Title : When I Can't Sing Anymore
Author : Vivi 'Hyo Ra'
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Victoria Song
Jung Yunho
And the other cast
Genre : Angst / Romance
Annyeong! Ini dia chap 5. Enjoy it! Happy reading^^
*Victoria POV*
Omo..sepanjang malam ini Kyuhyun sangat amat romantis! Aku benar-benar tak menyangka ia memperlakukanku seperti ini. Padahal dulu ia tak pernah menghiraukanku, tapi sekarang.. Huaaa tanganku ini tak pernah lepas dari genggaman tangannya. Sedari tadi saja ia melindungiku dari gerombolan penonton konser yang sangat banyak ini.
Dan sekarang saat konser berakhir, tatapan semua orang tertuju pada kami. Yah jelas lah, kami ini berdua kan idol. Tapi kali ini beda, itu semua pasti karena Kyuhyun yang merangkulku mesra di muka umum. Omo.. kini wartawan yang ada pun sudah mengambil gambar kami berdua. Apakah dia ingin hubungan yang terbuka? Ia ingin publik tau bahwa kami ini sedang dekat? Tapi meskipun begitu, aku tak peduli dengan skandal apapun. Toh aku juga senang dan rela kan?
"Silahkan masuk, Song-aah." Mwo? Dia memanggil nama Chinaku? Dia memanggilku dengan panggilan yang tidak biasa. Aaaaaah..melting deh saat ia juga membukakan pintu mobil bagian depannya untukku. Ia ingin aku duduk disebelahnya kan maksudnya? Asiiiik! Tapi..ngomong-ngomong Changmin kemana ya?
"Kyu..Changmin kemana?" tanyaku penasaran dengan keberadaan Changmin.
"Oh..aku suruh dia naik mobil si Minho saja. Aku kan mau berdua denganmu, Song-aah." Ucap Kyuhyun yang berhasil membuat wajahku memerah. Ah..akhirnyaaaaaa!
*Victoria POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
"Gomawo, Yunho, sudah mengantarkan aku pulang dengan selamat." Ucapku saat Yunho menurunkanku di depan apartemen.
"Ne, gwaenchanayo, Minnie hyung. Kau jaga kesehatan, ne? Jangan banyak pikiran.." kata Yunho menasehatiku kini. Ia sepertinya masih khawatir pada keadaanku.
"Ne. Kau tak perlu khawatir, Yunho. Bye.. hati-hati di jalan ya.." ucapku seraya melambaikan tangan dan masuk kedalam apartemen. Ah..aku benar-benar pusing. Kepalaku sakit. Dengan langkah gontai aku memasuki lift dan tiba di lantai 11 yang merupakan dorm kami. Aku pun mengambil kartu yang merupakan kunci pintu apartemen kami, memasukkan beberapa password kemudian pintu pun terbuka. Aku ingin cepat-cepat tidur. Aku lelah.
Saat masuk kedalam, suasana dorm sangat sepi. Sepertinya semua member sudah tidur. Maklum, sekarang sudah pukul 12 malam. Oh iya, apa Kyuhyun sudah pulang belum ya?
Aku pun dengan sedikit hati-hati berjalan menuju kamarku dan Kyuhyun. Aku tak ingin membuat kegaduhan. Saat aku membuka pintunya aku tak langsung masuk, aku mengintip terlebih dahulu untuk melihat keadaan di dalam kamar itu. Hasilnya? Kosong. Tidak ada siapa-siapa di kamar itu. Kemana Kyuhyun? Apa dia belum pulang? Ini kan sudah tengah malam! Kenapa dia belum pulang? Apa dia benar-benar mau membalasku dan membuatku mati karena khawatir kayak gini?
Aku mondar-mandir di dalam kamar. Aku sudah berusaha menelfonnya tapi ponselnya tidak aktif. Bagaimana ini? Kalau dia kenapa-napa gimana? Aku khawatir… Aku pun memutuskan untuk menegak segelas wine agar sedikit lebih tenang. Semoga saja wine ini membantuku yang sedang gelisah. Kulirik jam ku, sudah pukul 00:31. Kenapa Kyuhyun belum pulang juga?
Tiba-tiba pintu kamar kami terbuka. Seorang namja dengan aura hitam masuk kedalam. Ia tenang-tenang saja melangkah masuk tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun telah membuatku khawatir seperti ini.
"Kau darimana, Kyu!" tanyaku dengan nada suara yang sengaja kutinggikan.
"Dari nonton konser, kan?" jawabnya dengan santai sembari melangkah menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil pakaian ganti cuek.
"Ya! Tapi ini jam berapa! Konsernya kan selesai sebelum jam 12 tadi!"
"Aku ada urusan lain.." ucapnya lagi tak kalah cueknya.
"HEH! AKU BICARA PADAMU! PERHATIKAN BAIK-BAIK!" kali ini kesabaranku sudah habis. Aku tidak suka diabaikan seperti itu.
"Aku sudah jawab kan? Terus? Sudahlah kau tidur saja. Kau pasti lelah kan habis berkencan dengan namja barumu itu?" ucap Kyuhyun kali ini ngaco. Aku tak mengerti maksud perkataannya itu.
"Apa maksudmu?" tanyaku yang benar-benar tak mengerti.
"Tak usah pura-pura bodoh. Aku udah tau kok, jadi tak perlu khawatir dan bertemu secara rahasia lagi dengannya. Aku sudah tak peduli." Ucapnya sembari meninggalkanku di kamar sendirian. Teganya dia memperlakukanku begini. Air mataku pun tanpa sadar mengalir dengan sendirinya.
Cho Kyuhyun pabo!
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
"SUNGMIIIIIIIIIIIIIIIN!" teriak seseorang sembari menggedor-gedor pintu kamar Sungmin. Sungmin yang baru tertidur selama 3 jam itu langsung terbangun dari tidurnya dan segera membuka pintu. Sepertinya ada yang tidak beres.
"Waeyo?" ucap Sungmin saat membuka pintunya bingung.
"Sini, hyung. Kau harus lihat! Palli!" ucapnya yang langsung menarik lengan Sungmin ke arah ruang tv.
"Ada apa sih, Hyukkie?"
"Lihat itu, hyung!" ucap namja bernama Eunhyuk itu menunjuk ke arah televisi.
'Deg.' Jantung Sungmin seketika berdegup kencang. Ia menahan dadanya saat melihat apa yang sedang di tayangkan di televisi. Di televisi saat itu memperlihatkan seorang namja yang tengah merangkul mesra seorang yeoja di sampingnya. Wajah yang sangat familiar di mata Sungmin.
Di televisi saat itu sedang menayangkan acara infotainment selebriti. Headline beritanya sangat amat menyayat hati Sungmin yang menyaksikannya.
'SKANDAL CINTA CHO KYUHYUN DAN VICTORIA TERUNGKAP! MEREKA BERANI TAMPIL MESRA DI MUKA UMUM."
Eunhyuk yang peka dengan perasaan Sungmin langsung memeluk hyung nya yang pastinya sedang mengalami pahitnya cinta. Eunhyuk sangat amat mengerti. Ia tak habis pikir dengan Kyuhyun yang tega memperlakukan hyung kesayangannya itu seperti ini. Ini benar-benar tak bisa dibiarkan menurut Eunhyuk.
"Aku akan membuatnya mati, hyung. Kau tenang saja ya." Eunhyuk berusaha menenangkan Sungmin yang masih mengalirkan air matanya itu. Ia benar-benar kasihan menyaksikan Sungmin dalam keadaan seperti ini.
"Hyung..kau sakit. Jebal jangan menangis lagi." Sungmin tak menghiraukan ucapan Eunhyuk tadi dan terus-terusan menangis. Rasa sakit di hatinya sudah tak terobati lagi.
"Hyukkie! Sungmin hyung kenapaaa?" teriak member lain saat mendengar tangisan dan keadaan Sungmin yang sangat menyedihkan. Mereka adalah Yesung, Ryeowook, Donghae, dan Siwon.
"Itu.." jawab Eunhyuk seadanya sambil menunjuk ke arah televisi.
"MWO?" Mereka berempat sangat amat kaget menyaksikan tayangan televisi itu. Spontan Siwon langsung mengambil remote televisi dan mematikannya. Ia kasihan pada Sungmin apabila tayangan itu terus ia lihat.
"Hyung…minumlah dulu. Nih.." Ryeowook menyodorkan gelas berisi teh hijau kearah Sungmin. Sungmin pun meraihnya dengan kekuatan yang tersisa dan meneguknya perlahan. Ia tak mampu bicara sepatah katapun. Dadanya sesak seketika. Jantungnya seakan melemah. Ia memegangi terus dadanya itu.
"Hyung, gwaenchanayo? Hyung! Hyung!" teriak Eunhyuk yang kaget merasakan Sungmin sudah lemah di dalam pelukannya.
"Panggil ambulans! Palli!"
"Anniyo..aku tak apa. Jebal, bawa aku ke kamar saja, ne?" pinta Sungmin dengan suaranya yang melemah.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Semalaman ini aku tidur di dorm Shinee. Aku tak tahan berada di dormku, apalagi di dalam kamarku dan Sungmin. Entah.. aku tak kuat menatap matanya.
Oh iya, tadi aku mendapat telepon dari Lee Soo Man, kepala direktur SM Entertainment. Entah kenapa ia memanggilku ke tempat ini. Yah, sekarang aku sudah berada di kantor SM Entertainment. Apakah ada rapat dadakan? Aku pun melangkah menuju ruangan dimana tempat pertemuan itu akan berlangsung. Saat sudah sampai di depan pintu ruangan yang di maksud, aku pun membukanya.
Eh? Ada apa ini? Kenapa semuanya tampak diam melihatku masuk? Di dalam sudah ada member Super Junior, Lee Soo Man sonsaengnim, dan manager kami. Apa mereka marah karena aku terlambat sampai menatapku tajam seperti itu? Eh, aku tidak melihat Sungmin di ruangan itu. Dia mana?
"Annyeonghaseyo, sonsaengnim." Sapaku sembari menunduk hormat di hadapan Lee Soo Man sonsaengnim.
"Duduklah." Dari nada suaranya pasti ada yang tidak beres. Tapi.. ada apa ya? Aku pun melangkah ke bangku yang masih kosong dalam ruangan itu. Hanya tersisa dua. Di samping Eunhyuk yang wajahnya sangat mengerikan seperti ingin membunuhku—entah juga karena apa—, atau di samping Leeteuk hyung yang sedang diam sembari melipat kedua tangannya di dada. Aku pun memutuskan untuk memilih yang di samping Leeteuk hyung saja. Daripada mencari mati kan? Tapi sepertinya sama saja, karena Leeteuk hyung langsung menatapku tajam, tatapannya itu seakan menuduhku seorang pembunuh yang kejam. Apa aku melakukan kesalahan?
"Lihat ini." Ucap manager kami ketus sambil melemparkan beberapa tabloid ke depanku. Aku pun mengambil tabloid-tabloid tersebut dan memperhatikan berita yang menjadi sampulnya. Headline berita itu sangat mengejutkan.
"SM ENTERTAINMENT MENCARI POPULARITAS DENGAN MEMBUAT SKANDAL"
"CHO KYUHYUN 'SJ' MENGENCANI SESAMA REKAN DI AGENSINYA"
"APAKAH SM MENCARI SENSASI LAGI DI MATA PUBLIK?"
Omona.. itu adalah fotoku bersama Victoria kemarin! Jadi… ini masalahnya? Gara-gara niat jahatku semalam?
"Kau tahu itu siapa, Kyuhyun? Kau sengaja melakukan ini, eoh?" kali ini Leeteuk hyung angkat bicara. Ia seperti menghardikku. Aku terdiam. Tak satupun kata dapat terlontar dari mulutku ini.
"Jelaskan semuanya, Kyuhyun." Ucap Lee Soo Man sonsaengnim meminta klarifikasi dariku. Aku harus berkata apa coba?
"Josonghamnida, sonsaengnim. Aku tidak tahu akan seperti ini.."
"Kau memang tak tahu diri, Kyu! Kalau kau mau menghancurkan kami semua tidak begini caranya!" ucap Heechul kali ini dengan emosinya yang meluap-luap. Aku benar-benar bermain dengan api yang kini sudah membakarnya semuanya.
"Kau jahat, Kyu!" ucap Eunhyuk kali ini yang tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya kemudian meninggalkan ruangan. Langkah Eunhyuk itu juga diikuti oleh member lainnya, seperti Ryeowook, Yesung, Heechul, dan Donghae—si ikan ini sebenarnya ikut-ikutan aja tuh keluar—. Kenapa coba mereka emosi begitu denganku?
"Sekarang kau tinggal memutuskan, apa yang mau kau lakukan." Ucap Lee Soo Man sonsaengnim kali ini meminta kejelasan.
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
Aku terbaring lemah di tempat tidur. Semua member kini sedang mengikuti rapat dadakan mengenai…ah aku tak mau membahasnya. Aku tak sanggup.
"Minnie, hyung. Ini air panasnya. Gimana? Udah lumayan?" Oh ya, itu Yunho. Sebelumnya aku memang menyuruh Eunhyuk memanggil Yunho saja untuk menemaniku di dorm—karena Eunhyuk juga tak mau meninggalkanku sendiri—. Sedaritadi Yunho lah yang merawatku. Ia membuatkanku bubur, mengingatkanku meminum obat, dan mengompresku yang sedikit demam. Benar-benar namja yang perhatian. Andai saja dia yang menjadi kekasihku, aku pasti tidak akan pernah terluka seperti ini.
"Yunho.. gomawo. Kau baik sekali padaku." Ucapku dengan sedikit memaksakan suaraku keluar sambil menggenggam tangan Yunho.
"Sudah semestinya kok, Minnie hyung. Aku tidak mau melihat orang yang kucintai menderita." Ucapnya sembari mengelus lembut dahiku tanpa meninggalkan senyuman di bibirnya itu. Andai aku tak mencintai Kyuhyun, aku pasti akan bahagia bersamanya.
"Makan lagi ya, Min. Tadi kau hanya makan beberapa sendok." Sambungnya yang langsung mendudukkanku di tempat tidur dan menyendokkan bubur ke mulutku setelah memastikannya tidak panas. Dia benar-benar telaten dan perhatian. Hm.. apa sebaiknya aku beritahu saja mengenai indentitasku ini pada Yunho?
"Yu..yunho.." Yunho yang sedang meniup-niup sesendok bubur itu kemudian menghentikan kegiatannya ketika mendengar panggilanku.
"Wae, Min?"
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Eonniiiiiee!" teriak seseorang membangunkan seorang yeoja berambut pirang dari tidurnya.
"APA SIH? Ribut banget!" bentak yeoja tadi pada magnaenya karena merasa tidurnya diganggu.
"Vicky eonnie, kau harus lihat ini." Sang magnae bernama Krystal itu pun menyodorkan sebuah tabloid yang memamerkan wajah leadernya itu bersama seorang namja bernama Cho Kyuhyun.
"Mwo?" yeoja bernama Victoria itu kaget melihat berita yang ada di tabloid itu. Tapi seketika senyumnya mengembang lebar.
"Ya! Kau itu kena skandal malah ketawa-tawa sendiri, eon!"
"Biarin aja, paling ntar juga reda sendiri." Jawab Victoria yang kemudian menutup kembali pintu kamarnya sambil membawa tabloid yang di sodorkan Krystal tadi. Krystal yang masih berada di depan pintu kamar sang leader itu bingung dengan tingkah eonnienya.
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
"Kau harus memilih, mengumumkan bahwa kau memang berpacaran dengannya di muka umum, atau mengabaikannya saja tapi menjatuhkan namamu."
Aku kini sudah keluar dari ruangan yang menjelma menjadi neraka itu. Ucapan Lee Soo Man tadi masih terngiang di telingaku. Aku bingung. Di lain sisi aku tak mau reputasiku buruk, tapi aku lebih-lebih tak mau berhubungan resmi dengan Victoria—kan tujuan utamaku untuk membalas perbuatan Sungmin— Lagian aku masih mencintai Sungmin, bohong kalau aku tak perhatian lagi padanya.
Eh iya ngomong-ngomong soal Sungmin, tadi kenapa ia tidak ada di rapat dadakan itu ya? Dia kemana? Apakah dia sakit? Dan eunhyuk itu kenapa marah besar padaku? Ah.. aku makin penasaran.
'ddrrrrtt..' ponselku tiba-tiba berbunyi.
"Yeobseo.."
"YA! Skandalmu itu heboooh! DAEBAAAK!" itu adalah suara khas milik Changmin. Dia lebih heboh sepertinya kalo di bandingin dengan skandalku itu.
"Kau berisik sekali sih!" protesku. Dia memang sangat berisik! Telingaku penging mendengar suaranya yang melengking itu.
"Hahaha mianhe. Tapi aku benar-benar kaget lho, Kyu, waktu ngeliat beritamu itu di internet, televisi, tabloid, bahkan di twitter. Kau itu benar-benar hebaat!" apakah itu pantas di sebut pujian?
"Please deh, Min. Udah deh, aku capek dengerin berita ini."
"Hahaha ne, arraseo. Kalau begitu sudah dlu ya. Aku hanya ingin nyampein itu kkk~ bye" panggilan pun di akhiri oleh namja gila bernama Shin Changmin itu.
Baiklah, aku sebaiknya pulang. Aku ingin beristirahat, dan…. ah aku rindu dengan wajah aegyo kekasihku. Yah, Lee Sungmin.
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Yunho POV*
"Yunho hyung, gomawo telah menjaga Sungmin kami. Kau memang bisa di andalkan hyung!" ucap Eunhyuk padaku saat ia sudah pulang dari kantor SM Entertainment. Aku tahu, mereka semua—kecuali Sungmin, karena dia sedang sakit—disuruh kesana karena kasus skandal. Yah.. aku mengerti, aku juga pernah mengalami itu semua. Aku kasihan pada mereka, tapi ada untungnya juga sih. Kapan lagi bisa berduaan dengan Sungmin?
"Ah, gwaenchanayo, Hyukkie. Aku pamit dulu ya." Yah.. sudah kurang lebih 3 jam aku berada di sini. Lagian mereka semua sudah pulang, jadi tidak ada lagi alasanku kan untuk tetap tinggal disini? Padahal sih sebenarnya aku tidak ingin berpisah dengan Sungmin.
"Mianhe, Yunho, sudah merepotkanmu." Ucap Sungmin padaku saat aku hendak meninggalkan dormnya dengan suara yang masih lemah. Ah.. ingin sekali rasanya aku mencium bibirnya yang berwarna pink itu.
Oh ya, tadi ia memberitahuku sesuatu. Sesuatu yang sampai saat ini masih sulit kupercaya. Tapi.. aku juga senang mengetahuinya. Yah, mengenai identitasnya. Ternyata Sungmin itu seorang yeoja. Aku tak habis pikir, tapi aku cukup merasa lega. Aku ternyata masih normal… Aku masih suka yeoja.
Aku juga merasa tersanjung saat mengetahui bahwa aku diberitahu mengenai rahasianya itu. Berarti ia percaya padaku kan? Ini cukup menjadi langkah awal mendekatinya. Hm.. tadi ia bilang yang tahu soal identitasnya hanya keluarganya, SM, Kyuhyun dan aku. Kalau orang tua dan SM sih masih wajar, tapi kok Kyuhyun juga tahu? Kenapa di dalam member Super Junior hanya ia yang tahu? Kalau karena ia sahabatan, bukannya Eunhyuk dan Ryeowook itu juga sahabat Sungmin? Kenapa mereka tidak tahu ya? Apa karena mereka sekamar jadi perlu diberitahu? Tapi kan malah kalau tahu jadi risih kalau sekamar dengan lawan jenis? Terus kenapa mereka masih sekamar? Aaah.. kenapa aku pusing memikirkan hal tak penting kayak gini ya?
*Yunho POV end*
.
.
-oo-
.
.
Kyuhyun tiba di dorm. Ia pun masuk ke dalam dormnya dan melihat suasana yang seperti biasanya di dorm itu. Ryeowook dan Yesung sedang menonton televisi, sementara Donghae tengah bermain dengan Choco. Akhirnya Kyuhyun pun memutuskan untuk langsung ke kamarnya. Ia sangat merindukan kasur empuk miliknya dan tentu saja teman sekamarnya yang imut itu. Ia juga ingin mengetahui keadaannya.
Dia pun membuka pintu kamarnya dan melenggang masuk seperti tak ada apa-apa.
"HEH! Kau ngapain disini!" bentak seseorang yang sedang berbincang dengan Sungmin dalam kamar itu.
"Ini kamarku. Aku mau tidur." Jawab Kyuhyun dengan santai. Matanya menangkap sosok Sungmin yang tengah berbaring di kasurnya dengan kompres di dahinya. Kyuhyun jadi sedikit khawatir.
"Tapi kau—"
"Sudah, hyukkie. Jebal. Keluarlah.. aku tak apa kok. Biarkan saja dia. Aku juga mau istirahat. Kepalaku sakit sekali." Sungmin memotong bentakan Eunhyuk tadi. Eunhyuk pun mengikuti perintah Sungmin, tapi deathglare nya pada Kyuhyun seperti mengatakan 'lo-masih-beruntung-belum-mati-ditanganku'.
Setelah kepergian Eunhyuk, suasana kamar itu berubah menjadi canggung. Sepi. Tak ada suara sedikit pun. Kyuhyun hanya diam terduduk di kasurnya sembari memperhatikan tubuh Sungmin yang membelakanginya. Ia melihat banyaknya obat berserakan di meja Sungmin. Ia pun makin khawatir dan penasaran.
'Obat apa itu? Apa dia sakit? Sakit apa sampai butuh obat sebanyak itu? Kenapa ia tak memberitahuku kalau ia sakit? Apa sakitnya parah?' itulah pertanyaan demi pertanyaan yang mengiang di dalam pikiran Kyuhyun. Kyuhyun pun hanya bisa tenggelam dalam kesunyian kamarnya itu. Ia memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di kasur dan memandang kosong ke arah atap kamarnya.
.
.
To be continue
—-
Gomawo chingu udah bersedia nunggu lama^^ Review yaa!
Big thanks to :
Kim Soo Hyun, Maya, kyumin shipper, nina317Elf, MinnieGalz, Chikyumin, vicsparkyu4ever, Just Call Me Guest, wulandarydesy, , RithaGaemGyu.
Mianhe kalau di chap 2 agak mengecewakan.
Kamsahamnida readers *bow*
Akhir kata review pleeeeease!
