Naruto Lemon con otra esposa Capitulo 31 al 40

...

Waktu menunjukkan pukul 17:00 menandakan hari sudah sore menjelang malam di hari senin cuaca di luar mulai tampak tak mendukung karena dalam berita ramalan cuaca akan terjadi badai hujan yang sangat lebat para penghuni yang baru di perkirakan akan besok menempati apartement yang di bangun oleh bunshin Naruto yang sekarang berganti nama samaran menjadi Narumi Yotsuba akan menjadi heboh kalau ada Nama Naruto yang lain.

Terdapat 1 remaja dan 1 wanita yang berumur 20 tahunan sedang berciuman dengan panas dibalik pintu apartement terbukti dari lelehan saliva yang merembes keluar dari kedua bibir walaupun dalam keadaan menyatu.

"Mmmmhh... Mmmhhh "

Desahan yang tertahan akibat bibir yang masih menyatu, padahal mereka berciuman dalam waktu yang lama tadi dan ciuman mereka sangat agresif. Menandakan mereka sangat menikmati ciuman tersebut dan menginginkan lebih.

"Puuaahhh... haahhh... hahh... "

Akhirnya kedua bibir itu terlepas setelah ciuman panas tadi, benang saliva tercipta menghubungkan kedua lidah yang terjulur keluar. jangan lupa wajah yang memerah dari wanita itu membuatnya semakin cantik.

"Ne, Nami-chan, ayo kita kita kekamar"

Ajak remaja laki laki yang menjadi kekasih sang wanita walau umur mereka terpaut 2 tahun. Nami park wanita berusia 20 tahunan asal Korea memiliki warna mata violet rambut merah panjang walau tak sepanjang ibu angkat nya khas dari klan Uzumaki warna putih bersih dan jangan lupakan payudara hampir besar walau masih bisa tumbuh.

"Hm... ayo Naru"

Balas Nami sambil menggalungkan tangannya keleher kekasihnya.

Narumi atau di kenal sebagai bunshin Naruto yang terlepas sewaktu Naruto Uzumaki dan Maya Yotsuba tengah di rawat juga memiliki perawakan dengan rambut pirang nya warna matanya biru saffir berkulit putih walau ada goresan rubah di pipinya menambah kesan tampan nya seperti adik kembar Naruto saja.

Mereka berdua memang sepasang kekasih sejak awal pertemuan mereka sangat buruk tapi dengan kekuatan succubusnya membuat Narumi dengan mudah menaklukkan Nami park yang sedikit agak keras kepala walau memiliki tubuh yang aduhai.

Narumi langsung menggendong Nami bridal style dan membawanya kekamar, kebetulan hanya mereka berdua saja yang tinggal di apartement sedangkan sang adik masih mengurus beberapa berkas sebelum resmi tinggal di negara jepang bersama sang kakak mereka berdua merupakan kakak beradik sudah hidup mandiri sejak meninggalnya orang tua mereka beruntung ada sang paman Nagato Uzumaki masih sepupu dari sang ibu nya yang mengijinkan tinggal sekaligus belajar di negara jepang.

Setelah sampai di kamar Nami yang berukuran 4x4 dengan ranjang sedang, Narumi menurunkan kekasihnya diranjang dan langsung menyambar bibir merah ranum milik Nami itu. Tak puas menyambar Narumi melumat bibir bawah dan atas secara bergantian.

"Mmmhh... Eeemmmhhhh"

Desah Nami saat kedua bibirnya dilumat secara bergantian, mengkalungkan kedua lengannya keleher sang kekasihnya untuk meminya lebih dari ini.

Narumi yang tahu diinginkan kekasihnya, mengeluarkan lidahnya untuk masuk kedalam mulut Nami. Nami merasakan lidah Narumi ingin masuk membuka mulutnya dan langsung dia sambut dengan lidahnya.

"Eeeeemmmmhhhhhh... aaahhh"

Desah Nami saat kedua tangan Narumi meremas lembut kedua payudara besarnya dibalik kaos singletnya Nami menjambak rambut pirang kekasihnya itu saat kedua payudaranya diremas agak keras.

"Puuuaahh... "

Kedua bibir itu terpisah tapi tidak dengan lidah mereka yang masih membelit satu sama lain. kedua tangan Narumi terus meremas payudara itu dengan tempo yang dinaikkan untuk membuat gairah kekasihnya semakin menjadi jadi.

"Mmmmmmmmhhhhhhh "

Kedua bibir itu menyatu lagi, melumat bibir lawan jenis secara bergantian. Narumi yang tak tahan akan hasratnya yang menggebu gebu melepas kaos singletnya dan menyusupkan kedua tangannya ke punggung Nami untuk melepas ikatan bra berwarna merah tersebut.

Nami yang tahu kekasihnya ingin melepas bra miliknya, membantu membusungkan dadanya agar mempermudah Narumi melepas ikatan bra Nami, Narumi mendudukkan dirinya dan Nami tanpa melepas ciuman panas mereka.

Setelah terlepas kaos singletnya dan bra Nami terlepas pula kedua bibir itu karena kekurangan oksigen.

"Puuahhh... hahh.. hhah... "

Kedua nafas yang saling memburu itu setelah ciuman panas dan panjang Narumi yang masih mengatur nafas mengalihkan pandangannya learah payudara besar kekasihnya itu dan dirinya dibuat takjub akan payudara besar kekasihnya.

Dirinya semakin bernafsu saat melihat payusara besar dan kencang milik Nami itu Narumi benar tak menyangka bahwa benda yang dirinya remas iru sangat indah, apalagi dengan putting berwarna pink yang mengeras itu menandakan kekasihnya sudah terangsang pula sama seperti dirinya.

Nami yang meihat kekasihnya terus menatap kearah payudaranya ada rasa bangga dan malu, bangga karena kekasihnya terus menatap kagum kedua payudaranya dan malu karena ini pertama kalinya.

Narumi mengalihkan ke wajah Nami dan dapat dia lihat eajah putih kekasihnya itu kini telah memerah malu. Membuat kesan imut diwajah kekasihnya. Dirinya pun memajukan wajahnya kembali untuk mencium kembali bibir ranum kekasihnya.

Cupp

Kedua bibir bertemu kembali melumat,mengecap,menghisap itulah yang dilakukan oleh mereka berdua. Kedua tangan Narumi bergerak untuk meremas payudara Nami, dirinya sudah tak tahan ingin meremas payudara kekasihnya tanpa bra. Lembut sangat lembut itulah Narumi rasakan, saat kedua tangannya meremas kedua payudara Nami.

"~Ahh~eemmh"

Desah tertahan Nami disela ciumannya, saat kedua payudaranya bersentuhan langsung dengan tangan Narumi. Tangannya menjambak rambut pirang kekasihnya saat payudaranya diremas kuat, rangsangan pada dadanya membuat celana dalamnya basah.

Narumi mendorong Nami ke belakang dengan perlahan tanpa mengurangi remasan pada dada Nami, rasanya Narumi ingin segera menghisap putting kekasihnya, bibir kekasihnya saja sudah nikmat bagaimana nanti dengan putting dan vaginanya pasti lebih nikmat fikir Narumi.

"Aahh~ahh~yahh~"

Desahan terus lolos dari mulut Nami, rangsangan yang diterimanya membuat celana dalam miliknya telah basah kuyup oleh cairan cintanya.

Narumi terus memberikan kissmark pada leher Nami sebagai tanda miliknya lalu turun kebawah Narumi melepaskan CD Nami dengan perlahan melepas kain yang menutupi tempat yang akan menjadi surga dunianya.

Dan terlihatlah vagna yang indah, berwarna merah muda rapi dan sedikit bulu bulu halus . Narumi harus meneguk ludah saat melihat keindahan vagina kekasihnya, rasanya Narumi ingin langsung merasakan vagina itu memanjakan penis miliknya saat aroma khas vagina Nami menyeruak hidungnya.

Narumi sendiri terus mengobrak abrik rongga mulut Nami, lidahnya terus menjelajah rongga mulut Nami mulai gigi,lidah dan langit langit sambil melepaskan boxernya. Dan kini keduanya sama sama telanjang, Nami bahkan tak tahu bahwa kekasihnya sudah melepaskan semmua pakaiannya.

"Mmmmmhhh~mmuuuaaahh"

Kedua bibir itu terlepas setelah ciuman panas dan penuh nafsu berlangsung cukup lama tadi.

" Ne, Nami-chan apa kau sudah siap ? "

Tanya Naruto sambil menggesekkan kepala penisnya ke vagina Nami.

"Ugh.. tentu saja Naru "

Wajah Nami semakin memerah melihat penis besar untuk ukuran remaja seperti pria remaja pada umumnya yang ditemuinya ketika menjadi siswi dibangku sekolah dahulu.

" Kau siap sayang?"

Tanya Narumi yang terus menggesekkan penisnya di vagina Nami.

Nami hanya memejamkan matanya sambil menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Narumi yang mendapat lampu hijau dari kekasihnya, langsung memasukkan penisnya dengan perlahan. Setelah kepala penis masuk Narumi terus mendorong penis miliknya dengan pelan, dirinya tak mau terburu buru karna dia tau ini pertama kalinya bagi Nami dan juga dirinya walau dia bunshin Naruto tapi sekarang dia mengontrol penuh tubuhnya tanpa terbagi energy dengan pemilik tubuh aslinya.

"Ugh~akkkhh"

Rintih Nami dengan mata terpejam saat penis kekasihnya terus menerobos vagina miliknya hingga sampai ke selaput dara miliknya penis itu berhenti sebentar lalu Nami merasakan lumatan lembut pada bibirnya membalas sapuan lembut tersebut membuatNami kenikmatan.

"Mmmmhhhhh"

Desah tertahan Nami karena masih dalam ciuman saat penis Narumi telah menerobos masuk dan merobek selaput dara miliknya.

Kedua tangannya meremas lembut dada Nami membuat Nami melenguh disela ciumannya.

"Mmmm~~Puuahhh"

Kedua bibir itu terlepas Nami mengambil nafas sebanyak mungkin setelah ciuman yang cukup lama tadi menguras pasokan udaranya.

Narumi sendiri langsung mengarah dada Nami sebelah kanan, menjilat putting yang tegang itu dengan lembut dan pelan agar Nmai melupakan rasa sakitnya.

"Aaahh~Aahh~Naru!"

Rangsangan yang diterimanya membuat Nami terus mendesah melupakan rasa sakit pada vaginanya. Rangsangan nikmat terus dia dapatkan saat Narumi melumat dada miliknya.

"Uuhh~uhh~ahhh~ahhh"

Nami terus mengeliat karena mendapatkan terus rangsangan, dirinya bahkan tak sadar telah mengoyangkan pinggulnya sendiri.

"Aahh~kau~boleh~bergerak~Naru~ahhh!"

Ujar Nami merasa tak tahan dan siap digoyang.

Narumi yang mendapatkan izin langsung menggerakkan secara perlahan dengan mulutnya masih tak mau melepaskan dada kekasihnya.

"Ughhh, sangat sempit dan Nikmat'

Batinya saat merasakan kerapatan wanita berumur 20tahun itu membuatnya merasa ingin bergerak dengan cepat dengan perlahan dia menaikkan tempo gerakan pinggulnya.

"Ahh~ahh~ukhh~Naruuu~Chuuu!"

Desah Nami sambil memayunkan bibirnya. Narumi langsung melepas hisapanya dan melumat bibir kekasihnya.

Pinggul terus bergerak maju mundur dengan tempo sedang, gesekan yang dirasakan pada penisnya membuat rasa nikmat tersendiri.

PLAK!PLAK!PLAK!PLAK!

Narumi semakin meningkatkan ritme goyangan miliknya, menikmati rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, suara benturan dua paha yang bertubrukan menghiasai kegiatan keduanya.

Mulut mereka terus melumat,menghisap,menukar saliva masing masing. Kedua lengan Narumi takpernah berhenti untuk terus meremas dada indah tersebut, tak hanya meremas tapi juga memelintir puttingnya sehingga membuat Nami semakin menjadi jadi.

"Ahh~ahh~te~terus~lebih~cepat"

Hanya ada suara desahan,benturan dua paha dan decitan ranjang akibat gerakan cepat Narumi. Nami sendiri terus mendesah saat vaginanya terus dihujam dengan cepat.

Pinggulnya terus bergerak cepat, dapat Narumi rasakan bahwa vagina kekasihnya semakin menjepit dengan kuat.

"~Ahhh~ahh~ak~aku~akan~keluar~lagi~Naru~ahhh~jangan~berhenti~'

Nami tak bisa untuk tidak menahan desahannya. Gempuran yang dilakukan kekasihnya membuat vaginanya berdenyut denyut.

Narumi langsung melumat dada sebelah kanan, untuk lebih merangsang kekasihnya agar mencapai puncak. Bahkan dirinya pun juga merasa ingin segera keluar, merasakan nikmatnya jepitan dinding vagina kekasihnya.

"Ahh~ahh~ukhh~nikmat~sangat~nikmat~'

Kedua lengan Nami meremas surai pirang kekasihnya yang setia menghisap dada miliknya.

"Ahh~ahhh~uhhh~"

"KEELLLUUUAARRRRRR"

Desah panjang Nami dengan tubuhnya yang mengejang saat mencapai puncaknya vagina menjepit dengan kuat penis yang berada didalam, cairan cintanya menyiram penis Narumi dengan deras, pinggul kekasihnya masih bergerak membuat rasa ngilu pada vaginanya tapi bercampur rasa nikmat pula.

"GUHHHH"

Desah tertahan Narumi mengeluarkan spermanya kerahim Nami itu penuh, Nami sendiri merasa hangat saat disiram dengan sperma, bahkan Narumi menginggit putting Nami membuat Nami menggelinjang ditambah dengan pinggul Narumi masih menyodok walau sudah menumpahkan spermanya.

"AAAHHHHHHHHHHHH"

Nami tak dapat menahan klimaksnya kembali, mengalami klimaks 2 kali sekaligus membuat tubuhnya sangat lemas.

Narumi masih menyodokkan penisnya menanamkan sedalam mungkin, dan itu membuat kenikmatan tersendiri baginya.

"Hahh~itu~hahh~sangat~nikmat~sekali~ne Nami-chan"

Ucap Narumi atur nafas tersengal akibat melepas kulumannya pada dada kekasihnya.

"Um.. hahh"

Jawab Nami mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya karena lelah.

Narumi yang melihat kekasihnya memejamkan matanya, mengusap lembut surai merah tersebut.

"Tidurlah Nami-chan. kau tampak kelelahan... Hah... baru pertama kali aku merasakan yang nama nya berhubungan seks dengan tubuh milik bos walau diriku bunshin tapi sepenuhnya ini tubuh milikku sendiri"

Dirinya tak mau hal tersebut, dia mencintai Nami sangat mencintainya, mencium pucuk kepala merah itu lalu Narumi memejamkan kedua matanya untuk ikut beristirahat pula.

.

.

.

Esok pagi

" Fufufufu... baru kali ini aku melihat Naru-nii berhubungan seks dengan Nami-san padahal seminggu yang lalu di membencinya."

Ujarnya menatap sang kakak angkatnya yang tertidur pulas

Seketika Narumi bangun terlihat seorang wanita berambut biru berada di depannya lalu menyapanya dengan senyum manis.

" Ohayoo... Naru-nii "

Continuará