Note (Penting): Character utama di sini adalah Raiden Shogun/Ei dari Genshin Impact. Kenapa saya taruh fic ini di Naruto x over? Karena setting tempatnya memang di dunia Naruto dan akan ada beberapa karakter dari anime lain yang bermunculan. Saya butuh karakter pendamping dan malas bikin OC.
Senju Uchiha Ei
Naruto by Masashi Kishimoto
Serta karakter lain bukan milik saya
Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun
Warning: Ei satu angkatan dengan Hiruzen dan Danzou.
Summary: Senju Uchiha Ei adalah contoh dari berakhirnya perang antara klan Senju dan Uchiha. Sayangnya, kedua orangtuanya meninggal. Ei telah menjadi yatim piatu di usia 7 tahun. Meski begitu, impiannya untuk menjadi kunoichi paling kuat tidak surut. Inilah kisah tentang jalan hidup Senju Uchiha Ei yang menguasai Mokuton dan Mangekyou Sharingan.
Chapter 1: Warisan Dua Klan
~Opening Song: Yura Yura by Hearts Grow~
Ei memandang patung wajah Senju Hashirama yang belum lama ini telah selesai dibuat. Gadis berusia tujuh tahun yang memiliki rambut berwarna ungu gelap itu duduk di balkon lantai dua rumahnya. Sudah lebih dari sebulan ibunya meninggal karena penyakit kronis. Satu-satunya keluarga yang ia miliki telah tiada. Ayahnya, yang berasal dari klan Senju meninggal 2 tahun lalu saat sedang menjalankan misi. Sekarang ia hidup sendirian di rumah ini.
Senju Uchiha Ei nama lengkapnya. Ia disebut sebagai anak jenius di angkatannya karena berhasil membangkitkan Sharingan di usia 5 tahun. Bukan hanya itu, ia juga menjadi penguasa Mokuton kedua setelah Hashirama. Namun, Ei masih belum bisa menguasai elemen Mokutonnya. Dulu ia hanya pernah membuat pohon kecil dan itu menjadi indikasi pengguna Mokuton.
Ada satu hal yang tidak ia beritahu pada siapapun bahwa dirinya telah membangkitkan Mangekyou Sharingan saat ibunya meninggal. Ei tidak ingin berita ini tersebar di usianya yang masih muda. Kemungkinan besar klan Uchiha akan menyeretnya menuju sisi Uchiha mengingat begitu langka pengguna Mangekyou. Saat ini ia menyandang nama Senju karena ayahnya berasal dari sana. Nama yang terdaftar di catatan sipil Konoha juga adalah Senju Ei.
Meski menyandang status keluarga Senju, ia tidak tinggal di komplek perumahan Senju. Ei tidak tahu alasannya, tapi itu adalah keputusan ayahnya di masa lalu dan rumah ini adalah satu-satunya warisan dari orangtuanya.
Ei menghela napas lalu menghabiskan sisa makanan dan pergi menuju akademi ninja.
Ei adalah seorang murid di akademi ninja. Sebagai seorang murid, kesehariannya di akademi ninja diisi dengan pelajaran tentang berbagai teknik dan strategi ninja. Setiap hari, Ei bangun pagi-pagi sekali untuk melaksanakan latihan fisik yang intensif, termasuk berlari, angkat beban, dan berlatih kelincahan.
Setelah itu, Ei bergabung dengan teman-temannya di kelas untuk belajar berbagai teknik ninja seperti cara memanjat dinding, menangkis serangan musuh, dan menggunakan senjata tradisional seperti shuriken dan katana.
Setelah jam makan siang, Ei biasanya melanjutkan latihannya dengan latihan pertempuran atau berlatih teknik khusus. Kadang-kadang, Ei dan teman-temannya diuji dengan misi-misi yang menuntut mereka menggunakan semua keterampilan ninja yang telah mereka pelajari.
Saat waktu luang, Ei sering berlatih sendiri atau bersama teman-temannya. Dia juga sering membaca buku tentang sejarah ninja atau belajar tentang ilmu sosial yang dapat membantu mereka saat sedang bertugas.
Di akhir hari, Ei dan teman-temannya biasanya menghabiskan waktu bersama di aula atau di luar, mengobrol atau bermain permainan tradisional. Setelah itu, Ei kembali ke kamarnya untuk istirahat dan siap untuk memulai lagi kesehariannya di akademi ninja besok.
Ei memiliki beberapa teman yang akrab dengannya, seperti Hiruzen, Danzou, Kagami, dan Koharu. Mereka satu angkatan di akademi ninja.
Sebagai seorang murid di akademi ninja, Ei telah dilatih untuk menjadi seorang ninja yang cerdas dan tangkas. Dalam mengikuti pelajaran di akademi ninja, Ei menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam memahami dan menerapkan teknik-teknik ninja yang diajarkan kepadanya.
Ei memiliki kemampuan belajar yang cepat dan dapat dengan mudah memahami konsep-konsep yang kompleks. Selain itu, Ei juga memiliki kemampuan analitis yang baik dan dapat dengan cepat menganalisis situasi dan menentukan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi musuh.
Ei juga menunjukkan kecerdasan interpersonal yang baik, yang memungkinkannya untuk bekerja sama dengan teman-temannya dengan baik. Dia mampu memimpin dan mengambil inisiatif, tetapi juga mampu mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat orang lain sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, Ei memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan fleksibel dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Dia dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan dalam situasi dan menemukan solusi yang inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapinya.
Secara keseluruhan, Ei menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam mengikuti pelajaran di akademi ninja, yang membuatnya menjadi seorang murid yang sangat dihormati dan diandalkan oleh teman-temannya dan guru-gurunya. Meski begitu, ada beberapa orang yang menatapnya dengan iri.
Ei adalah murid yang selalu menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Salah satu kegiatan favoritnya adalah pergi ke perpustakaan untuk mempelajari gulungan ninja yang berisi tentang teknik-teknik ninja dan sejarah ninja.
Setiap kali Ei pergi ke perpustakaan, dia selalu membawa buku dan catatan untuk mencatat informasi penting yang ditemukannya. Dia sangat teliti dan cermat dalam membaca dan memahami setiap gulungan ninja yang ada di perpustakaan.
Ei biasanya menghabiskan berjam-jam di perpustakaan, membaca gulungan ninja dan mengamati ilustrasi yang ada di dalamnya. Dia juga sering bertanya kepada pustakawan atau guru-gurunya jika ada sesuatu yang belum dimengerti atau ingin diketahui lebih lanjut.
Selain itu, Ei juga senang berdiskusi dan bertukar pikiran dengan teman-temannya tentang apa yang telah dipelajarinya di perpustakaan. Dia mempertimbangkan sudut pandang mereka dan memberikan masukan yang berharga, yang membuat diskusi menjadi lebih mendalam dan bermanfaat.
Dalam banyak hal, kunjungan Ei ke perpustakaan untuk mempelajari gulungan ninja mencerminkan semangat belajar yang tinggi dan ketekunan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya sebagai seorang ninja. Kegiatannya ini membantunya menjadi seorang murid yang unggul di akademi ninja dan mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik di masa depan.
Setelah pulang dari akademi ninja, Ei tidak berhenti untuk terus mengembangkan keterampilannya sebagai calon kunoichi. Salah satu kegiatan favoritnya adalah berlatih taijutsu di hutan dekat rumahnya.
Ei mempersiapkan dirinya dengan memakai pakaian latihan ninja dan membawa senjata tradisional seperti nunchaku dan shuriken. Setelah tiba di hutan dekat rumahnya, dia mencari tempat yang strategis untuk berlatih dan memulai latihan taijutsu-nya.
Ei sangat serius dan fokus dalam berlatih. Dia menggunakan teknik-teknik yang telah dipelajarinya di akademi ninja, termasuk gerakan-gerakan kelincahan dan pertahanan diri. Dia juga mencoba mengembangkan teknik baru dan menguji kemampuan dirinya dalam situasi yang berbeda.
Selama berlatih, Ei berusaha untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya, mengamati dan mempelajari pola gerakan binatang atau alam yang ada di sekitarnya. Hal ini membantunya memahami konsep dan teknik ninja yang lebih dalam.
Ei terus berlatih hingga senja tiba, dan setelah selesai dia kembali ke rumah dengan perasaan puas dan keringat bercucuran. Latihan taijutsu di hutan dekat rumahnya bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga membangun mental dan keterampilan sebagai seorang ninja. Ini membantu Ei menjadi lebih siap dan percaya diri untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa depan.
"Lelahnya," gumam Ei setelah meneguk habis satu gelas air. Otot-ototnya masih agak sedikit tegang. Ia beristirahat sebentar sebelum ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Gadis itu mulai terbiasa dengan kehidupan mandirinya seperti masak sendiri dan mencuci baju sendiri. Dewan Konoha telah menjamin biaya hidupnya sampai lulus dari akademi dan menjadi genin. Setiap bulan ia akan menerima uang dari Hashirama. Ei harus belajar menghemat uang dan menggunakannya secara efisien. Ei adalah seorang perempuan dan ia cukup sedang dengan mengatur keuangan sendiri. Ia sudah belajar memasak dari buku yang berisi resep-resep buatan ibunya. Ei tidak hanya mengasah keterampilan ninja, tetapi ia juga mempelajari skill sosial lain seperti memasak, menjahit baju, berkebun, dan lainnya.
Ia ingin menjadi wanita kuat yang sempurna.
Setelah membersihkan diri dan memasak untuk makan malam, gadis itu tidak langsung tidur. Ia selalu membaca gulungan berisi ninjutsu untuk dipelajari dan keesokan harinya akan dipraktekan.
Hari ini cerah seperti biasanya dan kehidupan di akademi ninja tidak ada yang berubah. Ei duduk dan memperhatikan gurunya yang menjelaskan konsep Kawarimi no Jutsu, salah satu jurus paling mendasar dan harus dikuasai oleh semua ninja. Beberapa orang terlihat tidak memperhatikan bahkan ada yang tertidur. Ei melirik mereka dan mendengus, apa mereka tak pernah berpikir sekejam apa dunia ninja? Jika mereka malas-malasan maka mereka termasuk orang yang cepat mati.
"… Kawarimi no Jutsu juga bukan sekedar jurus untuk mengalihkan perhatian lawan, ini bisa dikombinasikan dengan kertas peledak yang dapat melukai musuh …." Guru itu terus menerangkan kegunaan Kawarimi no Jutsu.
Ei mencatat semua yang dikatakan gurunya. Ternyata jutsu sederhana juga dapat menjadi mematikan jika digunakan dengan baik dan kreatif. Apa selain kertas peledak ada hal lain yang dapat digunakan? Ia akan melakukan beberapa riset dan percobaan setelah pulang nanti.
Setelah guru akademi menjelaskan konsep dan cara kerja Kawarimi no Jutsu, tibalah saatnya untuk praktek. Mereka pergi menuju lapangan di belakang gedung akademi. Pertama-tama, gurunya akan memberikan contoh pada semua murid. Kemudian satu per satu murid dipanggil untuk mempraktekan Kawarimi no Jutsu. Setelah beberapa murid dipanggil, akhirnya giliran Ei. Gadis cantik itu melakukan jutsu dengan sempurna dan mendapatkan pujian dari gurunya.
"Seperti yang diharapkan dari murid terpintar di kelas, kau melakukannya dengan sangat baik." Gurunya memuji sambil bertepuk tangan.
Ei menunduk untuk memberi hormat. "Terima kasih, Sensei."
"Selanjutnya Shimura Danzou!"
Kehidupan di akademi ninja berjalan dengan normal
Setelah pulang dari akademi ninja, Ei berlatih Kawarimi no Jutsu atau teknik penggantian. Ei menyadari bahwa teknik ini sangat penting dalam kehidupan seorang ninja, karena dapat membantunya menghindari bahaya atau mengalihkan perhatian lawan dalam situasi berbahaya.
Ei memulai latihan dengan menyiapkan beberapa benda di sekitarnya, seperti batang kayu, sebagai benda pengganti. Dia kemudian memusatkan pikirannya dan berusaha memvisualisasikan dirinya sebagai benda tersebut.
Setelah itu, Ei melompat ke arah benda pengganti dan melakukan teknik Kawarimi no Jutsu, menggantikan dirinya dengan benda tersebut secara tiba-tiba. Teknik ini berhasil dilakukan dengan sukses, sehingga benda pengganti terlihat seperti Ei sendiri.
Ei merasa senang dengan kemajuan yang telah dicapainya dalam latihan ini. Dia terus mencoba teknik ini dengan benda-benda yang lebih berat dan rumit, dan terus berusaha meningkatkan kemampuannya dalam Kawarimi no Jutsu.
Selama latihan, Ei juga berusaha untuk memperhatikan gerakan dan suara di sekitarnya dengan lebih baik, karena teknik ini memerlukan kesadaran dan konsentrasi yang tinggi. Dia juga menghindari kelelahan dan memastikan bahwa dia mengambil waktu istirahat yang cukup.
Setelah selesai berlatih, Ei merasa senang dengan kemajuan yang telah dicapainya dan bersemangat untuk melanjutkan latihan teknik ninjutsu lainnya. Dia tahu bahwa untuk menjadi seorang ninja yang handal, ia perlu terus belajar dan berlatih setiap teknik secara teratur dan terus-menerus.
"Baiklah, waktunya untuk mengkreasikan Kawarimi no Jutsu." Ei mengambil kertas peledak dari tasnya yang dibeli sebelum menuju hutan tempat ia biasa latihan.
Gadis itu menyadari bahwa dengan menambahkan kertas peledak, teknik Kawarimi no Jutsu akan menjadi lebih realistis dan lebih berguna dalam situasi nyata. Tepat seperti yang dikatakan gurunya.
Ei mempersiapkan beberapa kertas peledak dan menempelkannya di batang pohon yang akan dijadikan media pengganti. Dia kemudian mulai berlatih dengan memusatkan pikirannya dan memvisualisasikan dirinya sebagai batang pohon tersebut.
Setelah itu, Ei melakukan teknik Kawarimi no Jutsu dengan cepat dan menggantikan dirinya dengan batang pohon yang telah ditempeli kertas peledak secara tiba-tiba. Setelah jutsu aktif, Ei melakukan single handseal untuk memicu kertas peledak itu.
Ei kemudian melakukan beberapa variasi latihan dengan mengganti posisi kertas peledak secara acak dan meningkatkan kecepatan gerakan serta tingkat kesulitan. Dia juga memperhatikan dengan hati-hati jarak aman dan waktu yang tepat untuk menggunakan teknik ini.
Dalam latihan ini, Ei harus memperhatikan keseimbangan antara teknik Kawarimi no Jutsu dan penggunaan kertas peledak, serta keselamatan dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dia selalu melakukan latihan dengan sangat hati-hati dan memastikan bahwa lingkungan sekitarnya aman sebelum melakukan latihan.
Dalam banyak hal, latihan ini menunjukkan dedikasi dan inovasi Ei dalam meningkatkan kemampuan teknik ninja-nya. Meskipun terdengar berbahaya, Ei memastikan bahwa latihan dilakukan dengan hati-hati dan aman, sehingga hasilnya menjadi lebih optimal dalam menghadapi situasi berbahaya.
"Sepertinya cukup sampai di sini." Ei melihat langit yang tadinya berwarna biru cerah sekarang berubah menjadi jingga. Tak terasa waktu terus berlalu. Ia memandang sekitarnya. Bekas ledakan tersebar di mana-mana.
Ei pergi menuju sungai terdekat untuk mengambil air menggunakan wadah air yang terbuat dari bambu. Gadis itu menikmati kesegaran air yang berasal dari gunung.
"Segarnya," ucapnya dengan wajah berseri.
Ia beristirahat sebentar sambil menyandarkan diri di pohon dekat bibir sungai. Memandang air jernih sungai yang arusnya tidak terlalu kuat. Kemudian, berdiri dan melepaskan semua pakaiannya.
"Mandi di sungai sepertinya tidak terlalu buruk!" Ei berlari dan lompat menuju tengah sungai. Sejuknya air langsung mengalir menuju semua bagian tubuhnya. Ini sangat menyenangkan. Ei bermain-main dengan air sungai dan melakukan beberapa gerakan renang. Setelah dirasa puas, ia kemudian mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaiannya kembali sebelum pulang ke rumah.
Kegiatan rutinnya dilakukan setiap hari. Selama bertahun-tahun, tanpa henti. Mempelajari ilmu baru, mempraktekannya, lalu menguasainya. Hingga ia tak sadar bahwa kemampuannya telah melampaui genin bahkan chuunin, tinggal diasah oleh pengalaman nyata maka ia akan menjadi kunoichi kuat.
Bersambung
~Ending Song: Akane Sasu by Aimer~
05/05/2023
