Setelah Neji berhasil membunuh monster yang membunuh Tenten seorang diri dan membantu pasukan shinobi memenangkan perang dengan alien, Neji mencari ayahnya dan Tenten. Kemudian dia bertemu dengan Lee.

"Neji, kau mencari Tenten?" tanya Lee.

Neji mengangguk. "Ayo ikut aku! Ayahmu membawanya ke tempat yang aman di dekat sungai dan Metal sekarang sedang menjaga jasadnya." Kata Lee.

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang dimaksud Lee. Sesampainya disana, Metal sedang duduk tertidur di samping jasad Tenten. Hati Neji remuk redam mengingat dia telah membuat sebuah keluarga kehilangan ratu dalam rumah mereka.

"Neji, biar aku menggendong Metal, kau menggendong Tenten saja." Kata Lee.

"Tidak apa-apa, Lee? Kau tidak ingin membawa Tenten?" tanya Neji tidak percaya.

"Tidak Neji, tubuh Tenten jauh lebih berat daripada Metal. Selain itu, aku yakin Tenten akan lebih senang jika kau yang menggendongnya." Kata Lee tersenyum pada Neji.

Neji bingung dengan reaksi Lee yang menurutnya terlalu datar untuk ukuran seorang suami yang kehilangan istrinya di medan perang karena melindungi orang yang sudah mati. Tapi Neji berusaha menyembunyikan kebingungannya dan menggendong tubuh Tenten.

"Ayo Neji, kita letakkan dia bersama shinobi lain yang gugur di perang ini." Ajak Lee yang sudah menggendong Metal di punggungnya.

Ketika berjalan menuju tempat para jenazah dikumpulkan, Neji baru sadar wajah Tenten bersih dan tidak ada darah yang keluar dari hidung dan mulutnya saat sekarat tadi. Lalu Neji bertanya,"Lee, apakah kau yang membersihkan wajah Tenten?"

"Bukan Neji, ayahmu yang melakukannya. Tadi dia juga menutup mata Tenten dan berkata bahwa dia menerima Tenten sebagai menantunya disana dan akan segera menikahkannya denganmu ketika kalian kembali kesana nanti." Jawab Lee.

"Terima kasih ayah.." Kata Neji sembari menatap wajah Tenten yang seperti tertidur pulas di dekapannya.

Sesampainya di tempat dimana jasad para shinobi dikumpulkan, Metal Lee terbangun dan meminta turun dari gendongan ayahnya, kemudian dia berlari untuk berkumpul dengan Chuunin angkatannya. Melihat Metal yang menjauh, Neji tak mampu lagi menahan rasa tidak enaknya pada Lee.

"Lee, maafkan aku!" ucap Neji.

"Hah? Untuk apa Neji?" Tanya Lee bingung.

"Karena aku… telah membuat istrimu meninggal, membuatmu jadi duda dan anakmu harus kehilangan ibunya." kata Neji sembari menahan tangis.

"Hah? Neji… Istriku masih hidup dan dia sedang menungguku di rumah saat ini. Dia tidak ikut perang ini, dia bahkan bukan seorang Shinobi."

"Hah?" Neji terkejut,"Jadi Tenten bukan istrimu dan bukan ibu dari Metal?"

"Bukan Neji, kami tidak pernah menikah, dan Tenten juga bukan ibu dari Metal." Kata Lee sabar.

"Lalu siapa suami dan anak dari Tenten, Lee? Aku harus meminta maaf pada mereka, gara-gara aku, mereka kehilangan orang yang mereka cintai." Ucap Neji memohon.

Sebelum Lee sempat menjawab, Hinata sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Neji.

"Neji-niisan, Tenten-san…dia tidak pernah menikah seumur hidupnya." Kata Hinata sedih.

"Eh? Kau bohong kan Hinata-sama?" tanya Neji untuk memastikannya. Tidak mungkin jika Tenten memutuskan melajang seumur hidupnya hanya karena dirinya, tidak mungkin… Tenten berhak bahagia dan membangun keluarga kecilnya walaupun tanpa Neji. Karena Neji paham, Tenten sangat ingin memiliki keluarga kecilnya sendiri, keluarga yang tidak pernah dia miliki sejak dia lahir.

"Hinata-san tidak berbohong, Neji. Tenten tidak pernah menikah seumur hidupnya. Hanya dia satu-satunya wanita di angkatan kita yang tidak menikah." Kata Lee.

"Apa?"

"Itu benar, Neji. Dia menolak lamaranku, Shino, dan juga Lee. Dia menolak semua pinangan laki-laki yang menyukainya." Tambah Kiba.

"Bukan hanya itu Neji-san, kami para perempuan sudah berusaha mengenalkan dan menjodohkannya dengan rekan laki-laki kami. Tapi dia menolak semua usaha kami untuk membantunya menemukan jodohnya." Kata Ino.

"Dia bahkan berani menolak adikku Gaara yang seorang Kazekage, Neji. Dan hanya dia, satu-satunya wanita yang pernah menolak adikku. Awalnya kukira dia jual mahal, tetapi tenyata dia tidak sanggup melupakanmu dan move on." Kata Temari menambahkan.

Neji shock mendengar penjelasan Temari. Tenten bahkan menolak seorang Kazekage seperti Gaara? Hanya karena dirinya?

"Dia benar-benar sangat mencintaimu Neji-san." Kata Sakura.

Neji yang begitu shock mendengar kenyataan bahwa Tenten tidak pernah menikah hanya karena dirinya, langsung terduduk lemas sembari menitikkan airmata. Lalu dia menatap wajah Tenten dengan lembut dan menempelkan keningnya ke kening kekasih hatinya ini.

"Tenten, kau benar-benar bodoh. Kau… Kenapa kau tidak menikah sayang? Kau sendiri yang bilang kepadaku jika kau ingin memiliki keluarga sendiri karena kau tidak tahu bagaimana rasanya memiliki keluarga. Kenapa kau mengorbankan keinginan terbesarmu hanya karena aku?" Isak Neji.

"Sekarang bagaimana aku bisa menghadapimu disana, Tenten? Bagaimana caraku meminta maaf padamu disana nanti, supaya kau mau memaafkanku? Bagaimana…?" Neji tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ino, Sakura, dan Hinata menangis melihat pemandangan mengharukan ini.

"Dia pasti memaafkanmu, Neji." Ujar Hizashi seraya memegang bahu Neji dari belakang."Dia begitu setia padamu dan menjaga cintanya hanya untukmu seumur hidupnya, bahkan sampai mengorbankan keinginan terbesarnya. Ayah yakin dia pasti memaafkanmu."

"Tapi dia pantas bahagia dengan orang lain sepeninggalanku, ayah. Dia…" Neji bahkan kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan penyesalannya atas nasib Tenten.

"Neji, dulu kau pernah bilang pada ayah, jika Tenten adalah sumber kebahagiaanmu ketika kau masih hidup. Mungkin dia juga seperti itu, dia juga menganggapmu sebagai sumber kebahagiaannya. Mungkin dia tahu, dia tidak akan bahagia jika menjalin hubungan dengan lelaki lain dan tidak ingin melukai dirinya sendiri dan lelaki lain itu. Mungkin karena itulah dia memutuskan untuk tidak menikah. Kau seharusnya bersyukur dan berterima kasih padanya, karena kau bisa langsung menikahinya setelah ini. Jika dia sudah menikah, kau akan kesulitan meminta kepada Kami-sama untuk menikahinya disana." Kata Hizashi menghibur anak semata wayangnya.

"Apa yang dikatakan ayahmu benar, Neji. Kau beruntung, kau menunggu wanita ini dan menolak semua bidadari disana, dan ternyata dia juga menjaga kesetiaannya dan cintanya kepadamu selama hidup di dunia. Kau seharusnya berterima kasih padanya." Kata Minato menambahkan.

Neji termenung dan menyadari bahwa kata-kata ayahnya dan Minato benar. Dia seharusnya bersyukur, tetapi melihat Tenten mengorbankan harapannya hanya karena dirinya, membuat Neji sedih sekaligus terharu.

"Kalian benar, ayah dan Minato, terima kasih." Kata Neji sembari mengusap airmatanya dan tersenyum.

"Kita harus segera kembali, kawan-kawan." Kata Hashirama mengingatkan. "Neji, jika kau ingin menikahinya disana, izinkan aku menjadi pendeta yang menikahkan kalian dan istriku menjadi miko. Melihat dirimu dan wanita itu, benar-benar mengingatkanku akan hubunganku dengan Mito ketika kami masih hidup. Apalagi model rambut kalian sama dengan kami." Tambahnya sambil tersenyum.

Neji terkejut tetapi senang karena Hashirama bersedia menjadi pendeta yang akan menikahkannya dengan Tenten. Ini adalah kehormatan besar baginya dan Tenten, lalu Neji tersenyum dan berterima kasih pada Hashirama.

"Dan untuk pengganti orang tua Tenten, izinkan aku dan Kushina yang melakukannya, Neji. Kami berdua berhutang besar kepada kalian berdua, kalian sudah melindungi anak kami, Naruto, istrinya, serta cucu-cucu kami hingga mengorbankan nyawa kalian dan membuat kalian terpisah begitu lama. Anggaplah ini sebagian kecil dari ucapan terima kasih kami kepada kalian." Kata Minato dengan tersenyum.

"Terima kasih, Minato." Jawab Neji sambil tersenyum. Ternyata banyak yang mendukung kisah cinta mereka, dalam hati Neji bersyukur dan berterima kasih pada Kami-sama. Walaupun sempat terpisah dunia selama ratusan purnama, namun Kami-sama tetap menjaga kesetiaan dan keutuhan cinta mereka dan memberikan bantuan dan dukungan di saat yang tepat.

"Sekarang, ucapkanlah salam perpisahan kepada teman-temanmu Neji. Hanya kau yang belum mengucapkan salam perpisahan. Setelah itu kita akan kembali kesana dan mempersiapkan pernikahanmu dengan Tenten." Kata Hizashi mengingatkan.

"Baik ayah." Kata Neji.

Neji melihat ke arah seluruh kawan-kawannya Konoha 12, lalu Neji berpesan,"Teman-teman, kalian beruntung bisa dipersatukan di dunia ini bersama dengan wanita yang kalian cintai, berbeda denganku dan Tenten yang sempat harus terpisah dunia selama belasan tahun. Jagalah dan rawatlah keluarga dan pasangan kalian masing-masing dengan baik."

Seluruh teman-temannya mengangguk haru. Diantara mereka semua, memang kisah cinta Neji dan Tenten adalah yang paling tragis.

"Naruto, tolong ubah toko senjata Tenten menjadi pusat pengembangan senjata Konoha sepeti keinginan terakhirnya. Dan tolong jaga Hinata-sama dan keponakanku dengan baik." Pesan Neji kepada Naruto.

"Tentu Neji." Kata Naruto sambil tersenyum.

"Lee, aku dan Tenten minta maaf padamu, karena sekarang hanya kaulah anggota tim Guy yang aktif dan tersisa. Tolong sampaikan permintaan maaf kami juga ke Guy sensei." Kata Neji menatap sahabatnya semasa hidup.

"Baik Neji, aku mengerti situasi kalian berdua. Aku akan menyampaikan pesan kalian ke Guy sensei." Kata Lee sambil membuat pose Nice Guy, yang disambut senyum Neji.

"Dan bolehkah aku meminta tolong pada kalian semua teman-teman? Sebagi permohonan terakhirku dan Tenten?" Tanya Neji.

"Tentu Neji. Kau mau minta tolong apa?" Tanya Naruto.

"Kumohon kuburkan jasad Tenten bersamaku, Naruto. Kuburkan kami dalam satu liang lahat, supaya aku bisa meminta maaf padanya dan dia bersedia memaafkanku disana." Jawab Neji memohon.

"Kau tidak apa-apa jika kami membongkar makammu, Neji?" Tanya Lee, karena untuk menguburkan jasad Tenten bersama jasad Neji, berarti mereka harus membongkar makam Neji.

"Jika untuk Tenten, aku tidak masalah, Lee. Lagipula, apa yang kulakukan ini tidak sebanding dengan apa yang telah dia berikan padaku." Kata Neji sedih.

"Baik, Neji. Kami akan menguburkannya bersama denganmu, di makammu." Kata Naruto terharu.

"Terima kasih, Naruto." Kata Neji tersenyum.

Kemudian Neji kembali menatap Tenten dan berkata,"Sayang, kau dengar? Mereka akan menguburkan kita berdua bersama. Kuharap kau bisa memaafkanku disana. Dan aku akan segera menikahimu begitu kembali kesana, tunggulah." Lalu Neji mengecup kening Tenten dan membaringkannya di tanah. Setelah itu Neji melepas cepolan di kepala Tenten dengan dibantu Hinata dan Ino. Neji begitu terpukau melihat jasad Tenten dengan rambut tergerai karena dia belum pernah melihat Tenten dengan rambut tergerai ketika dia hidup, kemudian dia merapikan rambut Tenten dan mencium keningnya. Setelah membelai pipi Tenten, Neji kemudian berdiri dan bersiap untuk kembali ke alamnya ketika Lee memanggilnya.

"Neji?" panggil Lee.

"Ya, Lee?" tanya Neji.

"Buatlah Tenten bahagia disana." Kata Lee sambil tersenyum.

"Pasti, Lee!" Jawab Neji seraya tersenyum dan membuat pose Nice Guy kepadanya.

"Baik teman-teman, aku kembali dulu kesana. Terima kasih untuk semuanya." Kata Neji.

"Sama-sama Neji, terima kasih telah membantu kami dalam perang ini." Balas Naruto.

Neji mengangguk dan tersenyum kepada seluruh kawan-kawannya di dunia, kemudian tubuh Neji dan para orang yang di-edo tensei perlahan mengelupas seperti kertas yang terbakar bersamaan dengan terbitnya matahari, yang menandakan bahwa mereka kembali ke alam mereka, yang berbeda dengan alam dunia ini.

o0o