Ini adalah sekuel dari fic Janji, jadi disarankan untuk membaca fanfiction saya sebelumya ya, teman-teman :)
Fanfiction ini menceritakan tentang prosesi pernikahan dan kehidupan pasangan favorit kita, Neji dan Tenten, di alam sana, enjoy!
Disclaimer: Serial Naruto merupakan milik Masashi Kishimoto, tidak ada keuntungan material apa pun yang saya peroleh dari fanfiction ini. Gambar cover juga bukan milik saya.
Setting: Afterlife, Surga
Summary: "Ini adalah pesta pernikahanmu, Tenten. Kami-sama dan Neji menyiapkannya khusus untukmu." Kata seorang lelaki asing dari belakangnya.
"Perasaan cinta mereka benar-benar menembus batas dunia ini dan dunia kita sebelumnya." Ucap Itachi.
"Kisah cinta mereka akan menjadi legenda." Kata Jiraiya menanggapi Hashirama.
Surga
.
A NejiTen Fanfiction
Ketika berciuman dengan Neji, Tenten merasa semuanya gelap dan kehilangan kesadaran. Kemudian bau rumput, angin sepoi-sepoi, dan kicauan merdu dari burung-burung menyadarkannya. Dia perlahan membuka matanya dan cahaya matahari yang hanget menyambutnya. Kemudian dia terduduk dan melihat ke sekelilingnya. Dia berada di taman bunga yang indah. Kemudian Tenten melihat ke arah tubuhnya sendiri. Dia masih memakai baju perang, tetapi tidak ada darah ataupun luka yang diakibatkan monster tadi. Dia begitu bersih dan rapi.
"Aku dimana? Sepertinya barusan aku masih dalam medan perang, Lalu aku terluka melindungi Neji dan…Neji?" batin Tenten.
Kemudian Tenten ragu-ragu, lalu memanggil nama Neji. Segera setelah dia memanggil Neji, terdengar gema suara Neji yang mengatakan,"Sayang, kau dengar? Mereka akan menguburkan kita berdua bersama. Kuharap kau bisa memaafkanku disana. Dan aku akan segera menikahimu begitu kembali kesana, tunggulah."
"Eh? Apa maksudnya ini? Apa ini artinya aku sudah meninggal?" tanya Tenten kepada dirinya sendiri. Lalu dari belakang Tenten, Neji memegang kedua pundak Tenten dan berbisik kepadanya,"Benar sayang, sekarang kita sudah berada di alam yang sama lagi."
Tenten terkejut dan memandang ke belakang, Neji tersenyum tenang kepadanya. Neji juga masih memakai baju perangnya, namun segel di kepalanya sudah tidak ada lagi. Kemudian dia membantu Tenten untuk berdiri dan memegang kedua tangan Tenten.
"Perang sudah selesai dan kita menang, Tenten. Sekarang setelah kembali kesini, ijinkan aku melakukan ini kepadamu." Kata Neji lembut.
Neji lalu berlutut di depan Tenten dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah yang berisi cincin berlian indah berbentuk shuriken dan cincin pria platinum polos yang kemudian dia buka dan tunjukkan di depan Tenten. Lalu Neji memegang salah satu tangan Tenten seraya berkata,"Tenten, maukah kau memaafkanku dan menikah denganku? Seperti janjiku dulu padamu ketika di dunia, izinkan aku menepati janjiku disini."
Tenten menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas seraya menangis. Setelah beberapa saat, Tenten menjawab,"Aku akan selalu memaafkanmu, apapun yang terjadi, Neji. Dan aku bersedia untuk menikah denganmu, sesuai janjiku padamu dulu jika aku akan selalu berada disampingmu dan mendukungmu, selamanya." Jawab Tenten sembari tersenyum dan menghapus airmatanya.
Neji tersenyum memandang Tenten, kemudian dia berdiri lalu memakaikan cincin tersebut di jari Tenten dan meminta Tenten memakaikan cincin pria ke jari manisnya. Setelah selesai bertukar cincin, Neji memeluk Tenten dan meminta maaf kepada Tenten sambil menangis.
"Sayang, aku benar-benar minta maaf, aku tidak bisa menepati janji kita ketika di dunia dan meninggalkanmu sendiri disana begitu lama." Isak Neji. Tenten yang juga menangis di pelukan Neji, membelai kepala dan punggung Neji."Tidak apa-apa sayang, aku memaafkanmu, yang penting sekarang kita disini bersama, untuk selamanya."balas Tenten.
Neji melihat ke wajah Tenten tanpa melepas pelukannya, lalu bertanya ke Tenten,"Kenapa ketika di dunia kau tidak menikah, sayang? Aku mengikhlaskanmu jika kau menikah dengan pria lain di sana. Bukankah kau ingin sekali memiliki keluarga kecilmu sendiri, yang tidak pernah kau miliki?"
Tenten tertawa mendengar pertanyaan Neji, lalu menempelkan kening Neji ke keningnya dan menjawab,"Sayang, aku memang ingin sekali memiliki suami dan anak, tapi aku hanya ingin berkeluarga denganmu. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak kucintai, karena hal itu hanya akan menyakitiku dan orang tersebut. Bagiku, pilihannya hanya dua, kau atau tidak sama sekali."
Neji terkejut dan bahagia mendengar jawaban Tenten. Bagi Tenten, hanya Neji-lah satu-satunya laki-laki yang ingin dia jadikan suami, seperti Neji yang juga hanya menginginkan Tenten sebagai istrinya.
"Sayang, terima kasih...terima kasih atas cintamu, kesetiaanmu, kepercayaanmu padaku, semuanya." Kata Neji terharu, dan kemudian, Neji memegang bagian kepala Tenten dan mencium bibir kekasihnya dengan penuh gairah, yang dibalas Tenten dengan semangat. Setelah beberapa saat berciuman, akhirnya Neji melepas ciumannya, lalu mereka tertawa bersama.
"Sayang, kita harus bersiap-siap untuk pernikahan kita. Tolong tutup matamu sebentar ya." Kata Neji.
"Eh? Kita menikah sekarang juga, Neji?" tanya Tenten.
"Kau mau menunggu berapa lama lagi, Tenten? Tentu saja sekarang. Disini setiap pria lajang yang baru datang pasti akan dinikahkan dengan wanita pilihan mereka, istri mereka di dunia, atau para bidadari." Jawab Neji.
"Disini kau belum menikah, Neji? Jika kau mengajakku menikah, berarti kau belum menikah kan?" tanya Tenten tidak mengerti.
"Waktu pertama kali datang kesini, aku memang ditawari menikah dengan bidadari oleh Kami-sama. Tetapi aku menolaknya, Tenten. Satu-satunya wanita yang ingin kujadikan istri adalah kau, sayang. Lebih baik aku melajang disini dan menikahimu ketika saatnya tiba. Kau atau tidak sama sekali." Jawab Neji sambil menatap Tenten dengan lembut.
Tenten menitikkan airmata mendengar ucapan kekasihnya. Mereka memiliki perasaan cinta yang begitu kuat satu sama lain, bahkan ketika mereka sudah berada di alam yang berbeda. Kekuatan cinta mereka menembus batas dunia mereka sekarang dengan dunia mereka sebelumnya.
"Terima kasih sayang…" kata Tenten seraya mengecup bibir Neji.
"Sama-sama, sayang. Ayo kita mulai upacara pernikahan kita, mereka sudah menunggu." Kata Neji lembut.
"Mereka?" tanya Tenten.
"Kau akan lihat sendiri. Sekarang tolong tutup matamu sebentar ya sayang." Pinta Neji.
Tenten menutup matanya, lalu Neji melepas pegangannya pada tubuh Tenten dan berjalan menjauh darinya. Sedetik kemudian Tenten mendengar suara banyak orang di sekitarnya, lalu terdengar suara seorang wanita memanggilnya.
o0o
"Tenten, sekarang tolong buka matamu." Kata suara wanita asing itu lembut. Tenten menurut dan membuka matanya. Dia ternganga.
Dia berada di tepi kebun pohon sakura yang indah, dengan pemandangan danau dan terdapat altar pernikahan berwarna putih yang indah di hadapannya serta hamparan rumput hijau yang indah. Di depannya terbentang jalan menuju altar tersebut dan di sebelah kanan dan kiri jalan tersebut, terdapat kursi yang sudah penuh diduduki oleh banyak orang. Tenten sendiri melihat dari balik rerimbunan pohon sakura di belakang kebun sakura tersebut.
"Ini adalah pesta pernikahanmu, Tenten. Kami-sama dan Neji menyiapkannya khusus untukmu." Kata seorang lelaki asing dari belakangnya. Tenten menoleh untuk melihat pemilik suara tersebut.
Tenten terkejut melihatnya, ternyata yang berbicara kepadanya adalah Hokage keempat dan wanita yang Tenten duga adalah istrinya. Minato dan Kushina menggunakan kimono resmi berwarna hitam indah dan mewah.
"Hokage keempat dan nyonya Hokage keempat, senang bertemu dengan kalian. Tetapi apa yang anda lakukan disini?" tanya Tenten.
"Panggil saja aku Kushina, Tenten. Dan panggil suamiku dengan namanya saja, Minato. Disini kami tidak mengenal lagi yang namanya jabatan." Kata Kushina.
"Kami disini akan bertindak sebagai wali menggantikan orang tuamu, Tenten. Karena orang tuamu tidak ada disini." Jelas Minato.
"Kenapa anda dan istri anda melakukan ini? Kita tidak saling kenal sebelumnya." Tanya Tenten bingung. Dia tidak mengerti, kenapa orang sekelas Hokage mau menjadi walinya menggantikan orang tuanya yang memang tidak pernah Tenten ketahui sejak lahir.
"Kami berhutang besar kepadamu dan Neji karena telah melindungi anak, menantu, dan cucu kami, bahkan kalian rela berkorban nyawa dan terpisah selama ini hanya untuk mereka. Ini adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kami kepada kalian. Tolong izinkan kami menjadi wali pengganti orangtuamu, Tenten." Kata Minato.
"Ini tidak seberapa dibanding jasa-jasamu dan Neji kepada keluarga kami, Tenten. Tolong terimalah tawaran kami ini." Pinta Kushina.
"Tentu saja aku akan dengan senang hati menerima tawaran kalian, Kushina. Kalian menjadi waliku di pernikahanku adalah kehormatan besar untukku. Tetapi siapa anak kalian? Aku merasa tidak pernah menolong siapa-siapa." Kata Tenten bingung.
Sebelum Minato dan Kushina sempat menjawab Tenten, Neji berkata,"Mereka adalah orang tua Naruto, sayang."
"Hah? Benarkah Ne…?" Tenten menoleh, ternganga, dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Neji menggunakan kimono pernikahan pria berwarna hitam yang sangat mewah. Tetapi bukan kimononya yang membuat Tenten tercengang. Tenten terpesona dengan penampilan Neji versi dewasa. Wajahnya terlihat lebih tua dibandingkan terakhir kali Tenten melihatnya dan Neji terlihat seumuran dengan Tenten sekarang, bahkan bisa dibilang Neji terlihat lebih tua 2 atau 3 tahun dari Tenten. Namun wajahnya justru semakin tampan, tenang, dewasa, dan berwibawa. Rambutnya juga terlihat lebih panjang dan Neji membiarkan rambutnya tergerai, tidak diikat seperti dulu. Di kepalanya sudah tidak ada tanda segel Hyuga. Tubuhnya lebih besar, kokoh, dan bidang dibanding sebelumnya. Neji juga bertambah tinggi banyak sekali, bahkan dia lebih tinggi daripada Naruto versi dewasa walaupun tidak setinggi Jiraiya. Dia jauh lebih tampan dan gagah daripada penampilannya ketika remaja. Tenten benar-benar terpesona dengan penampilan Neji versi dewasa ini.
"Sayang?" Tanya Neji.
"Neji, ini kau? Wah… Kau jauh lebih tampan ketika dewasa, daripada ketika kita masih remaja dulu, sayang. Kau bahkan lebih tinggi daripada Naruto. Tadi aku masih setinggi telingamu, sekarang aku hanya setinggi lehermu." Kata Tenten tersenyum sambil tersipu malu.
"Terima kasih atas pujianmu sayang, kau juga sangat cantik hari ini. Jauh lebih cantik daripada ketika kita di dunia sebelumnya." Kata Neji tersenyum, membalas pujian Tenten.
"Tapi kenapa kau berubah menjadi dewasa seperti ini sayang? Dan perubahannya juga sangat cepat." Tanya Tenten.
"Sayang, jika kita menikah dengan penampilanku yang masih berusia 18 tahun dengan kau yang sudah berumur 34 tahun, maka akan terlihat aneh, walaupun sebenarnya wajahmu tidak banyak berubah ketika remaja dan dewasa. Karena itu aku meminta kepada Kami-sama, untuk mengubah penampilanku menjadi seumuranmu. Ini penampilanku ketika seumuran denganmu." Jawab Neji sambil tersenyum.
"Terima kasih Neji.." kata Tenten terharu.
Kemudian Tenten menghadap ke arah Minato dan Kushina, dan berkata,"Maaf, aku tidak tahu jika kalian adalah orang tua Naruto. Neji memang menyelamatkan Naruto dan Hinata, tetapi aku… Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya tidak ingin kehilangan Neji untuk kedua kalinya dan..."
Minato hanya menggeleng dan berkata pada Tenten,"Tenten, jika kau tidak berada di depan Neji dan menjadikan dirimu perisai, maka cakar monster itu pasti sudah mengenai Hinata dan cucu-cucuku. Karena itulah, aku dan Kushina benar-benar berterima kasih padamu dan Neji. Dan kau pantas mendapatkannya."
"Apa kata suamiku benar, Tenten. Kami memiliki hutang yang besar kepadamu dan Neji. Kalaupun kau merasa tidak pantas menerimanya, paling tidak terimalah tawaran ini demi Neji. Ya?" pinta Kushina sembari memegang pipi Tenten.
Tenten menangis dan mengucapkan terima kasih ke Kushina dan Minato, yang dibalas dengan pelukan hangat dari Kushina.
Setelah Tenten menguasai diri, Hizashi dan istrinya muncul di samping Neji dan bertanya pada Tenten,"Bagaimana Tenten? Kau sudah siap menikah dengan anakku?"
Tenten yang terkejut melihat kehadiran Hizashi dan istrinya, segera membungkuk kepada mereka. Hizashi meminta Tenten untuk berdiri tegak dan memeluk Tenten, seraya berkata,"Aku titipkan Neji kepadamu, menantuku. Tolong bahagiakan dia, dia sangat mencintaimu dan sudah menunggumu selama ini."
"Baik paman." Kata Tenten.
"Nak, jangan panggil aku paman. Panggillah aku ayah. Setelah ini kau resmi menjadi menantuku. Anggaplah aku seperti ayahmu sendiri." Kata Hizashi. Tenten menangis terharu mendengar kata-kata dari ayah mertuanya.
"Baik, ayah. Aku akan membahagiakan Neji. Terima kasih telah menerimaku sebagai menantumu." Jawab Tenten.
Hizashi melepaskan pelukannya, lalu ibu Neji memeluk Tenten dan berkata sambil menangis,"Terima kasih telah menjaga dan memberikan semua yang dibutuhkan Neji ketika kami tidak berada disampingnya, nak. Hiduplah dengan bahagia bersama Neji, jadilah sumber kebahagiaan dan ketenangannya seperti ketika di dunia dulu. Aku percaya kau bisa menjadi istri yang baik bagi Neji, Tenten. Aku memberikan doa terbaik dan restuku untuk kalian berdua, menantuku."
Airmata Tenten mengalir semakin deras mendengar kata-kata dari ibunya Neji. Tenten menjawab,"terima kasih untuk doa dan restumu, ibu. Aku akan membahagiakan Neji dan akan menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan untuknya, bu. Jangan khawatir."
Neji hanya tersenyum lembut melihat kedua orang tuanya merestui Tenten sebagai menantunya. Sementara Kushina menangis terharu melihat pemandangan ini.
Akhirnya Ibu Neji melepas pelukannya dan menghapus airmatanya dan juga Tenten. "Nak, kau tidak ingin mengecek penampilanmu dulu sebelum kita memulai upacara pernikahannya?" Tanya ibu Neji pada Tenten.
"Aku ingin sekali, Bu. Tetapi tidak ada cermin…" Tenten tercengang. Disampingnya, sebuah cermin besar seukuran dirinya tiba-tiba muncul entah dari mana begitu saja. Tenten terkejut melihat bayangan dirinya sendiri dalam cermin. Dia jauh lebih cantik daripada ketika dia masih hidup di dunia dulu. Saat ini dia mengenakan kimono pernikahan mewah berwarna merah dipadu dengan motif bunga dan bangau berwarna-warni yang sangat indah dan mewah, bahkan jauh lebih mewah daripada kimono teman-temannya saat mereka menikah. Rambutnya tetap dicepol dua anggun, namun disekitar cepolan bunganya terdapat bunga kecil-kecil. Dia juga mengenakan anting panjang berwarna merah. Selain itu, rambutnya juga dikepang samping dan ditaruh di depan dadanya. Diantara kepangannya, diselipkan bunga sakura kecil. Poninya dibuat menjadi poni samping. Dandanannya juga begitu natural dan halus. Dia terpesona dengan penampilan dirinya sendiri.
"Kau benar-benar cantik sayang. Kau suka dengan penampilanmu ini? Atau ingin menggantinya? Disini apapun yang kita minta akan langsung terkabul. Jika kau ingin mengganti penampilanmu, kita bisa menggantinya dalam waktu sedetik." Kata Neji sambil memegang bahu Tenten.
"Tidak, sayang. Ini..ini sudah benar-benar sempurna." Kata Tenten tersenyum.
Neji tersenyum lalu berkata,"Baiklah sayang, aku dan ayah ibu akan menuju altar terlebih dahulu. Setelah kami sampai disana, Jiraiya sebagai MC akan memanggilmu keluar bersama Minato dan Kushina. Kami akan menunggu kalian disana." Lalu Neji mengecup kening Tenten. Tenten mengangguk.
o0o
Maaf jika terlalu cheesy, soalnya mereka sudah terpisah dunia belasan tahun, jadi waktu dipertemukan kembali di alam sana, harus yang benar-benar menyentuh dan mengharukan :')
Dan saya prefer mereka dalam bentuk dewasa, karena kita belum pernah melihat Neji dalam bentuk dewasa kan? ;D
Silahkan review-nya, terima kasih :)
