Part -1.3: Yasoinaba, You don't have to know
Pagi cerah yang sangat cerah, Hari baru yang menyenangkan, namun tidak bagi Akiha, karena..
…
Lebih baik aku batalkan semuanya! Sial! Kenapa semua korbannya tidak ada! Semuanya pergi ke suatu tempat katanya. Di Konishi Liquors mereka tidak ingin membicarakan ini dan langsung mengusirku, mungkin mereka masih shock dengan kematian anak tertua mereka, di Amagi Inn,yang kudapat bukannya info dari korbannya namun hanya cerita hantu tepat kematian korban pertama dari kasus ini, karena korbannya sedang sibuk dan itu tidak membantu pencarian kasus ini sama sekali, tapi untuk kerjaan ku nanti lalu korbannya sibuk mengurus penginapan ini maklum anak dari pemilik penginapan ini , di Tatsumi Textiles dan Marukyu Tofu korbannya sedang pergi. Jadi yang kulakukan sekarang menjenguk adachi tooru, sang pelaku dari kasus ini. Sebenarnya menjenguk dia adalah harapan terakhirku, ya bagaimana lagi, lebih baik aku menjenguknya saja.
Sebentar... Bagaimana aku menjenguknya? Dia tidak kenal aku, saudara pun bukan apalagi teman ,bagaimana caranya?! Oiya aku tidak tahu dimana dia dipenjara untuk mengetahui tempatnya mungkin aku harus bertanya ke Dojima-san, setahu ku Adachi adalah mantan partner Dojima-san saat terjadi kasus itu, karena katanya dia masih baru dan partner dojima-san sedang ada tugas diluar kota. Tapi lebih baik makan dulu karena isi tenaga sebelum 'bertempur', di Chinese Diner Aiya , kudengar disini makanannya enak, apalagi saat hujan tiba ada menu special Mega Beef Bowl.
Setibanya disana ada sekumpulan anak seumuran Yosuke, ada pemuda berambut orange brownies, teddie, pemuda berambut abu-abu, pemuda berambut biru gelap dan…
Tunggu dulu.."AH! Risette dan Kan-!" Teriakku tanpa sadar, sialnya seketika mereka melihatku, dan seorang anak berambut orange brownies mendekatiku dan mulai berbisik
"Aki-san! Aku tahu tujuanmu kesini! Pasti ada sesuatu!" ucapnya tidak percaya
"ehh…. Aku kesini ingin bertemu Risette untuk menanyai tentang single terbarunya!" maafkan aku Yosuke aku berbohong!
Rise mendekatiku "ehh, kenalmu Yosuke?" tanyanya
Ia mulai memperkenalkan diriku "oh iya, kenalkan ini Aki-san, dia tetanggaku waktu aku masih dikota dan-"
"dia akan menjadi pacarku!" tiba-tiba teddie mendekatiku dengan riang
Serentak semuanya tertawa
"oiya, Rise! Aku kesini untuk wawancara album barumu, bagaimana?" tanyaku untuk memperkuat alibiku
"hmmm okay! Tapi setelah acara penyambutan senpai selesai ya!" jawabnya dengan sikap rosette, seperti biasa di televisi
"Senpai?" tanyaku, dan pemuda berambut abu-abu mendekatiku
"itu aku, salam kenal namaku Yu Narukami" kami pun berjabat tangan
…argh, perasaaan apa ini tiba-tiba aku merasa pusing
"SENPAI! Sudah dong berjabat tangannya ayo lanjutkan lagi acaranya!" suara risse menyadarkanku dan aku melepaskan jabat tanganku dan dia mulai memeluk tangan Yu.
Acara merekapun dilanjutkan dan setelah itu sesuai janji aku mewawancarai rise sendirian di toko dekat situ, ini kesempatan!
Awalanya kumulai dengan perkembangan albumnya dan…
"jadi Rise, maaf ya kalau inii agak privasi tapi apakah dulu kau pernah diculik setelah pengunduran diri sementara 2 tahun yang lalu?" tanyaku dengan tegas
wajahnya dari yang ceria menjadi sedikit terkejut " ah,ya…. "
"dan kau tidak ingat apa-apa?"
"ya, ada pertanyaan lain, jika tidak-?" dia mulai merasa cemas dan berdiri
Wah, dia jadi tegas tapi sepertinya aku akan kesulitan mendapatkan petunjuk, ia ingin pergi, jadi kulakukan dengan cara lain, aku mematikan handphoneku dan memasukan kertas notes ke kantong celanaku
"maaf, membuatmu mengingat masa-masa tidak menyenangkan, aku sudah selesai wawancaranya tapi boleh kita berbincang-bincang sebentar?"
"Iya, Aki-san" dia kembali duduk
Bagus, kami hanya membicarakan kehidupan sehari-hari setelahnya seperti hobi, masa lalu, dan..
"jadi Rise, bagaimana kau mengenal yosuke? Walaupun dia anak dari pendiri junes sejak 1 tahun lalu dia kalah pamor darimu kan dan dia kelas dua bagaimana kau mengenalnya?" Tanya dengan santai
Ia kaget, dan bingung dengan harus menjawab apa "ahh..itu jadi aku mengenalnya sehari sebelum aku diculik, dia membeli tahu bersama senpai dan kanji-kun" jawabnya namun kenapa ia terlihat agak resah? Sebentar sehari sebelum penculikan?
Dari kejauhan aku merasakan seseorang melihat kami, dan dia mulai memanggil rise
"oo, jadi setelah itu kalian mengenal satu sama lain, tunggu apa maksudmu sehari sebelum kejadian? Apa tujuan mereka? Jangan-jangan kau-" aku mulai penasana, akhirnya! Sebuah petunjuk
Aku merasakan seseorang menepuk ku "sudahlah Akiha-san, kau baru saja bertemu dengan Rise kenapa membuat dia cemas?" ternyata anak berambut biru tua itu, naoto shirogane, oiya dia dulu adalah Detective Prince yang cukup terkenal, dulu aku pernah mewawancarainya tapi dia tidak seperti dulu sangat menyebalkan tapi ia sangat perhatian kepada temannya dan cukup pemalu.
"ah, maaf-maaf kebiasaan. Oiya naoto-chan, boleh bicara berdua nanti?" ucap maafku, namun
"ccchan!? Ahhaha… boleh saja! Kapan?" dia menjadi malu-malu dan sangat bahagia
"Ah Naoto! Kau sangat lucu dan cantik kenapa kamu malu dengan itu?" lanjut candanku
"Naoto! Sadar! Maaf kalau dia diperlakukan seperti wanita dia masih agak kaku, oiya akan kuberi nomorku dan naoto, maaf ya akiha san!"
"ah tak apa-apa"
Yes! Aku akan mendapat bantuan dari orang dalam untuk menjenguk adachi!
…
Sore harinya aku berencana untuk berbicara dengan naoto, dan beruntungnya kami akan berbicara di tempat adachi dipenjara! Wow, kenapa hari ini keberuntungan datang terus ya?
Tapi… aku kehilangan arah bagaimana ini? Aku melihat seorang wanita dengan berambut coklat muda memakai jaket olahraga, sepertinya dia akan latihan lari seperti petinju, lebih baik Tanya saja
"permisi, mau Tanya kalau kepolisian Inaba dimana ya?" Tanyaku
Dia berpikir "sebentar ya, oiya dari sini lurus terus lalu di toko itu belok kanan, nanti terlihat kantornya kok"
"oh terimakasih ya! Dan selamat berlatih!"
"Ya terima kasih, demi mimpiku menjadi polisi!" teriaknya
Wow, jiwa muda mengingatkan aku waktu muda dalam mencari pekerjaanku! Wah dia memberiku semangat!
Sesaat aku di depan pos polisi, aku semakin semangat dan tegang karena sebentar lagi akan mendapatkan jawaban dari kasus ini, namun….
"jadi apa yang akan anda bicarakan, Akiha-san?" tanyanya
Dari tadi sejak bertemu sepertinya dia tidak percaya tujuanku kesini hanya untuk membicarakan tentang dia, detektif muda yang banyak mengungkap misteri. Sebenarnya untuk adachi sih
Akhirnya aku menjelaskan semuanya
"Jadi sebenarnya itu tujuanku kesini,Naoto-san. Maaf, aku membicarakan kasus yang sudah ditutup dan salah satu kasus tersulit dalam- "
"oh, ternyata benar apa kata Yosuke senpai, hmm baikalah kalau kau penasaran coba saja ke tempat adachi" jawabnya dengan agak menyesal
"benarkah! Terimakasih!" Balasku dengan bahagia,
Tanpa pikir panjang aku mulai berlari menuju adachi dan dari kejauhan naoto berkata
"hati-hati dan bersiaplah untuk sesuatu"
...
Apa maksudnya dengan persiapan? Sudahlah,sebentar lagi aku bisa menemui adachi, sekarang aku menuju tempat pengunjungan
Tapi...
"Maaf anda siapanya Adachi?" Tanya penjaga dari tempat pengunjung
Waduh, apa yang harus ku katakan, aku adiknya? Atau perwakilan dari orang tuanya? Atau..
"Ah, Akiha-san mau menjenguk siapa?" Ternyata Yu sedang menjenguk seseorang dan dia sudah selesai dengan jam jenguknya
"Anu, aku ingin menjenguk Adachi karena..." Jawabku dengan agak ragu-ragu, aduh aku harus bilang apa?
Aku melihat dari kejauhan ada adachi melihatku, di langsung berbicara dari jauh ke penjaganya
"Tenang! Dia itu pacarku jadi perbolehkan dia masuk!" Jawabnya dengan riang dan ceria
"Waduh, bilang dari tadi dong, aku kira kamu eartawan yang berbohong hahaha..." Tawa penjaga itu
Syukurlah, akhirnya! Semuanya akan terungkap!
"Terima kasih Adachi-san! Kau membantuku" ucap terima kasih kepada ku
"Ah tak apa, jadi kau kesini..." Tanyanya
"Oh, aku kesini hanya membe-" tiba-tiba ia terlihat serius
"Aku tahu kau akan kesini dan aku tahu tujuan mu kesini" jawabnya dengan dingin
"Bagaimana..." Bagaimana dia tahu..
"didalam mimpiku, seseorang memberitahuku bahwa kau, Akiha seorang reporter yang penasaran akan 'kasusku' akan datang."
Apa? Mimpi?
"Nah...akan kujawab pertanyaanmu dengan satu jawaban, bisa dibilang ini inti jawaban dari semua pertanyaanmu 'bagaimana caramu membunuh semua korbanmu?',heh.. Akan ku beritahu." Jawabnya dengan tegas
Entah mengapa aku semakin tegang,jantungku berdebar-debar lebih cepat dari biasanya.
" Aku membunuh korban-korbanku dengan memasukan mereka ke tv sama dengan Namatame." Jawabnya dengan nada datar
Ap...apa yang dia katakan...
"Hanya itu yang kuberitahu, ku beri kau pilihan, jika kau masih mengikuti nafsumu aku akan menjelaskan semuanya,"
Memasukan...memasukan korbannya ke tv? Namatame, pelaku 'palsu' dari kasus pembunuhan juga melakukan hal yang sama? Apa-apaan ini!
"namun nyawa adalah taruhannya tapi jika kau masih sayang dengan nyawamu, lupakan semuanya dan pulanglah" ia melanjutkan penjelasan kenyataan yang 'aneh' itu
"Tentu saja jawabnya-!" Saat aku mau menjawabnya timbul kebimbangan dalam hatiku apa ini semua benar? Apa ini hanya untuk memuaskan hatiku?
".. Sudah kuduga" kata adachi dengan serius
Dia perlahan-lahan menjadi tersenyum, suasaba seriusnya juga menghilang menjadi suasana senang gembira seperti bertemu tadi
"Onechan! Tenang kok aku masih disini, jadi kalau menjawab pertanyaanku nanti saja! Hahaha..." Dia menjadi adachi yang periang lagi, dan waktu berkunjung pun habis. Ia hanya tersenyum seperti berkata "kapan-kapan kesini lagi ya"
...
Apa yang harus kupilih?
14:09 20/02/2013 finannly! akhirnya pst juga gara2 kuliah nih, gua sibuk sori ya!
