Sesudah makan siang. Aku berjalan ke kamarku. Tapi di perjalananku menuju kamarku, tepatnya aku masih di Great Hall, aku melihat Ginny mengobrol dengan seorang anak Ravenclaw. Rambutnya pirang, dan yah aku bilang dia sih cantik. Lalu Ginny Berjalan ke common room. Anak Ravenclaw itu pergi keluar. Penasaran, ikutin saja deh ! Tapi aku mau tahu dia ke mana. Aha ! Baca pikiran.
"Semoga thestral-thestral itu mau memakan apel. Forbidden Forest..." Pikiran anak itu. Pikirannya agak aneh ya. Tapi aku tahu dia mau ke Forbidden Forest. Mungkin ada Fred dan George, tapi apa itu thestral ? Ahh, sudahlah. Perjalanan ke Forbidden Forest pasti seru.
Di Forbidden Forest. Anak itu tidak menyadari kalau aku mengikutinya. Hmm...Aku perkenalkan diriku dulu saja.
"Emm..Halo ! Tadi aku tidak sengaja mengikutimu." Kataku. Anak itu menengok ke arahku.
"Oh, tidak apa. Apa kamu bisa melihat thestral ?" Tanya dia.
"Hmm...Aku tidak tau apa itu thestral, aku Evelyn Hersley. Teman-teman memanggilku Ivy." Kataku.
"Aku Luna Lovegood. Kalau begitu kau harus mencoba melihat mereka dulu. Kalau kau bisa lihat, mungkin mereka akan menyukaimu." Katanya dengan lembut.
"O..Ok.." Kataku. Apa itu thestral ? Aih, aku jadi penasaran.
Kami berjalan terus. Akhirnya aku melihat hewan yang agak aneh. Hampir tidak memiliki daging dan memiliki sayap. Agak mirip kuda juga. Dan hewan ini biasanya menarik kereta kan ?
"Jadi ini yang namanya thestral ? Aku sering melihatnya namun tidak mengetahui hewan apa ini." Kataku.
"Thestral hanya bisa dilihat oleh orang yang pernah menyaksikan kematian." Kata Luna.
"Hmm...Aku pernah menyaksikan kematian temanku. Kamu menyaksikan kematian siapa ?" Tanyaku agak penasaran.
"Ibuku..." Katanya.
"Oh, aku turut berduka." Kataku.
"Itu bukan masalah. Kau mau mencoba memberi makan mereka ?" Tanya Luna.
"Ngg...Kenapa aku jarang melihat mereka ya ? Dan ya. Aku mau mencoba memberi makan mereka." Kataku.
"Mereka dijauhi karena mereka sedikit berbeda. Ini kau lemparkan saja dagingnya." Kata Luna sambil memberikan daging kepadaku. Aku lalu melemparkannya dan thestral itu memakannya.
"Ngg...Luna, aku harus pergi ke perpustakaan sebentar. Ada buku yang harus kubaca. Sampai jumpa." Kataku. Sebenarnya aku masih ingin menemui thestral, tapi...Aku ingin mencari informasi tentang merpeople. Aku sangat penasaran sekarang dengan merpeople. Kenapa merpeople ada di pikiranku ya ? Tapi Harry bilang aku harus menenangkan diri, jangan membaca buku dulu berarti. Tapi aku penasaran.
"Oh, ok. Sampai jumpa." Katanya sambil melambaikan tangan kepadaku. Aku lalu kembali ke common room, tapi masih baru keluar dari Forbidden Forest dan aku bertemu Fred dan George. Ngg..Aku harus pergi.
"Hi Ivy !" Sapa Fred. Noo ! Nah, sekarang aku tidak bisa ngomong lagi. Nervous. Calm down !
"H..Hi..Fred..! Hi George...!" Aneh. Saat aku menyapa George aku tidak gugup.
"Kamu dari Forbidden Forest ?" Tanya George.
"Iya. Menemui thestral." Kataku yang sudah tenang.
"Thestral ?" Tanya Fred dan George bersamaan.
"Ngg...Kalian tidak akan mengerti. Aku mau kembali ke common room dulu." Kataku.
"Kami juga. Bareng saja, ok ?" Kata Fred.
"O..Ok !" Kataku. Untung ada George, jadi aku tidak berdua saja dengan Fred.
Sampai di common room.
"Ivy ! Dumbledore ingin menemuimu di kantornya." Kata Ginny.
"Dumbledore ? Apa salahku ? Ah, sudahlah. Aku akan ke kantornya." Kataku. Aku tidak ingat aku berbuat salah.
Saat ada di depan kantor Dumbledore, ada .
"Nona Hersley, kau sudah ditunggu. Sherbet Lemon." Lalu patung menuju pintu masuk kantor Dumbledore bergerak. Aku lalu menaiki salah satu anak tangganya. Ok, aku sudah sampai. Aku hanya berada 2 langkah di depan pintu masuk. Di dalamnya ada 1 orang anak Beauxbatons ?! Dan kepala sekolahnya Madam Olympe Maxime. Aku membacanya dari buku Hermione. Tapi aku tidak dapat melihat wajah anak itu karena dia membelakangiku.
"Nona Hersley. Ada murid pindahan dan kuharap kau mau memandunya di Hogwarts. Karena 2 minggu lagi ujian akan dimulai, kamu dan Nona Granger akan membantunya. Dia adalah..." Kata Dumbledore berhenti sampai adalah. Ada apa ?! Siapa ?! Jangan-jangan...
"Delilah Hersley." Jawab anak itu. Lalu aku maju mendekati meja Dumbledore dan berdiri di sebelah anak itu. Aku menoleh ke arahnya dan aku ingat dia memiliki nama belakang Hersley. Dia...! Pasti dia ! Dia juga menoleh ke arahku. Kami sangat mirip ! OMG ! Aku rasanya seperti ada di tempat yang sangat indah.
"Rasanya ini waktu kalian untuk bersama. Setelah 13 tahun berpisah." Kata Madam Maxima. Jujur saja dia itu mungkin keturunan raksasa. Bahkan dia lebih besar dari Hagrid. Aku membicarakan Madam Maxima bukan Delilah.
"Jadi kau.." Kataku dan Delilah bersamaan. Aku sekarang menjadi seperti Fred dan George atau Parvati dan Padma. Bicara bersamaan.
"Prof. Dumbledore. Apa dia masuk Gryffindor ?" Tanyaku.
"Oh, iya. Kamu harus ditentukan dulu asramanya." Kata Prof. Dumbledore. Lalu dia mengeluarkan Sorting Hat. Delilah lalu melepas topi Beauxbatons-nya dan Prof. Dumbledore meletakan topi itu di atas kepalanya.
"Sangat berani, pintar, setia, ambisius, dan lebih dari semua sifatmu yang paling mencolok adalah berani dan pintar. Sama seperti Evelyn, Gryffindor !" Kata topi itu. Delilah kelihatan senang, bahkan dia memelukku.
"Madam Maxime, aku sangat senang belajar di Beauxbatons. Tapi-"
"Kau akan nyaman berada di sini. Percayalah." Kata Madam Maxima memotong omongan Delilah. Sekali-kali memotong pembicaraan orang itu perlu juga, ya ?
"Tolong, Madam Maxime. Sampaikan salamku kepada siswi-siswi Beauxbatons lainnya." Kata Delilah dengan bersungguh-sungguh.
"Pasti." Jawab Madam Maxime.
"Sekarang, Hogwarts adalah rumahmu. Kamu akan bergabung dengan anggota asrama Gryffindor, dan mungkin kamu sudah menemui kepala asrama Gryffindor, Prof. McGonagall ? Dan Evelyn juga salah satu siswi dari asrama Gryffindor." Kata Dumbledore.
"Evelyn, tolong antarkan dia ke kamarnya, mulai sekarang kamarmu, Hermione, dan Delilah akan sama. Sedangkan Lavender Brown akan berbagi kamar tidur dengan Padma dan Parvati. Kamar kalian sudah kusiapkan dan untuk Delilah, seragam milikmu sudah disiapkan di kamarmu beserta buku, aku yakin beberapa buku Hogwarts dan Beauxbatons berbeda. Sedangkan untuk tongkat sihir, aku yakin kau sudah memilikinya." Kata Dumbledore lagi.
"Baiklah, Prof. Dumbledore. Saya akan mengantarnya." Kataku lalu aku dan Delilah pergi ke arah common room. Tidak ada satu siswapun terlihat di arah menuju common room. Tapi..Ah, sudahlah.
Aku sampai di lukisan Fat Lady.
"Password ?" Tanya Fat Lady.
"Fortuna Major." Kataku.
Kami masuk ke common room. Banyak murid di sana. Tapi, semua tidak ada yang melihat ke arah kami.
"HALOO !" Teriakku dengan nada senang. Sekarang semua murid menatapku. Beberapa menatap Delilah agak bingung karena dia mirip denganku.
"Perkenalkan semuanya, ini Delilah Hersley. Dia kembaranku dan dia masuk Gryffindor. Oh, dan dia pindahan dari Beauxbatons." Kataku. Beberapa menunjukan ekspresi wajah kaget saat mendengar kata 'kembaran' termasuk Ginny.
"Kuharap kita bisa bersahabat dengan baik." Kata Delilah dengan senyum.
"Dan satu hal lagi, aku harap kalian mau memanggilku Lilah." Katanya lagi.
"Oh, iya. Panggil aku Ivy." Kataku pada Delilah.
"Ok. Sekarang kau akan menunjukan kamarku kan ?" Tanya Delilah.
"Ya, dan mana Hermione ?" Lalu Hermione baru masuk ke common room dan dia agak kaget melihat Delilah.
"Siapkan barang-barangmu, Ivy." Katanya.
"Oh, iya. Lilah, ini Hermione. Aku dan dia adalah saingan terbesar dalam setiap pelajaran, dan kamu juga sepertinya. Aku tidak bisa mengantarmu ke kamarmu karena aku harus mengambil barang-barangku." Kataku agak kecewa.
"Ivy ! Aku pikir aku sudah membawa barang-barangmu juga ke kamarku, maksudku kamar baru kita." Kata Hermione.
"Ugh, Mione ! Tadi kau menyuruhku menyiapkan barang-barangku." Kataku kesal pada Hermione.
"Sorry.." Jawabnya.
Lalu sekarang kami pergi menuju kamar baru kami. 3 kasur saja. Dan aku lihat peliharaan Delilah adalah burung hantu berwana putih salju saat di kantor Dumbledore tadi. Dia bilang namanya Airla. Milikku burung hantu berwarna kuning keemasan namanya Aquamarine. Dan sekarang Delilah berganti baju. Saat dia memakai seragam itu, aku sangat mirip dengan dia, memang kami kembar sih, tapi lebih mirip lagi. Apalagi rambut kami sama-sama dikuncir satu dengan ikat rambut hitam.
"Kalian lebih mirip lagi sekarang. Oh, iya. Ivy, ayo kita bertiga belajar bersama, kita harusbelajar karena dua minggu lagi minggu ujian." Kata Hermione.
"Ok !" Kataku dan Delilah bersamaan.
"Kembar !" Kata Hermione dan kami tertawa.
Mungkin tahun ini tahun terbaik.
