Setelah perang selesai dan semua jasad selesai dikumpulkan, Naruto menginstruksikan kepada seluruh warga untuk segera mempersiapkan pemakaman dan pembuatan nisan untuk seluruh korban dan memisahkan jasad Tenten dengan yang lain karena untuk mengubur Tenten, mereka harus membongkar makam Neji terlebih dulu. Lalu Naruto juga menginstruksikan untuk mengubah toko senjata Tenten menjadi pusat pengembangan senjata Konoha. Saat mengeluarkan barang-barang pribadi Tenten, warga menemukan beberapa foto Tenten yang hanya berdua bersama dengan Neji dan juga sebuah diari tentang kisah cinta mereka semasa mereka masih hidup. Warga menyerahkan foto dan diari tersebut ke Naruto. Naruto yang kemudian membaca diari Tenten bersama para Konoha 12, mereka semua menangis sedih dan terharu. Ternyata Neji dan Tenten sudah menjalin kasih sejak Neji diangkat menjadi Jounin dan mereka sudah mempersiapkan detail pernikahan mereka di diari itu. Neji bahkan menuliskan dia sudah membeli sepasang crescent moon blades (pedang bulan sabit) sebagai mahar untuk Tenten. Membaca ini, Hinata langsung teringat senjata yang disimpan Neji di rumahnya.
"Jangan-jangan sepasang senjata itu.." ucap Hinata.
"Apa maksudmu, Hinata?" tanya Naruto.
"Dulu, ketika Neji-niisan meninggal, aku, ayah, dan Hanabi menemukan sepasang senjata berbentuk aneh seperti tanduk rusa dan bulan sabit ketika membereskan barang peninggalan Neji-niisan di rumahnya, anata. Aku, ayah, dan Hanabi sempat heran karena klan Hyuuga tidak pernah berlatih menggunakan senjata, apalagi senjata yang langka dan berbentuk unik seperti itu. Kami kira itu barang titipan kenalannya Neji-niisan, namun karena tidak ada yang mengakui senjata tersebut, akhirnya ayah menyimpan senjata tersebut. Ternyata senjata itu adalah mahar untuk Tenten-san, tahu begitu aku dulu menyerahkannya kepada Tenten-san." Kata Hinata sambil menangis.
"Jika kau melakukan itu, Tenten akan semakin terluka, Hinata-san." Ucap Lee sedih.
Hinata menghapus airmatanya, lalu berkata,"Aku akan berbicara pada Hanabi, ayah, dan para Tetua agar mereka mau memberikan nama Hyuuga ke Tenten-san. Tenten-san dan Neji-niisan sudah menderita terlalu lama, paling tidak ini bisa menghormati mereka dan sebagai tanda terima kasih kepada mereka , karena telah melindungiku dan keluarga kami selama ini."
"Aku setuju denganmu, Hinata." Ucap Naruto seraya tersenyum pada istrinya.
Setelah itu, Naruto dan Hinata pergi menemui Hanabi dan Hiashi guna meminta izin untuk membongkar makam Neji dan menambahkan nama Hyuuga di depan nama Tenten sebagai penghormatan terakhir kepada dua sejoli itu. Hinata menceritakan kisah cinta mereka sekaligus menyerahkan buku diari mereka kepada Hiashi dan Hanabi. Setelah Hiashi dan Hanabi membacanya, Hanabi langsung menangis terharu, namun Hiashi hanya berkata,"Sudah kuduga."
"Eh, apa maksud ayah?" tanya Naruto.
"Ketika membereskan barang peninggalan Neji, aku menemukan beberapa foto Neji berdua bersama gadis bercepol dua itu. Awalnya kukira mereka hanya teman dekat atau kekasih, tetapi ternyata…" Hiashi berhenti, tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Kemudian Hiashi masuk ke ruang kerjanya dan beberapa saat kemudian dia keluar sambil membawa sepasang senjata yang berbentuk seperti bulan sabit."Kuburkan sepasang senjata ini bersama mereka, Naruto. Dan kuizinkan kalian memberikan nama Hyuuga kepada Tenten di nisan mereka." Kata Hiashi.
"Aku sebagai ketua klan juga setuju untuk memberikan nama Hyuuga ke Tenten-neesan kak. Sekarang ayo kita menghadap para Tetua supaya mereka mengizinkan kita memberikan nama Hyuuga pada mereka berdua." Kata Hanabi sambil menyeka airmatanya. Awalnya para Tetua menolak memberikan nama Hyuuga kepada Tenten, namun setelah dibujuk Naruto dan Hiashi, akhirnya para Tetua melunak dan memperbolehkan mereka menambahkan nama Hyuuga kepada Tenten.
Kemudian Naruto bersama Lee mengunjungi Guy dan Kakashi untuk menceritakan kondisi perang sekaligus menyampaikan permintaan maaf Tenten dan Neji karena mereka berdua pergi terlebih dahulu sehingga anggota tim Guy yang tersisa sekarang hanyalah Lee. Guy shock dan menangis ketika mengetahui Tenten menyusul Neji. Terlebih lagi, Guy sudah tahu sejak dulu jika kedua muridnya itu saling menyukai, tetapi Guy tidak bisa melakukan apapun untuk membantu mereka berdua. Guy menyesal atas kematian kedua muridnya serta kisah cinta mereka yang begitu tragis.
Sesuai permintaan terakhir Neji, setelah pemakaman seluruh Shinobi yang gugur di medan perang, para Konoha 12 dan penduduk Konohagakure membongkar makam Neji dan meletakkan jasad Tenten tepat di samping jasad Neji. Sepasang senjata berbentuk bulan sabit yang tadinya akan digunakan sebagai mahar pernikahan mereka, diletakkan di atas dada Neji dan Tenten untuk dikuburkan bersama mereka. Semua orang, terutama Konoha 12, terharu ketika menyaksikan prosesnya, apalagi mengingat kisah cinta mereka yang tragis. Guy dan Lee malah menangis kencang melihat Tenten dikebumikan bersama Neji. Anak-anak angkatan Boruto pun terlihat sedih dan terharu melihatnya, bahkan Boruto berkata kepada Hinata,"Aku tidak menyangka Bu, ternyata bibi Tenten dan paman Neji benar-benar saling mencintai sampai bibi Tenten tidak mau menikah seumur hidupnya. Dulu aku heran kenapa bibi Tenten yang tergolong cantik tidak pernah menikah, kukira tidak ada lelaki yang mendekatinya, sekarang aku paham alasannya."
"Iya Boruto, bahkan kami yang orang dewasa dan sebaya dengan bibi Tenten juga tidak menyangka jika paman Neji menjanjikan pernikahan ke bibi Tenten sebelum dia meninggal." Kata Hinata sedih seraya menitikkan airmata.
Setelah pemakaman Tenten selesai, Naruto dan Lee mengganti batu nisan Neji yang lama dengan batu nisan baru yang bertuliskan 'Hyuuga Neji & Hyuuga Tenten'. Semua yang ada disitu menangis haru melihat batu nisan yang baru itu.
Kemudian, dari langit, datang dua ekor burung dara putih besar yang terbang membawa bunga matahari pada masing-masing paruh mereka. Lalu, kedua burung dara mendarat di atas makam Neji dan Tenten kemudian menaruh kedua bunga itu diatas makam mereka. Setelahnya, kedua burung tersebut berkicau merdu dan saling bercengkerama layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Semua yang hadir disitu tertegun melihat tingkah kedua burung dara itu. Kedua burung dara itu lalu memandang ke semua orang yang hadir disana dan mengangguk kepada mereka seperti menenangkan. Setelah itu kedua burung dara itu terbang saling berputar menuju langit jingga matahari terbenam yang indah.
"Mungkin itu adalah pertanda dari Neji dan Tenten bahwa mereka sudah menikah dan bahagia di alam sana." Kata Lee memecah keheningan.
"Ya, kau benar alis tebal. Mereka sedang berbahagia di sana." Balas Naruto sambil tersenyum memandang kedua burung dara yang terbang itu menembus cakrawala.
o0o
Untuk kelanjutan kisah Neji dan Tenten di alam sana, dapat membaca kelanjutan fanfic ini di fic Surga ya :)
Ditunggu review dan komentarnya :)
