Refleks kupegang bibirku، apa aku salah dengar، suara yang keluar dari bibirku terdengar seperti suara kakakku، tanganku bergerak menyentuh rambut pendekku، deg jantungku berdetak kencang menyadari rambutku berubah jadi agak panjang، oh demi ddangkomanya Yesung، sekarang aku berubah jadi kakakku!
"Bagaimana، benar kan kataku!?" Sebuah suara mengusik pergolakan dalam otakku، kutolehkan kepalaku kearahnya dan lagi-lagi aku tercengang melihat sosok kecil yang tengah terlelap dipangkuannya
"Eh itu aku!" Teriakku
!-more-"Kan sudah kubilang akan berganti!"
Aku mendekat kearah tubuhku، kupandang wajahku lekat-lekat "terus ini kakakku?" Lucu juga kalau melihat tubuh sendiri tidur dengan damai seperti ini
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya pada kakakmu، jadi kubuat dia tidur dengan obat buatanku، nah sudah cukup kan?, sekarang kita kembalikan kewujud semula" ia menjelaskan dengan senang hati، melihat senyumannya tiba-tiba terlintas pikiran evil dikepalaku، aku tersenyum #ralat lebih tepatnya smirk
"Aku main sebentar ya"
"Eh" teriaknya kaget، hahaha aku tersenyum puas dalam hati، siapa suruh memindahkan rohku ketubuh kakakku، sekarang rasain akibatnya، aku berjalan meninggalkannya
"Tunggu, kalau begini aku bisa jadi susah" dari nada suaranya terdengar ia cemas sekali
"Aku cuma sebentar kok!"
"Lalu bagaimana dengan kakakmu!?"
"Kupercayakan padamu ya!"
"Tunggu!" Teriaknya keras karena kini aku sudah berjalan jauh meninggalkannya "wakyunya 9 jam sampai kakakmy bangun! pokoknya، kamu harus pulang sebelum waktunya habis!"
"Iya" teriakku، aku pasti cepat pulang kok، aku tidak mau meninggalkan tubuh indahku lama-lama، eh iya، aku berbalik kerumahku lagi، berbagai pemikiran buruk melayang-layang di otakku، bagaimana kalau dia berniat me... aku menggeleng-gelengkan kepalaku berharap bisa menghilangkan pikiran kotor itu dari kepalaku، kupercepat laju jalanku، ah aku menarik nafas lega melihat tubuhku baik-baik saja، ternyata aku itu paranoid sekali
"Eh jangan melakukan yang aneh-aneh pada tubuhku lho! Awas kalau sampai terjadi apa-apa" kataku mengancam
"Nggak akan!" Teraknya keras "nggak ada apa-apanya juga" ucapnya pelan، tapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Aish dasar orang itu، aku kan cantik، apa dia buta sampai tidak bisa melihat kecantikanku dan tubuh indahku، uh daripada mikirin si donghae itu lebih baik aku senang-senang dengan tubuh ini.
Kaki jenjangku yang hanya terbalut jeans biru yang ketat، kaos kuning yang melekat mengikuti bentuk tubuhku yang membuat para namja menengok kearahku، pandangan mata mereka yang liar memperhatikan lekuk tubuhku yang melenggak-lenggok ketika berjalan. Entah ini disebut apa، tapi aku merasa puas sekali banyak yang memperhatikanku.
"Eh" kuhentikan langkah kakiku ketika melihat teman-teman sekelasku، kusembunyikan badanku dibalik tiang listrik yang ada didekatku menyadari Yesung ada diantara mereka. Oh iya، aku menepuk jidatku menyadari kebodohanku، Yesung nggak mungkin tahu dengan penampilan seperti ini، aku godain dia saja
"Yesung" kupeluk dia dari belakang
Dia menoleh kebelakang dan blush seketika wajahnya seperti kepiting rebus "Ki...bum... hyung..." ia terbata mengeja nama hyungku، kelihatannya dia suka sama Kibum hyung، ketahuan dia...
"Hari ini Sungmin menangis، katanya dia dijahati sama kamu..." aku berhenti sejenak dan tersenyum kecil "Aku sih... sudah bilang untuk memaafkanmu karena dia sudah besar..."
"Mwo?" Ucapnya kaget "Dia..." ia tersenyum kecil "Apanya yang sudah besar!? ia meregangkan bsdan tapi sama sekali nggak enak dilihat"
Doeng! seketika kepalaku seperti tertimpa timbanfan 1000 kg mendengar ucapannya، aish kepala besar kau benar-benar menyebalkan، ingin sekali aku pukul kepalanya agar ukurannya bisa kembali normal.
Gulliver go go gulliver go go gulliver go go suara deringbhpku mengusikku، kurogoh kantung celanaku guna mengambil ponsel itu
"Halo"
"Aku Siwon" ucap orang diseberang sana
"Pacar kakak!" Ucapku tegas
"Iya" loh kenapa dari nada suaranya terdengar ragu-ragu "sudah pulang? kamu mau kesini?" Sambungnya
"Eh kemana?"
"Kamu ke taman saja، ntar aku kasih tahu deh"
"Iya kak" asyik، ini kesempatan agar aku bisa dekat dengan Siwon hyung، aku trtsenyum gaje memikirkannya
Tut tut tut terdengar sambungan telepon dimatikan، kumasukkan hpku kembali kecelanaku
"Kakak mau main dulu، anak-anak harus les yang benar!"
"Haah" ucap mereka serempak seperti paduan suara، kenapa mereka kaget seperti itu، memang benarvkan hari ini ada les matematika di sekolah، aish aku bergidik ngeri kalau mengingat Kim Heechul sonsae، si guru killer yang mengajar hari ini، sudah ming lupakan les hari ini yang penting sekarang bersenang-senang dahulu، kesempatan ini nggak akan datang 2 kali dalam hidupku
Da...da... kulambaikan tanganku pada Yesung dan teman-teman dan berjalan menuju taman
Sesampainya di taman kududuk disalah satu bangku ditaman itu، aku sudah cukup dewasa! Akan kubuktikan bahwa kedewasaanku seimbang dengan penampilanku، kuselojorkan kakiku dan kutekuk salah satunya، kubuka satu kancing kaosky، kugigit bibir bawahku agar terlihat sensual #noseblend apa aku sudah terlihat seksi
"Hai Kibum" Siwon hyung mendekat kearahku، ketika melihat dari dekat seketika matanya tak berkedip dan hidungnya mengeluarkan darah، dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengusap darah yang keluar dari hidungnya dengan sapu tangan "Eh sedang apa kamu?" Ucapnya gelagapan
"Ah، nggak apa-apa kok، aku cuma mau mencoba mengeluarkan keseksian gaya orang dewasa saja" aku turun dan mendekat kearahnya
Ha..ha...ha... ia tersenyum "kalau kamu melakukan itu، bisa-bisa semua orang jatuh cinta padamu" ia menarik tanganku، tangan besar ini terasa nyaman dan hangat، beruntung kakakku bisa mendapat perlakuan seperti ini
"Hari ini akan aku ajak ke tempat yang asyik, ayo pergi!" dia menarik tanganku agar mengikutinya
aku terlalu larut dalam pikiranku sampai aku tak menyadari ada sebuah lubang kecil di jalan yang aku pijak, kakiku tersangkut dilubang itu dan alhasil tubuhku oleng dan jatuh
"Kau kenapa?" ia berbalik dan berjongkok, raut khawatir tercetak jelas diwajahnya
"Aku tidak apa-apa, tadi aku tidak memperhatikan jalan saja" aku meringis kesakitan menahan rasa sakit diujung kakiku
"Jempolmu berdarah" ucapnya khawatir, tangannya merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan, ia mengelap darahku yang keluar dengan lembut "Sebentar tunggu disini"
ia berlari meninggalkanku, hei dia amu kemana, tega sekali meninggalkanku sendiri saat aku sedang sakit
"Yh sakit" ritihku, ujung kakiku terasa semakin sakit, oemma, appa, kibum hyung, kaki minnie sakit, tak terasa air mataku mengalir membasahi pipi chubbiku
"Tuan putri jangan menangis, ada aku disini" aku mendongak dan mendapati namja tampan memandangku dengan khawatir, tangannya telurur mengusap airmataku dengan jempolnya, hangat
"Tadi aku mencari pkester dan obat merah, aku khawatir lukanya tambah parah, mianhe meninggalkanmu sendiri" ia mengambil sesuatu dari kantong plastik yang ia bawa, mengeluarkan sebuah plester dan obat merah, ia membuka obat merah itu dan meneteskannya di lukaku
"Au sakit" aku meringis kesakitan merasakan lukaku yang terasa sangat perih, melihatku yang kesakitan, dia meniupi lukaku dengan mulutnya, ya Tuhan kalaupun aku mimpi jangan bangunkan aku sekarang, aku ingin menikmati kebahagiaan ini walaupun cuma sebentar.
Bummie-ah sudah selesai" "Bummie-ah"
"Ah iya" aku tersentak dari lamunanku, kupandang wajah tampan didepanku yang tengah tersenyum
"Kau tak apa Bummie-ah"
"aku tak apa" au menggaruk tengkuk kepalaku yag tidak gatal, kupandang jempol kakiku yang kini telah terbalut plester
"Apa mau aku gendong tuan putri" blush seketika wajahku memanas, digendong? mimpi apa aku semalam, seorang Choi Siwon mau menggendongku, ah iya, seketika diriku rasanya terjerembab ketanah menyadari sekarang aku berada ditubuh hyungku
"Eh...tak usah, aku bisa jalan kok"
"Kalau begitu ayo tuan putri" tuan putri beruntungnya kakakku mendapat namja sebaik ini, dunianya benar-benar indah
ia menggenggam tanganku dan menuntunku kesebuah restoran yang ada di ujung jalan. kupandang restoran didepanku dengan pandangan takjub. restoran yang tidak besar tapi juga tidak terlalu kecil, temboknya bercat broken white berhiaskan lukisan coffe, es krim, dan kue-kue membuat restoran itu terlihat simple tapi tidak meninggalkan kesan indahnya, di dekat pintu terdapat laki-laki berpakaian hitam, didadanya tertulis twosome cafe, laki-laki itu membungkuk kepadaku dan mengucapkan 'Selamat datang di cafe kami' tanpa perlu menyentuh pintu, pintu itu sudah terbuka sendiri. aku tercengang melihat isi restoran itu, mawar merah menghiasi hampir diseluruh ruangan dan alunan biola mengalun merdu membuat suasana romantis, kuedarkan pandangan mataku menyusuri tempat ini dan mataku terpaku pada lukisan hitam putih, namja tampan berbalut baju formal tengah tersenyum, sepasang lesung pipit menghiasi wajah tampannya, ah Choi Siwon ternyata kamu narsis juga. eh tunggu ada yang janggal disini, kenapa cuma kami berdua disini
"Siwon hyung kenapa cafe ini sepi sekali"
"Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu" ia mendekat kearahku dan memegang tanganku
TBC
.
terima kasih sudah membaca ff gaje aku
.
mungkin aku lebih sering mengupdate ff di wp aku .com karena bisa update lewah hp
.
review please
