Kemudian terdengar suara Jiraiya membuka acara yang disambut dengan tepuk tangan para tamu yang hadir. Setelah itu, Jiraiya memanggil Neji dan kedua orang tuanya menuju altar pernikahan. Di altar, terlihat Hashirama dan Mito yang bertindak sebagai pendeta dan miko yang akan menikahkan mereka. Selain Tenten, semua panitia acara pernikahan mereka memakai kimono berwarna hitam. Sementara para tamu undangan mereka memakai baju yang mereka gunakan ketika masih hidup di dunia dulu. Tenten mengamati ada anggota Akatsuki seperti Itachi dan Kisame, bahkan ada Obito dan Madara yang dulu membunuh Neji.
"Minato, Kushina, kenapa ada Akatsuki disini? Dan kenapa ada Obito dan Madara juga? Mereka kan jahat, aku khawatir mereka membuat keributan disini." Kata Tenten khawatir.
Kushina tersenyum mendengar pertanyaan Tenten, lalu memegang bahu Tenten menenangkan dan menjelaskan pada Tenten," Tenanglah Tenten. Mereka tidak akan membuat keributan disini. Ini di surga, sayang. Disini semua orang akan merasakan kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian yang tidak pernah dirasakan di dunia. Disini tidak ada yang namanya kejahatan dan dendam. Jika mereka berniat untuk berbuat jahat, maka Kami-sama akan langsung mengirim mereka ke neraka."
"Lagipula mereka sudah pernah ditempatkan di neraka cukup lama, Tenten. Satu detik disini sama dengan 1000 tahun di neraka. Mereka sudah disiksa cukup lama disana sebelum menyesali semua perbuatannya dan dipindah kesini. Mereka pasti tidak ingin kembali kesana. Kau tidak merasakan dendam pada mereka kan? Tetapi jika kau tidak menghendaki mereka disini, tidak apa-apa. Kami-sama akan mengusirnya untukmu." Kata Minato.
"Tidak perlu, tidak apa-apa mereka disini. Ini hari bahagia aku dan Neji, semua orang harus ikut merayakannya." Kata Tenten tersenyum. Kushina benar, dia merasa tenang dan bahagia di sini. Tidak ada dendam yang pernah dia rasakan ke Obito dan Madara ketika di dunia dulu.
Terdengar suara Jiraiya memanggil Tenten sebagai pengantin wanita dan Minato serta Kushina selaku wali pengganti orang tua Tenten. Minato lalu menggandeng lengan kanan Tenten dan Kushina menggandeng lengan kiri Tenten. Kemudian mereka bersama-sama berjalan menuju altar. Di kanan kiri mereka, banyak orang berkomentar mengenai dirinya.
"Jadi ini wanita yang ditunggu-tunggu Neji selama ini? Cantik ya," Kata Rin pada Obito.
"Mereka benar-benar pasangan yang manis ya." Puji Itachi. Izumi dan kedua orang tua Itachi mengangguk tanda setuju dengan pendapat Itachi. Mereka benar-benar pasangan yang serasi dan manis.
"Wah, aku tidak menyangka ternyata Neji mencintai Tenten selama ini! Kukira mereka hanya berteman, pantas Neji menolak semua bidadari disini." Kata Asuma.
"Kau juga menolak semua bidadari disini dan memilih menunggu Kurenai seperti Neji menunggu Tenten, Asuma. Hahaha," Kata Hiruzen menanggapi Asuma.
"Ya, tapi kasusku berbeda sedikit dengan Neji, ayah. Paling tidak aku meninggalkan warisan berupa anak kepada Kurenai dan Kurenai juga tidak mau menikah lagi karena ada anak kami. Sedangkan Neji? Dia tidak meninggalkan apapun untuk Tenten, pesan terakhir pun tidak. Jika aku di posisi Tenten, pasti aku akan memilih untuk melupakan Neji dan menikah dengan orang lain, daripada mencintai pria yang jelas sudah meninggal dan tidak menikah seumur hidupnya." Balas Asuma.
"Berarti cinta mereka benar-benar murni dan tulus, Asuma. Cinta mereka benar-benar menembus batas dunia ini dengan alam dunia kita dulu. Mereka saling menjaga cinta mereka walaupun dunia mereka sudah berbeda. Pantas Kami-sama memberikan pernikahan yang begitu indah kepada mereka. Pernikahan mereka bahkan lebih syahdu daripada pernikahan semua orang yang hadir disini." Kata Hiruzen.
Tenten hanya bisa tersenyum geli mendengar komentar para tamunya. Di depan sana, Neji memandang Tenten dengan tersenyum lembut dan penuh cinta, yang dibalas Tenten dengan senyuman dan tatapan penuh kasih sayang.
Akhirnya Tenten beserta Minato dan Kushina mencapai depan altar. Begitu berhadapan dengan Neji dan kedua orangtua Neji di belakangnya, Tenten, Minato, dan Kushina membungkukkan badan sebagai tanda hormat ke keluarga Neji, yang dibalas oleh Neji daan kedua orangtuanya. Kemudian, Minato dan Kushina melepas gandengan mereka dan mengantar Tenten mendekati Neji, yang langsung disambut oleh Neji dengan senyuman dan pelukan di bahu Tenten.
Di Altar, Hashirama bertanya kepada mereka berdua,"Neji dan Tenten, kalian sudah siap?"
Neji dan Tenten mengangguk tersenyum pada Hashirama.
"Bagus, kita bisa mulai prosesi pernikahannya sekarang. Kedua pengantin, silahkan naik kesini dan duduk di hadapanku dengan posisi pengantin pria di sebelah kiriku dan pengantin wanita di sebelah kananku. Lalu untuk para orang tua dan wali, anda bisa duduk di samping pengantin dengan posisi berhadapan." Perintah Hashirama pada mereka.
Neji dan Tenten lalu menaiki tangga altar bersama. Ketika menaiki tangga, lengan Neji sebelah kiri memeluk tubuh Tenten dan tangan kanannya memegang tangan kanan Tenten untuk menjaga agar tubuh Tenten tidak jatuh. Tenten tersenyum memandang Neji seraya menempelkan keningnya ke kening Neji dan tangannya yang bebas memegang tangannya dan tangan Neji yang bertautan. Di belakang mereka, kedua orang tua Neji tersenyum melihat anaknya yang terlihat begitu lepas dan bahagia sejak mereka dipertemukan kembali belasan tahun lalu. Minato dan Kushina yang berada di urutan paling belakang, hanya bisa bertukar pandang dan tersenyum menyaksikan kebahagiaan dua sejoli itu.
Setelah mereka semua duduk dan menempati posisi masing-masing denga benar, Hashirama memulai prosesi pernikahan mereka dengan adat Jepang. Acara dimulai dengan penyerahan mahar dari Neji kepada Tenten berupa senjata crescent moon blades.
"Neji, ini kan…" Kata Tenten terharu.
"Ya sayang, senjata yang ingin kau miliki sejak dulu." Kata Neji tersenyum lembut.
Kemudian Hashirama selaku Pendeta Shinto melakukan ritual membaca doa dengan menghadap ke Kami-sama lalu Neji sebagai pengantin pria mengucapkan sumpah janji pernikahan mereka. Setelah itu, Mito yang bertindak sebagai Miko, membawa 3 cangkir sake dan meletakkan tiga cangkir sake tersebut diantara Neji dan Tenten sebagai pengantin pria dan pengantin wanita. Neji dan Tenten kemudian bertukar cangkir sake pernikahan 3 kali atau san san ku do.
Setelah san san ku do selesai, Neji dan Tenten kemudian meminum sake yang dituangkan oleh Mito. Lalu, mereka membagikan cangkir yang berisi sake kepada kedua orang tua Neji dan Minato serta Kushina sebagai tanda bahwa kedua keluarga tersebut telah menjadi satu.
Setelah kedua orang tua Neji dan Minato serta Kushina selesai meminum sake tersebut, Hashirama berkata,"Dengan ini, atas izin dari Kami-sama, aku nyatakan kalian berdua sah sebagai pasangan suami-istri."
Begitu mendengar kata-kata dari Hashirama, airmata Tenten mengalir begitu deras. Semua perasaan cinta, penantian, dan kesetiaannya selama ini kepada Neji setelah mereka terpisah dunia selama belasan tahun, terbayar dengan pernikahan mereka. Tenten menunduk begitu dalam karena tangisannya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Neji terlihat begitu bahagia mendengar kata-kata Hashirama. Neji tersenyum lebar, dia belum pernah merasakan kebahagiaan sebesar ini seumur hidupnya. Dia begitu lega dan bahagia karena akhirnya bisa menepati janjinya pada Tenten dan menikahinya, menikahi satu-satunya wanita yang dia cintai di dunia dan juga di surga, walaupun mereka harus terpisah di dunia yang berbeda selama belasan tahun. Neji melihat ke atas langit dengan air mata bahagia dan tersenyum seraya berucap pelan,"Terima kasih, Kami-sama."
Neji lalu melihat Tenten hendak memeluknya, tapi dia terkejut begitu melihat Tenten menangis dan tertunduk begitu dalam karena tangisannya. Meskipun demikian, Neji maklum dan memahami, bahwa wanita yang sekarang telah menjadi istrinya itu, begitu bahagia dan lega dengan pernikahan mereka, sekarang perasaannya begitu campur aduk mengingat mereka terpisah dunia begitu lama dan pasti begitu berat bagi Tenten karena dia harus menanggung semuanya sendiri di dunia sebelumnya.
"Sayang..." panggil Neji dengan lembut sembari memegang kepala Tenten. Tenten menengok ke arah Neji dengan airmata yang mengalir deras di pipinya dan tangan masih menutup mulutnya. Lalu Neji melepas kedua tangan Tenten yang menutup mulutnya dan meletakkan kedua tangannya di pipi Tenten untuk menghapus airmatanya. Kemudian Neji mencium kening Tenten begitu dalam dan menempelkan keningnya ke kening Tenten.
"Sayang, terima kasih atas cinta dan kesetiaanmu selama di dunia sebelumnya. Padahal aku sudah melanggar janjiku dan pergi ke dunia yang berbeda, tetapi kau tetap setia dan menjaga perasaanmu padaku, bahkan sampai mengorbankan impian terbesarmu di dunia sebelumnya. Sekali lagi terima kasih, Tenten." Ucap Neji dengan airmata yang berlinang.
"Sama-sama sayang. Aku juga berterima kasih padamu karena sudah menjaga hati dan cintamu hanya untukku disini. Padahal kita terpisah dunia begitu lama, dan terima kasih karena telah memperjuangkanku dan menikahiku. Sekarang kau sudah menepati janjimu, tolong tetaplah disisiku dan jangan tinggalkan aku lagi, kumohon." Kata Tenten yang masih menangis.
Neji memandang dalam ke mata coklat hazelnut Tenten dengan lembut, lalu berkata menenangkan ke Tenten,"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri lagi, sayang. Aku akan selalu berada di sisimu sekarang, dan untuk selamanya." Kemudian Neji mencium kening Tenten dan memeluknya sambil tersenyum dengan airmata bahagia mengalir di wajahnya. Tenten membalas pelukan Neji dan terisak di bahunya. Pemandangan ini benar-benar mengharukan dan membuat terenyuh siapapun yang melihatnya. Seluruh para wanita yang hadir menangis haru menyaksikan ini, termasuk Ibunya Neji dan Kushina yang sudah terisak di bahu suami masing-masing. Hizashi meneteskan airmata melihat anaknya yang akhirnya bersatu dengan wanita yang dicintainya sembari memeluk pundak istrinya. Minato pun menahan tangis sambil mengelus kepala Kushina yang menangis haru di pundaknya. Hashirama bahkan sudah menghapus airmata yang keluar dari ujung matanya dan tersenyum memandang kedua sejoli itu sambil memegang tangan Mito disampingnya, yang juga sudah menangis dan berusaha menyeka airmatanya. Jiraiya hanya tersenyum dan memandang Neji dan Tenten dengan pandangan yang lembut, sembari menunggu pasangan baru itu berhasil menenangkan diri mereka.
"Setelah beberapa saat terhanyut dalam suasana haru, Neji dan Tenten akhirnya berhasil menguasai diri dan Neji melepaskan pelukannya. Mereka berdua saling menghapus airmata masing-masing dan tertawa bersama, yang akhirnya dihentikan oleh Jiraiya, "Neji, Tenten, sebagai pasangan baru, apakah kalian ingin melanjutkan ke acara berikutnya? Sepertinya kalian berdua sukses membuat semua orang disini menangis terharu karena kisah cinta kalian." Yang kemudian disambut tawa oleh seluruh tamu yang hadir disana. Tenten dan Neji juga ikut tertawa karena kelakar Jiraiya.
"Tentu saja Jiraiya, kita lanjutkan saja ke acara berikutnya." Kata Neji.
o0o
Saya membayangkan pernikahan mereka diiringi musik tema mereka di anime Naruto klasik, karena theme song mereka nadanya benar-benar sama persis. Hanya saja theme song Neji lebih nge-beat, lebih bersemangat, dan instrumen musiknya lebih banyak daripada theme song Tenten. Pasti mengharukan sekali jika adegan mereka menikah dan bersatu diiringi dengan theme song mereka, kan bisa tuh, bagian awal sampai tengah theme song Tenten dimainkan, baru dari tengah sampai akhir gantian theme song-nya Neji. Romantisnya bisa mengalahkan Titanic tuh, hahaha.
Any review?
