Chapter 1
"Ivy !" Teriak Ginny. Aku menoleh ke belakang lalu menyapa Ginny. "Hai Ginny, Fred, George, Ron, Hermione, Harry ! Harry, aku dengar kau telah membuat bibimu mengembang, ya ?" Kataku. "Ya, dan aku tidak akan dihukum karena itu, Ivy." Kata Harry sementara yang lain tertawa. "Ayo, nanti kita ketinggalan kereta seperti tahun lalu." Kata Ron kepada Harry. Ron lari ke peron 9 3/4 disusul oleh Harry, Hermione, Ginny, Fred, dan George. Saat aku ingin berlari menuju peron 9 3/4 aku menoleh ke belakang dan melihat seseorang yang sangat familiar.
'Malfoy' musuh besar kami. Aku tidak ingin membuat keributan sebelum memulai tahun ketigaku. Aku segera lari menuju peron 9 3/4 . Aku melihat Fred dan George sedang berbicara dengan Angelina Johnson. Harry, Hermione, Ginny, dan Ron sudah masuk ke kereta. Aku harus segera mencari kompartemen yang kosong, jadi aku langsung masuk ke kereta. Kulihat hanya ini kompartemen yang kosong. Aku langsung masuk. Lalu kulihat Fred dan George membuka pintu kompartemen yang kutempati. "Boleh kami di sini ?" Tanya Fred, mungkin George. "Ya..." Kataku. "Trims." Kata mereka bersamaan. Kereta mulai berjalan. Aku sedang tidak dalam mood yang bagus. Mungkin aku harus menggunakan kemampuan metamorphmagus untuk membuat mood-ku bertambah. Aku mengubah warna rambut hitamku ke warna merah yang sama seperti 'Weasley' menurutku warnanya bagus, tapi aku lebih suka hitam. "Wow, kalau dilihat dari belakang, orang-orang akan menyangka kau adalah seorang 'Weasley' menurutmu warnanya bagus tidak ?" Tanya Fred. Kali ini aku tahu itu Fred dengan kemampuan membaca pikiranku. "Hmm...Mungkin aku akan dikira 'Weasley' dan warnanya bagus, kok !" Kataku sambil segera mengembalikan warna rambutku ke hitam seperti semula. Aku lalu membaca pikiran George. 'Kira-kira prank apa yang akan kubuat dan untuk siapa ?'
Memang George selalu memikirkan prank. Wajar lah... Lalu aku membaca pikiran Fred. 'Apa prank membuat orang mengembang bagus ?' Sama saja, isinya prank. Aku lalu mengambil 2 buku dari tas kecilku. Buku tentang prank. Ini adalah hadiah untuk Fred dan George. Yang satu berjudul '1001 Prank Paling Populer' dan yang satunya berjudul 'Bagaimana Dengan Prank yang Ini' (Judulnya aneh ya...?) Aku lalu memberikannya kepada Fred buku '1001 Prank Paling Populer' dan George 'Bagaimana Dengan Prank Yang Ini' Mereka lalu tersenyum. "Terimakasih banyak, Ivy. Kalau ada prank yang ingin kau buat, bilang saja pada kita." Kata mereka bersamaan. Tiba-tiba kereta berhenti. "Masa kita sudah ada di Hogwarts sekarang ?" Tanyaku sambil terheran-heran. Ternyata dementor. Mereka sedang mengecek keberadaan Sirius Black. Kejadian itu berlangsung beberapa menit saja. Aku telah mengetahui dementor karena aku sudah pernah membaca buku tentang mereka. Kalian bisa menyebutku 'Gadis Kutu Buku' dan aku juga mengakui kalau aku kutu buku.
Sekarang yang aku tahu kalau sahabatku Harry Potter pingsan, dia ditolong oleh Prof. Lupin, Guru DADA kita yang baru. "Kau tahu makhluk apa itu tadi ?" Tanya George. "Ya, itu dementor." Jawabku. "Tidak sia-sia kau banyak membaca buku." Kata George. Kata-katanya membuat rambutku berubah warna menjadi kuning cerah. Artinya aku senang. Jujur aku tidak ingin mengubah warnanya. "Kuning tidak terlalu buruk, kok." Kata Fred. "Ya, tapi aku lebih suka hitam." Kataku. Aku lalu mengembalikannya menjadi hitam lagi. 5 menit kemudian aku segera mengganti baju dengan seragam Hogwarts-ku. Aku suka seragam ini. Saat aku kembali ke kompartemen kami, Fred dan George juga sudah selesai berganti seragam.
Sampai di Hogwarts ! Seluruh murid dari kereta segera turun. Aku menunggu keadaan sepi sehingga tidak terlalu ramai nanti. Tidak kusangka aku menabrak seseorang saat aku turun dari kereta. Dia tak lain adalah 'Malfoy' Ughh...Aku tidak yakin ini baik-baik saja.
