"Ngg...Maaf, aku tidak sengaja..." Kataku. Aku tidak yakin dia akan memaafkanku. "Lihat ke mana kamu akan berjalan lain kali !" Katanya dengan wajah kesal. Aneh, biasanya dia akan marah. Aku akan coba membaca pikirannya. 'Dasar blood traitor ! Untung aku tidak marah ke dia !' Pikirnya. Ok, dia marah. Tapi biasanya dia mengancam orang yang menabrak dia. Sudahlah lupakan saja.
Saat di Great Hall, aku segera ke meja Gryffindor. Sekarang adalah upacara seleksi murid-murid baru. Sepertinya aku melewatkan pidato Dumbledore. Setelah semua murid baru selesai diseleksi, makanan muncul di meja makan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ron makan sangat banyak. Aku sedang berpikir tentang apa yang terjadi dengan Draco. Mungkin dia sudah sedikit berubah. Kenapa aku jadi mikirin Draco ya...? Sejak kapan juga aku memanggil dia Draco, biasanya aku memanggil dia Malfoy. Sudahlah, aku mau makan dulu ! WAKTUMU TERLALU BERHARGA UNTUK MEMIKIRKAN MALFOY ! Aku makan sapi panggang dengan kentang. Lalu aku mendengar Dra-Malfoy mengganggu Harry. Masih ada Hermione dan Ron, jadi aku melanjutkan makanku. Dan aku mulai memikirkan Malfoy lagi. Aku jadi kesal, kenapa aku mikirin dia. "Ada yang salah, Ivy ? Rambutmu mulai berubah kemerahan." Tanya Fred. "Eh...Enggak ada yang salah kok, aku cuma ingin ganti warna rambut aja, tapi kayaknya masih bagus warna hitam." Jawabku bohong kepada Fred.
Jelas-jelas aku kesal sendiri. Tapi aku mulai pusing sekarang. Aku juga merasa mengantuk. Akhirnya Prefect mengantar murid-murid ke common room. Aku langsung menuju ke kamarku. Tahun ini aku berbagi kamar dengan Hermione, Parvati, dan Padma. Teman-teman sekamarku yang lain belum datang ke kamar, jadi aku tidur duluan saja deh.
Pagi harinya. Hari ini pelajaran pertamaku adalah divination dengan Prof. Sybill Trelawney. Aku tidak terlalu memperhatikan pelajaran. Yang aku tahu Harry mendapatkan lambang Grim. Setelah divination pelajaran selanjutnya adalah Care of Magical Creatures bersama Hagrid. Hari ini pelajaran tentang hippogriff. Harry kelihatannya disukai oleh Buckbeak, jadi kata Hagrid dia boleh menaikinya. Setelah Harry dan Buckbeak kembali, Malfoy kelihatannya iri dengan Harry. Jadi dia menghina Buckbeak dan dia dicakar oleh Buckbeak. Untung Hagrid dapat menanganinya. Malfoy dibawa ke Hospital Wing. 'Memang benar-benar tindakan yang bodoh.' Pikirku.
Skip ke dinner... Aku mendengar beberapa anak berbicara tentang Sirius Black, yang aku dengar dia ada di Duftown, dekat Hogwarts. Jujur aku takut. Sudahlah, aku sedang mengantuk. "Ada apa, Ivy...Kamu kelihatan murung sepanjang hari ?" Tanya Parvati. "Nggg...Aku enggak apa-apa kok. Aku Cuma mengantuk." Kataku, karena itu kenyataannya.
Aku sedang berjalan menuju kamarku. Lukisan fat lady menanyakan password. "Fortuna Major" Kataku. Aku duduk di sofa yang ada di common room. Aku memang mengantuk, tapi aku belum berniat untuk tidur. Lalu, 2 murid berambut merah datang. Fred dan George. "Hai, Ivy...Dari sarapan sampai selesai makan malam kau murung, ada yang bisa kami bantu ?" Tanya Fred. "Ya...Mungkin kalian bisa kasih prank ke anak Slytherin yang satu itu...Tahu siapa yang aku bicarakan ?" Kataku. "Malfoy" Kata Fred dan George bersamaan. Aku tersenyum. "Aku mau tidur dulu ya Fred, George. Aku ngantuk..." Kataku. "Selamat malam..." Jawab mereka bersamaan. Aku masuk ke kamar tidurku. Sendiri lagi. Aku langsung tidur dan bermimpi.
2 bayi kembar sedang dipegang oleh seorang wanita. Wanita itu berteleport ke panti asuhan Perancis dan memberikan satu bayinya ke depan pintu panti asuhan itu. Dia kemudian berteleport lagi ke rumahnya dan memberikan anaknya ke seorang house elf. Wanita itu kemudian dibunuh oleh Voldemort. House elf itu pergi dan menyerahkan bayi itu ke panti asuhan terdekat. Dalam sekejap, house elf itu kembali ke rumah majikannya yang sudah meninggal. Tapi Voldemort juga membunuh house elf itu.
Aku segera terbangun dari tidurku. Keringat mengalir di seluruh tubuhku. Sekarang baru pukul 02.00 aku kemudian memikirkan mimpiku. Siapa bayi kembar itu ? Siapa wanita itu ? Kenapa Voldemort membunuhnya ? Siapa juga house elf itu ? Mungkin itu hanya mimpi biasa.
