Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Eternal Love belongs to Bunga Teratai

.

.

.

Warning: standard applied

.

.

.

Happay reading~

.

.

.

Terima kasih karena telah meluangkan waktu Anda untuk membaca fanfiksi abal dari Bunga :)

.

.

.

Uchiha Itachi adalah sosok mempesona lain dalam keluarga Uchiha. Bahkan, kalau aku bisa mengatakannya dia lebih mempesona dibandingkan Sasuke. Aku juga wanita yang mudah terjerat dalam pesona Itachi, namun aku tak bisa bersamanya karena aku telah terlanjur mencintai Sasuke. Pria yang sama seperti saudara laki-lakinya itu, suka mempermainkan wanita.

Itachi mendekatiku, lalu duduk di sofa tempatku duduk.

"Apa Sasuke meninggalkanmu?" tanyanya tanpa melihatku. Ia asyik sendiri dengan rokok yang ada di sebelah tangannya.

"Ya," jawabku pendek. Berada sedekat ini dengan Itachi membuatku gugup, meskipun ini bukan kali pertama aku berdekatan dengannya. Tapi tetap saja aku tak bisa menahan rasa gugup yang sudah mengusasaiku. Bagaimana pun Itachi adalah sosok yang sulit diolak, dan aku mati-matian menahan diriku untuk tidak terpesona padanya.

"Kau gugup?" tanyanya. Ia mendekatkan dirinya padaku.

"Ti-tidak," jawabku. Ia malah menyeringai mendapati jawaban bohongku.

"Pantas saja…," katanya. Aku menaikkan alisku, menatapnya dalam jarak yang dekat. "Pantas apa?" tanyaku penasaran. Dia malah tersenyum padaku. "Lupakan." Ia bangkit dari sofa dan beranjak pergi meninggalkanku dalam kebingungan.

"Apa maksudnya?" gumamku pelan.

Bunga Teratai

Suara gemericik air membuatku terbangun dari mimpiku. Aku menguap sebelum membuka selimut yang membungkus tubuhku. Jam baru menunjukkan pukul enam pagi ketika aku melirik sekilas pada jam yang bertengger manis di meja dekat ranjangku. Sambil meregangkan otot-ototku yang terasa kaku aku berjalan menuju sisi lain kamarku untuk membuka jendela. Dinginnya pagi menyambutku ketika aku membuka jendela kamarku. Pemandangan yang memenuhi mataku adalah sesosok anak SMA yang sedang membuka jendela kamarnya juga. Ia tersenyum padaku. Aku membalasnya dengan tersenyum sambil melambaikan tanganku padanya. Dia adalah Shion, gadis yang tinggal di seberang apartemen Sasuke. Dia adalah gadis termanis yang pernah aku temui. Setelah gadis berambut pirang itu masuk ke kamarnya, aku juga melakukan hal yang sama.

Entah mengapa perasaanku pagi ini terasa buruk begitu mengingat kejadian semalam.

Sasuke…

Dia menghabiskan malamnya dengan wanita lain. Kenyataan itu membuatku sakit, namun apa dayaku? Aku tak bisa menahan keinginannya untuk tidur dengan gadis lain. Aku mengusap kepalaku, lalu menarik kunciranku. Rambut panjangku tergerai dengan bebas.

"Hinata?" aku menoleh, mendapati Sasuke berdiri di ambang pintu kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang ada di pinggangnya.

"Y-ya?" Sasuke nampak ingin berbicara padaku, namun ada sesuatu yang membuatnya tak berani bersuara.

"Lupakan," katanya. Aku hanya bisa menatap sendu wajahnya.

Sasuke…

Apa arti kehadiranku bagimu? Pertanyaan itu terngiang-ngiang dalam otakku. Namun, ketika aku merasakan pelukan hangat itu aku pikir aku tak perlu jawaban atas pertanyaanku barusan.

Sasuke memelukku dan aku membalasnya dengan semakin memeluknya dengan erat seolah hari ini adalah hari terakhirku bersamanya. Kuhirup aroma tubuhnya yang terasa menyenangkan di indera penciumanku.

Bunga Teratai

Sai tersenyum padaku saat ia pertama kali memasuki Galeri yang aku kelola. Dia memakai syal putih yang melilit lehernya. Setelan jas yang ia pakai terasa buruk di mataku. Ia menatapku seolah tahu apa yang aku pikirkan. Seperti biasa, dia hanya menjawabnya dengan senyum 'manis'nya. Aku tak memperdulikannya, aku lebih memilih berkutat dengan laporan bulanan yang aku pegang di tanganku. Biaya bulan ini terasa mencekik karena aku harus melakukan renovasi di beberapa bagian di Galeri yang baru kubangun setahun ini.

"Gimana kabarmu, Hinata?" tanyanya. Agak sulit mempercayainya ketika ia memakai bahasa alien itu. Gimana,huh? Kata itu terasa menggelikan di telingaku. Sejak ia bergaul dengan gadis Yamanaka itu kelakuannya makin aneh. Aku bahkan kadang tak mengerti apa yang ia ucapkan saat kami berbicara.

"Baik," jawabku seadanya. "Kau terlambat, Sai-kun."

"Aku … ada sesuatu yang harus kukerjakan,"

"Yamanaka?"

"Ya …," dia nampak malu-malu mengatakannya dan itu membuatku merasa aneh. Sai malu-malu? Seorang Uchiha bisa terlihat malu-malu? Aku bukanlah orang yang ingin sekali mengetahui masalah orang lain, tapi ketika melihat gelagat saudara sepupu Sasuke ini membuatku penasaran.

"Aku melamar Ino," katanya.

Huh?

Melamar, katanya?

"K-kau, serius?" saking kagetnya aku bahkan hampir menjatuhkan laporan penting yang ada di tanganku. Sai mengangguk dan itu membuatku kehilangan kata-kata. Sai, seoarang pria yang tak jauh berbeda dengan Sasuke dan Itachi serius dengan seorang wanita dan sekarang melamarnya? Aku tak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku sekarang. Aku senang namun aku juga sedih mendengarnya. Sedih mengetahui bahwa aku tak pernah sekalipun dilamar oleh Sasuke. Diam-diam aku iri terhadap Yamanaka Ino—kekasih Sai. Aku memikirkan keadaanku sendiri. Apa mungkin Sasuke akan melamarku? Oke, itu adalah pertanyaan konyol yang pernah muncul dalam benakku. Sasuke tak akan pernah melakukannya.

"Dia hamil," akunya. Dan seketika itu juga aku merasa ingin memukulnya.

Bunga Teratai

Yamanaka Ino hamil.

Itu satu kalimat yang cukup membuatku mengerti alasan mengapa Sai melamarnya dan berniat menikah bulan depan. Dan kenyataan itu membuatku sangat iri.

"Ada apa, Hinata?" suara Sasuke menyarkan lamunanku. Aku bahkan tak sadar sejak kapan ia sudah memelukku di belakang. Menciumi helaian rambutku.

"Apa kau sudah tahu … mengenai Sai-kun?" pertanyaan bodoh! Sudah pasti dia sudah tahu. Sasuke kan saudara sepupunya.

Dia berhenti menciumi rambutku. "Mengenai apa?"

"Ia melamar Yamanaka,"

"Oh," tanggapnya cuek. "Apa kau iri?" tanyanya. Seketika aku membantu. Tentu saja aku iri, Sasuke!

"Kau marah?"

Aku marah? Entahlah. Semua itu membuatku jadi lemas. Aku melepaskan diri dari pelukannya dan pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Tidur, sepertinya itu yang aku butuhkan sekarang.

Aku menyelimuti tubuhku sampai leher dan tidur membelakangi Sasuke. Aku tidak dalam kondisi yang baik untuk diajak bicara. Aku marah namun aku juga tak bisa menyalahkannya. Karena aku menyadari jika ini adalah konsekuensiku jika bersamanya.

Hamil?

Apa ia menunggu aku hamil dulu baru ia mau menikahiku? Tapi itu konyol. Sasuke tak akan pernah menikahiku meskipun aku hamil. Ia saja membenci anak kecil. Tak kusadari, aku meneteskan air mataku. Mengapa sulit sekali untuk bisa menerima kenyataan ini? Kenyataan bahwa Sasuke tak pernah mencintaiku namun hanya mencintai tubuhku?

Tak butuh banyak waktu yang banyak bagiku ketika pria yang aku cintai mendekapku dalam pelukan hangatnya. Sasuke, meskipun aku membenci sifatnya yang senang mempermainkan wanita aku selalu menyukia sifatnya yang selalu memelukku ketika aku sedih. Dan keinginanku untuk selalu bersamanya bertambah kuat. Aku menghentikan tangisanku. Tak perlu menikah—apalagi memiliki bayi—Sasuke sudah berada di sisiku sudah cukup.

Aku membalikkan tubuhku dan memeluknya dengan erat. Cukup berada di dalam pelukannya sudah membuatku bahagia. Dan seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, rasa amarahku untuk pria rupawan itu menguap ketika ia mendekapku.

TBC

Terima kasih semuanya :)

Sebelum Bunga membalas review-nya, ada satu pertanyaan dari Bunga. Apa ada yang sadar bahwa Bunga salah menulis tanggal di chap satu kemarin? Kayaknya gak ada ya? Haha

Ditunggu chap berikutnya, tapi jangan lama-lama ya? Ini udah gak lama, kan? :) Aku suka cerita comfort kaya gini, tapi kasihan Hinata kasihan sih #kicked lanjutin ya? ini udah lanjut, kan? Ceritanya menarik, Hinata terlalu penurut dan Sasuke yang manja terima kasih :) terlalu pendek, chap depan dipanjangin ya? maaf, tapi chap ini juga pendek :( im just speechless after read it! Go update as soon as possible! #ikutspeechless ada typo tuh terima kasih udah ngingetin^^ gantian dong kapan-kapan Sasuke yang menderita kita tunggu saja gimana imajinasi Bunga berkembang :) chapter depan bikin Sasuke cemburu dong liat Hinata deket sama cowok lain maaf ya, belum bisa bikin Sasuke cemburu :( kenapa Hinata mau sama cowok kaya dia? Dia kan udah cinta sama abang Sasu, jadi mau-mau aja ._.v Sasuke itu sebenernya emang gak suka sama Hinata? Menurutmu gimana? :) sasuke brengsek, buat sasu nyesel dong aku pertimbangin ya :) Hallo, Senpai. Salam kenal salam kenal juga, ya^^ dan panggil aku Bunga aja ya :) Buat Sasuke nyadar dong betapa pentingnya Hinata gimana ya? #plak coba download lagunya K Will yang terbaru K Will yang mana? Aku tahunya yang terbaru dari K Will cuma Please don't go ^^

Terima kasih untuk semunya :)

N, Sugar Princess71, Kazoku Nozomi, Uchihyuu nagisa,Mizuhashi yumi, Nolarious, Hanyou Dark, Ms. Lana, Yuri-chan, Mogi, Lyli Purple Lily, winey-chan, Freeya Lawliet, Deshe Lushi, jump-an, Mamoka, gece, Kertas Biru, Indigo Mitha-chan, Zee, Moku-chan, Guest, Guest, finestabc, VilettaOnyxLV, dan Namikazevh

Mind to review?

Bunga Teratai

11 November 2012