Title : When I Can't Sing Anymore

Author : Vivi 'Hyo Ra'

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

And the other cast

Genre : Angst / Romance

Annyeeeeong! Author kali ini sekalian update chap 3, 4, dan 5. Biar cepet nyaingin yang ada di blog hehe^^ Happy reading! Enjoy it!

.

.

-oooo-

.

.

*Sungmin POV*

Akhirnya kami sampai di dorm. Rasanya lelah sekali. Oh ya aku masih kepikiran soal Kyuhyun. Apakah benar ia pergi dengan Changmin? Err..kenapa aku jadi posesif gini ya? Pokoknya aku harus bicara dengannya!

Kulihat Kyuhyun memasuki kamar kami dan langsung masuk ke kamar mandi, kudengar suara shower. Sepertinya ia mandi. Baiklah..tunggu dia selesai baru bertanya. Kubuka ponselku sembari menunggunya yang pasti masih lama. Kubuka internet dan melihat-lihat beberapa artikel.

Ah..ada skandal baru ya? Lee Min Ho Kencani Park Min Young? Waaaah..pasti heboh nih. Benar-benar ya naluri wanita. Sukanya gosip!

"Kau sedang apa hah?" tanya Kyuhyun mengagetkanku. Karena keasikan ngebaca artikel, aku tak sadar kalo Kyuhyun sudah duduk manis di sampingku.

"Omoo..kau mengagetkanku! Aku sedang baca ini nih. Kasian banget ya kalo artis kena skandal. Karirnya bisa hancur hanya gara-gara mulut seseorang."

"Kau sendiri punya skandal sama Sunny kan, chagi?" ucap Kyuhyun kali ini. Benar juga, bodoh banget yang nganggep aku punya hubungan dengan Sunny. Artinya aku lesbian gitu? Iyuuuh..

"Hahaha..itu skandal terlucu menurutku! Kurang kerjaan banget ya yang bikin gituan."

"Tapi kau juga harus berterima kasih chagi, andai skandal itu tak ada, dan identitasmu terbongkar, hubungan kita juga. Apa kata dunia?" kali ini omongan Kyuhyun sangat masuk akal, aku memang harus berterima kasih pada pembuat skandalku sama Sunny itu. Yah..yang penting aku masih normal lah sukanya sama namja. Ah..ngomongin hal ini sampai melupakanku pada sesuatu.

"Chagi..apakah kau benar-benar pergi dengan Changmin minggu nanti?" tanyaku sedikit ragu.

"Ne, chagi. Kau tak mempercayaiku heh?"

"Aku sangat amat mempercayaimu Kyu. Aku hanya—"

"Khawatir? Sama saja sayang.. kau tau betapa aku mencintaimu hah?" kali ini dia menjadi sedikit agresif. Dia mendorongku ke tempat tidur. Omoo..kenapa dia selalu melakukan hal itu saat sedang serius?

"Chagi..aku serius...jangan begini dulu egh.." suaraku malah seakan menambah semangatnya untuk menyicipi tubuhku. Ia mulai mengecup kasar leherku, dan membuat kiss mark yang khas disana.

"Kau terlalu indah chagi..ehm..kau milikku.." Kyuhyun tersenyum iblis sembari menatap ku intens. Perlahan Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya di wajahku menyentuh lembut bibirku.

"Saranghaeyo Min."Bisiknya kemudian kembali melumat ganas bibir plumku ini.

-SKIP BED SCENE-

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

Mentari pagi mulai muncul dari permukaan. Sinarnya pun berhasil menembus jendela kamar milik sepasang kekasih yang masih tertidur itu.

Sang yeoja yang imut terbangun. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan terduduk di kasur. Dilihatnya seorang namja yang notabene adalah namjachingunya itu masih tertidur pulas. Yeoja bernama Sungmin itu memutuskan untuk berpakaian dulu lalu mandi, kemudian ia membangunkan Kyuhyun yang masih tertidur.

"Kyu..bangun chagi. Kau harus rekaman kan hari ini? Yuk siap-siap.." ucap Sungmin dengan halus. Ia sangat berhati-hati dalam membangunkannya. Ia sangat hafal sifat kekasihnya itu. Karena kalau ia salah sedikit saja, ia akan badmood sepanjang hari.

"Chagi…ayo bangun." Yang dibangunin hanya menggeliat kecil kemudian melanjutkan tidurnya. Sungmin pun akhirnya menepuk-nepuk pipi kekasihnya itu kemudian membangunkannya sekali lagi.

Kali ini berhasil. Sang namja bernama Kyuhyun itu akhirnya membuka kedua matanya. Kyuhyun mengucek-ucek matanya sebentar lalu terduduk di kasur. Masih setengah sadar. Matanya masih mengerjap-ngerjap. Sungmin tersenyum melihatnya. Kyuhyun terlihat sangat polos dan lucu di saat-saat seperti itu.

"Chagi..jam berapa ini? Ayo mandi gih. Kan kamu mau rekaman." Perintah Sungmin pada Kyuhyun.

"Ah..Min chagiyya, ini masih jam 8, kan rekamannya jam 1 siang." Protes Kyuhyun.

"Tapi kau harus mandi dan makan dengan baik chagi. Kau juga perlu latihan bukan?" ucap Sungmin perhatian pada Kyuhyun. Betapa indahnya punya pacar seperti Sungmin! Tapi sepertinya Kyuhyun memandang perhatian Sungmin itu dengan pandangan yang berbeda.

"Hm.." ucap Kyuhyun singkat dan dengan langkah terpaksa ia menuju ke kamar mandi.

Sungmin hanya memandang langkah kekasihnya itu kemudian keluar dari kamar untuk menyiapkan makanan. Ia sangat mengerti pasti kekasihnya itu moodnya sedang buruk.

.

.

-oo-

.

.

"Hyung..kau masih terlihat pucat." Ucap Ryeowook saat melihat Sungmin di dapur.

"Ah? Jinjja? Aku merasa baik-baik saja kok sejak beristirahat di kantor semalam." Ucap Sungmin membela diri."

"Tapi aku serius, hyung. Kau terlihat sangat pucat. Sini biar aku saja yang masak ya, hyung" Ryeowook langsung mengambil alih pekerjaan Sungmin. Namun yang di tolong tetap kekeuh mau masak.

"Tapi biarkan aku juga kerja, Wookie-aah. Ne?" ucap Sungmin dengan menunjukkan puppy eyesnya.

"Baiklah hyung. Sini aku bantu ya." Ryeowook langsung memotong-motong sayuran dan menumisnya, sementara Sungmin sedang memanggang beberapa potongan daging.

"Wookie chagi.." ucap seorang namja bernama Yesung mengagetkan Ryeowook yang tengah konsen memasak. Di peluknya tubuhnya yang mungil itu.

"Yaa. Yesung-aah aku sedang memasak. Sana pergilah, chagi." Ryeowook mengusirnya. Yesung yang tak tahu malu tetap pada tempatnya dan masih memeluk tubuh kekasihnya itu.

"Hahaha..kalian mesra sekali. Aku jadi iri." Sungmin benar-benar iri pada pasangan yang selalu terlihat mesra itu. Ia tak bisa seperti mereka. Kyuhyun mana mau memperlihatkan kemesraan mereka di muka umum? Ia hanya terlihat sangat hangat kalau ada di dalam kamar selebihnya seperti acuh tak acuh.

"Min..mana makanannya?" ucap Kyuhyun seenaknya saat melihat meja makan yang masih kosong.

"Tunggu sebentar, Kyu. Ini aku lagi membuatnya. Hampir selesai kok chagi.."

"Hm.." Kyuhyun akhirnya duduk di ruang tengah dan menonton televisi. Benar-benar anak itu sangat berbeda dengan Yesung.

"Eh, hyung. Namjamu itu dingin sekali ya padamu?" kata Ryeowook pada Sungmin sedikit berbisik.

"Ah..tidak kok. Mungkin sifatnya saja kok yang sedikit cool." Sungmin selalu membela Kyuhyun di depan orang lain. Dia menganggap Kyu lah yang terbaik.

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Sekarang sudah pukul 5 sore, Kyuhyun sudah pergi sedaritadi bersama Yesung, Ryeowook dan Donghae. Sedangkan Leeteuk hyung, Shindong, dan Eunhyuk sedang ada jadwal taping untuk salah satu acara televisi. Heechul hyung ada jadwal MC di salah satu acara musik. Sementara Siwon sedang syuting drama. Nah aku? Sendirian di dorm. Huaaaa..bete! Akhirnya kubuka ponselku. Ada pesan ternyata.

From : Jung Yunho

Annyeong hyung. Gimana hari ini? Jadi kan? Ohiya sedang apa kamu?

Ah iya, aku punya janji dengan Yunho. Kenapa aku bisa pikun begini ya? Mana aku belum mengabari Kyuhyun. Hm..sebentar aja lah aku beritahu dia. Nanti dia tak konsen rekamannya kalo kuberitahu sekarang.

To : Jung Yunho

Annyeong..iya jadi kok. Aku lagi bete sendirian di dorm, kalau kamu?

Yah mending aku membalas pesannya saja. Mumpung tidak ada kerjaan juga kan. Tak lama kemudian sebuah telepon masuk dari Yunho.

"Yeobseo hyung."

"Ne Yunho, kenapa kau menelfonku? Ada apa?" tanyaku penasaran. Kenapa dia langsung menelfonku? Kenapa dia tak membalas saja pesanku tadi?

"Kan hyung bilang kalau sedang bete, jadi aku mau nemenin hyung. Hehehe" jawab Yunho sambil terkekeh-kekeh. Di muka umum dia terlihat sangat cool dan pendiam, tapi entah di depanku selalu saja ia manja seperti itu.

"Oh baiklah..kau sedang apa? Tak mengganggu jadwalmu kalau kau menelfonku begini?" tanyaku basa-basi.

"Ah anniyo, hyung. Aku sedang free juga hari ini. Tak apa aku menelfonmu? Nanti ada yang marah lagi." Yah mungkin saja kalau Kyuhyun tau ia pasti marah. Tapi dia tidak tahu kan? Yah..lebih baik ia tak tahu saja.

"Anni..tidak ada yang marah kok." Jawabku sedikit berbohong. Bahaya juga kalau dia sampai tau aku memiliki hubungan special dengan Kyuhyun.

"Oh..eh, aku jemput ya sebentar jam 8 malam. Kan kita sama-sama tidak ada jadwal."

"Baiklah..emangnya apa sih yang ingin kau katakan?" tanyaku penasaran. Kalau ia mau mengatakan sesuatu bisa lewat telfon atau pesan saja kan? Kenapa harus bertemu? Di cafe pula!

"Ah soal itu..ehm..tidak bisa ku bicarakan di telepon. Eeh…harus bertemu secara langsung." Suaranya menjadi sangat gugup. Kenapa dia?

.

.

-oo-

.

.

Waktu telah menunjukkan pukul 8 malam. Aku sudah mandi, memakai korset andalanku, kaos hitam dan celana jeans. Ku rapihkan rambutku dan memakai sedikit bedak. Yah enak juga menjadi laki-laki, serba simple! Lama menyamar membuatku jadi merasa nyaman dengan penampilanku ini. Sekarang aku hanya tinggal menunggu Yunho menjemputku.

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk. Dari namja yang sedang aku tunggu.

From : Jung Yunho

Min, aku sudah di parkiran. Kau mau aku ke atas menjemputmu atau langsung kesini saja?

Dengan segera aku membalas pesan darinya itu. Aku tak mau membuatnya menunggu.

To : Jung Yunho

Ah..aku saja yang kebawah. Tunggu aku. Tak lama kok.

Daripada menunggunya lagi menjemputku ke dalam apartemen, mendingan aku langsung ke bawah saja lah. Dengan segera aku keluar dari dorm dan menuju lift. Di dalam lift aku berpapasan dengan Eunhyuk yang baru pulang menjemput Donghae. Duh..semoga saja Kyuhyun belum pulang dan mengetahui aku pergi dengan Yunho.

"Hyung, kau mau kemana?" tanya Eunhyuk padaku.

"Ah..aku mau keluar sebentar dengan teman. Eh, Kyu belum pulang, hae?" aku bertanya pada Donghae untuk memastikan keberadaan Kyuhyun saat ini.

"Oh..aku tidak tahu, kayaknya belum. Dia juga bilang mau bertemu Changmin dulu." Jawab Donghae yang setelah itu langsung menyeret kekasihnya itu menuju dorm. Aku pun turun menggunakan lift, keluar dari apartemen dan menuju ke parkiran. Mataku celingak-celinguk mencari dan akhirnya menangkap lambaian tangan dari dalam sebuah mobil Audi berwarna hitam. Ah itu pasti si Yunho! Akhirnya aku melangkah mendekati mobil itu dan tampak Yunho keluar dari mobilnya yang kemudian segera membukakan pintu untukku. Apa dia tidak risih ya memperlakukan namja seperti itu?

"Annyeong Minnie. Kau can..eh imut sekali hehehe." Ucap Yunho yang sudah menjalankan mobilnya itu sambil sesekali melirik ke arahku.

"Hehe gomawo. Kau juga terlihat makin keren dan..wangi." yah wanginya itu seperti wangi seorang namja yang akan berkencan dengan seorang yeoja cantik.

"Yah..kan aku harus tampil mengesankan di depan 'seseorang'"

"Eh? Nugu? Kau mengajak siapa lagi emangnya?" aku kembali mencerna kata-katanya barusan tapi tetap tak dapat ku mengerti dengan baik. Apa dia mau mengajakku bertemu dengan seorang yeoja yang ia suka?

Mobil Yunho pun akhirnya berhenti di sebuah cafe yang menarik perhatianku. Cafe itu desainnya sangat modern, dan pernak-pernik pink yang ada di dalamnya lebih menarik perhatianku lagi. Kyeopta!

"Bagus tidak tempatnya?" Yunho meminta pendapatku pada tempat itu.

"Bagus. Bagus banget malah! Kau mau berkencan disini ya? Sama siapa?"

"Haha kau tahu saja. Ada deeeeh.."

"Huu..terus ngapain kau mengajakku?"

"Ah..ayo duduk dulu." Yunho menarik lenganku ke salah satu sudut cafe yang kelihatannya sangat sepi. Apakah cafe ini tidak laku? Padahal suasananya sangat indah dan menarik lho. Yunho mempersilahkan aku duduk dan ia duduk di hadapanku.

"Eh, ho. Apa tempat ini tidak laku ya? Kok pengunjungnya hampir tidak ada sama sekali. Kayaknya kita berdua saja deh disini." Tanyaku sedikit berbisik. Aku bertanya pada Yunho karena sangat penasaran, tapi ia tak menjawabnya malah hanya tersenyum. Aneh sekali.

"Eh, mau pesan apa? Disini menu B nya sangat enak dan sehat lho. Sangat baik untuk diet. Mau coba?" Ucapnya menjelaskan. Hm..akupun mengangguk menyetujui pilihannya dan duduk dengan menyilangkan tanganku di atas meja. Mataku terus celingak-celinguk melihat-lihat suasana di cafe itu.

"Min.." panggilnya. Wajahku langsung mengarah ke wajahnya yang sedang terdunduk.

"Wae, ho?" tanyaku dengan wajah polos.

"Minnie, aku mau bilang sesuatu padamu. Tapi..janji jangan marah, ne?" katanya dengan wajah yang agak ragu-ragu. Akupun mengangguk-anggukkan kepalaku pertanda setuju.

"Ah..gimana ngomongnya ya. Aku tuh bingung, Min. Aku..hm.."

"Ada apa? Cerita saja padaku. Aku janji tak marah kok, ho. Kapan kau lihat aku marah? Tidak kan?"

"Hehehe iya Min, kau memang sangat baik. Duh aku sendiri bingung dengan hatiku ini, Minnie. Aku..aku..aku menyukaimu Min. Entah lah tapi aku benar-benar sudah gila. Wajahmu selalu menghantuiku. Jangan marah Minnie. Please.." Apa yang ia bicarakan? Apa aku tak salah dengar? Ia menyukaiku? Aku kan namja menurut sepengetahuannya. Apa…dia tau rahasiaku itu?

"Eh..apa kau tak salah menyukaiku?" tanyaku sedikit ragu. Kulihat ia menaikkan bahunya menandakan ia tak tahu.

"Aku..aku sendiri tak tahu dengan perasaanku ini. Apa aku salah menyukai namja aegyo sepertimu, Min? A..a..aku benar-benar menyukaimu." Tangan Yunho kemudian menggenggam tanganku dan matanya itu menatapku lekat-lekat.

"Kau tak salah kok. Cinta itu tak ada satupun yang tahu akan jatuh kemana."

"Kalau begitu..apa kau mau menjadi kekasihku Minnie?"

'Deg' kali ini aku tak berkutik. Gimana aku harus menjawabnya? Di satu sisi aku telah memiliki Kyuhyun, dan dilain sisi aku tak enak pada Yunho. Ya ampun…situasi apa ini?

"Hm..Yunho..mianhe, tapi..aku ini namja. Aku tak bisa. Jeongmal mianhe" Jawaban itu lah satu-satunya alasan untuk menolak Yunho. Tapi aku juga kasihan membohonginya seperti ini. Apa tindakanku ini sudah benar?

"Ah..gwaenchana Minnie hyung hehehe." Ucapnya sambil menampilkan tawa yang sedikit dipaksakan.

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Aku sangat lelah. Seharian ada rekaman album. Untung tadi Sungmin ngasih vitamin sebelum aku berangkat. Makanya saat ini aku udah bawain kue dan bunga kesukaannya sebagai ucapan terimakasih. Ah..bagaimana ya ekspresinya melihat kejutan dariku ini?

Akhirnya aku sampai di apartemen kami. Yah, seperti biasa aku memarkirkan mobil Hyundai hitam milikku ini di parkiran dan bergegas membawa semua barang turun dari mobil, soalnya aku sudah rindu dengan kekasih yang baru aku tinggal beberapa jam itu. Saat hendak menutup pintu mobil, mataku menangkap sosok yeoja yang sedang berpenampilan seperti namja—siapa lagi kalau bukan Sungmin—sedang berlari dari arah pintu apartemen. Dia nampak celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri. Ah..lucu sekali tingkahnya itu. Aku dengan segera mengikutinya diam-diam. Langkahnya menuju ke arah parkiran mobil yang lumayan jauh dari tempat parkirku tadi. Mau kemana dia?

'Deg..' semua perasaan bercampur aduk saat melihat pemandangan di depan mataku ini. Sesosok namja yang sangat aku kenal, Jung Yunho, sedang membukakan pintu mobilnya untuk kekasihku, Sungmin, dan kemudian ia membawa kekasihku itu pergi. Entah kemana. Mobil milik namja sialan itu berjalan menjauh dari penglihatanku. Hilang.

Sial! Kenapa namja itu membawa kekasihku? Dan juga kenapa Sungmin mau? Dia juga tidak memberitahuku sama sekali mau pergi kemana dengannya. Ada apa ini? Apa..mereka berselingkuh di belakangku? Shit! Kepalaku sangat pusing sekarang. Dengan penuh emosi, aku membanting bunga yang aku bawa dan menginjak-injaknya. Buat apa aku capek-capek membuatkan kejutan kalau seperti ini perlakuannya padaku? Tak lupa kue yang aku siapkan juga aku buang ke tempat sampah.

Kulangkahkan kakiku menuju ke dalam dorm. Saat Eunhyuk membukakan pintu untukku, tanpa basa-basi aku masuk kedalam kamar dan membanting pintu. Ku rebahkan badanku yang lumayan lelah dengan kegiatan dan pikiran ini ke atas kasur milikku. Kutatap layar ponselku berharap ada kabar dari kekasihku itu, tapi….nihil. Sepertinya mereka memang ada sesuatu. Cih..

Aku hendak menelfon Sungmin, tapi aku urungkan niatku saat itu juga. Biarkan saja dulu, aku mau lihat apa dia masih mau bohong padaku atau tidak nanti.

*kyuhyun POV end*

.

.

-oo-

.

.

Seorang namja dengan seorang namja jadi-jadian tengah menikmati hidangan di sebuah cafe yang sangat romantis—bagi yang sedang dimabuk asmara, namun tidak bagi mereka—.

"Min..enak kan makanannya?" ucap namja yang bernama Yunho pada namja jadi-jadian di depannya.

"Eh..iya enak banget.." balas namja jadi-jadian tadi dengan senyum yang sedikit dipaksakan dari bibir plum miliknya. Ia heran dengan namja di depannya, meskipun ia sudah menolaknya tadi tapi tak ada satupun tanda-tanda menyerah darinya yang Sungmin tangkap.

"Dessertnya juga enak lho! Kau harus coba, Min." Ucapnya lagi kali ini pada Sungmin tanpa meninggalkan senyuman termanisnya dari bibirnya itu.

"Hm..iya.." jawab Sungmin kali ini tak bersemangat. Tiba-tiba ia merasakan ada yang aneh dari dalam tubuhnya. Kepalanya pusing, nafasnya sesak, perutnya juga seakan menolak makanan yang sudah ia telan.

"Eh, kau kenapa, Min?" Yunho yang melihat gelagat aneh dari Sungmin langsung mendekatinya. Ia sedikit panik dan khawatir. Sungmin yang tidak merespon panggilan Yunho kini sedang memegang dadanya yang sakit dengan nafasnya yang tersengal-sengal dan badannya kian melemah.

"Min…Miiiiiiiiiiin." Badan Sungmin sudah lunglai jatuh dari kursi cafe itu. Untung tangan Yunho dengan sigap menahan tubuh Sungmin yang nyaris saja mendarat mulus di lantai.

Yunho langsung menggotong tubuh Sungmin—orang yang ia sukai itu—ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

.

.

-oo-

.

.

"Gimana keadaaannya, dok?" tanya Yunho yang sudah sangat khawatir. Sedari tadi ia mondar-mandir di koridor rumah sakit gelisah menanti keterangan dari dokter mengenai keadaan Sungmin.

"Kamu keluarganya?" tanya sang dokter.

"Saya temannya, dok."

"Hm..teman Anda sering merasa lelah sebelumnya?"

"Iya dok. Kenapa?"

"Dia mengabaikan kesehatannya dan terus memaksakan tubuhnya untuk bekerja. Sebelumnya ia sudah memiliki penyakit anemia dan sekarang penyakitnya itu sudah berkembang parah karena kurangnya kewaspadaan dari sang pemilik tubuh."

"Dia sakit apa dok?" tanya Yunho yang sudah sangat khawatir.

.

.

-oo-

.

.

Mobil Audi berwarna hitam kini sudah terparkir di depan sebuah apartemen. Sang pemiliknya turun dan membantu seorang penumpangnya yang badannya masih lemah.

"Yunho, kau pulang saja. Aku tak apa kok. Aku bisa sendiri." Ucap penumpang yang bernama Sungmin itu menolak bantuan dari Yunho.

"Ah..aku akan mengantarmu sampai ke atas. Kau tak boleh menolak. Kau juga harus langsung istirahat. Jangan memaksakan badanmu, ne?" Akhirnya Sungmin pasrah tubuhnya di gotong oleh Yunho menuju dorm nya.

Kali ini Ryeowook yang membukakan pintu untuk Sungmin. Ryeowook yang melihatnya langsung panik bukan main mendapati tubuh sahabatnya itu sangat lemah.

"Hyuuuung, kau kenapa? Kau sakit? Dia kenapa Yunho hyung?" ucap Ryeowook penuh kekhawatiran.

"Ah..tadi dia pingsan. Aku sudah membawanya ke dokter. Ia sakit lumayan serius. Suruh ia istirahat, ne? Jangan sampai pikirannya terlalu banyak." Pesan Yunho pada Ryeowook. Ia tidak memberitahu penyakit Sungmin itu dengan jelas atas perintah dari Sungmin. Sungmin tak mau ada yang tahu penyakitnya. Ia juga seharusnya di rawat di rumah sakit tadi, tapi lagi-lagi Sungmin menolak dan mengancam bunuh diri kalau ia di rawat di rumah sakit. Benar-benar yeoja itu!

"Aku tidak apa kok, Wookie. Bantu aku ke kamar, ne?"

"Kalau begitu aku pamit dulu ya." ucap Yunho yang kemudian pergi dari dorm Super Junior.

Setelah kepergian Yunho, Ryeowook kemudian membawa Sungmin menuju ke kamarnya. Saat membuka pintu, hawa-hawa mengerikan di tangkap oleh Ryeowook. Kyuhyun sedang berbaring di kasurnya sambil bermain PSP dalam kediaman. Ia juga tidak mengubris kedatangan Sungmin.

"Chagi..kau kapan pu..pulangnya?" ucap Sungmin dengan suaranya yang masih lemah tanpa meninggalkan senyum dari bibir plum miliknya itu. Ucapannya tadi tidak direspon oleh Kyuhyun. Malah ia makin asik dengan PSPnya.

"Kyu bantuin nih Sungmin hyung!" ucap Ryeowook sedikit membentak, karena sikap Kyuhyun yang tidak sopan pada Sungmin.

"Ngapain aku bantu? Dia kan bisa jalan sendiri." Ucap Kyuhyun sinis. Dada Sungmin rasanya seperti ditusuk dengan belati. Ia tak menyangka menyaksikan respon Kyuhyun saat melihatnya datang dengan keadaan lemah seperti itu.

"Sungmin hyung kan keadaannya sangat lemah sekarang. Kau tidak khawatir, eoh?" Ryeowook masih tidak terima dengan sikap Kyuhyun.

"Lemah? Ah..paling-paling dia habis minum-minum dengan namja lain. Pesta wine mungkin. Dia kan memang genit dengan para namja." Kali ini ucapan Kyuhyun sangatlah tidak sopan. Berani-beraninya ia mengejek kekasihnya dengan ucapannya itu.

"Ya! Jaga ucapanmu!" bentak Ryeowook kali ini tidak terima dengan perlakuan Kyuhyun yang sudah sangat keterlaluan. Ia tidak terima Sungmin yang saat ini sudah meneteskan airmatanya di tuduh macam-macam oleh Kyuhyun. Ia sangat tahu betul Sungmin tidak pernah berkhianat dari Kyuhyun. Bahkan ia sangat perhatian padanya meskipun Kyuhyun menyakiti hatinya.

"Sungmin hyung, kau tidur dikamarku saja, ne? Tidak usah tidur sama iblis kayak dia!" ucap Ryeowook sembari melirik sinis kearah Kyuhyun dan langsung membawa Sungmin menuju ke kamarnya dan meninggalkan Kyuhyun sendiri.

Kyuhyun kemudian mendudukan dirinya di tepi kasur dan merenungi sesuatu. Sepertinya ia baru menyadari apa yang telah ia lakukan.

.

.

-oo-

.

.

"Hyung, kau tak apa rekaman dengan keadaan seperti ini? Kesehatanmu sedang tidak baik." ucap Eunhyuk yang saat itu juga memiliki jadwal rekaman yang sama dengan Sungmin.

"Gwaenchana, Hyukkie. Lihatlah aku sudah bisa berdiri dengan baik, berjalan, bahkan bergoyang seperti ini." Ucap Sungmin menggerakkan tubuhnya untuk meyakinkan Eunhyuk bahwa ia baik-baik saja. Sejak kejadian semalam, kabar tentang kesehatan Sungmin dan kejadian di kamar Sungmin yang mengejutkan itu sudah terdengar keseluruh pelosok dorm, bahkan member di lantai 12 juga sudah mengetahuinya. Saat ini hampir seluruh member membela Sungmin dan mengibarkan bendera perang untuk Kyuhyun.

"Baiklah, tapi kau jangan terlalu lelah ya, hyung!" ucap Eunhyuk kali ini. Mereka pun akhirnya berangkat menuju studio rekaman mereka.

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Ah..mentari pagi sepertinya sangat bersemangat sehingga berhasil menembus jendela kamar yang masih tertutup rapat pagi ini. Sudah jam 10, biasanya ada yang membangunkanku sedari pagi dan menyiapkanku air panas. Tapi…

Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar. Sepi. Kemana semua? Apa semuanya sudah berangkat ke jadwal masing-masing? Tapi kemudian aku melihat Donghae melintas di hadapanku dan pergi menuju ruang makan.

"Eh hyung, semuanya kemana?" tanyaku pada Donghae yang terlihat sedang mengambil nasi di rice cooker.

"Oh..yang rekaman hari ini sudah berangkat daritadi, kalau yang tidak rekaman pada sibuk sama jadwalnya masing-masing. Kau tidak tahu ya, Kyu? Kamu sih jahat banget sama Sungmin hyung." Ucap Donghae kali ini dengan wajah polos andalannya. Ia menyindirku atau apa ya?

"Aku tidak jahat kok padanya. Dia duluan yang jahat sama aku, hyung." Ucapku sedikit membela diri.

"Sudah lah, makan saja nih. Enak lho!" ucap Donghae tidak peduli sembari terus mengunyah makanannya.

'drrttt..' Tiba-tiba ponselku berdering. Dari Changmin. Segera saja kuangkat.

"Yeobseo."

"Yeobseo, Kyu. Jadi kan? Sebentar jemput aku ya jam 4 sore." Ternyata aku ada janji dengan Changmin hari ini. Aku sampai melupakannya. Yah..untunglah, itung-itung buat refreshing otak yang penat gara-gara masalah perselingkuhan Sungmin itu.

"Ne..kau tenang saja."

"Baiklah. Kalau begitu sudah dulu ya." Changmin berniat mengakhiri panggilannya namun aku tahan karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.

"Eh..tunggu dulu. Hm..Min, semalam Yunho hyung pergi kemana? Dengan siapa? Kau tahu?"

"Oh..ia bertemu dengan seseorang yang special katanya. Aku juga tidak tau siapa. Emangnya kenapa, Kyu?"

'Deg..' special? Tak salah lagi, Sungmin pasti brselingkuh dibelakangku. Shit!

"Ah..anniyo. Bye. Sampai jumpa, Min." Dengan cepat aku mengakhiri panggilan itu sebelum Changmin bertanya yang tidak-tidak. Aku juga sudah sangat kesal. Selera makanku jadi menghilang. Kutinggalkan Donghae yang masih berada di meja makan dan kembali ke kamar. Starcraft semoga bisa mengembalikan moodku yang buruk ini.

.

.

-oo-

.

.

*Victoria POV*

Akhirnya hari ini tiba juga! Hm..pakai baju apa ya? Aku kan harus tetap cantik di hadapan Kyuhyun oppa!

Oh ya aku belum ngasih tau kalian ya? Aku kan diajak Changmin nonton konser Sung SiKyung yang sebenarnya aku tak tahu itu siapa, tapi yang bikin aku semangat adalah…ya siapa lagi kalau bukan Kyuhyun? Kata Changmin, ia ikut juga nonton konser itu. Changmin memang baik banget mau membantuku lebih dekat dengan Kyuhyun!

"Eh eonni, kau kenapa lama sekali memandangi lemari bajumu itu?" ucap Sulli mengagetkanku. Benar saja, aku sedari tadi hanya terpaku di depan lemariku ini karena bingung mau memakai baju apa.

"Ah..aku bingung mau pakai apa buat nonton konser."

"Yang casual aja, eon. Nih pakai jaket kulit ini bagus tuh." Ucap Sulli yang menyarankan pakaian untuk ku kenakan nanti.

"Hm..kalau di padukan dengan mini dress ini cocok tidak?" Sulli sangat membantuku saat ini.

"Iya cocok kok. Sudah kan? Gitu aja lama banget!"

"Hihi..gomawo Sulli..mmuah." Akhirnya aku siap deh. Kyuhyun oppa, wait meeee hihi

*Victoria POV end*

.

.

To be continue

Ucapan makasihnya skip ke chap 5 oke? kkk~ ayo tinggalin review ya
kamsahamnidaaa.. *bow*