Kurosaki Ichigo, seorang murid kelas 2 yang kini sedang berada di salah satu kelas tempatnya bersekolah di Karakura High School sedang merapikan buku pelajarannya. Ia bersiap untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari ketenangan setelah ujian Kimia yang membuat kepalanya pusing.

Ichigo dikenal sebagai seorang pemuda bertubuh tinggi tegap dengan rambut oren, dengan warna rambutnya yang seperti jeruk tersebut membuat orang-orang mudah mengingatnya.

Hanya saja ia tetaplah siswa biasa yang cukup pendiam dan tidak pernah menimbulkan masalah ataupun sesuatu yang heboh, mungkin begitulah kira-kira.

Tepat setelah ia berdiri dan hendak berjalan ke luar kelas melalui pintu depan yang kebetulan dekat dengan mejanya, Ichigo mendapati seorang gadis cantik berambut hitam sedang memandangnya...

"Kurosaki-kun," ucap gadis tersebut sambil tersenyum kearahnya.

... dan Ichigo merasa ia akan mendapatkan masalah.

...

Jerukku

Rated: K

Pair: Kurosaki Ichigo x Niihashi Noel

Warning: OOC

Bleach Tite Kubo

Burn The Witch Tite Kubo

Chapter 1

...

"Ke ruanganku."

Ichigo hanya bisa mengangguk tanpa berani membantah saat memandang mata Noel yang menurutnya sangatlah menakutkan.

Gadis tersebut bernama Niihashi Noel, dia adalah salah satu murid paling berprestasi di sekolah. Selain itu ia juga kerap menjadi pusat perhatian karena pesonanya serta kecantikannya. Bukan hanya diantara para murid tetapi juga banyak guru yang menyukai kepribadian Noel.

Disaat semua orang berusaha mencari perhatian dengan idola sekolah tersebut, Ichigo justru berusaha untuk menjauh dari Noel.

Ia punya alasan tersendiri untuk itu...

Saat bersama Ichigo, Noel akan memperlihatkan sikapnya yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain. Gadis tersebut akan berubah menjadi sangat dingin serta suka memerintah kepada Ichigo.

Hanya kepada Ichigo...

Ia bahkan kerap dibentak atau dimarahi oleh Noel saat dirinya membuat sesuatu yang menurut gadis tersebut salah atau tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya, dan hal tersebut sering sekali terjadi setiap mereka bertemu.

Noel akan bersikap lembut dan menyenangkan saat berada disekitar orang banyak, tetapi akan berubah 180 derajat saat hanya bersama Ichigo.

Seperti halnya saat ini...

"Pijati pundakku."

"Hmmm?"

Noel dengan ekpresi jengkel duduk di sebuah kursi sambil mengibaskan rambutnya, mereka berada di ruangan OSIS yang merupakan organisasi yang kini diketuai oleh gadis tersebut.

"Kau tuli atau gimana sih? Aku menyuruhmu untuk memijat pundakku sekarang!" Bentak Noel keras.

Ichigo yang malas berdebat hanya bisa menurut dan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Noel...

"Permisi Niihashi-san," ucap Ichigo sebelum meletakkan kedua tangannya di pundak Noel, ia tidak ingin dibilang tidak sopan saat memegang bagian tubuh seorang gadis secara tiba-tiba apalagi yang duduk didepannya ini adalah orang yang memiliki kuasa di sekolah tempat ia belajar.

Sebenarnya memijat seperti ini bukanlah hal yang pertama bagi Ichigo, Noel bisa dibilang kerap menyuruhnya. Walau yang ia pijat hanyalah bagian-bagian umum seperti pundak, namun tetap saja sebagai seorang laki-laki normal pada umumnya ia tetap tidak terbiasa.

Ichigo tetap akan malu sendiri...

"Uhh~," salah satunya saat Noel mengeluarkan suara-suara aneh yang membuat Ichigo merinding seperti suara Noel saat pundaknya mulai dipijat barusan.

Suasana hening diantara mereka, Ichigo tersenyum lembut saat merasakan jika otot-otot bagian atas Noel tegang dan lumayan kaku. Mungkin gadis tersebut terlalu lelah karena kesibukannya atau karena memaksakan tubuhnya... entahlah.

Ichigo kagum dengan semangat dari gadis didepannya tersebut, namun disisi lain ia turut khawatir.

Mungkin ia harus bertanya...

"Sepertinya Niihashi-san sedang sangat sibuk akhir-akhir ini, apa aku benar?" Tanya Ichigo. Noel yang sedang merilekskan tubuhnya dengan memejamkan mata tiba-tiba mendongak ke arah Ichigo.

"Maaf jika aku tidak sopan, tapi aku bisa merasakan Niihashi-san sepertinya kurang istirahat."

"Menurutmu begitu?"

"Kurasa begitu, haha."

Noel menurunkan kepalanya untuk memandang depan, kembali membuat santai tubuhnya.

"Mungkin sebaiknya Niihashi-san mengurangi aktivitas, lagipula kita sedang ujian sekarang," kata Ichigo. Noel hanya bisa cemberut.

"Kau suka sekali mengatur," ucap Noel.

"Eh, gomen. Bukannya aku mengatur Niihashi-san . Aku hanya menyarankan yang kurasa baik untuk Niihashi-san," Ichigo segera memperjelas ucapannya barusan.

"Iya iya, aku akan istirahat. Jeeeez," Noel membuang bukanya kesal yang hanya ditanggapi kekehan kecil oleh Ichigo.

"Itu juga salahmu! Kepala jeruk! Setiap aku mintai bantuan kau selalu saja banyak alasan," kata Noel kesal tanpa memandang pemuda dibelakangnya tersebut.

"Dasar menyebalkan!"

Ichigo hanya bisa tersenyum, ia saat ini mulai memijat kepala Noel dengan perlahan.

"Rambutmu selalu harum dan indah, Niihashi-san."

"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, dasar brengsek."

Sungguh, Noel akan sangat kasar jika sedang bersama Ichigo.

"Maaf, aku benar-benar sulit mencari waktu luang sepulang sekolah," kata Ichigo pelan. Noel yang mendengar perubahan emosi Ichigo hanya terdiam sambil merasakan kepalanya terus dipijat laki-laki tersebut.

Noel paham tentang situasi sulit Ichigo, pemuda tersebut memiliki kehidupan yang berbeda dengan murid-murid lainnya.

Ichigo adalah seorang yatim piatu yang tinggal dengan empat adiknya yang masih duduk di sekolah dasar. Pemuda berambut oren tersebut harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya dan adik-adiknya.

Puk

Noel merasakan puncak kepalanya disentuh, ia mendongak dan melihat Ichigo tersenyum ke arahnya. Kemudian tidak lama, Ichigo mengacak-ngacak rambut Noel hingga gadis tersebut kesal.

"Hentikan bodoh! Kau membuat rambutku kusut."

"Ahahaha baik baik, gomen."

Ichigo masih tertawa sementara Noel menggembungkan pipinya kesal.

"Tidak perlu sedih Niihashi-san, ini sudah takdirku dan aku sendiri juga menerimanya. Terima kasih karena sudah mengasihaniku."

"A-Aku tidak mengasihanimu, b-baka."

Ichigo lupa soal hal itu, Noel adalah gadis Tsundere. Keduanya pun melanjutkan obrolan kecil mereka sambil sesekali saling melempar candaan. Yahhhh, setidaknya itu bisa membuat Noel tidak marah-marah terus kepada Ichigo.

.

.

Noel mencurahkan isi hatinya kepada Ichigo, bercerita tentang apapun yang mungkin bisa meredakan hatinya.

Mulai dari anggota OSISnya yang terlihat malas-malasan, jenuh dengan kegiatan ekskulnya, hingga masalah-masalah lainnya.

Ichigo mendengarkan sambil sebisa mungkin memberikan jawaban atau solusi tentang kejenuhan Noel, walau kebanyakan ia mendapatkan teriakan dari Noel.

Gadis ini memang suka seenaknya sendiri... menurut Ichigo.

"Apa sudah cukup?" Tanya Ichigo sambil menepuk-nepuk kedua bahu Noel. Gadis tersebut memegang lehernya sambil menggerak-gerakkannya. Akhirnya kegiatan pijat memijat tersebut selesai.

"Kurasa aku merasa lebih baik," jawab Noel.

"Kalau begitu aku akan kembali ke kelas, terima kasih atas waktunya, Niihashi-san," Ichigo berniat kembali ke kelasnya karena sebentar lagi jam istirahat akan usai.

Namun baru saja ia melewati gadis tersebut, Ichigo merasakan sebuah tangan memegang ujung blazernya dan menariknya pelan.

"Niihashi-san?" Tanya Ichigo sesaat setelah menoleh kearah Noel yang kini sedang menundukkan kepalanya.

Ichigo diam menunggu apa yang ingin dilakukan Noel, sementara yang ditunggu hanya terdiam dan terus menundukkan kepalanya.

"T-Terima kasih."

Tunggu? Apa barusan Noel mengatakan terima kasih?

Ichigo sangat jarang mendapatkan ucapan tersebut dari Noel, walau itu bukan masalah besar juga sih.

"Kau bilang apa Niihashi-san? Aku kurang menden-"

"TERIMA KASIH. BODOH!"

Noel mengangkat wajahnya yang terlihat memerah karena kesal dengan ketidakpekaan Ichigo serta ia merasa... malu. Pelan-pelan Noel melepaskan tarikannya dari pakaian Ichigo.

"Tidak masalah, kalau begitu aku pergi dulu. Jaa ne."

Noel memandang punggung Ichigo yang sedang berjalan ke luar pintu, beberapa saat kemudian punggung menjadi perhatiannya tersebut tidak terlihat lagi.

Setelah merasa Ichigo pergi, Noel merasakan hatinya berbunga-bunga saat ini. Ia sangat senang dengan obrolan mereka barusan. Selain itu...

Ichigo mengajaknya berkencan !?

...

..

.

Next?