Aku lalu menaruh kembali buku yang kupinjam dari Hermione di tempatnya kembali. Aku lalu melihat Hermione datang ke kamar. Mungkin sekarang aku bisa curhat ke dia.
"Hermione..." Kataku. Ternyata mau curhat itu gak segampang yang kukira. Agak gimana gitu.
"Apa, Ivy ?" Tanya Hermione, ekspresi mukanya campur marah and senang.
"Kamu marah ya sama aku gara-gara kutinggal berdua sama Ron ?" Tanyaku.
"Ya, dan aku juga lumayan senang sih..." Kata Hermione.
"Cerita dong..." Kataku sambil duduk di kasurnya, kemudian dia juga duduk.
"Cerita apa ?" Tanya Hermione.
"Cerita kenapa kamu senang. Pasti karena Ron kan...?" Kataku. Pipi Hermione menjadi merah.
"Kok kamu tahu sih ? Aku kan belum cerita." Kata Hermione kebingungan.
"Mione...Mione...Kalau aku baca pikiranmu aku juga tahu. Tapi aku gak baca pikiranmu tadi, kamu sama Ron kan emang suka satu sama lain." Kataku menggoda Hermione.
"(Memukulku pelan dengan buku terdekat) Jangan kasih tahu yang lain !" Kata dia.
"Ok ! Sekarang giliranku curhat ya ?" Kataku. Aku yakin Hermione bisa dipercaya.
"Hmmm...Biar kutebak. Ada yang lagi jatuh cinta ya ?" Kata Hermione yang menggodaku. Argh ! Sekarang rambutku jadi orange. Artinya blush. Kadang pipiku yang jadi merah kalau blush tingkat tinggi.
"Sssttt ! Nanti kedengaran orang lain." Kataku melihat sekitar, untung gak ada siapa-siapa.
"Tenang aja sih ! Gak ada siapa-siapa tahu !" Kata Hermione.
"Ok, tebak siapa laki-laki yang bikin aku berdebar-debar ?" Kataku. Hermione tahu gak ya ?
"Mungkin...Neville ? Harry ? Malfoy ?!" Tebak Hermione. Salah semua ?! Berarti aku pintar menyembunyikan perasaan ya ?
"Semuanya salah ! Tapi kenapa Malfoy dimasukin juga ?" Kataku. Masa aku suka sama Malfoy.
"Ya, sudah ! Siapa orangnya ?" Tanya Hermione.
"Fr-" Aku baru memulai berbicara lalu ada yang mengetuk pintu.
"Biar aku yang buka." Kata Hermione.
Yang mengetuk pintu adalah Ginny.
"Hermione...Kamu lihat Harry gak ? Atau Ivy, kamu lihat Harry gak ?" Tanya Ginny.
"Enggak." Kata kami bersamaan. Tapi kayanya aku tahu dia di mana.
"Tapi Ginny, kayanya Harry lagi latihan quidditch. Kan mau ada pertandingan lawan Hufflepuff." Kataku.
"Mungkin saja sih. Kalian lagi ngomongin apa sih ? Boleh ikutan gak ?" Tanya Ginny.
"Aku sih setuju-setuju saja. Ivy ?" Kata Hermione. Ginny kan sahabatku, pasti bolehlah.
"Pasti." Kataku.
"Ok, jadi kalian ngomongin apa sih ?" Tanya Ginny yang penasaran.
"Tadinya Ivy menanyakan apa yang terjadi antara aku dan Ron di perpustakaan, aku dan Ron hanya belajar tentang pelajaran yang Ron belum mengerti. Kalau Ivy..." Hermione menghentikan perkataannya dan melihat ke arahku.
"Aku diajak pergi ke Three Broomsticks oleh orang yang kusuka. Itu saja." Rambutku jadi orange lagi.
"Sama siapa ?" Tanya Ginny.
"Tadinya Ivy mau ngasih tahu, tapi kamu mengetuk pintu, jadi gak jadi." Kata Hermione.
"Oh, sorry. Tapi sekarang kamu bisa kasih tahu kita." Kata Ginny.
"Dia itu salah satu kakakmu Ginny..." Aku mau mereka tebak dulu.
"Jangan bilang Ron." Kata Hermione yang mukanya agak marah or jealous ?
"Bukanlah ! Ron itu hanya milik Hermione seorang." Kataku. Aku dan Ginny lalu tertawa, Hermione juga.
"Kay, jangan bilang Percy ?" Tebak Ginny.
"No. Umurku kayanya terlalu jauh sama dia." Kataku.
"Jadi itu George ?" Tanya Hermione.
"No." Kataku lagi. Lalu mereka sepertinya tahu siapa.
"Fred !" Kata Hermione dan Ginny bersamaan. Oh, no ! Rambutku orange lagi kan. Gak deh. Pipiku yang jadi merah. Wah, blush tingkat tinggi.
"Benar kan ?" Goda Ginny.
"Sssttt...Jangan bilang siapa-siapa." Kataku yang akhirnya pipiku sudah biasa lagi. Fiuuhhh.
"Kamu diajak ke Three Broomsticks ? Kapan ? Kita bantu kamu menentukan baju ya ?" Kata Hermione.
"Boleh, ya ? Fred kan kakakku. Aku bisa kasih tahu kamu apa yang dia suka, dan untuk Hermione, aku juga bisa bantu kamu dengan Ron." Kata Ginny.
"Ok, tapi aku belum tahu kapan." Kataku.
"Ya, kalau kamu mau bantu aku dengan Ron silahkan saja." Kata Hermione.
"Kalian juga mau bantu aku ?" Kata Ginny.
"Harry !" Kataku dan Hermione bersamaan. Sangat jelas kalau Ginny suka Harry.
"Ok, artinya kita saling bantu." Kata Ginny lagi.
"Deal !" Seruku dan Hermione.
"Aku keluar sebentar, ya ? Ada urusan." Kata Ginny.
"Aku juga mau keluar sebentar." Kata Hermione.
"Ok, aku juga mau ke perpus." Kataku.
Aku pergi ke perpus untuk belajar. Benar-benar belajar. Kalau ujian aku gak belajar apa jadinya ? Aku bisa kalah sama Hermione. Di jalan aku ketemu Lee.
"Ivy, ini ada surat dari Fred." Kata Lee.
"Ok, thanks Lee." Kataku. Surat ? Dari Fred ? Kira-kira apa isinya. Aku buka suratnya dan isinya tentang :
"Black Lake saja, aku suka pemandangan di sana. Mengingat kamu enggak bisa ke Hogsmeade. 2 minggu lagi hari Sabtu. Ok ?"
Black Lake ? Aku paling suka tempat itu. Mengingat aku enggak bisa ke Hogsmeade juga sih. Kok aku lupa ya ? Whatever, aku harus kasih tahu Ginny dan Hermione tentang perubahan rencananya. Dan aku mau ke perpus belajar untuk ujian, oh iya. Ujiannya diubah tanggalnya jadi dua minggu lagi. Jadi habis ujian, aku bisa jalan-jalan sama Fred, refreshing gitu.
Di perpus. Belajar apa ya ? Baca buku divination aja. Aku paling gak bisa pelajaran itu.
Skip to lunch.
Sekarang jam 00.00 PM alias 12. Makan siang ? Padahal aku baru baca sekitar 130-an halaman. Biasanya 200. Nanti aku lanjutin lagi, sekarang aku makan siang dulu.
Sampai. Aku duduk di antara Hermione dan Harry. Makan siang kali ini aku makan salad aja. Enggak lapar dan mau melanjutkan baca. Aku jadi bingung sama materi divination. Grim, bla bla bla. Gak ngerti. Tanpa sadar rambutku berubah menjadi hijau gelap, seperti hijau di bendera Slytherin yang artinya aku bingung.
"Hijau artinya apa Ivy ?" Tanya Harry.
"Eh, hijau. Kalau tidak salah keberuntungan." Kataku mengingat materi yang ada di buku divination. Harry menanya hijau yang mana ya ? Apa yang hijau.
"Eh ? Itu kan menurut divination." Kata Harry bingung.
"Itu kan yang kau tanya ?" Kataku, aku juga jadi bingung.
"Maksudku rambutmu jadi hijau gelap seperti warna Slytherin." Kata Harry menjelaskan.
"What ?! Masa sih ? Hijau artinya bingung." Kataku.
"Ya, kamu kelihatannya sangat bingung. Cobalah untuk santai." Kata Harry.
"Uhh...Okay." Kataku mengikuti saran Harry, dan aku mengubah rambutku seperti semula. Kalau aku mengikuti saran Harry, berarti aku gak perlu baca buku itu lagi. Fred lalu lewat.
"2 minggu lagi jam 3 PM. Ok ? Kalau ada perubahan rencana bilang saja." Kata Fred sambil mengedipkan matanya, George yang ada di sebelah Fred kelihatannya sedang menyeringai.
"Ok, Fred." Kataku. Benar-benar. Kedipan matanya itu sangat menawan ? Gawat rambutku jadi orange lagi. Lalu gak lama pipiku yang jadi merah. Calm down Ivy ! Fiuuhh. Pipiku sudah balik lagi jadi seperti semula.
"Maksud Fred apa Ivy ?" Tanya Harry penasaran.
"Tebak saja sendiri." Kataku. Sekarang aku baru ingat. Aku, Fred, George, dan Lee belum merencanakan prank. Berarti prank dilakukan 3 minggu lagi. Paling tidak rencanain dulu. Targetku siapa ya ?
A/N : Baru ingat, Ivy bisa melihat Thestral.
