Setelah belajar beberapa jam, aku mulai merasa lapar. Enggak kerasa sekarang sudah jam 06.30 PM. Aku melihat sekeliling kamarku. Hanya ada aku dan Hermione. Aku lalu menutup bukuku dan berjalan ke kasur Hermione. "Hermione...Makan malam yuk ! Aku lapar nih..." Kataku. Hermione lalu menutup bukunya. "Okk..." Kata Hermione. 'Apa aku bisa mengalahkan kepintaran Hermione ya...? Mungkin aku bisa' Pikirku. Ya, Hermione memang sangat pintar. Hampir mustahil mengalahkan nilainya. Hampir...Aku lalu berjalan bersama Hermione ke Great Hall. Kami lalu duduk bersebelahan. Tiba-tiba seseorang mengagetkanku dari belakang. Fred dan George. "Ayo, sebelum para guru memasuki ruangan." Kata George. Aku tidak mengerti apa yang dikatakannya. "Maaf, maksud kalian...?" Tanyaku. "Ikut dengan kami ! Cepat !" Kata Fred. "Uuhhh...Ok.." Kataku masih kebingungan. Mereka menariku ke tempat anak Slytherin. Oh, ya. Hermione kutinggalkan begitu saja, dia marah enggak ya ?
"Ayolah Fred, George. Ada apa sih ?" Tanyaku masih bingung dan penasaran. Mereka menariku untuk bersembunyi di belakang tembok. "Belum ingat juga ya ? Kata kuncinya pelangi." Kata Fred. Pelangi ? Apa ya ? Coba kuingat. Oh ! Prank untuk Malfoy. "Ah, iya ! Aku ingat." Kataku. "Bagus, kami butuh sedikit bantuan, ok ? Ini adalah cairan yang akan mengubah warna rambut seseorang menjadi warna-warni. Tuangkan 3 tetes ke rambut Malfoy, maka kamu akan mendapatkan warna rambut baru." Kata George. "Ok !" Kataku. Aku mengambil botol yang berisi cairan itu dan mulai berjalan mencari Malfoy. "Blood Traitor ! Iyuuhh ! Mau apa kau di sini ?" Tanya Parkinson. "Bukan urusanmu, ok ?" Kataku sambil meninggalkan dia. Aku harus menyamar ya...? Aku kembali ke Fred dan George. "Kenapa kembali ?" Tanya Fred. "Aku harus menyamar." Aku mengubah rambut hitamku menjadi rambut berwarna cokelat muda. Aku membuat kulitku menjadi hitam lalu aku mengubah warna mataku yang tadinya ungu (Aku lupa kasih tahu di prologue. Hehehehe...) menjadi warna hitam. "Wow ! Kami tidak dapat mengenalimu lagi." Kata Fred dan George bersamaan. Aku hanya tersenyum dan kembali berjalan menuju kerumunan Slytherin. Aku melihat Crabbe dan Goyle, tapi tidak ada Malfoy. Di mana dia ? Aha ! Itu dia sedang berjalan bersama Blaise. Aku tidak tahu bagaiman caranya menumpahkan 3 tetes cairan ini ke rambut dia ya...? Mungkin spell.
Aku membuka tutup botol itu. "Wingardium Leviosa..." Lalu botol itu terbang ke atas kepala Malfoy. 3 tetes sudah botol itu tumpahkan. Aku lalu menarik botol itu kembali. Aku kembali menuju Great Hall. Semua anak Gryffindor memandangiku dengan curiga. Fred dan George meninggalkanku tadi dan sekarang mereka ada di meja Gryffindor mengobrol dengan Angelina. Entah mengapa saat Fred mengbrol dengan Angelina aku merasa marah dan yah... Aku tidak tahu mengapa. Lalu Hermione menghampiriku. "Siapa kamu...?" Dia bertanya. Bagaimana bisa dia tidak mengenaliku. Aku baru ingat. Aku lupa mengembalikan penampilanku yang semula. "Oh, aku lupa." Kataku dan segera mengganti penampilanku. Wajah Hermione yang tadinya bingung berubah menjadi wajah yang penuh kemarahan. Anak-anak Gryffindor lainnya kembali mengobrol dan beberapa makan termasuk Ron. Aku ingat, tadi aku meninggalkannya begitu saja. Arrgghh ! Aku pasti kena marah ! "Beraninya kau meninggalkan aku sendirian tanpa satu kata pun ?!" Kata Hermione dengan nada penuh kemarahan. "Sorry, Hermione...Ada tugas yang harus kulakukan." Kataku sambil melihat sekeliling mencari Malfoy. Dia masuk bersama Blaise, rambutnya baru sedikit berubah. Aku melihat ke arah Fred dan George. Mereka tersenyum kepadaku. Menyeringai tepatnya. "Hermione...Aku melakukan prank ke Malfoy, perhatikan rambutnya dan kau akan mendapat kejutan." Kataku pada Hermione lalu berjalan ke kursi. Aku duduk di tempat yang dekat dengan Fred dan George. Bersebrangan tepatnya. "Berapa lama lagi ?" Tanyaku pada Fred dan George. "10...9...8...7...6...5...4...3...2...1...Lihat !" Kata mereka. Aku melihat ke arah Malfoy, rambutnya berwarna-warni seperti pelangi. Hahahahaha...Lucu sekali. Aku tertawa terbahak-bahak. Fred dan George juga. Anak-anak yang lain hanya bingung dengan apa yang kutertawakan. Aku melirik ke arah Hermione. Dia juga tertawa terbahak-bahak. Lalu Hermione menunjuk ke arah Malfoy sambil tertawa. Semua anak Gryffindor sekarang tahu. Mereka juga tertawa. Semua... Untung belum ada guru yang melihat. Khawatir...? Tidak. Walau ini pertama kalinya aku membuat prank untuk seseorang. Lalu anak-anak Slytherin melihat rambut Malfoy, tidak ada yang tertawa, mungkin mereka semua takut kepadanya. Pansy menghampirinya dan memberi Malfoy kaca. Dia melihat rambutnya dan berteriak saperti perempuan. Hal itu membuat seluruh murid selain Slytherin tertawa lebih keras. Aku lalu mendapat suatu penglihatan. Tentang Hagrid dan Buckbeak. Malfoy memberitahukan ayahnya tentang Buckbeak dan ayahnya akan menghukum mati Buckbeak. Aku belum mengetahui tentang hal itu karena aku lama tidak berjumpa dengan Hagrid.
Aku pikir dia pantas mendapatkannya. Prank itu. "Dia benar-benar jahat." Kataku sambil merasakan air mataku menetes dan rambutku berubah menjadi biru tua artinya aku sedih. "Whoa, ada apa Ivy ?" Tanya Fred. "Aku sangat menyukai Buckbeak, kau tahu. Seperti sahabat. Aku merasakannya saat pertama kali aku melihat Buckbeak." Kataku. "Siapa yang melakukan ini ? Aku akan memberitahukan ayahku..." Katanya sambil agak berteriak. "Kupikir Weasel kembar itu. Mereka kan suka melakukan hal-hal yang seperti ini." Kata Parkinson dengan suaranya yang khas. Suaranya membuat telingaku sakit. Aku juga tidak terima dia mengatai Fred dan George. "Untuk kamu ketahui Parkinson, prank dapat dilakukan oleh siapapun, jadi jangan asal menuduh." Kataku membela Fred dan George. "Tapi itu benar, kan...Hersley ?" Katanya. "Tidak juga. Aku yang melakukan prank itu." Kataku. Apa yang aku pikirkan. Fred dan George saling bertatapan. "Ivy...Kami kan juga memiliki peran dalam prank ini. Jangan menyalahkan dirimu." Kata Fred. "Tapi aku yang memintanya." Kataku. "Sudahlah sebelum ada guru yag datang." Kata Malfoy. Aneehhhh sekaaliiii...Dia tidak marah lagi...?! Prof. Snape datang dan melihat Malfoy. "Malfoy...Warna rambut yang agak..." Lalu lewat begitu saja.
Makan malam berlangsung dengan sangat lama, karena aku makan agak banyak. Aku kembali ke kamarku setelah selesai makan. "Kau tahu, Malfoy akhir-akhir ini berubah." Kata Hermione. "Tidak, bagaimana dengan Buckbeak ?" Kataku. "Kau...kau...kau tahu dari mana tentang Buckbeak ?" Tanya Hermione. "Nggg...Penglihatan...?" Kataku. "Aneh...Tapi aku mau belajar dulu, ya..." Kata Hermione. Sekarang aku juga harus belajar. Tapi aku meninggalkan catatanku di Great Hall. Saat aku keluar dari common room, ada hal yang membuat aku jealous abis ! Angelina dan Fred bermesraan. Ugghh...Kenapa aku harus cemburu ya...? Apa aku suka...Fred ? Enggak...Tapi yang jelas aku harus mengambil catatanku yang kutinggalkan di Great Hall. Aku tidak sadar rambutku berubah menjadi warna merah menyala. Aku mengambilnya dan kembali ke kamarku. Aku tidak bisa belajar...! Aku kepikiran Fred dan Angelina...Ugh...Please, Ivy...Aku lelah jadi aku tidur saja deh...Segera aku tidur walau sekarang baru jam 08.15 PM. Aku lalu bermimpi.
Seorang gadis yang sangat mirip denganku dia memakai seragam biru. Berbicara bahasa yang tidak kumengerti. Bahasa Perancis. Yang aku ketahui dia bersekolah di Beauxbatons. Dia sama sepertiku, hanya dia memiliki rambut mencapai pinggang sedangkan aku hanya mencapai setengah punggungku. Dia juga memiliki kalung yang sama seperti yang aku punya. Kalung dari orangtua kami. Siapa dia ? Apa ada hubungannya dengan mimpiku yang sebelumnya ?
Aku tebangun dari mimpiku. Beauxbatons. Aku harus mencari tahu tentang sekolah itu. Mungkin aku akan ke perpustakaan besok. Besok kan akhir pekan. Aku melihat jam dan sekarang baru jam 01.37 AM. Terlalu pagi...Aku akan kembali ke tidurku. Mungkin aku bisa menenangkan diriku. Paling tidak sekarang hal lain yang tidak seharusnya muncul mulai muncul di pikiranku. Sirius Black. Kenapa ? Jangan tanya aku karena aku juga tidak tahu mengapa aku memikirkan dia. Mungkin perasaan buruk. Ahh...sudahlah, aku mau tidur lagi.
