Kihyun Story Series 1 ! My Love is Nae Evil Baby
Cast:
Kyuhyun as Choi Kyuhyun [y]
Kibum as Kim Kibum
Lee Donghae
Ryeowook as Choi Ryeowook
Shim Changmin
Lee Hyukjae [y]
Hankyung
Other Suju Member (GS)
Baiklah, berdasarkan review yang datang dengan berbagai macam komentar. Aku mau ucapkan terima kasih buat yang suka dan masih mau nunggu lanjutannya (horee! \^0^/)
Dan buat yg ga atau kurang suka, terutama yaoi lovely aku minta maaf ya V^_^. Aku tegasin disini kalo aku cuma mau bikin beda (like GS and OOC, of course) dan ga ada maksud terselubung. Toh aku kan cuma pinjem nama, untuk cerita semua murni dari daya khayal diriku sendiri. Aku terima kritik2 nya kok tapi tolong jangan di-BASH ya kalo emang ga suka langsung tinggalin aja.
Terus buat yg request yaoi mohon ditunggu ya, udah ada kok idenya karena aku juga suka yaoi, tinggal dituangkan di atas kertas aja (duh bahasanya) hehehe..
Dan ini bagi yg masih minat baca lanjutan ceritanya.. silahkan J
Chapter 2.
Kelas X B
Bel istirahat baru saja berbunyi, tak perlu menunggu lama bagi penghuni kelas untuk melesat menuju kantin memanjakan perut mereka yang sudah minta diisi. Namun tidak bagi yeoja manis bersurai ikal kecoklatan, dia masih setia duduk ditempatnya sambil menenggelamkan diantara kedua tangannya di atas meja.
"Kyu, kau benar-benar tidak ingin ke kantin?" ini sudah kesekian kalinya ucapan itu keluar dari mulut namja kelewat tinggi sahabat Kyuhyun, gadis manis itu, untuk mengajaknya ke kantin.
"Ani," jawabnya yang kesekian kali juga dengan jawaban yang sama juga. "Kau pergi saja berdua." Katanya sambil mengangkat kepala menghadap kedua orang didepannya, Changmin dan Hyukjae, memberikan senyum –paksa- untuk meyakinkan keduanya bahwa dia akan baik-baik saja.
Keduanya menghela nafas dan beranjak meninggalkan Kyuhyun seorang diri di kelas.
Sepeninggalan kedua sahabatnya, Kyuhyun kembali menenggelamkan kepala di antara kedua tangannya. Hening beberapa saat, sampai sebuah isakan kecil terdengar dari bibir yeoja manis tersebut.
Kantin
Terlihat seorang namja tampan menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan tidak tenang membuahkan tatapan heran dari orang didepannya. "Yak Kim Kibum! Tidak bisakah dirimu tenang sedikit huh?! Kau mengganggu konsentrasi makan ku tau!" protesnya.
"Han, kenapa Kyuhyun belum kelihatan juga ya?" tanyanya membuahkan kerutan heran dari namja yang protes tadi, Hankyung. "Kalian sedang bertengkar eoh?" Kibum hanya mendelik mendengar pertanyaan Hankyung, ditanya malah balik nanya, batinnya.
"Biasanya juga kau tenang-tenang saja. Kenapa sekarang jadi panik begini sih." Tambahnya tanpa pedulli aura tak enak sudah mulai keluar dari tubuh Kibum. Namun tak lama dia malah menundukkan kepalanya, kejadian tadi pagi kembali terngiang.
"Begitu mengecewakan kah aku untuk mu Kyu", batinnya lirih.
Beberapa saat mereka diam dalam pikiran masing-masing, ehm lebih tepatnya hanya Kibum sedangkan Hankyung kembali pada makanannya. Sampai tiba-tiba…
"Bagaimana mau biasa saja," terdengar suara namja menginterupsi kegiatan mereka berdua, ternyata daritadi ada yang sedang menguping, "kalau pertengkaran kali ini.. mungkin akan jadi yang terakhir untuknya." tambahnya dengan nada merendahkan.
"Bukan urusanmu Hyung," balas Kibum dengan sinisnya, "jadi sebaiknya kau pergi dari sini," lanjutnya.
"Tunggu, maksud sunbae apa?" oh Tuhan Hankyung, tak bisakah kau lihat kondisi sedikit saja, tidak taukah temanmu saat ini sedang dalam mood yang serendah-rendahnya, kau mau dimakan saat ini juga eoh.
"Jadi kau belum tau Hankyung-ah?" tanyanya meremehkan sambil melirik ke arah Kibum, sedang Kibum hanya bisa mengepalkan tangannya menahan kekesalan yang siap meledak saat ini juga.
"Pagi tadi, tepatnya di Lorong sekolah.." jeda sejenak "teman mu ini diputuskan oleh seorang gadis paling manis bernama Choi Kyuhyun,"
"Mwo!" Hankyung menatap tak percaya atas berita yang baru saja dia dengar.
"Dan kau tau apa alasannya?" Hankyung hanya menggeleng cengo (?), "well, seperti biasa, mana ada yeojachingu yang akan tahan jika terus-terusan melihat kekasihnya bermesraan dengan perempuan lain, dan lagi…"
"Diam kau LEE DONGHAE!" kalimat Donghae terputus dengan teriakan Kibum dan juga cengkramannya pada kerah baju Donghae.
"Wae?" katanya datar seraya melepaskan cengkraman tangan Kibum dikerahnya, "itu kenyataan kan? Dan sepertinya kali ini kau harus bersiap kalah dariku Kim Kibum" tantangnya dan berlalu meninggalkan Kibum yang mencoba untuk menahan emosinya yang sudah sampai ke ubun-ubun (?).
Flash back.
Seorang yeoja sedang berjalan dengan riangnya, didekapnya sebuah map berwarna biru berisi hasil ujian akhir yang tentunya memuaskan dan surat kelulusannya dari sekolahnya Geosang Elementary School. Dia benar-benar tak sabar untuk menunjukkannya pada appa dan umma, ah dan tentu saja namja yang dia klaim sebagai calon namjachingunya.
Namun langkahnya terhenti oleh sebuah panggilan "Kyuhyunnie,"
"Eh? Donghae oppa," sahutnya semangat.
"Wah kau kelihatan senang sekali Kyu. Ada apa?" tanyanya penuh selidik. Sedang yang ditanya hanya menyodorkan map biru yang sedari tadi dia genggam. Dibukanya map biru tersebut, beberapa menit kemudian (setelah membaca isinya pastinya) sebuah senyum tersungging di bibir Donghea, langsung dipeluknya gadis yang telah merebut hatinya itu menyalurkan kebahagiaan yang dia rasakan juga atas kelulusan Kyuhyun.
"Chukkae Kyu! Wah kau benar-benar hebat," serunya masih memeluk Kyuhyun
Kyuhyun membalas pelukan Donghae, "Tentu saja, ini semua berkat Kibum oppa!"
Deg, Donghae melepas pelukannya saat mendengar nama seseorang. Ditatapnya Kyuhyun tajam, membuat si gadis sedikit salah tingkah.
"Oppa waeyo?" tanyanya bingung. Donghae tak menggubris pertanyaan Kyuhyun. Hah Kibum lagi Kibum lagi, batinnya.
"Oppa!" Kyuhyun mulai kesal rupanya diabaikan begitu saja.
"Eh? Ne Kyu?"
"Wae?"
"Ani."
"Kajja aku antar kau pulang, pasti semua sudah menunggu mu di rumah," lanjutnya sambil menarik tangan Kyuhyun.
Falsh back off.
Donghae Pov.
Hah kenapa aku harus punya adik yang tidak ada peka-pekanya sih!
Kim Kibum, kau ini bodoh atau apa huh. Jika kau tidak secepatnya membawa Kyuhyun ke pelukanmu lagi, jangan salahkan jika aku mengambilnya lebih dulu darimu nae dongsaeng.
Donghae Pov end.
Pulang sekolah
Kyuhyun membenahi mejanya dengan tidak semangat. Dia benar-benar bingung kali ini. Ingin pulang, tapi dirumah pasti sepi. Ingin tidak pulang tapi bingung pergi kemana, tidak mungkin kan dia mengikuti Hyukkie dan Changmin atau Ryeowook dan Seohyun.
Masa aku harus jadi obat nyamuk sih!, batinnya frustasi.
Kalau saja Kibum oppa… aish kenapa aku harus memikirkannya lagi. Kan aku yang memutuskannya, malu kalau tiba-tiba aku yang minta dia untuk balikan lagi, sepertinya uri Kyuhyun sudah benar-benar depresi tanpa Kibum, padahal sehari saja belum ada. Poor Kyuhyun.
Hyukkie yang melihat ekspresi Kyuhyun agak bergidik dibuatnya, dengan agak ragu menepuk pundak sahabatnya itu. "Gwenchana Kyu?" tanyanya khawatir. Jelas saja, jika kau melihat sahabatmu yang kadang terlihat sedang berpikir, lalu tiba-tiba mengelengkan kepala sendiri, lalu mengerutkan dahi, berpikir lagi, geleng-geleng lagi, lalu… oke stop!
"Eh? Mwo? Nan? Gwenchana? Hehehe tentu saja Hyukkie." Katanya tertawa garing yang terlihat semakin mengerikan dimata Hyukkie, diliriknya Changmin yang juga sedang menatap ke arah mereka. Dia tidak gilakan, katanya pada Changmin melalui tatapan tentunya, dia masih ingin hidup saat ini. Dan dijawab dengan gelengan tanda tidak tahu oleh namjachingunya itu.
"Sudah ya aku duluan," kata Kyuhyun tiba-tiba memutuskan hubungan telepati sepasang kekasih didekatnya. Dan langsung melesat keluar kelas tanpa menunggu jawaban dari keduanya.
Gerbang sekolah
Kibum sedang bersandar di gerbang sekolah, terlihat sekali dia sedang menunggu seseorang. Dia tersenyum saat seseorang yang ditunggunya sudah mulai terlihat. Namun senyuman itu mendadak menghilang, diganti dengan tatapan curiga. Disana terlihat Donghae menghampiri Kyuhyun lebih dulu, mereka berbincang sebentar, tak lama Donghae langsung menggandeng tangan Kyuhyun.
Kibum membeku ditempatnya, selama ini dia tidak pernah melihat Kyuhyun disentuh sedikitpun oleh laki-laki lain selain dirinya dan kakak juga ayahnya tentunya. Tapi kali ini.. apa ini yang kau rasakan selama ini Kyu? Kenapa sakit sekali.
Mereka berjalan melewati Kibum, terlihat Kyuhyun menundukkan kepala saat tahu dirinya ada disana. Terkesan menghindar. Sedangkan Donghae hanya memberikan senyum kemenangan.
Aku tahu kau mencintainya Kim Kibum, tapi tidak ada salahnya kan aku menguji seberapa besar cintamu itu. Ah senang rasanya melihat ekspresi cemburumu itu, harusnya kau lebih sering berekspresi begitu agar Kyuhyun tidak terus-terusan merasa seolah-olah cintanya hanya sepihak. Aish merepotkan! Batinnya panjang lebar dengan penuh kemenangan kekekeke.
Kibum Pov.
Lee Donghae. Seenaknya saja dia menggandeng tangan Kyuhyunku. Apa-apaan dia, memang dia pikir dia siapa?
"Dan sepertinya kali ini kau harus bersiap kalah dariku Kim Kibum"
Kalah darimu? Yang benar saja, tidak akan! Tapi kejadian beberapa waktu yang lalu kembali terlintas di otakku.
Flash back.
"Yak Kim Kibum! Kau ini benar-benar keterlaluan!" aku sangat terkejut saat melihat Donghae tiba-tiba masuk ke kelasku dengan ekspresi menyeramkan begitu sambil berteriak dan berjalan mendekatiku.
"Wae? Kenapa kau tiba-tiba datang sambil marah-marah begitu eoh?" tanyaku mencoba menunjukkan tampang tak kalah menyeramkan. "Kalau mau bikin keributan bukan disini hyung." Lanjutku.
"Kau ini!" katanya dengan agak menggeram dan langsung menjitak kepalaku dengan sangat amat keras. Hey memang tidak sakit apa. Aku usap kepalaku, ini sakit hyung, lalu mendongakkan kepalaku dan menatap matanya tajam.
Dia menghela nafas sejenak, dan ku lihat ekspresinya agak melunak. "Sampai kapan kau akan menyakiti Kyuhyun ehm? Apa maksudmu membiarkan yeoja tadi menciummu?" katanya agak sinis.
Eh? Kenapa tiba-tiba membawa nama Kyuhyun? atau jangan-jangan…
"Tadi Kyuhyun bersamaku kesini, dia itu yeojachingumu, dia juga ingin memberikan ucapan selamat dan hadiah untuk hari ulang tahunmu ini, bukan hanya yeoja-yeoja genit yang tiap hari tak ada bosannya menggagumu itu," jelas sambil meninggikan nada bicara diakhir kalimatnya.
"Jadi…"
"Ya dia melihatmu, aku tidak tahu ini sudah ke berapa kalinya."
Oh Tuhan aku menyakitinya lagi.
"Aku tahu Kyuhyun pasti akan memaafkanmu, yah walaupun kau harus melawati phase ngambeknya dulu," jeda sejenak, "Hidupku adalah dengan Kibum oppa, itulah jawaban yang aku dapat setiap aku menanyakan kenapa dia selalu mampu memaafkanmu."
"Kalau begitu tak ada yang perlu dikhawatirkan kan? Toh Kyuhyun akan tetap disisiku." Ucapku percaya diri, walau sebenarnya aku juga tidak yakin hanya untuk sekedar meyakinkan diriku sendiri.
"Tapi kesabaran orang ada batasnya Bummie. Aku tahu awalnya kau menjalani ini semua dengan terpaksa, hanya untuk menyenangkan hati seorang yang kau anggap bocah. Tapi sekarang? Kau mencintainya, akuilah itu dan jangan sampai kau menyesal." Setelah mengucapkannya Donghae langsung beranjak meninggalkan kelasku, saat sampai di ambang pintu dia menghentikan langkahnya.
"Ah ya, jika sekali lagi ku lihat Kyuhyun menyaksikanmu seperti ini, aku tak akan tinggal diam. Kau tau pasti siapa yang ada disini," katanya dengan nada mengancam sambil menunjuk dada kirinya.
Flash back end.
Aku mencintai Kyuhyun bukan hanya sekarang, aku mencintainya sejak pertama melihatnya, di rumah sepupuku, Lee Donghae. Coba bayangkan, mana ada yang bisa menolak wajah manis dengan mata bulat, hidung mancung dan bibir plump berwarna pink alami ditambah dengan sikapnya manja dan keras kepala. Ah dan jangan lupakan sifat evilnya, siapa pun pasti akan gemas, ya walaupun kadang ingin memukul kepala juga sih.
Yah aku memang mencintainya sejak awal, tapi mungkin baru aku sadari saat-saat ini. mungkin memang benar kata orang, aku tidak peka! Huft.
Apa yang harus aku lakukan? Selama ini aku selalu merasa Kyuhyun akan baik-baik saja yang penting aku tetap disisinya, sebagai namjanya, bukankah itu yang selalu dia katakan? Tapi kenapa kau yang meninggalkanku Kyu?
Aku salah, aku akui itu. Tak pernah menolak setiap kali yeoja-yeoja itu menyentuhku, memegang tanganku, memelukku, mencium pipiku, ingat hanya pipi, bibir ini hanya untuk Kyuhyun. Padahal tak jarang setelahnya aku akan mendapatkan pukulan dari Ryeowook hyung, tatapan tajam dari appa dan pamannya serta omelan tiada akhir dari Donghae dan ummaku karena membuat Kyuhyun (kadang) sampai menangis.
Tapi saat itu terjadi Kyuhyun akan selalu ada disini. Membelaku tentu saja.
"Oppa hentikan, kalau wajah Kibum oppa tidak tampan lagi bagaimana? Kau mau adikmu ini punya kekasih cacat eoh."
"Appa sudah, wajar saja kan semua orang mendekati Kibum oppa, dia ini kan cukup popular di sekolah."
"Ahjumma, tidak bisakah tenang sedikit, kasihan Kibum oppa dari tadi diomelin terus. Aku juga pusing mendengarnya."
Selalu, ada saja yang keluar dari mulutnya untuk membelaku yang tak jarang membuat ku dan orang disekitarnya geli sendiri. Padahal sudah jelas aku yang salah.
Hah, Kyu belum ada sehari aku sudah sangat merindukamu. Kau harus kembali padaku, tidak peduli caranya.
Kibum Pov end.
Keesokkan harinya di kediaman keluarga Choi.
Rumah yang biasanya tak pernah tenang itu, kecuali saat semua sedang beraktifitas diluar. Kini terlihat agak damai (?), tidak ada teriakan dan ocehan saat sedang menyantap makanan. Seperti saat ini di meja makan.
Siwon dan Jung Soo sekali-kali melirik ke arah anak bungsunya yang terlihat lebih pendiam, yang kali ini sangat tidak normal. Ditatapnya si sulung yang balas menatap seolah-olah mengatakan, aku juga tidak tahu. Mereka menghela nafas kompak (?) setelahnya. Mereka sudah menduga pasti ini berhubungan dengan Kibum, tapi biasanya Kyuhyun akan melapor pada sang umma, sedang kali ini tidak ada yang keluar dari mulutnya.
"Aku selesai, appa aku tunggu di mobil ya," suara Kyuhyun memecah keheningan sarapan pagi itu, tanpa mengucapkan apa-apa lagi dia langsung berjalan menuju mobil yang nantinya akan digunakan Siwon untuk mengantarnya.
"Kim Kibum awas kau nanti," batin Siwon dan Ryeowook kompak, lagi, saat melihat Kyuhyun melangkah gontai.
"Jangan berpikir untuk macam-macam, Kyuhyun sudah besar, biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri," kata Jungsoo memutus kekompakan batin suami dan anaknya, "Jika nanti Heechul datang meminta maaf lagi, tidak akan ada makan malam selama seminggu untuk kalian berdua," lanjutnya tak lupa dengan ancaman yang pasti ampuh itu.
Kyuhyun Pov.
Aku melangkahkan kaki malas ke kelas. Tadi Wookie oppa sempat memaksa untuk mengantarku ke kelas, katanya dia khawatir padaku, yang jelas saja aku tolak. Aku bukan anak kecil.
Saat mendekati pintu kelasku, aku melihat seseorang yang aku kenal. Itu KIBUM OPPA. Oh tidak.
Aku mengehentikan langkah ku, hendak berbalik namun ada yang menarik lenganku, pelakunya siapa lagi kalau bukan Kim Kibum.
"Kau mau kemana? Kelasmu ada disana," katanya sambil menunjuk pintu kelasku yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat kami berdiri.
"A.."
"Kyu…" belum sempat aku bicara sudah ada yang memanggilku dari arah belakang. Donghae oppa.
"Hah, kenapa kau meninggalkan ku? Bukankah kemarin aku sudah bilang akan menjemputmu dirumah?" oh iya aku lupa, kemarin Donghae oppa bilang kalau dia baru saja dibelikan motor baru dan ingin menunjukkannya padaku. Makanya dia mengajakku untuk berangkat sekolah bersama.
"Mian oppa. Aku lupa," jawabku.
"Ya sudah tak apa. Tapi nanti pulang sekolah kita pulang bersama ya, ku traktir kau makan es krim, bagaimana?" aku hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"Eh Kibum? Sedang apa kau disini? Bukankah kelasmu dilantai dua?" Kibum oppa tak menjawab apa-apa, dia hanya menatap tajam ke arah Donghae oppa. Tidak ada yang mengeluarkan suara, akua juga tidak tahu harus bagaimana, dan tidak bisa kemana-mana, tanganku masih dipegang oleh Kibum oppa.
"Ehmm oppadeul, aku harus ke kelas, ada tugas yang belum selesai ku kerjakan," aku mencoba untuk memecahkan keheningan yang tidak menyenangkan ini.
"Ck", Kibum oppa sedikit berdecih menyentakkan tanganku kasar, aku terkejut tentu saja. Selama kami bersama belum pernah Kibum oppa memperlakukanku sekasar ini, serta tatapan datar dan dinginnya, membuat air mataku mulai menggenang. Aku yakin dia pasti melihatnya, namun dia tak peduli malah langsung meninggalkanku.
"Kyu gwenchana?" tanya Donghae oppa dengan wajah khawatir. Tanpa berpikir 2kali aku langsung menerjang tubuhnya, menangis dipelukannya.
Kyuhyun Pov end.
Donghae yang mendapat serangan pagi (?) mendadak itu hanya bisa diam, sampai akhirnya dia membalas pelukan Kyuhyun setelah mendengar isakan dari bibir gadis itu. Diusapnya punggung Kyuhyun perlahan mencoba menenangkan adik kecilnya itu. Dia memang mencintai Kyuhyun, tapi dia juga sadar sampai kapan pun Kyuhyun tak akan jadi miliknya.
Sedang diujung Lorong sana terlihat seorang namja sedang mengepalkan tangannya menahan amarah serta rasa cemburu menyaksikan adegan berpelukan itu, "Awas kau Lee Donghae," katanya menggeram, siapa lagi kalau bukan Kim Kibum.
Menyadari aura mengerikan yang ditebarkan Kibum, Donghae malah semakin mengeratkan pelukannya dan seringaian terpampang di wajah tampan ikannya, "Permainan dimulai Kim Kibum kekekeke" katanya dalam hati.
TBC
Time to review, bocoran chapter depan bakal dimulai nih serangan Dongahe buat nyadarin Kibum, hehehe.
Maaf ya ga bisa bales reviewnya satu-satu, sekarang aja lagi ngebut kilat(?) buat ngejar tugas kuliah dulu hahaha (tapi masih sempet2nya update). Gomawo reviewnya ne.. ^_^
