang lama kemudian tubuh Venelana mengejang.

"Aahh! Naruuu-kkhhhun! Aku ke-keluar lagi! Kyaaaahhhnnn!"

Croot! Croot! Croot!

Venelana sudah orgasme untuk yang ketiga kalinya.

"Ahh! Tunggu sebentar! Ahh!"

ucap Naruto yang sudah hampir sampai puncaknya.

"Ahh! Na-naru-khhhhuun! tolong berhenti sebentar! Aahhnn!"

Venelana sudah tak bisa menahan gelombang kenikmatannya.

"Sebentar lagi Okaa-chan!!!"

Naruto terus menggenjot Venelana tak kenal ampun.

Ia ingin segera melepaskan beban hasrat seksual yang ia tahan sedari tadi.

"Aaahhh! Okaa-chan!!!"

Venelana hanya diam saat dirinya terus digenjot habis-habisan, sebenarnya ia merasa sedikit nyeri karena masih sensitif setelah orgasme ketiganya.

"Akkuu! Keluaar! Okaa-chan! AAHHKK!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Akhirnya muntahlah lahar putih nan hangat milik Naruto.

Venelana yang rahimnya disemprot sperma hangat Naruto juga tak kuasa menahan orgasme keempatnya, Venelana mengalami multi orgasme.

Nafas keduanya sama-sama memburu, adrenalin yang tinggi perlahan mulai stabil.

Sekali lagi, rahim Venelana terisi oleh sperma hangat Naruto.

Venelana ambruk di atas kasur dan meringkuk dalam dekapan Naruto setelah 'permainan' mereka berhenti.

"Uhh... Okaa-chan... Tadi itu permainan yang mengesankan.."

Ucap Naruto sambil terengah- engah.

"I-iya... menyenangkan Naru-kun~"

jawab Venelana malu.

"Okaa-chan... Aku rasa 'juniorku' masih bangun... Okaa-chan merasakannya, bukan?"

Goda Naruto sambil menusuk pelan vagina ibu tirinya.

"Ahh! Naru-kun! Ahhh! Kamu curang! Aaahhh!"

"Ayo kita lanjut ke ronde selanjutnya!"

Venelana tersenyum nakal dan memutar tubuhnya menaiki anak tirinya.

Entah dari mana Venelana mendapat stamina tambahan itu.

"Ayo! Okaa-chan! Selanjutnya kau yang berkuasa!"

Ucap Naruto sambil memegang payudara ibu tirinya.

"Ahh! Enak!"

Venelana mulai menggerakan pinggulnya mengambil alih kuasa 'permainan' mereka.

.

Skip Time Now!!!

.

Kini kedua tubuh mereka sudah mengejang, bersiap merasakan kenikmatan duniawi mereka.

Dengan cepat Naruto menggenjot Venelana dari belakang yang menungging lemas.

Venelana hanya bisa meracau dan melenguh menikmati permainan Naruto

Gerakan pinggul Naruto semakin cepat, dada besar Venelana juga ikut bergoyang, Naruto meremas dada Venelana.

"Aaahhh! Naru-kun lebih cepat! Aaahhh! a-aku akan Keluar lagi! Kyaaaahhhnnn!"

"Okaa-chan aku juga keluar Aaakkkhhhh!!!"

Croot! Croot! Croot! Croot!

Dan pada hentakan terakhir, Naruto membenamkan penis nya sambil menyemburkan sperma kedalam vagina Venelana.

Dengan perlahan Naruto menarik penisnya dan membaringkan tubuhnya disamping Venelana.

"Ahhhh!"

Venelana terpekik karena penis Naruto tertarik keluar dari vaginanya.

Kemudian Venelana kembali menindih tubuh Naruto dan membenamkan wajahnya didada bidang Naruto.

Naruto mengelus rambut Venelana dengan pelan dan mengecup dahi Venelana dengan perasaan mendalam.

Kemudian Venelana mendongakan kepalanya, lalu menarik kepala Naruto agar mendekat kearahnya dan mencium bibir Naruto.

"Emmhhh~"

Ciuman yang begitu romantis bagi mereka berdua.

Tak beberapa lama Venelana melepaskan ciuamannya.

"Umm. Sebaiknya kita segera mandi. Lihat sudah jam 10. Jangan sampai Ibu mu yang cantik ini mati bercinta karena baumu itu."

Ucap Venelana sambil menyeret Naruto mandi bersama.

"Siap Mom!"

Akhirnya dua sejoli itu mengakhiri kegiatan intim mereka dan segera mandi mandi bersama.

Namun saat didalam kamar mandi, masih terdengar suara desah-desahan yang keluar dari mulut Venelana, ternyata Naruto masih melakukannya didalam sana.

To Be Continue...