Dan lanjutannya lagi

Mari kita selesaikan chapter Asgardian berlibur di Ancol

Here we go ^^

Para Asgardian di Ancol!

Chapter 3

Pagi hari yang indah, para Asgardian juga sang junjungan terbangun dari tidur nyenyaknya dikarenakan sinar matahari yang masuk melalui sela-sela jendela. Eh bukan, bukan sinar matahari, tapi Syd yang bermain-main dengan senter super terang milik Aiacos.

"Syd! Ini masih pagi!" teriak Hilda dengan suara yang masih sangat bijaksana.

Aiacos pun ikut terbangun, "pagi-pagi… mereka masih belum puas merusak rumahku ya?" gumam sang hakim dari balik selimut tebalnya yang hanya memakai celana pendek dan tanpa busana atas dengan nada malas.

"Karena pagi itulah Hilda-sama… cuaca pagi sangat bagus untuk kecantikan dan juga kesegaran tubuh, lihat Mime sudah mulai berjemur dibawah sinar matahari pagi," Syd mencoba membela dirinya.

Dilihatnya Mime yang memang sedang duduk-duduk dipelataran rumah dengan membawa harpa kesayangannya dan mulai bernyanyi.

"Kau membangunkan semua orang Syd. Kau bahkan membangunkan Aiacos-san," Freya beranjak dari ranjangnya dan menemui semua orang yang berkumpul di ruang tamu, juga tak terlewatkan sang pemilik rumah yang telah berkorban banyak. *author dilempar

Aiacos menatap Syd dengan tatapan ngantuk yang masih sangat malas, "hei! Ini masih pagi! Ini masih jam 4 pagi dasar bodoh!" Aiacos terlihat makin malas tanpa berbalut apapun dibagian atas Aiacos melenggang menuju semua orang berkumpul. Sontak Freya berteriak histeris melihat Aiacos yang bertelanjang dada.

"Freya-sama!" Hagen sesegera mungkin berdiri di hadapan Freya berusaha melindunginya dari sesuatu.

"Hei! Aiacos The Judge of The Underworld, disini ada dua wanita cantik yang pasti akan berteriak melihatmu yang tanpa busana ini!" Siegfried melempar sebuah handuk besar pada Aiacos.

"Oh maaf. Aku tak sadar, ini semua juga karena kalian bukan? Aku jadi berkorban banyak," Aiacos melilitkan handuk itu di tubuhnya.

Semua God Warrior hanya bisa sweatdrop mendengar ucapan Aiacos yang memang tepat adanya.

Sejak datang 15 jam yang lalu, mereka hampir membuat rumah Aiacos yang megah menjadi puing-puing rongsokan saja.

"Hei! Kalian semua tidur lagi, masih ada 10 jam setengah lagi sampai nanti siang," Aiacos kembali memasuki kamar pribadinya yang tidak mungkin siapapun masuk.

Tapi…

Saat tubuhnya melesak masuk ke dalam spring bed nyaman miliknya, Aiacos merasa seseorang selain dirinya berbaring di sebelahnya.

"Ng…?" dengan segera Aiacos membuka selimut tebal nan nyaman miliknya, dan mendapati seorang God Warrior berambut merah mutiara menutupi mata kanannya.

"uwaaaaaaaaaaaa!" Aiacos berteriak sejadi-jadinya melihat ada makhluk jejadian tidur disebelahnya. *author dilempar Alberich ke jurang

Alberich terbangun dengan tenangnya sambil mengucek-ngucek matanya dengan gayanya yang manis.

'Jangan-jangan saya sudah tidak perjaka lagi?' pikiran Aiacos mulai melayang kemana-mana.

Teriakan Aiacos sontak mebuat para penghuni lainnya datang menuju sumber suara teriakan.

"Ada apa sih, Aiacos?" tanya Siegfried, namun tak dijawab oleh Aiacos yang sibuk mendorong Alberich keluar dari kamarnya.

"Keluar kau! Keluar dari kamarku!" Aiacos mendorong Alberich keluar dari kamarnya. Dan dengan segera mengunci pintu kamarnya.

Alberich terduduk didepan pintu kamar Aiacos, "ah… kasar sekali Aiacos-sama ini…" ujar Alberich terduduk manis.

"Kau jangan-jangan tidak normal ya, Alberich?" pertanyaan Hagen yang polos, langsung menancap di jantung Alberich.

"Apa kau bilang? Hagen!" tanya Alberich marah-marah.

"Hei! Pagi-pagi sudah menyusahkan orang lainnya saja! Ini masih pagi kembali ke kamar dan tidurlah!" Thor menyeret kedua God Warrior itu dan melemparnya ke dalam kamar.

….

….

…..

….

Jam 9 pagi, dua jam sebelum tour dimulai.

Kesepuluh Asgardian ditambah sang pemilik rumah Aiacos de Garuda makan dengan tenangnya di ruang makan. Dengan wajah sedikit masam Aiacos melahap roti selainya.

Ia kesal karena semenjak kedatangan kesepuluh Asgardian ini, rumah hampir menjadi puing-puing.

"setelah ini, kita akan langsung pergi ke Ancol dan Dufan," ucap Aiacos dengan nada malas.

"Ano… Aiacos-san… kau marah ya pada kami?" tanya Freya agak ragu dan takut.

Aiacos menatap Freya dengan seksama, dan menghela napas, "tidak kok… hanya sedikit kurang tidur saja," ucapnya sambil melirik Alberich dan ketujuh God Warrior dengan lirikan mematikan. *author digilas

Ternyata Aiacos menyimpan dendam pada para God Warrior primitif ini, "nah… semua sudah siap?" tanya Aiacos hanya memakai kaos putih dengan jaket dan celana jeans.

"Ya! Siap pak!" ujar para Asgardian serempak. (author: udah kayak anak buahnya Aiacos aja!) *author ditimpuk sepatu hak

Perjalanan menuju tempat yang dituju, Ancol. Pantai Indonesia yang fenomenal adanya. *lho

Setelah memarkirkan mobilnya Aiacos menggiring para God Warrior itu memasuki Ancol. (karena author setiap masuk Ancol ga pernah sendiri, jadi kita singkat ya! ;p) *author ditendang

"Oh jadi ini yang namanya Ancol?" tanya Siegfried memandangi sejauh mana air itu mengalir.

"Udaranya kencang sekali," Mime merasakan angin kencang ditepi pantai lautan Ancol.

"Suasana yang bagus kalau saja aku membawa serigalaku," Fenrir meratapi lautan luas.

"Wah, berbahaya kalau kau membawa para serigalamu, Fenrir," Hagen menjajari tempat berpijaknya dengan Fenrir.

"Yaaah… kita sudah sampai disini. Jadi ayo!" Thor membuka bajunya dan sekarang hanya memakai celana renangnya.

Syd dan Bud mengikuti Thor dan sekarang hanya memakai celana renang dan sebuah ban karet milik Syd, begitu juga dengan Alberich.

Sedangkan sang hakim dunia bawah, hanya menonton duduk dengan tenang di bangku-bangku di sisi pantai. Termenung dan terdiam.

'Akhirnya setelah ini mereka akan pulang' batin Aiacos tersenyum menatap para God Warrior yang sedang bermain asyik.

Aiacos terlihat senang, karena sesuai janjinya dengan junjungannya Hades, ia akan ngeguide para orang-orang primitif ini sampai mereka selesai liburan di ancol.

Menonton para orang-orang primitif itu bermain air, membuat kesenangan sendiri untuk sang hakim dunia bawah yang satu ini. Aiacos hanya memperhatikan para Asgardian dan juga junjungannya sedang bermain air juga pasir tepi pantai.

"Ah… akhirnya aku bisa santai sejenak sebelum harus memulangkan para manusia primitif ini besok," ujarnya lalu berjalan menyusuri pantai Ancol memperhatikan sekeliling.

Tiba-tiba…

"Waaaaa! Apa yang kau lakukan orang aneh?!" seseorang berteriak, Aiacos menghela napas panjang. Penderitaannya belum berakhir sampai disini saja. Dengan langkah gontai yang malas, Aiacos melenggang menuju sumber suara.

Dilihatnya Syd sedang mengunyah permen rampokannya, dan seorang balita menangis dipelukkan ibunya, karena permennya dirampas. (lho! Syd merampok permen dari balita?) *author digilas

Aiacos lemas sudah, ini kesekian kalinya adik kembar Bud membuat ulah yang hampir membuat sang hakim dunia bawah ini gila sudah. Ia hanya bisa menepuk jidatnya dengan cukup keras berharap ia akan segera amnesia dengan itu.

"BUD! Urus adikmu!" ia menyeret Syd yang asyik menggulum permen lollipop rampokkannya, dan melemparnya dihadapan Bud layaknya melempar anak kucing. *author ditenggelemin

Bud sweatdrop melihat adegan itu, sedangkan Syd terus asyik dengan permen lollipop rampokkannya.

Aiacos semakin kesal atas tingkah para Asgardian yang semakin aneh bin ajaib ini, ini duduk kembali dengan wajah masam nan kusut.

Kesal, bingung, malu. Serba salah Aiacos hari ini, duuh mau bagaimana lagi junjungannya sang Hades memintanya langsung untuk mengguide para Asgardian ini selama mereka di Indonesia.

"Kalau ini penderitaan si Rhadamanthys atau Minos yang merasakannya pasti mereka akan berteriak sekeras-kerasnya karena tidak tahan dengan tingkah laku orang-orang ini," Aiacos terkekeh membayangkan Rhadamanthys atau Minos yang merasakan penderitaannya sekarang.

Seharian penuh para Asgardian bermain di pantai Ancol. Berlarian di pasir putih pantai Ancol. Dan Aiacos hanya tersenyum memperhatikan para Asgardian yang bagaikan anak kecil.

Lebih dari 8 jam mereka habiskan dipantai Ancol Indonesia, Aiacos sudah terlihat sangat mengantuk karena biasanya ia sudah tidur tergeletak disofa atau ranjang empuknya.

Dalam perjalanan pulang.

"Aiacos-san… kau terlihat kurang sehat… ada apa?" tanya Freya menatap Aiacos dengan sedikit khawatir.

"Ah… tidak apa-apa Freya-sama, hanya sedikit kurang tidur dan merebahkan badan saja," sambil menyetir Aiacos menjawab pertanyaan Freya dengan senyum menawannya.

Hagen sedikit facepalm, juga Siegfried yang sweatdrop mendengar juga melihat Aiacos yang sedikit tebar pesona.

Akhirnya setelah 2 jam kurang mereka pun sampai di rumah Aiacos.

"waaah seluncuran tadi menyenangkan ya. Luar biasa," Fenrir tersenyum sumringah setelah mencoba seluncuran air. (emang di Ancol ada seluncuran air? Maklum terakhir kali author ke Ancol waktu umur 4 tahun setengah. hahahahaha) *author ditendang

Masing-masing dari para Asgardian membicarakan suasana hati mereka saat berada di pantai tadi.

"Hei! Sudah tidurlah, ini sudah malam. Besok kalian akan kesiangan, pesawat besok terbang pagi-pagi sekali," Aiacos meminta para Asgardian tidur karena ia pikir besok orang-orang primitif ini akan pulang.

Tapi…

"Bandara? Kami masih akan disini selama 2 minggu liburan ini. Itukan yang dibicarakan Hades padamu?" Thor menjelaskan.

Jawsdrop Aiacos menganga lebar saat mendengar mereka harus tinggal di rumahnya selama 2 minggu liburannya.

"MATI AKU!" ia terjatuh pingsan.

Penderitaan Aiacos ini dikarenakan junjungannya yang kadang suka seenaknya sendiri. *author digilas

END

Yahh sampai disini dulu cerita penderitaan Aiacos, selanjutnya korban Specter lainnya akan saia korbankan

Specters: apa Author?! Kau berniat mengorbankan kami?!

Aiacos: yang penting lu pada sama kayak gue

Minos: itu Derita Lo

Rhadamanthys: sudah-sudah

Author: ah berisik nih spectersnya Alone!