Title : When I Can't Sing Anymore

Author : Vivi 'Hyo Ra'

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

Jung Yunho

And the other cast

Genre : Angst / Romance

Annyeong! Author balik dengan chap 10 kali ini. Hm.. bagi yang udah membacanya di blog pribadi author kamsahamnida, tapi buat yang baru baca di sini yuuuk silakan di baca^^

-0000-

Chapter 10

-0000-

"Ini apa, eoh!" teriak seorang ahjussi yang kini sangat meluap-luap emosinya. Ia membanting berbagai macam majalah, koran dan tabloid yang sama-sama memuat berita mengenai skandal salah satu idol.

Header-header dalam berita itu bermacam-macam namun hampir sama saja inti permasalahannya.

"MENUTUPI KISAH ASMARA, KYUHYUN SUPER JUNIOR BUNGKAM"

"VICTORIA F(X) MENUNJUKKAN SINYAL HUBUNGAN DENGAN KYUHYUN"

"KYUHYUN MENARIK LENGAN VICTORIA DARI KERUMUNAN WARTAWAN. APA LAGI ALASAN MEREKA?"

Seperti itulah berbagai macam header topik berita yang berhasil membuat CEO salah satu TOP 3 Management di Korea itu murka.

"Sudah kubilang kan kalau kau ingin melanjutkan hubungan, aku persilakan! Malahan akan ku adakan konferensi pers untuk mengemukakan hal itu!" sambung ahjussi bernama Lee Soo Man itu melanjutkan bentakannya.

"A.. ak.. aku tak ada hubungan apa-apa dengannya, sonsaengnim. Sungguh.." Elak Kyuhyun yang sejak sejam tadi berdiri di ruangan milik bosnya itu sambil menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Itu semua benarlah konsekuensi atas kecerobohan yang ia lakukan.

"Alah.. kau tahu telepon itu sejak kemarin tak berhenti berdering karena ulahmu! Entah alasan apa lagi yang harus saya buat supaya mereka berhenti menanyakan hubunganmu dengan Victoria!" ucap Lee Soo Man sambil menunjuk ke arah telepon yang berdering di ruangan itu.

"Josonghamnida, sonsaengnim. Aku tak bermaksud melakukan semua ini. Ini semua salah paham. Aku sama sekali tak ada hubungan dengan Victoria. Ku mohon.. soal konferensi pers itu sebaiknya tidak perlu di lakukan.." Ucap Kyuhyun sedikit memohon pada Lee Soo Man. Ia merasa sangat bersalah telah membuat onar seperti itu.

"Permisi.. sonsaengnim memanggilku?" ucap salah seorang yeoja yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu mengagetkan kedua namja yang berada dalam ruangan itu.

"Ne, Victoria-ssi. Kemarilah, aku akan memberitahumu mengenai konferensi pers yang akan kita adakan." Ucap Lee Soo Man pada yeoja yang ternyata adalah Victoria itu.

"Konferensi pers? Konferensi pers apa?" tanya Victoria yang masih bingung. Tentu saja, ia baru masuk keruangan itu tapi langsung di berikan informasi yang sama sekali ia tak tahu asal-muasalnya.

"Konferensi pers mengenai hubungan kalian berdua. Aku akan mengumumkan bahwa kalian itu sepasang kekasih agar tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang menggangguku dan kelangsungan grup kalian."

"Jeongmal?" ucap Victoria dengan mimik wajah yang sangat berbinar-binar. Konferensi pers yang Lee Soo Man putuskan benar-benar sepihak, tapi Victoria sangat amat senang mendengarnya. Jelas saja, sebentar lagi impiannya diakui sebagai pasangan Kyuhyun akan segera terwujud. Lain hal dengan Kyuhyun yang kini melototkan matanya tak percaya dengan keputusan sepihak atasannya itu. Dia tentu saja keberatan. Kemarin saja gara-gara salah paham, Sungmin sudah benci kepadanya, gimana kalau konferensi pers itu benar-benar terjadi? Hubungannya dengan Sungmin akan benar-benar hancur tak bersisa. Ia tak habis pikir apalagi yang akan ia hadapi kemudian.

"Ne, minggu ini di Hotel Imperial Palace rencananya konferensi pers kalian akan diadakan. Kalian berdua pikirkanlah dulu matang-matang dan segera putuskan. Sekarang kalian boleh pergi dari sini." Ucap Lee Soo Man pada kedua anak asuhannya itu. Mereka berdua pun beranjak dari tempat mereka dan keluar dari ruangan itu.

"Cho Kyuhyun, Tunggu!" panggil Victoria saat dilihatnya Kyuhyun mendahuluinya pergi.

"Ada apa lagi, noona?" respon Kyuhyun malas saat menoleh ke sumber suara.

"Aku ingin bicara berdua denganmu. Penting. Demi kebaikan kita berdua."

"Ah.. tak ada lagi yang perlu di bicarakan!" ucap Kyuhyun menyudahi percakapannya dan memutar balik badannya meninggalkankan Victoria.

"Biar itu mengenai kekasihmu Lee Sungmin?" ujar Victoria berhasil membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mematung mendengar penuturan Victoria.

'Sungmin? Ada apa dengan Sungmin? Kenapa dia tahu kalau aku berpacaran dengannya?' batin Kyuhyun yang masih diam mematung. Ia benar-benar penasaran apa yang ingin Victoria bicarakan mengenai Sungmin. Dengan terpaksa ia kembali membalikkan badannya menghadap ke arah Victoria.

"A.. a.. apa yang mau kau bicarakan?"

.

.

-oo-

.

.

"Aku baik-baik saja Yunho.." suara sesegukan seorang namja cantik tepatnya yeoja cantik bernama Sungmin dari telepon terdengar miris di hati Yunho. Ia tahu keadaan yeoja itu sedang tak baik-baik saja, tapi ia mau apa lagi? Itulah satu-satunya jalan mendapatkan Sungmin yeoja yang sedang ia telepon itu.

"Hm.. istirahatlah, Minnie.. Kau ingat kan apa kata dokter tadi?"

"Ne.. arraseo. Kalau begitu aku istirahat dulu." Telepon pun di matikan sepihak oleh Sungmin. Keinginannya untuk melanjutkan tangisannya tak bisa ia bendung lagi. Ia sedih, kecewa, dan juga bingung. Ia kecewa dengan apa yang Kyuhyun lakukan, ia tak pernah berfikir akan dikhianati seperti ini oleh kekasih yang sangat ia cintai itu. Ia juga sangat sedih harus melepaskan Kyuhyun dan segala memori indah yang pernah ia alami bersama Kyuhyun dan mungkin juga... Super Junior. Ia dihadapkan pada pilihan yang benar-benar sulit. Sampai saat ini yang hanya bisa ia lakukan adalah menangis, menangis dan menangis sepuas-puasnya. Untung saja kini Sungmin berada di rumah orangtuanya. Mungkin jikalau ia kini berada di dorm mungkin perasaannya akan lebih sakit daripada yang ia rasakan sekarang. Ia tak mampu menatap Kyuhyun yang telah menghancurkan hatinya..

FLASHBACK

"Permisi.. permisi.." ucap salah seorang namja yang setengah berlari di koridor rumah sakit gelisah, ia memapah tubuh seorang yeoja bernama Sungmin yang kini sedang dalam kondisi cukup memprihatinkan.

"Yu... nho.. gwaenchana.." ucap Sungmin dengan suara yang sangat lemah. Seakan tak menghiraukan hal itu, Yunho terus berjalan memapah Sungmin menuju ruangan dokter yang menangani Sungmin selama ini.

"Dok.." panggil Yunho pada dokter Jung Jae Jin yang terlihat duduk mengamati kertas yang di genggamnya sesaat setelah masuk ke dalam ruangan dokter itu.

"Ah.. Sungmin-ssi. Ada apa dengannya? Berbaringlah kemari, biar ku periksa." tanya dokter itu mulai khawatir saat mendapati tubuh lemah Sungmin di papah oleh Yunho. Dokter Jae menuntun Sungmin berbaring di kasur pasien di dalam ruangannya dan segera mempersiapkan alat-alat yang di butuhkannya untuk memeriksa keadaan Sungmin.

"Yunho-ssi, silakan tunggu dulu di sana." Ucap dokter Jae saat dilihatnya Yunho masih berada di samping kasur pasien memegang erat tangan Sungmin.

"Baiklah." Dengan sedikit terpaksa dan rasa khawatir yang sangat besar, Yunho mengikuti perintah dokter Jae dan duduk di sofa yang berada di salah satu sudut ruangan itu menunggu dokter Jae selesai memeriksa keadaan Sungmin. Dokter Jae menutup tempat memeriksanya dengan gorden.

Lima belas menit menunggu rasanya seperti seharian bagi Yunho. Perasaan khawatir yang ia rasakan telah menguasai dirinya. Saat dilihatnya dokter Jae keluar dari balik gorden, Yunho segera mendekati Sungmin yang terduduk di kasur pasien dan menuntun Sungmin menuju kursi yang berada di hadapan meja dokter Jae.

"Sungmin-ssi, aku harap kau mendengarkan saya kali ini." Ucap dokter Jae dengan nada suara yang sangat serius pada Sungmin yang masih dalam kondisi yang cukup lemah.

"Waeyo, dok? Ada apa dengan Sungmin?" tanya Yunho dengan menggebu-gebu pada Euisa yang berada di hadapannya. Ia sangat penasaran sekaligus khawatir dengan keadaan Sungmin.

"A.. ada.. apa, dok? Apa ada yang salah dengan kesehatanku?" ucap Sungmin dengan suara yang ia paksakan keluar dari kerongkongannya.

"Penyakitmu sudah menjalar, Sungmin-ssi. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kanker bisa merenggut nyawa Anda." Ujar dokter Jae mengagetkan Sungmin dan Yunho.

"Ka.. ka.. kanker?" ucap Sungmin tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Ne.. penyakit Anda sudah menjalar, kemungkinan kanker masih belum bisa di pastikan. Penyakit ini perlu penanganan khusus, saya menyarankan Anda mau berobat pada dokter yang lebih ahli dalam masalah ini. Saya sudah merujuk Anda ke dokter Choi yang sangat ahli dalam masalah penyakit ini. Tapi.."

"Tapi apa, dok?" tanya Yunho makin penasaran.

"Tapi kemungkinan besar, Anda harus meninggalkan pekerjaan yang sedang Anda geluti saat ini. Anda akan di bawa ke U.S.A. untuk melakukan pengobatan intensif disana, Sungmin-ssi. Ini satu-satunya jalan agar penyakit di dalam tubuh Anda secepatnya bisa di tangani, sebelum semuanya terlambat dan makin membahayakan keselamatan Anda, Sungmin-ssi."

"Ma.. maksudnya.. ak.. aku harus berhenti dari dunia entertainment yang sudah menjadi impianku selama ini?" respon Sungmin yang masih belum bisa percaya dengan apa yang ia dengar. Dunianya seakan runtuh saat itu juga. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, matanya kosong menatap ke arah dokter Jae.

"Ne, Sungmin-ssi. Aku harap kau bisa cepat memutuskannya."

"Ba.. baiklah.. akan saya pikirkan, dok."

"Kalau begitu sekarang Anda bisa pulang, Sungmin-ssi. Anda sebaiknya beristirahat saja di rumah. Jangan membebani pikiran Anda dulu dengan berbagai macam masalah yang mungkin Anda sedang hadapi. Saya harap Anda benar-benar mendengarkanku kali ini. Ingatlah kesehatanmu itu jauh lebih penting dari segala macam masalah yang kau pikirkan."

"Ne.." dengan sedikit tertatih Sungmin pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dokter Jae diikuti oleh Yunho yang masih terdiam sedari mendengar penuturan dokter Jae tadi. Ia merasa iba sekaligus perihatin pada yeoja yang berada di hadapannya kini. Di tariknya tubuh yeoja yang sedang lemah itu dan ia tenggelamkan di dalam pelukannya.

"Menangislah kalau itu membuatmu tenang, Minnie.." ucap Yunho sembari mengelus pelan punggung Sungmin yang ia cintai. Sungmin pun tak mampu lagi menahan air matanya yang seakan tumpah ruah di dalam pelukan namja tinggi bernama Jung Yunho.

"Saranghaeyo, Minnie.. Aku tak akan membuatmu terluka. Aku akan terus berada di sisimu sampai kau merasa lebih baik.."

FLASHBACK END

.

.

-oo-

.

.

"Sungmin hyuuuuuuuuuung!" teriak dua orang namja saat dilihatnya namja yang mereka cari membuka pintu.

"Wookie, Hyukkie.." namja cantik atau tepatnya yeoja cantik bernama Sungmin langsung memeluk kedua sahabatnya itu. "kalian ngapain kesini?" sambung Sungmin saat melepas pelukannya pada kedua sahabatnya itu.

"Kami khawatir padamu, hyung. Kata Yunho kau sakit makanya kami datang kesini." Ucap Eunhyuk menjawab pertanyaan Sungmin.

"Tapi kalian kesini sama siapa?"

"Sama Yesungie kok, hyung. Tuh dia ada di situ." Jawab Ryeowook sembari menunjuk kearah namja kurus yang sedang jongkok di luar bermain dengan Ari anjing milik Sungmin.

"Ah.. Yesung hyuuung! Yuk masuk! Di luar dingin." Panggil Sungmin pada Yesung. Yesung pun berdiri sambil menggendong Ari.

"Sungmin hyuung, ini siapa? Yeppeuda!" ucap Eunhyuk sembari menunjuk ke arah salah satu foto yang berada di dalam rumah Sungmin. Di dalam foto itu terdapat potret seorang ahjumma dan ahjussi yang notabene adalah orangtua Sungmin dengan seorang yeoja yang kira-kira berusia 12 tahun dan namja berusia 9 tahun.

"Ah.. i.. itu.. saudara." Jawab Sungmin dengan gugup. Yah, potret yeoja yang berada dalam foto itu adalah potret dirinya yang diambil sekitar 12 tahun yang lalu sebelum penyamaran itu dilakukan. Sungmin benar-benar kecolongan. Kalau ia tahu teman-temannya akan datang, ia pasti akan menyembunyikan segala macam barang yang kemungkinan bisa memunculkan kecurigaan itu sebelumnya.

"Bukannya kau hanya 2 bersaudara hyung? Dan ini Sungjin kan?" tanya Eunhyuk lagi pada Sungmin yang sudah gelagapan akan menjawab apa sembari menunjuk ke arah potret namja yang berada di dalam foto itu.

"Em.. ne." Akhirnya hanya potongan kata itu saja yang bisa ia ucapkan untuk menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"Iya juga ya, ini kan foto yeoja yang aku lihat di kamarmu hyung. Kau tak pernah menceritakannya pada kami." Tambah Ryeowook yang tak tahu kapan sudah muncul di percakapan kedua orang tadi.

"Ah.. tak terlalu penting soalnya.." jawab Sungmin seadanya.

"Tapi ngomong-ngomong fotomu mana hyung? Kok aku tak lihat?" tanya Eunhyuk lagi sambil celingak-celinguk mencari-cari foto Sungmin yang nihil di ruangan itu.

"Iya, ya. Mana hyung? Aku mau lihat foto masa kecilmu, hyung!" ucap Ryeowook bersemangat sementara orang yang mereka tanyai itu hanya bungkam memikirkan apa lagi yang harus ia katakan selanjutnya.

"I.. itu... anu.. ehm.."

"Kenapa hyung?"

"Anniyo.. Kajja makan dulu yuk baru kita ngobrol lagi." ucap Sungmin mengalihkan pembicaraan.

"Minnie.." suara berat terdengar memanggilnya. Suara khas milik Yesung.

"Waeyo?" tanya Sungmin pada Yesung yang tiba-tiba memanggilnya tadi.

"Itu.. celanamu."

"Eh? Waeyo?"

"Ada no.. noda merah di ce.. ce.. la..namu." ucap Yesung lagi sembari menunjuk ke arah belakang Sungmin. Spontan mata Eunhyuk dan Ryeowook mengarah ke satu titik di mana Yesung mengarahkan telunjuknya.

"HYUNG?" ucap Eunhyuk dan Ryeowook bersamaan saat mendapati bercak yang nempel di celana Sungmin.

.

.

-oo-

.

.

"Apa maumu, eoh? Aku tak punya banyak waktu, noona." Ucap seorang namja dingin pada seorang yeoja yang kini tengah berusaha menyuapinya sesendok makanan.

"Ayo buka dulu mulutnya. Aaaaa" ucap yeoja tadi menginstruksikan namja yang kini berada di sampingnya. Tak mau ribut, namja bernama Kyuhyun itu pun mengikuti perintah yeoja tadi agar urusannya di tempat itu cepat selesai. Kelamaan bersama yeoja gila itu juga bisa membuatnya ikut-ikutan gila. Kalau bukan karena yeoja tadi membawa-bawa nama Sungmin, ia pasti tidak akan sudi ikut dengannya.

"Apa sih yang ingin kau bicarakan, noona? Kenapa kau membawa-bawa Sungmin, eoh? Ayo cepat katakan!" bentak Kyuhyun tak tahan juga dengan perlakuan yeoja bernama Victoria itu padanya.

"Sabar.. kenapa sih kau terlalu terburu-buru? Nikmati dulu saat ini berduaan bersamaku.."

"Apakah Anda sudah gila?"

"Ne, aku gila karena kamu dan kekasihmu yang bernama Sungmin itu."

"Kekasih? Apa Anda sudah gila, noona? Sudah berapa kali aku bilang sih Su.. Sungmin hyung itu kan namja.. Nda mungkin juga aku berpacaran dengannya." ucap Kyuhyun yang saat ini sudah gugup mendengar penjelasan Victoria.

"Alah tidak usah bohong lagi. Aku tahu semua kok. Kau ini berpacaran dengannya kan? Mengakulah.. Aku juga tahu kok soal Sungmin yang menyamar itu."

"Mwo? Ka.. kau sudah gila, noona? Khayalanmu sudah terlalu tinggi." Ucap Kyuhyun yang saat ini hendak beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Victoria. Namun dengan gesit Victoria mengeluarkan beberapa lembar foto yang ia sudah sediakan dari dalam tasnya untuk menjadi senjata penting baginya. Melihat hal itu Kyuhyun berhenti dan kembali tersita perhatiannya pada beberapa lembar foto yang Victoria tunjukkan itu.

"Hm.. bagaimana yaaa kalau media tau tentang semua ini?" ucap Victoria dengan nada yang sedikit puas akan hasil yang ia lakukan sementara Kyuhyun dengan nanar menatap lembar demi lembar foto yang menampakkan potret seorang yeoja berambut sangat pendek—terlihat seperti namja—tengah mengganti pakaian. Sangat jelas terlihat wajah yeoja dalam foto itu. Yeoja itu adalah Sungmin.

"Apa yang kau inginkan dariku, eoh?" bentak Kyuhyun yang kini terlihat pasrah secara tidak langsung mengakui kebenarannya pada Victoria.

"Kalau kau ingin rahasia ini aman, kau hanya perlu menyetujui konferensi pers itu dan kita akan menjalani hubungan terbuka di depan media. Gampang kan?"

"Mwo? Aku tidak sudi melakukannya. Aku mencintai Sungmin dan dia juga mencintaiku, apapun yang kau ingin lalukan terserah padamu yang jelas kami tak akan pernah terpisahkan dan tentu saja aku tak mau mengikuti konferensi pers itu."

"Meskipun itu menghancurkan karir kalian?" tanya Victoria yang kini terlihat gelisah karena Kyuhyun tak terlalu menganggap penting ancamannya.

"Ne.." ucap Kyuhyun mantap.

"Cih.. Kenapa kau begitu yakin Sungmin mencintaimu, eoh? Kau akan menyesal!" bentak Victoria seraya meninggalkan Kyuhyun dengan perasaan kesal di hatinya.

"Michin yeoja.." gumam Kyuhyun saat melihat yeoja bernama Victoria itu telah menghilang dari penglihatannya. Ia pun meneguk Americanonya dengan santai sembari memandangi foto yang masih tertinggal di meja tempatnya bersama Victoria tadi makan siang.

.

.

-oo-

.

.

"Hyung.. eh.. eon.. eh noona, hm.. aduh aku bingung." Ucap lemah seorang namja yang tengah terduduk lemas sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit secara tiba-tiba.

"Duh.. aku rasanya mau pingsan, Yesungie.." ucap namja lainnya yang berespon hampir sama dengan namja yang sebelumnya.

"Ini minum dulu, Wookie-aah.." namja bernama Yesung yang dipanggil pun dengan sigap menyodorkan segelas air mineral pada namja bernama Ryeowook yang saat ini terlihat benar-benar sangat kacau.

"Mianhe.. jeongmal mianhe, Wookieaah, Hyukkieaah, Yesung oppa." Ucap orang yang lainnya di dalam ruangan itu.

"Jadi.. selama ini yang biasanya tidur di kamarku itu.. yeoja? Omo.. omo.. omo.." racau namja bernama Eunhyuk kali ini dengan masih memegangi kepalanya yang sedikit pusing memikirkan semuanya yang ia ketahui saat ini.

"Mianhe aku tak jujur pada kalian.. Mianhee.." ucap salah seorang bernama Sungmin yang sedari tadi terus menerus mengucapkan permohonan maafnya pada ketiga namja di hadapannya.

"Jadi Minnie, Kyuhyun dari awal sudah tau mengenai semuanya?" Yesung kini terlihat menginterogasi yeoja yang masih tertegun di hadapannya.

"Ne, Yesung oppa.." jawab Sungmin sembari terus menundukkan kepalanya.

"Kenapa kalian sekamar kalau begitu? Kalian ini melanggar peraturan tau!" kata Ryeowook kali ini mengikuti jejak kekasihnya menginterogasi Sungmin.

"Itu.. hm.. SM lah yang menyuruhku sekamar dengan Kyuhyun agar identitasku tidak terlihat mencurigakan, seharusnya Kyuhyun pun tidak tahu tentang hal ini, tapi.."

"Jadi siapa lagi yang tahu mengenai hal ini selain keluargamu, SM, dan Kyuhyun?"

"Hm.. Yunho.." jawab Sungmin takut-takut dengan masih menundukkan kepalanya.

"Mwo? Jadi Yunho sudah tau? Terus kenapa kau merahasiakan dari kami hyu..eh, noona? Apa kau tak percaya pada kami?" tanya Eunhyuk ikut serta menyudutkan posisi Sungmin.

"Mianheee..." Sungmin dengan meremas-remas kuat ujung bajunya akhirnya tak kuasa untuk tak mengeluarkan air matanya sesaat itu juga. Dia juga sebenarnya tak ingin merahasiakan hal ini pada sahabatnya itu, tapi... keadaanlah yang memaksanya untuk berbohong sejauh ini.

"Noona, uneungeoya?" Ryeowook yang melihatnya pun merasa iba dan beranjak dari posisinya mendekati Sungmin. Ia kini berada di samping Sungmin yang masih tertunduk dengan air mata yang mengalir deras di kedua pipinya sembari mengelus lembut punggung sahabatnya itu.

"Hm.. Sungmin noona.. maafkan kami.. jangan menangis.. kami menyayangimu, noona." Eunhyuk pun mengikuti jejak Ryeowook dan kini terlihat memeluk tubuh Sungmin untuk menenangkan sahabatnya itu.

"Wookieaah.. hiks.. Hyukkieahh.. mianheyooo.." Sungmin pun memeluk kedua sahabatnya itu dengan erat. Perasaannya yang berkecamuk seakan lenyap seketika saat memeluk kedua sahabatnya itu.

Mereka bertiga telah hanyut dalam pelukan hangat itu, sementara namja lainnya yang bernama Yesung hanya tersenyum simpul melihat ketiga orang di hadapannya sembari terus menyeruput teh yang disajikan oleh sang empu rumah.

"Hm.. oh iya, ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan pada kalian.." ucap Sungmin tiba-tiba pada ketiga namja yang tengah bersamanya itu.

"Ada apa, noona?"

.

.

-oo-

.

.

*Victoria POV*

Sial! Bisa-bisanya Kyuhyun tak menggubris ancamanku! Aku harus bagaimana sekarang? Stir mobil pun tak luput dari pelampiasan kemarahanku saat ini.

Ah iya! Yunho! Aku harus menghubunginya. Siapa tahu saja ia sudah selangkah lebih maju daripada aku. Aku wajib menanyakan sarannya..

Kuraih ponsel yang berada di kursi sebelahku dan segera menghubungi Jung Yunho, rekanku saat ini.

"Yeobseo.." terdengar suara seorang namja dari seberang sana mengangkat telepon dari ku.

"Yunho, ada kabar apa lagi? Bagaimana dengan Sungmin?" tanyaku tergesa-gesa. Jujur saja aku benar-benar tak sabar saat ini.

"Hm.. tenang saja, Sungmin bisa ku ambil alih. Urus saja Kyuhyunmu itu."

"Jinjjayo? Arraseo.. kau harus pastikan benar rencana kita semua berhasil. Aku tidak mau gagal!"

"Ne.. sudah ya aku mau ke rumah Sungmin dulu." Ucap Yunho sembari mengakhiri sepihak telepon dariku barusan. Tidak sopan! Cih.. yasudah lah, yang penting aku sudah cukup tenang Yunho masih berada di pihakku.

Kyuhyun.. bersiaplah.. Kau akan menjadi milikku! Hanya milikku!

.

.

To be continue

-~~~~000~~~~-

Kamsahamnidaa yang udah mereview ff ini. Author langsung balas saja yaaa^^

hyuknie : hm... hayooo apa yaaa? makanya pantengin terus, ne?

kyumin shipper : insyaAllah endingnya tetep KyuMin, jadi yang sabar yaa mendoakan hubungan mereka berdua hehe ;;) pasti happy ending kok~~!

kimjulia220799 : annyeong kimjuliaa ;) maaf author ngilang lagi *bow*. Coba deh kamu liat video-video di youtube mengenai Yesung dalam hubungan KyuMin, dia pasti selalu ada deh di setiap 'moment' KyuMin biasanya terjadi hehe^^

iinx . artie1 : kyaaaa~ jangaaaan! ming itu punya authorrrr! X0

mayacassielf : waah bisa bonyok tuh di gampar mulu hihihiii dari pada bingung mending ming sama author ajaaa terus kyunya di taruh aja di kulkas *eh?

HANA : annyeong HANA! kamu baca kilat ya? jeongmal gomawoooo^^ tetep tinggalin jejak yaaa ;)

cherrizka980826 : aduh emosi bener chingu hehe^^

Guest : Jeongmal gomawoo~~^^ tinggalin jejak terus yaaaa. namanya juga kalo bisa hihi ;p

rositakyuhyun : ah nda chinguuu tiba-tiba aja author menghayal Sungmin itu cewe soalnya manis pake bangeeet xp

desi2121 : doain mereka teruss chingu^^

choi ritsu : ne, chinguuu sabar yaaa ;) rencana mau bikin nyesek dulu nihh sampe menuju akhir hehe

Shofiy Nurlatief : Hm maksudnya apa ya chingu? Apa ada yang salah dengan tulisan author?._.

-00000-

Miaaaaan updatenya kelaman di ffnet :( Hm rencananya sih masalah KyuMin akan agak berat di beberapa chap kedepan. Harap maklum ya chingu biar feelnya dapeet^^

Kamsahamnida udah bersedia membaca dan meninggalkan jejaknya di ff abal author ini.

Akhir kata... review please *bow*