Disclaimer : Sunrise
Chapter 5
16 Mei
.
Setelah kejadian itu, Athrun jadi semakin protektif dan tidak mau meninggalkanku sama sekali. Biasanya setiap pagi ia selalu mengerjakan tugasnya lebih dulu di ruangannya, namun sekarang ia melarangku turun dari tempat tidur dan malah pindah menyelesaikan pekerjaannya di kamar kami—dan kami masih diam di kamar utama.
Aku menyuruhnya mengerjakan semua pekerjaan yang ia tinggalkan selama menginap di rumah sakit bersamaku. Awalnya dia menolak dan bersikeras untuk tetap menemaniku di kamar. Tapi aku memaksanya dengan berkata kalau seandainya aku masih menjabat sebagai kepala pemerintahan tertinggi di atasnya seperti dulu, aku akan menyuruhnya mendahulukan pekerjaannya meski dia suamiku sekalipun. Athrun adalah orang yang paham skala prioritasnya, dan karena kondisiku tidak menunjukan masalah apapun, dia tidak punya alasan untuk membantahku. Jadi meskipun dengan wajah enggan, Athrun menuju ke ruang kerjanya, sambil berjanji untuk makan siang bersamaku nanti.
Di kamarku—kamar kami—yang mendadak sepi setelah Athrun keluar, aku turun dari tempat tidur. Berjalan ke tepi jendela dan memandang taman di luar, aku memikirkan lagi semua kejadian-kejadian yang kualami akhir-akhir ini. Sekarang karena aku sendirian, aku bisa lebih fokus memikirkan semua keanehan yang kurasakan.
Athrun yang terasa seperti orang yang berbeda.
Rasa sakit yang kadang muncul dan mendadak hilang.
Pandangan buram yang selalu kulihat di beberapa tempat, seperti waktu aku di rumah sakit dan juga ketika melihat foto pernikahanku dengan Athrun yang ada di rumah.
Suara yang kadang memanggilku.
Ingatan yang hilang entah sejak—
Sebentar, sebenarnya berapa tahun masa yang kulewatkan? Setidaknya aku tahu aku sudah menikah dengan Athrun selama setahun, tapi aku baru sadar kalau aku tidak tahu sekarang tahun berapa.
Sementara kejadian terakhir yang aku ingat adalah…
Aku bersama Athrun dan beberapa anggota militer lainnya sekaligus personil pasukan khusus pengawas bangsawan yang sedang membicarakan detail keamanan untuk kepergian kami ke Kerajaan Skandinavia. Setelah itu hari berikutnya seharusnya kami semua berangkat ke sana dan tiba dengan selamat...
Sudah berapa lama waktu berlalu sejak acara itu? Sepertinya aku tidak ingat bagaimana kunjungan itu berjalan.
Tapi… memangnya ada keperluan apa kami ke sana sehingga aku pergi ke sana dengan pengamanan ketat…?
"Kalau begitu selamat malam, Representatif. Semoga acara besok lancar tanpa ada gangguan."
Aku berkedip, terpaku sesaat. Namun segera saja aku merasa lega karena akhirnya ada kepingan kenangan yang muncul kembali di pikiranku. Aku ingat waktu itu sudah larut. Aku di Kerajaan Skandinavia, waktu larut malam setelah selesai santap malam. Rasanya waktu itu Raja Skandinavia juga ada… lalu ada juga orang-orang lainnya… tapi aku tidak ingat wajah mereka…
Begitu kembali ke kamarku, Athrun yang menemaniku sampai ke depan pintu kamar pamit untuk kembali ke kamarnya sendiri, yang tidak jauh dari kamarku… Lalu…
Cagalli…
Aku terduduk begitu suara itu terdengar lagi.
"Siapa itu?" Dengan takut-takut aku bertanya pelan. Tapi suara itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Pergi ke mana dia?
Karena pikiranku sekarang jelas, aku bisa mengenali suara itu, dan yakin kalau itu adalah suara Athrun. Tapi bagaimana bisa? Dan kenapa suaranya terdengar jauh tapi aku seperti merasakan dia ada di dekatku.
Aku menunggu suara itu muncul lagi, tapi aku hanya mendengar gumaman pelan, seolah suaranya menjauh.
Bagaimana keadaannya?
Sekarang sudah stabil setelah henti jantung kemarin lusa. Lukanya juga membaik dan untungnya tidak ada infeksi.
Aku mendengar suara lain selain suara yang mirip dengan Athrun. Siapa itu? Mereka sedang membicarakan apa?
Apa dia akan dipindahkan?
Memindahkan apa ke mana? Apa yang dikatakan orang ini? Kenapa aku mendengarkan semua ini?
Kepalaku berputar memikirkan apa maksudnya semua ini, sekaligus merasa kalau aku juga pernah mendengar suara orang ini, namun entah di mana.
Kalau sampai seminggu kemudian dia masih belum sadar, kami akan langsung memindahkannya. Semoga kondisinya tidak menurun lagi.
Sepertinya mereka sedang membicarakan tentang seseorang yang terluka. Ke mana mereka mau membawanya pergi?
Maaf, tapi bagaimana dengan penyelidikannya?
Pelakunya sudah tertangkap. Mereka bukan warga Kerajaan Skandinavia.
Kerajaan Skandinavia?
Aku memaksakan diriku untuk fokus pada suara baru itu begitu mendengar nama tempat yang ia sebutkan. Sebab ingatan terakhirku sebelum bertemu Athrun yang sudah menjadi suamiku adalah ketika aku mengunjungi Kerajaan Skandinavia…
Oh iya…
Waktu itu mereka menjadi tuan rumah konferensi antara negara-negara netral pertama yang diadakan setelah perang usai. Aku pergi bersama para pengawal dari pasukan keamanan khusus, bersama dengan Athrun dan beberapa perwira militer yang ditugaskan untuk mengawal kunjunganku selama seminggu ke Kerajaan Skandinavia.
Kami tiba di sana. Makan malam dalam ingatanku itu adalah acara jamuan kedatanganku dan juga para perwakilan negara netral lainnya yang datang untuk konferensi ini. Setelah makan malam, Athrun mengantarku ke kamar dan kami berpisah di sana. "Kalau begitu selamat malam, Representatif. Semoga acara besok lancar tanpa ada gangguan," dia berkata begitu sebelum meninggalkanku. Setelah itu…
Lagi-lagi pikiranku buntu, ingatanku kembali samar setelah kejadian itu. Sebenarnya kenapa aku sampai bisa jatuh sedalam ini melupakan kejadian di masa laluku?
Kalau aku bertanya pada Athrun, apa dia akan memberitahuku?
Lalu suara yang sama dengan suara Athrun itu…
Aku akan datang lagi nanti
Jangan, jangan pergi! "Athrun…" perlahan aku memanggil namanya. Aku tidak tahu apakah dia bisa mendengar atau tidak. Aku tidak tahu apa yang aku harapkan. Kalau suara ini adalah Athrun, siapa orang yang sekarang menjadi suamiku? Dan kalau ternyata sebaliknya, siapa orang yang suaranya selalu kudengar ini?
Cagalli? Cagalli!
Athrun…?
Apakah dia mendengar panggilanku tadi?
Bibirnya bergerak! Aku yakin tadi dia mau mengatakan sesuatu!
Kenapa suaranya panik sekali? Bibirnya bergerak? Siapa yang dia maksud? Kenapa dia sampai seperti itu hanya karena hal sepele seperti itu?
Cagalli, ini aku! Athrun!
Athrun? Berarti suara itu bukan sekedar mirip tapi memang dia? Di mana? Kau ada di mana?
Tapi… kalau begitu yang bersamaku sekarang siapa?
"Apa kau mau meninggalkanku?"
Aku terkesiap, dan berbalik ke arah suara itu. Di depan pintu kamar yang tertutup, suamiku berdiri mematung. Matanya lurus menatapku, wajahnya tenang, tapi sinar matanya terlihat kosong.
Sejak kapan dia masuk ke kamar ini?
"Apa kau tidak mau berada di sini denganku?" 'Athrun' bertanya lagi, senyum sedihnya terkembang. "Padahal di sini kau bisa bahagia bersamaku, tanpa ada siapapun atau apapun mengganggu kita. Apa kau tidak menginginkan semua itu, Cagalli?" Sambil berkata begitu, ia berjalan perlahan ke arahku. Aku mungkin akan berjalan ke arahnya, menenangkannya kalau aku tidak akan ke mana-mana.
Kalau saja tidak ada hal yang membuatku ragu tentang identitasnya seperti sekarang.
"Kau siapa?"
