Title : When I Can't Sing Anymore

Author : Vivi 'Hyo Ra'

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

Jung Yunho

And the other cast

Genre : Angst / Romance

Annyeong! Kali ini author hadir lagi dengan chap 6! Jeongmal mianhe belakangan author sibuk ngurus registrasi kuliah dan ga sempet posting di sini :( maka dari itu author kembali update kilat chap 6 dan 7!

Tanpa basa-basi langsung aja di baca. Happy reading^^

*Sungmin POV*

Pagi ini aku sudah berada di dapur dan membantu Ryeowook menyiapkan sarapan pagi. Sebenarnya Ryeowook sudah memarahiku dan menyuruhku istirahat, tapi apa daya aksi aegyoku ini berhasil meluluhkannya. Hihihi

"Pagi…" salam Eunhyuk yang sepertinya baru bangun. Terlihat ia mengucek-ucek matanya dan berjalan gontai menuju dapur, ia langsung duduk di meja makan. Ia terlihat tenang, belum berkutik, dan saat kesadarannya mulai penuh ia pun melihat keberadaanku di dapur..

1..2..3..

"YAAAA! HYUUUUNG! KENAPA KAU DI DAPUR? KAU SAKIT! AYO CEPAT ISTIRAHAAT! KAU JUGA WOOKIE, KENAPA KAU BIARIN DIA DISINI, EOH?" ucapnya tak santai. Suaranya itu benar-benar berpotensi memecahkan gendang telinga. Ryeowook yang disalahkan hanya bisa tertunduk. Ia memang selalu melakukan yang terbaik di depan hyungnya, jadi kalau ia dimarahi seperti itu ia pasti sangat sedih dan merasa gagal. Aku pun mengelus-elus punggungnya dan mencoba menenangkannya.

"Hyukkie, kau tidak boleh seperti itu pada dongsaengmu. Dia kan tidak salah apa-apa. Aku yang memaksa untuk membantu." Ucapku mengklarifikasi. Eunhyuk pun nurut dan meminta maad pada Ryeowook yang masih terpukul setelah dibentak seperti tadi.

"Ne, Wookie, mianheyo.." Ryeowook langsung mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman tulus untuk Eunhyuk pertanda ia tak apa-apa.

"Tapi hyung, kau harus istirahat. Apalagi besok kita akan tour ke Shanghai kan? Atau.. hyung absen aja di tour kali ini?" sambung Eunhyuk kembali ke pokok permasalahan.

"Andwae! Aku tidak mau! Aku mau ikut tour juga. Hyukkie, aku baik-baik saja. Jeongmal.." ucapku meyakinkannya. Tentu saja aku tidak ingin absen dari tour kali ini. Kebahagiaan utamaku adalah memberikan penampilan yang terbaik di hadapan ELF, mendapatkan cinta mereka, dan selalu menomorsatukan Super Junior serta ELF.

"Tapi hyung, kalau sakit mending istirahat saja.."

"Anniyo, aku bisa kok. Percaya padaku, ne?"

"Arraseo. Tapi… ngomong-ngomong hyung sakit apa sih? Kok obatnya banyak gitu, hyung? Apa parah?" tanya Eunhyuk padaku kali ini sedikit penasaran.

'Deg.' Apa yang harus aku jawab? Apa aku harus jujur? Tapi.. Ah, sekarang aku benar-benar gugup. Wajahku tak bisa menutupinya.

"Ah.. aku.. aku cuma sakit biasa aja kok, hyukkie. Itu cuma vitamin-vitaminku saja dari dokter agar lebih fit."

"Oh gitu.." Eunhyuk mengangguk-angguk mengerti saat mendengar penjelasanku. Yah semoga dia mempercayainya. Aku tidak ingin ada yang tau mengenai hal ini selain Yunho.

"Tapi hyung janji harus jaga diri, ne?" ucap Ryeowook kali ini tak kalah perhatiannya.

"Ne.." Jawabku singkat sembari memamerkan senyuman andalanku. Aku bersyukur masih memiliki mereka yang perhatian padaku.

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Donghae POV*

Aku saat ini sedang berbaring di kamar Lee Hyuk Jae kekasihku, yah dia tidur sendiri di kamarnya, jadi enak kalo main-main kesini, tidak bakal ada yang ganggu! Hihi..

"Chagi.. besok kita ke Shanghai kan? Pas lagi tidak ada jadwal kita jalan-jalan, ne?" rengekku pada kekasihku yang sedang packing barang buat dibawa besok.

"Hm.. kalau ada waktu ya." Jawabnya seadanya sambil terus sibuk mengepak barang.

"Yah pasti kita dikasih waktu kali buat jalan.."

"Tapi aku juga harus jagain Sungmin hyung yang masih kurang sehat. Kasian dia." Nah lho? Kenapa Sungmin aja yang dipeduliin sementara pacarnya ini diabaikan. Dia anggap apa dong aku ini?

"Ya! Dia kan sudah punya Kyuhyun. Kenapa kamu yang repot urusin dia?" bantahku pada penjelasan Eunhyuk tadi.

"Kau tahu kan Kyuhyun itu bagaimana? Dia itu tidak bertanggung jawab!" kali ini nada bicara Eunhyuk makin meninggi gara-gara membahas masalah Kyuhyun. Heran, dia itu paling suka banget nyampurin urusan 'rumah tangga' orang lain sementara aku aja jarang bener diperhatiin.

"Yah tapi kan masih banyak member lain yang bisa jagain Sungmin hyung."

"Ya! Kau itu tidak punya hati ya? Sungmin hyung itu lagi drop kondisi fisik dan mentalnya. Jangan begitu dong!" ucap Eunhyuk kali ini nyolot. Yah.. lagi-lagi aku yang kena imbasnya.

"Ne, ne, ne.. tak usah marah begitu dong.." Aku pun bangkit dari posisiku yang menelungkup di tempat tidur dan mendekatinya. Aku memeluknya dari belakang. Pertama kali tubuhnya memberikan respon kaget, tapi setelah itu sepertinya ia merasa nyaman berada di pelukanku karena ia diam saja tanpa mengoceh dengan protes-protesan andalannya itu.

"Chagi.." pangilku lembut padanya.

"Hm.."

"Saranghae.."

"Ne.." jawabnya singkat.

"Ya! Romantis dikit dong! Kau itu tak jauh beda sama Kyu! Huh!" omelku padanya. Aku langsung melepaskan pelukanku dari tubuh ceking miliknya itu kemudian kembali berbaring di kasur miliknya dan menghadap ke dinding kamarnya. Ceritanya aku lagi ngambek nih..

"Hae-aah.." panggilnya lembut. Sepertinya ia ingin menbujukku. Jual mahal ah..

"Hm.." kali ini aku membalasnya. 1-1 monyet pabo!

"Kau marah, eoh?"

"Anni." Jawabku makin singkat. Biar tau rasa!

"Saranghaeyo, hae-aah.." ucapnya setengah berbisik. Sepertinya ia malu mengatakannya.

"Wae? Aku tidak dengar!" ucapku bohong. Tentu saja aku mendengarnya. Aku hanya ingin bermain-main kok.

"Saranghaeyo, hae-aah" ucapnya kali ini jelas. Sangat jelas. Tapi aku kerjain sekali lagi ah..

"Wae?"

'pluk..' sebuah bantal besar berhasil mendarat mulus di kepalaku.

"Appo!" rintihku sesaat itu juga.

"Siapa suruh.." ucapnya yang langsung melengos dari wajahku dan sibuk kembali dengan aktivitas awalnya. Tanganku kemudian menarik bahunya berniat membalikkan wajahnya agar melihat kearahku. Dan.. berhasil! Tak melepaskan kesempatan emas, akhirnya aku mengecup bibirnya itu dan menariknya hingga kini berada di atasku.

"Emp.. hae.. egh.. le..ppaassh.." ucapnya tak jelas. Meskipun ia menyuruhku melepaskannya, tapi kenapa ia masih diam saja tak menolak perlakuanku itu padanya? Aku pun masih asik menghisap, menjilat, bahkan menggigit bibir milik 'monyet' kesayanganku ini.

"Saranghaeyo.. emp.." ucapku sembari terus melanjutkan kegiatan mengasikanku tadi. Semoga saja sepanjang malam ini tak ada yang mengganggu kami.

*Donghae POV end*

.

.

-oo-

.

.

Kyuhyun, namja terbodoh di dunia sedang terbaring dalam diam di kasur miliknya. Di tangannya ada sebuah PSP, namun perhatiannya justru berada pada namja jadi-jadian yang tengah asik membereskan barangnya di dalam tas sembari melantunkan melodi yang indah dengan suara merdunya. Ajaib bukan? Siapa sih yang tidak tahu gimana Kyuhyun kalo sedang asik dengan game?

Tapi.. kali ini beda. Namja jadi-jadian bernama Sungmin itu mampu membuatnya tak karuan. Kyuhyun merasakan sesak di dadanya setiap melihat Sungmin. Apalagi Sungmin kini bersikap lain kepadanya. Sungmin tak lagi mengkhawatirkannya yang sedari tadi tidak membereskan barang yang akan di bawa, ia tak mengoceh manja menyuruhnya makan malam, bahkan melihatnya pun ia seakan enggan. Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa ia sampai tega menyakiti Sungmin. Matanya buta dengan rasa cemburu sehingga tidak bisa mengandalkan akal sehatnya lagi.

Kyuhyun pun memaksakan untuk memejamkan matanya. Ia tak mau melihat Sungmin. Alasannya? Sangat simple. Itu karena semakin ia memperhatikannya, sakit di hatinya semakin mencuat dan tak dapat di obati.

"Kyuu.." panggil seseorang mengagetkannya. Ia langsung bersemangat bangkit dari posisinya berharap bahwa Sungminlah yang memanggilnya barusan. Tapi..

"Ah.. Leeteuk hyung. Waeyo?" Melihat bukan Sungmin yang memanggilnya melainkan leadernya–yang entah darimana sudah masuk ke dalam kamarnya—itu, cahaya binar di matanya kembali menjadi suram. Ia pun menjawab panggilan hyungnya tadi dengan malas.

"Kenapa belum membereskan barangmu?" tanya Leeteuk sang leadernya itu dengan suara yang sedikit ketus.

"Ah.. itu.. anu.." respon Kyuhyun kali ini dengan sedikit terbata-bata. Ia pasti tak tahu harus menjawab apa.

"Liat itu Sungmin sudah membereskan barang-barangnya. Palli! Aku tidak mau melihat kau besok terburu-buru dan membuat kita semua terlambat berangkat! Arra?" oceh sang leader itu mengingatkan Kyuhyun. Tapi sang magnae menjawabnya dengan malas lagi.

"Ne..arraseo. jamkkanmanyo.." Kyuhyun pun dengan sedikit terpaksa beranjak dari posisi pewenya di kasur dan kemudian berjalan gontai mengambil tasnya di atas lemari. Kyuhyun kemudian melirik kearah Sungmin yang masih sibuk dengan aktivitasnya sejak awal dan tak sedikitpun menindahkan keberadaannya disana. Sungmin seakan-akan hanya berada sendirian di dalam kamar itu. Semakin Sungmin larut dalam kediamannya, semakin hancur lebur pula perasaan Kyuhyun saat itu. Kyuhyun pun hanya bisa pasrah pada keadaan. Harapannya hanyalah semoga semua keadaan bisa kembali seperti semula.

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Keadaan di kamar sangat amat hening. Ehm, Cho Kyuhyun sedang sibuk dengan PSPnya. Yah.. siapa sih yang tidak tahu bagaimana dia kalau sedang sibuk dengan gamenya?

Selain itu, aku juga memang masih sakit hati pada Kyuhyun. Yah aku tahu, aku yang salah. Aku yang duluan berbohong padanya, tapi.. apa ia harus membalasku seperti ini? Sesakit ini? Aku juga tak mengerti jalan pikirannya. Lebih baik aku mengepak-ngepak barangku sajalah daripada terus-menerus memikirkannya yang belum tentu juga memikirkanku.

Aku pun mengambil iPod milikku, memasang earphone di telingaku, kemudian mengambil tas hitam besar milikku yang berada di atas lemari. Omo.. kenapa badanku pendek ya? Aku jadi susah mengambil tas itu. Hm.. biasanya aku akan meminta bantuan Kyuhyun dan ia akan dengan senang hati membantuku, tapi… Ya Lee Sungmin! Berhenti memikirkan orang yang tidak sama sekali memikirkanmu! Pabo! Aku benar-benar pabo!

Setelah berhasil mengambil tas besar hitamku—dengan bantuan kursi yang aku panjat—, aku kemudian mengambil beberapa potong pakaian, celana, dan peralatan mandiku. Hm.. Kyuhyun masih bermain game. Aish.. dia santai sekali! Kalau ia nanti gelagapan packing gimana? Kalau ada barangnya yang tertinggal gimana? Vitamin, neck pillow, dan obat mualnya kalau ia lupa bawa kan gawat!

'Deg.' Omo.. kenapa aku ini? Kenapa aku memperhatikannya terus seperti ini? Omona.. daripada aku makin memperhatikannya sebaiknya aku bernyanyi saja. Semoga dengan bernyanyi, pikiranku sedikit teralihkan dari Cho Kyuhyun evil itu!

'Gabeoryeo neoran saram jikyeoweo
jebal ulji malgo geunyang tteonaga
Neoreul saranghaetttan mal modu geojinmariya
jigeum garal ttae geunyang ga
..'

Itulah lagu yang aku lantunkan untuk mengalihkan perhatianku sejenak dari Kyuhyun. Lagu berjudul White Lie yang dipopulerkan oleh Lee Seung Gi itu sepertinya sangat kena dengan kisahku saat ini. Yah.. tapi aku harus move on. Aku tak boleh larut terlalu dalam hingga tak dapat muncul lagi ke permukaan. Iya kan?

Aku sangat asik dengan kegiatanku sampai-sampai aku kaget saat melihat Leeteuk hyung sudah berada di dalam kamarku dan Kyuhyun ini. Ia terlihat seperti mengawasi kegiatan-kegiatan member yang lainnya. Maklum, dia kan leader.. Tapi, omo.. Kyuhyun! Dia pasti bakal dimarahi oleh Leeteuk hyung kalau ketahuan daritadi kerjaannya malas-malasan seperti itu terus!

"Kyu.." benar, Leeteuk hyung memanggil Kyuhyun yang tengah berbaring terlelap di kasur miliknya. Dari nada panggilannya sepertinya ia akan mengoceh.

"Ah.. Leeteuk hyung. Waeyo?" respon Kyuhyun dengan malas. Omo.. magnae ini benar-benar tidak sopan! Kalau ia dimarahin gimana? Isssh!

"Kenapa belum membereskan barangmu?" tanya Leeteuk hyung ketus. Masuk ke dalam mulut harimau kalau mencari masalah dengan Leeteuk hyung!

"Ah.. itu.. anu.." jawab Kyuhyun dengan sedikit terbata. Omo.. aku ingin membantunya, tapi..

"Liat itu Sungmin sudah membereskan barang-barangnya. Palli! Aku tidak mau melihat kau besok terburu-buru dan membuat kita semua terlambat berangkat! Arra?" Nah lho? Kok aku di bawa-bawa sih?

"Ne..arraseo. jamkkanmanyo.." jawab Kyuhyun malas. Apakah gara-gara ia merasa dibandingkan denganku? Omona..

Kyuhyun pun terlihat berjalan gontai mengambil tasnya yang berada di atas lemari kemudian mengambil barang-barang yang ia perlukan secara asal dari dalam lemari. Ah.. kenapa aku terus memperhatikannya? Yaa! Paboooyya! Aku pun akhirnya berkutat dengan pakaian-pakaianku lagi.

Cho Kyuhyun… bisa tidak sejenak saja enyah dari dalam pikiranku, eoh?

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Kalian semua sudah siap, kan? Kita akan naik bus menuju ke airport. Kayaknya kita akan satu bus dengan anggota TVXQ dan Shinee." Ujar Leeteuk sang leader pada seluruh dongsaengnya yang kini tengah berkumpul di ruang tengah dorm lantai 11.

"Wah, berarti kita satu bus dengan Minho doong.. Asiiik…" ucap Heechul yang memang sangat ganjen melihat namja-namja tampan sejak ditinggal pergi kekasihnya, Hangeng, ke Cina.

"Jadi ada Yunho hyung juga dong? Ciee Sungmin hyung.." goda Ryeowook pada Sungmin. Yang dibalas dengan senyuman malu oleh Sungmin.

"Apa sih kamu, Wookie!" wajah Sungmin spontan memerah. Dan tanpa mereka sadari, sepasang mata obsidian milik seorang namja yang sedang duduk di sofa memancarkan deathglare serta aura hitam yang sangat mematikan di sekelilingnya mendengar candaan Ryeowook pada Sungmin tadi. Menyadari hal itu, Donghae si ikan yang kebetulan berada di samping Kyuhyun spontan mengelus-elus dada namja itu berharap ia tenang—malah kayaknya makin ga tenang sih gara-gara disangka pervert si Donghaenya—.

'drrrrtt..' masih di ruangan yang sama, ponsel Leeteuk kemudian berbunyi. Ia segera mengangkatnya setelah melihat siapa yang menelfonnya saat itu.

"…."

"Ne, kami sudah siap, hyung."

"…."

"Arraseo. Kami segera turun." Setelah panggilan itu di akhiri, Leeteuk langsung mengaba-aba member yang lain agar mengikuti instruksinya.

"Busnya sudah ada di bawah. Ayo kalian semua bawa barang-barang kalian. Jangan sampai ada yang tertinggal. Hati-hati dompet dan passport kalian. Ayo.. ayo.. palli.." itulah instruksi Leeteuk yang langsung di ikuti oleh para member. Mereka semua mengekor pada leadernya itu yang memimpin perjalanan mereka menuju bus yang sudah siap di depan apartemen mereka.

"Hyuuuuung! Annyeonghaseyooo!" sapa member Shinee yang ternyata sudah berada di dalam bus tersebut saat para member Super Junior melangkahkan kaki mereka memasuki bus.

"Ah.. baru kalian ya? Changmin sama Yunho belum di jemput?" tanya sang leader pada member Shinee.

"Ne, hyung. Rutenya dari yang junior dulu terus ke seniornya. Hehehe" ucap Taemin sedikit bercanda. Tapi omongannya benar juga. Rute penjemputan itu di mulai dari yang masa debutnya terbaru hingga yang sudah lama.

Bus itu pun melaju menuju tempat selanjutnya, apartemen di mana tepat lokasi dorm TVSQ berada. Dalam bus itu mereka sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang mengobrol, tidur, sibuk dengan ponsel, dengerin lagu, sampe ada yang main kartu. Kyuhyun yang duduk di bangku dekat kaca lebih memilih untuk beristirahat sejenak. Ia saat itu duduk bersampingan dengan Yesung yang sedang mendengar lagu dari iPod miliknya sembari sibuk meletakkan snack-snack di kursi sebelahnya yang masih kosong. Yesung dan Donghae saat ini memang ditinggal kekasihnya yang lebih memilih duduk berdampingan dengan Sungmin. Mereka bertiga—Kyuhyun, Yesung, dan Donghae— ternyata bernasib sama, mereka ditelantarkan oleh pacar mereka masing-masing.

Bus berhenti saat sudah sampai di depan apartemen dorm TVXQ. Yunho dan Changmin yang sudah siap dengan segera masuk ke dalam bus tersebut.

"Annyeonghaseyo.." sapa mereka saat memasuki bus dan segera di balas oleh seluruh member yang sudah stay di dalam bus itu.

"Annyeonghaseyo, Yesung hyung. Apa aku boleh duduk di dekat Kyuhyun?" kata Changmin yang ternyata sudah berdiri manis di samping Yesung yang umurnya terpaut 4 tahun di atasnya.

"Ah.. ne, aku juga akan pindah ke sana." Tunjuk Yesung ke tempat dimana Ryeowook melambai-lambai ke arahnya. Ryeowook disana terlihat duduk sendirian. Ternyata Ryeowook sudah pindah dari tempatnya tadi, begitu pula dengan Eunhyuk yang sudah kembali ke sisi Donghae kekasihnya meninggalkan Sungmin yang sudah di temani dengan Yunho. Eunhyuk dan Ryeowook memang saat ini berperan sebagai mak comblang Yunho dan Sungmin. Mereka jauh lebih setuju Sungmin bersama Yunho dari pada kekasih Sungmin, Kyuhyun, yang selalu jahat pada sahabat mereka itu.

"Kyu!" panggil Changmin mengagetkan Kyuhyun yang sedang terlelap. Saat terbangun ia kaget sudah mendapati Changmin berada di sampingnya.

"Kemana Yesung hyung?" tanya Kyuhyun saat menyadari Yesung yang tadi berada di sampingnya sudah menghilang.

"Tuh.." telunjuk Changmin menunjuk kearah Yesung yang tengah duduk manis bersandar di bahu Ryeowook.

"Ryeowook? Bukannya tadi Ryeowook duduk di sampingny—" kata-kata Kyuhyun tadi sontak terputus. Kyuhyun akhirnya menyadari keberadaan Yunho yang sudah duduk manis di samping kekasihnya, Lee Sungmin. Dari tempat duduknya, Kyuhyun bisa melihat jelas mereka berdua dari sela-sela kursi di depannya. Aura kebencian Kyuhyun muncul lagi, Changmin pun bisa merasakannya. Ia merasa ada yang aneh dari tatapan Kyuhyun. Seperti ada sesuatu..

"Kyu, gwaenchana?" tanya Changmin pada Kyu.

"Ah.. anni.. gwaenchanayo.. eh jaketmu bagus deh. Beli dimana?" Kyuhyun mengalihkan pembicaraannya tapi Changmin tidak begitu bodoh dapat teralihkan. Ia malah semakin yakin ada yang ganjal dari tingkah sahabatnya itu.

"Kyu, kau.. ehm, kau… menyukai Sungmin hyung?"

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

"Minnie, bagaimana? Kau masih sering sakit kepala? Dan kau sudah minum obat kan? Benar tak apa kau ikut tour begini?" tanya namja di sebelahku dengan khawatir. Dia adalah Jung Yunho. Yah siapa lagi yang mengetahui keadaanku selain dia? Kami duduk bersebelahan di dalam bus yang mengantar kami ke Incheon Airport. Semua gara-gara kerjaannya Eunhyuk dan Ryeowook. Mereka selalu saja sengaja mendekatkanku dengan Yunho, padahal kan pacarku yang sangat aku cintai itu adalah… Kyuhyun. Yah.. Cho Kyuhyun.

"Gwaenchana, Yunho. Aku juga sudah minum obatnya tadi. Kau tak usah khawatir, ne? Aku sudah konsultasi kok sama dokter." Jawabku meyakinkannya bahwa keadaanku baik-baik saja. Aku tak mau membuat namja yang sangat baik padaku ini makin khawatir dengan kesehatanku.

"Tapi janji Minnie hyung. Kau harus menjaga tubuhmu. Jebal.. jangan memaksakan diri, ne? Bilang padaku kalau kau tak sanggup." Ucap Yunho kali ini, tangannya menggenggam erat tanganku. Pipiku rasanya panas. Baru kali ini aku merasakan yang seperti ini saat digenggam lembut oleh namja selain Kyuhyun.. Omo..

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Annyeeoong.." sapa Sungmin pada setiap ELF yang ia temui di airport sembari melambai-lambaikan tangannya. Sama hal dengan Sungmin, seluruh member Super Junior, Shinee, dan TVSQ juga melambai-lambaikan tangannya ramah. Kilatan blitz memenuhi area keberangkatan saat itu. Sungmin sampai tak bisa melihat dengan jelas. Tiba-tiba Yunho menarik tubuh Sungmin lebih dekat dengannya dan menghalangi cahaya yang akan menembus ke mata bulat milik Sungmin dengan jaketnya. Mereka saat ini berhasil menarik perhatian para pecinta fans yang gemar memasang-masangkan bias mereka—kecuali KyuMin shipper yang lebih suka Sungmin bersama Kyuhyun—.

Setelah berkutat dengan kerumunan fans mereka, akhirnya mereka semua sudah masuk kedalam airport, menaruh bagasi, dan mencari letak gate keberangkatan mereka

"Gomawoyo, Yunho.." ucap Sungmin pada Yunho yang tadi sudah membantunya melewati kerumunan fans dan tentu saja blitz kamera yang bisa saja membuatnya makin pusing dan drop.

"Ah.. sudah kewajibanku menolongmu, Minnie-aah.. Eh sini tas mu itu biar aku yang bawa. Berat tau!"

"Ah.. anni, biar aku sendiri aja."

"Andwae! Biar aku saja" Yunho kemudian mengambil alih tas hitam yang sedari tadi di jinjing oleh Sungmin.

"Min hyung, Yunho.." panggil seseprang mengagetkan mereka. Mereka pun menoleh ke belakang–dimana sumber suara berasal–

'klikkk..' tiba-tiba cahaya blitz mengagetkan mereka. Bukankah kerumunan fans sudah lewat?

"Hahaha.. kyeopta! Lihat Sungmin hyung megang-megang tangannya Yunho! Kyaaa~ Kalian serasi!" ternyata itu adalah 'fans' mereka yang lain. Eunhyuk dan Ryeowook. Mereka adahah YuMin shipper! Eunhyuk dan Ryeowook berhasil mengabadikan foto Sungmin dan Yunho yang sedang berdua tadi.

"Ya! Kalian usil!" ucap Sungmin yang langsung menjitak pelan kepala Ryeowook dan Eunhyuk dengan gencar. Mereka berempat pun tertawa lepas. Mereka tidak sadar sedari tadi ada sepasang mata yang menatap mereka lekat. Sepasang mata obsidian itu terus mengikuti langkah di mana yeojachingunya itu pergi. Ia tak punya daya apapun kini. Ia hanya bisa melihatnya dari jauh. Padahal hatinya sangat sakit melihat kenyataan di hadapannya saat ini. Yah.. kenyataan bahwa Sungmin terlihat bahagia bersama namja lain.

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Sakit adalah saat kau melihat kekasihmu sedang kesusahan dan kau tak membantunya..

Sakit adalah saat kau melihat kekasihmu bersama namja lain dan kau tak bisa berbuat apa-apa..

Sakit adalah saat kau merasa terabaikan dan dibuang..

Dan sakit adalah saat kau melihat kekasihmu tertawa lepas dan merasakan kebahagian bukan karenamu, melainkan karena orang lain..

Itulah yang aku rasakan saat ini. Sakit yang datang bertubi-tubi benar-benar menghancurkanku. Rasanya seakan mampu meremukkan semua tulangku dan menguburku di dalam kepahitan yang harus aku telan saat ini.

Dari sudut ini aku hanya bisa melihat Sungminku tengah bersama Yunho yang senantiasa merawatnya dengan baik. Aku sepertinya tak jauh lebih baik darinya. Yah aku sadar itu, AKU CHO KYUHYUN TAK JAUH LEBIH BAIK DARI JUNG YUNHO. Damn, itu memang benar!

"Oppaaaaa.." panggil seseorang mengagetkanku. Ia langsung bergelonjotan di lenganku. Yah siapa lagi kalau bukan Victoria?

"Hm.. ne, noona." Jawabku singkat dan terkesan sedikit dingin.

"Kau kenapa Kyunnie oppa?" Kyunnie? Siapa dia sok dekat begitu memanggilku?

"Anniyo.. kau ngapain ke sini? Ada perlu apa?"

"Anni.. aku hanya ingin bertemu denganmu. Bogoshipposeyo.." kali ini ia sudah berlebihan. Ia memelukku erat. Mana di muka umum seperti ini pula! Kalau ada gosip lagi kan gawat! Mataku memandang kesekitar untuk melihat apakah ada yang menguntitku atau tidak. Tapi saat aku sedang mengawasi keadaan, mataku tertuju pada seorang yeoja yang memandangku intens. Omo.. Sungmin! Kenapa dia selalu melihatku dalam keadaan begini sih?

"Lepas.." Aku mendorong keras tubuh yeoja itu sampai ia tersungkur di lantai gate keberangkatan kami itu. Sungmin pun terlihat kaget dengan apa yang kulakukan dan langsung secepatnya pergi.

"Oppa.." Kulihat Victoria tengah memandangku dengan tatapan na'as. Apa aku berlebihan?

"Josonghamnida, noona." Ucapku minta maaf atas perbuatanku tadi. Bagaimana pun aku juga merasa bersalah apabila menyakiti seorang yeoja.

"Kyuuu! Kesini!" panggil seseorang yang ternyata adalah Leeteuk hyung. Entah baru kali ini aku begitu senang Leeteuk hyung memanggilku. Akhirnya aku bebas juga dari yeoja genit itu. Aku pun meninggalkan yeoja tadi yang masih bengong dengan kepergianku dan mendekat ke arah Leeteuk. Saat berada di sampingnya aku langsung memeluk leaderku itu erat. Ah.. gomawooo!

"Ya! Kau kenapa Kyu? Kenapa tiba-tiba begini sih?"

"Anniyo. Saranghaeyo hyuung. Kau leader terhebat!" puji ku padanya sementara Leeteuk hyung masih terbengong-bengong dengan ucapanku barusan hihi..

*Kyuhyun POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Victoria eonnie…" panggil seorang yeoja bernama Krystal saat melihat leadernya sedang terduduk lemas di sebuah kursi dengan pandangan yang menerawang kosong.

"Gwaenchanayo, eon?" tanya Kystal lagi memastikan. Sepertinya eonnienya itu tidak dalam keadaan yang baik. Ia bingung harus berbuat seperti apa. Ia juga tak tahu alasan eonnienya seperti itu.

"Ah? Krystal? Sejak kapan kau disini?" tanya Victoria yang sepertinya baru sadar dari lamunannya.

"Omo.. jadi apa yang aku bicarakan tadi tidak eonnie dengerin? Ckck.. ada yang salah dengan otakmu ini!" Yah.. sepertinya itu benar. Sejak kejadian di dorongnya Victoria tadi ia merasa ada yang tidak beres dengan otaknya. Karena, otaknya memaksanya terus menghubung-hubungkan sesuatu yang sepertinya mustahil.

'Kenapa Kyuhyun mendorongku tadi? Dan kenapa ia lakukan itu saat ia melihat Sungmin oppa sedang memperhatikan kami? Ah, aku jadi ingat pembicaraan Changmin dan Kyuhyun di mobil itu! Alasan aku tak dekat lagi dengan Kyuhyun di SJ-M juga sejak kedatangan Sungmin kan? Aneh. Kalau pun itu kebetulan, tapi terlihat ganjal bagiku. Kenapa ya? Apa hubungan Sungmin oppa dengan Kyuhyunku? Apakah ada sesuatu hal yang tidak aku ketahui? Apa…' batin Victoria terus dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan serupa mengenai Kyuhyun dan Sungmin. Ia terus mengolah semua kejadian yang ada. Berharap tak tertinggal sedikitpun

.

.

To be continue

-oooooooo-

Sekali lagi author minta maaf sebesar-besarnya telah hiatus lama di ffnet. Mianhe author baru punya kesempatan login lagi hari ini. Dan terima kasih banyak buat readers yang udah mau nunggu dan ninggalin reviewnya disini. Oh ya, balasan review aku update di chap 7, ne?