Disclaimer: All characters and cover are not mine :') but this fic is mine.
Pairing: Jack x Claire
Genre: Romance, Comedy (?)
Warning: Cerita pasaran, gaje, memusingkan, typo, monoton, OOC, OOT, EYD berantakan, garing, lebay, aneh, gak logis, kalimat/tata bahasa campur-campur (bisa baku, bisa ga baku), tidak efektif, ga nyambung, dan kekurangan-kekurangan lainnya.
-Third Person POV-
Ahhh kupu-kupu bertebaran di sekitar Jack, pemuda ibu kota yang baru setengah tahun menetap di kota kecil Mineral Town.
"Apa dia tidak bosan melihat pemandangan yang sama setiap harinya," ucap Kai di tengah pertarungannya melawan rayap yang bersarang di plafon gubuk kayu tua miliknya.
"Biarkan sajalah, toh dia bahagia," timpal Rick.
"Ckckck. Mau sampai kapan kau hanya melihatnya tanpa adanya usaha buat mendekatinya," tegur Gray.
"Aku setuju dengan Gray. Kejar cintanya dong, tunjukkin keseriusanmu. Iya gak, Trent?" Cliff menyikut pelan siku Trent yang sedang sibuk menyusun laporan penelitiannya.
"No comment dariku," sahut Trent masa bodoh.
"Kalian benar." Jack membuka jendela yang ada di hadapannya lalu mendongakkan tubuhnya keluar jendela. "CLAIRE!" Dipanggilnya nama sang pujaan hati selantang yang ia bisa, "MENIKAHLAH DENGANKU! LAHIRKAN ANAKKU DAN JADILAH SAPI PERAH MEREKA!"
"Eh eh sapi, sapi!" -Gubrak- Kai terjatuh dari tangga akibat mendengar permintaan ekstrim dari sahabat anehnya itu.
-Byurh- Meragukan peristiwa di depan matanya, Cliff menyiram kepalanya sendiri, memastikan bahwa dirinya lagi gak berada di alam mimpi.
-Bruk- "Wadauh!" erang Gray sembari mengelus-elus kakinya yang kejatuhan rejeki, ketimban timah emas.
-Krak- Rick mematahkan kacamatanya sendiri, tak percaya dengan apa yang dilihatnya -bukankah seharusnya kupingnya yang diperiksa?
-Crash- Trent merobek kertas observasinya, merasa telah salah mendiagnosis Jack sebagai orang setengah waras -harusnya dilabelin orang gila.
"...HAH? Dasar sinting. Siapa yang sudi jadi sapi perah anak-anakmu!" Sang pujaan hati berlari pergi meninggalkan alat pancingnya, menutupi wajahnya yang memerah karena malu sekaligus kesal.
"Sapi perah? Apa kau serius?" Rick menggeleng-gelengkan kepalanya. Sesuai dugaannya, Jack bukanlah pria yang romantis tapi ia tak menyangka pemilihan kata-kata sobatnya satu itu ternyata lebih parah dibandingkan dirinya.
Sebagai manusia yang sedari embrio dibesarkan- atau mungkin bisa dibilang terjebak di pertenakan ayam, tingkat keromantisan Rick tidak begitu berbeda dengan Jack. Bahkan ketika ia menyatakan perasaannya pada his childhood sweetheart, kata yang ia gunakan hanya sebatas dan seputar 'ayam'.
'Maukah kau menjadi ayam betinaku?'
Alhasil, Karen bingung dibuatnya. Bayangkan, tiba-tiba teman masa kecilmu berkata seperti itu kepadamu. Beruntung baginya, Karen mempunyai perasaan yang sama, ia pun mau menerima perasaan Rick.
'Bersediakah kamu mengerami telur-telur kita?'
Lamaran indah -menurut standar pribadinya- yang dilontarkan oleh Rick sukses mendapatkan feedback berupa hantaman tinju di pipinya. Berkat tinju tersebut, Rick tersadarkan akan betapa jeleknya lamarannya itu. Bersyukur Karen tidak memutuskan hubungan mereka, ia menghabiskan waktu tiga minggu penuh mempelajari novel romantis yang ditulis oleh Mary beserta ensiklopedia hewan yang ada di perpustakaan demi merangkai kata-kata lamaran yang dapat memukau hati kekasihnya.
'Aku hanyalah seorang perternak ayam. Kerjaanku cuma menggembala ayam yang terkenal tidak setia pada pasangannya. Namun, aku dan kamu bukanlah ayam. Seperti angsa yang setia pada satu pasangan hingga akhir hayatnya, aku membutuhkan kamu seorang untuk menemani musim saljuku, musim semiku, musim panasku, musim gugurku, seumur hidupku. Sudikah engkau menjalani hidup sebagai angsa, membina rumah tangga bersama perternak ayam ini selamanya?'
'Rick bodoh. Padahal kau cukup mengatakan jadilah istriku.'
Rick tampak senyum-senyum sendiri, mengenang kembali perjuangannya untuk meminang sang istri. Karen yang terisak sambil mengatainya bodoh saat itu masih terekam jelas dalam memorinya.
"Jack." Cliff menyuarakan kecurigaannya setelah selesai mengeringkan rambutnya secara asal, "Apa kau tahu artinya sapi perah?"
"Ibu menyusui. Memangnya salah jika aku memintanya untuk menyusui anak-anakku?"
Entah konsumsi macam apa yang diberikan orang tua Jack kepada anaknya hingga ia tumbuh menjadi pria polos menyerempet bego.
"Aku jadi mempertanyakan asal muasalmu yang sebenarnya." Trent yang juga sama-sama berasal dari kota besar merasa heran dengan pola pikir Jack yang kian aneh bin ajaib.
"Oh, jadi itu arti sapi perah di kotamu." Gray berusaha memaklumi pola pikir Jack dengan tetap berpikir positif. "Di kota kelahiranku, sapi perah merujuk pada orang yang dimanfaatkan tenaganya tanpa imbalan yang setimpal."
"Kurasa, mau di bagian benua mana pun, artinya sama seperti di kota kelahiranmu." Cliff mematahkan pernyataan Gray supaya tidak semakin menyesatkan pemahaman Jack.
"Selama aku berkelana ke kota-kota besar, tidak pernah ada tuh yang bilang sapi perah artinya ibu menyusui." Kai yang masih sibuk mengompres bokongnya, membenarkan ucapan Cliff.
"Ah. Kukira sapi perah artinya ibu menyusui. Rupanya aku salah ya." Tak ada rasa penyesalan, Jack mangut-mangut mengakui kesalahannya.
"Jack. Jawab aku sejujur-jujurnya. Kau ingin melamar Claire, kan?" Rick menatap dalam sepasang mata teman seperjuangannya.
"Ya. Aku ingin melamar Claire!" Jack memantapkan jawabannya.
"Yakin? Tanpa pendekatan atau pacaran terlebih dahulu?" Kai terbelalak tidak percaya.
"Leh uga." Gray otomatis mengacungkan dua jempolnya.
"Haaa." Cliff mencium bau-bau rencana merepotkan akan melanda mereka semua.
"Waktunya aku pulang-" Bahu Trent ditekan oleh kedua tangan Rick agar dokter itu tetap terduduk di bangkunya.
"Baiklah. Teman-teman, ayo kita menyusun rencana untuk membantu Jack mendapatkan hati Claire," ajak Rick penuh semangat -bukan ajakan tapi paksaan.
"Haaaaaaaa." Cliff menghela napas panjang, yang dikhawatirkannya betulan kejadian.
"Aku tak-"
Rick menutup mulut Trent sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, "Young Men Squad of Mineral Town! Mari kita susun rencana perjodohan Jack sekarang juga!"
-TBC-
Sedikit Preview Next Chapter
1st Step - Perlihatkan Kebaikan Hatimu
"Kembalikan alat pancing yang ditinggalkan Claire tadi dan berikan ini padanya."
Jack menerima sebuah ember berisi air keruh super bau dari ketua penyusun rencana perjodohannya. "Apa ini?"
