Part 0: Regret
2 hari telah berlalu sejak kejadian itu dan akhirnya aku memutuskan untuk memikirkan ini di rumah ku, akhirnya aku kembali ke kotaku,osaka.
Akhirnya sampai juga walau hampir tengah malam ,untung dapat kereta terakhir kalau tidak...
Kenapa,kenapa aku mau pulang? Walaupun petunjuk sudah dekat, namun sepertinya ini bukan hal yang harus kuurus,namun.. Kenapa aku masih penasaran? Mengapa-
"HEI AKIHA!" Terdengar suara teriakan seorang perempuan dari jauh,
Suara itu membuat pikiran tentang masalah ini hil ang, ternyata itu Kaho, teman ku sejak sma, dia juga pernah tinggal dikostsanku,tapi Sekarang ia tinggal diperumahan dekat kostanku karena menikah,
"Hei! bagaimana keadaan mu, sudah move on? Sudah punya pacar,sudah..." Sapaanya ke aku
"Hentikan! Hah.. Itu2 mulu pertanyaanmu. Sudahlah aku kan seorang yang mencintai pekerjaan!"Balasku ke sapaannya yang menjengkelkan, kenapa sih selalu itu terus
"Workholic.. Dasar, jadi bagaimana pekerjaanmu?" Tanyanya dengan penasaran
"Ah biasa saja anehnya aku diberi libur sama boss" jawabku dengan sedikit lelah
"Hah! Serius?! Padahal kudengar dia tidak pernah memberi libur semudah itu! Atau mungkin" ia melihatku seperti menggoda
Wajahku sedikit memerah"ti..tidak ada apa2! Kami cuma rekan kerja saja.. Ngk ada pe..perasaan khusus!" Ah aku teriak
Ia terkaget "eee, aku tidak bilang apa-apa kok jangan-jangan kamu suka ya " ia masih melanjutkan godaannya
"Huh! Bodo amat!"
"Jadi apa yang kau lakukan sekarang?" Tanyanya penasaran
Tiba-tiba terdengar suara aneh tapi aku tidak memperdulikannya
"Tidak tahu ya,cuma jalan-jalan Tatsumi Port Island ke dan Yasoinaba, sebenarnya mengurus suatu kasus kadaluarasa yang akag menarik tapi jangan kasih tau siapa-siapa! Apa lagi boss bisa bahaya aku!" setelah selesai berbicara aku menoleh ke Kaho "jadi bagaim- "
namun hanya peti mayat yang berdiri tegak berwarna hitam dan ada tanda aneh di kotak itu, aku menyadari kalau waktu berhenti berdetak, malam terlihat sangat aneh karena bulan yang bersinar dengan warna hijau rumput , sekeliling terlihat terang berwarna hijau gelap. Apa yamg terjadi?!
...
Dalam kebingugannya itu ia mendengar suara. "GRAAAAAAAAAUUUUU!" Ia mulai Ketakutan
dari kejauhan terlihat seekor monster berbentuk cairan dengan topeng membawa tulang manusia , lalu monster itu melihat Akina,ia terlihat lapar. Akina hanya bisa terdiam, karena ia ketakutan dan berpikiran 'mungkin in akhir dari segalanya ,mungkin aku akan mati'.
Ia hanya berharap semua ini hanya mimpi, monster itu menabrak Akina sampai ia terlepar cukup jauh, ia mulai kehilangan kesadaran dan hanya bisa pasrah, namun beberapa saat kemudian terdengar
"Hentikan, Takeru!" suara gadis yang menyuruh sesorang untuk menjauh namun orang itu berkata "Tidak! Aku akan menyelamatkanya! Persona!", lalu Akina melihat tebasan pedang yang seketika membuat monster itu terluka cukup parah dan saat mulai kehilangan kesadarannya, ia melihat seorang pelajar SMA membawa pedang.
Bel weker membangunkanya, ia terbangun dikamarnya yang tak lama ia 'tempati'. Ia merasa memiliki mimpi yang buruk karena mencari fakta dikasus ini mungkin karena terlalu memikirkan hal ini . Ia menyesal karena mencari hal yang tidak penting dan yang paling penting ia bersyukur karena semua ini pasti mimpi,pasti,pasti...
Ia pun bersiap untuk melakukan liburan untuk melupakan mimpi buruk itu, benar kata bosnya bahwa mungkin ia butuh istirahat yang panjang karena terlalu banyak bekerja ,dia mengemas semua barang yang diperlukan tapi ia masih terpikirkan hal itu, mimpi aneh itu.
"Saatnya berangkat!" ucap semangat ia ketika membuka pintu rumah
ia berpikir kemanakah ia harus pergi mungkin ke Kyoto atau...
tiba-tiba seorang anak laki-laki yang sama seperti 'mimpi'nya mendekat dan berkata
"Lupakan hal kemarin karena kau selamat dan jalani hidupmu seperti sedia kala." Ucap anak itu dan saat Akina mengengok ke arah anak itu berjalan, ia menghilang. Jadi ini bukan mimpi? Jadi apa itu?_
21/02/2013 akhirnya selesai juga satu malem tancep!
