My New Mom And Sister Capítulo 11 Ova
Naruto Pov Now!!!
Sesuai janji ayah ku, setelah 3 minggu dia berkerja, ia mendapat libur panjang selama 2 minggu.
Dan sekarang aku, Ayahku (Minato), Ibu Tiriku (Venelana), dan Kakak Tiriku (Rias), sedang menaiki mobil sedan milik ayahku, untuk pergi jalan-jalan, liburan ke'pantai.
"Hah... Inilah yang ku harapkan, liburan ke'pantai, setelah ulangan 1 minggu kemarin..."
Ucapku sambil mengeluarkan sedikit kepalaku, dari kaca pintu mobil dan menghirup udara segar, dari pemandangan laut biru, yang masih sedikit jauh didepan sana.
"Hehe... Tepat sekali ya Naruto, aku pulang kerja selama 3 minggu, kau sudah habis ulangan selama seminggu."
Ucap Ayahku yang sedang menyetir.
"Ha'i Tou-chan... Kepalaku terasa ingin pecah, saat melakukan Ulangan tengah semester itu..."
"Ara-ara... Setidaknya kamu mendapat nilai yang bagus semua kan, Naruto-kun?"
Tanya ibu tiriku yang duduk disamping Ayahku.
"Ha-ha'i Okaa-chan..."
Ucapku sedikit malu dan gugup, karena saat melihat ibu tiriku, yang berkedip genit kearahku, melalui kaca sepion kiri mobil.
'Entah apa yang ingin direncanakan'nya nanti, tapi aku harus bersiap-siap!'
Batinku bersiap siaga.
"Uhm... Naru..."
Tiba-tiba kakak tiriku yaitu Rias memanggilku, aku menoleh kearah kanan, melihat kakak tiriku yang tengah duduk disampingku.
"Iya? Ada apa Rias-nee?"
Tanyaku kepada Kakak tiriku.
Saat aku sahut dan menanyaka'nya, ia terlihat seperti salting dan malu-malu kucing.
"Ma-mau kah kamu... Uhm... Mau me-melihat baju re-renangku...?"
Tanyanya dengan suara yang sedikit mengecil, mungkin takut didengar oleh ayah dan ibuku, namun masih terdengar oleh ku, mungkin karena kami duduk bersampingan.
"?!"
Aku memasang wajah terkejut saat mendapat, pertanyaan seperti itu dari kakak tiriku itu.
Sebelum aku menanyakan alasan'nya kenapa, ia tiba-tiba membuka suara lagi.
"Ka-karena ini pe-pertama ka-kalinya... A-aku memakai bi-bikini, di-dihadapan orang-orang, selain te-teman-teman ku... Jadi aku agak gugup, ji-jika orang lain yang melihatku memakai bikini, U-untuk membiasakan diri, saat orang-orang me-melihat aku memakai bi-bikini, bagaimana jika kamu... Yang pertama kali melihatnya?"
Ingin rasanya aku menolak permintaanya, tapi aku tidak sanggup menolak, jika ia memasang mata kitty eye, kearahku!
Dengan hembusan nafas pasrah, aku mengangguk, mengiyakan permintaanya.
Sepertinya ia terlihat senang, saat aku mengiyakan permintaanya.
Tiba-tiba ia mulai memegang, seleting jaket putih yang ia kenakan, dengan perlahan ia menurunkan seleting tersebut, olehnya, seletingnya sudah terbuka semua, Rias-Nee langsung menunjukkan bikini, yang ia pakai kepadaku.
Dan Terlihatlah bikini merah muda, dengan aksen bunga-bunga disana.
Entah aku harus berkomentar apa, tapi bikini yang ia kenakan terlihat sangat imut! Dan juga sexy!
Entah kenapa Rias-Nee, memakai bikini tersebut, menambah kecantikan dirinya.
Dirinya memang sudah cantik, tapi ia bertambah cantik dan imut, saat memakai bikini tersebut.
.
Normal Pov Now!!!
.
Saat ini Naruto yang masih terbengong, saat melihat Rias, yang memakai bikini yang begitu manis, dan juga sexy.
Sedangkan Rias, saat ini sedang menahan malunya, karena Naruto sedang melihatnya memakai bikini'nya.
Sebenarnya ini akal-akalan Rias saja, sebenarnya ia sering menunjukan dirinya, memakai bikini saat bersama teman-temannya, diberagam pantai.
Dan sebenarnya lagi, ia tengah bersaing bersama ibunya yaitu Venelana, untuk membuat Naruto terkesima, saat menunjukan bikini yang mereka pakai kepada Naruto.
Saat Rias melihat kaca sepion mobil, ia melihat wajah ibunya, yang terlihat kesal.
Dengan segera, Rias memasang senyum meremeh, seolah mengatakan kepada sang ibu, seperti ini...
'Aku Menang Okaa-chan!'
Dan tiba-tiba, Venelana melempar senyum seperti itu juga, kearah Rias, seolah mengatakan...
'Lihat saja Rias-chan! Akan Okaa-chan buat Naruto-kun, sangat terkesima saat melihat bikini Okaa-chan, dari pada bikinimu!'
Seperti itulah, yang seolah ia katakan.
Tiba-tiba dari arah depan, ada tiga buah polisi tidur, berukuran sedang disana.
Saat melewati ketiga polisi tidur tersebut, membuat dada Venelana, maupun Rias, naik turun.
Naruto yang masih melihat kearah dada Rias, yang memakai bikini, dan melihatnya naik turun, saat melewati polisi tidur tersebut, membuat Naruto terjungkal kebelakang, dengan hidung berdarah.
Rias yang melihat Naruto pingsan, langsung berteriak panik.
"Aakh! Naru! Kamu kenapa?!"
Ucap Rias sambil menutup seleting jaketnya, untuk menutupi bikini yang ia pakai.
Rias langsung menepuk-nepuk pipi Naruto, agar sipirang tersadar.
"Minato-Kun! Naruto-kun Pingsan!"
Ucap Venelana sambil menarik-narik, kemeja sang suami.
"Loh?! Kenapa Naruto Pingsan?!"
Tanya Minato panik, saat melihat anak laki-lakinya pingsan, dengan hidung berdarah.
"I-indah..."
Gumam Naruto ditengah kesadarannya.
.
.
My New Mom And Sister.
.
.
"Hmmm! Aahhh! Akhirnya! Aku bisa mencium bau liburan, setelah perjuangan melawan ujian kemarin!"
Ucap Naruto sambil melihat kearah luat yang biru, dihadapannya sekarang, dan sekarang Naruto sudah bertelanjang dada, dan hanya memakai celana renang berwarna hitam, dengan motif musang jingga dibagian kanannya.
"Kau Terlalu lebay dengan perkataanmu, Naruto!"
Ucap Minato yang sudah berada disamping Naruto, dan ia sudah memakai celana renang berwarna biru, bergaris putih.
Dan ia tengah menenteng sebuah kotak, yang berisi es batu, minuman dingin, dan juga buah-buahan didalamnya, dan ditangan kiri Minato, tengah menenteng sebuah payung pantai.
"Tou-chan! Kau tidak tahu namanya penderitaan, saat harus menghadapi ujian kemarin! Itu hampir membuatku gila!"
Ucap Naruto melebih-lebihkan!
"Dasar Lebay Kau ini. Baiklah Bantu Tou-chan, menyusun ini!"
"Ha'i! Tou-chan!"
Dan Mereka berdua menyusun, tempat untuk mereka berteduh dipesisir pantai.
Dan saat semuanya sudah tersusun, Naruto dan Minato, bertedug dibawah payung pantai mereka.
"Ngomong-ngomong, Mana Rias-Nee dan Okaa-chan?"
Tanya Naruto kepada sang ayah.
"Mereka sedang memakai baju renang mereka, diruang ganti."
Jawab Minato kepada sang anak.
"Oh..."
Naruto hanya ber'oh'ria menanggapi perkataan sang ayah.
"Woah! Lihat mereka berdua!"
"Wah... Mereka berdua, sangat sexy menggunakan bikini itu."
"Dan juga mereka sangat cantik!"
"Apa mereka seorang model?! Berarti, ini hari keberuntungan kita!"
Naruto dan Minato mendengar suara gemuruh-gemuruh laki-laki, dibelakang mereka.
Saat mereka berdua menoleh kebelakang, dan yang mereka lihat adalah, Rias dan Venelana yang berjalan kearah mereka berdua, dengan para laki-laki yang mengerubungi dikanan dan kiri mereka.
Mungkin yang membuat mereka menjadi pusat perhatian adalah, bikini yang mereka berdua pakai.
Saat Rias dan Venelana, sampai dipayung Naruto dan Minato, mereka langsung duduk disitu, dengan Venelana merangkul tangan kiri Minato, dan Rias merangkul tangan kanan Naruto.
Naruto tak henti-hentinya menatap mereka berdua, secara bergantian, dengan wajah yang merona.
"Minato-kun... Bagaimana Bikini yang aku pakai?"
Tanya Venelana dengan nada menggoda.
"Ya, kau cantik memakai bikini itu, Venelana."
Ucap Minato sambil mencium pipi Kanan, Venelana.
Tiba-tiba Venelana menatap Naruto, dan mengendipkan sebelah matanya kepada Naruto, seolah kedipan Venelana mengatakan...
'Bagaiman Bikini ku, Naru-kun?'
Dan Naruto saat mendapat kedipan tersebut, ia malah memalingkan wajahnya yang memerah, kearah Rias.
Dan saat pandangan kearah Rias, Rias saat ini tengah menatapnya dengan wajah merona.
"Na-naru... Ba-bagaimana bikini yang ku pakai?"
Tanya Rias dengan nada malu-malu.
Memang tadi saat dimobil Rias, sudah menunjukan bikininya kepada Naruto, namun itu hanya bagian bra bikininya saja.
Karena saat ini, ia sudah memakai bagian bawah bikini, yaitu cd'nya yang bermotif sama dengan bra'nya, apa lagi ia juga memakai jaket putih agak transparan, yang hanya menutupi lengannya saja, membuat kesan imut dan cantik, bertambah pada dirinya.
Naruto entah harus berkata apa lagi sekarang, kecantikan dan ke sexy ibu dan anak ini, tidak bisa diungkap oleh kata-kata.
"Naru! Bagimana bikiniku?!"
Tanya Rias merajuk, karena Naruto tidak merespon perkataannya tadi.
"Eh?!"
Tiba-tiba Naruto tersadar dari lamunan liarnya tadi.
"A-ah! Kau terlihat cantik memakai bikini itu, Rias-Nee."
Ucap Naruto sambil memalingkan wajahnya yang merona kesamping, agar tidak dilihat oleh Rias.
Dan Rias mendengar adik tirinya menyebutnya cantik, saat memakai bikini yang ia pakai, rasanya ia ingin berselancar dari pantai ini, sampai ujung samudra sana.
"Kalian Tidak Mau Berenang?"
Tiba-tiba Minato membuka suara.
"Kalau aku sih nanti saja, sekarang aku hanya ingin berduaan saja denganmu, Minato-kun~"
Ucap Venelana dengan nada manja.
''Oh Begitukah. Kalau kamu tidak mau berenang, Rias?"
"Eh?"
Rias mendapat pertanyaan seperti itu dari sang ayah tiri, terlihat dia seperti malu-malu kucing.
"Rias-chan, Tidak bisa berenang Minato-kun."
Mendengar perkataan Venelana barusan, membuat Naruto dan Minato terkejut, yang terlihat lebih terkejut adalah Rias, Karena ibunya membongkar rahasianya.
"Oh... Rias tidak bisa berenang..."
Ucap Minato sambil menangguk-anggukan kepalanya.
"M-mou O-okaa-chan! Jangan membongkar rahasiaku dong!"
Ucap Rias ngambek kepada sang ibu.
"Loh? Memang kenapa? Wajar saja jika ada orang yang tidak bisa berenang, contohnya Naruto, dia dulu tidak bisa berenang, tapi setelah aku ajari dia berenang, ia sekarang pandai berenang."
Rias terkejut mendengar perkataan sang ayah, ternyata bukan dia seorang yang tidak bisa berenang dikeluarga ini, ternyata Naruto dulu tidak bisa berenang.
"Naruto, apa kau mau ajari kakakmu berenang?"
"Eh?!"
Rias Kembali terkejut mendengar perkataan ayah tirinya barusan, Minato menyuruh Naruto untuk mengajari dirinya berenang.
Dan Rias menoleh kearah Naruto, yang tengah berpikir.
"Baiklah! Kebetulan aku mau menyentuh air laut! Ayo Rias-Nee! Aku ajari kau berenang!"
Ucap Naruto sambil menarik tangan Rias, Menuju pantai.
"Kyaa! Na-naru Tunggu! Aku belum siap!"
Ucap Rias dengan wajah memerah.
.
Skip Time Now!!!
.
"Ayo Rias-Nee! Gerakan kakimu seperti yang ku ajari tadi!"
Ucap Naruto yang sudah berada didalam air laut bersama Rias, yang tengah memegang kedua tangan Naruto, agar Rias tidak tenggelam.
"Ha-ha'i Naru... Akh! Jangan lepaskan tanganku Naru! Aku takut tenggelam!"
Ucap Rias sambil mengeratkan genggaman tanganya, pada tangan Naruto.
"Ha'i! Ha'i! Aku tidak akan melepaskannya, Rias-Nee. Dan cepat gerak kakimu yang seperti aku ajari tadi."
Dan Naruto kembali mengajari Rias berenang, namun tiba-tiba ombak berukuran besar datang dari arah laut, menabrak mereka berdua.
Dan mereka terseret arus ombak sangat jauh dari keramaian.
Dan disinilah mereka, dibalik batu karang yang besar, yang jauh dari keramaian.
"Uhuk! Uhuk! Rias-nee! Apa kau tidak-"
Perkataan Naruto terpotong karena melihat kondisi Rias sekarang.
"Uhuk! Aku tidak apa-apa, Naru..."
Ucap Rias sambil batuk-batuk mengeluarkan air laut yang tidak sengaja tertelan tadi.
Ia melihat kearah Naruto yang membatu dengan wajah memerah.
"Naru, kamu tidak apa-apa? Kenapa wajahmu memerah?"
Tanya Rias khawatir kepada adik tirinya.
Mendengar perkataan Rias, Naruto mengalihkan pandanganya kesamping.
"A-anu... Ri-rias-nee... Di-dimana bikini mu?"
Tanya Naruto dengan nada malu-malu.
Rias terkejut mendengar perkataan Naruto, saat melihat kearah dadanya, ia tidak memakai sehelai benang pun!
"Kyaah!"
Teriak Rias sambil menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
"Aduh! Bagaimana ini?! Mana di pantai ramai sekali!"
Ucap Naruto saat mengintip dari balik batu karang, terlihat dari kejauhan pantai sangat lah ramai.
Sedangkan Rias yang saat ini masih menutupi dadanya yang terbuka, namun ia melihat keadaan sekitar, dimana ia dan Naruto terseret arus ombak sampai dibatu karang yang besar, yang jauh dari keramaian.
Tiba-tiba pikiran kotor mendatangi pikiran Rias, untuk melakukan hal mesum disini bersama Naruto.
Langsung saja Rias memegang tangan Naruto.
"Na-naru... Tidak apa-apa..."
Ucap Rias kepada Naruto, Naruto yang merasa namanya terpanggil oleh Rias, langsung saja menoleh kearah kakak tirinya tersebut.
Naruto terkejut setengah mati, karena melihat Rias yang tidak menutupi dadanya lagi dengan tangannya, malah tangannya digunakan untuk melepas bikini nya yang cd.
"Ri-rias-nee?! A-apa yan- Hmpt!"
Perkataan Naruto terpotong karena Rias mencium bibirnya.
Rias mencium bibir Naruto dengan lembut, ia juga merapatkan tubuhnya pada tubuh Naruto, hingga menghimpitnya pada batu karang dibelakangnya, kedua tangannya mengalung manja di leher Naruto.
Naruto yang awalnya terkejut karena Rias tiba-tiba menciumnya, iapun mulai membalas ciuman kakak tirinya tersebut, sembari kedua tangannya memeluk pinggul ramping milik Rias, terkadang tangannya yang jahil itu meremas bongkahan pantat sintal milik Rias, membuat si empunya mengerang di dalam ciuman tersebut.
Lalu Naruto membalikan keadaan, ia membalik tubuh Rias, dan kali ini Rias lah yang terhimpit oleh tubuh Naruto dan juga batu karang.
Kemudian Naruto menarik ciumannya, lalu ia melepas boxer yang ia pakai, dan sekarang keadaan Naruto sama seperti Rias, yaitu telanjang bulat.
Rias kembali dicium oleh Naruto, tubuh mereka saling berdempetan dibawah terik matahari.
Salah satu kaki Rias di angkat oleh Naruto, ia mengarahkan penisnya yang sudah sangat tegang untuk menerobos liang senggama milik Rias.
Jari Naruto juga berusaha membuka belahan kewanitaan Rias, agar mengapit kepala penisnya.
Rias juga memundurkan pinggulnya, membuat penisnya masuk ke dalam vaginanya, Awalnya hanya ujung kepalanya, tapi Rias menginginkan lebih.
Rias terus mendorong ke belakang, batangnya pun menggesek dinding vaginanya.
"Ugghhmmm~ Naruuhh~"
Rias mengerang nikmat.
"Aaaaahhhhh~~~!"
Pekik Rias saat penis Naruto sudah masuk seutuhnya.
Naruto langsung menyibakan rambut panjang merah Rias dan menjilati leher jenjang nya, tak lupa kedua tangan nya ia gunakan untuk meremas kedua payudara Rias yang cukup besar itu, sambil terus menyodokan vagina Rias dengan penisnya.
"Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Naru~ Ohhh~!"
Desahan Rias terdengar menggoda ditelinga Naruto membuat Naruto bersemangat menyodok vagina Rias dengan penisnya.
"Ssshhh~ Ahhh~ Lebih cepat Naru~ Ohhh~ Tusuk vaginaku lebih dalam lagi Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~"
Naruto tersenyum mendengar permintaan sang kakak tiri.
Naruto mempercepat gerakan pinggul nya seperti permintaan Rias.
Membuat Rias mendesah sedikit lebih keras daripada yang tadi.
"Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Naru~ nikmat sekali ahhh~"
Desah Rias dengan wajah senang.
"Ouhhhhh~ ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ini nikmat sekali ohhhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Aku akan segera keluar Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~ Ahhh~"
Tiba-tiba Naruto menggerakkan pinggulnya sedikit pelan, agar ia menikmati bagaimana penisnya serasa dipijat di dalam vagina Rias, dinding rahim Rias sedikit berkedut saat penis Naruto terus merangsangnya.
"Naru~ Aahh! Aahh! Yaahh!"
Rias mendesahkan nama Naruto, gadis itu sungguh menikmati sodokan yang diberikan oleh adik tirinya tersebut.
"Ayoh! Aahh! Aah! Berikan aku lebih! Akh! Aakkh! Yaahhh!"
Naruto langsung menuruti kemauan kakak tirinya tersebut, ia menggigit kecil leher Rias, memberikan beberapa bercak merah di sekitar leher itu, ia juga tak lupa meremas kedua buah dada Rias, serta memilin puting susu Rias yang sudah sangat tegang.
Wajah Rias merona hebat saat dia di rangsang oleh Naruto.
Ia tak menyangka kalau Naruto akan sehebat ini dalam merangsang dirinya.
Rias lalu mencium bibir Naruto mesra, ia meremas kepala pirang lelaki itu sembari terus menekannya.
Tiba-tiba Naruto melepaskan ciumannya.
"Aahh Rias-nee! Aku juga ingin keluar!"
Desah Naruto juga, tiba-tiba Naruto mencabut penisnya, lalu membalik tubuh Rias, lalu menusuk vagina Rias dari belakang, namun Rias tidak menolak diperlakukan seperti itu oleh Naruto, ia malah terlihat menikmatinya
Dengan begini Naruto bisa menggoyang Rias dengan keras.
Plak! Plak! Plak! Plak!
suara benturan antara pantat Rias dan selangkangan naruto terdengar keras.
"Ahhh! Aahh! Aaahhh! a-aku juga akan k-keluar Naru!!!"
Naruto mempercepat gerakan pinggul nya membuat Rias tidak bisa bertahan lagi.
"Aahh! ahh! Naruhhh! ahhh! ahhh! a-aku keluar! kyahhhhhhh!!!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Tubuh Rias menegang dan kaki nya menjijit merasakan kenikmatan di vaginaya.
"Aku juga Ahhh! Aahhh! Rias-nee uhhh!!!"
CROOT! CROOT! CROOT!
Cairan sperma Naruto memenuhi vagina Rias bahkan sampai meluber keluar karena saking banyaknya.
'Uhh! vaginaku terasa penuh karena sperma Naru.'
Batin Rias merasakan rahimnya sangat penuh dengan sperma Naruto.
"Uuuhhh~"
lenguh Rias saat Naruto mencabut penis nya.
"Haahh... Spermamu banyak hahh.. sekali Naru~ Haahh... sampai sampai hah... rahimku tidak bisa haah... menampung semua nya hah..."
Ucap Rias sambil tersenyum puas, dengan nafas tersenggal.
Lalu mereka saling berhadapan lagi, dan mereka saling berciuman dengan mesra.
Tanpa mereka sadari, dari awal mereka bercinta, mereka sudah dimata-matai oleh Venelana dari kejauhan menggunakan teropong.
'Awas kamu Naru-kun... Berani-beraninya kamu bermain outdoor bersama Rias-chan. Tunggu nanti pembalasaan Okaa-chan dihotel nanti! Fufufu~'
Batin Venelana sambil menyeringai mesum.
Fín de Capítulo
