Pertama tama saya ucapkan terimakasih kepada setiap pembaca atas review dan sarannya, semoga kalian terhibur dengan fanfic saya. Mohon maaf sebelumnya jika saya sudah lama tidak update ya.
START
Matahari mulai menyingsing dan menyinari desa Konoha, terlihat hiruk-pikuk warga desa dengan aktivitasnya masing-masing. Namun di balik itu semua mari kita lihat karakter utama kita.
"enghh, pagi yang indah ne kurama?" ucap naruto
"hmph zzzzzzz" abai kurama yang tetap tidur.
"bangun dasar bola bulu" teriak naruto
"diamlah gaki kau mengganggu saja, ctik" ucap kurama yang menjentikan jari untuk memutuskan komunikasinya dengan naruto.
"hah dasar bola bulu tukang tidur" keluh naruto
"sebaiknya aku membuat sarapan dan mandi walau tidak ada misi, lagipula nanti siang aku ingin menemui sasuke" batin naruto.
Naruto pun akhirnya memutuskan untuk memasak dan sarapan terlebuh dahulu.
"slurph hmm akhirnya makan ramen lagi hahaha" ucap naruto.
"Gaki, ada seseorang yang datang" ucap kurama tiba-tiba.
"Baik kurama, aku akan memeriksanya" balas naruto.
Naruto pun membuka pintu apartemennya tepat sesaat seseorang akan mengetuk pintunya.
"Ehh anbu kuma, ada apa kau kemari?" tanya naruto.
"uzumaki-san, anda diminta menghadap hokage-sama sekarang" jawab anbu tersebut.
"baiklah aku akan bersiap dulu, namun apakah ada hal yang membahayakan desa?" ucap naruto.
"sejauh ini tidak ada uzumaki-san desa dalam keadaan aman" jawab anbu tersebut.
"baiklah terimakasih atas informasimu kuma-san" jawab naruto sambil tersenyum.
Naruto pun bergegas menyelesaikan sarapan dan memulai ritual mandinya untuk bisa segera berangkat ke kantor hokage.
tap tap tap
suara langkah naruto saat berlari melalui atap menuju kantor hokage.
"damai sekali, sangat lega rasanya melihat warga yang beraktivitas dengan tenang" ucap naruto sambil berlari.
Sesampainya di kantor hokage naruto langsung menuju ke ruangan hokage.
'tok tok'
"masuklah" ucap tsunade sang hokage ke-5.
"baachan ada apa kau memanggilku kesini?" tanya naruto dengan serius karena melihat baachan nya menatap dirinya dengan serius.
"hahh, tenanglah sedikit naruto. kau tahu aku sudah terlalu lelah memikirkan ini" keluh tsunade.
"Apa maksud dari ucapanmu baachan?" tanya naruto.
"Kau tahu kemarin aku mengadakan rapat dengan para pemimpin klan dan para tetua keras kepala itu, aku memutuskan untuk meletakan jabatan hokage ini dan ingin fokus ke rumah sakit". ucap Tsunade.
"Apaa???? bagaimana bisa baachan memutuskan hal ini secara mendadak, kau sendiri tau baachan kita baru saja melewati perang dunia, kita juga masih dalam tahap restorasi pasca perang, kekosongan kepemimpinan akan menimbulkan gejolak kembali, walau harus diakui saat ini seluruh 5 desa besar dalam keadaan yang harmonis namun hal ini di khawatir kan dapat menurunkan kepercayaan mereka terhadap konoha baachan, lagipula apa hubungan semua ini denganku" ucap naruto.
Tsunade yang mendengar ucapan naruto hanya tersenyum dan mendekati naruto.
"huhh sejak kapan kau menjadi secerdas ini hah bocah? apakah kau belajar tentang politik?" tanya Tsunade.
"ehh hahaha tidak baachan aku hanya sedikit belajar tentang desa di perpustakaan" jawab naruto.
"Kau sudah dewasa gaki" ucap Tsunade sambil menepuk pundak naruto.
"Kalian sudah mendengarnya sendiri kan" ucap Tsunade kepada pintu masuk yang saat ini mulai terbuka menunjukan 2 orang yang dikenal sebagai tetua desa konoha, siapa lagi kalau bukan koharu dan homura.
"kami mendengarnya nona Tsunade. Uzumaki Naruto sang pahlawan perang Dunia beberapa hari lalu, ada yang ingin ku tanyakan padamu saat ini" ucap homura.
"ada apa homura-san?" tanya naruto.
"Apa arti konoha bagimu?" ucap homura.
"Konoha adalah tempat kelahiranku, tempat dimana aku menemukan sahabat-sahabatku, tempat dimana orang tua ku rela mengorbankan diri mereka demi menjaga keamanan desa dan kebahagiaan penduduknya. Tempat yang mengajarkanku tentang perjuangan menjadi shinobi yang kuat" jawab naruto.
"bagus sekali, sekarang giliranku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan jika ada sekelompok orang di desa yang merencanakan kudeta terhadap kekuasaanmu?" tanya koharu, yang mendapat tatapan kaget dari homura dan Tsunade.
"Apa maksudmu koharu apa kau berniat untuk menanyakan tentang kejadian itu" ucap homura.
Sebelum koharu menjawab naruto langsung berkata
"tunggu homura-san, baachan aku bisa menjawabnya" ucap naruto.
"hahh baiklah kalau begitu" keluh Tsunade.
"pertama-tama aku minta para anbu penjaga untuk meninggalkan ruangan ini" ucap naruto kepada Tsunade.
"kalian pergilah" perintah Tsunade kepada para anbu.
"baiklah, museikyojin" ucap naruto mengeluarkan jutsunya yang ternyata adalah kekai kedap suara.
"jika ada kelompok yang berusaha untuk merencanakan kudeta terhadap kekuasaan yang ada maka hal yang perlu dilakukan adalah diskusi bersama mereka secara langsung, karena hal ini juga pernah ku lakukan dengan para kage dari 5 desa besar. selain itu daripada kita mencoba menanggulangi adanya kudeta akan lebih baik jika kita bisa mencegah berbagai alasan kelompok tersebut untuk melakukan kudeta". ucap naruto
" lalu bagaimana cara kau melakukan hal itu?" tanya koharu
"menjamin keamanan, ekonomi, dan kesetaraan seluruh kelompok di konoha baik dari para pedagang, pemimpin klan, dan para warga". ucap naruto
" apa kau tidak terlalu naif dengan hal itu?" remeh koharu
"Tidak, sama sekali tidak karena hal itu adalah impian dari hokage pertama dan hokage kedua, kalian selaku murid mereka pasti tau sendiri kan" ucap naruto
"Baiklah jika itu jawabanmu, aku tidak bisa mendebatmu kembali karena ini tentang perbedaan pandangan dan cara berfikir"
ucap koharu.
"ya, aku tau itu tapi sebelum itu, aku ingin bertanya padamu tentang kudeta uchiha, misi itachi, dan instruksi hokage ketiga waktu itu" ucap naruto
"hah bagaimana bisa? apa kau tahu mengenai itu semua?" tanya homura.
"ya aku mengetahui semuanya, namun aku ingin mendengar dari kalian sendiri yang waktu itu mendampingi hokage ketiga dalam kepemimpinan" ucap naruto
"yang kau ucapkan memang benar tapi hiruzen saat itu masih ragu dengan keputusannya karena beranggapan masih ada jalan lain yang dapat diambil tanpa pertumpahan darah, namun itachi sebagai ninja Konoha yang setia menjalankan genosida tersebut atas instruksi dan saran dari danzo. sangat sulit diriku untuk mengatakan ini namun bagiku itachi adalah sosok ideal yang dapat menjadi hokage bagi konoha di masa depan namun takdir berkata sebaliknya". ucap homura
"baiklah kalau begitu, aku berterimakasih kepada Anda atas kejujuran anda homura-san" ucap naruto.
naruto pun melepaskan jutsu segelnya
"baiklah nona Tsunade atas apa yang terjadi hari ini, aku menyetujui usulanmu" ucap koharu.
"begitu pula denganku Tsunade" ucap homura.
"Baiklah kalau begitu sekalian saja ku umumkan di ruangan ini di depan kalian" ucap Tsunade sambil berjalan ke arah meja kerjanya dan mengambil caping hokage nya.
"Naruto Uzumaki menghadaplah kesini" perintah Tsunade.
"ada apa baachan?" ucap naruto sambil berbalik namun kaget saat kepalanya merasakan suatu benda yang dipasangkan Tsunade kepadanya.
"Naruto Uzumaki kau adalah rokudaime hokage" ucap Tsunade.
"ehh baachan maksudmu aku akan menjadi hokage keenam?" tanya naruto.
"ya naruto" ucap Tsunade sambil tersenyum.
"Naruto Uzumaki, kau akan menjadi hokage ke enam dalam 5 hari lagi, persiapkan dirimu dengan baik, serta kami harap kau membawa perubahan yang lebih baik bagi konoha". ucap kedua tetua tersebut.
" baiklah, namun aku memiliki sedikit usulan tentang asisten hokage saat aku menjabat nanti" ucap naruto.
"apa usulanmu naruto?" tanya koharu
"aku mengusulkan shizune-neechan dan shikamaru untuk menjadi asistenku" ucap naruto
"kalau shizune kami mengerti naruto tapi shikamaru apakah kau tidak berfikir ini terlalu berat bagimu jika memiliki asisten yang belum memiliki pengalaman?" ucap homura.
"tidak homura-san, shizune-neechan sebagai asisten yang berpengalaman akan sangat membantu shikamaru dalam menjalankan tugasnya" ucap naruto.
"baiklah kami menerima usulanmu, lagipula itu adalah hakmu untuk menentukan siapa yang layak menjadi asistenmu naruto" ucap koharu
"hmm baiklah" jawab naruto
setelah itu para tetua pergi meninggalkan ruangan menyisakan naruto dan Tsunade di ruangan tersebut.
"baachan aku tau ini hal yang membahagiakan namun aku minta padamu untuk merahasiakan hal ini dari teman-teman ku terlebih dahulu" ucap naruto
"mengapa naruto? bukankah hal ini yang kau tunggu-tunggu? tanya Tsunade
" tidak apa apa baachan aku hanya ingin menjauh untuk beberapa saat dari mereka, kau tau aku sedang dalam suasana hati yang tidak baik akhir-akhir ini" ucap naruto.
"hmm aku mengerti naruto, apakah yang kau maksud adalah karena ada mereka berdua?" ucap Tsunade.
"ya begitulah, aku hanya ingin menguatkan diriku saat bertemu mereka dan menganggap semua itu tidak pernah terjadi hehe" ucap naruto sambil tertawa palsu.
"berhentilah tertawa seperti itu naruto, kemarilah" ucap Tsunade.
naruto menghampiri Tsunade dan memeluknya sambil menangis.
"baachan kau tau kan aku sangat lemah saat ini hiks, aku merasa bahwa diriku tidak pantas untuk dicintai hiks, apakah nantinya saat jadi hokage para penduduk akan mencintaiku sebagai pemimpin mereka". ucap naruto
Tsunade yang merasakan putra angkatnya itu menangis merasa sangat marah dengan keadaan ini, namun dirinya tidak bisa melampiaskan tersebut kepada kedua orang yang membuat naruto begini, karena bagaimana pun mereka juga memiliki hak untuk menolaknya.
"sstt sudahlah nak, kau adalah putra angkat dari kedua sannin terhebat kau harus kuat, aku tau kau akan menjadi sosok yang sangat dicintai oleh penduduk dan apakah kau tahu orang yang menolak putraku ini adalah orang yang akan menyesali hidupnya nanti". Ucap Tsunade yang menenangkan naruto.
setelah beberapa saat naruto pun menjadi tenang dan ingat beberapa hal yang ingin ia lakukan.
"baachan aku izin pergi terlebih dahulu untuk menjenguk sasuke di penjara, dan aku juga izin meminjam buku perundang-undangan desa agar bisa kupelajari" ucap naruto.
"baiklah, ambil saja buku di rak di sampingmu itu naruto, tetaplah semangat jangan menyerah begitu. dimana naruto uzumaki yang penuh semangat heh". ucap Tsunade untuk menghibur naruto.
"Baiklah baachan aku pergi dulu" Ucap naruto
Naruto akhirnya meninggalkan kantor hokage dan mengubah rencanannya untuk mempelajari undang-undang hukum desa konoha dahulu sebelum menjenguk sasuke esoknya.
TBC
maaf bagi yang berharap chap ini akan menampilkan ino sebagai heroine fanfic ini, karena cerita ini ku buat untuk membuat plot tambahan sehingga pair mikoto bisa masuk dengan masuk akal juga nantinya.
Thanks
