My New Mom And Sister Capítulo 10
Normal Pov Now!!!
Ceklek!
Krieet!
Terdengar suara pintu terbuka, dan menampakan sesosok orang disana.
"O-okaa-chan?! Naru?!"
Naruto dan Venelana, terkejut dengan suara yang mereka kenal, yang keluat dari ambang pintu.
Dan diambang pintu itu sendiri, menampakan sosok perempuan bersurai merah panjang, dan mempunyai antena diatas kepalanya, siapa lagi kalau bukan Rias.
"Naru..."
Ucap Rias lirih karena melihat Naruto tengah bersetubuh dengan ibunya.
"Ri-rias-nee! a-aku akan menjelaskan ini, i-ini tidak seperti-"
Ucapan Naruto belum selesai karena ia melihat wajah sedih kakak tirinya, sambil menundukan kepalanya, dan ia bisa melihat beberapa tetes butiran air mata yang jatuh dari wajah Rias.
Naruto merasakan perasaan bersalah dihatinya, Naruto merasa sudah menyakiti perasaan kakak tirinya.
Rias yang menundukan kepalanya hampir beberapa detik lamanya, lalu ia langsung mengusap air matanya yang sempat keluar tadi, ia mengangkat kepalanya dan menatap tajam Naruto dan juga ibunya.
"Okaa-chan, apa yang Okaa-chan perbuat pada Naru?"
Ucap Rias dengan nada seram dan juga memancarkan aura mematikan, hal itu membuat Naruto bergedik ngeri merasakan aura mematikan dari kakak tirinya.
Namun tidak dengan Venelana, wanita itu malah memegang kepala Naruto dan menaruhnya tepat dibelahan dadanya, dan ia melempar senyum jahil kearah Rias.
"Fufufu... Memang kenapa Rias-chan? Apa kamu cemburu?"
Tiba-tiba Venelana menarik kepala Naruto, dan langsung menciumnya tepat dibibirnya.
Cup!
"Hmpt!"
Naruto sangat terkejut apa yang dilakukan Venelana saat ini, padahal saat ini sekarang mereka berdua sedang ditatap tajam oleh Rias.
"Uummhh~"
Desah Venelana didalam mulut Naruto, ia tengah menyesapi sliva Naruto.
Sedangkan Rias melihat sang ibu mencium mesra adik tirinya, dia pun langsung kesal.
"Okaa-chan! Naru Itu Milikku!"
Tanpa aba-aba Rias tiba-tiba berlari kearah ranjang Naruto, dan langsung melompat kearah Naruto, dan mulai menindih tubuh Naruto.
"Mouu~ OKaa-chan! Naru itu hanya Milikku! Okaa-chan harus ingat itu!"
Ucap Rias sambil berbaring disamping kanan Naruto, lalu ia membuka baju piyamanya dan membuka bra kuning yang ia pakai, dan terpampanglah dada putih mulus, dengan puting merah muda yang terlihat mengiurkan.
Tiba-tiba Rias memegang kepala Naruto, lalu mengarahkan tepat keputing susu kanannya.
Naruto semakin kaget karena perilaku Rias.
"Ri-rias-nee tu-tung-mmpphh!"
Belum menyelesaikan perkataanya, mulut Naruto sudah disumpal oleh payudara Rias.
"Ahhh! Iyah! Naruuuhh! Hisaaaphh! Sepertih! Ituuhh!"
Desah panjang Rias karena puting susunya dihisap kuat oleh Naruto.
"Okaa-chan kau tidak boleh ikut-ikutan! Hmp!"
Ucap Rias sambil mengembungkan pipinya, kearah Venelana.
Venelana yang mendengar perkataanya anak gadisnya, langsung memasang wajah cemberut.
"Ara ara~ Enak saja! Kamu harus belajar apa itu namanya berbagi, Rias-chan!"
Tiba-tiba Venelana menarik kepala Naruto lagi, yang masih tengah menyusu dengan Rias, dan mengarahkan kedada kirinya.
"Okaa-mmmppphh!"
Belum menyelesaikan perkataanya lagi, mulut Naruto sudah disumpal oleh payudara Venelana.
"Aahhh! Aaah! Naruh-khhun! Terushhh! Hisaapphh!"
Desah panjang Venelana.
"Mou Okaa-chan! Baiklah! Aku akan bermain dengan penis Naru saja!"
Ucap Rias sambil merangkak menuju penis Naruto, dan mengarahkan wajahnya pada penis Naruto, yang tidak ditutupi sehelai benangpun.
Langsung saja Rias mengoral penis Naruto dengan cepat, dan Naruto hanya bisa mendesah nikmat atas oralan kakak tirinya.
"Mmmhhh... Puah! Bagaimana Naru ini nikmat kan?"
"Yahhh! nikmat sekali Rias-nee! Ughh!"
Kemudian Rias membuka seluruh pakaianya, kemudian ia mengoral penis Naruto dengan mengunakan dadanya.
Rias mendekatkan bibir nya pada ujung penis Naruto, yang berada di belahan dada nya dan memasukan ujung penis itu kedalam mulut nya, membuat Naruto memejamkan mata saat merasakan mulut hangat Rias menyelimuti ujung penis nya.
"Ohh! Nikmat sekali Rias-nee, Ahhh!"
Rias tersenyum senang mendengar ucapan adik tirinya, dia semakin bersemangat menaik turunkan payudara nya sambil mengulum penis Naruto.
"Eemmmhhhh.. Emm... puuaaahhhh... emmmhhh~!"
Rias terus-terusan mengoral, menjilat, dan mengocok penis Naruto.
Sedangkan Naruto saat ini telah mulutnya sudah disumpal oleh buah dada, milik ibu tirinya.
Rias melihat penis Naruto berkedut.
"Apa kau mau Keluar Naru~"
Tanya Rias menggoda.
Naruto masih tidak menjawab karena mulutnya masih disumpal oleh dada Venelana.
Rias semakin kuat menjepit penis Naruto sambil terus menaik turunkan payudara nya.
Dia tidak sabar melihat sperma Naruto menyembur keluar.
"Ughhhhuuummhh!"
Desahan Naruto klimak, dengan tertahan karena mulut disumpal oleh payudara Venelana.
Crooot! Crooot! Crooot!
Naruto menyemburkan sperma nya pada wajah Rias dan membuat Rias berteriak senang.
"Kyahh! Naru! kau keluar banyak sekali."
Wajah Rias penuh dengan sperma Naruto dan sebagian menetes pada payudara nya.
Rias sangat senang karna berhasil membuat Naruto keluar dengan dada nya.
Dengan gerakan erotis Rias mengusap sperma Naruto di wajah dan memasukan ke dalam mulut nya.
"Panas dan nikmat Naru~"
Ucap Rias sambil mengulum jari yang di gunakan untuk membersihkan sperma Naruto di wajah nya.
"Kita ke menu utama ya Naru..."
Ucap Rias menggoda.
Rias kemudian menindih tubuh naruto lagi dan duduk tepat di atas penis Naruto.
"Sekarang nikmati servis dariku Naru..."
Rias menaikan tubuh nya dan memposisikan penis Naruto pada lubang vagina nya, lalu dengan perlahan Rias menurunkan tubuhnya membuat penis naruto mulai memasuki vagina nya.
Blesshh~
"Ahhhh! Mmmmhhh!"
Desah Rias saat penis Naruto berhasil masuk sepenuh nya.
Sedangkan Venelana tengah asik menjilati dan menciumi wajah Naruto.
Naruto menyeringai tipis melihat Rias mendesah sambil memejamkan mata, kakak tirinya ini terlihat sangat keenakan saat penisnya memenuhi vaginanya.
"Bergeraklah Rias-nee... aku akan membiarkan mu menguasai permainan."
"Yaahhhh! Naruhhh! Aahhh! Aahh!"
Ucap Rias sambil mendesah.
Dia mulai menaik turunkan tubuh nya sambil medesah nikmat.
"Ahhh! Ahhh! Ahhh! Ahhh! Nikmat sekali Naru ohhhh! Vaginaku sangat penuh oleh penis mu! Emmmhhhh! Ahhhh! Ahhh! Ahhh!"
Payudara Rias bergoyang naik turun seiring dirinya menggerakan tubuh nya, dan itu menjadi pemandangan indah untuk Naruto.
"Ouhhh! Ahhh! Ahhh! Ahhh! remas dadaku Naru tolong manjakan mereka, ahhh! Ahhh! Ahhh! "
Desah Rias sambil memegang kedua payudaranya, dan Naruto langsung menuruti permintaan kakak tirinya.
Dia meremas dan memilin puting Rias dengan gemas.
"Emmmhhh! Ahhh! Yahhh! Naruhh! seperti itu ohhh!"
Dengan tubuh yang mulai berkeringat Rias telihat semakin menggariahkan.
"Naru... aku hampir sampai ahhh! Ahhh! Ahhh! uhhhh!"
"Aku juggaahhh! Rias-nee! Aahh! Aahh!"
Desah Naruto masih terus meremas dada Rias.
Dia bisa merasakan vagina Rias berkedut saat kakak tirinya ini hampir sampai.
"Ohhh! Naruhh! ahhh! Ahhh! Ahhh! Aku keluar! Kyaaahhhnnn!!!"
"Aku juga keluarrr! GUUHH!"
Croot! Croot! Croot!
Tubuh Rias melengkung indah saat mendapatkan orgasme pertama nya, wajah nya juga tersenyum senang.
Kemudian Rias ambruk siatas tubuh Naruto.
"Hehehe... Tumben Cepat sekali keluar nya Rias-nee."
Rias tidak menjawab karena kelelahan.
Kemudian Rias berbaring disamping Naruto, dilihat vagina Rias yang terus meluber mengeluarkan sperma Naruto, dan cairan cintanya.
Naruto yang niatnya ingin bangun dari posisi tidurnya, namun dengan Venelana langsung mendorong Naruto hingga terbaring di atas ranjang lagi.
"Akh! Okaa-chan! Aku ingin ingin bangun, kenapa Okaa-chan mendorongku tertidur lagi?"
"Melihat kamu bermain dengan Rias-chan, birahi Okaa-chan naik lagi nih! Hihihi... Puaskan Okaa-chan sampai tidak bisa berjalan ya Naru-kun~"
Ucap Venelana sambil mendesah.
Naruto mendengar perkataan ibu tirinya, hanya bisa mendesah pasrah, melawan juga percuma kalau sudah diterkam seekor singa betina yang tengah lapar
Venelana langsung mencium bibir Naruto.
Awal nya hanya sentuhan biasa, tapi lama kelamaan Naruto mulai menggigit bibir awah Venelana.
Dan hal berikut nya yang terjadi adalah sebuah ciuman panas yang di dominasi oleh Naruto.
Naruto melumat dan menggigit bibir Venelana dengan ganas.
Venelana menarik tengkuk Naruto, mencoba untuk memperdalam ciuman mereka.
Sementara Naruto, kedua tangan nya sudah berada di dada Venelana.
Naruto dan Venelana mencoba untuk saling mendominasi, tapi saat paru-paru mereka membutuhkan oksigen, mereka menghentikan ciuman panas itu dan langsung menghirup udara dengan rakus,
Tampak wajah Venelana memerah sayu membuat Naruto yang melihatnya mulai ingin memakan ibu tirinya lagi.
"Ayo puaskan terlebih dahulu tubuh Okaa-chan, Naru-kun~"
Ucap Venelan Sambil tersenyum menggoda.
Narutopun menuntun Venelana lalu membaringkan nya disamping Rias yang sudah ketiduran.
Wajah ibu tirinya tampak sayu dan menggoda saat Naruto membaringkan diri nya keranjang.
Sementara Naruto, dia menyeringai senang memandang tubuh seksi ibu tirinya.
tangan kiri Naruto mulai meremas payudara Venelana, sementara tangan kanan nya mengocok vagina Venelana.
Dengan posisi satu kaki di lantai dan yang satunya lagi di tekuk dan di letakan di antara paha Venelana, Naruto sudah bisa menopang tubuh nya agar tidak menindih wanita di bawah nya.
Tubuh Venelana menegang saat tangan kanan Naruto memasuki vaginanya.
Apa lagi saat lelaki di atas nya mulai membelai bibir vagina nya.
"Hem... Kau sangat basah, Okaa-chan..."
"Aahhh! Ummh! itu karna dirimu, Naru-kun! Uhhh! Ummh! Kau membuat tubuhku sangat bergairah! Iyaaahh!"
"Kalau begitu, kita langsung ke menu utama."
Naruto tidak bisa menahan seringai nya saat melihat vagina Venelana yang tampak sudah basah.
Seperti nya wanita di bawah nya ini sudah sangat terangsang.
Naruto menaikan kedua kaki nya ke atas kasur, dia berlutut di bawah Venelana yang berbaring dengan lutut di tekuk dan paha yang terbuka lebar.
Venelana sudah bersiap-siap untuk merasakan penis besar milik Naruto memasuki vagina nya lagi.
"Akan ku masukan sekarang, Okaa-chan."
"Emm... Lakukan Naru-khuun..."
Awal nya Naruto menggesek-gesekan penis nya di lipatan vagina Venelana dan itu saja sudah membat Venelana mendesis nikmat.
Lalu dengan pelan Naruto menekan pinggul nya membuat ujung penis nya mulai memasuki vagina Venelana.
Dan saat semuanya telah masuk Naruto mendengar venelana mendesah nikmat.
"Aakkhh~!"
Naruto mulai menggerakan pinggul nya saat Venelana menyuruh nya.
Dia bergerak dengan pelan agar Venelana tidak merasakan sakit lagi.
"uhhh! Ahhh! Ahhh! Ahhh! Sssshhhhh! rasanya sangat nikmat Naru-kun ohhhh!"
"Uhhh! vaginamu sangat sempit, Okaa-chan! ahhh!"
Naruto tampak keenakan saat merasakan vagina Venelana menjepit penis nya dengan kuat.
"Lebih cepat Naru-kun ahhh! Ahhh! Ahhh! lebih cepat lagihh! Ohhh!"
Venelana mendesah dengan nikmat nya saat ujung enis Naruto menyentuh rahim nya.
Apalagi saat Naruto bergerak semakin cepat, Venelana semakin keras mendesah.
Kedua payudara Venelana bergoyang naik turun setiap kali Naruto menghentakan pinggul nya.
Dan itu membuat Naruto ingin meremas nya.
"Ouuhhh! ahhh! Ahhh! Ahhh! Naru-kun sssshhh! ohhh!"
desahan Venelana semakin erotis saat Naruto juga memainkan payudara nya.
Apalagi saat Naruto mencubit puting nya, Venelana semakin keenakan oleh permainan anak tirinya ini.
"Uhhh! Vaginamu sangat nikmat Okaa-chan ahhh! Ahhh! Ahhh! Penis ku seperti di hisap oleh vaginamu!"
Venelana tersenyum di sela desahan nya saat mendengar ucapan Naruto.
Dia senang karna bisa membuat Naruto keenakan.
Setelah beberapa saat, vagina Venelana mencengkeram penis Naruto dengan kuat saat diri nya hampir klimaks.
"Uhhh! Ahhh! Ahhh! Naru-kun! ohhh! Aku hampir sampai, ahhh! Ahhh! Ahhh!"
"Aku juga Okaa-chan! uhhh! ahhh! ahh!ahhh! Kita keluar bersamaah! Ohhh!"
Gerakan pinggul Naruto semakin tidak terkendali saat diri nya hampir sampai.
Di tambah vagina Venelana yang menjepit penis nya dengan kuat, membuat Naruto tidak bisa bertahan lama.
"Ssshhhh! Ahh! Ahhh! Ahhh! a-aku keluar Naru-kun! ahhh! Ahhh! Ahhh! Aku keluarr! Kyaahhhhhh!"
CROOT! CROOT! CROOT!
kedua kaki Venelana melingkar di pinggang Naruto saa diri nya mencapai puncak kenikmatan.
Tubuh nya sampai menegang dengan dada membusung.
"uhhh! Ahhh! Ahhh! Aku juga Okaa-chan! guhhhhhh!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Dengan penis yang di tekan semakin dalam pada vagina Venelana, Naruto menyemburkan spermanya mengisi rahim Venelana.
Hal itu membuat Venelana semakin keenakan saat merasakan cairan panas mengalir masuk ke dalam rahim nya.
Venelana tampak terengah-engah setelah orgasme nya mereda.
Wajah nya tampak puas setelah merasakan sensasi klimaks yang begitu dasyat
"Hah... hah... hah... bercinta denganmu Naru-kun hah... Hah... memeberiku hah... sensasi klimaks hah.. yang sangat hebat hah... Haha... di banding saat aku masturbasi."
Ucap Venelana sambil mengatur nafas nya.
"Hehehe... Jadi kau sering masturbasi, Okaa-chan?"
"Itu hal yang wajar di lakukan wanita dewasa yang sudah menikah Naru-kun..."
"Ngomong ngomong penisku masih keras, jadi bagamana jika kita lanjutkan, Okaa-chan?"
Tanya Naruto sambil tersenyum mesum.
Sama seperti Naruto, Venelana juga tersenyum saat mendengar ucapan Naruto.
Lalu dengan wajah yang di buat sayu menggoda, Venelana menjawab.
"lakukan sesukamu Naru-kun, aku akan pasrah..."
Venelana menggigit bibir bawah nya membuat diri nya terlihat semakin menggairahkan.
Dan hal itu membuat Naruto menyeringai melihat ibu tirinya yang sangat menggoda.
"Kalau begitu berbalihklah Okaa-chan, aku mau posisi doggy style."
"Baiklah Naru-kun, buat aku merasa nikmat dari belakang."
Setelah Naruto mencabut penis nya, dia membantu ibu tirinya untuk menungging.
Setelah Venelana sudah dalam posisi, Naruto juga bersiap di belakang Venelana.
Naruto menekuk kedua lutut nya agar penis nya sejajar dengan vagina Venelana.
"Bersiaplah Okaa-chan, kali ini tidak ada permainan lembut seperti tadi."
Ujar Naruto sambil menggesekan penis nya pada vagina Venelana.
"Sshhh... Itu yang ku tunggu Naru-kun..."
Jawab Venelana sambil medesis nikmat saat merasakan ujung penis Naruto menyentuh klitoris nya.
BLESH!
"Aakkhh!"
Venelana melenguh nikmat saat Naruto memasukan penis nya dengan sekali hentakan.
Wajah nya sampai mendongak dengan raut muka senang.
"ahhh! Ahhh! Ahhh! Yah! Naru-kun! ohhh! Nikmat sekali! ahhh! Ahhh! Ahh! Lebih cepat Naru-kun! tusuk vaginaku lebih dalam lagiihhh! Ahhh! Ahhh! Ahhh!"
"Baiklah Okaa-chan! jangan salahkan aku jika Okaa-chan tidak bisa berjalan setelah ini!"
Naruto mempercepat gerakan pinggul nya sesuai permintaan Venelana.
Dia juga menghentakan pinggul nya dengan keras dan dalam, membuat Venelana semakin mendesah nikmat.
Bahkan tubuh Venelana sampai terguncang setiap kali menerima sodokan dari Naruto.
"Yahh! Yahhh! Nikmat Naru-kun! nikmat sekali! ahhh! Ahhh! Ahhh!"
"Aku juga merasa nikmat Okaa-chan! vaginamu benar benar sempit Uhhh!"
Naruto melenguh sebagai tanda bahwa diri nya begitu menikmati servis dari Venelana.
Dan itu membuat nya semakin bersemangat untuk menikmati tubuh Venelana.
Naruto menggerakan pinggul nya dengan kecepantan sedang membuat vagina Venelana memijit penis Naruto yang lebih besar dari sebelum nya.
Plak! Plaak! Plak!
"Aaahhh~! Aaahhh~! aduukhh~! vaginaaahh~! kuuuhhh~! lebih lagiiihh~! Naru~! kunh~! Aaahh~!"
Desah Venelana.
Naruto meremas payudara Venelana yang sedang bergoyang.
Sekitar lima menit dalam posisi itu Naruto menarik kedua tangan Venelana sehingga tubuh wanita muda itu melengkung.
Naruto terus saja menggenjot vagina Venelana dengan irama teratur, tapi perlahan kecepatan goyangan itu makin liar dan membuat Venelana mendesah sambil mendongak.
"Ahhhh~! Aaahhh~! Aahhh~! Aahh~! hebat iniiihh~! sangat nikmathh~! Kyaaaahh~!"
Desah Venelana panjang.
Fikiran Venelana kini sudah kosong.
Kenikmatan yang diberikan Naruto membuatnnya seperti ini.
Tulang punggung Venelana menekuk, dan cairan orgasmenya menyembur berkali-kali.
Naruto pun merasa hal yang sama, Miliknya serasa dijepit dengan kuat oleh Venelana.
Itu membuatnya semakin bersemangat lagi mengejar kenikmatan yang sama dengan yang dirasakan Venelana.
Beberapa saat kemudian, Venelana semakin tidak kuat menahan gelombang orgasme yang hampir dia dapat kan.
"Ohhh! Naru-kun! ahhh! Ahhh! Ahhh! Aku ahmpir sampai! ohhh! Lebih cepat lagi Naru-kun! ssshh! Ahh! Ahhh! Ahhh!"
"uhhh! Aku juga Okaa-chan! kita keluar bersama!"
Dengan gerakan yang semakin cepat, Naruto terus menghentakan pinggul nya pada vagina Venelana saat diri nya hampir sampai.
Itu membuat tubuh Venelana semakin terguncang dengan keras.
PlAK! PLAK! PLAK! PLAK!
"Ohhh! Naru-kun! a-aku sampai! uhhh! Aku keluar Naru-kun! kyaahhhhhhhhhh!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Tubuh Venelana kembali menegang saat diri nya sekali lagi mencapai puncak.
Tubuh nya melengkung indah dengan payudara membusung.
"uhhh! Ohhh! Aku juga Okaa-chan! guhhhhh!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Naruto memasukan penis nya dalam dalam pada vagina Venelana, dia kembaili mengisi rahim Venelana dengan sperma panas nya.
"Uhhh... Rahimku... Terisi penuh oleh... spermamu hangatmu Naru-kun."
Ujar Venelana saat merasakan sperma Naruto kembali mengisi rahim nya.
Saat Naruto sudah selesai menyemburkan sperma nya, dia mencabut penis nya dari dalam vagina Venelana dan itu membuat Venelana melenguh, ibu tirinya itu merasa vagina nya begitu kosong setelah Naruto mencabut penis nya.
Lalu Naruto membaringkan tubuh Venelana dan Rias yang tengah terrtidur didekapanya dengan menggunakan lenganya sebagai bantal.
Rias yang tiba-tiba terbangun langsung mengangkat wajahnya dan menatap Naruto.
"Naru... Walaupun kita sudah berpacaran aku belum mengungkapkan perasaanku padaku padamu Naru... A-aku mencintai Naru, karena hanya kamu satu-satunya orang yang dapat menghiburku saat aku sedih, membuat aku senang, dan tempat membuang rasa maluku dari apapun."
Ucap Rias penjang lebar untuk mengungkapkan perasaanya kepada sang kakak tirinya.
Sedangkan Naruto mendengar perkataan Rias, ia hanya tercengang mendengar pengakuan cinta kakak tirinya terhadapnya
Tiba-tiba Rias menatap tajam kearah ibunya.
"Okaa-chan belum menjawab pertanyaanku tadi, Kenapa Okaa-chan bersetubuh dengan Naru?"
Tanya Rias dengan nada kesal namun imut.
"Fufufu... Karena Okaa-chan juga mencintai Naru-kun, Rias-chan. Karena kebaikanya dan peduli pada Okaa-chan, membuat Okaa-chan jatuh hati pada Naru-kun, bukan Minato-kun lagi.
Ucap Venelana sedikit malu-malu menjelaskannya.
"Dan Rias-chan, kalau boleh rahasiakan hubungan ini dari Tou-chan mu ya."
Ada sedikit nada takut di perkataan Venelana, karena sedikit takut jika Rias mengadukan ini pada Minato.
Dilihat Rias tengah berpikir sebentar.
"Baiklah... aku akan rahasiakan hubungan ini. Tapi Okaa-chan harus berbagi Naru, bersamaku dan Okaa-chan tidak boleh membantah!"
"Baiklah... Asal Naru adil pada kami Okaa-chan tidak keberatan. Iyakan Naru..."
Ucap Venelana sambil mengedipkan sebelah kanannya, dengan pose menggoda.
Dan Naruto wajahnya memerah mendengar perkataan sang ibu tiri, padanya.
''Ha-ha'i... Okaa-chan... tapi apakah kalian tidak sakit hati, jika harus berbagi seperti ini? Dan hanya menjadi kekasih gelap saja?"
Tanya Naruto tiba-tiba dan membuat Venelana dan juga Rias termerengu dan kaget atas pertanyaan Naruto.
Dan kemudian Venelana dan Rias, saling bertatap dan kemudian mengangguk secara bersamaan.
"Kami tidak sakit hati Naru-kun, walaupun kami berbagi seperti ini kami tidak sakit hati."
Ucap Venelana sambil sambil tersenyum lembut kearah Naruto.
"Dan asal kamu adil terhadap kami, itu tidak apa-apa Naru... karena kami mencintaimu, dan asal kamu mencintai kami juga Naru..."
Ucap Rias sambil membelai pipi Naruto.
Mendengar jawaban seperti itu dari ibu tiri dan kakak tirinya, Naruto tiba-tiba tersenyum kearah Rias, lalu berkata.
"Ha'i... Aku akan adil pada kalian!"
Tiba-tiba Rias memegang wajah Naruto, lalu mencium bibir Naruto singkat, dan setelah beberapa saat mereka berciuman, mereka melepaskannya dan menatap satu sama lain.
"Aishiteru Naru..."
Ucap Rias sambil membelai pipi Naruto.
"A-aishiteru mo Rias-nee..."
Ucap Naruto sambil mengecup pucuk kepala Rias.
"Hei! Okaa-chan juga mau dong!"
Ucap Venelana dengan nada cemberut.
"Hehehe..."
Setelah tertawa kecil Naruto, memajukan wajahnya kearah wajah Venelana.
Kemudian Naruto mengecup bibir sang ibu tirinya dengan mesra.
Setelah beberapa saat merekapun melepas ciuman mereka.
"Aishiteru Naru-kun."
ucap Venelana dengan rona merah dipipinya
"Aishiteru mo Okaa-chan..."
kata Naruto dengan senyum tulus, sambil merengkuh Rias dan Venelana kedalam pelukannya yang lebih dalam.
The End!
.
Epilogue!!!
.
1 setengah tahun kemudian!
Setelah pengakuan cinta Venelana dan juga Rias, banyak hal yang terjadi dalam satu setengah tahun ini.
Seperti Venelana telah melahirkan seseorang anak, yang pastinya itu adalah anaknya Naruto, tidak mungkin Minato.
Nama anaknya adalah Namikaze Tristania, dia adalah bayi perempuan bersurai pirang panjang, bermata ungu lentik, dan berparas cantik dengan pipi chubby.
Umur Tristania sekarang sudah, menginjak 5 bulan.
Untungnya Tristania bersurai pirang, jadi Minato masih menyangka itu adalah anaknya karena rambutnya sama-sama pirang.
Dan kalian bertanya apakah Rias hamil anaknya Naruto juga?
Jawabanya adalah iya! Rias hamil anaknya Naruto juga dan untungnya Rias hamil pas sudah lulus sekolah jadi ia tidak mendapat rumor yang tidak mengenakan disekolahnya.
Rias telah melahirkan seorang bayi perempuan bernama Namikaze Luculia, bayi perempuan cantik bersurai merah panjang, bermata biru laut, dan pipinya yang chubby.
Dan umurnya sekarang sudah menginjak 3 bulan.
Dan Naruto sempat dapat amarah dari sang ayah, karena telah menghamili Rias.
Namun setelah itu Minato dengan pasrah dan tegas, menikahkan Naruto dan Rias, namun saat Rias hamil bulan 3.
Dan sekarang Naruto dan Rias, sudah resmi menjadi suami istri.
Dan merekapun pindah rumah dan juga pindah kota, mereka pindah ke kota kuoh agar tidak dapat rumor-rumor yang tidak mengenakan saat Naruto dan Rias menikah.
Setelah beberapa bulan kemudian saat Naruto dan Rias menikah, Minato meninggal karena kecelakaan mobil bersama kedua teman kantornya, menurut hasil otopsi Minato dan kedua teman kantornya, meninggal Karena mabuk berat saat pulang kerja.
Venelana sempat sedih mendengar kabar jika suaminya meninggal akibat kecelakaan, namun disisi lain ia juga senang karena ia tak perlu bercinta dengan Naruto dengan cara sembunyi-sembunyi lagi.
Dan sekarang dikediaman baru rumah Namikaze, hanya ada Rias dan Venelana, dan masing-masing buah hati mereka.
Dan saat ini Venelana sedang menyusui anaknya yaitu Tristania, namun dengan Naruto yang tengah mengenjot Venelana.
"Ahhhh! Ahh! Ahhh! Narutoohhh-khhhunnn!"
Desahan Venelana yang terdengar begitu seksi di telinga Naruto.
"Terus sebut namaku, Venelana! Aahh! Aahh!"
Ucap Naruto sambil memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat.
Ia semakin bersemangat merasakan tusuk'kan penisnya di dalam vagina Venelana yang begitu rapat.
Setelah itu, Naruto segera meremas sebelah payudara kiri Venelana, sambil sesekali memainkan ujungnya, dan payudara sebelah kanan nya tengah menyusui Tristania, Naruto ikut-ikutan menyusui payudara Venelana yang sebelah kiri, dihisap cukup kuat payudara tersebut oleh Naruto.
"Akkkhhh~! Naruuuhh~! Khuunnnhhh~! Aahhh! Pelan-pelan! Aahh! Aaahh!"
Naruto sesekali mengigit dan menyedot payudara milik Venelana dengan cukup kuat, membuat asi Venelana keluar sangat banyak, memasuki mulut Naruto
"Aahhh! Naru-kun! Kamu Aahhh~! Ouh~! Ssstt~! terlalu cepaathh~! Aahh~! Nanti Tristania bangun! Aahh! Aahh!"
Tiba-tiba Naruto menyeringai jahil, bukan memperlambat Naruto mempercepat gerakan penisnya didalam vagina Venelana.
Kombinasi kecepatan pinggul dan kerasnya milik Naruto membuat Venelana mendesah tidak karuan.
"Ooohh! Oh! Aahh! Pelan-pelan! Aahh! Sshhh! Naru-kun! Ahhh! Aahh! ka-kamuuh! terlaluuuhh! ahhh! ahhhh!"
Venelana merancau tidak jelas.
Tristania yang merasa aktifitas menyusui terganggu, tiba-tiba ia terbangun dan menangis dengan keras.
"Oeeekkk! Oeeekkk!"
"Tuuhh! Khhan! Aahh! Dia bangun! Kamu sih! Aahh! Aahh!"
Ucap Venelana sambil mencubit pipi kanan Naruto, dan menenangkan Tristania yang tengah menangis
"Aww! Iya-iya aku bermain dengan pelan deh."
Narutopun memperlambat gerakan penisnya.
"Iyaahhh! Begituuh Naru-kun! Aah! Aah! Pelan-pelan saja! Aahhh!"
Setelah beberapa saat Venelana merasakan akan klimaks.
"Ahh! Ohhh! Ohhh! Na-Naruuhh! A-Aku mauhhh! Keluarrhh! Kyaahh!"
Ucap Venelana sambil mendesah nikmat.
"Ahhhhhhh~!"
karena tidak kuat menahan akhirnya Venelana keluar dan membuat cairannya membanjiri kasur itu.
"Hehehe! kau sungguh cantik Venelana."
Setelah beberapa saat menenangkan Tristania, akhirnya dia pun tertidur, dengan segera Venelana membaringkan Tristania ditempat tidur bayi disamping kasurnya, dan Tristania dibaringkan disamping Luculia yang tengah tidur disana.
"Sebaiknya kita pindah ke sofa, agar tidak mengganggu tidur mereka."
"Aahhh! Gendong aku di depan aah! dengan penismu aahh! Aahh! berada di dalam vaginaku, Naru-kun... Aahh! Aahh!"
Pinta Venelana masih dengan senyum nakal nya.
Jawaban nya sangat berani sampai membuat Naruto menyeringai.
Dan Naruto menuruti keingan Venelana dengan senang hati.
Dia menggendong tubuh Venelana di depan dengan posisi berhadapan Tangan nya memegang belakang lutut Venelana untuk menahan nya.
"Aakh! Iyaaahh! Begituuh! Naruhh-khhun!!"
Desah Venelana sambil mengalungkan tangan kiri nya pada leher Naruto sementara tangan kanan nya sibuk mengarahkan penis naruto pada vagina nya.
Lalu setelah di rasa sudah siap, Naruto memasukan penis nya kedalam vagina Venelana.
"Ahhhh! Ohhhh! Sshhh! Ini nikmat sekalihh! Uhhh! Aahh!"
Desah Venelana saat penis Naruto kembali memasuki vagina nya.
Dia tersenyum nakal pada Naruto sambil memeluk leher lelaki itu dengan kedua tangan.
Naruto membawa Venelana yang berada di gendongan nya menuju sofa yang didekat meja rias.
Narutopun membalikkan tubuh meniduri tubuh Venelana diatas sofa, tanpa melepaskan penyatuan mereka.
Setelahnya Naruto'pun kembali memaju mundurkan pinggulnya, tak lupa dirinya menghisap dua gunung besar milik Venelana.
"Ahhh! Ohhh~! Yahh~! Terushh~! Terushh~! Naruuhh~!"
Desah Venelana sambil menekan kepala Naruto untuk melakukan lebih.
Diangkatnya kedua kaki jenjang itu membuat tubuh Venelana lebih tinggi darinya, Venelana yang di perlakukan hal seperti itu langsung mengalungkan kakinya dan lengannya, dirinya tahu bahwa Naruto akan keluar saat ini.
"Oohh! Luarhh~! Biasahh~! Penishh~! Muuhh~! sungguhhh~! Nikhhmath! Akuhh! Aahh! Aahh!"
Rancau Venelana dengan lidah menjulur keluar bahkan air liurnya mengalir hingga ke dagunya.
"Venelana, Shhh~ A-Akuhh~ Sudah tidak tahanhh~ lagihh!"
desis Naruto mempercepat gerakannya.
"Yahh~ Yahhh~ Ayohh~ Kitahhh~ Lakukan bersamahh!"
balas Venelana menarik kepala Naruto lalu mencium bibir Naruto dengan liar.
"Ummmhhhh!"
Crooot!!! Crooot!!! Crooot!!!
Tak lama setelahnya mereka mengerang bersama dalam ciuman mereka karena telah mencapai klimaks mereka, karena tidak kuat menampung, Sperma Naruto'pun jatuh cukup banyak karena banyaknya sperma yang di keluarkan.
"Fuuahhh! Hah... Hah... Hah..."
karena kebutuhan Oksigen mereka'pun melepaskan ciuman mereka, terlihat benang saliva menjembatani, setelahnya Naruto'pun menurun Venelana tak lupa memberikan ciuman akhir dari permainan mereka.
"Ayo kita lanjutkan permainan kita. Lihat penisku masih tegang."
Ucap Naruto sambil menusuk-nusuk vagina Venelana lagi.
"Aahh! Aahh! Naru-kun tu-tunggu ahhh! Akkh! vaginaku sudah tidak aahh! bisa menampung spermamu lagi! Kyaaa! Aahh! Aahh!"
Desah Venelana lagi, padahal merasa rahimnya sudah sangat penuh dengan sperma karna Naruto berulang kali mengisi rahim nya hari ini.
Namun Naruto tidak mengindahkan perkataan Venelana, ia terus mengenjot Venelana tak kenal ampun.
Venelana sendiri hanya bisa pasrah saat naruto menusuk vagina nya lagi.
"Astaga kalian belum selesai?"
Dari arah pintu kamar mandi, Rias yang baru keluar kamar mandi ucap saat melihat Naruto, yang masih mengenjot ibunya.
Saat ini Rias hanya mengenakan handuk karna mereka baru selasai membersihkan diri, karena sebelum Naruto bercinta dengan Venelana, Naruto sudah bercinta dengan Rias duluan.
Dia harus mandi lagi karna Naruto menyiram tubuh nya dengan sperma yang begitu banyak.
Jadilah Rias harus membersihkan diri.
"Aku belum puas Rias. dan lagi penisku bertambah tegang saat melihatmu hanya memakai handuk."
Ucap Naruto sambil terus mengenjot Venelana.
"Dasar kau ini!"
Ucap Rias sambil geleng geleng kepala mendengar ucapan Naruto.
Lelaki itu benar-benar kuat di atas ranjang sampai mampu memuaskan 2 wanita sekaligus.
Mengabaikan Naruto dan ibunya, Rias berjalan untuk mengambil pakaianya di lemari miliknya.
Naruto tersenyum jahil, karena melihat Rias yang sedang membungkuk untuk mengambil pakaian'nya di lemari, Naruto langsung mencabut penisnya dari vagina Venelana, dan meninggalkan Venelana di sofa, lalu mendekati Rias yang tidak sadar kalau Naruto berjalan kearah nya.
Setelah sampai di belakang nya Naruto memegang pinggul Rias dan langsung menusuk vagina Rias dengan penis nya.
tentu saja Rias terkejut setengah mati, saat tiba tiba sebuah penis memenuhi vagina nya lagi.
Bleshh!
"Kyaaa-mhhpppm!"
Naruto langsung menyumpal mulut Rias dengan telapak tangan nya.
"Shh... Rias, jangan teriak keras-keras, nanti kau membangunkan Tristania dan Luculia."
Rias yang hafal akan suara itu langsung menoleh kebelakangnya.
"N-naru! Aahh! Aahh! a-apa yang kau lakukan ahhnn! Aaahh!"
Rias mendesah ketika Naruto mulai menggenjot pinggulnya.
"Tentu saja menikmati vaginamu Rias! Guhhhh!"
Dengan senyum jahil Naruto mulai menggerakan pinggul nya membuat penis yang ada di dalam vagina Rias bergerak keluar masuk.
Dia juga melepas handuk yang di kenakan Rias lalu membuang nya asal, sehingga kini Rias sudah telanjang bulat lagi.
"ahhh! ahhh! ahhh! uhhh! Naruuuh! ahhh! sudahhh! aku capekh! uhhhh!"
Dengan tubuh yang masih membungkuk, tangan Rias berpegangan pada lemari didepan nya.
Ia juga terus mendesah merasakan setiap kali penis Naruto bergerak di dalam vagina nya.
"Aku belum puas, Rias! Uhh! Jadi nikmati saja penisku! Aah! Aah! Aku tau kau juga menikmati nya! Aahh!"
"Ahhh! Akkhh! ahhh! Tentu saja Uhhh! Aku meikmati nya ahhh! apalagi saat penismu menyentuh rahimku! Ahh! Akhh! Akh! Ahhh! Itu benar benar sangat nikmat Uhhh!"
"Kalo begitu jangan membantah Rias!"
Venelana yang melihat anak perempuannya yang terus di tusuk oleh penis Naruto dari belakang hanya tersenyum.
Venelana tengah berdua duduk di sofa sambil terus menonton, Rias yang tengah digenjot oleh Naruto.
"Ta-tapi Ahhh! Aahh! Ah! A-aku su-sudah capekh ahhh! naruhhh! Aahh! Aahh!"
Rias terus mendesah di sela bicara nya, kepala nya menoleh untuk melihat ibunya, yang sedang asik menonton diri nya, yang tengah mengenjot Naruto.
"Okaa-chhhann! Aahh! Ahh! Aakkh! Tolong aku Ahh! Naruuuhh! Uhh! Aahh! Ahh! tidak mau melepaskanku uhhh! ahhh! ahhh!"
Mendengar Rias yang minta tolong namun sang ibu hanya tersenyum saja.
Seperti nya Venelana tidak ada niat untuk menolong Rias.
lagipula Venelana tau kalo Rias, sebenar nya sengat menikmati genjotan Naruto.
"Sudah tidak apa-apa Rias-chan nikmati saja."
Ucap Venelana sambil tersenyum.
"Ahh! ahhh! ahhh! baiklah kalo begitu! Ayo Naruuuh! Aahh! tusuk vaginaku lebih keras lagi ahhh! ahhh! ahhh! uhhh!"
Desah Rias dengan senyum menggoda.
Mendengar ucapan Rias, Naruto menyeringai dengan senang.
Naruto mengenjot vagina Rias lebih keras dan lebih dalam membuat tubuh Rias, itu terhentak hentak.
Dan lagi payudara besar nya yang ikut bergoyang.
Naruto merasakan vagina Rias menyempit.
"Ahhh! ahhh! ahhh! a-aku akan keluar Naru ahhh! aku sudak tidak bisa menahanya lagi uhhh! Ahhh~! Ahhh~! Aku Mau keluar Ahhh~! Naruuuh! Ahhh~! Ohhhh~!"
"Aku juga uhhh! Kita keluar bersama Ohhh!"
Gerakan Naruto semakin tidak terkendali Saat hampir mencapai klimaks.
Membuat Rias kualahan oleh permainan Cepat Naruto.
"Ohhhh~! Naru ahhh~! a-Aku keluar kyaaahhhhhhhhhh!!!"
CROT! CROT! CROT!
Rias menyemburkan cairan cinta nya Saat Diri nya mencapai klimaks.
Tubuh nya sampai menegang dengan dada membusung.
"Aku juga Rias guhhhhh!!!"
CROT! CROT! CROT!
Dengan sekali hentakan keras Dan dalam, Naruto menyemburkan spermanya di dalam vagina Rias.
Diri nya keluar sangat banyak sampai sampai vagina Rias tidak mampu menampung semua nya.
Rias membusungkan dada nya saat mencapai klimaks tubuh nya juga bergetar dengan kaki yang menjinjit.
Seperti nya dia mengalami orgasme yang cukup kuat sampai membuat tubuh nya bergetar.
"Uuhhh!"
Rias melenguh saat naruto mencabut penis nya.
Rias melihat kearah vagina nya yang mengeluarkan sperma Naruto karna tidak mampu lagi di tampung rahim nya.
"Naru! kamu mau menghamiliku lagi yah?"
Ucap Rias dengan nada sedikit kesal pada suaminya ini.
Rias menatap wajah Naruto yang terlihat kikuk.
"Hehehe... Gomen Rias... Aku banyak mengeluarkannya didalam."
Ucap Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Rias hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perilaku suami tercintanya tersebut.
Kemudian Naruto menuntun wanita berambut merah itu menuju ranjang.
"Jangan bilang kalau kau mau melakukan'nya lagi, Naru-kun?!"
Ucap Venelana saat melihat naruto membaringkan Rias di ranjang.
Venelana juga melihat saat naruto mulai membuka paha anak perempuan lebar lebar.
"Tentu saja Venelana."
Dengan senyum jahil Naruto menjawab perkataan Venelana.
"Apa kau tidak mau bergabung Venelana?"
Ucap Naruto sambil memamerkan penis nya yang sudah berdiri tegak lagi.
Lalu Naruto mulai memasukan lagi penis nya kedalam vagina Rias.
Membuat Rias kembali mendesah kencang.
"Aaaahhhh! Naruhhh!"
Satu desahan lolos dari mulut Rias saat merasakan kembali vagina nya di penuhi oleh penis Naruto.
"Ugghh!! Vaginamu sangat nikmat! Rias! Aakh!"
Ucap Naruto melenguh karena merasakan kenikmatan pijatan vagina Rias.
Tangan kanan Naruto mulai meremas oppai kiri Rias sambil mulutnya menghisap oppai besarnya.
Rias yang merasakan oppainya dihisap oleh Naruto, spontan langsung memeluk kepalanya.
"Iyyaannn! Na-Naru~ Hisap! Ahhhnn! Hisap lebih keras~ aaahh!"
Desah Rias sambil menarik-narik rambut Naruto.
Pinggulnya semakin lama semakin cepat naik-turun.
Naruto yang sudah puas dengan oppai Rias, langsung meremas bokong seksi Rias sambil menyodok kasar vagina Rias.
"Ahhhnnn~! Lebih! Lebih keras, Naruuuhh!!!"
Rias hanya bisa merem melek merasakan penis besar Naruto membentur dinding rahimnya.
Lidahnya yang basah menjulur keluar sambil memasang pose seksi.
Melihat Rias digenjot habis-habisan oleh Naruto, langsung membuat nafsu birahi Venelana naik lagi.
"Ba-baiklah aku akan ikut."
Venelana langsung mendekati Naruto, lalu langsung melumat bibir Naruto.
Dan permainan panas keluarga Namikaze dimulai kembali!
Inilah keseharian Naruto jika ada waktu senggang saat pulang kerja atau libur kerja, ia akan bermain dengan Venelana dan juga Rias sampai mereka susah berjalan
Dan beginilah akhir dari keluarga Namikaze, yang penuh gairah.
Fin!
