Saint Seiya dan seluruh karakternya bukanlah milik saia.

Saia hanyalah membuat fic berdasarkan rasa suka saia terhadap Saint Seiya sejak saia kecil.

Jadi dikarenakn sukalah maka- *author ditimpuk karena kebanyakan ceramah*

Marilah kita simak…

Para Asgardian Di Ancol?!

Hari itu Hilda-sama dan Freya-sama sedang menghitung anggaran masuk dari pekerjaan para Asgardian. Dan waow benar saja pendapatan mereka meningkat dikarenakan para kesatria Asgard ini sangat rajin membantu, sebagai contoh: Mime yang rajin bernyanyi dari pintu ke pintu (author: kayak pengamen aja! =_=") *dilempar harpa Mime*

Lalu ada Bud dan Sid yang tiap pagi rajin kepasar untuk berjualan pernak-pernik buatan Asgardian. (emang bisa?)

Thor yang menjadi kuli panggul di sebuah gedung yang sedang dibangun. (aduuuh authornya mulai ngaco! =_=")

(Oke Back To The Story)

"Onee-sama… pendapatan kita menaik dengan sangat drastic… bagaimana kalau kita berikan para kesatria itu sebuah liburan yang tak akan pernah mereka lupakan?" tanya Freya-sama kepada sang kakak.

"Kau benar Freya, tapi kemana kita akan berlibur?" tanya Hilda agak bingung dan berpikir keras kemana mereka akan pergi berlibur.

"Onee-sama… di negeri yang jauh disana aku mendengar soal pantai sekaligus tempat bermain yang penuh dengan aneka permainan onee-sama…" ujar Freya antusias.

Hilda terdiam, "oh yang kamu maksud kampung halaman dari The Judge Three itu ya? Tempatnya cukup jauh tapi anggaran kita cukup untuk kesana semua… kita kesana besok siang, persiapkan yang lainnya nanti malam kita adakan rapat besar," perintah Hilda.

Malam harinya, di meja makan tempat semuanya berkumpul. Kesempatan ini dipakai Hilda untuk mengutarakan keinginannya untuk mengajak semuanya berekreasi.

"Semuanya! Dengarkan aku! Karena pendapatan kita semakin meningkat, aku ingin memberikan kalian semua liburan selama 5 hari di sebuah negeri yang cukup jauh. Tentu saja aku dan Freya juga ikut, kita kana pergi ke sebuah negeri yang ada pantai sekaligus tempat bermain yang penuh dengan permainan," Hilda mulai berbicara panjang lebar soal rencananya.

"Pasti ke Hawaii"

"Bukan ke Bali"

"Bukan lah ga mungkin, pasti ke Jepang" (ngaco!)

"Bukan pasti ke Anyer"

Para Asgardian asyik sendiri menebak-nebak tempat yang akan mereka kunjungi nanti untuk berekreasi melepas lelah karena berperang selama ini.

"Para God Warriorku… kita bukan akan ke Hawaii, Bali Anyer, apalagi Jepang," Hilda masih tersenyum menahan rasa jengkelnya para Asgardian yang mulai tak mendengarkannya. (author: kasihan v.v) *dideathglare Hagen*

"Kita akan ke Ancol di negeri yang bernama Indonesia… lagipula disana banyak sekali hiburan yang seru dan asyik… kita akan bermain disana sampai puas" Hilda melanjutkan penjelasannya.

"APUUUAAAAAA?!" para Asgardian berteriak dengan cukup keras sehingga menghancurkan jendela-jendela seluruh desa. (author: hebat juga ya suaranya aja!) *dilempar komputer*

"Kita sudah sepakat akan kesana" Freya dengan senyumnya sangat manis dan lembut (selembut kain ka-) *belum di teruskan author sudah dilempar sepatu*

Akhirnya malam itu para Asgardian mulai menyiapkan barang-barang bawaannya masing-masing.

Mari kita intip satu persatu kamar mereka.

Thor

Thor adalah Asgardian yang berbadan besar dan paling lembut jika dibandingkan dengan para Asgardian lainnya. Sedang berdendang sambil membereskan barang-barangnya memasuki yang diperlukan nanti ke dalam sebuah koper yang sangat besar. Bermacam-macam ia msukkan ke dalam koper, ada sikat gigi, sabun, sampo, dan baju ganti, tak kalah laptop dan juga stop kontak ia masukkan juga. (lho buat apaan ya?) *author dilempar bola meriam Syd*

Fenrir

Dia terlihat tak terlalu peduli pada acara jalan-jalan yang akan diadakan besok, dia malah terlihat sangat santai dengan para serigalanya yang melolong seakan sedih akan ditinggal Fenrir. Tapi Fenrir jelas sekali ia tersenyum kecil. (ya senyumlah, kan besok mau main di dufan! Baka!) *author dikejar serigala Fenrir*

Ternyata dibalik tubuh pemuda serigala itu sudah ditumpuk koper-koper besar yang siap dia bawa besok.

Gubrak! Dasar Fenrir!

Hagen

Pemilik Robe Merak ini hanya memilih berlatih di magma mendidih daripada ia harus menyiap segala yang merepotkan itu. Ia terus membiarkan tinjunya menghamburkan lava-lava mendidih itu, "fuuuh… kupikir ini sudah cukup kuat kalau hanya untuk si Saint Cygnus itu," Hagen tersenyum menyeringai dan terkekeh.

(Hyoga: merinding gaje "author! Jangan bilang kau berbuat sesuatu lagi!") *dilempar pake bola es Camus*

Tapi ternyata persiapan Hagen sudah ia kerjakan sehari sebelum Hilda mengumumkan bahwa mereka akan berlibur. (Author: pengen banget sih liburan Hagen!) *author ditimpuk sepatu*

Mime

God Warrior yang satu inilah yang paling ribet, segala koper besar ia keluarkan untuk barang bawaanya besok. Harpa, perawatan harpa, alat make up (lho kok sama kayak Aphro?) *dihajar Aphro*, kumpulan majalah kecantikan, komik dll (hal yang ga penting membahas barang bawaan Mime) *dilempar harpa kedua*

(Mime: dasar Author tak berprike-God Warrioran! Author: emang ada?) *author dilempar piring terbang alien*

Alberich

Nah pemilik robe yang satu ini juga sama ribetnya dengan Mime. *dilempar batu Amethyst* (author: lumayan gw jual ah!)

Persiapan Alberich juga tak kalah ribetnya dari Mime, aneka majalah dari sport hingga hentai, sikat gigi, odol, sabun, sepatu, sandal, baju beberapa stel, dll (kalo ditulis satu-satu bisa habis satu halaman Cuma buat persiapan si Alberich doang!) *author mendapat deathglare*

Bud and Syd

Dua kembar pemilik robe Zeta ini mulai mempersiapkan persiapan mereka untuk berlibur.

"Syd, kau sudah memasukkan sikat gigi?"

"sudah kak!"

"Syd, kau sudah memasukkan sabun mandi?"

"sudah kakak!"

"Syd, bagaimana dengan baju gantimu?"

"sudah juga kak!"

"Syd…!"

"Apa lagi?!" teriak Syd agak kesal.

"Bagaimana dengan pasta gigi, piyamamu, sandal, sepatu… bla bla bla" Bud terus mengoceh sedangkan Syd adiknya membuka tasnya dan memperlihatkannya pada sang kakak sangking kesalnya.

Bud terdiam, "oh baiklah," jawabnya dengan singkat.

Siegfried

Pria dengan rambut agak ikal sebahu ini hanya bersenandung tak mempedulikan barang bawaannya yang berserakan dikamarnya, yaah ia memang sudah mempersiapkan semua persiapannya tapi belum dirapikan sama sekali.

Ia menatap langit yang cantik dan terdiam. "Ancol… Indonesia itu seperti apa ya?" gumamnya penasaran.

Lalu bergegas merapikan barang bawaannya yang berserakan ditempat tidurnya dan juga lantai kamarnya.

T.B.C

End dulu ya.