Disclaimer: Bukan milik saya.
Chapter 2: Mangekyou Sharingan
~Opening Song: Yura Yura by Hearts Grow~
Sudah genap 3 tahun sejak kematian ibunya, selama itu Ei berlatih setiap hari. Kadang-kadang Hashirama dan Tobirama pergi mengunjunginya untuk memberikan beberapa pelatihan. Khusus Hashirama, ia melatih cara menggunakan jutsu Mokuton. Untuk melakukan pelatihan elemen kayu, tidak bisa langsung pada intinya. Ei harus menguasai dua dasar yang menjadi perpaduan untuk menciptakan jutsu Mokuton, yaitu Suiton dan Doton.
Gadis itu telah melakukan pemeriksaan elemen menggunakan kertas khusus dan hasilnya Ei memiliki tiga elemen utama, yaitu Katon (Api), Suiton (Air), dan Doton (Tanah) dengan elemen api yang terkuat.
Karena chakra kontrol yang belum bagus membuat Ei agak kesulitan dalam mengolah chakra untuk diubah menjadi jutsu. Kapasitas chakranya adalah yang terbesar dari angkatannya. Ei mengasah chakra kontrol selama beberapa bulan hingga ia benar-benar menguasainya secara sempurna. Gadis itu telah mampu berjalan di permukaan air terjun, di dinding, pohon, dan langit-langit.
Setelah chakra kontrolnya sempuran, Ei mempelajari jutsu dasar dari ketiga elemen yang dikuasainya dibawah bimbingan Tobirama dan Hashirama.
Ei, yang kehilangan ibunya tiga tahun lalu, telah terbiasa melakukan ritual membersihkan makam ibunya secara teratur. Hari ini, dia memutuskan pergi ke pemakaman untuk membersihkan dan merapikan makam ibunya. Dia tiba di pemakaman dengan membawa bunga segar dan beberapa perlengkapan pembersih. Setelah berdoa dan menyalakan kemenyan sebagai penghormatan untuk ibunya, gadis itu mulai membersihkan dan merapikan makam.
Ei bekerja dengan hati-hati, membersihkan dan memoles batu nisan dengan air dan sikat kecil. Dia menghapus kotoran dan daun-daun kering yang menumpuk di sekitar makam, memperbaiki beberapa bunga yang telah layu, dan meletakkan bunga segar di dekat nisan. Selama membersihkan makam, Ei terlihat sedih dan termenung. Ini adalah satu-satunya tempat dimana ia dapat mengingat kesehariannya dengan ibu. Tidak ada sesuatu yang menganggu pikirannya di sini. Ei terbiasa duduk sambil mengamati tulisan ibunya di batu nisan untuk waktu yang cukup lama.
"Lihatlah ibu, aku tumbuh besar dalam tiga tahun terakhir ini. Tinggiku bertambah beberapa centi dan aku memutuskan untuk memanjangkan rambutku." Ei bermonolog sambil mengusap batu nisan ibunya. Ia tersenyum tipis.
"Aku berlatih setiap hari untuk menjadi kunoichi terkuat di Konohagakure, ibu tidak perlu khawatir aku akan kenapa-napa. Sekarang Ei sudah kuat, lebih kuat dari murid lainnya." Anak berusia 10 tahun itu mengeluarkan air mata.
"Kuharap ibu dan ayah tenang di alam sana. Lihatlah anak kalian dari sana, suatu saat Ei akan menjadi legenda!"
Gadis bermata ungu itu membereskan peralatannya. Ia mendongkak dan melihat langit yang tertutupi oleh gumpalan awan hitam. Sebentar lagi akan turun hujan lebat, pikirnya. Ei menatap makan ibunya dan menunduk hormat sebelum pergi menuju rumah. Namun, sebelum ke rumah ia akan menyempatkan diri mengunjungi toko kain untuk membeli beberapa bahan. Dia telah belajar cara menjahit dari pemilik toko itu dan ingin membuat pakaian sesuai seleranya sendiri.
Ei pergi ke toko kain untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkannya untuk membuat pakaian baru. Dia mengenakan pakaian yang sederhana dan praktis, dengan rambut yang diikat rapi ke belakang. Dia berjalan dengan mantap dan penuh semangat, dengan senyum di wajahnya.
Sesampainya di toko kain, Ei menyapa pemilik toko dengan ramah dan kemudian mulai mencari bahan yang dibutuhkannya. Dia dengan cermat memilih kain yang tepat, meraba tekstur dan melihat warnanya dengan saksama. Dia memperhatikan detail-detail kecil pada setiap kain yang dia lihat, mencari yang terbaik untuk membuat pakaian barunya.
Ei juga berbicara dengan pemilik toko dan menanyakan pendapatnya tentang kain yang ia lihat. Gadis berambut ungu gelap tersebut mendengarkan dengan penuh perhatian dan terbuka untuk saran-saran yang diberikan. Setelah memilih kain yang dia inginkan, Ei berbicara lagi dengan penjual toko kain tentang ukuran dan jenis benang yang ia butuhkan untuk menjahit pakaian barunya. Ei tampak berbicara dengan sopan dan ramah, memberikan detail yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa pakaian barunya terlihat sempurna.
Setelah semua selesai, Ei membayar untuk kain dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Dia kemudian meninggalkan toko dengan senyum di wajahnya, terlihat sangat antusias untuk mulai membuat pakaian barunya.
"Terima kasih, Bibi!" Ei melambaikan tangan dengan senyum cerah.
"Terima kasih juga sudah berkunjung, Ei-chan. Jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk datang kesini lagi."
"Akan kuingat itu!"
Ei membeli beberapa bahan untuk membuat pakaian di toko kain. Beberapa bahan yang dia pilih adalah:
1. Kain katun: Ei memilih kain katun yang lembut dan halus untuk menjadi bahan utama pakaian barunya. Kain katun yang dia pilih memiliki tekstur yang ringan dan mudah dijahit, sehingga cocok untuk pakaian sehari-hari yang nyaman dipakai.
2. Kain satin: Ei juga memilih kain satin untuk digunakan sebagai detail pada pakaian baru. Kain satin memiliki kilau yang indah dan memberikan efek elegan pada pakaian. Ei memilih kain satin berwarna emas yang kontras dengan warna kain katunnya.
3. Benang: Ei memilih beberapa gulung benang untuk menjahit pakaian. Dia memilih benang berwarna senada dengan warna kain katunnya untuk membuat jahitan yang rapi dan indah.
4. Kancing: Ei memilih beberapa kancing berwarna emas yang elegan untuk digunakan sebagai aksen pada pakaian barunya. Dia memilih kancing dengan ukuran yang berbeda-beda, sehingga dapat menambah keunikan pada pakaian.
5. Pita: Ei memilih beberapa gulung pita berwarna senada dengan warna kain katunnya. Pita akan digunakan sebagai aksen pada pakaian dan memberikan sentuhan feminin pada desainnya.
Dengan bahan-bahan yang telah dipilihnya, Ei siap untuk merancang pakaian barunya yang unik dan indah. Tentu saja, hanya dia yang memakainya.
Hari sudah menjelang sore. Suhu udara perlahan turun. Sekarang telah memasuki musim panas. Ei menyimpan barang-barangnya di ruang tamu. Ia akan membuat pakaian barunya setelah makan malam. Rumah yang sepi ini telah menemani gadis itu selama 3 tahun. Ei tak pernah mengajak teman sekelasnya bermain ke rumah karena ia tidak begitu dekat dengan mereka. Hanya beberapa yang dikategorikan sebagai teman dekatnya seperti Hiruzen menjadi saingan dan Danzou yang terlihat seperti tak mau kalah darinya. Uchiha Kagami juga tidak mau kalah bersaing. Satu-satunya teman perempuan adalah Koharu. Namun, dari semua teman dekatnya, Koharu yang paling kurang berinteraksi. Gadis itu juga memiliki sifat pendiam sepertinya.
Setelah membersihkan diri dan makan malam, Ei siap memulai membuat pakaian baru dengan peralatan sederhananya yang dibeli dari uang tabungan selama satu tahun.
"Baiklah, pertama-tama aku akan membuat pakaian dalam." Ei berkata sambil memegang dadanya yang membesar sejak satu tahun terakhir.
Ei memulai proses pembuatan pakaian barunya dari bahan-bahan yang telah dia beli di toko kain. Ia mengawali dengan memotong kain katun sesuai ukuran yang dia inginkan, dan kemudian memulai proses menjahit. Sebelum membeli bahan pakaian, gadis itu telah mengukur ukuran tubuhnya. Juga, membuat desain pakaian dalam sesuai imajinasinya.
Ei tampak sangat terampil dalam menjahit, dengan gerakan tangannya yang cepat dan tepat. Dia memperhatikan setiap detail dan memastikan bahwa jahitan-jahitannya rapi dan kuat. Dia menggunakan benang berwarna senada dengan warna kain katunnya, sehingga jahitan tidak terlihat terlalu mencolok.
"Tahap pertama beres!"
Setelah selesai membuat bagian dasar, Ei mulai menambahkan detail dengan menggunakan kain satin dan pita. Dia memotong kain satin menjadi ukuran yang dia butuhkan, dan kemudian menjahitnya pada bagian tertentu. Kain satin memberikan efek kilau yang indah pada pakaian, dan membuatnya terlihat lebih elegan. Ei juga menambahkan pita pada bagian depan, memberikan sentuhan feminin pada desainnya. Dia mengikat pita dengan hati-hati, sehingga tidak terlalu mengganggu desain keseluruhan pakaian dalamnya.
Tanpa terasa waktu terus berlalu dengan cepat. Empat jam sudah terlewat dan waktu menunjukkan sebentar lagi memasuki tengah malam. Ei akhirnya menyelesaikan satu set pakaian dalam dengan desain hasil imajinasinya. Gadis itu lalu mencoba memakainya.
Ei berdiri di depan cermin full body dengan pakaian dalam barunya yang baru saja dia buat. Dia tampak agak gugup, namun juga tersenyum senang melihat dirinya sendiri di cermin.
Gadis berambut ungu itu memutar tubuhnya sedikit ke kiri dan ke kanan, mengamati setiap detail pada pakaian dalamnya. Pakaian tersebut tampak pas dan nyaman di tubuhnya dan dia merasa sangat bangga dengan hasil karyanya.
Ei kemudian memutar tubuhnya lagi, kali ini memperhatikan bagian belakang pakaian. Dia merasa senang melihat jahitan-jahitan yang rapi dan kuat, dan bagian belakang pakaian juga terlihat sangat bagus.
Dia kemudian mencoba beberapa gerakan, seperti mengangkat tangan dan berputar, untuk memastikan bahwa pakaian tersebut tidak terlalu kencang atau terlalu longgar di bagian-bagian tertentu.
Ei merasa sangat senang dengan pakaian barunya dan siap untuk memakainya di berbagai kesempatan. Gadis itu tahu bahwa dia telah menciptakan sesuatu yang indah dan unik serta merasa bangga dengan kemampuannya membuat pakaian dari nol.
Ei menatap pantulan dirinya di cermin, ia melakukannya cukup lama. Kemudian pipinya mulai memerah karena menyadari satu hal.
"Ini terlalu sexy." Ei berbicara pada pantulannya. "Dan aku suka!" Lanjutnya.
Bra yang dibuat oleh Ei memiliki warna ungu yang sangat cantik dan menarik. Kain katun yang digunakan untuk membuat bra ini terasa lembut dan nyaman di kulit.
Bagian atas bra memiliki desain full-cup, menutupi seluruh bagian payudara. Di bagian bawah bra, terdapat seutas renda berwarna ungu muda yang memberikan aksen feminin pada bra tersebut. Tali bra yang terbuat dari bahan elastis memiliki ukuran yang pas, tidak terlalu ketat atau longgar. Tali tersebut juga dapat disesuaikan untuk memastikan kenyamanan pengguna.
Bagian dalam bra dirancang dengan jahitan yang kuat dan rapi, sehingga dapat menahan bentuk payudara dengan baik. Pilihan bahan yang digunakan juga dapat membuat payudara terasa lebih terangkat dan membentuk siluet yang bagus.
Keseluruhan bra ini terlihat sangat indah dan elegan, cocok untuk dipakai pada berbagai kesempatan. Dengan warna ungu yang menarik dan desain yang elegan, bra buatan Ei ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membuat pengguna merasa lebih cantik.
Untuk bagian bawahnya, celana dalam yang dibuat oleh Ei memiliki warna ungu yang senada dengan warna bra. Bahan dasarnya juga terbuat dari kain katun.
Celana dalam itu memiliki model bikini dengan potongan yang pas di pinggul dan melengkung di bagian belakang. Di bagian bawah celana dalam terdapat seutas renda berwarna ungu muda yang memberikan aksen feminin pada celana dalam tersebut.
Pinggir celana dalam ditekuk dengan jahitan yang rapi dan kuat, sehingga tidak mudah tergulung atau terlihat kusut saat digunakan. Bahan elastis yang digunakan pada bagian pinggang membuat celana dalam ini nyaman dipakai dan tidak mudah melorot.
Perpaduan antara bra dan celana dalamnya membuat dirinya terlihat lebih dewasa dan cantik. Ei sangat puas dengan karya tangannya.
Setelah memanjakan matanya dengan mengamati tubuh yang mulai terbentuk itu, Ei tidur pulas dengan masih memakai hasil karyanya.
Hari ini adalah hari minggu. Tidak ada jadwal akademi ninja dan Ei selalu menghabiskan hari minggu dengan berlatih di tempat seperti biasa. Langit yang cerah seakan mendukung kegiatan Ei.
Selama lebih dari setahun, Ei sudah menyempurnakan chakra kontrolnya. Perlahan tapi pasti kapasitas chakranya kian membesar seiring latihan intensif yang dilakukan setiap hari. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melatih Mangekyou Sharingan. Sebelum mengaktifkan mata itu, Ei melihat keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada seorang pun dalam jarak sensornya. Selama 3 tahun ini masih belum ada orang lain yang mengetahui jika ia memiliki mata tersebut.
Gadis berusia 10 tahun itu menghirup napas dengan perlahan sambil berkonsentrasi menyeimbangkan chakra yang ada di matanya. Perlahan mata yang tadinya berwarna ungu kini berubah menjadi merah dengan tiga tomoe, lalu tomoe itu berputar kencang dan berubah bentuk. Ini adalah Mangekyou Sharingannya.
Deg!
Ei merasakan bahwa mata ini menguras banyak chakra untuk digunakan. Namun, dengan kapasitas chakranya ia akan bertahan selama satu jam menggunakan mata ini. Pandangan yang tadinya normal kini berubah. Ia bisa melihat pergerakan lebih jelas, seperti contoh burung yang terbang normalnya manusia tidak bisa melihat berapa kali burung mengepakkan sayap. Namun, Ei bisa melihat dengan jelas semua itu.
"Jadi ini pandangan Mangekyou Sharingan, lebih tajam dari Sharingan biasa."
Sebagai pengguna dari mata itu, Ei mengetahui apa saja kekuatan yang tertanam dalam matanya. Itu terjadi begitu saja sejak ia membangkitkan Mangekyou Sharingan. Ia hanya perlu berlatih bagaimana cara menggunakannya dengan benar dan efektif.
Salah satu kemampuan Mangekyou Sharingannya adalah Kamui. Jenis jutsu ruang dan waktu yang memiliki dimensinya sendiri. Kamui memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan dimensi ruang dan waktu dan memiliki kemampuan untuk menghilangkan objek atau orang dengan cara memindahkannya ke dimensi lain.
Ada dua jenis Kamui yang dikuasai oleh Ei, yaitu:
1. Kamui sasaran. Kamui sasaran memungkinkan penggunanya untuk membuat objek atau orang yang disentuhnya atau yang menjadi targetnya untuk masuk ke dalam dimensi lain, sehingga mereka bisa menghilang atau muncul secara tiba-tiba. Ei menggunakan kemampuan ini untuk menghindari serangan musuh dan memanipulasi keberadaannya.
2. Kamui dimensi. Kamui dimensi memungkinkan penggunanya untuk memasuki dimensi lain dan berpindah ke lokasi lain secara instan. Ei menggunakan kemampuan ini untuk melakukan perjalanan jarak jauh dan menghindari serangan, serta melakukan penyusupan ke dalam markas musuh tanpa terdeteksi. Jutsu yang sempurna untuk seorang ninja.
Kamui sangat berguna dalam pertempuran, karena pengguna dapat menghindari serangan musuh dan menyerang mereka dari arah yang tidak terduga. Namun, penggunaan Kamui yang berlebihan juga memiliki efek samping yang merugikan, seperti kelelahan dan bahkan kehilangan penglihatan jika terlalu sering digunakan.
Selain itu, Kamui juga memiliki kelemahan yaitu jarak jangkauannya terbatas dan pengguna harus memfokuskan chakra mereka untuk mengaktifkan kemampuan ini. Jika fokus mereka terganggu, maka Kamui tidak akan berfungsi dengan baik.
Kemampuan kedua adalah Sousei no Chikara atau secara bahasa berarti 'Kekuatan Penciptaan'. Ei dapat membuat sebuah benda dari ketiadaan menggunakan chakra dalam jarak pandang matanya. Contohnya ia dapat membuat puluhan shuriken dari ketiadaan dan dapat dikendalikan sesuka hati
Ei juga mampu mengatur seberapa lama eksistensi benda itu di dunia nyata sesuai jumlah chakra yang digunakan untuk membuatnya. Seperti contoh ia membuat satu kursi yang mampu bertahan selama beberapa jam akan memakan lebih banyak chakra dibandingkan membuat kursi yang bertahan selama satu menit. Ukuran benda yang ia ciptakan juga memengarui jumlah chakra yang dikeluarkan.
Kemudian kemampuan terakhir yang dimiliki oleh semua pengguna Mangekyou Sharingan adalah Susanoo. Ei belum bisa mengeluarkan Susanoo karena masalah daya tahan tubuh dan konsumsi chakra yang dibutuhkan. Ei perlu latihan fisik dan mental lebih banyak.
"Baiklah! Aku akan menguasai Kamui terlebih dahulu sebelum hari kelulusan akademi!" Itu adalah janji pada dirinya sendiri.
Bersambung
~Ending Song: Akane Sasu by Aimer~
AN: Di bawah ini adalah sesi tanya jawab review chapter sebelumnya.
It's Cristiano Ronaldo: Ini Ei reinkarnasi dari Genshin? Yap. Karakter utama di fic ini adalah Raiden Shogun/Ei dari Genshin Impact.
Quartzer: Kalau si Danzou masih akademi, jadi waktu ini cerita jauh dari saat adanya Naruto ya author? Yap. Latar waktu di cerita ini adalah saat zaman Hiruzen, sebelum perang dunia ninja pertama.
Hekalaa24: Maapf oot, btw kaga ada niatan apa ya lanjut Golden Magic min? lama bat inii wkwk. Belum ada mood.
Bagi yang belum paham apa saja kekuatan Mangekyou Sharingan Ei, ini penjelasan singkatnya:
Kamui: Kalian pasti sudah tahu bagaimana cara kerja jutsu satu ini.
Sousei no Chikara: Kemampuan untuk menciptakan benda dari ketiadaan dan dapat dikendalikan sesuka hati.
Susanoo: Ini juga sudah tidak perlu dijelaskan, kalian udah tahu bagaimana kemampuannya.
07/05/2023
