Title : When I Can't Sing Anymore
Author : Vivi 'Hyo Ra'
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Victoria Song
And the other cast
Genre : Angst / Romance
Annyeong chingu^^ Mian kalo ketemu banyak typo. Happy reading! tinggalin review ya setelah dibaca^^
.
.
*Kyuhyun POV*
Sejak dua hari yang lalu Sungmin tak menghiraukanku. Setiap aku ajak bicara ia hanya membalas singkat kemudian berlalu begitu saja. Ia seperti mengindariku. Bahkan dua hari belakangan ini ia tidur di kamar Eunhyuk. Ada apa sebenarnya? Apa ada yang salah denganku?
Apa gara-gara Victoria? Oh ya ngomong-ngomong soal Victoria, dia sedang gencar mengirimiku pesan. Dapat darimana ya nomerku?
.
FLASHBACK
Sungmin kemana ya? Sejak tadi ia tak terlihat. Pergi sama Eunhyuk? Tumben ia tidak mengabariku sedikitpun. Apa karena ia masih marah padaku?
From : 0101144111xx
Annyeonghaseyo..ini aku Victoria, oppa! Apa kau ingat padaku?
Victoria? Dapat darimana nomerku? Dengan sedikit perasaan tidak enak, akhirnya aku membalas pesan darinya itu
To : 0101144111xx
Oh Victoria, iya aku tahu. Ada apa menghubungiku?
Aku membalas seadanya. Yah tak perlu menanggapinya kan? Aku kan sudah punya yeojachingu yang cantik.
From : 0101144111xx
Ah tidak ada apa-apa kok oppa. Apakah aku mengganggu?
Aku benar-benar malas menanggapinya. Yang aku cemaskan saat ini adalah Sungmin. Ia tak kunjung aku lihat sejak pertengkaran tadi pagi.
"Kami pulang.." terdengar suara Eunhyuk dari pintu depan.
"Hyukkie, darimana kamu chagi?"
"Bukan urusanmu!"
"Ya! Kenapa marah-marah terus sih?" Pertengkaran ikan dan monyet itu terdengar sampai ke kamarku. Tak lama kemudian, seseorang yang daritadi kucari muncul di hadapanku. Tapi..wajahnya itu kusut sekali. Ada apa lagi dia? Biasanya ia tak akan semarah ini padaku?
"Chagi..darimana kamu?"
"Dari luar." Jawabnya singkat sambil sibuk membongkar sesuatu di lemarinya.
"Ngapain? Sama siapa, Minimin?" tanyaku lagi.
" Makan sm Eunhyuk." Jawabnya lagi-lagi singkat.
"Ngapain kamu?" tanyaku penasaran dengan apa yang ia lakukan.
"Berkemas."
"Ya! Mau kemana kamu?" tanyaku padanya. Jadi dia niat mau pergi dariku, gitu?
"Ke kamar Eunhyuk. Kayaknya aku akan tidur disana. Ia tidur sendiri kan? Jadi aku mau disana aja." Jawabnya sambil membawa sebuah tas besar. Kutahan lengannya.
"Kau jangan pergi. Kau harus tidur disini! Disini tempatmu, Min! Lagian kalau ada yang tahu rahasiamu bagaimana, eoh?"
"Tak masalah soal itu. Itu juga bukan urusanmu kan?" jawabnya ketus. Benar-benar yeoja ini. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya. Sedikit lagi kuraih bibir ranumnya itu tapi sesaat itu juga ia mendorong kuat tubuhku. Baru kali ini dia memperlakukanku seperti ini. Kulihat tubuhnya yang mungil itu berlari menjauh. Ah..sampai kapan ini berlangsung?
FLASHBACK END
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Victoria POV*
"Vic, majalah yang ada di meja tadi mana ya?" tanya Krystal padaku.
"Oh, ada di kamarku. Tadi aku gunting soalnya ada posternya Kyu oppa!" ucapku menjawab pertanyaannya.
"Oppa? Bukannya dia dongsaengmu, Vic?"
"Ah bodo lah.." Yah aku sungguh tergila-gila pada Kyuhyun oppa. Sampai-sampai tak ada yang mau tidur bareng di kamarku dalam dorm. Jenuh sama wajahnya Kyu kata mereka—maklum disetiap sudut kamarku dipenuhi wajah Cho Kyuhyun—. Padahal wajah Kyu itu menenangkan kan? Aku harus memiliki Kyu oppa! Harus!
Oh ya, beberapa hari ini aku mengirimi Kyuhyun pesan. Tapi..ia balas gitu-gitu aja. Bahkan kadang tak dibalas. Hm..aku jadi penasaran, apa dia udah punya pacar?
"Vic, aku mau pergi dulu ya. Mau jalan sama Heechul oppa." Ucap seseorang padaku. Itu adalah Sulli, sangat jelas dari suaranya.
"Mau kemana? Eh..eh..Sulli, bisa minta tolong ga?"
"Apa?"
*Victoria POV end*
.
.
-oo-
.
.
Ruang Tunggu MBC
"Hae, aku kasian pada Minnie. Semalaman ia terus-terusan menangis di kamarku." Eunhyuk menceritakan tentang keadaan Sungmin pada namjachingunya, Donghae.
"Yah..tapi kalau ada skandal Kyuhyun sama Victoria kan bagus juga buat mereka. Bisa menutupi hubungan mereka kan."
"Tapi kan kasian. Ya! Apa jangan-jangan kau juga mau berbuat itu padaku, eoh?"
Ikan dan si monyet bertengkar lagi. Tiada hari tanpa berdebat bagi mereka berdua. Tapi..jangankan sejam, sepuluh menitan aja mereka tidak pernah tahan untuk terus-terusan berantem.
Sesaat itu juga Kyuhyun terlihat mendatangi pasangan yang sedang beradu mulut tadi.
"Hyukie hyung, aku ingin bicara sebentar boleh?"
"Bicara apa sih?" Jawab Eunhyuk ketus. Ia sebenarnya tak ada permasalahan apapun dengan Kyuhyun, tapi melihat Kyuhyun yang membuat air mata Sungmin itu tak berhenti mengalir sepanjang malam—dan membuatnya tak bisa tidur karena terlalu berisik— Eunhyuk pun memasang bendera perang pada magnaenya itu.
"Kita benar-benar harus bicara, hyung."
"Baiklah..ada apa?" Eunhyuk beranjak dari tempat duduknya. Kyuhyun mengajaknya ke tempat yang lebih sepi.
"Hyung, Sungmin kenapa? Kenapa dia begitu padaku?"
"Seharusnya kau tanya sama dirimu sendiri, Kyu." Jawabnya makin ketus.
"Hyung! Aku tak pernah menyakitinya. Aku tak pernah berbuat sesuatu yang membuatnya sakit hati." Kyuhyun memaksakan pendapatnya pada Eunhyuk yang terkesan menutupi kesalahan.
"Mungkin itu menurutmu, tapi bagaimana dengan Sungmin? Kau tahu tidak? Dia menangis sepanjang malam di kamarku. Itu semua gara-gara kamu tau! Sadar diri!" bentak Eunhyuk pada magnaenya itu. Kyuhyun yang mendengarnya menjadi sangat bersalah. Ia merasa bersalah pada kekasih hatinya itu.
'Apakah aku sejahat itu? Tapi..apa yang aku lakukan?' batin Kyuhyun saat itu juga.
Eunhyuk yang berada di hadapannya kemudian meninggalkan namja itu sendirian meruntuki kesalahannya.
.
.
-oo-
.
.
"Waaah akhirnya kita pulang juga ya." Ucap salah satu member.
"Iya aku sudah lapar nih." Kali ini ucapan Shindong, member yang hanya mikirin makanan.
"Sungmin, aku mau bicara." Kyuhyun tiba-tiba muncul di hadapannya dan menarik tangan nam..eh yeoja itu.
"YA! LEPASIIIN! Leeteuk hyung, toloooong!" ucap Sungmin meminta pertolongan saat Kyuhyun menariknya ke dalam kamar.
Leeteuk yang dimintai pertolongan hanya diam saja menyaksikan kejadian itu. Baginya mereka itu sudah dewasa dan pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
.
.
"Minnie..tolong maafkan aku. Aku sendiri tidak tahu apa masalahnya. Tapi maaf..maafkan."
"Sudahlah, kalau kau tidak mau peduli ya tak usahlah peduli, pergilah kau jauh-jauh maka aku pun akan melakukan hal yang sama." Bentak Sungmin.
"Sejak kapan aku tak peduli. Aku peduli padamu, Min. Jebal, mianhe.." Kyuhyun tidak berhenti memohon pada kekasih yang sangat ia cintai itu.
"Kau peduli perasaanku saat kau di gosipkan dengan yeoja lain? Kau mengerti tidak?"
"Mian..tapi, itukan hanya gosip. Lagian aku tidak mau percintaan kita diketahui semua orang."
"Iya iya arraseo. Tapi kau juga berhubungan kan sama yeoja yang bernama Victoria itu? Kau smsn kan? Aku tahu kok.."
"Aku juga tidak tahu kenapa dia menghubungiku. Aku juga mengabaikannya. Jeongmal.."
".." Sungmin hanya diam. Ia tahu betul kelemahannya melihat Kyuhyun yang memohon seperti itu padanya. Ia tidak tega.
"Min..mianhe..mianhe.." Kali ini Kyuhyun menangis di hadapan Sungmin. Matanya yang sendu mulai memerah, pipinya basah. Air matanya tak berhenti mengalir.
Bukan Sungmin namanya kalau tak luluh hatinya melihat kekasih yang ia cintai berlinang air mata seperti itu.
"Kyu.." tangan Sungmin tergerak dan mengelus lembut rambul hitam namja di hadapannya itu.
"Minnie..ak—"
"Sudah..aku memaafkanmu." Sungmin pun mendekap kepala Kyuhyun di dalam pelukannya dan mengusap-usap kepala namja itu. Kecupan lembut pun mendarat di dahi Kyuhyun.
"Mianhee.." Kyuhyun balik memeluk yeoja imut yang bertahun-tahun ini selalu mengisi hari-harinya. Ia mencium lembut bibir plum yeoja yang ada di hadapannya itu.
"Saranghae, Minnie.." ucap Kyuhyun yang masih terhanyut dalam pelukan yeojachingunya yang imut itu.
.
.
-oo-
.
.
"Hei Kyuuuu!" ucap seseorang mengalihkan Kyuhyun dari kegiatannya yang sedang bermain PSP.
"Ah? Changmin. Apa kabar? Sedang apa kau disini?" ucap Kyuhyun sambil memeluk teman sesama labelnya itu.
"Aku ada rekaman buat album baru TVXQ. Yah sejak kepergian Junsu, Jaejoong, dan Yoochun, kami berusaha keras untuk tetap melanjutkan grup ini. Oh ya kau sendiri sedang apa?"
"Aku sama member Super Junior yang lain ada rapat sebentar disini untuk membahas rencana album baru."
"Oh..eh Kyuhyun, kau tahu penyanyi Sung SiKyung?"
"Ne..dia salah satu penyanyi favoritku. Wae?"
"Dia akan melaksanakan konser lho! Nih aku punya tiketnya, sisa satu. Sebenernya mau ku kasih Yunho, tapi dia tidak bisa karena ada urusan katanya. Jadi buatmu saja deh. Kau mau kan datang bersamaku?"
"Ne..kapan ini?"
"Hari Minggu besok. Kita berangkat bersama ya!"
"Ah ne, gomawo Changmin!"
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
"Sungmiiiiiiiiiiiin!" teriak salah seorang namja mengagetkanku. Saat ini aku sedang ada di kantor SM Entertainment. Yang berteriak itu adalah artis terbitan SM juga. Dia adalah Jung Yun Ho atau biasa dipanggil U-Know Yunho.
"Ne Yunho, apa kabar?" Tak lupa ku berikan senyumanku padanya. Yunho adalah leader TVSQ, kami lumayan dekat karena kesukaan kami yang sama, martial art.
"Baik, kau bagaimana Min? Kau tambah cantik saja sih." Pujiannya terkesan meledek. Mungkin kalau orang taunya saya yeoja, itu akan terdengar seperti pujian. Tapi aku sekarang kan namja jadi-jadian.
"Aku baik kok! Kau tambah kurus aja sih. Makan lah yang banyak. Hahaha" Ucapku meledek juga. Tawa kami sangat lepas. Aku takut kalau Kyuhyun melihatku begini.
Yunho dan aku sempat akan ditempatkan di acara reality show yang sama. Tapi karena ulah Kyuhyun, kontrakku dengannya terpaksa dibatalkan begitu saja. Jahat ya?
Yunho itu sangat baik padaku, ia juga memiliki banyak kesamaan denganku. Aku suka sekali padanya. Bukan suka sebagai kekasih, tapi sebagai sahabat.
"Min, ada yang mau ku katakan padamu, tapi..jangan disini. Besok kita ketemu di Mango Cafe jam 9. Aku menunggumu. Byee" Yunho pergi dan melambaikan tangannya padaku. Aku juga membalasnya dengan lambaian tangan. Ah tapi kok rasanya kepalaku pusing sekali ya? Ah mungkin kecapekan biasa aja.
"Hyung..apa yang kau lakukan disini?" seseorang mengagetkanku lagi.
"Ah..anniyo Siwon-ssi. Kau sedang apa juga disini?" orang yang mengagetkanku tadi ternyata adalah Siwon.
"Hanya keliling saja kok hyung. Eh, kenapa kau tampak pucat?"
"Ah..jinjja?" benarkah aku terlihat pucat? Ah..aku belum makan dan kurang tidur memang. Jangan sampai anemiaku kambuh disini. Aku kan tidak bawa obat. Siwon tiba-tiba memegang dahiku.
"Benar. Kau panas sekali hyung. Ayo istirahat di ruang tunggu kita. Sini aku bantu jalan." Dia membopongku menuju sebuah ruangan. Saat memasukinya, Eunhyuk, Ryeowook, dan Leeteuk yang melihat keadaanku langsung panik.
"Omo..kau sakit hyung?" Ryeowook bertanya dengan khawatir.
"Ah..gwaenchana. Hanya pusing saja. Istirahat sebentar juga tidak akan sakit lagi kok."
"Kau harus minum obat. Dimana kau taruh obatmu, Min?" sekarang giliran Leeteuk yang bertanya padaku.
"Aku lupa hyung. Aku istirahat saja. Tidak apa kok."
"Baiklah..kau tidur sana di kursi itu. Jangan sampai kau sakit, ne? Jadwal kita kan padat. Cepat sembuh." Aku mengikuti perintah hyungku itu, ku rebahkan tubuhku di kursi ini. Hm..selamat tidur Sungmin..semoga aku cepat pulih.
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Kalian bisa mulai rekaman besok ya. Donghae, Kyuhyun, Yesung dan Ryeowook bisa rekaman besok. Lusa giliran Leeteuk, Siwon, Shindong, Eunhyuk, Heechul dan Sungmin ."
"Oh iya, minggu depan SM akan melakukan tour ke Shanghai. Super Junior, SNSD, Shinee, TVSQ, TRAX, f(x), dan semua anak didikan SM akan ikut." Sambung Lee Soo Man-sonsaengnim
"Ne.."
"Kalian siap?" tanya Lee Soo Man memastikan.
"Kami siap, sonsaengnim"
"Baiklah, kalian bisa pulang."
"Ne Lee Soo Man-sonsaengnim. Kami permisi dulu." Kali ini Leeteuk sebagai leader yang angkat bicara. Tak lupa semua member memberikan salam hormat sebelum keluar dari ruangan rapat itu. Mereka sangat lelah dan langsung menuju ke mobil untuk kambali ke dorm.
Sesampainya di mobil semua mengeluh tentang jadwalnya.
"Omo..kita kan siaran hari Minggu nanti kan hyung?" tanya Eunhyuk pada hyungnya, Leeteuk.
"Ne..entahlah kita digantikan siapa."
"Iya huh nyebelin banget Lee Soo Man-sonsaengnim. Ngacak-ngacak jadwal aja!" ucap Eunhyuk kali ini protes.
"Ya! Diam saja kau monyet! Kau ribut sekali." Heechul yang sedang tidur terganggu dengan suara melengking milik Eunhyuk itu. Eunhyuk yang di bentak seperti itu langsung tertunduk diam. Mereka memang tidak akan pernah akur meskipun dulu pernah di akrabkan di salah satu reality show bersama pasangan Sungmin dan Kangin.
"Eh Kyu, kau bisa menggantikanku siaran di SUKIRA hari minggu besok tidak? Kan jadwalmu kosong." Tanya Leeteuk pada dongsaengnya itu. Kyuhyun yang sedang sibuk dengan PSPnya langsung menoleh kearah sumber suara.
"Ah aku ada janji dengan Changmin, hyung. Mianhe aku tidak bisa."
"Kau mau kemana? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Sungmin yang sedang berbaring penasaran. Badannya masih sedikit lemah sejak tadi.
"Tadi dia memberikanku tiket konser Sung SiKyung. Mian aku lupa memberitahumu, Min."
"PSP sama Minnie hyung memang lebih penting PSP bagi Kyuhyun." Kali ini Eunhyuk menimpali.
"Husst monyet! Tidak enak tau bilangin orang kayak gitu." Donghae menghentikan tingkah Eunhyuk yang dinilainya sudah meresahkan.
Kyuhyun hanya diam dan asik dengan PSPnya. Dia tidak memperdulikan, bahkan sepertinya tidak mendengarkan ucapan Eunhyuk tadi. Kyuhyun memang akan berada pada dunianya sendiri apabila sedang bermain game. Pacarnya sendiri saja sering dikacangin, apalagi orang lain.
Sungmin saat itu hanya diam menatap Kyuhyun dengan heran. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sepertinya akan ada hal buruk yang menghampirinya dan Kyuhyun. Firasatnya kali ini buruk. Dan..firasatnya tidak pernah meleset.
.
.
-oo-
.
.
*Victoria POV*
Minggu depan akan ada SM World Tour, yaah kesempatan lagi bisa deket sama Kyuhyun oppa! Yah..sejak trainee aku sangat menyukai Kyuhyun. Aku selalu mencari alasan untuk mendekatinya. Saat masa-masa Super Junior M pun aku sengaja memberikan pelajaran bahasa Mandarin padanya. Aku membantunya belajar bahasa Mandarin agar bisa lebih dekat dengannya dan mengikutinya terus. Tapi sejak keluarnya Hangeng oppa dan masuknya Eunhyuk dan Sungmin oppa di SJ-M, aku tak lagi bisa dekat dengan Kyuhyun. Entah kenapa ia jadi susah untuk ditemui.
Iya juga ya, aku baru kepikiran. Kenapa ya dia jadi susah ditemui sejak saat itu? Apa memang karena ia sibuk, ia menghindariku, ataaau..ia takut karena sudah punya pacar? Aku jadi keinget pesanku kemarin pada Sulli.
"Sulli, gimana kemarin? Kau sudah tanya sama Heechul oppa?"
"Hm..udah kok, Vic eonni. Katanya Heechul oppa sih dia udah punya pacar."
"MWO? Sudah punya pacar? Jinjja? Siapa?" ucapku tak percaya. Benarkah Kyuhyun oppa sudah punya pacar?
"Ah..kalau itu aku juga tak tahu. Heechul oppa tak memberitahuku. Tapi katanya sih dia cantik, eon." Mendengarnya aku pun jadi semakin geram. Aku jadi penasaran siapa yang bisa mengalahkan kecantikanku dan mendapatkan Kyuhyun? Sebagus apa sih pacarnya itu dibandingkan aku? Aku harus cari tau siapa dia. Aku akan buat Kyuhyun oppa menjadi milikku seutuhnya.
"Hei Vic." Tiba-tiba saja Luna memanggilku sambil membawa sebuah bingkisan berwarna pink di tangannya.
"Wae?" responku malas.
"Ini kamu dapet bingkisan dari namjachingumu, Nickhun oppa." Ucapnya sambil menaruh bingkisan yang tadi ia pegang di atas meja.
"Namjachingu? Iyuuuh..namjachinguku hanya Kyuhyun seorang!" Kulihat sebuah bingkisan berwarna putih dengan pita merah muda berada di atas meja ruang nonton dorm itu. Ah lagi-lagi si Nickhun. Dia tidak jera juga mengganggu hidupku. Padahal aku sudah berkali-kali menolaknya, tapi dia masih aja ngotot sama aku. Cih..
'drrrtttt...' tiba-tiba saja ponselku berdering. Telepon dari Changmin oppa!
"Yeobseo.."
"..."
"Ne oppa. Aku tak ada kerjaan."
"..."
"Aaah jinjja? Ne..ne..ne.."
"..."
"Kamsahamnida oppa. Byee." Akhirnya pembicaraan kami ditelepon berakhir. Aku mengingat perkataan Changmin oppa tadi. Omoo..kalau jodoh tak kemana yah!
*Victoria POV end*
.
.
To be continue
Big thanks buat yang bersedia ninggalin reviewnya di ff ini :
Feeyy, MinnieGalz, Febri, Guest, kyuhyun1103, dwikentarianggraeni, Just Call Me Guest, mitade13, Guest, Kyumin Shipper
Saranghaeyo readers^^
