Setelah mendapatkan mimpi aneh itu, aku berusaha untuk kembali tidur. Tidak ada mimpi lagi. Itu merupakan hal yang bagus.

Pagi hari. Sarapan...Makan seperti biasa...Pelajaran...DADA...Menghadapi Boggart. Boggartku adalah Black Butterfly. Itu adalah kupu-kupu mematikan. Sebelum ke Hogwarts aku mempunyai sahabat bernama Tiara. Dia seorang muggle. Black Butterfly menyerang dia, dan dia meninggal. Aku mengetahui nama makhluk mengerikan itu karena aku pernah mendengar cerita tentang makhluk itu, entah dari mana. Tiara adalah anak panti asuhan sama sepertiku. Yang lain mengira kupu-kupu itu beracun, aku yakin kupu-kupu itu bukan kupu-kupu yang berada di dunia muggle, apalagi sejak aku mengetahui Hogwarts, aku yakin itu adalah makhluk terkutuk. Sejak saat itu aku mempunyai rasa takut yang sangat besar terhadap Black Butterfly. "Riddikulus !" Kataku agak berteriak. Kupu-kupu itu menjadi kupu-kupu biasa. Aku merasa kenangan tentang Tiara mulai membuatku menangis. Aku segera menghapus air mataku, dan selanjutnya adalah Harry. Boggartnya dementor, Prof. Lupin lalu menghalangi Harry dan Boggart itu berubah menjadi Full Moon.

Kelas lalu dibubarkan. "Kelas yang benar-benar membosankan..." Kata Malfoy. Sebenarnya itu tidak membosankan, tapi menyedihkan sekaligus menyenangkan. "Nggg...Kalau aku boleh tahu apa boggartmu adalah kupu-kupu...?" Tanya Hermione. "Bukan kupu-kupu biasa. Itu adalah Black Butterfly.Aku akan sangat menghargai kalau kita membicarakan hal lain." Kataku, aku merasa air mata menggenang di mataku. Aku segera menghapus air mataku. "Maaf..." Kata Hermione. Pelajaran selanjutnya adalah History of Magic. Aku harus bilang aku benar-benar bosan. Tapi aku tetap memperhatikan. Untuk kalian ketahui, aku mempunyai nilai yang bagus, hampir menyamai Hermione. Aku harus belajar dengan giat untuk mengalahkan Hermione.

Skip...Harry dan aku meminta Prof. McGonagall untuk menandatangani surat izin agar kami bisa pergi ke Hogsmeade. Tapi ditolak. Aku tidak mendapat tanda tangan dari pemilik panti asuhan. Ya, aku tinggal di panti asuhan muggle. Semua yang ada di panti asuhan membenciku. Mereka menganggap aku aneh. "Paling tidak aku juga tidak bisa ke Hogsmeade, Harry..." Kataku menghibur Harry. "Iya..." Harry menjawab. Aku bilang pada Harry kalau aku ingin pergi ke common room. Setelah aku masuk ke common room, aku duduk di satu sofa dan melihat ada buku di sofa. Aku rasa aku mengenal bukunya. Aku mengambil bukunya, ternyata buku milik Fred. Aku masih ragu-ragu untuk membukanya. Lalu kertas kecil terjatuh dari buku itu. Itu catatan Fred. "Prank untuk Malfoy : Membuat rambut Malfoy berwarna-warni seperti pelangi." Setelah aku membaca itu, aku tertawa kecil lalu mengembalikan catatan itu ke dalam buku Fred. "Pasti seru !" Pikirku. Tidak lama Harry masuk ke common room. "Hai, Harry !" Sapaku. "Hai !" Jawabnya. "Ngg...Aku ingin tahu apa kau bisa menceritakan kepadaku tentang Black Butterfly...?" Tanya dia. "Oh...Baiklah. Black Butterfly kuyakini adalah kupu-kupu yang terkutuk dan tidak berasal dari muggle world. Kupu-kupu itu pernah membunuh salah satu sahabatku, jangan tanya aku bagaimana aku mengetahuinya, karena aku hanya mengetahuinya." Jelasku. Harry kemudian membicarakan kehidupannya di rumah paman dan bibinya. Kurasa nasibnya sama buruk dengan nasibku.

Aku membicarakan bagaimana aku sangat dibenci anak-anak panti asuhan yang lain. Harry merasa simpati kepadaku. Aku juga merasa simpati kepada dia. Sekarang anak-anak yang lain sudah kembali ke common room. Aku lalu melihat Fred dan George. "Fred, George ! Ide kalian untuk membuat rambutnya berubah seperti warna pelangi itu hebat, kapan kalian akan mengubah warna rambutnya ?" Tanyaku pada Fred. "Dari mana kau tahu ? Aku dan Fred belum memberi informasi tentang prank itu." Tanya George. "Oh...Itu, aku tidak sengaja menemukan bukumu, Fred. Aku lalu menemukan catatan kecil jatuh, maaf aku membacanya." Kataku. "Apa kamu membaca isi bukunya ?" Tanya Fred dengan ekspresi wajah gimana gitu. "Tenang saja, aku enggak baca isi bukumu, Cuma catatannya." Kataku. "Baguslah..." Kata Fred. Aku lalu kembali ke kamar tidurku. Sisi kutu bukuku keluar. Aku mengambil buku History of Magic, lalu aku mempelajarinya.