"Hermione...Aku baca buku pelajaranku di common room saja, lagi enggak begitu niat." Kataku sambil mengedipkan mata pada Ron. Sangat kelihatan kalau mereka berdua menyukai satu sama lain. Pipi Ron dan Hermione menjadi merah.
"Nnnggg...Kau yakin ?" Tanya Hermione.
"Yup, sangat yakin. Lagipula aku mau meminjam bukumu, boleh tidak ?" Kataku.
"Ya, sudah. Aku taruh di bawah buku Herbology." Jawab Hermione.
"Aku pergi dulu, bye Mione, bye Ron." Kataku sambil melambaikan tangan kepada mereka.
Sampai di kamarku, sangat sepi. Mungkin Padma dan Parvati pergi ke tempat lain. Terserahlah. Bawah buku herbology. Seperti kata Hermione tadi, aku mencari buku tentang Beauxbatons di bawah buku herbology-nya. Hmm...Ketemu ! Sekarang aku baca di common room saja.
Aku pergi ke common room. Di sana hanya ada Lee, Fred, dan George. Hari ini bukan waktu untuk prank, tapi mungkin aku bisa merencanakan satu prank bersama Fred, George, dan Lee. Kadang aku merencanakan prank bersama Lee.
"Ivy ! Kapan kita merencanakan prank bersama lagi ?" Tanya Lee.
"Ya, kapan ?" Kata Fred dan George, ber-sa-ma-an.
"Sementara Hermione dan Ron ada di perpustakaan, aku ada waktu." Kataku sambil menyeringai.
"Jadi, siapa targetnya dan apa yang akan kita lakukan ?" Tanyaku pada mereka bertiga.
"Sebenarnya, kami belum merencanakannya. Maka itu kami bertanya padamu." Kata Fred.
"Yahh...Kirain sudah ada rencana." Kataku.
"Namanya juga merencanakan." Kata George.
"Iya juga sih...Ya, sudah. Kalian mau prank siapa ? Jangan guru atau staff ya." Kataku
"Kenapa memangnya ?" Tanya mereka bertiga.
"HELLO...! Kalau prank guru atau staff nanti saja habis selesai ujian, mau dikurangi nilai kalian sebelum ujian ?" Kataku.
"Santai Ivy..." Kata Fred sambil mengelus rambutku. OMG ! I'M BLUSHING LIKE CRAZY ! NOO ! Aku enggak bisa ngomong satu katapun. Aku melihat rambutku berubah jadi pink yang artinya aku in love with Fred. WHAT ?! No way ! Gak mungkin banget kan.
"Enngg...Pink artinya apa ?" Kata Fred.
"Ehh...Pink ? Aku..Aku enggak tahu." Kataku bohong. Masa aku kasih tahu sih ?
"Aku dan Lee ada urusan bentar. Bye Fred, bye Ivy." Kata George sambil menarik Lee. No, kalau aku berduaan sama Fred apa jadinya nih ?
"Jadi, kapan-kapan kita pergi ke Three Broomsticks bersama ?" Tanya Fred.
"Nnnggg...Mungkin." Kataku. Aku ragu karena dia kan sama Angelina.
"Aku pergi ke kamarku dulu mungkin nanti aku dan George akan menyelinap ke Forbidden Forest lagi...Semoga saja tidak ada Hagrid." Kata Fred.
"Ya, aku mau baca buku dulu ya..." Aku lalu duduk di salah satu sofa dan mulai membuka buku yang aku pinjam dari Hermione.
'Sejarah Pendirian Beauxbatons
Sejarah Beauxbatons dapat ditelusuri sampai ke zaman para druid dari Galia (zaman Perancis Kuno). Praktik mereka dilihat sebagai sihir, meski hanya beberapa dari mereka yang benar-benar menggunakan sihir. Akhirnya, komunitas penyihir para druid berkembang menjadi sangat besar sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah akademi di luar Paris. Walaupun para druid tidak selamat dibawah jajahan Kekaisaran Romawi, para penyihir selamat. Orang-orang dari Kekaisaran Romawi tak bisa menemukan akademi berkat sihir pertahanan yang ditempatkan di sekitar akademi.
Akademi tersebut terus berkembang selama Abad Kegelapan, Abad Pertengahan, dan Renaissance. Akademi ini selamat dari perang sipil yang terjadi dibawah pemerintahan Catherin de Medici, tapi sang Kepala Sekolah sadar bahwa berada di luar Paris tidaklah aman dengan segala masalah politik yang terjadi ketika itu. Namun, mereka tidak menemukan cara untuk membuat konstruksi bangunan lain di lain tempat di Perancis.
Entah bagaimana, datang perhatian dari Louis XIV, raja yang memerintah ketika itu. Sang raja bertemu dengan kepala sekolah akademi. Seolah-olah pembangunan Istana Versailles tidak cukup mahal, Raja Louis membangun akademi baru di Marseilles. Ada rumor yang berputar di dalam komunitas penyihir dan pengadilan Louis bahwa beliau mempunyai seorang anak penyihir melalui ibunya dan beliau hanya ingin yang terbaik bagi anaknya di Selatan Perancis.
Namun, ini hanya rumor, dan tak ada bukti bahwa anak tersebut pernah terlahir ke dunia. Apapun motif di belakangnya, Academy of Druidic Magic of France berpindah ke lokasi barunya di Marseilles dan diberi nama Académie de Magie Beauxbâtons atau Beauxbatons Academy of Magic. Sejak saat itu, setiap kepala pemerintahan yang baru memerintah di Perancis diberi tahu tentang keberadaan akademi ini.
Beauxbatons didirikan oleh tiga penyihir yaitu Adora Rourie, Boden Sournois & Jocelin Cossu. Rouerie sangat mementingkan kecerdasan diatas segalanya, baik, pemalu, dan murid-muridnya suka bermain teka-teki (kata-kata) dan membawa buku-buku tebal(Seperti Ravenclaw di Hogwarts). Sournois mementingkan darah murni, mengagungkan kebangsawanan, arogan, dan berhati hitam(Seperti Slytherin di Hogwarts). Sedangkan Cossu mementingkan berfikir kreatif. seni, bermusik, membuat sajak/puisi merupakan kreatifitas yang dijadikan penempa.
Seluruh eksterior dan interior kastil berkilauan. Berbeda dengan Hogwarts dan Durmstrang, dimana bangunannya adalah kastil, Beauxbatons adalah sebuah istana. Makanannya lezat dan ringan. Ketika para siswa makan, mereka ditemani oleh paduan suara dari para peri kayu. Pada waktu Natal, ruang makan dihias dengan patung es yang besar dan tidak akan mencair. Beauxbatons tidak ada di peta, jadi tidak akan ada muggle atau bahkan penyihir dari sekolah saingan yang dapat menemukannya di peta, kemudian disamarkan sehingga tidak ada yang benar-benar dapat melihatnya kecuali mereka tahu dimana untuk mencari.'
Paling tidak sekarang aku tahu tentang sekolah itu.
'Thanks banget Hermione' Kataku dalam hati. Kalau Hermione ada di sini, aku akan memeluknya. Satu lagi tugasku yaitu mencari tahu siapa gadis di mimpiku itu. Kira-kira siapa dia ? Mirip denganku, hanya rambutnya lebih panjang. Dan aku juga harus memikirkan tanggal berapa aku dan Fred akan pergi ke Three Broomsticks bersama, dan aku masih harus mencari Hermione untuk berterima kasih kepadanya. No ! terlalu banyak tugas, tapi hari ini adalah hari paling bahagia untuk aku.
