LOVE
Super Junior © SM Entertainment
Story By Coil Lawliet
WonKyu slight SiBum
.
.
.
CHAPTER 2
Sesosok namja manis dengan surai caramel tampak tengah duduk sendirian dibangku taman. pandangannya tampak kosong, pikirannya melayang jauh dan sudah lebih dari 5 jam si namja manis tersebut terus duduk dibangku taman, tanpa melakukan hal apapun selain melamun… semilir angin sore perlahan membelai lembut rambutnya, cuaca sore ini tampak mendung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan…
TESSS… TESSS…
Dan perlahan Hujan mulai turun. Awalnya hanya rintik-rintik tapi kemudian mengalir deras dengan disertai angin lebat, tapi namja manis tersebut tampak enggan bangkit dari posisinya padahal hujan mulai turun dengan sangat derasnya, tapi sepertinya namja manis tersebut tampak tidak berminat untuk mencari tempat berteduh…
"U-umma, Ap…pa…" gumam si namja manis a.k.a Kyuhyun lirih dengan suara sedikit bergetar, tubuhnya terlihat gemetaran, mungkin Kyuhyun tengah kedinginan jika dilihat dari kondisinya. Bagaimana tidak kedinginan jika ia hanya mengenakan kaos t-shirt dengan syal putih yang melingkar manis dilehernya… tapi walaupun ia tahu bahwa ia tengah kedinginan dan dia bisa sakit jika berlama-lama dibawah guyuran hujan, Kyuhyun tampak tidak berniat untuk beranjak pergi dari tempatnya, dan Kyuhyun lebih memilih mengangkat kedua kakinya keatas kursi lalu memeluknya erat, ia abaikan rasa dingin yang sudah mampu membuat kaku tubuhnya juga membuat wajahnya menjadi lebih pucat…
"Nnnggg?" gumam Kyuhyun saat merasakan air hujan tidak lagi menimpa tubuhnya
"Apa kau mau mati kedinginan?" ucap sebuah suara yang terasa sangat familiar ditelinga Kyuhyun, Kyuhyun mendongak keatas dan hal yang pertama kali Kyuhyun lihat adalah sebuah payung berwarna baby blue(?) tengah bertengger diatas kepalanya
"Siwon hyung…" gumam Kyuhyun pelan saat melihat wajah Siwon yang tengah berdiri dibelakang tubuhnya, Siwon segera berjalan kehadapan Kyuhyun lalu berjongkok didepan Kyuhyun
Saat Kyuhyun melihat Siwon hanya diam memandangnya dengan tangan kanan yang terus memayungi tubuh Kyuhyun sementara Siwon sendiri tengah kehujanan, Kyuhyun langsung menurunkan kedua kakinya lalu segera menerjang tubuh Siwon hingga Siwon terdorong kebelakang dan terjatuh diatas rumput dengan Kyuhyun yang berada diatas tubuhnya, sementara payung dalam genggaman Siwon entah terbang kemana, dan kini mereka tengah berpelukan diatas rumput taman dibawah guyuran hujan…
"Hiksss… a-aku tahu hyung akan datang mencariku, aku sedang bertaruh… jika hyung menyayangiku hyung pasti akan mencariku dan datang kemari, tapi jika hyung tidak menyayangiku… maka aku akan mati kedinginan disini hyung… hiksss, tapi aku tahu… hyung pasti akan datang… hikss, hiksss…" ucap Kyuhyun yang mulai terisak dalam pelukan Siwon dengan tubuh yang bergetar hebat
"Don't cry baby, please… jangan lakukan hal bodoh seperti ini lagi ne, kau membuatku takut…" ucap Siwon mengelus kepala Kyuhyun yang tengah berada diatas tubuhnya, Kyuhyun hanya mengangguk pelan lalu segera bangkit dari atas tubuh Siwon…
.
.
.
"BabyKyu… istirahatlah, aku tidak mau jika kau sakit…" ucap Siwon menyerahkan segelas susu coklat hangat pada Kyuhyun, dan Kyuhyun langsung menerima minuman hangat pemberian Siwon tersebut
"Hyung takut umma hyung menyalahkan hyung jika aku sakit, dan Hyung tidak mau jika hyung harus bertengkar dengan umma hyung hanya karena namja tidak penting sepertiku bukan?" ucap Kyuhyun yang mulai meniupi cangkir susu coklatnya untuk menghilangkan uap yang masih mengepul dicangkir tersebut
Mendengar ucapan Kyuhyun. Siwon hanya menghela nafas, apa Kyuhyun baru saja menyindirnya atas perkataan Siwon waktu itu? Dan Siwon memutuskan untuk duduk disofa disamping Kyuhyun, saat Siwon melihat Kyuhyun menaruh gelas keatas meja, Siwon segera meraih tubuh Kyuhyun lalu memeluknya erat, Siwon mencoba menyalurkan kehangatan saat melihat tubuh Kyuhyun masih menggigil karena kedinginan, padahal Kyuhyun sudah mengganti pakaiannya dan sekarang selimut tebal dengan setia menempel ditubuh kurusnya…
"Dengarkan aku babyKyu. aku minta maaf atas perlakuan burukku padamu selama ini, aku tahu… aku memang keterlaluan, aku janji… aku tidak akan mengulangi kesalahanku… aku benar-benar menyesal baby…" Lirih Siwon sambil terus mengusap surai Kyuhyun dimana kini Kyuhyun tengah menyandarkan kepalanya dipundak Siwon, Kyuhyun hanya diam, Siwon merasa semakin merasa bersalah, apakah sikapnya pada Kyuhyun sungguh sangat keterlaluan sehingga Kyuhyun tidak mau memaafkan Siwon? Oke, Siwon mulai takut sekarang.
Perlahan Siwon melihat wajah Kyuhyun. Dan Siwon hanya tersenyum simpul saat melihat Kyuhyun tengah tertidur dipundaknya, Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun dengan sayang dan setelahnya Siwon makin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun, entah kenapa firasat Siwon menjadi tidak enak, tapi ngomong-ngomong sepertinya ada yang aneh, bagaimana mungkin Siwon tiba-tiba saja bisa sangat baik pada Kyuhyun, ada apakah gerangan?
.
FLASHBACK…
Pukul 16:45 WKS Siwon baru saja pulang dari kantor. Siwon sedikit heran saat tidak melihat sosok Kyuhyun dimanapun, jujur saja Siwon sedikit kehilangan tapi dengan cepat Siwon menepisnya, bukankah ini yang diinginkan oleh Siwon? Saat Siwon hendak memasuki kamarnya tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, saat melihat nama Leeteuk umma tertera dilayar ponselnya segera saja Siwon menekan tombol jawab...
"Ne, umma… wae?"
"…"
"Ne, aku kesana…"
Belum sempat Siwon mengganti pakaiannya, Siwon langsung mengambil kembali kunci mobilnya dan langsung pergi kemansion Choi dimana Leeteuk tinggal…
.
.
"Umma?" panggil Siwon setelah membuka pintu rumah Leeteuk lalu menutupnya kembali, keadaan mansion Choi sangat sepi jika mengingat hanya Leeteuk saja yang tinggal dimansion mewah tersebut, hanya suara petir yang menyambar-nyambar yang mengisi seluruh ruangan didalam mansion Choi, hujan lebat serta petir yang menyambar-nyambar tengah mengguyur kota seoul sejak siang tadi…
Siwon menjadi sangat khawatir saat tidak menemukan sosok Leeteuk dimanapun, tapi kekhawatiran Siwon langsung sirna saat melihat Leeteuk tengah menuruni anak tangga.
"Wonnie-ah, kau sudah datang rupanya… mana Kyuhyunie?" tanya Leeteuk berjalan menghampiri Siwon
"Dia tidak dirumah." Jawab Siwon singkat
Leeteuk sedikit mengernyit heran mendengar jawaban Siwon.
"Kalian sedang bertengkar?" tebak Leeteuk asal
"Ani, sepertinya dia pergi dari rumah."
"Kau sudah mencarinya chagi?" tanya Leeteuk khawatir
"Aniyo."
"Wae?" Leeteuk terlihat makin khawatir
"Ck, aku heran kenapa umma sangat peduli padanya? Setiap detik umma selalu menanyakan dia, kabarnya, sehatkah? Sakitkah? umma tidak pernah bertanya tentangku, padahal jelas-jelas aku putra kandung umma…" ucap Siwon sedikit kesal
"Cari dia Wonnie-ah." Perintah Leeteuk tegas
"Aku menolak."
"Baik, biar umma yang akan mencarinya. Ingat Wonnie-ah, jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyunie… umma tidak akan memaafkanmu."
"Tunggu umma, kenapa umma sangat khawatir padanya?"
"Dengar Wonnie-ah, saat kau study di London dan umma terkena serangan jantung karena Appa-mu, kau pikir siapa yang menolong umma dan segera melarikan umma kerumah sakit? Wonnie-ah, dokter bilang… jika terlambat sedikit saja, nyawa umma tidak akan bisa terselamatkan… seharusnya kau berterima kasih padanya Wonnie-ah, berkat dia kau masih memiliki seorang umma…"
"Umma a-aku_"
"Sudahlah, umma harus pergi mencari Kyuhyun."
"A-aniyo, aku yang akan mencarinya…"
.
FLASHBACK END…
BRAAAKKKKK…
Saat mendengar pintu rumahnya didobrak dari luar Siwon langsung tersadar dari lamunannya, begitupun dengan Kyuhyun yang langsung terbangun dari tidurnya. Segera saja Siwon bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang berani-beraninya mendobrak pintu rumahnya…
"Kibummie?" gumam Siwon terkejut saat melihat sesosok namja manis dengan surai hitam kelam tengah berdiri diambang pintu dengan keadaan basah kuyup
"H-hyung… k-kau melupakan janjimu…" ucap Kibum lemah yang mulai berjalan mendekat kearah Siwon, tapi baru beberapa langkah Kibum langsung menghentikan langkah kakinya saat melihat sesosok namja manis dengan surai caramel serta iris mata yang senada dengan rambutnya tengah berdiri dibelakang tubuh Siwon dengan raut wajah kebingungan
"K-kau me-melupakanku ka…rena di-dia hyung? A…ku tidak menyangka kau a-akan melupakan janji yang kau buat s-sendiri…" ucap Kibum dengan suara bergetar, tubuhnya tampak menggigil kedinginan
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini Bummie?" tanya Siwon heran, seingat Siwon ia tidak pernah memberitahukan tempat ia tinggal pada siapapun termasuk Kibum –kekasihnya-… dan Siwon sama sekali tidak menyadari saat perlahan tangan kanan Kibum menyelinap masuk kedalam baju yang Kibum kenakan...
"Hyung, apa dia teman hyung?" tanya Kyuhyun polos, jujur saja Kyuhyun tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh namja yang kini tengah berdiri didepan mereka
"BabyKyu…" gumam Siwon yang sepertinya baru menyadari kehadiran Kyuhyun, mungkin saking kagetnya dengan kedatangan Kibum sehingga Siwon hampir lupa dengan keberadaan Kyuhyun, saat melihat Siwon yang hanya diam Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri Kibum, Kyuhyun merasa kasihan dengan kondisi Kibum yang basah kuyup, Siwon yang mulai merasakan firasat tidak enak hendak mencegah Kyuhyun untuk mendekati Kibum tapi entah kenapa suara Siwon terasa tertahan ditenggorokannya…
Saat Kyuhyun mulai menjauh dari Siwon dan mulai dekat dengan Kibum, dengan cepat Kibum mengeluarkan tangan kananya yang dari tadi terus berada dibalik bajunya dan_
DOOORRRRR…..
Semuanya berlangsung dengan cepat, semuanya terjadi seakan-akan hanya dalam satu kedipan mata, suara peluru tembakan, jeritan kesakitan Kyuhyun, seringaian Kibum, wajah terkejut Siwon, saking terkejutnya Siwon sampai lupa untuk bernafas, dan perlahan tubuh Kyuhyun kehilangan keseimbangan…
"Ba-babyKyu… BABYKYUUU…" teriak Siwon saat melihat tubuh Kyuhyun hendak jatuh kelantai tapi dengan cepat Siwon menangkap tubuh Kyuhyun, sebelum tubuh Kyuhyun benar-benar jatuh kelantai
"H-hyunghhh… sa…rang…he…" lirih Kyuhyun dengan susah payah, jemari Kyuhyun hendak menghapus air mata Siwon yang mulai mengalir dipipinya tapi sebelum tangan Kyuhyun meraih pipi Siwon, Kyuhyun sudah lebih dulu kehilangan nyawanya, tangannya langsung terkulai lemas dan jatuh kelantai, darah segar mengalir deras dari dadanya yang terkena tembakan peluru Kibum, sementara Kibum yang melihat hal itu segera pergi dari rumah Siwon dengan terburu-buru. Sekilas Siwon melihat kepergian Kibum dengan air mata yang terus mengalir sehingga pandangan Siwon sedikit buram…
"BabyKyu… Baby, bangunlah chagi… aku mohon, bangunlah…" lirih Siwon pelan seperti tengah berbisik, kedua tangannya terus mendekap tubuh Kyuhyun yang sudah tidak bernyawa lagi
Pedih, sakit, dan beribu-ribu kata lainnya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata berada dalam benak Siwon saat ini. Tapi dari sekian banyak rasa, penyesalanlah yang sangat mendominasi perasaan Siwon…
"BABYKYUUU…" teriak Siwon pilu, menggema diseluruh ruangan…
.
.
.
.
.
X-X-X-X-X-X-X
3 TAHUN KEMUDIAN…
"Dokter, bagaimana keadaan putraku?" tanya sesosok namja dewasa berwajah oriental saat seorang dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Siwon
"Keadaannya tidak berubah, sepertinya dia perlu dirawat dirumah sakit..." ucap seorang dokter yang menjadi dokter pribadi keluarga Choi
"ANIYO, AKU TIDAK MAU JIKA SIWONNIE DIRAWAT DIRUMAH SAKIT…" teriak sesosok namja cantik histeris
"Ne, aku mengerti perasaanmu Teukkie-ah… tapi mungkin memang kita harus membawa Shi Yuan kerumah sakit jiwa… jika ka_"
"ANIYO… SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK MAU JIKA AKU HARUS BERPISAH DENGAN ANAKKU… mungkin bagimu mudah mengatakan hal itu tuan Tan Hanggeng, tapi tidak untukku…" ucap Leeteuk sinis
"Jika itu memang keinginan Leeteuk-ssi, saya akan berusaha semampu saya untuk menangani Siwon-ssi…" ucap bijak
"Teukkie-ah, Shi Yuan juga putraku… aku ingin dia segera sembuh, ma_"
"PUTRA? SETELAH DIA MENJADI SEPERTI INI KAU BARU MENGAKUINYA SEBAGAI PUTRAMU…! KEMANA SAJA KAU SELAMA INI HAHHH? KEMANA KAU SELAMA 25TAHUN TERAKHIR… kau bahkan tidak pernah mau melihat Siwonnie, menggelikan sekali jika sekarang kau mengakuinya sebagai anak… putraku bahkan hanya mengenal ayahnya lewat sebuah foto… dan ingat, Siwonnie-ku tidak gila." ucap Leeteuk emosi yang mulai membuka pintu kamar Siwon
"Teukkie ak_"
BLAAAMMM…(?)
Leeteuk langsung membanting pintu kamar Siwon tepat didepan wajah Hanggeng… dan Hanggeng hanya mampu diam didepan pintu kamar dengan ditemani Heechul yang berusaha menenangkannya…
.
.
Malam ini begitu sunyi, tidak ada suara apapun yang terdengar… semua penghuni mansion Choi tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, hanya suara acara tv-lah yang mengisi kekosongan dirumah itu, itupun hanya Zhoumi dan Henry yang tengah menonton acara televisi…
"Mimi-ge, aku merasa kasihan pada Shi Yuan-ge… dia tampak begitu menderita ge…" ucap Henry sambil terus menghapus air mata yang terus mengalir dari kelopak matanya, sudah 5 boks tissue Henry habiskan hari ini, sedikit berkurang dari hari-hari kemarin…
Sementara Zhoumi yang menjadi hyung dari Henry hanya mampu menghibur dongsaengnya agar tidak terlalu bersedih dengan kondisi Siwon…
"Ne Henly-ya… Gege juga sangat sedih dengan kondisi Shi Yuan, andai kita bisa menemukan orang yang sudah menyebabkan Kui Xian meninggal… tentunya semuanya tidak akan terlalu berantakan bukan?" gumam Zhoumi pelan, sayup-sayup mereka mendengar suara dentingan piano yang terus mengalunkan nada-nada sedih dari lantai atas mansion Choi… kamar Leeteuk.
"Sepertinya Li te umma semakin terpuruk dengan kondisi Shi Yuan-ge yang makin memburuk setiap harinya, padahal ini sudah 3 tahun…" lirih Henry yang mulai menenggelamkan wajahnya diperpotongan leher Zhoumi, dan tidak ada yang bisa Zhoumi lakukan selain mengelus-elus punggung Henry dengan penuh kasih sayang untuk menenangkannya.
Zhoumi pernah berencana membawa Henry untuk kembali keChina, Zhoumi tidak mau jika Henry terus bersedih karena jujur saja Henry sangat gampang sekali menangis… tapi sayangnya Henry selalu menolak… dan beginilah jadinya, mereka ikut terkurung didalam kesedihan yang tidak berujung… tapi semua penghuni mansion Choi tidak tahu bahwa akan ada yang mengakhiri kesedihan ini…
.
.
.
"Wonnie-ah, waktunya makan malam chagi…" ucap Leeteuk sambil membawa nampan berisi makanan lalu menaruhnya diatas meja disamping tempat tidur
Kamar yang Siwon tempati sangatlah sederhana. Kamar itu hanya terdiri dari sebuah tempat tidur, sebuah meja kecil, dan sebuah lemari pakaian. Simple… itulah yang disarankan oleh , hanya takut jika Siwon mencoba bunuh diri seperti kasus-kasus yang sering ia tanganni, walaupun sejauh ini Siwon tidak pernah menunjukan percobaan bunuh diri, hmm… mungkin Siwon belum berpikiran kesana, atau Siwon belum mau melakukannya? Menuggu waktu yang tepat? Entahlah, tidak ada yang tahu hal itu…
"Siwonnie…" lirih Leeteuk dan air mata langsung membasahi pipi pucat Leeteuk, Leeteuk tidak pernah bisa menahan air matanya jika sudah berhadapan dengan Siwon, Leeteuk selalu bersedih saat melihat kondisi Siwon yang semakin hari semakin memburuk sejak kematian Kyuhyun…
Kurus, pucat, berantakan, itulah Siwon yang sekarang. dan dari semua itu yang mampu membuat Leeteuk sangat bersedih adalah rantai besi yang dipasang dikaki kanan Siwon yang dihubungkan dengan kaki tempat tidur, Leeteuk menyetujui agar kaki Siwon dirantai saat melihat Siwon mencoba melarikan diri ataupun mencoba melukai Siapapun yang mendekatinya termasuk Leeteuk…
Melihat Siwon sama sekali tidak merespon kehadirannya, Leeteuk mencoba mendekati Siwon yang tengah berdiri didepan jendela kamarnya, walaupun Leeteuk sedikit takut jika Siwon akan melukainya.
"Siwonnie…" panggil Leeteuk pelan, tidak ada jawaban Leeteuk memutuskan untuk semakin mendekati Siwon
"Siwonnie…" panggil Leeteuk memegang tangan Siwon, Siwon menoleh memandang Leeteuk dengan matanya, lingkaran hitam dibawah mata Siwon tampak terlihat tebal, wajahnya begitu pucat bagaikan mayat. Insomnia? Tentu saja, Siwon selalu mengalami mimpi buruk jika ia mencoba untuk tidur ataupun mencoba memejamkan matanya.
Pandangan Siwon teralih pada lengannya dimana jemari Leeteuk tengah menggenggam lengannya, lalu pandangan Siwon kembali menatap Leeteuk dan untuk sesaat pandangan mereka bertemu, lalu tiba-tiba saja Siwon mencengkram kedua bahu Leeteuk…
"KEMBALIKAN KYUHYUN-KU…" teriak Siwon penuh emosi tepat didepan wajah Leeteuk sementara jemarinya dengan kuat mencengkram bahu Leeteuk, mata Siwon tampak memerah
"Le-lepas Siwonnie… kau menyakiti umma chagi…" ucap Leeteuk kesakitan mencoba melepaskan diri dari Siwon, tapi sangat susah
Siwon tampaknya tidak mendengar permohonan Leeteuk, sehingga dia semakin kuat mencengkram kedua bahu Leeteuk…
"TO…Akkkhhhh… sa-sakit… Wonnie-ah…" ucap Leeteuk yang kini tengah meringis kesakitan saat Siwon semakin kuat mencengkram bahunya, Leeteuk berniat berteriak meminta tolong tapi saat Leeteuk menyadari bahwa kamar Siwon kedap suara, Leeteuk membatalkan niatnya.
"CHOI SIWON, LEPASKAN DIA…" teriak Hanggeng dari arah pintu, Siwon dan Leeteuk segera menolah, dan tampaklah Hanggeng tengah menghampiri mereka dengan langkah terburu-buru
Siwon hanya diam memandang Hanggeng yang sudah ada dihadapannya dengan penuh emosi…
"Lepaskan dia Siwonnie, dia umma-mu… apa kau lupa? Bukankah kau sangat menyayanginya sehingga kau mau mengorbankan kebahagiaanmu untuknya? Dia umma yang sangat kau sayangi Wonnie-ah…"
Mendengar ucapan Hanggeng perlahan Siwon melepaskan cengkramannya pada bahu Leeteuk, sepertinya otak Siwon masih mampu untuk mengingat Leeteuk…
"Pergi…" lirih Siwon pelan dengan jari telunjuk yang mengarah pada pintu kamarnya
"Siwonnie…" gumam Leeteuk memandang Siwon dengan mata yang penuh dengan genangan air mata, sehingga pandangannya sedikit buram, tidak bisakah Siwon melihat Leeteuk? Lihatlah mata Leeteuk yang tampak sangat bengkak karena tidak ada yang Leeteuk lakukan selain menangisi Siwon…
"Teukkie, sebaiknya kita tinggalkan Siwonnie sebentar… mungkin dia ingin sendiri…" ucap Hanggeng meraih tangan Leeteuk dan Leeteuk hanya menurut saja
Setelah Hanggeng dan Leeteuk pergi. Siwon kembali memandang keluar jendela… dan saat mata Siwon melihat tepat pada kaca jendela, dan bayangan dijendela menunjukan pada sebuah meja kecil disamping tempat tidur dimana diatas meja tersebut ada sebuah piring yang berisi makanan, sebuah gelas berisi susu putih dan disamping piring terdapat sebuah sendok dan_ pisau makan…
Perlahan Siwon melangkahkan kakinya menuju meja kecil tersebut. lalu tangannya terulur untuk mengambil sebuah pisau makan, senyum tipis terukir dibibir Siwon. Siwon menimang-nimang pisau tersebut sambil berjalan kembali menuju jendela…
Siwon kembali melihat keluar jendela, dimana ada sebuah taman kota yang sangat indah dengan lampu warna-warni serta berkelap-kelip… saat pandangan Siwon melihat tepat keatas atap sebuah gedung, Siwon melihat ada sesosok namja tengah duduk tepat diatas atap gedung tersebut, namja itu tampak tengah memperhatikan Siwon dalam diam…
Dan saat Siwon terus memperhatikan namja tersebut, bola mata Siwon langsung terbelalak saat mengenali sosok yang tengah tersenyum manis padanya saat ini… sampai kapanpun Siwon tidak pernah bisa melupakan sosok namja manis dengan surai caramel yang telah menjeratnya kedalam pesona yang dimilikinya, dan Siwon langsung tersenyum pada sosok namja manis yang sangat ia rindukan itu, sesaat pandangan Siwon melihat kembali pada sebuah pisau makan yang tengah berada dalam genggamannya, tak lama kemudian pandangan Siwon kembali melihat keatas gedung…
"BabyKyu… aku akan menyusulmu…" gumam Siwon sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya yang sangat menawan, dan bayangan namja yang tengah duduk diatas gedung hanya diam memperhatikan setiap gerakan Siwon…
.
.
.
EPILOG
Ditempat lain…..
"Hyung, kau bilang cincin ini hilang…"
"Hmm… kau percaya babyKyu?"
"Entahlah, apapun yang keluar dari mulut hyung aku akan selalu percaya, apapun itu…"
"Benarkah…"
"Ne…"
"…"
"Berhentilah menatapku hyung…"
"Hmmm… BabyKyu, apa hyung boleh meminta sesuatu?"
"Ne, apa itu hyung? Aku akan selalu menuruti semua keinginan Siwon hyung… karena aku sangat mencintai dan juga menyayangi Siwon hyung…"
"Benarkah, baguslah kalau begitu… karena aku juga sangat mencintai dan menyayangi Choi Kyuhyun yang sudah resmi menjadi 'istriku'… hm, baby… hyung minta_ sepasang anak kembar bolehkan?"
"E-eh…? Ma-maksud h-hyung?"
"Ne.. kita belum pernah melakukan malam pengantin bukan?"
"Tu-tunggu hyung, ak-aku…"
"Ck, kau kebanyakan bicara babyKyu…"
"Ta… Hmmpfttt…"
Dan sebelum Kyuhyun mengeluarkan protes lagi, bibir Siwon sudah lebih dulu membungkam mulut Kyuhyun…
.
.
.
-THE END-
Gomawo buat yang sudah mereview chap 1 ne… ini author sudah update asap buat readersdeul… semoga suka dan maaf jika mengecewakan ne… gomawo buat R&R…
