Naruto Lemon con otra esposa Capitulo 36

...

Pertemuan Narumi dengan Nayeon pada pertemuan pertama di bandingkan dengan perempuan yang menginap di Apartement Familia Seven membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama walau itu bukan yang pertama bagi Narumi yang bermain dengan para wanita nya tapi setidaknya Narumi lebih baik di banding sang kakak Naruto Uzumaki pasca pertemuan nya di onsen beberapa waktu lalu.

Nayeon pun juga begitu beberapa hari pasca tinggal di Apartement Familia membuat nya bisa bertemu dengan sang kakak sekaligus orang yang di kagumi nya sewaktu kuliah di korea walau bukan dia yang dimaksud.

" Hmm... Omong omong Narumi-san, kenapa wajahmu mirip sekali dengan Naruto-kun, orang yang aku kagumi selama hampir 2 tahun ini. "

Ucap Nayeon membuka percakapan nya dengan Narumi

" Aku adalah saudara kembar nya Narumi Uzumaki adik dari Naruto Uzumaki walau bukan saudara sedarah akibat bunshin ku yang menyinkronkan dengan kekuatan alam ( Senjutsu ) sehingga membuatku terlihat seperti manusia hanya beda sifat saja dan warna rambut ku yang berwarna putih."

Jelas Narumi memberitahukan semua rahasia nya pada Nayeon

" Apakah kamu menyesal karena bukan orang yang kamu kagumi yang bertemu denganmu sewaktu kuliah tetapi aku adiknya"

" Tidak Narumi-san, aku tidak berpikiran seperti itu ? tapi bagiku kamu adalah Narumi orang yang menyatakan cinta kepadaku walau beberapa waktu lalu kita bertemu "

" Baiklah kalau begitu Narumi-kun mungkin aku dan Unnieku akan tinggal di apartementmu bolehkah aku tinggal lebih lama lagi Narumi-kun sampai aku bisa mengumpulkan uang yang lebih banyak supaya aku tidak merepotkan mu dan memungkinkan ku untuk pindah dari apartementmu."

Ucap Nayeon mengenai rencana tersebut setelah mendapatkan uang yang banyak dan pergi meninggalkan apartmen nya.

Narumi terdiam dan tidak menjawab langsung menarik tangan Nayeon untuk segera pergi meninggalkan café dan tak lupa membayar pesanan mereka berdua.

Nayeon pun mengikuti kemana Narumi pergi sesampainya di tempat sepi terlihat sebuah motel mereka berdua bergegas dan tak lupa memesan kamar setelah memesan kamar Narumi langsung menarik tangan Nayeon segera masuk kamar motel dan tak lupa mereka berdua langsung berciuman entah siapa yang memulai hingga memasuki kamar mandi dalam keadaan sehelai pakaian.

Jreeessss

Air Shower menyirami tubuh keduanya, dengan posisi berdampingan membuat hanya sebagian yang terkena air shower. Lalu Narumi mengubah posisi mereka dengan berada dibelakang Nayeon. Sehingga kini tubuh keduanya sudah basah kuyup.

Narumi dapat melihat pemandangan yang luar biasa saat melihat tubuh basah kekasihnya ini, dan tak pelak membuat penisnya menengang. Saat penis yang menegang itu tak sengaja bersentuhan dengan pantat Nayeon, dikarenakan posisi dekat membuat penis itu menyentuh pantat Nayeon.

"Naru mesum." Ucapnya dengan sedikit tawa kecil

"Hehehe, gomen ne Nayeon, habisnya tubuhmu sangat sexy sekali. "

Jawab Narumi dengan menggaruk pipinya.

" Apa aku sexy Naru hingga membuat penis mu tegang"

"Tentu, kau sangat sexy sekali"

"Sshhh' ahh~baiklah, tapi jika sakit bilang ya "

Ucap Narumi yang menikmati kocokan kekasihnya, tangan lembut itu sangat memanjakan penisnya yang tegang.

"Naruuu...chuuuu"

Narumi yang melihat bibir merah merucut maju itu langsung saja menyambarnya, keduanya saling lumat dalam siraman air shower.

Dalam ciuman itu kadang ada pula air yang masuk kedalam mulut mereka tapi tak membuat ciuman itu berhenti justru malah membuat ciuman itu semakin menjadi jadi.

Kedua lengan Narumi dengan perlahan bergerak kedepan, tangan kiri di vagina dan tangan kanan di dada Nayeon. Dengan perlahan tangan kiri Narumi mengusap bibir vagina kekasihnya itu, dan tangan kanannya meremas cukup kuat.

"Mmmhh~ahh~mmmhh"

Desahan yang tertahan akibat ciuman yang panas itu.

Nayeon terus mengerang saat vagina dan dadanya dijamah oleh tangan kekasihnya, dapat Nayeon rasakan tangan kekasihnya menjamah dengan lembut vaginanya dan meremas keras dadanya. Hal tersebut membuatnya semakin bernafsu.

Nayeon memejamkan matanya menikmati ciuman panas dan perlakuan pada dada dan vaginanya, lidahnya dan lidah Narumi saling bergulat tak jarang Nayeon menghisap bibir kekasihnya membuat nafsu mereka semakin tinggi, tangannya kini mengocok penis Narumi dengan ritme yang cepat. Membuat Narumi mengerang dalam ciuman nya saat menerima kocokan cepat dari tangan halus kekasihnya itu.

Narumi juga meningkatkan ritme gosokan pada vagina kekasihnya, lalu memasukkan jari tengah dan telunjuk kedalam vagina Nayeon. Hal tersebut membuat Nayeon membuka kedua kakinya sedikit lebar agar memudahkan Narumi melakukan dengan sesuka hati.

"Puuuaahhhh~~Ahh~Ahh~"

Desahan indah itu keluar dari mulut Nayeon setelah melepaskan ciuman mereka yang penuh nafsu.

Narumi langsung menjilati tengkuk Nayeon, tak hanya menjilat tapi juga menggigit. Menghasilkan bekas merah, Narumi terus melakukan itu tak jarang menjilati bekas merah yang ada pada leher kekasihnya.

Keduanya semakin menggila, meningkatkan ritme kockan agar mencapai puncak. Terbukti dari penis Narumi yang semakin berkedut kedut dan vagina Nayeon yang semakin menjepit jari Narumi.

"Ahhh~Ahh~Ahh~Uukhhh"

"Aahh~lebih~ce~cepat~"

Desahan keduaya menghiasi kamar mandi tersebut, suara gemercik air kalah akan desahan mereka.

"KE-KEELUUUARR"

Crooot Crooot Crooot

Desah panjang keduanya saat mencapai klimaks, sperma Narumi langsung tumpah pada pantat Nayeon dengan sangat banyak. Dan jari Narumi merasakan kehangatan saat disiram oleh cairan cinta Nayeon yang keluar dengan deras.

"Hahh~hah'ahh~"

Keduanya bernafas dengan terengah, tapi Nayeon sedikit mendesah saat dadanya masih diremas. Narumi menaruh dagunya pada pundak kanan Nayeon dengan nafas yang masih terengah akibat klimaks.

Tangan Nayeon sendiri masih mengenggam penis Narumi yang masih tegang, lalu mengocoknya pelan dan lembut. Dirinya sudah tak sabar untuk melakukan sex kembali.

Narumi yang diperlakukan seperti itu mengerang nikmat.

"Are~ sepertinya Narumi-kun, tak sabar untuk memasukkan penis nya yang masih tegang ke dalam vaginaku "

Ucap Nayeon dengan seringai mesum menghiasi wajah cantiknya.

Wajah Narumi memerah malu serta menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Narumi pun langsung membungkukkan tubuh Nayeon agar bertumpuan pada dinding didepannya. Narumi memegang pinggul Nayeon lalu memposisikan penisnya didepan vagina Nayeon.

" Kau siap Nayeon-chan?" tanya Narumi sedikit memasukkan penisnya, hanya kepala penis Narumi yang sudah didalam.

" Aku siap Naru" jawabannya sambil menoleh kebelakang dengan sedikit mengerang saat kepala penis memasuki vaginanya.

Narumi pun dengan perlahan memajukan penisnya, sempit yang Narumi rasakan saat memasuki vagina kekasihnya. Hangat pula saat penis Narumi sudah tertelan setengah, kehangatan yang berpusat pada penisnya terasa menjalar keseluruh tubuhnya. Narumi mendorong terus penisnya hingga tertelan semuanya dan nikmat yang Narumi rasakan saat semua penisnya telah tertelan pada vagina Nayeon.

"Aaaaahhhhhhh"

Teriak panjang Nayeon saat kepala penis kekasihnya itu menyentuh rahimnya, memberikan kenikmatan yang membuat Nayeon merasa melayang layang.

Menarik kembali penisnya hingga menyisakan setengah lalu mendorongya masuk kembali dengan pelan Narumi melakukan berulang ulang.

"Ahhh~ahh~uuhhkk~"

Nayeon mendesah saat penis Narumi telah bergerak dengan pelan, setiap masuk kedalam vaginanya kepala penis kekasihnya menyentuh rahimnya terus.

Narumi terus menggoyangkan pinggulnya dengan pelan, selang beberapa saat dirinya menaikkan tempo goyangannya dengan lebih cepat.

"Aahh~ahhh~yahh~Naru~terus~ahh~"

Nayeon terus mendesah nikmat goyangan kekasihnya yang dinaikkan ritmenya. Dirinya sangat menikmati sodokan yang dilakukan kekasihnya.

Narumi terus bergerak dengan tempo yang stabil, menikmati gesekan penisnya dengan dinding vagina kekasihnya.

Plak!plak!plak!plak!

Suara benturan yang cukup keras saat Narumi terus menggenjot vagina kekasihnya, dirinya bahkan sampai memejamkan matanya menikmati rapatnya vagina kekasihnya. Air shower terus membasahi tubuhnya dan tubuh Nayeon.

"Yahh~Ahh~lebih~lebih~cepat~ahh~"

Pinta Nayeon saat merasakan semakin nikmatnya goyangan Narumi. Kedua dada yang terpantul akibat goyangan Narumi menabrak dinding yang menjadi tumpuan tangan Nayeon.

Narumi langsung memberikan apa yang diminta kekasihnya, menggerakkan lebih cepat dari yang tadi bahkan Narumi menghentakkan dengan kuat pinggulnya, karena penisnya terus merasakan nikmat yang tiada tara. Penisnya terus bergesekan dengan dinding vagian Nayeon, kepala penisnya bahkan membentur rahimnya.

"Aahh~yahh~nik'nikmat~'

Nayeon terus menikmati setiap sodokan yang dilakukan kekasihnya membuatnya mencapai klimaks.

Narumi yang tahu kekasihnya akan segera keluar langsung menegakkan tubuh Nayeon kedua tangannya langsung meremas dada kesukaannya itu dengan kuat.

Nayeon langsung mengkalungkan tangan kananya ke kepala Narumi saat wajah Narumi berada disampingya lalu Nayeon melumat penuh nafsu bibir kekasihnya.

"Mmmmmhhhh~mmmhhhh~mmmhhh"

Narumi tentu langsung membalas lumatan ganas Nayeon, pinggulnya tak henti untuk bergerak malah semakin cepat. Kedua tangannya meremas bahkan memelintir putting pink itu dan membuat Nayeon mengerang dalam lumatan mereka.

Keduanya dapat merasakan kemaluan mereka berkedut vagina Nayeon yang mulai mencengkeram kuat penis Narumi dan penis Narumi sendri membesar di dalam vagian Nayeon.

"Mmmmmmhhhhh"

Crooot! Crooot! Crooot!

Dengan hentakan terakhir yang kuat membenamkan penisnya sedalam mungkin di vagina kekasihnya dan membuat tubuh Nayeon membusung kedepan, tubuh mereka sama mengejang saat mencapai klimaks. Bahkan mereka masih enggan melepaskan ciuman panas mereka, keduanya masih saling menghisap satu sama lain.

"Puaahhhh~~Hahh~hahhh~"

Keduanya melepaskan ciuman penuh nafsu itu membuat deru nafas mereka memburu Nayeon meraskaan hangat sperma yang memenuhi vagina nya seketika Narumi melepaskan penisnya dan mencium kening Nayeon seraya mengucapkan selamat malam pada nya begitu juga dengan nya dan tertidur lelap.

.

.

.

Halte bus Nagoya

" Aku tak menyangka akhirnya kita bisa bersama lagi ya Naruto-kun ? "

Ucap sang wanita yang diketahui sebagai teman masa kecilnya dahulu

" Ya aku pun begitu tak menyangka aku bertemu dengan kalian berdua ? "

Balasnya tersenyum bahagia melihat kedua teman masa kecilnya ada dihadapan nya.

" Kamu habis darimana Naruto-kun kok kelihatan nya sangat senang sekali "

" Ya aku habis bertemu dengan adik kembar ku Narumi uzumaki di sekitaran onsen dekat apartement Oya koh Kaori , Shizuku "

" Oh begitu ... "

Jawab mereka berdua bersamaan

Continuará