My New Mom And Sister Capítulo 9

Naruto Pov Now!!!

Memulai aktivitas di pagi hari memang sangat menyenangkan.

Lihat saja para penduduk kota Konoha, walaupun matahari belum terbit sepenuhnya tapi jalanan sudah terlihat ramai sekali.

Mulai dari aktivitas transaksi jual beli, anak anak kecil yang berlarian kesana kemari, jogging di pagi hari dan lain lain.

Saat ini aku sedang berjalan pulang menuju rumah.

Aku baru saja pulang dari kegiatan study tour sekolah dan ini sungguh membuat tubuhku lelah.

Oh iya, status ku saat ini seorang pelajar kelas XI.

Aku bersekolah di Konoha High School, sekolahnya terbilang sederhana tapi menyimpan banyak murid yang berprestasi.

Untung saja jarak antara rumah ke sekolah hanya 300 meter, jadi aku tak perlu menaiki kendaraan umum.

Akhirnya setelah beberapa menit berjalan, sampailah aku dirumahku, dengan papan disamping pintu yang ada tulisanya, yang bertuliskan 'Kediaman Namikaze' ya itu margaku.

Dan tanganku berusaha ingin mengetuk pintu tersebut.

Tok Tok Tok.

.

Normal Pov Now!!!

.

Didalam rumah kediaman Namikaze, terlihat sepasang wanita sedang melakukan aktivitas memasak.

Mereka berdua tak lain adalah nyonya Namikaze Venelana dan putri sulung keluarga Namikaze yaitu Namikaze Rias.

Tok Tok Tok.

Mendengar sebuah ketukan pintu membuat Rias mengalihkan iris nya ke arah Venelana

"Okaa-sama sepertinya ada orang yang mengetuk pintu, aku buka kan pintu dulu ya."

Ucap Rias sambil menaruh pisau yang ada ditangan nya.

"Tak perlu Rias-chan, biar aku saja kau lanjutkan saja memasaknya."

"Baiklah Okaa-sama."

Dan Rias melanjutkan acara memotong sayuranya lagi, dan Venelana yang berjalan untuk membuka kan pintu tersebut.

Tok Tok Tok.

"Iya tunggu sebentar."

Setelah melepas apron memasaknya, Venelana bergegas melangkah menuju ke sumber suara.

Kriiet!

"Tadaima!"

Venelana mematung karena yang datang kerumah nya adalah anak tirinya yaitu Naruto, yang baru saja pulang dari study tour selama 2 hari.

"Ara~ Okaeri Naru-kun~"

Dengan perasaan kangen terhadap Naruto selama 2 hari tidak bertemu dan tidak bisa mengajaknya 'bermain', Tanpa babibu Venelana langsung memeluk anak tirinya itu, lalu membenamkan kepala Naruto ke payudara besar nya.

"O-okaa-chan lepaskan! Aku bi-bisa mati jika dipeluk te-terus-terusan se-seperti ini."

Ucap Naruto dengan nada sedikit kesal dan malu, sambil berusaha melepas pelukan maut sang ibu tiri, dan berhasil.

Walau dalam hati sebenarnya ia senang karena bisa merasakan sensasi lembut dari payudara ibu tirinya itu.

"Mou Naru-kun~ memang tidak boleh ya Okaa-chan, rindu padamu~ walaupun 2 hari kamu tidak ada, Okaa-chan rindu disentuh olehmu Naru-kun~"

Ucap Venelana dengan nada manja sambil memainkan jarinya didada Naruto.

"O-okaa-chan jangan Sekarang, dan bukan nya kau tidak boleh rindu padaku, hanya saja pelukan mu itu sangat mematikan tahu!"

Ucap Naruto dengan nada canda.

"Hihihi... Baiklah."

Dan Venelana menanggapi candaanya.

"Dan apa Tou-chan sudah pulang Okaa-chan?"

Tanya Naruto.

"Belum Naru-kun, Minato-kun belum pulang, bahkan dia belum memberi kabar jika ingin pulang."

Sahut Venelana.

"Padahal ini sudah seminggu, kenapa dia belum pulang juga yah?"

Tanya Naruto lagi.

"Yah... Okaa-chan tidak tau. Oh ya ngomong-ngomong Bagaimana study tour mu Naru-kun, apa menyenangkan?"

Kali ini Venelana berbalik tanya.

"Menyenangkan apanya! itu malah membuat tubuhku pegal semua!"

Gerutuan Naruto membuat Venelana gemas.

Ia tak tahan untuk tidak memeluk lagi anak tirinya itu.

"Uwaa! Okaa-chan lepaskan Aku! Sekarang aku penuh keringat tau! Aku mau-ughh!"

Perkataan Naruto terhenti ketika merasakan ujung penisnya menyentuh selangkaan Venelana yang masih tertutupi daster berwarna putih.

"Ara~ Naru-kun mesum~ Baru dipeluk Okaa-chan saja sudah tegang hihihi... Apa kamu mau Okaa-chan lemaskan sekarang hemm?"

Pertanyaan Venelana membuat wajah Naruto Merah padam.

"O-kaa-chan ki-kita bisa lemaskanya nanti saja ya?! A-aku se-sekarang mau mandi terlebih dahulu."

Mendengar ucapa Naruto membuat Venelana tersenyum mesum kearahnya.

'Naruto kau Bodoh! Apa yang kau baru saja kau katakan!'

batin Naruto sambil mengumpat tak jelas.

"Tapi... Okaa-chan maunya sekarang Naru-kun~"

Senyum jahil dan mesum tercetak di wajah cantik Venelana.

Lain halnya dengan Naruto, kini keringat dingin mulai bermunculan di dahi nya.

Ting!

Tiba-tiba ada bohlam lampu 25 watt ada tepat diatas kepala Naruto, itu berarti Naruto memiliki ide agar lepas dari situasi ini

"Okaa-chan, pagi ini... Okaa-chan begitu cantik..."

Ucap Naruto dengan nada seromantis mungkin, sambil membelai pipi Venelana.

Mendengar rayuan Naruto barusan membuat detak jantung Venelana berdegub kencang, wajah nya kini merah padam senada dengan warna rambut anaknya.

Ia tak menyangka anak tirinya ini pandai merayu juga ternyata.

"B-benarkah itu..."

Padahal hanya sebuah rayuan biasa, entah kenapa membuat Venelana begitu senang.

Yah mungkin karena Venelana sudah jatuh hati terhadap putra tirinya ini.

"Iya Okaa-chan... Ya sudah aku masuk dulu ya, badan ku sudah lengket aku mau mandi dulu."

Akhirnya Naruto berhasil mengelabui ibunya.

"Baiklah Naru-kun. Setelah mandi nanti segeralah sarapan, Rias-chan sudah menyiapkan nya."

Setelah berucap seperti itu Venelana sedikit berjinjit mengecup bibir anak tirinya itu, lalu berbalik melangkah kembali dapur.

"Dasar Okaa-chan..."

Ucap Naruto sambil tersenyum simpul, lalu melangkah menuju kamar mandi.

Kita beralih ke Venelana lagi, yang sudah sampai didapur.

"Tadi itu siapa Okaa-sama, aku lihat Okaa-sama terlihat senang sekali?"

Rias langsung melontarkan pertanyaan ketika melihat ibunya senyam senyum sendiri ibarat seorang gadis sedang jatuh cinta.

"Ah Itu tadi Naru-kun yang baru pulang study tour, Rias-chan!"

Balas Venelana sambil mempertahankan senyuman gaje nya.

"Oh ternyata Naru sudah pulang."

Ucap Rias sambil tersenyum gaje juga.

Mendengar sang adik tiri atau pujaan hati nya kini telah kembali dari study tour, entah kenapa membuatnya hal itu membuatnya senang.

Semenjak dirinya pernah diajak kencan olehnya, oleh karena itu Rias sudah kepincut dengan Naruto, apa lagi mereka sudah resmi berpacaran walaupun diam-diam.

Entah kenapa mengingat kata mereka berpacaraan, wajah Rias sedikit merona merah.

"Ri-"

"Ria-"

"Rias-chan kamu tidak apa-apa?"

Venelana memangil anak nya sambil mengibas-ngibaskan kedua tangan nya.

Seketika lamunan Rias buyar ketika sang ibu memanggil nya.

"Ah Ha-ha'i! Ada apa Okaa-sama?"

Ucap Rias yang sudah buyar dari lamunannya.

"Kenapa Kamu melamun Rias-chan? Apa kau sakit? Atau kamu sedang melamunkan seseorang? Siapa ayo~"

Seketika wajah Rias berubah padam mendengar pertanyaan ibunya tersebut

"I-i-itu ti-tidak benar Okaa-sama!"

Rias mencoba menutupi rasa malu nya itu dengan mencoba mengelak dari tuduhan Venelana.

"Hihihi... Okaa-sama cuma bercanda Rias-chan, masa kamu menanggapinya serius. Atau jangan-jangan kamu benar..."

"Okaa-sama cukup! Aku sedang memasak telur disini! Nanti bisa gosong jika Okaa-sama, terus berbicara."

Ucap Rias dengan nada kesal terhadap sang ibu.

"Hihihi... Baiklah Okaa-chan akan melanjutkan merebus kare nya."

Ucap Venelana sambil memasak lagi, tapi pikiranya agak sedikit terganggu, jangan-jangan benar anak gadisnya ini sedang memikirkan seseorang, sampai-sampai ia melamun dengan wajahnya memerah, berarti Rias sedang suka dengan seseorang, tapi siapa? Atau jangan-jangan Naruto?

Itu sepertinya agak tidak mungkin, tapi akhir-akhir ini melihat mereka sangat akrab bukan layaknya seperti saudara lagi tapi seperti sepasang kekasih, kemungkinan besar jika Mereka berdua menyembunyikan sesuatu darinya.

'Aku harus cari tahu mereka punya hubungan atau tidak?'

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

Siangpun Tiba! Sekarang sudah pukul 13.15, Walaupun siang hari ini terasa dingin! Karena cuacanya Sekarang sedang ber awan, mungkin nanti malam akan hujan lebat.

Dan kita beralih ketokoh utama kita yaitu Naruto, yang baru saja baru bangun tidur akibat kelelahan pulang study tour.

Saat sudah mencuci wajahnya diwastafel dikamar mandi, Naruto langsung pergi ingin menuju ruang tengah untuk menonton TV.

Namun saat ia melewati kamar kakak tirinya Rias, terdengar suara Rias yang sepertinya tengah kesal.

Dan dengan segera Naruto menguping suara Rias.

"Akh Sial! Kenapa soal ini susah sekali sih!"

Terdengar seperti Rias tengah mengerjakan sebuah soal yang susah untuk dikerjakan.

Dengan niat baik Naruto segera ingin membantu sang kakak tiri.

"Rias-nee, kau seperti lagi kesusahaan apa boleh aku bantu?"

Rias mendengar suara Naruto dibelakangnya langsung menoleh kebelakang.

"Ah Naru! Kamu bisa bantu aku tidak mengerjakan soal ini? Aku tidak tahu jawabanya!"

Dengan segera Naruto menghampiri meja sang kakak tirinya, ingin melihat soal apa yang tengah dikerjakan sang kakak tirinya itu.

Ternyata soal yang tengah ia kerjakan adalah soal sejarah, tentang orang-orang penemu barang pertama, atau tokoh-tokoh sejarah.

"Oh! Pelajaran sejarah! Kalau ini sih Pelajaran paling aku suka! Karena aku suka baca-baca buku sejarah hehehe! Rias-nee aku mungkin bisa membantumu, mengerjakan soal-soal ini!"

"Benarkah kamu bisa membantuku Naru? Padahal ini pelajaran kelas tiga dan kamu baru kelas dua, apa kamu yakin bisa mengerjakannya?"

Tanya Rias kurang yakin.

"Baiklah coba Rias-nee sebutkan soal pertama essay, biar aku yang jawab!"

Ucap Naruto sambil duduk disamping Rias.

"Baiklah! 'Siapa penemu bola lampu pertama kali? Berserta Kapan ia menemukannya!'."

Ucap Rias yang membacakan soal pertama essay.

"Ah itu sih mudah! 'Thomas Alpha Edison', dia adalah orang pertama memperkenalkan bola lampu pada 31 Desember 1879."

Mendengar jawaban Naruto yang lancar tanpa ragu, Rias terperangah ternyata adik tirinya ini benar-benar tahu akan tokoh-tokoh sejarah.

Dengan segera Rias mengisi essay pertama, yang tadi Naruto ucapkan.

"Sekarang essay kedua! 'Siapa tokoh yunani, yang telah menaklukaan benua Eropa, Asia dan Mesir?'."

"It's Easy! 'Alexander The Great' Raja Macedoni ke-3, dia adalah Pemimpin muda yang dikenal sebagai ahli strategi militer dan ia meninggal dunia pada 13 Juni 323 sebelum Masehi, kerena diracun oleh temannya sendiri."

Dengan segera lagi Rias menulis jawaban yang diberikan Naruto.

"Essay no 3 akan lebih susah Naru jadi bersiap lah! 'Jika burung pelatuk itu tidak bernyanyi, maka-"

Belum menyelesaikan kata-katanya, Perkataan Rias dipotong oleh ucapan Naruto.

"Aku akan menembaknya!' Itu adalah kata-kata dari 'Oda Nobunaga', dia adalah seorang daimyo Jepang yang kejam, yang hidup dari zaman Sengoku hingga zaman Azuchi-Momoyama."

Mendengar jawaban Naruto barusan, Rias lagi-lagi terperangah, atas ucapan Naruto.

"Wah Naru! Ternyata Kamu hebat dalam Pelajaran sejarah ya!"

Puji Rias.

"Hehehe... Biasa saja Rias-nee. Ngomong-ngomong masih ada 7 essay lagi kan, biar aku bantu kau mengerjakan lagi!"

"Ha'i Naru!"

Dan merekapun mengerjakan soal tersebut dengan riang gembira, dengan Rias yang selalu memberi pertanyaan dan Naruto menjawabnya dengan mudah.

Di sela-sela diskusi mereka, sesekali Naruto mencuri-curi pandang ke arah Rias, mulai dari menatap wajah ayunya hingga ke payudaranya yang terhimpit ke meja kecil.

Bahkan Naruto juga berusaha menarik perhatian Rias, dengan cara sedikit menggodanya, memang untuk pertama kali Rias langsung menjawabnya ketus, namun setelah beberapa kali Rias akhirnya mulai tertawa bersamanya.

Naruto merasa Rias telah mulai nyaman berada di dekat Naruto.

"Ngomong-ngomong Rias-nee sangat cantik kalau sedang ketawa."

Ucap Naruto spontan, Rias menoleh ke arah Naruto, sejenak tatapan mata mereka bertemu, dan Rias langsung tersenyum manis kearah Naruto.

"Kamu juga tampan bila tersenyum Naru..."

Naruto tertegun sejenak, tiba-tiba tangan Naruto meraih pergelangan tangan Rias yang terletak di atas meja, sebelum memajukan wajahnya menggapai wajah Rias, sedetik kemudian bibir mereka pun bertemu.

Cup~

Rias hanya diam saat bibir Naruto mengecup bibirnya lembut, jujur sensasi dari bibir Rias terasa lembut dan hangat dirasakan dibibir Naruto, membuat Naruto tidak tahan untuk menjulurkan lidah dan memasukkannya ke mulut Rias.

Rias perlahan mendesah pelan, di saat lidah Naruto dengan lembut menjelajahi bagian dalam mulutnya, hingga bertahan lima menit sebelum ciuman mereka lepas, menyisakan benang saliva diantara bibir Mereka.

Naruto tanpa meminta izin langsung meremas payudara Rias.

Mata Rias terpejam saat tangan Naruto, dengan lembut meremas dua payudaranya, disertai desahaan lembut yang menggoda meluncur dari bibir Rias.

"Aahhh! Naruhh! Ummmhh!"

Rias menggigit bawah bibirnya mencoba meredam desahan tersebut.

Pikiran Naruto kosong seketika, saat mengetahui bahwa Sang kakak tirinya tidak melakukan perlawanan, seakan memberinya izin, memikirkan hal tersebut Naruto tidak kuasa lagi berbuat lebih pada Rias.

Kembali Naruto sambar bibir ranum Rias, melumatnya kasar sambil terus meremas payudara Rias, Rias hanya dapat meracau saat Naruto berbuat seperti itu pada tubuhnya.

Lima menit kemudian ciuman merekapun terlepas, Rias langsung membuka mulutnya lebar, menghirup oksigen dengan kasar.

"Naru... Ayohh kita lakukan..."

Remasan tangan Naruto pada payudara Rias berubah menjadi cengkraman, saat Rias mengatakan hal tersebut, Rias tersenyum singkat sebelum mendekatkan tubuhnya Naruto.

Ia membuka celana Naruto, melucuti hingga celana dalam Naruto pun ia buang ke sembarang arah, begitupun dengan Naruto langsung melepas baju Rias dan Membukakan Pengait bra milik Rias, membiarkan payudara Rias bergelantungan di hadapannya.

Sebelum Rias bereaksi, Rias membungkuk di hadapan Naruto, mencium penisnya beberapa kali sebelum menjilatnya dengan liar, bahkan tetesan saliva Rias jatuh ke lantai.

Rias mengulum penis Naruto kemudian, memanjakan penisnya dengan lidah hangatnya di dalam mulut sambil meremas-remas buah zakarnya.

"Huumpp... Emmhh~ Puahhh~ Bagaimana Naru apa ini terasa nikmat?"

Tanya dan desah Rias setalah melepas kulumanya pada penis Naruto.

"Iyaahh... Rias-nee... Kau semakin lama makin hebat! Dalam hal mengulum penisku shhh!"

Ucap Naruto sambil mendesah.

"Arigatou Naru! Baiklah aku lanjutkan lagi ya! Mmmhhh~"

Riaspun melanjutkan mengulum penis Naruto.

Rias mengulum penis Naruto hingga ke pangkalnya.

Terkadang dia mengeluarkan penis Naruto dari mulutnya dan menjilatinya dengan lidahnya.

Sepuluh menit kemudian, Rias merasakan penis Naruto akan berejakulasi.

Rias pun segera mengulum penis Naruto dengan sangat cepat.

"Ahhh! Ahhh! Rias-nee aku ingin keluarrrhh!"

desah Naruto saat merasakan kuluman super cepat yang diberikan oleh Rias.

Tak berapa lama kemudian, penis Naruto menyemburkan seluruh cairan spermanya.

"Uugghh! Rias-nee!!! Keluar!!! Aarrggg!!!"

CROOT! CROOT! CROT!

Sperma Naruto akhirnya keluar, dengan jumlah yang tidak sedikit, hingga menyemburkan nya tidak hanya didalam mulut Rias, bahkan wajah dan payudara Rias sudah dipenuhi oleh sperma Naruto, dan badan Naruto lemas seketika.

"Go-gomen! Ri-rias-Nee! A-a-aku me-membasahi wajahmu!"

Seperti tidak menghiraukan ucapan Naruto, Rias malah mencolek sperma Naruto yang ada diwajahnya, lalu memasukanya kedalam mulutnya.

"Hmm~ tidak apa Naru, Slurp~ Spermamu rasanya manis kok."

Ucap Rias setelah menelan seluruh sperma Naruto yang disemburkan diwajah dan dadanya kedalam mulutnya.

"Gleek!"

Rias menelan semua cairan sperma Naruto hanya dengan sekali tenggak, Rias melepas kuluman penis Naruto dan mulai menjilati sisa sisa sperma yang melumuri penis Naruto.

"Apa mau di lanjut Rias-nee?"

tanya Naruto.

"Tentu saja Naru, ayo sekarang puaskan aku."

Ucap Rias dengan nada menggoda.

Tentu saja ucapan kakak tirinya membuat Naruto tersenyum senang, diri nya menuntun Rias untuk berbaring di atas ranjang lalu Naruto melepaskan rok hitam pendek dan cd pink yang dikenakan Rias, dan membuka paha Rias lebar lebar, sehingga diri nya bisa melihat vagina indah tanpa bulu milik rias.

"Sekarang aku akan membuatmu mendesah nikmat Rias-nee..."

Senyum nakal terlihat di wajah Rias saat mendengar Naruto ingin membuat nya mendesah.

Diri nya tidak sabar menikmati perlakuan Naruto pada tubuh nya.

Apa lagi saat membayangkan penis besar itu memasuki vagina nya, membuat Rias semakin bernafsu.

"Baiklah Naru... puaskan aku sekarang."

Naruto juga langsung menahan pergelangan kakinya dan merendahkan wajahnya ke arah vagina merah Rias.

Menghirup aroma memabukan itu, sebelum menjilati lelehan cairan vaginanya hingga bersih, kemudian menyeruput sumber cairan itu lalu Naruto menusukkan lidahnya ke dalam vagina Rias.

"Ohhn! Aahhh! Naruuuhhh! Aahhh!"

Rias meronta-ronta seketika, di saat lidah Naruto memasuki dan mengobrak-abrik vaginanya sehingga ia semakin basah dan kebanjiran.

Naruto menjilati serta menggigit kecil klitoris Rias.

Merasakan jilatan serta gigitan kecil di klitoris nya tentu saja Rias mendesah nikmat, diri nya tersenyum senang merasakan sensasi nikmat yang berpusat di vagina nya.

Cairan itu bagai obat perangsang bagi Naruto, tak kuasa menahan gejolak nafsunya, Naruto pun menghentikan jilatannya terhadap vagina Rias, dan Rias hanya menatapku kesal sebelum ia tersenyum Senang saat Naruto mengangkatnya memasang posisi cowgirl, dengan penisnya menyentuh liang senggemanya.

"Aku masukan yah... Rias-nee..."

Ucap Naruto sambil menggesekan kepala penisnya di vagina Rias.

"Aahhh... Iyaahh... Naruhnnh... Masukanlah..."

Tiba tiba Naruto mengangkat bokong sintal milik Rias lalu menggenggam batang penisnya.

"Aku sudah tidak tahan lagi Naruuuhh..."

Lalu batang penis Naruto langsung memasuki lubang vagina Rias alhasil membuat Rias, mendesah kencang.

Dan dengan sekali hentakan membuat penis Naruto tertanam di vagina Rias.

Blesshh~

"Ahhhkk~"

Walaupun kewanitaannya sudah pernah dimasuki penis Naruto sebelumnya, Rias masih merintih saat penis Naruto masuk sepenuhnya, sampai menyentuh rahim Rias.

"Tak usah buru-buru Rias-nee~"

Ucap Naruto saat melihat kakak tirinya yang seperti menahan nyeri.

Rias yang mendengar ucapan Naruto tersenyum, penuh arti memandang Naruto.

Setelah beberapa saat Rias mulai menaik-turunkan pinggulnya, dengan Kedua tangannya menumpu di dada bidang Naruto.

"Aahh~! Nikkmaatt~! Naruuuhh~! Aahhh~! Aaahh~! Ugghhh~!"

Desahan Rias seolah menjadi melodi yang indah ditelinga Naruto.

"Naruhh! hisap payudara kuuuhh! Aahh! Ahh!"

Naruto yang mendengar perintah itu langsung menghisap dan mengulum puting susu Rias.

"Ahh! emhhh terushh Naruuuh!"

Erangan Rias membuat Naruto bersemangat.

Dengan perlahan Rias mulai memompa naik turun pinggulnya.

"Ahnn! Riad-nee vaginamu benar benar sempit ahhh! Emmhh~"

Kini Naruto semakin gencar menghisap puting Rias.

"Yya disituh Naru Hisapph lagihh! Aaahh! Aaahh!"

Rias mengerang nikmat ketika Naruto memilin puting susu miliknya.

Merasa goyangan Rias terlalu lamban, kini Naruto mencoba untuk memompa pinggulnya.

"Hiyaahh lebihh chepath Naruuuhh!"

Ekspresi Rias kini seperti Ahegeo, lidahnya menjulur keluar serta air liur nya yang menetes dari mulutnya.

10 menit pun telah berlalu dan kini Rias hampir sampai pada puncaknya

"Rias-nee aku hampir keluar!"

Naruto semakin mempercepat gerakan pinggulnya.

"Emhhh! Aah! Aaahh! keluarkhan! di dhalam Naruuhhh! kyaaahh!!!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Rias pun sampai pada puncaknya.

Orgasme pertamanya ini benar benar membuat nya merasa sangat kenikmatan.

"Naruhh! ahhh! kumohon berhentilah sejenak aahh! Aahhh!"

pinta Rias dengan wajah memelas.

"Sebentar Rias-nee! Aku belum keluar!"

Ucap Naruto sambil terus mengenjot Rias.

Lalu Naruto tiba-tiba mencabut penisnya dari vagina Rias, lalu Naruto membalik tubuh Rias sehingga membuatnya menungging.

Rias hanya pasrah Saat Naruto mulai memasukan penis nya kembali.

Sebelum meremas pantat Rias, Rias tampak mendongak bersiap menyambut kehadiran penis Naruto di dalam tubuhnya lagi.

Dengan hentakkan kuat penis Naruto kembali memenuhi vagina Rias, Rias merasa vagina nya kembali penuh Saat penis besar itu memasuki Diri nya lagi, tubuhnya terdorong saat penis Naruto menghujam masuk dengan tenaga maksimal. .

"UGHH!"

lenguh Rias Saat penis Naruto berhasil masuk kedalam vagina nya.

Mendengar lenguhan Rias membuat Naruto semakin bersemangat.

Naruto belum menggerakan penis nya tapi Rias sudah seperti melayang.

Setelah beberapa Saat Naruto mulai menggerakan penis nya.

Ia meracau dan mendesah kuat, bahkan liurnya ikut menetes keatas kau saat lidahnya menjulur keluar.

"Aaaah! Emmhh! Akhhhh! Aaaah!"

Melihat keringat yang menetes dari punggung Rias, membuat Naruto tidak tahan untuk menjilatinya, sambil terus memacu penisnya, Naruto menijilati setiap inchi punggung mulus itu dan meremas kedua payudaranya dari belakang.

"Aahh! Naruuuhh! Aku keluar lagi! Kyaaaaahhhh!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Tubuh Rias mengejang dan bergetar sebelum cairan vaginanya kembali melumasi penis Naruto.

Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!

Walau tubuh Rias terkulai lemas, Naruto masih belum puas, dengan menarik sikut Rias dan sekali hentakkan kuat hingga menembus rahim.

"Rias-nee aku juga keluar aaahhh!"

Croot!!! Croot!!! Croot!!!

Penis Naruto pun menembakan spermanya, memenuhi rahim Rias.

Begitu banyaknya semprotan sperma Naruto, sehingga meluber keluar dari vagina Rias.

Tubuh Rias menegang saat penis Naruto menyirami rahimnya, ia bergetar sambil seseduan karena menahan gelombang nikmat yang ia rasakan.

Naruto melepas sikut Rias, membiarkan tubuhnya terkulai lemas di kasur dengan penis Naruto yang masih menancap di vagina Rias.

Tiba-tiba Naruto mendekatkan mulutnya ketelinga Rias, lalu membisikan sesuatu.

"Rias-nee... bersiaplah untuk ronde selanjutnya... Karena aku belum puas, Ayo kita ganti posisi."

Tanpa menunggu Rias pulih, Naruto memutar tubuh Rias agar telentang tanpa melepas persatuan mereka.

Dan langsung saja menggenjot vagina Rias dengan tempo cepat.

"Ahhhh~! Aaahhh~! Tungguhh~! Naruuuhh! masih sensitif~! Ahhhh! Ahhh!"

Desah Rias terkejut karena Naruto tiba-tiba bermain secara kasar.

"Maaf! Rias-nee! aku! Belum keluar~ ahh! Ahh!"

"Aaahh~! Aahnnnn~!"

Akhirnya Rias mendesah nikmat kembali saat Naruto menggenjot vaginanya brutal.

"Uugghh! Aahhh! Aah! Rias-nee!"

Plaakk Plaakk!

Plaakk Plaakk!

5 menit menggenjot dengan tempo cepat, penis Naruto mulai berkedut.

Otot-otot diseluruh tubuhnya menegang.

Mata Rias sudah merem melek, dengan kedua tangannya memegang dada bidang Naruto.

Kedua tangan Naruto pun sudah nakal sejak pertama kali ia menggenjot Rias dengan brutal.

Kedua tangannya itu meremas kedua payudara Rias agak keras, sambil terus menghentakkan pinggulnya keras dan cepat.

"Rias-nee! Aku hampir sampaaii!"

"Aahhh! Aahh! Chepaat~! Ahhh! Lhebiiih! Chepaat! Aaahh! Naruuhhh! Aahh! Aahh!"

Sudah lebih banyak desahaan yang keluar dari mulut Rias, daripada ucapannya.

Plaakk! Plaakk! Plaakk!

Tak mampu menahan lebih lama lagi, Kaki Rias bergetar hebat.

"Naarruuhhh! A-a-aku keluaaarr! Kyyyaaaaaannnnn!!!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Cairan cinta kembali menyemprot, meluber membasahi kasur yanh menjadi saksi biru pergulatan panas kedua insan kakak beradik tiri ini.

"Sebentar lagi Rias-nee! Aaahh! Aahh! Aaahh!"

Naruto terus menggenjot Rias tak kenal ampun.

Ia ingin segera melepaskan beban hasrat seksual yang ia tahan sedari tadi.

"Aaahhh! Rias-nee! Aahh! Aahh! Aahh!"

Rias hanya diam saat dirinya terus digenjot habis-habisan, sebenarnya ia merasa sangat nyeri karena masih sensitif setelah orgasme keempat kalinya.

"Akkuu! Keluaar! Rias-nee!!! Aaakkkhhh!!!"

Crooot Crooot Crooot

Kedua tangan kekar Naruto mencengkram pantat sintal Rias, ia menyemburkan sperma yang banyak ke dalam liang senggama Rias.

"Aaahhh!"

Rias yang rahimnya disemprot sperma hangat Naruto juga tak kuasa menahan orgasme Kelima kalinya, Rias mengalami multi orgasme hari ini.

Cairan sperma Naruto memenuhi vagina Rias bahkan sampai meluber keluar disela-sela vaginanya, karena saking banyaknya.

Nafas keduanya sama-sama memburu, adrenalin yang tinggi perlahan mulai stabil.

Otot-otot menjadi lemas seketika, Naruto langsung ambruk memeluk Rias dari samping, tanpa melepaskan penyatuan mereka.

Naruto mengelus rambut Rias dengan pelan dan mengecup dahi Rias dengan perasaan mendalam.

Kemudian Rias mendongakan kepalanya, lalu menarik kepala Naruto agar mendekat kearahnya dan mencium bibir Naruto.

"Emmhhh~"

Ciuman yang begitu romantis bagi mereka berdua.

Tak beberapa lama Rias melepaskan ciuamannya.

"Aishiteru Naru..."

Ungkap Rias dengan nada lirih.

"Aishiteru mo Rias-nee."

Lalu Naruto mengecup lagi bibir peach Rias untuk kedua kalinya.

Tanpa mereka berdua sadari, dibalik tembok dekan pintu gudang terlihat seorang Venelana, terduduk sambil menggesek gesekan vaginanya dengan tangan kirinya, dan meremas-remas dadanya yang berisi alhasil membuat susunya keluar, dan Terlihat cairan kental berceceran disekitarnya menandakan bahwa ia baru saja orgasme.

"Fufufu... Jadi inikah hubungan mereka berdua, tak ku sangka Naru-kun sudah melakukan sejauh ini terhadap Rias-chan. Awas kamu Naru-kun, berani berani-nya menyetubuhi anak gadis kesayangan Okaa-chan... Rasakan hukumanmu nanti malam Naru-kun hihihi..."

Senyum menggoda Venelana tampilkan pada wajah cantik nya.

.

.

My New Mom And Sister.

.

.

Malampun tiba! jam dinding sudah mengarah pada pukul 21.00 P.M.

Saat ini Naruto tengah berada didalam kamarnya, sambil sedang membaca komik diatas kasurnya.

Melihat adegan dikomik dimana sang tokoh utama dalam komik tersebut, tengah menangis karena akan ditinggalkan selamanya oleh sang ayah, yang sebenarnya sudah mati tapi ia dihidupkan lagi dengan sebuah ritual aneh.

Naruto yang melihat adegan tersebut, langsung teringat sang ayahnya yang seharusnya pulang hari ini namun ia belum pulang juga.

Naruto kemudian menutup komik tersebut, lalu mengambil handponenya yang berada diatas meja disamping tempat tidurnya.

Naruto langsung mencari kontak WA sang ayah, saat sudah ketemu Naruto menekan tombol telepon handponenya, dan langsung menaruh ketelinganya.

''Halo Tou-chan?''

'Halo! Ada apa Naruto?'

"Tidak ada-apa Tou-chan, hanya saja kenapa Tou-chan belum pulang hari ini? Seharusnya hari ini Tou-chan pulangkan? Kenapa Tou-chan belum pulang?"

Tanya Naruto dengan sedikit nada khawatir.

'Ohh... Sebenarnya Tou-chan jadwal kerja Tou-chan disini bertambah 3 minggu Naruto.'

Perkataan Minato barusan membuat Naruto terkejut setengah mati.

"Apa?! 3 minggu?!"

'Iya 3 minggu Naruto, dan maaf Tou-chan belum kasih kabar ini, tapi tenang saja! setelah pekerjaan ini selesai Tou-chan akan diliburkan selama 2 minggu! Nanti kita liburan keluarga oke! Dan tolong kasih kabar ini ke Okaa-chanmu, karena aku belum memberi tahunya tentang kabar ini, Naruto.'

"Ha'i Tou-chan..."

'Ngomong-ngomong kabar kau, Rias-chan, dan Venelana, bagaimana?'

"Kami baik-baik saja Tou-chan, dan akupun sudah akrab dengan Okaa-chan maupun Rias-nee.

'Oh... Baguslah kalau begitu! Sudah dulu yah Naruto, Tou-chan ada panggilan kerja lagi, Tou-chan putuskan sambunganya ya. Nanti Tou-chan telepon lagi!"

"Yasudah Tou-"

tuut... tuut... tuut...

Perkataan Naruto terputus karena Minato mematikan handponenya.

Naruto meletakkan kembali handponenya diatas meja disamping tempat tidurnya

Naruto memejamkan matanya, mencoba menghilangkan rasa gundah dihatinya.

Namun saat ingin menutup matanya kealam mimpinya, suara decitan pintu yang terbuka membangunkanya.

Naruto meneoleh kearah pintu kamar tersebut.

Naruto terbelak kaget karena yang memasuki kamarnya, adalah ibu tirinya.

Tapi bukan itu yang membuat ia kaget, tapi penampilannya lah yang membuat Naruto kaget.

Bagaimana tidak, saat ini Venelana hanya memakai lengrie, yang tipis berwarna hitam yang memperlihatkan kedua aset yang bombastisnya yang ditutupi bra merah, dan cd berwarna senada.

''O-okaa-chan?! Ke-kenapa kau berpakaian se-seperti-Uwaaa!"

Tiba-tiba Naruto langsung diterkam oleh Venelana.

"Ka-kau kenapa O-okaa-chan? Okaa-chan kesurupan ya?!"

Ucap Naruto dengan nada panik, Karena tiba-tiba ibu tirinya langsung memeluknya dan mengalungkan tangannya dilehernya.

"Naru-khuun... Ayo Kita bercinta..."

Ucap Venelana sambil menjilati wajah Naruto.

"O-okaa-chan?! A-apa yang ka-"

Issee no sei~ de fumikomu gorain~ Bokura wa! nani mo! nani mo! mada shiranu!*

(Kalau ada yang tahu lagu ini, kalau boleh dilanjutkan liriknya hehehe...)

Tiba-tiba suara ringtone Handpone Naruto berbunyi, menandakan ada yang menelepon dirinya.

'Itu pasti Tou-chan!'

"Okaa-chan menyingkir sedikit!"

Ucap Naruto sambil melepaskan pelukan Venelana, dan berhasil!

Dan dengan segera ia mengambil handponenya yang tengah berdering diatas lemari kecilnya.

"Iya Tou-chan? Ada apa?!"

'Oh ya Naruto! Aku lupa memberi tahu mu lagi jika Tou-chan sudah mengirimmu sedikit uang, langsung ke rekening mu."

"Oh Ha'i! Tou- akh!"

Tiba-tiba Naruto mengerang.

"Hei jangan abaikan Okaa-chan!"

Penyebabnya karena tiba-tiba Venelana memeluk Naruto dari belakang.

'Hei Naruto kau tidak apa-apa?'

Tanya Minato dengan nada khawatir.

"Okaa-chan beri aku ruang... Ah Tou-chan! Tadi aku uhh... Sedikit merengangkan ahh... Tulang-tulangku mangakanyaahh... Tadi tiba-tiba tulang belakangku berbunyi keras uhh... Mangkanya tadi aku sedikit ah... Mengerang."

Ucap Naruto mengelak sambil mendesah, karena saat ini Venelana tengah menjilati telinga kirinya, sambil memilin kedua puting Naruto dengan tangannya, yang sudah ada didalam pakaian Naruto.

"Okaa-chan beri aku sedikit ruang..."

Ucap Naruto dengan volume suara yang seperti berbisik agar sang ayah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya saat ini.

Naruto berusaha melepaskan jeratan pelukan dan jilatan dikupingnya dari Venelana, malah Venelana mengeratkan pelukannya ditubuh Naruto.

''Jika kamu terus mengabaikan Okaa-chan... Okaa-chan akan memperkosamu loh..."

Ucap Venelana sambil meremas-remas penis Naruto yang masih ditutupi celananya.

"Ah! Okaa-chan apa yang kau lakukan? Nanti kita uhh... Ketahuaan..."

'Naruto sepertinya kau kurang sehat sepertinya kau kurang sehat, apa kau baik-baik saja nak?'

Tanya Minato lebih khawatir lagi.

"Ah Tou-chan! Aku uhh... Tidak Apa-apa ahhh... Hanya sajaahh... Aku sedikit pusing dan kurang enak aahhh... Badan saja hehe..."

Tiba-tiba Venelana sudah berada di selengkangan Naruto, ia tengah membuka reseleting celana Naruto, alhasil membuat Naruto terkejut.

'Banyak-banyak makan bubur hangat, jangan makan yang keras-keras terlebih dahulu dan minum obat yang teratur ya Naruto, dan jika kau belum sembuh selama beberapa hari, Tou-chan akan pulang cepat!'

Venelana Sudah mengeluarkan penis Naruto dari sangkarnya, dan langsung saja menjilat-jilati penis Naruto bagaikan lolipop.

"Akh! Kau tidaakkh! Perlu repot-repot dataanggh! Cepat-cepat Tou-chan! Aku ughh! Akan sembuh dengan cepat kok! Akkhh!"

Ucap Naruto sambil mendesah sedikit tertahan, karena Venelana terus-terusan menjilati kepala penisnya, lalu tiba-tiba mengulum penisnya.

"Uggghh... Okaa-chan... Tungguhhh... Aahh..."

Desah Naruto tertahan.

'Suaramu tidak meyakinkan Naruto, lebih baik nanti Tou-chan akan mengambil libur satu hari untuk melihat keadaanmu.'

Venelana terus mempercepat kulumanya pada penis Naruto, dan sesekali Venelana mengulumnya sampai pangkal tenggorokan.

"Aahh! Tiddaahh! Aapaah-apahh! Tou-chan! Aku baik sajaahh! Tidak perlu di jenguuk! Akuuhh! tidak maauuhh! Menggangu pekerjaaahhnn! Muuh!"

Sudah lebih banyak desah di setiap perkataan Naruto.

"Aku akan membuatmu bertambah nikmat Naru-kun~"

Venelana langsung melepas kuluman pada penis Naruto, lalu ia membuka lengrie, bra dan juga cd nya juga, lalu tiba-tiba Venelana menghimpit penis Naruto dengan kedua payudara besarnya.

Alhasil membuat Naruto terkejut, dan mendesah sedikit keras dari pada yang tadi.

"Akkhh! Aakkhh! Okaa-chan! Aakh!"

Desah Naruto semakin menjadi-jadi, namun sebisa mungkin ia sedikit menahanya

'Kau yakin Naruto?'

"Aahh! Ahh! Ha'i... Tou-chan! Aahh!"

Venelana semakin gencar menaik-turunkan payudaranya memberi kenikmatan tersendiri bagi Naruto.

Ia memberikan saliva pada penis Naruto, membuat penis Naruto licin untuk digerakkan naik turun oleh payudaranya, Tak lupa juga ia mengulum ujung penis Naruto.

Naruto sudah tidak tahan, dengan sesuatu yang akan keluar dari tadi.

"Aakkhh! Aaakkhh! Okaa-chhanh! Aakkhhu! Keluuuaarrhh!"

Crooot!!! Crooot!!! Crooot!!!

Hingga cairan putih kental nan hangat keluar dari penis Naruto, membasahi kedua payudaranya, serta menutupi wajah cantik wanita itu.

'Baiklah Naruto, yang penting Sekarang kau sering-sering jaga kesehatanmu, tapi jika kau belum sembuh selama 3 hari, maka Tou-chan mau tidak mau akan mengambil cuti selama 1 hari untuk menjengukmu, oke!'

"Ahh... Ha'i Tou-chan..."

Ucap Naruto dengan nafas yang lemas.

'Baiklah Tou-chan tutup dulu telepon nya ya! Bye!'

Tut... Tut... Tut...

Minato langsung mematikan telepon Nya.

"Nah! Minato-kun sudah tidak meneleponmu! Bagaimana mau dilanjutkan, Naru-kun?!"

"Okaa-chan... Hah... Aah... tadi itu aahh... ekstrim sekali aahh..."

"Tapi kamu sukakan Naru-kun~"

Ucap genit Venelana sambil mengocok penis Naruto.

"Aahh! Iya aku suka aahhh! Okaa-chan. Tapi kenapa tiba-tiba Okaa-chan melakukan ini secara tiba-tiba? Tidak seperti biasa?"

Mendengar Perkataan Naruto barusan, Venelana langsung mendekatkan mulutnya ketelinga Naruto.

"Karena aku sangat terangsang saat melihat kamu bermain bersama Rias-chan tadi siang."

Mendengar ucapan Venelana barusan, membuat Naruto terkejut setengah mati, dia telah ketahuan bercinta dengan Rias oleh Venelana.

"Ternyata kamu sudah menyetubuhui anak gadisku ya Naru-kun~ kamu benar-benar nakal!"

Ucap Venelana sambil menggoyangkan hidung Naruto dengan tangannya.

Mendengar ucapan Venelana lagi membuat wajah Naruto bertambah merah.

"Ngomong-ngomong... Okaa-chan juga mencintaimu Naru-kun..."

Mendengar sang ibu tiri yang terakir membuat Naruto, kaget setengah mati lagi.

"Dan aku sudah tidak mencintai Tou-chanmu lagi, tapi aku mencintaimu..."

"Ta-tapi kita Okaa-"

"Sshhh!"

Perkataan Naruto langsung terpotong karena bibirnya ditutup oleh jari telunjuk Venelana.

"Okaa-chan tahu kalau status kita sekarang hanyalah ibu dan anak, tapi... Mau kah kamu menjadi kekasih gelapku saja Naru-kun? Itu sudah membuatku bahagia!"

Ucap dan mohon Venelana sambil merapatkan kedua tangannya seperti orang berdoa.

Merasa tidak enak jika Naruto menolak sang ibu tiri menjadi kekasih gelapnya, karna ibu tirinya yang entah bagaimana bisa jatuh cinta kepadanya.

Dan dengan segera Naruto menerima Venelana menjadi kekasih gelapnya.

"Ha'i Okaa-chan... Aku mau menjadi kekasih gelapmu..."

Mendalam hal itu Venelana langsung tersenyum senang, dab Venelana langsung membantu Naruto untuk melepas seluruh bajunya, akhirnya Naruto sudah telanjang bulat juga.

Venelana berlutut di hadapan Naruto, wajah nya tepat berada di depan penis Naruto.

Lalu dengan senyum nakal dia menjilat ujung penis Naruto dan memasukan nya kedalam mulut nya.

Venelana mulai memaju mundurkan kepala nya memberi Naruto blowjob.

"Ahhh... Kau semakin pintar melakukan blowjob Okaa-chan! Uhh! Rasanya sangat nikmat!"

Venelana senang mendengar ucapan Naruto.

Dia semakin bersemangat memberi palayanan menggunakan mulut nya.

Maka dari itu, Venelana semakin cepat menggerakan kepala nya.

"Ahhh! Aahh! nikmat sekalih!"

Desah Naruto senang.

Lima menit Venelana melakukan blowjob pada penis Naruto dan dia merasakan jika penis Naruto mulai berdenyut.

Venelana tau jika sebentar lagi Naruto akan sampai.

Tak berapa lama kemudian, penis Naruto menyemburkan seluruh cairan spermanya di dalam mulut Venelana.

"Uugghh! Okaa-chan!!! Keluar!!! Aarrggg!!!"

CROOT! CROOT! CROT!

Sperma Naruto akhirnya keluar, dengan jumlah yang tidak sedikit.

Sangat banyak sampai mulut Venelana hampir penuh.

Venelana mengelurkan penis Naruto dari dalam mulut nya lalu dia menelan sperma Naruto dengan senang hati.

"Gleek!"

"Seperti biasa Naru-kun, spermamu rasanya sangat enak!"

Ujar Venelana setelah menelan sperma Naruto.

Wajah nya tersenyum nakal memandang Narut.

"Akan kuberikan rasa yang lebih nikmat untukmu Okaa-chan."

Ucap Naruto dengan senyum nakal.

Naruto langsung menyuruh Venelana berdiri lalu menghadapkan Venelana pada tiang-tiang kasur.

Naruto mendorong punggung Venelana agar membungkuk dan wanita itu dengan reflek menggunakan tangan nya bertumpu pada tiang kasur.

"Sekarang kita mulai permainan yang sesungguh nya Okaa-chan!"

Naruto mengarahkan penis nya pada vagina Venelana, lalu dia mendorong nya kedapan sehingga penis nya mulai tenggelam kedalam vagina Venelana.

"Uggh... Ahhhh! Shhh... rasanya sungguh nikmat Naru-kun~"

Erangan nikmat keluar dari mulut Venelana saat dengan pelan penis Naruto memasuki vagina nya.

Dia menoleh kebelakang lalu berkata.

"Ayo Naru-khuun shhh... Gerakan penismu!"

Pinta nya dengan senyum nakal.

Dengan seringai senang, Naruto mulai menggerakan penis nya seperti permintaan Venelana, lalu desahan yang lebih keras terdengar dari mulut wanita seksi itu.

"Ahhhn! ahhh! ahhh! Yaahh~ Nikmat... nikmat sekali aahh! Aaahh! Naru-khhuun! Ohhhh!"

Desah Venelana senang.

Tubuh Venelana terhentak setiap kali Naruto medorong pinggul nya dan payudara nya bergoyang indah mengikuti irama.

"Uhhh! vaginamu juga sangat nikmat Okaa-chaan! Akkhh! Sangat panas di dalam! Ugghhh~!"

"Ahhh! nikmati Naru-kun~! nikmati vaginaku sepuasmuh! Aahh! Aahh! Aku milikmu lakukan apapun yang kau mauuhh! Ahhhn! Aahhnn!"

Mendengar ucapan Venelana, Naruto langsung mempercepat gerakan pinggul nya, membuat Venelana terhentak dengan brutal.

"Lebih cepat sayang! ahhh! aku hampir sampai."

"Aku juga Okaa-chan! Aku akan keluarkan di dalam vaginamu. Uhhh! "

"Yaaahhn! berikan padaku Ahhh! Aahh! isi vaginaku dengan sperma panasmu ahhhh! Aahh! Uuhh! Naru-kun!"

Suara 'Plak' terdengar keras saat Naruto mempercepat gerakan pinggul nya.

Dia menggila sampai Venelana harus rela tubuh nya terhentak kasar.

Meski begitu Ibu tirinya itu tersenyum senang karena menikmati nya.

"Ahhh! ahhhn! ahhh! Yaahh! Aku sampai Naru-khuun! Aku keluaaarr KYAAAAAHHH!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Venelana mendesah panjang saat mencapai orgasme, Tubuh nya menegang dengan kaki gemetar.

Wajah nya juga tersenyun senang sambil mendongak ke atas.

"Uhhh! Aku juga Okaa-chan! GUUHHHH!"

Crooot! Crooot! Crooot!

Naruto membenamkan seluruh penis nya di dalam vagina Venelana, lalu dia menyemburkan sperma panas nya.

Venelana melebarkan senyum nya merasakan spermanya Naruto mengalir kedalam rahim nya, rasanya sangat nikmat sampai membuat Venelana ketagihan.

"Ganti posisi, sekarang Okaa-chan telentang."

Naruto mencabut penis nya dari dalam vagina Venelana.

Lalu Dia membalik tubuh Venelana sehingga wanita itu kini telentang di atas ranjang.

Masih belum selasai Naruto menekuk kedua lutut venelana Lalu di buka nya paha venelana lebar lebar sehingga Dirinya bisa melihat dengan jelas vagina indah Venelana yang basah oleh cairan nya sendiri.

Venelana hanya pasrah Saat Naruto mulai memasukan penis nya kembali.

Diri nya merasa vagina nya kembali penuh Saat penis besar itu memasuki Diri nya lagi.

"Ugghhh~!"

lenguh Venelana Saat penis Naruto berhasil masuk kedalam vagina nya.

Mendengar lenguhan venelana membuat Naruto semakin bersemangat.

Diri nya belum menggerakan penis nya tapi Venelana sudah seperti melayang.

Setelah beberapa Saat Naruto mulai menggerakan penis nya.

Kali ini Dia melakukan nya dengan lembut.

Tapi meski dengan gerakan lembut sudah sukup untuk membuat Venelana mendesah.

"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! naruhhh~! Khhuun! Ohhhh~! nikmat sekali ahhh~! ahhh~! Ahhh~!"

Kedua tangan Venelana mencengkram sprey dengan kuat Saat Merasakan gerakan penis Naruto di dalam vagina nya.

Diri nya memejamkan mata menikmati setiap sodokan penis Naruto.

"Kau sangat nikmat Okaa-chan. Tubuhmu benar-benar menggairahkan. Ahhh!"

Bukan hanya Venelana Tapi Naruto juga ikut mendesah Saat merasa penis nya di jepit oleh vagina venelana.

"Ahhh~! Ahhh~! uhhh~! kau juga Naru-kun emmmhhh~! ahhhh~! penismu benar benar memanjakanku Ohhhh~!"

Setiap Kali venelana bercinta dengan Naruto Diri nya selalu akan merasa puas.

Berbeda Saat dengan suami nya, Naruto benar-benar memanjakan tubuh nya.

"Sudah cukup permainan lembut nya Okaa-chan, Sekarang Aku akan lebih Cepat!"

Venelana tersenyum senang Saat Mendengar ucapan Naruto.

Jujur saja Diri nya menyukai Saat Naruto bermain Cepat, Dia selalu merasa seperti melayang Saat Naruto bermain Cepat.

"Lakukan Ahhh~! Ahhh~! sesuka mu Naru-kun."

Jawab Venelana menggoda.

Tidak ingin menunggu lama lagi Naruto segera mempercepat genjotanya.

Diri nya membuat tubuh venelana kembali terhentak.

"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ohhh~! Naru-kun~! kau memang pintar memanjakan tubuh Ku Ahhh~! nikmat Naru-kun Ohhh~! ini sangat nikmat Ahhh~!"

kembali desahan erotis keluar dari mulut venelana.

Wanita itu juga tersenyum senang Saat tubuh nya terhentak dengan keras.

Plak! Plak! Plak! Plak!

Suara benturan antara selangkangan mereka terdengar keras di dalam kamar itu.

"Ohhh~! naruhhh~! ahhh~! penismu menyentuh rahimku uhhh~! nikmat sekali naru ahhhh~! ahhh~! Ahhh~!"

"Vaginamu juga menjepit penisku sangat kuat Okaa-chan uhhh! rasa nya hangat Dan nikmat uhhh~!"

Meski tidak muda lagi Tapi vagina Venelana Masih sangat rapat.

Mungkin karna Dia selalu merawat nya.

"Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Ahhh~! Naru-kun Aku Mau keluar lagi Ahhh~! Ahhh~! Ohhhh~!"

"Aku juga uhhh! Kita keluar bersama Ohhh!"

Gerakan Naruto semakin tidak terkendali Saat hampir mencapai klimaks.

Membuat venelana kualahan oleh permainan Cepat Naruto.

"Ohhhh~! Naru-kun ahhh~! a-Aku keluar kyaaahhhhhhhhhh~~~!"

CROT! CROT! CROT!

Venelana menyemburkan cairan cinta nya Saat Diri nya mencapai klimaks.

Tubuh nya sampai menegang dengan dada membusung.

"Aku juga Okaa-chan guhhhhh!!!"

CROT! CROT! CROT!

Dengan sekali hentakan keras Dan dalam, Naruto menyemburkan spermanya di dalam vagina Venelana.

Cairan cinta Naruto kini memenuhi rahim Venelana, juga mengeluarkan cairannya juga akhirnya meluber keluar karena tidak muat menampung seluruh cairannya.

Tubuh venelana terkulai lemas setelah mencapai klimaks.

Venelana seperti tidak punya tenaga lagi untuk bergerak.

Keringat-keringat mereka bercucuran habis menyelesaikan permainan panas mereka yang sangat menyenangkan namun melelahkan.

Venelana kini tergeletak lemas di atas tubuh Naruto dan kejantanan yang masih menancap.

Venelana memeluk Naruto dan Naruto pun juga begitu.

"Naru-kun aku mencintaimu."

ucap Venelana dengan rona merah dipipinya

"Ya Okaa-chan aku juga mencintai mu..."

kata Naruto dengan senyum tulus.

Tiba-tiba...

Ceklek!

Krieet!

Terdengar suara pintu terbuka, dan menampakan sesosok orang disana.

"O-okaa-chan?! Naru?!"

To Be Continue...