IVE GOT YOU!
.
YUNJAEYOOSUMIN
.
.
*SHINKI SENIOR HIGH SCHOOL*
Matahari dilangit Seoul terasa begitu terik, mungkin karena memasuki pertengahan bulan April dimana Korea Selatan mulai berganti musim menjadi musim panas. Lapangan salah satu sekolah menengah ternama di Korea yakni SHINKI SENIOR HIGH SCHOOL mulai dipadati siswa-siswa kelas 3 yang akan pergi berkemah, hari ini adalah hari terakhir kebersamaan mereka, karena setelah Ujian Nasional mereka akan lulus sekolah dan status sebagai siswa akan berganti menjadi mahasiswa.
Kelas 3 di SHINKI dibagi menjadi 5 kelas semua kelas saling menghormati dan berteman satu sama lain, namun hanya kelas 3A dan 3C saja yang tidak pernah menampakan keakuran mereka. Sudah sejak kelas 1 anak-anak 3A dan 3C selalu bermasalah, entah itu berkelahi atau saling menjahili, para guru-pun sudah kehabisan ide untuk mengakurkan mereka. Kelas 3A terdiri dari namja-namja berwajah tampan dan bertubuh atletis, mereka adalah Pangeran-pangeran SHINKI. Sedang kelas 3C terdiri dari namja-namja yang dianugerahi kecantikan luar biasa, mereka namja namun wajah bentuk tubuh dan sikap mereka terkadang seperti yeoja. Dan di kelas inilah Jaejoong berada.
"Baiklah semuanya sudah berkumpul?" tanya Jung Soo seongsenim 'menyela' kegaduhan diantara para siswa.
"Semuanya masuk kedalam bis dengan tertib, jangan saling mendorong, dikarenakan bisnya hanya ada empat jadi 3A dan 3C akan digabung menjadi satu" lanjutnya.
"Aish aku tidak mau disatukan dengan namja-namja cantik disana, menyebalkan!" gerutu namja bertinggi hampir dua meter itu kesal.
"Aish reputasiku sebagai namja maskulin dan manly bisa hancur jika berada satu bis dengan mereka" kali ini sang wakil Presiden Sekolah yang berucap, Choi Siwon.
"Whoaaa ini bagus sekali, aku bisa mendekati Junsu kalau begitu" sekarang giliran namja tampan berjidat lebar yang angkat bicara, nampak smirk di bibirnya mengembang.
Jika beberapa siswa 3A nampak protes dengan usulan dari gurunya tak jauh berbeda dengan 3C yang juga menampakan ketidaksukaan mereka atas saran dari wali kelas mereka itu.
"Omo, kita akan satu bis dengan namja-namja mesum itu? andwe!" teriak namja imut besuara lumba-lumba.
"Nanti bagaimana jika mereka tiba-tiba menggerepe-grepe(?)kita?" terlihat Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri ketakutan.
PLETAK~
"Jangan membayangkan yang aneh-aneh, ada Jung Soo seongsenim disana jadi mereka mana mungkin berani, chakkaman Joongie? Jaejoongie dimana? YA! KIM JAEJOONG EODDIEGA?" namja cantik bertampang judes bernama Kim Heechul itu berteriak memanggil Jaejoong.
"Ne, aku disini"
"Kau jangan jauh-jauh dariku aku tidak mau kau diganggu oleh si namja kelebihan otot itu lagi!" sahut Heechul sambil menatap tajam Siwon.
"Uhm!" angguk Jaejoong
"Baiklah semuanya masuk kedalam bis sekarang, 3A 3C Ppaliwa!" teriak Jung Soo seongsenim.
"Yoochun~ah biarkan para 'yeoja' itu masuk dulu, lady's first" ejek Hankyung.
"YA! SIAPA YANG KAU BILANG YEOJA HUH?" pekik Heechul
"Ya siapa lagi, kau kau kau dan kalian semua kelas 3C"
"Shim Changmin manusia kelebihan kalsium jaga bicaramu!" ucap Kyuhyun beserta deathglare gratisnya.
"3A 3C CEPAT MASUK KEDALAM BIS!" teriakan Jung Soo seongsenim membuat siswa 3A dan C sontak terkejut.
Meski perang urat saraf dan saling menebar lirikan tajam belum berakhir namun mereka menuruti perintah guru mereka untuk segera naik kedalam bis. Setelah dipastikan semuanya sudah berada di dalam bis, bis-pun berjalan menuju perkemahan yang terletak di sekitar gunung Seoraksam. Perjalanan ditempuh kurang lebih 90 menit.
Suasana didalam bis sangat ramai, ada yang bermain gitar sambil bernyanyi, mengobrol, bahkan bertengkar, siapa lagi jika bukan kelas 3A yang memulai pertengkaran itu, membuat Jung Soo seongsenim merasa ingin berhenti menjadi guru.
"Chun minggir aku mau ambil minum"
Yunho berdiri untuk mengambil minuman yang berada di tasnya yang ia simpan diatas, membuatnya sedikit kesulitan karena bis yang terus berjalan. Saat bis membelok mendadak, kaleng minuman Yunho terjatuh.
PLUK!
"Ah"
"Eoh? Mi mianhe Jae, kau tidak apa-apa?"
"Gwaenchna" ucap namja tercantik di SHINKI itu seadanya.
*YUNHO'S POV*
Sejak kejadian ulang tahun sekolah setahun lalu, sikap Jaejoong padaku berubah drastis, dia seperti menghindariku bahkan terkesan dingin, dia sudah berhenti membantuku mengajarkan beberapa pelajaran yang tidak aku mengerti, apa ada yang salah denganku sehingga dia menghindar dariku? Jujur aku merasa sangat tidak nyaman saat dia menjauhiku seperti ini, ada apa denganmu Jaejoong~ah?
*YUNHO'S POV END*
90 menit berlalu, mereka telah sampai ketempat yang dituju untuk berkemah, semua siswa sudah turun dari bisnya masing-masing. Udara di Mount Seoraksam sangatlah sejuk dan bersih, sulit sekali mendapatkan udara sebersih ini jika berada di Seoul, tanpa disuruh mereka semua kompak menghirup O2 murni itu mencoba memasukan kedalam paru-paru mereka, mengganti udara kotor dengan yang bersih.
"Semuanya merapat dan berbaris seperti awal, kita akan membagi kelompok untuk menempati tenda masing-masing"
Interuksi Jung Soo seongsenim cukup memecah konsentrasi para siswa yang sedang asik menikmati udara dan melihat pemandangan di sekitar perkemahan. Setelah semua murid berkumpul, Jung Soo seongsenim mulai memanggil ketua murid dari setiap kelas dan membagikan kertas yang berisi nama-nama siswa yang akan tinggal dalam satu kemah.
"Whohooooo kita satu tenda" teriak Yoochun senang
"Hyung, awas kalau malam-malam mengorok" sahut Changmin, dia memanggil semua temannya Hyung karena memang usianya berbeda 2 tahun, ia mengikuti program akselerasi saat Sekolah Dasar.
"Kau juga, awas kalau kau ber-Thai boxing ria malam-malam aku usir kau dari tenda"
Yunho hanya tertawa kecil melihat tingkah dua sahabatnya yang berdebat tidak mau kalah. Mereka mulai merapihkan tas dan bawaan mereka ke tenda, menatanya agar terlihat rapih dan nyaman.
"Jung Yunho"
"Ne, seongsenim"
"Apa tenda kalian masih cukup jika ditambah dua orang lagi? aku tidak tahu kenapa kita bisa kekurangan tenda, padahal saat memesannya sudah aku hitung dan jumlahnya pas"
"Sepertinya masih cukup seongsenim kalau hanya untuk dua orang, memangnya siapa yang tidak kebagian tenda?"
"Jaejoong dan Junsu"
"MWO? SHIRUH! Disini sudah sempit sudah penuh" Changmin menyatakan keberatannya.
"Junsu~ah? Kka masuklah masuklah disini masih luas Kajja kau tidur disini saja" berbeda dengan Changmin, Yuchun yang memang sedang mengincar Junsu nampak antusias.
"Omo satu tenda dengan namja mesum sepertimu? Shiruh shiruh lebih baik aku tidur di luar daripada harus tidur bersama denganmu, seongsenim kami tidur diluar saja daripada harus tidur bersama namja seperti mereka"
"Namja seperti mereka? apa maksudmu eoh? memangnya kami namja seperti apa?" tanya Changmin ketus yang tidak terima dengan pernyataan Junsu barusan.
"Ya namja sepertimu dan temanmu itu, mesum, berjidat lebar suka tebar pesona, sok kegantengan"
"Eh? Aku kan memang tampan luar biasa, semua yeoja akan pingsan hanya dengan senyumanku, tapi aku tidak mesum dan tidak berjidat lebar, lagipula ini juga gara-gara kau, kau yang mencukur rambutku saat aku tertidur diatap sekolah sampai jidatku terlihat lebar seperti ini" kali ini Yuchun mulai terlihat kesal, dia sudah mencoba bersikap baik tapi namja imut dihadapannya justru menyulut kekesalannya.
"Ish idatmu memang sudah lebar sebesar Olimpic stadium jadi rambutmu mau dicukur atau tidak tetap saja terlihat luas"
"KIM JUNSU PARK YUCHUN DIAM! kalian apa benar-benar tidak bisa sehari saja berdamai? pokonya aku tidak mau tahu, Kim Jaejoong dan Kim Junsu akan tidur disini, siapa yang menolak maka Ijazah kelulusan kalian akan aku tahan!"
"Waeeee? seongsenim itu tidak adil" rengek Changmin
"Junsu, Jaejoong masuklah rapihkan barang-barang kalian didalam"
Dengan langkah ragu Jaejoong dan Junsu masuk kedalam tenda yang memang dirancang untuk 5 orang, Junsu menabrak pundak Yoochun membuat namja tampan kesayangan author itu sedikit meringis. Kedua Kim mulai menata ransel mereka didalam tenda.
"Joongie aku tidur dipinggir ne, kau disebelah sini"
"Hum, aku dimana saja Su"
"YAH! itu tempatku dolphin, kau ditengah saja atau diluar"
"Ish dasar tiang listrik benar-benar tidak punya rasa mengalah!"
"Memang tidak! Kka kka sana kau jangan tidur disitu itu tempatku!"
"Aniyo~ aku tidak bisa tidur jika tidak dipinggir"
"M mwo? dasar manja! yah gominam ini camping bukan di hotel, kalau kau mau yang nyaman dan bisa tidur kau pulang saja kerumah hm?"
"Manja? YAH AKU TIDAK MANJA!"
"KALIAN BERDUA BISA DIAM TIDAK? kepalaku hampir pecah mendengar suara kalian, Shim Changmin kau tidur dipinggir sana dekat Yuchun, Junsu kau dipinggir sebelah sini, aku ditengah dan kau Jaejoong tidur disebelahku maksudku sebelah Junsu"
Ucapan pelan namun tegas disertai tatapan elang yang tajam dari Yunho membuat Changmin dan Junsu mau tidak mau menuruti jika tidak ingin diamuk beruang(?).
Akhirnya setelah membereskan tenda, YUNJAEYOOSUMIN kini nampak sibuk menyiapkan makan siang, karena ini acara berkemah jadi semuanya dilakukan secara mandiri, ada yang mencari kayu bakar untuk masak, mengambil air dan menyiapkan bahan makanan.
"Lumba-lumba kau ambil air" sahut Changmin sambil memberikan teko kecil kearah Junsu.
"YA! Jangan panggil aku seperti itu dan kenapa harus aku? kau saja aku malas"
"Ish, kita mau masak kimchi jadi butuh air! Ppaliwa ambil air"
"Shiruh"
"Ah begitu? baiklah kalau kau memang tidak mau tidak apa-apa, tapi kudengar kau sedang diet eoh? kau tahu kalau kau berjalan menuju sungai berapa kalori yang bisa kau buang dibanding kau hanya duduk diam disini? tapi yasudah biarkan saja kau memang sudah gendut susah kurus" ejek Changmin
"Aku tidak gendut tiang! Ck arra arra mana tekonya?"
Changmin memberikan teko kecil itu ke Junsu dengan cengiran yang sangat lebar dan Junsu segera mengambil air di sungai yang letaknya tidak terlalu jauh dengan menggerutu tentunya.
"Chun kau dan Changmin mencari kayu bakar ya? Aku disini menyiapkan peralatan masak"
"Kenapa tidak hyung saja? Aku malas, atau Yuchun hyung"
"Dasar magnae tidak sopan, kajja kita harus cepat sebelum terlalu sore kalau tidak kau tidak akan makan malam ini Shim Changmin"
"Aku bawa persediaan makanku sendiri Yuchun hyung tersayang"
"Shim Changmin" ucap Yunho dengan suara bass-nya yang mampu mengintimidasi siapapun.
"Aigoooo kalian benar-benar membully adik kecil kalian ini eoh? Ish Yah Yuchun hyung ppaliwa seperti mau hujan, Eommaku bisa sedih karena anaknya yang paling tampan ini nanti jatuh sakit karena kehujanan, Yuchun hyung ppali!"
"Dasar bocah, Yun aku cari kayu bakar dulu"
"Uhm, berhati-hatilah tanahnya licin"
Yunho nampak sibuk menyiapkan peralatan masak, dilihatnya Jaejoong yang telah kembali dari mencuci sayuran mulai mengambil pisau untuk memotong bahan-bahan membuat Kimchi.
"Jae, kau bisa masak?"
"Uhm, begitulah"
"Apa masakanmu enak?"
Jaejoong mengalihkan pandangannya kearah Yunho "Kau coba saja nanti"
"Baiklah, aku akan coba sebanyak mungkin jadi kau harus masak yang banyak ne?" ujar Yunho sambil tersenyum.
Berhenti memberi harapan kosong kepadaku Jung Yunho. Ucap Jaejoong dalam hati. Jaejoong memilih fokus memotong lobak daripada ia harus membalas senyuman Yunho yang semakin dilihat semakin membuatnya sakit.
"Joongie"
"Chullie? Wae geure?"
"Kau masak apa? Kimchi?"
"Uhm, kau sendiri?"
"Nasi goreng beijing, si China Hankyung itu setenda denganku dan parahnya dia yang menjadi ketua jadi aku disuruh mencuci beras!"
Jaejoong tertawa kecil, membuat seseorang yang berdiri tepat di depannya merasakan letupan kecil di dadanya.
"YA! KIM HEECHUL PPALI BERASNYA SUDAH KAU CUCI BELUM?" teriak Hankyung dari kejauhan.
Namja cantik itu memutar bola matanya "Joongie aku pergi dulu, NE CHINA CHAKKAMAN eeerrrgghh menyebalkan!"
Jaejoong dan Yunho kembali disibukan dengan memotong sayuran dan menyiapkan bumbu Kimchi untuk menu makan mereka siang hari itu. Junsu, Yuchun dan Changmin-pun sudah kembali dan mulai membantu Jaejoong yang nampak sibuk sendiri. Meski sebenarnya mereka tidak banyak membantu.
Tak terasa hari beranjak malam, Jung Soo seongsenim sudah menyiapkan acara api unggun, semuanya telah berkumpul mengelilingi api unggun. Udara semakin dingin, mereka mencoba menghangatkan diri kearah api.
"YA SHIM CAHNGMIN JANGAN MENGINJAK JAKETKU!" teriak Kyuhyun
"KYAAAAAAAAAAA KEMBALIKAN SENTERKU CHINA!" kali ini Heechul berteriak sambil sesekali memukuli Hankyung.
"Park Yuchun~shi, bisakah kau berhenti memfotoku dengan kameramu?" ketus Junsu.
"Jae, kau kedinginan? Aku bawa jaket dua apa kau mau pinjam?" tawar Yunho
"Tidak usah aku tidak apa-apa"
"Kka, baiklah semuanya sudah berkumpul disini? sebelum acara bernyanyi dan bergembira, mari bersama-sama kita sejenak merenungi apa yang sudah kita lalui bersama hampir tiga tahun ini, tak terasa kalian sudah akan lulus dan meninggalkan SHINKI dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, apa semuanya sudah memilih universitas masing-masing?" tanya Jung Soo seongsenim memecah keheningan.
Changming mengangkat tangan "Seongsenim aku diterima di Universitas Sungkyungkwan" ucapnya bangga
"Mwo? Ba bagaimana bisa? aish nasibku sial satu kampus denganmu Shim"
"Eoh? Kyu kau diterima di Sungkyungkwan juga? Bagaimana bisa? Kau menyogok ya?"
"Aish pabo! tentu saja aku diterima, yang juara umum disekolah bukan hanya kau Changmin~shi"
"Haha tapi tetap saja lomba Fisika se-Korea aku yang menang"
Keduanya saling beradu deathglare.
"Jinjja? Whoaaa dua murid terpintar di SHINKI bisa masuk ke Sungkyungkwan adalah satu kebanggaan bagi sekolah daebak daebak! Kka sekarang kau Yoochun kau akan melanjutkan kuliah dimana?" tanya Jung Soo seongsenim lagi.
"Aku? tentu saja SUNHWA University, aku akan mengambil jurusan musik seongsenim"
"MWOOOO? YAH kau mengikutiku ya?"
"Omo, kau akan kuliah disana juga Su?"
Junsu mengangguk.
"Aigooooo bukankah kita berjodoh Suie?"
"Berjodoh jidatmu!"
"Waeo Junsu~ah? bukankah akan lebih nyaman bisa kuliah dengan teman satu sekolah, setidaknya ada teman saat awal masuk perkuliahan"
"Neee tapi kalau bisa tidak dengannya seongsenim"
Jung Soo seongsenim menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, muridnya yang satu ini memang sedikit manja, wajar karena ia adalah pewaris perusahaan Komunikasi ternama di Korea.
"Baiklah sekarang Jaejoong, bagaimana denganmu?"
"Aku aku belum tahu seongsenim"
"Eoh? belum tahu? Maksudmu kau masih bingung mau kuliah dimana? Kau ini pintar Jaejoong~ah jadi kau bisa memilih universitas manapun yang kau mau"
"Aku tidak tahu seongsenim, aku akan rundingkan dulu dengan Eomma"
"Hmmmm begitu ya, arraseo sebaiknya cepat kau putuskan karena bulan depan pendaftaran seluruh universitas akan ditutup"
"Ne, seongsenim"
"Aaaahhh sekarang kapten basket sekaligus Presiden sekolah kita, Jung Yunho kau akan kuliah dimana?"
"Universitas Tokyo"
Seluruh siswa terkejut dan kompak memalingkan wajah mereka ke Presiden Sekolah yang tampan itu. Universitas Tokyo? Tokyo Jepang? Apa itu artinya Yunho akan pindah ke Jepang? Pikir masing-masing siswa.
"Jinjja? kau akan melanjutkan kuliah disana? Universitas Tokyo adalah salah satu Universitas terbaik di Dunia, kau hebat Yunho~ah aku bangga padamu"
"Ne seongsenim, Appa menyuruhku untuk kuliah disana jadi kemungkinan aku akan pindah ke Jepang minggu depan"
"Yunho, kenapa mendadak sekali? Kau bahkan belum menceritakannya padaku"
"Hyung, kau merahasiakan ini dariku eoh?"
"Mianhe Yuchun~ah Changmin~ah, aku merasa belum siap menceritakannya pada kalian, jujur aku juga sebenarnya tidak mau meninggalkan Korea, tapi Appa sangat menginginkan aku kuliah disana, karena kudengar jurusan Manajemen Bisnis disana adalah yang terbaik"
Terlihat raut kesedihan di wajah Yoochun dan Changmin, sedang Yunho hanya tersenyum kecil sambil sesekali menepuki pundak Changmin yang memang duduk disebelahnya. Tidak tahukah kau Yunho bahwa ada seseorang yang begitu khawatir saat ia tahu bahwa kau akan pindah ke Jepang? Bahkan matanya sudah memanas saat ini.
Hari sudah semakin larut Api unggun mulai mengecil, semua kegiatan hari itu-pun selesai, mereka kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat, terdengar suara petir beberapa kali menyambar membuat udara semakin mendingin karena sepertinya akan turun hujan.
"Min minggir, kakimu panjang sekali jangan menyilang di kakiku" protes Yoochun yang saat ini kelimanya sudah berada didalam tenda.
"Aish hyung tenda ini kecil sekali, kakiku tidak bisa diluruskan"
"Tendanya sudah luas Shim Changmin hanya kakimu saja yang memang tidak normal" ejek Junsu
"Ya Yun, jangan terlalu dekat aku sempit apa kau bisa geser sedikit? aish aku tidak bisa bergerak"
Yoochun terjepit diantara Changmin yang menyilangkan kakinya disela kaki Yoochun, belum ditambah Yunho yang terus menggeser badannya, ia benar-benar tersiksa malam itu. Setelah hampir 30menit menyamankan diri akhirnya semua bisa tertidur, hanya ada satu orang yang belum bisa memejamkan matanya. Kim Jaejoong, ia sebenarnya juga sudah mengantuk tapi entah kenapa malam itu ia tidak bisa tertidur. Dilihatnya Yunho yang tepat berada disisinya nampak pulas, begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Karena tidak juga terpejam, ia memutuskan untuk keluar tenda sebentar, sekedar mencari udara segar.
Ia membuka resleting tenda dengan pelan dan udara dingin langsung menyapanya, namja sempurna itu nampak membetulkan letak jaketnya agar ia merasa lebih hangat. Setelah dirasa menemukan tempat yang cukup nyaman, Jaejoong mendudukan diri sambil memeluk lututnya, ia dongakan kepalanya melihat hamparan langit berwarna gelap, tak ada satupun bintang disana mungkin karena cuacanya mendung, pikirnya.
"Dia akan pindah, benarkah?" gumam Jaejoong sambil mengeratkan pelukan ditubuhnya sendiri.
"Kenapa dia harus pergi? Tidak bisakah dia tetap disini saja?"
"Siapa yang akan pergi?"
Suara bass yang sangat dikenal oleh Jaejoong membuyarkan lamunannya, sontak ia terkejut dan langsung berdiri.
"Yu Yunho?"
"Sedang apa disini Jae? kau tidak tidur?"
"Aku aku tidak bisa tidur"
"Wae?"
"Mollayo"
Keduanya saling terdiam, Yunho dan Jaejoong duduk dihamparan rumput sambil menatap danau kecil yang ada dihadapan mereka, tanpa suara tanpa bicara seolah mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, hanya suara angin yang menjadi musik pengiring diantara mereka.
"Yunho"
"Hm?"
"Benarkah kau akan pindah ke Jepang?"
"Kenapa? Kau akan merindukanku ya" goda Yunho membuat Jaejoong tertawa kecil.
"Jadi benar kau akan pindah? Lalu bagaimana dengan pacarmu? Apa kau akan meninggalkannya?"
"Itu, aku" Yunho menghentikan kalimatnya, dia memandang Jaejoong yang saat ini sedang memainkan rumput.
"Jaejoongie, ada yang ingin aku tanyakan padamu"
"Tentang?" jawab Jaejoong yang masih memainkan rumput-rumput liar itu tanpa menatap Yunho.
"Kenapa kau menghindariku? Sejak hari itu, kau berubah dan terlihat acuh padaku, apa aku berbuat salah padamu?"
Jaejoong nampak menghentikan tangannya dari mencabut rerumputan, dia balik menatap Yunho namja yang telah lama ia sukai. Jaejoong tersenyum.
"Aku memang begini Yunho~ah, kau belum mengenalku dengan baik"
"Tidak, kau tidak seperti ini sebelumnya jujurlah padaku Jae apa ada sesuatu yang membuatmu menjauhi aku?"
Dengan serius Jaejoong menatap mata Yunho, apakah ia harus mengatakannya sekarang? Apa ia harus jujur mengenai perasaannya pada Yunho sekarang? Bolehkah ia sedikit berharap meski kemungkinannya hanya 1%?
BRESH~
Hujan mendadak datang tanpa ada tetesan kecil terlebih dahulu, membuat keduanya terkejut dan langsung berdiri. Yunho mengulurkan tangannya kearah Jaejoong.
"Kka kita kembali ke tenda"
Dengan ragu, Jaejoong mengambil tangan besar Yunho yang diulurkan kepadanya. Hujan semakin deras membuat arah pandang Yunho sedikit tidak jelas, jarak danau dan kemah mereka seharusnya tidak begitu jauh tapi entah kenapa Yunho merasa bahwa mereka justru berlari sudah cukup lama.
"Yun kita dimana? kenapa tidak sampai ke tenda?" tanya Jaejoong ditengah derasnya hujan.
"Aku tidak tahu Jae sepertinya kita tersesat"
"Mwo? Tersesat? Bagaimana bisa Yun? Bukankah jarak danau dan tenda kita tidak begitu jauh?"
"Hujannya terlalu deras Jae, aku tidak bisa melihat dengan jelas arah pulang kembali ke tenda"
"Lalu sekarang bagaimana?"
Yunho nampak melihat sekeliling, mata kecilnya menangkap sebuah cahaya remang yang tidak jauh darisana.
"Kka kita kesana, sepertinya ada sesuatu disana"
"Yun, aku takut"
"Gwaenchana ada aku, kau tetap memegang tanganku ne"
Jaejoong mengangguk, dan kembali tangan kecilnya ditarik Yunho kesebuah tempat yang ternyata adalah pos penjaga hutan. Pos kecil itu sepertinya tidak ditempati siapapun, mungkin penjaganya sedang memeriksa hutan, pikir Yunho. Ia memutuskan untuk masuk kedalam, mencoba menghangatkan diri.
Tubuh keduanya basah kuyup, Yunho membuka kaosnya kemudian memeras kaos tersebut. Jaejoong tidak berkedip melihat tubuh oh-very-hot- milik Yunho, tubuhnya membentuk otot yang sempurna, dengan kulit coklat erotis menambah keseksian seorang Jung Yunho, jantungnya berdegup kencang. Hampir 30 menit hujan masih belum juga berhenti malah semakin lebat, angin semakin kencang dinginnya menusuk hingga ke tulang, tubuh Jaejoong bergetar kedinginan bibirnya membiru, wajahnya memucat.
"Jae gwaenchana? kau pucat sekali"
"A aaakuuu ti-tidak apa-apa" jawabnya dengan bibir bergetar.
Yunho mendekati Jaejoong dan memeluknya, mata besar Jaejoong semakin membesar karena terkejut, Yunho memeluknya dari belakang, hangat dan nyaman.
"Jae"
"Hm?"
"Kau menyukaiku aniya?"
HENING
"Jaejoong?"
HENING
"Ah baiklah tidak usah dijawab anggap saja aku"
"Aku menyukaimu"
"Eoh?"
"Uhm, aku menyukaimu sejak kau menggendongku sambil berlari, aku menyukaimu sejak kau menolongku karena ban sepedaku pecah, aku menyukaimu sejak kau membantuku mengerjakan hukuman dari seongsenim karena aku tidak membawa tugasku, aku menyukaimu sejak kau membelikan aku cermin Hello Kitty kesukaanku, sudah lama Yun sudah lama aku menyukaimu"
Yunho terdiam mendengar pengakuan Jaejoong.
"Aku memendamnya begitu lama, meski kadang aku ingin sekali mengatakannya padamu Yunho, tapi kau sudah punya Ahra dan sejak saat itu aku putuskan untuk berhenti menyukaimu"
"Kenapa kau berhenti?"
Jaejoong tersenyum kecut "Aku tidak mau berharap terlalu banyak, aku hanya tidak ingin merasakan sakit untuk kedua kali"
Yunho yang sedang memeluk Jaejoong dari belakang, mendadak melepas pelukannya dia membalikan tubuh Jaejoong hingga keduanya kini saling berhadapan.
"Jae, aku dan Ahra sudah putus, kami putus sejak 3 bulan lalu"
Kini Jaejoong yang terkejut mendengar pengakuan Yunho. Ia tidak bisa berkata apapun selain diam menatap mata musang Yunho.
"Mulai sekarang, tetaplah menyukaiku jangan berhenti menyukai aku, kalau kau berhenti maka aku tidak akan pernah mau bicara denganmu lagi selamanya"
"Eh?"
"Maafkan aku Jae, maaf karena telah membuatmu menderita karena menyukaiku, aku sepertinya aku menyukaimu"
DEG~
Jantung Jaejoong seakan terloncat dari tubuhnya, tubuh dinginnya mendadak panas dengan ucapan Yunho barusan, apa dia tidak salah dengar? Atau apa Yunho demam sampai mengucapkan kata suka padanya? Jaejoong memeriksa kening Yunho.
"Kau tidak sakit Yun"
"Yah, aku serius ish kau ini"
"Jangan bercanda Yunho, sudahlah aku mengantuk aku mau tidur"
"Aish Kim Jaejoong, aku ini sedang menyatakan suka padamu kenapa kau tidur yah bangunlah" Yunho nampak menarik-narik lengan baju Jaejoong.
Bukannya bangun Jaejoong malah semakin mengeratkan jaket yang hampir kering itu ketubuhnya, aniya bukannya dia menolak pernyataan suka Yunho justru ia sangat senang sekarang, terlihat dari bibir tipisnya yang terus saja tersenyum tapi ia ingin mengerjai Yunho sebentar saja.
"Kau ini, yah kau benar-benar tidur eoh?" Yunho mencoba melihat Jaejoong dari samping, dan Jaejoong langsung menutup matanya cepat seolah benar ia sudah tidur.
"Haaaahhh yasudahlah" Yunho kembali mengintip Jaejoong yang nampak memejamkan matanya. Dilihatnya dari jendela hujan masih turun dengan sangat deras, namun Yunho bersyukur karena menemukan pos ini setidaknya menjaga mereka dari dinginnya hutan.
"Jae ikutlah denganku ke Jepang, aku aku tidak bisa meninggalkanmu disini, aku pasti akan gila karena merindukanmu" lanjut Yunho.
"Aku akan menunggumu disini" ucap Jaejoong tiba-tiba, ia kini sudah duduk dan tersenyum menatap Yunho.
"Keunde aku tidak ingin berpisah denganmu, ikutlah denganku Jae soal biaya kau tidak usah"
"Aku tidak bisa Yun, Eommaku sendirian disini"
"Kalau begitu ajak Eommamu juga, aku ada apartement di Jepang kita bisa tinggal bersama"
Jaejoong masih dengan senyum indahnya hanya menggeleng menjawab pertanyaan Yunho.
"Jae tapi aku tidak ingin berpisah denganmu, aku menyukaimu ah tidak mungkin aku sudah mencintaimu jadi kumohon ikutlah denganku" Yunho mengambil kedua tangan Jaejoong dan didekapnya erat.
"Baru lima menit yang lalu kau bilang menyukaiku sekarang kau sudah mengatakan kau mencintaiku? Kau benar-benar perayu ulung Jung~shi"
"KIM JAEJOONG AKU SERIUS PADAMU!" teriak Yunho yang membuat Jaejoong terkejut.
"M mianhe aku tidak bermaksud keras padamu tapi kumohon jangan mempermainkan aku, aku benar-benar serius terhadapmu Jaejoongie"
Jaejoong tidak menjawab pertanyaan Yunho, dia hanya diam menatap namja berwajah kecil itu dihadapannya. Tidak mendapatkan jawaban dari Jaejoong membuat Yunho bingung, hanya ada satu cara untuk membuktikan perasaan Jaejoong padanya. Wajah Yunho mulai mendekat, diciumnya kening Jaejoong lembut, mata namja berkulit susu itu menutup merasakan lekukan bibir berbentuk hati milik Yunho. Yunho kembali menatap mata Jaejoong, menyalurkan cinta melalui kedua matanya. Dengan cepat Yunho langsung mencium bibir merah Jaejoong dan kembali kedua mata bening Jaejoong terpejam. Tangan Jaejoong kini melingkar mesra di leher Yunho, ia menarik Yunho semakin mendekat padanya mengeliminir jarak diantara mereka, tak mau kalah tangan Yunho memeluk pinggang ramping Jaejoong seolah Jaejoong hanya miliknya seorang.
Suasana dingin sungguh tidak mempengaruhi keadaan didalam, ciuman itu semakin memanas meninggalkan begitu banyak jejak di sekitar leher Jaejoong. Tangan kanan Yunho kini mulai menyusup kedalam kaus Jaejoong dan mulai meraba dada Jaejoong yang terasa begitu menonjol di tangan Yunho.
"Saranghae Jaejoongie"
"Aaahhh nado Yun aaahhh"
Yunho menarik kaus Jaejoong pelan dan membuangnya ke sembarang arah, ia menatap wajah merah Jaejoong dengan bibir terbuka yang memerah dan basah, menambah kesan seksi dan cantik dari namja yang dicintainya itu. Yunho kembali mencium bibir cerry Jaejoong dengan agak kasar hingga terdengar decakan nafsu yang menghiasi ruangan sempit itu.
Tangan Yunho kembali bereaksi, diambilnya niple kecil berwarna pink milik Jaejoong membuat Jaejoong mengerang keenakan, bibirnya kini berpindah ke nipel mungil itu dan melumatnya bergantian, Jaejoong hanya mampu mendongak dan meremas rambut Yunho sambil mulutnya sesekali memanggil nama Yunho dengan desahan lembut. Rangsangan yang diberikan Yunho begitu hebat membuat Jaejoong lemas tak berdaya.
Yunho melepaskan kulumannya dari dada Jaejoong, dia memandangi seluruh tubuh seksi nan indah milik Jaejoong.
"Benarkah keindahan ini milikku?"
Jaejoong tersipu, dia tersenyum kemudian memegang kedua pipi chubby Yunho.
"Aku milikmu Yun, sentuh aku dimanapun kau suka, jadikan aku milikmu seutuhnya"
"Jae, kau yakin mau melakukan ini?"
"Aku aku hanya mau melakukan ini denganmu Yunho"
Yunho membelai pipi Jaejoong lembut kemudian mengecup lagi keningnya, kembali ia tak tahan untuk tidak mengecap bibir Jaejoong yang sudah SAH menjadi miliknya itu, keduanya saling melumat.
Yunho semakin membenamkan(?)lidahnya di mulut Jaejoong, pertemuan dua lidah itu betarung menemukan sang pemenang, saliva yang ikut tercampur menjadi bumbu pemanis diantara kecupan panas mereka. Tangan Yunho mulai turun menelusuri tubuh Jaejoong dari leher, perut sampai ke selangkangan namja cantik yang masih menggunakan celana panjangnya itu.
"Akhhh" Jaejoong melenguh saat Yunho menyentuh litlle Joongienya.
Yunho menidurkan Jaejoong dan menindihnya, dilumatnya lagi niple kemerahan Jaejoong dengan lembut, lidahnya berputar disekitar tonjolan kecil itu sedang tangan kanannya terus saja mengelus pusaka milik namja cantiknya.
"Ahhh Yunnn"
Jaejoong mengigit bibir atas dan bawahnya bergantian, matanya terpejam, sensasi yang Yunho berikan benar-benar membuatnya melayang. Dengan segera Jaejoong melepas celana yang dipakainya, Jaejoongnya kini sudah full naked terbaring pasrah dihadapannya.
"Jae, kau kau sangat indah sekali"
"Keindahan ini hanya milikmu Jung Yunho"
Yunho yang gemas sekaligus nafsu langsung mencium bibir Jaejoong kasar, kedua niple itu bertemu begitupun dengan kedua junior mereka, hanya saja Yunho belum melepas celananya. Jaejoong dengan agresif menggesekan litlle Joongienya ke selangkangan Yunho.
"Ah Jae kau aahh"
Tak tahan dengan godaan dari setan atau entah malakat cantik yang terbaring dibawahnya, membuat Yunho secepat kilat melepas celananya dan kini tubuh keduanya sudah resmi(?)tidak dilapisi sehelai benangpun.
Yunho menekan litlle ralat BIG Yunnienya dan hal itu membuat litlle Joongie semakin mengeras dan membuat si pemilik litlle Joongie itu mendesah keras. Jaejoong menggigit bibir bawahnya dengan kedua tangan yang memegang lengan Yunho, kepalanya terdongak keatas, matanya terpejam erat.
"Yunho aaaahh"
Yunho semakin menggesekan BIG juniornya dan menekan-nekan junior Jaejoong bahkan ia menumbuknya dengan gerakan cepat.
"Yun aku aaahh aku mau"
Mengerti dengan Jaejoong yang akan 'keluar' Yunho semakin menggerakan pinggulnya dan menekan-nekan juniornya diatas litlle Joongie, dan tak sampai satu menit mendadak juniornya semakin basah, Jaejoong sudah keluar rupanya.
"Jae, bolehkah aku masukan sekarang? Aku sudah tidak bisa menahannya, rasanya sakit sekali, melihatmu bergairah seperti ini membuatku panas baby"
Jaejoong mengangguk, meski tubuhnya sedikit lelah karena ejakulasinya tadi tapi ia ingat bahwa Yunho belum keluar sama sekali. Dirinya tidak boleh egois aniya?
"AH! Ngghhh sa-saahhhkiiitt Yuuunn" pekiknya saat milik Yunho yang besar sudah dimasukan sedikit ke holenya yang sempit, sempit? Tentu saja ini yang pertama bagi Jaejoong.
"Ta tahan sedikit Boo"
"Haaaahhh haaaahhh" Jaejoong nampak mengatur napasnya.
"Kau mahluk Tuhan terindah yang pernah aku lihat BooJaejoongie"
"Aaahh Yunho, pe pelan haaaahh ah"
"AAAAKKHHH" Jaejoong menjerit matanya melebar saat Yunho memasukan juniornya hanya dalam sekali hentakan.
"Mianhe Boo, kau sakit? Kita sudahi saja?"
Jaejoong menggeleng cepat, sudahi? Kau gila Jung? Nafsuku sudah sampai di ubun-ubun dan kau bilang sudahi? Pikir Jaejoong emoshinki(?)
"Haahh haah lan aahh lanjutkan Yunn, aaahhh" Jaejoong mengigit bibir bawahnya, holenya terasa perih namun juga nikmat disaat bersamaan.
Perlahan Yunho mulai menggenjot juniornya, hole Jaejoong semakin perih apalagi kecepatan genjotan Yunho makin lama semakin menggila membuat tubuhnya terlonjak-lonjak, litlle Joongienya yang berdiri tegak juga ikut bergoyang karena goncangan tubuh Yunho yang sangat kencang, Yunho yang berada diatasnya dengan peluh bercucuran dan tubuh yang bergerak keatas kebawah sungguh nampak seksi dimata Jaejoong. Lengannya yang berkeringat, dada yang terbusung indah menampakan si pemilik rajin pergi ke Gym, mulut Yunho yang terbuka mengeluarkan desahan kenikmatan serta mata kecilnya yang sesekali terpejam merasakan gairah yang mungkin tidak bisa ia katakan, demi Tuhan Jaejoong benar-benar mencintai namja yang ada diatasnya ini.
"Yunn…ahhh..Yunn pelhannn…pelhaannn aahhh…haaahhh…Yuuunn…"
Yunho tidak menjawab, ia semakin berkonsentrasi menambah kecepatannya terhadap hole Jaejoong, paha Jaejoong semakin dibukanya lebar, kedua tangannya bertumpu pada lantai menahan bobot tubuhnya agar tidak menimpa sang kekasih, pinggulnya ia gerakan maju dan mudur menarik ulur pusat kenikmatannya, ia benar-benar terlihat seperti sedang mengendarai kuda. Tak ingin membuat litlle Joongie menganggur, tangan kanan Yunho mulai memainkan perannya memberi kenikmatan bagi si 'kecil' Jaejoong.
"Aaaahhh Yun aaaahhh"
Jaejoong menggeliat nikmat, entah sudah berapa kali ia menggigit bibir bawahnya meredam rasa nikmat yang menjalar dari ujung kaki hungga ubun-ubunnya. Kenikmatan yang diberikan Yunho benar-benar membuat Jaejoong tak berdaya, ada rasa lelah ingin mengakhiri kegiatan seks mereka namun ada rasa ingin lebih dari ini bahkan Jaejoong tidak pernah merasa puas dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan Yunho padanya. Tidak tahu sudah berapa lama Yunho menggenjot holenya, Jaejoong tidak mau ambil pusing, dia hanya ingin menikmati kebersamaannya dengan Yunho saat ini, sentuhannya yang memabukan membuat Jaejoong terlalu sering mengeluarkan cairannya, dan Yunho sama sekali belum 'keluar' hal itu membuat tenaga Jaejoong terkuras habis.
"Aaaahh…seeehhh…sedikiiithh…lagih …"
Jaejoong memeluk Yunho erat, ia tahu bahwa kekasihnya akan mengalami orgasmenya yang pertama.
"Sarang saranghae Boo aaaaahhhh" akhirnya Yunho klimaks
Yunho terjatuh disamping Jaejoong, keduanya mengatur napas mereka masing-masing, Yunho menarik tubuh Jaejoong agar lebih mendekat untuk dipeluknya. Jaejoongnya benar-benar hebat, bohong kalau Yunho tidak pernah melakukan seks, sebagai namja normal tentu ia pernah melakukannya tapi kalau boleh jujur hanya bersama Jaejoonglah ia merasa benar-benar dipuaskan.
"Yun"
"Hum?" jawab Yunho sambil memeluk Jaejoong, kedua matanya terpejam nyaman.
"Saranghae"
Yunho tersenyum, ia semakin mengeratkan pelukannya ditubuh mungil Jaejoong.
"Nado Kim Jaejoong, I love you too"
"Bagaimana? Kau mau ikut aku ke Jepang kan?" lanjutnya
"Yunho~ya, Eommaku bagaimana?"
"Aku mohon pikirkanlah dulu Boo"
Tidak bisa membantah kekasihnya, Jaejoong hanya mengangguk. Yunho mencium aroma vanila yang menguar dari rambut Jaejoong dan entah kenapa hal itu membuat BIG juniornya kembali bangun, ia menggesekan juniornya kearah hole Jaejoong yang memang tepat berada dibelakangnya.
"Y Yun aku lelah"
"Aku rindu mendengar desah seksimu seperti tadi baby, kajja kita mulai lagi"
Tanpa persetujuan dari Jaejoong, Yunho kembali menindih dan melumat bibir kissable Jaejoong.
BRAK~!
"JUNG YUNHO KIM JAEJOONG APA KALIAN di…..dalam? OMO"
"YUNHO?"
"JOONGIEEE?"
"OMO YUNHO HYUNG?"
"Ju-Jung Soo seongsenim? Yuchun? Junsu? Changmin?" ucap YunJae bersamaan.
"KYAAAAAAAAAAAAAAA"
END
Mian NCnya g mantep coz belom pernah liat YJ NCan(?)Mau nyontek dari Takumi-Kun terlalu cepet alurnya, jadi yah begitulah kadar keyadongan author mudah-mudahan bisa berkembang di ff bergenre M selanjutnya hehe, sankyu mind to ripiyuw? BIG SANKYU for all READERS :) muah~
