Title : When I Can't Sing Anymore

Author : Vivi 'Hyo Ra'

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

Jung Yunho

And the other cast

Genre : Angst / Romance

Annyeong chingu^^ mian atas keterlambatan author mengupdate chap di ffnet ini. Kemarin-kemarin author lumayan sibuk(maklum.. kan lebaran), jadi baru sempet update sekarang.
Ga usah lama-lama lagi silakan di baca chap 9 kali ini^^

.

.

"Fyuuuh.. akhirnya selesai juga ganti bajunya." Ujar seorang namja cantik yang baru saja menyelesaikan kegiatannya di toilet yeoja.

'tap..tapp..' terdengar suara langkah kaki yang tergesa dari luar toilet itu membuat namja cantik tadi segera menolehkan wajahnya ke arah sumber suara tersebut.

'Suara apa itu? Apa ada yang datang?' Batin Sungmin yang saat ini sudah sangat gugup. Ia pun membawa tasnya, membuka pintu toilet tersebut pelan-pelan dan memberanikan diri mengintip keadaan di luar. Tak ada siapa-siapa.

'Ah mungkin hanya perasaanku saja..' batin Sungmin lega. Ia merasa dirinya mungkin terlalu paranoid—ketularan Kyuhyun tuh!—

Setelah yakin tak ada siapa-siapa, ia pun dengan langkah kaki yang menjinjit-jinjit—niatnya sih biar ga ketahuan orang, tapi sepertinya ga perlu juga sih._.—melangkahkan kakinya keluar dari toilet tersebut.

"Heeei!" panggil seseorang dari belakang sukses membuat mata Sungmin melotot dan posisinya kini seperti orang yang sedang di bekukan di dalam es.

"Ya! Kau kenapa?" ucap orang yang memanggil tadi itu setelah merasa panggilannya tak di respon sama sekali oleh Sungmin. Ia menyentuh pundak Sungmin yang masih mematung dan membalik posisinya agar melihat ke arahnya. Mau tak mau tubuh Sungmin pun mengikuti gerakan yang di berikan oleh orang misterius tadi.

"Omo.. Yunho.. kau mengagetkanku.." ucap Sungmin lega saat mendapati orang yang memanggilnya tadi adalah Yunho. Sungmin menyeka wajahnya yang tak di berkeringat sedikit pun sangking gugupnya.

"Kau darimana, Sungmin hyung?" tanya namja bernama Jung Yunho itu pada Sungmin yang tampak sedikit gelisah di hadapannya itu.

"Ah.. aku habis ganti baju. Eh kau mau kemana, Yunho?"

"Oh aku mau balik ke rest room." Jelas Yunho sambil menunjuk ke arah ruangannya yang tak jauh dari sana.

"Baiklah, kalau begitu aku balik ke rest roomku ya. Aku takut yang lain menunggu terlalu lama hehe annyeong!" ucap Sungmin tergesa-gesa sembari melangkahkan kakinya cepat menjauh dari Yunho. Sepertinya ia teringat janjinya pada Kyuhyun beberapa jam yang lalu.

Yunho pun tetap berada di posisinya menunggu Sungmin menghilang dari pandangannya sembari melambaikan tangannya sia-sia karena seseorang yang ia lambai itu tak membalas lambaiannya. Setelah ia tak melihat punggung Sungmin lagi dari kedua matanya, ia pun menghembuskan nafasnya pelan lalu berjalan ke suatu sudut yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri tadi.

"Victoria.. keluar lah." Ucap namja itu membuat seorang yeoja yang tengah bersembunyi di tempat itu melonjak kaget. Selang beberapa detik, sesosok yeoja berambut pirang keluar dari balik papan-papan yang entah dari mana asalnya berada di sudut tempat itu.

"Da.. darimana ka.. kau tau aku di sini?" ucap yeoja bernama Victoria itu gugup.

"Tak penting dari mana aku tahu. Yang penting sekarang kau jelaskan padaku apa tujuanmu berada di situ sedari tadi." Ucap namja berambut gelap tadi dengan tenang menginterogasi Victoria.

"A.. aa.. aku.."

.

.

-oo-

.

.

"Kau lama sekali sih, Min! Dari mana, eoh?" bentak seorang namja jangkung dengan tatapan menghakimi dari kedua mata obsidian miliknya setelah melihat Sungmin muncul dari balik pintu rest room Super Junior.

"Kan sudah kubilang aku dari toilet, Kyu! Kau ini kenapa sih?" ucap Sungmin kesal. Kesabarannya benar-benar diuji saat ini menghadapi namja yang selama kurang lebih 4 tahun di pacarinya itu.

"Kenapa lama sekali? Kalau kau ketahuan gimana, eoh?" ucap Kyuhyun lagi dengan nada suara yang tak kalah tingginya. Emosinya membuatnya tidak sadar dengan keberadaan member lain di ruangan itu.

"Ketahuan apa sih, Kyu?" ucap Eunhyuk menimpali saat didengarnya Kyuhyun mengatakan kata-kata yang cukup tak dimengerti olehnya itu.

"Ah tak usah ikut campur, hyung!" ucap Kyuhyun dengan setengah membentak ke arah Eunhyuk. Sebenarnya ia sendiri menahan kegelisahaannya karena sudah keceplosan mengucapkan hal tadi. Ia meruntukki kebodohan mulutnya yang selalu tak terkontrol saat sedang emosi seperti ini. Ia kini benar-benar takut member yang lain tahu maksud pembicaraannya.

"Jangan-jangaaan.." ucap Donghae kali ini menimpali. Ia berjalan mendekati Sungmin yang sudah gugup setengah mati dengan mata menyelidiknya.

"Jangan-jangan apa, Hae?" ucap Leeteuk kali ini yang baru saja ikutan nimbrung dalam masalah itu. Ia tak kalah penasarannya dengan member yang lain.

Kyuhyun dan Sungmin yang berada dalam posisi itu benar-benar sangat gugup. Ia benar-benar takut masalah itu terbongkar. Bagi Kyuhyun hal itu sangat amat gawat. Ia tidak mengkhawatirkan soal posisi Sungmin di Super Junior karena ia yakin member yang lain tak akan membongkarnya dan akan menjaga Sungmin. Ia lebih mengkhawatirkan posisinya. Ia lebih takut kalau dirinya di depak dari kamar miliknya berdua dengan Sungmin seandainya identitas Sungmin sebagai seorang yeoja terungkap..*dasarKyupervert!*

"Jangan-jangan... Kyuhyun takut kalau Sungmin hyung ketahuan hamil!" ucap Donghae dengan wajah seriusnya sembari mengacungkan telunjuknya ke perut Sungmin.

'pletak..' sebuah sisir pun melayang mulus ke kepala Donghae.

"Appooooo!" teriak Donghae sembari mengelus-elus kepalanya yang sakit itu.

"Ya! Pabo! Kau membuat semua orang disini penasaran dengan komentar konyolmu tau! Kau sadar eoh kalo Sungmin ini namja?" bentak Heechul sang pelaku pelemparan sisir tadi.

"Tapi siapa tahu saja kan, hyung!" ucap Donghae yang kini sudah bergelonjotan di badan Eunhyuk meminta pembelaan.

"Kau memang pabo.." ucap Eunhyuk santai membuat hati namja yang bergelonjotan di badannya itu remuk berkeping-keping. Di lain sisi Sungmin dan Kyuhyun yang masih berada di posisinya tadi sudah bisa bernafas lega.

'Hampir saja.'

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

"Kau cari mati, eoh?" bentakku pada namja yang kini tengah duduk dengan kepala menunduk di tepi tempat tidur.

"Mianhe.." ucap namja berambut ikal itu padaku. Sedari di rest room sampai di kamar hotel sekarang ini hanya kata-kata itu saja yang terlontar dari mulutnya. Benar-benar menyebalkan!

"Kau tahu bagaimana nasibku kalau sampai hal itu ketahuan, Kyu? Kau mau nanggung semuanya? Kau mau, eoh?" bentakku makin keras. Rasanya emosiku sudah sampai kepuncaknya saat ini. Bagaimana aku tak marah? Hanya gara-gara mulutnya yang tak terkontrol itu, impianku hampir saja menemui batas akhir.

"Mianhe, Minnie.. Jeongmal mianheyo.. Aku memang namja terbodoh yang pernah ada. Mianheyoo.. mianhee..." rengek Kyuhyun sembari memperlihatkan matanya yang sudah berkaca-kaca. Ini lah kelemahanku dan Kyuhyun sangat mengetahui hal itu, aku paling tak bisa melihatnya menangis. Aku pasti langsung iba padanya. Omo.. kenapa matanya itu selalu menyihirku untuk berhenti marah?

"Ne, Kyu. Lain kali jangan begitu lagi, eoh? Sudah.. sudah.. jangan menangis, Kyu.." Sama seperti pertengkaran-pertangkaran sebelumnya, aku pun memaafkannya. Ke peluk tubuh kurus namja yang kusayangi itu sementara tanganku mengelus lembut punggungnya agar ia merasa lebih tenang.

"Saranghaeyo, Minnieaah. Jeongmal saranghaeyo.. gajima.. neoneun nal ddeonaji mara." Ucap Kyuhyun lirih dalam pelukanku.

"Nado, Kyu.. Nado saranghaeyo.."

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Yunho POV*

Aku kini berada di kamar hotel sendirian—Changmin sedang keluar mencari makan—. Sedari tadi aku berusaha memejamkan kedua mataku tapi aku tak bisa. Pikiran-pikiran di dalam kepalaku ini terus memaksaku untuk terjaga. Ah.. apa yang harus aku lakukan? Setiap ucapan Victoria tadi masih terngiang di pikiranku. Apa aku harus mengikuti sarannya? Apa dengan begitu Sungmin bisa menjadi milikku?

FLASHBACK

"Victoria.. keluar lah."

"Da.. darimana ka.. kau tau aku di sini?" ucap yeoja yang ku dapati sedang bersembunyi di balik sebuah papan tadi gugup. Terang saja ia saat ini gugup, aku mendapatinya menguntit. Sepertinya ia menguntit Sungmin. Yang menjadi pertanyaanku adalah mengapa ia menguntit Sungmin? Apa yang membuatnya menguntit Sungmin?

"Tak penting dari mana aku tahu. Yang penting sekarang kau jelaskan padaku apa tujuanmu berada di situ sedari tadi."

"A.. aa.. akkk.. ak.." kata-kata yang keluar dari mulutnya makin tak jelas membuat kesabaranku sedikit habis.

"Bicara yang jelas!" bentakku saat itu juga. Emosiku sepertinya terpancing. Entah kenapa apapun yang berkaitan dengan Sungmin membuatku serius seperti ini.

"Aku tau semua soal Sungmin!" ucap Victoria tak kalah kerasnya dengan suaraku tadi. Apa yang ia tahu? Ah, untung saja tempat ini sepi, kalau ada orang kan gawat.

"Maksudmu?" tanyaku tenang padahal sebenarnya aku sedang berusaha menahan segala rasa gelisahku. Jangan-jangan ia sudah tahu mengenai identitas Sungmin. Andwae. Jangan sampai..

"Pertama, aku tahu kau suka dengan Sungmin. Kedua, aku tahu kalau Sungmin itu... yeoja. Hahaha kau kaget kan? Aku hebat kan bisa tahu semua?" ucap Victoria dengan bangganya. Ternyata benar, ia sudah tau identitas Sungmin. Ottohke..

"Aku tidak kaget kok. Aku sudah tau jauh sebelum kau mengetahuinya. Lagian apa untungnya untukmu mengetahui hal itu? Bukannya Sungmin itu bukan urusanmu?"

"Siapa bilang? Dia itu musuh terbesarku saat ini." Jelasnya yang membuatku makin tak mengerti. Kenapa Sungmin bisa menjadi musuhnya? Bukannya Sungmin tak pernah cari gara-gara sama sekali dengannya? Aku juga tidak pernah mendengar kabar bahwa Sungmin dan Victoria itu bermusuhan. Kelihatannya mereka berdua baik-baik saja kok. Ada apa sebenarnya?

"Kenapa bisa dia jadi musuhmu? Aku tahu Sungmin itu orang baik, tak mungkin dia mencari musuh. Yah kecuali orang itu memang sirik dengan segala kelebihan yang Sungmin miliki.." ucapku menyinggung Victoria.

"Ya! Jangan asal ngomong ya! Aku sama sekali tidak sirik dengan segala kelebihan Sungmin seperti yang kau bicarakan. Aku ini memiliki segalanya dan jauh lebih cantik dibandingkan dengan Sungmin." Ucap yeoja berambut pirang itu sombong. Dia belum tahu saja Sungmin itu bagaimana.

"Kau benar-benar sudah gila.."

"Yah aku gila. Aku memang gila karena Sungmin. Dia benar-benar mengganggu ketenangan hidupku. Kalau bukan karena ia berpacaran dengan Kyuhyun, namja yang aku cintai, aku tidak akan melakukan hal gila seperti ini."

'Deg.' Apa yang ia bicarakan? Sungmin? Kyuhyun?

"A..a.. apa maksudmu?"

"Kau tidak tahu? Sungmin itu berpacaran dengan Kyuhyun. Dan.. cih.. Kyuhyun mencintainya. Kyuhyun mencintai nam.. eh yeoja rendahan seperti itu."

"Mwo? Jinjjayo? Sungmin dan Kyuhyun?" ucapku memastikan apa yang aku dengar. Apa benar semua itu? Apa aku bisa mempercayai omongan Victoria ini? Tapi kalau dipikir-pikir sepertinya ada benarnya juga. Semua bukti memang mengarah kesitu..

"Ne.. kau belum tahu? Aku pikir kau mengejar yeoja jelek itu dengan bermodal info yang jelas. Cih.." ucapnya merendahkanku dan juga Sungmin.

"Eh, jangan asal ngomong ya! Kau boleh menghinaku, tapi tidak untuk Sungmin."

"Oh.. ada super hero ya disini? Hebaat!"

"Sial. Michin yeoja!" bentakku kasar. Aku pun mengambil langkah berniat ingin meninggalkan yeoja gila itu. Aku bisa ikutan gila kalau bersamanya terus. Tapi..

"Ya! Tunggu dulu!" tangannya mencegatku. Ia menarik paksa lenganku agar kembali mendengarkannya berbicara. Rupanya benar-benar gila yeoja ini.

"Ada apa lagi sih?!" ucapku dengan nada suara yang lumayan tinggi. Kesabaranku sepertinya habis.

"Kau suka Sungmin kan? Kau mau Sungmin jadi milikmu kan?" tanyanya padaku. Maksudnya apa bertanya seperti itu?

"Maksudmu apa?" tanyaku sedikit penasaran.

"Aku mau kita bekerja sama."

"Kerja sama?" ujarku mengulangi ucapannya barusan. Aku masih kurang mengerti dengan arah pembicaraannya.

"Ne, kerja sama untuk misahin mereka. Misahin Sungmin dan Kyuhyun." Ajak Victoria padaku.

"..." aku tak dapat berkata-kata. Otakku sibuk mencerna hasutan Victoria barusan.

"Kalau kita berhasil kan kau juga tidak akan rugi. Kau bisa mendapatkan Sungmin dan Kyuhyun menjadi milikku. Gimana?" Ottohke.. apa aku harus menerima tawaran yang 'menggiurkan' itu? Bohong kalau aku tak ingin memiliki Sungmin. Bohong pula kalau aku rela melihat Sungmin dengan namja lain. Tapi... dengan begini, apa semuanya akan menjadi lebih baik?

"Baiklah.." ucapku menyetujui. Entah setan apa yang merasukiku sehingga aku menyetujui penawaran yeoja gila itu. Mungkin aku juga sudah gila..

FLASHBACK END

"Hei! Ngapain? Mikirin siapa?" panggil Changmin menyadarkanku dari khayalan-khayalan tadi. Aku benar-benar asik dengan segala pikiran yang menari-nari di otakku hingga tak menyadari kedatangan Changmin.

"Anni.. aku mau tidur." Aku berusaha mengelak dari pertanyaan Changmin. Bisa gawat kalau masalah tadi ketahuan orang lain. Aku pun langsung menarik selimut dan membalikkan badanku ke lain arah membelakangi Changmin kemudian kupejamkan kedua mataku secara paksa.

Semoga semua yang kulakukan itu sudah benar.. semoga Sungmin cepat menjadi milikku.

*Yunho POV end*

.

.

-oo-

.

.

"KYUUUU! BANGUUUN!" teriak seorang namja cantik yang kini sedang menyiramkan seember air ke arah wajah namja yang masih asik dengan mimpinya.

"AAAAAAA..." teriak namja tadi saat kaget mendapati dirinya dalam keadaan basah kuyup. Tadi ia bermimpi jatuh ke dasar laut, ternyata...

"Ya! Chagi! Kau apakan aku, eoh?" sambung namja tadi dengan nada suara yang sangat amat tinggi.

"Siapa suruh tadi aku bangunin ga bangun-bangun! Cepat mandi! Kita balik ke Seoul pukul 12 siang tau! Atau kau mau aku mandiin lagi disini pake air dingin?" perintah namja jadi-jadian bernama Sungmin setengah mengancam. Yah kalau ia tak begitu, Kyuhyun pasti tak akan mendengarnya.

"Ne, ne, arraseo!" ucap Kyuhyun dengan cepat mencegah penyiraman air tadi terulang lagi. Ia pun melangkahkan kakinya turun dari tempat tidur menuju ke toilet dengan wajah yang cemberut. Sesayang-sayangnya ia dengan nam..eh yeoja tadi, ia juga tidak ikhlas di perlakukan seperti itu.

Selang beberapa menit ia di dalam toilet, ia pun keluar dengan baju yang sudah rapi namun masih dengan wajah yang cemberut. Entah kenapa ia juga melewati Sungmin begitu saja dan tak memperdulikannya. Sepertinya ia ngambek.

"Kyu.." panggil Sungmin pada namja tadi. Hening. Tak ada respon. Yang terdengar di ruangan itu hanyalah suara hentakan barang-barang yang Kyuhyun lempar asal ke dalam koper.

"Ya! Kyuunnieee.." panggil Sungmin kali ini tak kalah kesal karena sebelumnya merasa di abaikan oleh Kyuhyun. Tapi kali ini sama saja. Tak ada respon dari Kyuhyun, malahan kali ini Kyuhyun dengan sengaja menutup telinganya dengan earphone yang tersambung dengan iPod miliknya.

Sungmin akhirnya menyerah dan kembali duduk di sofa dalam kamar itu. Ia mengerucutkan bibirnya imut sembari mengutak-atik ponsel yang saat itu hanya menjadi pelampiasan kekesalannya. Mereka benar-benar sangat kekanakan..

.

.

-oo-

.

.

"Wookie-aah, mereka kenapa?" tanya namja bernama Yesung pada namja kesayangannya sembari menunjuk ke arah dua orang yang saling membelakangi satu sama lain. Aura hitam yang terpancar dari kedua orang itu seakan bisa dilihat oleh semua orang yang memperhatikan mereka.

"Mollayo, chagi.. Sepertinya mereka sedang berantem lagi tuh." Ujar Ryeowook menjawab pertanyaan Yesung yang ia sendiri tak tahu. Ia hanya menyimpulkan hal itu sendiri.

"Kenapa lagi ya mereka? Apa jangan-jangan pertengkaran mereka yang di rest room kemarin itu belum selesai ya?" Yesung hanya bisa ikut menduga-duga penyebab Sungmin dan Kyuhyun yang ia lihat sedang tak akur itu. Ia terlihat khawatir dengan mereka berdua—Ingat kan kalian kalau Yesung ini president JOY?—

"Kalian semua silakan masuk ke dalam mobil masing-masing. Karena mobilnya hanya ada 3 buat member Super Junior jadi kalian akan di bagi-bagi. Leeteuk, kau ikut dengan mobilku. Sementara sisanya akan di bagi tiga. Donghae, Siwon dan Eunhyuk di mobil pertama." Ucap sang manager mengaba-aba. Donghae yang mendengarnya pun mengeluarkan ekspresi yang berbinar-binar dari kedua bola matanya. Akhirnya ada juga kesempatan untuknya bersama dengan Eunhyuk meskipun ia sekali lagi harus diganggu dengan keberadaan Siwon.

"Mobil kedua Shindong, Ryeowook, dan Heechul. Dan mobil ketiga Yesung, Sungmin dan Kyuhyun." Sambung manager mereka.

"Anniya!" ucap Sungmin dan Kyuhyun bersamaan. Mereka saling berpandangan sejenak kemudian kembali memalingkan wajah mereka ke arah yang berlawanan. Mereka kini terlihat seperti anak kecil yang sedang bermusuhan.

"Huh.. aku tidak sudi semobil dengan evil." Oceh Sungmin menyinggung Kyuhyun.

"Ah aku juga tak sudi semobil dengan orang yang tak punya perasaan!" balas Kyuhyun menyinggung Sungmin membuat yang disinggung pun naik darah.

"Ya! Siapa yang tidak punya perasaan? Bukannya itu kamu, eoh?"

"Kamu tau, hyung!" ucap Kyuhyun nyolot.

"Kamu!"

"Sudah! Kalian jangan ada yang protes. Cepat naik ke mobil kalian masing-masing." Kali ini sang leader ikut turun tangan menghadapi kedua namja yang dilihatnya sangat kekanak-kanakan itu. Leeteuk pun menginstruksi para member untuk segera masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka menuju airport. Setelah yakin semua telah siap, Leeteuk pun masuk ke dalam mobil yang di dalamnya terdapat sang manager dan asisten yang telah menunggunya.

Sementara di mobil lain..

"Yesung hyung, hati-hati kau terkontaminasi virus kalau duduk disitu." ucap Kyuhyun pada Yesung yang duduk bersebelahan dengan Sungmin. Posisi duduk mereka saat ini Kyuhyun berada di depan bersampingan dengan pak supir sementara Yesung dan Sungmin duduk di belakang.

"Mwo? Yang ada pak supir itu kasihan duduk bersebelahan dengan setan sepertimu!" balas Sungmin yang merasa tersindir dengan ucapan Kyuhyun tadi.

"Kau kenapa sih, hyung? Aku tak mencelamu kan? Sensitif banget sih? Lagi M ya? Hahahaha.."

"Sssssh! Pabo! Menjengkelkan! Huh.." oceh Sungmin yang benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi namja bernama Kyuhyun itu. Kesabarannya benar-benar habis hingga tak tahu harus berkata apa lagi. Kyuhyun yang mendengarkan ocehan itu hanya tersenyum puas karena telah berhasil membalas Sungmin. Sementara Yesung dan pak supir yang berada di dalam mobil itu hanya bisa terdiam. Mereka berdua pasrah hanya dijadikan 'kambing hitam' dalam pertengkaran Sungmin dan Kyuhyun tadi

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Hari ini benar-benar menyebalkan! Dan semua gara-gara Cho Kyuhyun paboyya! Pertama, Kyuhyun susah dibangunin—aku kan khawatir kalau dia telat dan di marahin sama member lain—. Kedua, Kyuhyun mengabaikanku, yah dia mengabaikanku! Ketiga, dia menghinaku dan menyindirku habis-habisan padahal aku sendiri tidak tahu salahku apa! Aaaah nyebelin!

Saat ini kami semua—Boa, Kangta, TVXQ, SJ, SNSD, SHINee dan f(x)— sudah berada di airport. Kami menunggu pengecekan tiket kami yang cukup lama tak kunjung selesai. Sementara menunggu, aku kini duduk di dekat member SNSD. Tau kenapa? Soalnya aku malas deket-deket sama namja bernama Kyuhyun itu! Bisa-bisa nanti aku jadi bahan celaannya lagi. Aku males..

"Sungmin eonni.." panggil seseorang mengagetkanku. Eonni? Emangnya aku pantas di sebut eonni dengan penampilan seperti ini?

"Mwo? Eonni? Kau gila, Victoria..." sela Sunny yang mendengar panggilan yeoja yang ternyata adalah Victoria itu.

"Hahaha.. soalnya Sungmin 'oppa' lebih cocok dipanggil 'eonni' sih.." ucap Victoria menjelaskan dengan menekankan nada suaranya saat mengucapkan kata oppa dan eonni tadi.

"Oh mungkin juga sih hehe.." ujar member SNSD mengiyakan ucapan Victoria tadi. Apa aku benar terlihat seperti itu?

"Boleh aku bicara sebentar denganmu?" tanya yeoja itu. Ia ingin bicara denganku? Ada apa ya?

"Wae, Vic? Bicara saja."

"Hm.. aku hanya ingin bicara berdua denganmu." Akhirnya aku pun mengikuti langkahnya yang sedikit menjauh dari tempat berkumpulnya para member. Tapi rasanya aneh? Kenapa ia mengajakku berbicara berdua? Ada masalah apa? Kalau pun bicara mengenai hal penting, kenapa harus di tempat terbuka yang bisa dilihat para wartawan gini? Apa kata orang nanti..

"Josonghamnida, Sungmin eonni, aku mengajakmu berbicara begini." Ucapnya santai. Matanya tidak normal ya sampai tak bisa ngebedain penampilan yeoja dan namja?—padahal bener sih aku yeoja—

"Ah, Vic. Kau kenapa memanggilku eonni terus? Aku ini kan.."

"Yeoja." Ucapnya memotong pembicaraanku. Mwo? Tadi dia bilang yeoja?

"Yeoja? Ma.. maksudmu?"

"Tak usah berlagak pabo di hadapanku eonni. Aku tahu kok kalau kau ini YEOJA!" ucap Victoria dengan menekankan kata yeoja di ucapannya tadi.

'Deg.' Dia tahu? Dia tahu kalau aku ini...

"Apa sih yang kau bicarakan itu. Hahhaa" ucapku mengelak dengan tawa yang sangat hambar karena tawa itu benar-benar di paksakan keluar.

"Tak usah banyak berbohong lagi eonni. Kau lihat itu." Victoria menunjuk ke arah fans yang senantiasa menunggu di luar dengan banner-banner di tangan mereka. "kau mau mereka kecewa?"

Spontan aku terdiam mendengar ucapannya. Jelas saja aku takut fansku merasa kecewa padaku. Aku sangat mencintai mereka.

"Kau tahu kan gimana jadinya karirmu kalau sampai identitasmu itu terbongkar, eonni? Cih.." Bicara apa sih dia? Tidak mungkin dia mengajakku membahas ini kalau tak ada maksud terselubung.

"Jadi apa tujuanmu mengajakku membicarakan ini, eoh?" ucapku kali ini sedikit dingin padanya.

"Kau mau rahasiamu aman? Kau harus mau mengikuti apa yang aku perintahkan. Gampang kan eonni?" ancamnya padaku. Emangnya dia siapa berani memperlakukanku tak sopan seperti itu?

"Kau ini siapa sih? Apa maksudmu mengancamku?"

"Yah.. aku hanya ingin Kyuhyun jadi milikku. Itu saja kok. Setelah eonni membantuku dengan cara melepas Kyuhyun, aku juga akan membantu eonni menyimpan rahasia. Gampang banget kan eonni?"

"Wae? Kalau aku tidak mau waeyo?"

"Aku akan memanggil wartawan-wartawan itu dan memperlihatkan bukti ini." Entah dari mana di tangan Victoria kini terdapat foto keluargaku beserta foto-foto lain yag aku tak ingat kapan di ambilnya. Ah, sepertinya salah satu dari foto itu adalah saat aku ganti baju kemarin! Jadi, dia menguntit ku?

"Dari mana kau dapatkan itu, eoh? Lagian apa benar kau berani?" aku kembali nyolot menghadapi ancamannya. Aku tidak percaya ia akan berani senekat itu menghancurkan nama baikku dan nama baik managementnya sendiri hanya karena seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

"Jadi kau tak percaya? Kau mau bukti aku berani mendatangkan wartawan ke tempat ini sekarang juga?"

'bruaaak..' Selang beberapa detik terdiam mendengar ucapannya, tangan Victoria tiba-tiba mendorong badanku hingga oleng dan jatuh tersungkur. Shit! Appo!

'cklek..cklekk..' tiba-tiba terdengar bunyi blitz kamera yang banyak di sekelilingku, saat aku mengangkat kepalaku ke atas ternyata aku dan Victoria kini tengah dikepung oleh wartawan-wartawan yang aku tak tahu dari mana datangnya. Kulihat yeoja pirang itu menyunggingkan ujung bibirnya saat melihat kearahku. Sepertinya ia sunggu tak main-main dengan ucapannya. Dia sinting!

"Sungmin-ssi? Kau tak apa? Katanya kau berusaha mendorong Victoria tapi kau sendiri yang terjatuh. Apa benar begitu?" begitulah ucapan-ucapan reporter padaku. Apa mereka sudah gila? Aku jatuh begini kenapa malah Victoria yang di bela? Bukannya seharusnya Victoria yang salah? Jelas-jelas ia yang mendorongku!

"Sungmin-ssi.. Sungmin-ssi.. Apakah Anda.." berbagai pertanyaan kini terngiang-ngiang di telingaku. Cahaya blitz dari kamera-kamera yang mengelilingiku itu juga makin membuatku pusing. Omo.. omo.. aku tak bisa begini. Kepalaku.. Appo.. Siapapun, tolong aku!

Selang beberapa menit aku dikepung seperti ini, para wartawan tiba-tiba menjauh dariku dan mengepung tempat lain. Syukurlah.. meskipun aku tak tahu penyebabnya, yang penting sekarang aku bisa terselamatkan. Ah.. kepalaku masih terasa sangat sakit.

"Sungminnie, gwaenchanayo?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di sampingku. Aku tak bisa terlalu melihatnya jelas. Mataku menjadi sedikit kabur gara-gara kepungan cahaya blitz tadi.

"Yu.. Yunho? Ne, gwaenchana.. Gomawo" ucapku sembari masih memegangi kepalaku yang rasanya sakit sekali. Untunglah ada Yunho yang membantu memapah tubuhku.

"Min.. ramai sekali wartawan disitu. Benar-benar ya kalau soal skandal pasti wartawan cepet banget." Ucap Yunho menunjuk ke arah wartawan yang sepertinya sedang mengepung sepasang yeoja dan namja.

"Emang skandal apa, Yunho? Siapa?" tanyaku penasaran. Jelas saja. Artis yang berada di airport ini hanyalah kami para anak asuhan Soo Man sonsaengnim. Jadi yang di kepung itu pasti rekan kami kan? Perasaan sih akhir-akhir ini aku jarang mendengar skandal di antara kami. Apa ada yang terlewatkan olehku?

"Skandal percintaan. Tuh si Victoria dengan Kyuhyun. Kau tak tahu, Min? Tadi kan Kyuhyun menarik lengan Victoria menjauh dari kerumunan wartawan. Kyuhyun gentleman banget ya. Aku salut!"

"Mwo? Kyuhyun? Kyuhyun menarik Victoria menjauh dari kepungan wartawan?" ucapku memastikan.

"Ne, Minnie. Waeyo?" tanyanya sedikit penasaran. Aku harus cepat mengelak sebelum semuanya ketahuan. Tapi meskipun begitu, aku masih kepikiran juga. Kenapa Victoria? Kenapa harus dia yang Kyuhyun selamatkan dari kepungan wartawan? Kenapa bukan aku? Apa jangan-jangan benar mengenai skandal itu? Kyu..? Ah.. tidak mungkin! Yunho mungkin salah informasi.. Tidak mungkin Kyuhyun mengkhianatiku lagi, dia sudah janji padaku kan?

Namun, tak lama kemudian kulihat namja yang sangat aku kenal keluar dari kepungan wartawan dengan wajah gelisah dan berdiri mematung memandang ke arahku yang saat ini sedang dipapah oleh Yunho. Kyu? Jadi... semua benar? Dia dengan Victoria? Kyuhyun mengkhianatiku lagi?

Otakku rasanya seperti lepaskan diri dari kepalaku. Tatapanku pun ikut-ikutan kosong. Semuanya sangat tak terduga.

Aku tak mau melihatnya lagi. Aku tak mau melihat namja itu. Aku tak mau lagi melihat Cho Kyuhyun. Aku tak mau..

Aku pun memalingkan wajahku berusaha menahan air mata yang sepertinya hendak mengalir keluar saat itu juga. Tangan Yunho pun tak luput dari sasaranku, ku genggam erat tangannya berusaha menguatkan perasaanku. Aku tak sanggup. Sungguh tak sanggup.

"Kajja kita pergi dari sini, Yunho.." Yunho pun menuruti perintahku dan langsung memapahku menjauh dari tempat itu meninggalkan Kyuhyun, Victoria, dan kerumunan wartawan.

Hatiku terlalu sakit saat ini. Terlampau sakit hingga aku tak sanggup melihatnya. Semuanya sudah cukup..

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

Kemana Sungmin? Kenapa ia tak ada di dekat sini? Bukannya tadi ia berada di rombongan member SNSD?

"Sunny, kau lihat Sungmin hyung tidak?" tanyaku pada Sunny yang mungkin saja tahu keberadaan Sungmin saat ini.

"Ah... tadi dia pergi dengan Victoria ke arah situ." Jawab Sunny sembari menunjuk ke salah satu arah koridor. Victoria? Kenapa Sungmin pergi dengan Victoria? Ah.. sepertinya ada yang tidak beres!

Dengan setengah berlari aku pun pergi mengikuti arah yang di beritahu oleh Sunny tadi. Tiba-tiba mataku mendapati hal yang ganjil. Eh? Kerumunan apa itu? Kenapa banyak sekali wartawan? Jangan-jangan.. Sungmin!

"Permisi.." aku pun berusaha menerobos kerumunan yang sangat amat padat itu. Dari celah-celah aku bisa melihat Sungmin yang kini jatuh di dalam kerumunan itu. Omo.. yeojachinguku! Ya tuhan kenapa kerumunan ini padat sekali sih? Aku jadi susah gini narik Sungmin keluar!

Setelah sedikit bersusah payah mencari-cari, akhirnya tanganku mendapati lengan seorang yeoja yang kuyakini itu adalah Sungmin. Dengan cepat kilat aku menarik lengan itu keluar dari kerumunan. Aku benar-benar ingin menyelamatkannya dari serbuan wartawan.

'Clek..clekk..' Apa ini? Kenapa jadi aku yang di buru-buru kerumunan wartawan tadi. Apa tingkahku terlihat mencurigakan menarik Sungmin begini? Apa nanti bakal muncul skandalku dengan Sungmin?

"Kyuhyun-ssi, apakah Anda sudah resmi berpacaran dengan Victoria?" Ah.. ternyata pertanyaan itu lagi. Benar-benar membuatku jenuh!

"Anniyo aku sama sekali tak dekat dengannya?" jawabku cepat sambil terus menarik lengan Sungmin.

"Tapi kau berdekatan begini apa yang menjadi pembelaanmu lagi, Kyuhyun-ssi?" ucap wartawan yang lain dengan pertanyaan yang hampir sama. Apanya aku berdekatan dengan Victoria? Pertama dan terakhir kalinya aku dekat dengannya hanya pas konser itu kan?

"Victoria-ssi, bagaimana komentar Anda? Apa Anda sedang dekat dengan Kyuhyun? Dan bagaimana tanggapan Anda saat Kyuhyun mengelak memiliki hubungan special dengan Anda?" Wartawan itu bertanya pada siapa sih?

"Ah.. no comment deh hehehhe.." eh? Suara siapa itu? Itu bukan suara Sungmin. Itu suara...

Aku pun menghentikan langkahku, menyikronkan sistem saraf dalam otakku yang sedikit kusut dan langsung mencerna keadaan. Aku menolehkan wajahku perlahan ke belakang. Dan itu Vic.. Victoria? Mataku langsung beralih ke arah tanganku. Mwo? Kenapa lengan Victoria? Aku pun memastikan kembali dengan melihat ke arah wajah yeoja di hadapanku kemudian beralih kembali ke lengan yang aku tarik tadi. Jadi yang aku tarik itu Victoria? Omo... aku benar-benar pabo!

Eh iya... aku jadi teringat kembali. Sungmin!

Segera ku hempaskan genggamanku tadi dari lengan yeoja bernama Victoria itu dan berusaha menerobos kepungan wartawan yang makin padat ini. Aku harus bertemu Sungmin, jangan sampai ia salah paham lagi.

Setelah berusaha keras keluar dari kerumunan itu aku langsung menangkap sosok yeoja yang ingin ku temui. Tapi.. kali ini ia tak sendiri, di sebelahnya ada namja yang selalu menghantui kehidupannya. Jung Yunho.

Tapi.. bukan itu lah pokok utama yang sangat menyakiti hatiku, melainkan Sungmin yang kini memalingkan wajahnya ke arah lain dan berusaha tak melihatku. Ia menarik Yunho pergi. Sementara namja bernama Yunho itu hanya menyunggingkan sudut bibirnya—sedikit meremehkan—ke arahku. Sepertinya aku sudah terlambat.. Sungmin sudah telanjur salah paham. Ottohke..

.

.

To be continue

-0000000-

Kamsahamnida udah nunggu lanjutan ff ini. Mianhe kalau author sempat ngilang 2mingguan lebih hehe

*bow*

sha : waduh bintitan? kasian dong vicnya ,

Leu : doain ming yaa biar ga diapa-apain vic, chingu^^

cherrizka980826 : lanjutinnya lama ya chingu? maafin author yaa ;(

Just Call Me Guest : iya kan readers2 pada baik hati^^ kyaa gomawoo udh bersedia nunggu lamaaaaa *bagibagibunnyming*

kyumin shipper : iya author baru kuliah hihihi berasa tua banget yaa , doain yaaa biar vic ga apa-apain suami author si ming ;)

cloud77 : insyaAllah ga akan sad ending kok, author juga ga mau pisahin kyumiiiin o

RithaGaemGyu : iya pencemburu tp ga mau dicemburuin , kkk~ sabar chinguuuu

Chikyumin : kalo ngintip author nc-an sm ming gimana? kkk~ #plak

Akhir kata... review pleaseeeeee *bow*