Title : When I Can't Sing Anymore
Author : Vivi 'Hyo Ra'
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Victoria Song
Jung Yunho
And the other cast
Genre : Angst / Romance
Annyeong! Chap 7! Daripada kelamaan yuk langsung aja di baca^^
"Omo.. 3 jam duduk terus pantatku jadi tambah tepos nih!" eluh Eunhyuk yang baru saja tiba di lobi hotel bersama member-member yang lain.
"Sabar, Hyukkie.." Sungmin menenangkan sahabatnya yang tak pernah berhenti protes itu.
"Ini kunci kamar kalian. Pembagian kamar akan sama dengan yang ada di dorm. Mengerti?" ucap Leeteuk sang leader mengarahkan mereka sambil membagi-bagikan kunci kamar ke masing-masing member.
"Yah, hyung, kenapa begitu sih?" protes Donghae yang ingin sekamar dengan namjachingunya, Eunhyuk.
"Iya! Aku kan mau tidur dengan Sungmin!" tambah Eunhyuk. Donghae yang mendengarnya hanya melongo menatap kekasihnya dan bingung. Hancur sudah harapannya untuk sekamar dengan Eunhyuk..
"Tak ada protes-protes! Oh ya tambahan, karena Siwon tidak tinggal di dorm, maka di sini dia bakal tidur dengan Eunhyuk yang notabene tidur sendirian. Sana ke kamar kalian masing-masing!" namja bernama Lee Donghae makin bengong, mulutnya terbuka lebar, mukanya berubah menjadi lesu. Dengan pasrah ia pun mengikuti jalan sang leader yang notabene adalah teman sekamarnya. Ia tak bisa mengelak, karena ia tahu kalau leadernya itu sudah membuat keputusan tak bisa diganggu gugat! Muka manis namja itu pun berubah sangat lesu. Miris. Sudah jatuh tertimpa tangga...
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
"Ini kunci kamar kalian. Pembagian kamar akan sama dengan yang ada di dorm. Mengerti?" ucap Leeteuk sang leader kami mengagetkanku. YES! Aku sempat mengira bahwa aku akan terpisah lagi dengan Sungmin, tapi ternyata tuhan kini berpihak kepadaku! Aaaaaaa senangnya.. sebentar di kamar gimana ya? Aku harus minta maaf dulu padanya, tapi gimana caranya ya? Ehm.. apa dia mau maafin? Duh gimana ini? Aku kok jadi galau gini sih..
"Kyu.." panggil seseorang mengagetkanku dan menyadarkanku dari lamunan pertanyaan-pertanyaan tadi.
"Ah.. ne."
"Ya! Kau mau ke kamar kan? Jangan mengkhayal terus dong! Kajja.. Palli!" Omo.. Sungmin bicara padaku! Akhirnya dia mengajakku bicara juga. Yah meskipun hanya sepotong kata-kata 'pedas' itu, tapi berarti banget buatku.
"Sungmin hyung.." panggilku pelan saat kami berdua kini berjalan menuju kamar kami.
"Hm.." responnya singkat. Mataku kemudian tertuju pada tas yang ia jinjing sedari tadi. Aigoo.. pasti berat!
"Sini tasnya aku yang bawa." Tawarku yang langsung memegang tas yang ia bawa itu.
"Anniyo, aku saja." Ia menarik tasnya kembali dariku.
"Aku.." Aku yang tak mau kalah pun ikut menarik tas itu darinya.
"Aku!" Yah insiden tarik menarik pun terjadi. Dan..
'Aww..' Sungmin yang badannya lemah kalah kuat denganku. Ia terjatuh, dan kepalanya itu mendarat mulus di dinding hotel ini.
"Ah.. mianhe, Minnie. Gwaenchana?" ucapku langsung memastikan keadaannya. Aku pun ikut duduk di bawah dan melihat ke arah kepalanya memastikan tak ada luka parah disana.
"Aissh.. gwaenchana. Sudahlah angkat tuh barang-barang!" ia langsung berdiri sambil memegangi kepalanya dan berjalan cepat meninggalkanku dengan barang-barang bawaan serta tasnya tadi. Dasar yeoja! Tadi aja jual mahal, sekarang malah merintah!
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Sungmin POV*
Setelah pembagian kamar tadi kini aku dan Kyuhyun tengah menuju ke kamar kami. Hanya aku dan Kyuhyun. Member yang lain sudah menuju ke kamarnya masing-masing dan meninggalkan kami. Gara-gara Kyuhyun tuh tadi kelamaan menghayal di lobi hotel. Apa coba yang ia khayalin? Yeoja gatel dari grup f(x) itu? Ish! Pabo!
"Sungmin hyung.."
'Deg.' Dia memanggilku! Dia memanggilku! Omo.. Sungmin, please jangan kelewat seneng. Jangan perlihatkan itu! Kau harus berwibawa dan menjaga image!
"Hm.." jawabku datar, tapi andai ia dengar, hatiku daritadi dag-dig-dug terus!
"Sini tasnya aku yang bawa." Ah.. kenapa ia perhatian begitu sih. Nanti aku makin berharap padanya. Aku tidak mau sakit hati lagi. Aku lelah. Aku tak mau diberi harapan-harapan kosong itu..
"Anniyo, aku saja." Tolakku atas tawarannya itu.
"Aku.." Ia kini menarik tasku. Ya! Jebal.. andwae!
"Aku!" Aku pun kembali menarik tasku. Tak mau kalah, ia pun kembali menariknya, kali ini sangat kuat dan tanganku yang lemah tak bisa menyeimbanginya. Badanku oleng. Kakiku tak kuat menahan dorongan gravitasi yang menarikku ke bawah.
'Aww..' Kepalaku kini sukses membentur dinding hotel. Omo.. kepalaku pusing. Ah.. appo! Kenapa ini? Kenapa pandanganku langsung berputar-putar gini?
"Ah.. mianhe, Minnie. Gwaenchana?" kudengar ucapan minta maafnya itu samar. Rasa sakit di kepalaku kini lebih mendominasi sehingga membuatku kurang memperhatikannya.
"Aissh.. gwaenchana. Sudahlah angkat tuh barang-barang!" bentakku padanya. Aku ingin segera ke kamar! Aku pun melangkahkan kakiku menuju kamar kami. Aku pun berhenti di depan pintu kamar bernomor 137, kenapa juga kamar bernomor itu yang di berikan padaku dan Kyuhyun? Ah sudahlah, aku segera membuka kunci kamar itu dan segera masuk. Aku ingin sedikit mengguyur badanku yang berkeringat dan mendinginkan kepalaku yang sudah sakit ini dengan air.
Aku pun menaruh tas ransel milikku di atas meja, mendudukkan diriku yang sedikit lemas di tempat tidur dan membuka sepatu serta kaus kakiku. Kulihat Kyuhyun baru masuk ke dalam kamar dengan langkah sempoyongan karena badannya yang kurus itu mengangkat beban berat di kedua tangannya—siapa suruh tadi berinisiatif mengangkat tasku?—. Setelah ia menaruh tas itu sembarangan di lantai, aku pun membuka tasku dan mengambil peralatan mandi, handuk, serta baju ganti—ingat kan, aku ini yeoja? Tak mungkinlah aku ganti pakaian di depan evil itu!—, kemudian bergegas ke kamar mandi.
Setelah ku pastikan pintunya sudah terkunci, aku pun segera melucuti seluruh pakaian dan menyalakan shower. Kepalaku masih terasa cenat-cenut, malah kini semakin hebat. Kenapa ya? Apa ini efek karena aku tadi lupa meminum obatku di pesawat?
'Aaarrghh..' rintihku pelan menahan suaraku agar tak di dengar oleh Kyuhyun di luar. Aku tidak mau ia tahu bahwa aku kini sedang kesakitan. Aku tak mau.
Guyuran air kini mengalir di seluruh tubuhku, bukannya menjadi lebih baik, rasanya malah tambah sakit dan badanku menggigil. Omo.. jangan sekarang. Jebal tuhan, tolong jangan sekarang sakitnya.. Aku tak mau Kyuhyun tahu!
Yah, kepalaku kini kian lama makin sakit. Kepalaku seakan ingin meledak. Sepertinya sudah tak bisa aku tahan lagi..
"AAAAAAAHH.."
*Sungmin POV end*
.
.
-oo-
.
.
*Kyuhyun POV*
Sungmin kini berjalan mendahuluiku dan masuk ke dalam sebuah kamar. Ah.. barang yang kubawa ini terlalu berat sampai membuatku kini jalan lebih lama. Dengan sedikit susah payah akhirnya aku sampai ke kamar yang tadi di masuki Sungmin. Eh? Kamar 137? Bukannya itu tanggal...
Tanpa terlalu peduli, aku pun masuk kedalam. Kulihat Sungmin masih memegangi kepalanya dengan satu tangan dan tangan lainnya berusaha membuka sepatu beserta kaus kakinya yang aneh itu.
Tanpa basa-basi padaku yang sudah membawa tasnya yang berat itu, ia langsung mengambil peralatan mandi dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Ck.. yeoja aneh! Bukannya terimakasih malah ngeloyor begitu aja.
Karena badanku sedikit lelah, aku pun merebahkan tubuhku ke tempat tidur yang cukup besar ini. Oh iya, di kamar ini kok cuma ada satu tempat tidur? Artinya... HAHAHAHA *tawa evil* Berbagai pikiran kotorpun kini menari-nari di otakku. Aku yang memikirkannya hanya bisa tertawa geli. Bagaimana ya kalau kami.. ehm.. kkk~
Eh, tapi.. Kami kan sedang bermusuhan? Bagaimana caranya kami bisa bermesra-mesraan coba? Tadi aja dia ketus padaku. Yah.. mengingat hal itu terpaksa deh impian mesumku aku kubur dalam-dalam. Mau gimana lagi?
"AAAAAHHHH" teriak seseorang dari arah kamar mandi kamar ini. Omo.. Sungmin! Aku pun beranjak dari posisiku dan menuju ke arah kamar mandi. Ku ketuk-ketuk pintunya tapi tak ada respon. Ku tarik gagang pintunya. Tak berhasil. Ia pasti menguncinya dari dalam.
"Sungmin.. Sungmin hyung!" panggilku cemas karena ia tak kunjung membuka pintu itu. Karena sudah terlanjur panik, dengan kekuatan yang tersisa aku berusaha mendobrak pintu laknat itu. Sekali coba. Tak berhasil. Dua kali.. tiga kali. Ya! Akhirnya pintu itu terbuka. Aku pun segera masuk ke dalam dan mendapati badan molek menggiurkan milik Sungmin yang tidak tertutup sehelai benang pun—ya aku tidak mesum kok!—terkulai lemah di lantai kamar mandi. Ia masih sadar, kulihat matanya mengerjap-ngerjap sembari tangannya menahan kepalanya yang sepertinya sakit itu. Tubuhnya bergetar. Ia menggigil kedinginan. Tanpa berpikir panjang aku langsung mengambil handuk dan menutupi tubuhnya yang kedinginan itu, mengangkatnya dan membawanya ke tempat tidur.
Aku langsung mengambil air hangat yang selalu aku bawa di dalam termos kecil dan membantu Sungmin yang masih lemah untuk meminumnya.
"Mianhe, Minnie. Apa ini semua karena aku? Karena aku yang tak sengaja membuatmu terjatuh tadi?" Yah.. aku merasa bersalah. Kepalanya sakit sejak jatuh tadi kan? Dan itu karena aku. Aku memang selalu menjadi penyebab penderitaannya.
"Anni.. Kyu.. tolong ambil obat di tas ranselku. Palli.." perintahnya yang dengan segera aku lakukan. Aku pun bergegas ke tempat dimana ia menaruh tas ranselnya dan menggeledah serta mengaduk-aduk isi tas miliknya itu. Di dalamnya ada 3.. eh, 6 bungkus obat-obatan dengan berbeda macam yang tak aku tahu apa fungsinya itu. Aku pun mengambil seluruhnya dan mengantarkan obat-obat itu ke hadapan Sungmin.
Kulihat kini Sungmin mendudukkan dirinya dan menyandarkan tubuhnya di pinggiran tempat tidur. Ia mengambil obat-obat itu satu persatu dan meminumnya dengan bantuan air hangat yang aku berikan tadi. Omo.. kenapa ia harus meminum obat-obat itu sekaligus? Yah, aku tahu kami ini idola dan pernah juga diberikan dopping vitamin untuk menjaga kondisi tubuh saat sedang drop, tapi sepengetahuanku tak sebanyak itu juga obatnya. Apa dia sedang sakit? Wajahnya juga terlihat pucat. Setahuku ia punya penyakit anemia, tapi biasanya tidak separah ini. Kenapa ya?
"Kyu.. tolong ambilkan pakaianku." Tanpa ba-bi-bu, aku pun bergegas mencari pakaian di tas hitam yang aku jinjing tadi ini. Aku mengambil sepasang piyama yang kebetulan aku temukan di tas itu dan langsung menyodorkannya ke Sungmin.
"Berbaliklah." Perintahnya menyuruhku tak melihatnya berganti pakaian. Aku pun menurut dan berbalik ke arah lain.
"Kyu.." panggilnya beberapa menit setelah itu. Aku berbalik. Kini ia sudah memakai piyama berwana pinknya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Gomawo.." sambungnya lagi.
"Itu sudah kewajibanku untuk menolong dan menjagamu, Minnie.. Mianhe.." ucapku sambil mengelus lembut dahinya yang terasa hangat.
"Mianhe? Untuk apa, Kyu?" tanyanya heran.
"Mianhe karena aku selama ini tak ada di sampingmu dan melindungimu. Aku juga selalu membuatmu menderita. Mianhe.. Ini semua gara-gara aku."
"Anniyo, Kyu. Kau tidak salah. Aku yang salah. Sudahlah, sekarang kamu istirahat, ne? Besok kan kita sudah mulai latihan. Aku juga mau istirahat agar besok bisa fit lagi." Ucapnya kini dengan senyuman yang sepertinya terpaksa ia kembangkan di bibirnya itu.
"Kalau sedang sakit lebih baik bilang saja pada Lee Soo Man sonsaengnim, jangan memaksakan diri.."
"Anni! Aku mau ikut manggung juga.. Jebal.." ucapnya sambil memamerkan puppy eyes yang aegyonya ga ketulungan itu. Omo.. hati siapa sih yang ga akan luluh pada ratu aegyo satu ini?
"Arraseo. Tapi kau sekarang cepat istirahat, ne?" Ia pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengiyakan, aku mengecup lembut keningnya dan menyuruhnya tidur. Sementara aku? Yah aku mengambil sebuah bantal dan membawanya ke sofa. Aku sebaiknya tidur di sofa. Aku tak ingin mengganggu tuan putriku yang sedang istirahat itu.
"Kyu.." panggilnya mengagetkanku. Aku pikir ia sudah tidur!
"Kenapa belum tidur? Ada yang kau perlukan, Min?"
"Kau mau kemana?" tanyanya penasaran.
"Ah... Aku akan tidur di sofa. Aku tidak mau mengganggumu istirahat, Minnie."
"Andwae.. temani aku disini. Aku tak bisa tidur. Ak.. aku.. aku ingin di peluk sambil dinyanyikan sebuah lagu.." ucapnya dengan wajah yang kini memerah. Dia memintaku tidur disampingnya? Menyanyikannya sebuah lagu? Dan omo.. ia juga memintaku memeluknya? Tuhan, gomawoyo! Akhirnya aku diberi kesempatan untuk merubah keadaan kembali seperti semula!
*Kyuhyun POV end*
.
.
-oo-
.
.
"Ah.. lelahnya.." gumam namja mungil yang kini sedang duduk di pinggir panggung.
"Sabar, chagi.." ucap namja lainnya yang kini ikut duduk di sampingnya dan mengelus-elus punggung namjachingunya yang sedang kelelahan tadi.
"Yesung.. Wookie.. jangan malas-malasan disitu! Ayo latihan lagi! Sebentar malam kita perform nih! Ayo ayo!" panggil sang leader tak mengerti. Mereka sudah kira-kira latihan selama 3 jam dan belum istirahat juga. Tak hanya Ryeowook dan Yesung saja yang kelelahan, semua member pun merasakan hal yang sama. Tapi begitulah kewajiban mereka.
"Arraseo, hyung. Tapi apa kita tidak bisa berhenti? Kan sudah 3 jam kita latihan. Member grup lain juga mau latihan disini, hyung." Ucap Siwon kali ini bijak. Ia memikirkan nasib rekan-rekannya itu yang sudah kelelahan.
"Baiklah, kalau begitu kalian semua pergi ke belakang panggung saja untuk istirahat, aku akan panggil grup lain untuk gantian latihan disini."
"YUHHUUU! Akhirnyaa!" teriak semua member puas. Mereka semua sangat berterimakasih pada Siwon yang telah membantu mereka bicara dengan sang leader, kalau bukan karena Siwon, mereka pasti masih latihan terus. Kesembilan member pun berjalan menuju rest room mereka
"Sungmin hyuuuuung!" panggil seseorang mengagetkan salah seorang namja jadi-jadian dalam kerumunan kesembilan member itu.
"Ah, Yunho hyung. Wae?"
"Anniyo aku hanya ingin menanyakan kabarmu."
"Oh gwaenchanayo.."
"Benar? Kalau begitu istirahatlah, aku mau latihan dulu. Byee.." namja bernama Yunho tadi pun pergi sembari tak lupa melambaikan tangannya pada Sungmin.
"Bye.." Sungmin pun membalas melambaikan tangannya seiring perginya namja tadi.
Sungmin pun setengah berlari mengejar para member yang telah berjalan mendahuluinya dan sekarang sudah masuk ke dalam rest room mereka. Tapi sebuah tangan menggenggam erat lengan namja jadi-jadian tadi dan menariknya ke tempat lain.
"Kyu, kenapa kau menarikku? Mau kau bawa ke mana aku ini?"
"Anni, aku mau bicara berdua denganmu. Kau tidak mau kan member lain mendengarnya?" jawab namja bernama Kyuhyun yang kini tengah menarik lengan kekasihnya itu. Saat ia merasa telah berada di tempat yang lumayan sepi, ia pun berhenti menarik lengan kekasihnya dan bicara dua mata dengannya.
"Kau mau bicara apa, Kyu?" tanya namja jadi-jadian bernama Sungmin itu penasaran.
"Siapa namjachingumu, Minnie?"
"Hm.. kau marah karena.." ucap Sungmin mengerti alur pembicaraan Kyuhyun itu sembari menundukkan kepalanya takut.
"Ne, kau tahu kan? Aku ini namjachingumu, Minnie. Kau tahu kemarin aku pergi dengan Victoria itu karena aku ingin membalas perbuatanmu. Kau masih belum sadar, Minnie? Kenapa kau terus dekat dengan Yunho? Apa dia benar-benar selingkuhanmu?"
"Anniyo, Kyu.. Mianhe.." suara Sungmin pun mulai bergetar. Ia sedikit menahan air matanya. Ia saat ini sangat takut dengan bentakan Kyuhyun terhadapnya.
"Terus kenapa juga dia tadi sok perhatian begitu padamu? Cih.."
"Tapi itu juga bukan mauku, Kyu.. hiks.. Mian..he.. hiks" ucap Sungmin sambil terisak.
"Eh.. Minnie? Kau menangis?" bukannya semakin tenang, Sungmin malah semakin keras menangisnya dan membuat Kyuhyun panik.
"Omo.. Minnie, tenanglah.. Cup.. cup.. mianhe. Aku yang salah.. mianhe chagi. Saranghaeyo.. Berhenti menangis, ne? Nanti kalau ada yang liat gimana? Ayo berhenti chagi.." Kyuhyun pun memeluk tubuh yeojachingu nya itu erat dan mengelus-elus punggungnya berharap ia sedikit tenang. Mereka berdua tidak menyadari keberadaan seseorang yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.
.
.
-oo-
.
.
*Victoria POV*
"Eonnie, tolong dong ambilin tasku di ruang ganti. Aku dipanggil sama Lee Soo Man sonsaengnim nih."
"Ne.." Ah, si Amber itu suka banget nyuruh-nyuruh aku. Tapi yah udah risiko jadi seorang leader. Mau apa lagi?
Dengan sedikit malas aku berjalan menuju ke ruang ganti f(x), tapi.. ada sesuatu yang tiba-tiba menarik perhatianku. Seorang namja kulihat ditarik oleh seorang namja lain yang sangat ku kenal wujudnya. Tak salah lagi, itu Cho Kyuhyun! Dan namja yang ditariknya itu.. Sungmin. Ah aku harus mengikutinya! Aku tak boleh terlewat sedikitpun!
Dengan diam-diampun aku mengikuti mereka yang menuju ke tempat yang lumayan sepi. Ada urusan apa mereka disana?
"Kau mau bicara apa, Kyu?" ucap salah seorang dari mereka yang dari suaranya aku bisa tahu itu adalah Sungmin oppa. Aku kini berada di balik salah satu dinding. Dari sini aku bisa mendengar dan melihat jelas apa yang mereka lakukan. Mereka pasti tidak menyadari keberadaanku karena aku cukup menyempil sehingga tak dapat terlihat.
"Siapa namjachingumu, Minnie?" ucap Kyuhyun sedikit membentak pada Sungmin. Dari suaranya Kyuhyun sepertinya sedang marah.
"Hm.. kau marah karena.."
"Ne, kau tahu kan? Aku ini namjachingumu, Minnie. Kau tahu kemarin aku pergi dengan Victoria itu karena aku ingin membalas perbuatanmu. Kau masih belum sadar, Minnie? Kenapa kau terus dekat dengan Yunho? Apa dia benar-benar selingkuhanmu?"
'Deg.' Jadi dia hanya memanfaatkanku? Dia memanfaatkanku untuk membalas perbuatan Sungmin yang berselingkuh dengan Yunho? Jadi.. mereka benar-benar berpacaran? Tidak mungkin.. ah, aku tidak bisa berpikir jernih lagi. Ini tidak masuk akal.
"Anniyo, Kyu.. Mianhe.." suara Sungmin kini terdengar terisak. Dia menangis?
"Terus kenapa juga dia tadi sok perhatian begitu padamu? Cih.."
"Tapi itu juga bukan mauku, Kyu.. hiks.. Mian..he.. hiks" Kini tangisannya terdengar makin kencang.
"Eh.. Minnie? Kau menangis?"
"Omo.. Minnie, tenanglah.. Cup.. cup.. mianhe. Aku yang salah.. mianhe chagi. Saranghaeyo.. Berhenti menangis, ne? Nanti kalau ada yang liat gimana? Ayo berhenti chagi.." Omo.. Kyuhyun memeluk Sungmin! Dan iya bilang kalau ia mencintainya? Ter..ter..tenyata.. Kyuhyun tidak normal? Kyuhyun gay?
"Yuk kita pergi, chagi. Hapus air matamu, ne? Senyum dong.. Aku tidak akan membuatmu memangis lagi deh janji. Kajja!"
Mereka berdua pun pergi dari tempat itu. Sementara aku masih menyempil di balik dinding. Kakiku rasanya lemas. Jadi benar kalau mereka itu pacaran? Kyuhyun tidak normal?
.
.
To be continue
-oooooo-
Mianheyo yang udah kelamaan nunggu ff author ini. Dan gomawoyo yang sampe ngevisit blog author yang updateannya lebih cepet. Saranghaeyo readers^^
.
: jinjja? omo.. kamsahamnida chingu^^
hyuknie : ^^
kimjulia220799 : iya ini aku lanjutin ;) kamsahamnida
RithaGaemGyu : wuaaah ngebut awas ketabrak chingu *eh kkk~
kyumin shipper : iya kasian pacar author ;(
gaemazikyu : wah mian lama chingu updatenya :(
hwonwon : iya mianhe kalo kali ini updateannya lama. Miaaan...
guest : aaah kamsahamnida^^
Choi Rai Sa : Mianhe author khilaf soal typo itu hihihi kamsahamnida udah mampir kesini^^
Just Call Me Guest : Jeongmal mianhe gabisa nurutin permintaan chingu buat update cepet. Tapi sebagai gantinya langsung update 2 chap ya chingu^^
Kyulovemin : wah sparkyu nih pasti kkk~ mianhe author lama updatenya.
Kamsahamnida *bow*
Akhir kata... review please! Author butuh review kalian untuk penyemangat^^
