Title : When I Can't Sing Anymore
Author : Vivi 'Hyo Ra'
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Victoria Song
And the other cast
Genre : Angst / Romance
Annyeong readers! Tanpa babibu lagi, ini dia Chapter 4! Happy reading chingu^^
.
.
-ooooo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Hari ini aku ada janji dengan Changmin menonton konser Sung SiKyung dan aku sudah on the way ke dormnya. Aku saat ini masih badmood karena kejadian kemarin malam. Siapa yang tidak kesal melihat kekasihnya diam-diam bertemu orang lain? mana pulangnya pakai acara mabuk segala lagi. Maka dari itu hari ini sku sangat berniat untuk bersenang-senang dan menikmati malam ini. Yah..sekali-kali aku ingin membalas perbuatan Sungmin padaku.
Oh sudah sampai di dorm TVSQ. Dengan segera aku menelfon Changmin dan menyuruhnya cepat-cepat turun. Aku paling malas menunggu.
"Yeobseo."
"Changminnah..aku sudah ada di parkiran." ucapku langsung setelah mendengar suaranya mengangkat telepon.
"Kau naik sajalah, aku masih lama." Bingo! Itulah yang paling aku benci dari Changmin. Ia itu, tapi berani sekali ia memerintahku— aku tak sadar diri dengan ucapanku ini—.
"Ya! Kenapa kau belum siap dari tadi sih?"
"Naik saja tidak usah cerewet!" bentaknya padaku,dan bodohnya aku menurutinya seakan aku takut dengannya. Aku saat ini sudah berada di depan pintu dormnya. Kuketuk dan tak lama kemudian terbuka. Dan kau tahu apa yang kulihat? Orang yang sama dengan yang aku lihat semalam bersama Sungminku. Dia Yunho. Sungguh bodohnya aku melupakan bahwa 'musuh'ku itu adalah rekan Changmin dalam grupnya.
Oke lupakan soal perselingkuhan, sekarang aku harus bersikap 'sok' manis dan tak tahu apa-apa Yunho. Dan sekarang ia tampak tersenyum dan mempersilakanku masuk dengan sopan. Rasanya menjijikkan menyaksikan 'musuh'mu sendiri bersikap manis dan kau juga berpura-pura manis dihadapannya.
"Hei Kyuhyun-ssi, lama tak bertemu. Apa kabar?" itulah ucapan basa-basinya dengan tak lupa menyisipkan senyum termanisnya. Err..andai saja ia tak mengganggu Sungminku, aku pasti membalas senyumannya itu dengan tulus. Sayangnya tidak kali ini.. Senyumanku hanya kepalsuan semata.
"Baik hyung, kau sendiri bagaimana? Aku dengar kau sedang sibuk hari ini sampai tidak bisa ikut nonton konser." yah..begitulah menurut pernyataan Changmin. Aku juga sebenarnya tidak niat bertanya seperti itu. Hanya sekadar basa-basi saja sih.
"Ah aku juga baik. Sebenarnya aku tidak ada jadwal. Kemarin aku pikir aku bakal ada janji dengan kekasih baruku. Tapi tidak jadi karena ia menolakku kemarin hahaha kok aku jadi curhat padamu ya?" kekasih baru? Ditolak? Maksudnya?
"Oh gitu.." aku mengangguk seakan mengerti. Apa yang tadi ia bicarakan ada kaitannya dengan Sungminku.
"Oh iya Kyu, gimana kabar Sungmin? Apa ia baik-baik saja?" shit! Haruskah ia sok perhatian pada Sungminku? Andai tak ku kontrol emosiku, aku pasti sudah menghadiahkannya satu pukulan di wajahnya yang tampan—yah..tapi tak lebih tampan dariku—itu.
"Hm..sepertinya. Dia juga sedang rekaman hari ini jadi dia pasti baik-baik saja." jawabku sambil terus menerus menahan emosi.
"Jinjja? Dia rekaman? Padahal ia masih lemah! Kalau ia kenapa-kenapa gimana?" please, jangan sok perhatian yang berlebihan gitu sama Sungminku! Aku tidak suka! Lagian ia juga baik-baik saja, kenapa dia sok khawatir!
"Kyu, kajja!" panggil Changmin. Akhirnya anak itu berguna juga. Kalau dia tidak cepat mengajakku pergi mungkin hal terburuk mungkin saja terjadi.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
Dua orang namja tampan tengah berada di dalam sebuah mobil Hyundai hitam. Mereka tengah berada dalan perjalanan.
"Eh Kyu, kita jemput Victoria dulu ya." ucap salah seorang namja yang bernama Changmin pada sang pemilik mobil.
"Ah? Kenapa jemput dia? Kau mengajaknya?" Kyuhyun tiba-tiba memikirkan seseuatu, ia mengkhawatirkan perasaan kekasihnya.
"Ne..kenapa? Kau tak suka aku mengajaknya?"
"Anni..aku hanya hm..sudahlah lupakan." Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk mengabaikan perasaannya tadi.
'Dia saja tidak memikirkan perasaanku, kenapa aku harus memikirkannya?' batin Kyuhyun melawan gejolak hatinya. Dia masih benar-benar kesal dengan Sungmin.
"Eh Kyu, kau harus bersenang-senang hari ini. Setauku kau belum punya pacar kan?"
"Hm..iya. Emangnya kenapa?" jawab Kyuhyun berbohong. Yah lagi-lagi demi kebaikan menurut Kyuhyun.
"Kau tahu tidak? Victoria itu suka banget padamu lho! Lagian dia cantik kan?"
"Terus?"
"Omo..kau ini evil pabo ya! Yah gebet aja dia. Manfaatin hari ini buat pedekate." Ternyata Changmin berusaha menjodoh-jodohkan Kyuhyun dengan yeoja bernama Victoria itu.
"Hm.." Kyuhyun terlihat berfikir. Ia sepertinya menimbangkan saran Changmin.
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
Oke. Hari ini aku rekaman. Badanku masih lemah. Dadaku masih agak sesak, tapi aku harus terus memaksakannya. Yah..mudah-mudahan aku tidak apa-apa. Aku harus terlihat kuat.
"Hyung, kau masih sakit kan? Istirahatlah dulu hyung." Ucap Eunhyuk. Sepertinya ia benar-benar khawatir denganku, sedari tadi ia terus-terusan mengikutiku. Hm..apa aku harus menceritakan padanya tentang kesehatanku?
"Gwaenchana, Hyukie. Kau tenang saja. Kau tahu kan aku kuat?" jawabku meyakinkannya.
"Iya, hyung, aku tahu kau sangat amat kuat. Kau sangat kuat menghadapi semua masalahmu, hyung. Kau hebat! Kyuhyun memang pabo. Kyuhyun sudah tau pacarnya seperti ini eh dia malah pergi dengan orang lain! Kalau aku yang jadi pacarnya, aku pasti sudah memutuskannya dan menggiling badannya itu sampai rata!" ujar Eunhyuk sambil memeragakan gerakan menggiling sesuatu dengan tangannya. Aku tertawa melihatnya. Eunhyuk memang sangat lucu.
"Yah..sepertinya aku harus mencobanya sih hahaha"
'drrt...' ponselku tiba-tiba berdering. Sepertinya ada sebuah panggilan masuk. Nomor tak dikenal. Siapa ya? Dengan segera aku mnjauh dari tempatku bersama Eunhyuk tadi dan menjawab panggilan itu
"Yeobseo.."
"Yeobseo, Minnie. Ini aku Yunho. Aku memakai telepon di dorm hehe. Kau sedang rekaman ya? Masih sibuk?"
"Ah..iya. Yah sisa sedikit lagi sih. Kau tahu darimana aku rekaman, Ho?
"Oh itu. Aku tahunya dari Kyuhyun. Tadi ia mampir kesini."
'deg.' Kyuhyun? Ia ke dorm TVSQ? Ia tidak mengabariku? Apa..ia mau membalasku? Oh ya apa yang ia lakukan disana? Apa ia mau mendatangi Yunho? Ia tahu kalau aku pergi dengan Yunho semalam? Aaah..berbagai pertanyaan terus mengiang di otakku.
"Oh..ngapain dia disana?" tanyaku dengan sedikit khawatir.
"Dia mau pergi nonton konser dengan Changmin, Min." Oh iya, aku lupa! Ia kan memang ada janji dengan Changmin. Kenapa aku jadi pelupa gini ya?
"Eh, Min..kau baik-baik saja kan? Tidak kenapa-kenapa kan? Usahakan kau selalu istirahat. Jangan lelah. Jangan lupa makan. Ne?" sambung Yunho yang sepertinya mengkhawatirkanku.
"Ne..gomawo, Yunho."
"Kau pulang jam berapa?" tanyanya kali ini.
"Mungkin setelah selesai 2kali take lagi. Sekitaran sejam dari sekarang lah. Emang kenapa Yunho?
"Anniyo..hwaiting! Hm...saranghae, hyung." Yah..dia mengatakan itu lagi. Entah dalam konteks antara hyung dan donsaeng ataukah..ah aku tak mau berfikir terlalu banyak.
"Ne..aku lanjut kerja lagi ya, Yunho. Bye.." setelah itu aku segera mengakhiri panggilan tadi dan kembali ke kerjaanku. Aku ingin cepat-cepat pulang. Entah kenapa aku sedikit gelisah saat ini. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa.
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Oppaaaaaa!" teriak salah seorang yeoja yang berlari dari arah sebuah apartemen. Ia adalah Victoria Song. Ia berlari menuju ke salah satu mobil yang di dalamnya terdapat dua orang namja ganteng yang salah satunya sedang melambai ke arah Victoria.
"Masuklah." Ucap namja yang melambai tadi sembari membukakan yeoja itu pintu mobil.
"Kau sudah lama menungguku, oppa?" tanya yeoja itu lagi pada salah seorang namja di dalam mobil yang sedari tadi hanya duduk diam. Namja yang di tanya hanya diam.
"Eh, Kyu! Dia bertanya padamu tuh!" bisik Changmin menyuruh Kyuhyun menanggapi yeoja yang sudah duduk di belakang mereka.
"Hm..ne. Ayo kita berangkat." Ucap Kyuhyun langsung melesatkan mobilnya itu ke tempat konser. Yah..pikirannya masih agak kalut. Ia masih bingung apa yang harus ia lakukan.
.
.
-oo
.
.
*Sungmin POV*
"Aaaah akhirnya selesai juga yaaa." Ucap Leeteuk sang leader puas. Ia benar-benar tak sabar menenggelamkan dirinya ke dalam tempat tidurnya.
"Kau pulang sama siapa, hyung?" tanyaku pada Eunhyuk yang masih asik menatap layar ponselnya sembari tersenyum-senyum sendiri. Aku sudah bisa menebak. Itu pasti dari Donghae.
"Ah? Oh..aku mungkin di jemput sama Donghae, hyung." Jawabnya padaku tanpa sedikit pun berpaling dari layar ponselnya.
"Oh, boleh aku nebeng, Hyukie?" tanyaku. Yah..aku tidak bawa mobil, jadi aku tak tau pulang sama siapa. Kalau nebeng sama Leeteuk hyung kayaknya tidak enak.
"Kau mau ikut dengan kami? Tapi kayaknya kami akan pergi makan dulu. Tak apa?"
"Iya tidak apa kok. Aku ikut aja." Jawabku pasrah. Namanya juga nebeng, pasti ikut-ikut aja kan sama yang di tebengin?
"Minnie hyuuuuung!" panggil seseorang tiba-tiba mengagetkan kami berdua. Suara yang aku kenal. Namja yang memanggilku itu kemudian berlari ke arahku dan Eunhyuk.
"Ada apa kau kesini Yunho?" tanyaku heran dengan kedatangannya. Yah namja yang tiba-tiba muncul itu adalah Jung Yunho.
"Aku mau mengantarmu pulang. Tak apa kan?" Duh..aku sebisa mungkin harus menghindari berdua dengannya. Aku tidak mau mengecewakan Kyuhyun lagi. Aku harus menjaga perasaan orang yang paling aku sayang itu. Ah..pokoknya aku harus cari alasan! Harus!
"Ah..aku udah janji ikut Eunhyuk.." jawabku. Aku tidak bohongkan?
"Iya, dia akan ikut denganku ke rumah makan, Yunho." Ucap Eunhyuk menambahi.
"Tapi..kau kan sedang sakit, hyung..kau tak boleh dulu sering keluar." Ah..Yunho memang paling pintar mencari alasan.
"Iya ya, hyung. Kau ikut saja sama Yunho." Kali Eunhyuk mengikuti perkataan Yunho. Terlihat sunggingan di ujung bibir namja itu. Yah terpaksa..
"Baiklah..Bye, Hyukkie." Ucapku seraya meninggalkan Eunhyuk yang masih asik dengan ponselnya dan berjalan mengikuti Yunho.
"Minnie..kita sekalian periksa keadaanmu lagi ya. Aku..aku masih khawatir." Dia menggenggam tanganku sembari kami berjalan menuju mobilnya.
"Ne.." Aku menatap tangannya yang masih menggenggam erat tanganku. Andai Kyuhyun yang seperti ini..
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Aku, Changmin, dan Victoria berada dalam satu mobil. Tapi sedari tadi aku tak bersuara. Hanya suara Changmin dan Victoria yang sedang mengobrol saja yang terdengar dalam mobil ini.
'kriiing..drrtt..' tiba-tiba ponsel Changmin berdering membuat percakapan mereka terhenti. Suasana kembali senyap tanpa sepatah katapun.
"Eh, Kyu.." panggil Changmin memecahkan kesunyian.
"Hm.."
"Kau teman sekamar Sungmin hyung kan?"
'Deg' kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang Sungmin? Ada apa? Apakah ia tahu soal hubunganku?
"Ne..wae?" jawabku penuh kekhawatiran.
"Apakah dia..gay?" Omo..apa dia tahu kalau Sungmin berpacaran denganku?
"ANNIYO!" jawabku sedikit lantang—malah hampir membentak— membantah pernyataan Changmin barusan. Aku memang betul kan? Sungmin kan perempuan. Masa dia gay?
"Arraseo..tapi, kenapa dia dekat sekali dengan Yunho belakangan ini?" Shit! Kenapa bahas ini sih?
"Aku tak tahu." Jawabku sedikit ketus. Aku jadi kesal kalau membahas hal ini lagi.
"Tapi kalau memang tak ada apa-apa, kenapa hari ini Yunho menjemputnya? Padahal kemarin Yunho bilang ada urusan hari ini. Apa urusannya itu dia?"
"Mwo? Mereka berarti sedang berdua? Su..Sungmin dengan Yunho?" jawabku kaget dengan pernyataan Changmin tadi. Ah..Sungmin berduaan lagi dengan Yunho? Damn! Dia berselingkuh. Tak salah lagi.
"Iya, tadi aku suruh Yunho urus dorm, tapi dia jawab kalau dia sedang ada di jalan dengan Sungmin hyung." Penjelasan Changmin benar-benar membuat hatiku panas. Shit! Emangnya kau saja yang bisa bermain api dibelakangku, Minnie. Tunggu saja.
*Kyuhyun POV*
.
.
-oo-
.
.
*Victoria POV*
Sejak ia menjemputku, kenapa Kyuhyun oppa tidak berbicara sepatah katapun? Sedari tadi aku hanya berbincang-bincang dengan Changmin. Aku bosan. Tujuan utamaku kan Kyuhyun!
Saat itu tiba-tiba ponsel Changmin berdering. Ah...suasana di mobil jadi makin sunyi. Hanya suara musik dari player mobil yang terdengar. Ah..Kyu bicaralah!
"Kau teman sekamar Sungmin hyung kan?" ucap Changmin bertanya pada Kyuhyun memecahkan keheningan di dalam mobil ini.
"Ne..wae?" Aku hanya diam menyimak pembicaraan mereka itu dari belakang.
"Apakah dia..gay?" Ah? Mereka sedang bahas apaan sih? Siapa yang gay? Sungmin? Sungmin Super Junior?
"ANNIYO!" jawab Kyuhyun dengan suara yang sangat keras. Kenapa dia langsung membentak begitu? Dia tak terima sahabatnya di bilangi seperti itu?
"Arraseo..tapi, kenapa dia dekat sekali dengan Yunho belakangan ini?"
"Aku tak tahu."Hm kali ini tak kalah aneh. Kyuhyun menjawabnya terdengar seperti orang yang...ehm, cemburu?
"Tapi kalau memang tak ada apa-apa, kenapa hari ini Yunho menjemputnya? Padahal kemarin Yunho bilang ada urusan hari ini. Apa urusannya itu dia?" Aku benar-benar penasaran dengan pembicaraan mereka. Seperti ada yang aneh dari pembicaraan itu.
"Mwo? Mereka berarti sedang berdua? Su..Sungmin dengan Yunho?" jawab Kyuhyun kali ini sedikit kaget. Ia terlihat seperti orang yang baru saja mendapati pacarnya berselingkuh. Apa dia cemburu sahabatnya di ambil orang lain?
"Iya, tadi aku suruh Yunho urus dorm, tapi dia jawab kalau dia sedang ada di jalan dengan Sungmin hyung." Itulah akhir percakapan mereka, karena Kyuhyun tidak menjawabnya sepatah katapun. Aku melihat wajahnya dari kaca spion. Wajahnya tampak berkerut. Ia menahan sesuatu sepertinya. Ah..aku jadi penasaran. Apa hubungannya pembicaraan mereka tadi dengan ekspresi wajah Kyuhyun ini? Kenapa? Ada apa? Aku harus mencari tahu..
*Victoria POV end*
.
.
-oo-
.
.
Sungmin dan Yunho tengah berada di ruang praktek dokter. Sungmin berbaring pada ranjang yang tertutup tirai dan mendapatkan pemeriksaan sementara Yunho menunggu dengan cemas. Setelah beberapa lama, dokter muncul dan duduk di kursinya diikuti dengan Sungmin.
"Hm..Anda benar-benar tak bisa di rawat disini?" tanya dokter pada Sungmin yang sudah duduk di hadapan dokter itu.
"Aku harus kerja, dok. Aku benar-benar tidak bisa. Josonghamnida. Aku pasti menjaga diriku."
"Hm..tapi Anda butuh perawatan yang intensif kalau tak mau penyakit itu menyerang Anda."
"Aku benar-benar tidak bisa, dok. Berikan saja aku obatnya. Aku janji akan menjaga diriku, dok. Jebal.." Sungmin setengah memohon pada dokter. Ia benar-benar tidak mau dirawat di rumah sakit. Selain tidak mau mengganggu kerjanya, ia juga tak mau ada yang tahu soal penyakitnya itu. Ia tak mau orang memberinya rasa kasihan. Dia tidak suka diperlakukan seperti itu.
"Ne, tapi Anda harus sering kesini untuk mendapatkan suntikan impuls. Kalau tidak jantung Anda bisa saja melemah lagi dan tidak dapat berdetak karena kurangnya produksi darah dalam tubuh Anda."
"Ah..Minnie..Kenapa sih kau tidak bisa memberitahu agensi kita kalau kau sakit? Ayolah..kau harus dapat perawatan intensif.." bujuk Yunho kali ini setelah mendengar perkataan dokter barusan. Ia benar-benar takut kalau hal itu terjadi. Tak bisa ia bayangkan jantung orang yang ia sayangi berhenti berdetak.
"Yunho, aku benar-benar tidak bisa. Aku tidak mau. Jebal..biarkan aku." Sungmin bersikeras tak mau di rawat di rumah sakit. Dokter hanya bisa mengikutinya saja. Ia habis akal menghadapi pasiennya itu. Yah asalkan ia mau berjanji sering konsultasi.
"Sungmin-ssi. Anda boleh rawat jalan. Tapi berjanjilah untuk merawat badan Anda itu dan sering berkonsultasi kesini. Penyakit anemia aplastik Anda itu bisa membunuh Anda. Jadi saya mohon kerjasama Anda."
"Saya janji, dok. Akan sering kesini."
"Yah..karena kalau Anda terlewat sedikit saja perawatannya, semuanya bisa makin fatal. Sel darah putih Anda sudah menyerang sumsum tulang belakang, dan kemungkinan berubah menjadi kanker itu sangat besar." Ujar dokter pada Sungmin. Penyakit Sungmin itu sangat amat berisiko membunuh organ terpenting di dalam tubuh Sungmin. Tubuh Sungmin sangat membutuhkan perawatan intensif, tapi sang pemiliknya sangat keras kepala. Ia teguh pada pendiriannya untuk tidak di rawat di rumah sakit.
"Iya dokter." Jawab Sungmin mengerti.
"Dan satu hal lagi. Anda tidak boleh banyak berfikir dan mencemaskan sesuatu. Sayangi jantung Anda. Jangan memaksakan jantung Anda. Jantung Anda kondisinya sudah melemah." Sambung dokter mengingatkan.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Aku kini sudah berada di tempat konser Sung SiKyung bersama Changmin dan Victoria. Sepertinya semua penonton sudah masuk kedalam area pertunjukan karena sangat sepi di luar sini. Kami pun akhirnya bergegas masuk ke dalam. Aku tak mau ketinggalan konser itu. Masa habis pusing mikirin Sungmin, aku juga tak bisa bersenang-senang? Ngomong-ngomong soal Sungmin ku masih tak habis pikir dengannya. Sebegitu perfectnya kah Yunho dibandingkan denganku? Apakah dia lebih sempurna dariku?
Shit! Jangan pikir aku tak bisa juga membalasmu, Min.. Aku pasti bisa.
"Kyu..sana temani Victoriaa! Kasihan dia diam begitu!" ucap Changmin sedikit berbisik di telingaku. Hm..apa aku ikuti saja permainan ini? Kenapa aku tak coba mendekati Victoria?
Yah kalau dilihat-lihat, Victoria itu cantik sih. Badannya juga bagus. Dan yang paling penting dia mencintaiku kan? Jadi kayaknya dia bisa jadi alat balas dendamku.. Akhirnya aku memutuskan untuk mendekatinya.
"Victoria noona." Panggilku padanya. Yah..dia memang lebih tua dariku.
"Ah..Kyuhyun oppa!" aku heran, kenapa ia sering sekali memanggilku oppa? Bukannya aku ini dongsaengnya?
"Yuk cepat masuk.." aku langsung menggenggam tangannya dan menariknya mengikutiku. Oke, sepertinya semua akan berhasil.
*Kyuhyun POV end*
.
.
To be continue
Gomawo yang udah mampir kesini. Review please^^
Kamsahamnida *bow*
