Title : When I Can't Sing Anymore

Author : Vivi 'Hyo Ra'

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

Jung Yunho

And the other cast

Genre : Angst / Romance

Annyeonghaseyo, chingu^^ Author hadir lagi nih membawa lanjutan ff ini. Yuuuk mari langsung di baca! Happy reading, chingu^^

.

.

"Hm... mianheyo, Kyu. Sepertinya aku harus mengatakan sesuatu padamu."

"Waeyo, Min? Ada apa? Apa.. kau masih marah padaku? Mianheyo, Minnie. Saranghaeyo. Tentang hal itu.."

"Sudah, Kyu. Aku sudah tak memikirkan hal itu lagi kok. Semuanya. Bahkan semua yang menyakitkan hatiku sudah aku kubur dalam-dalam."

"Sebaiknya kita akhiri hubungan kita, Kyu. Aku sudah tak mencintaimu. Mianheyo.. Lupakan aku."

"MWO?"

~~~~~oo~~~~~

CHAPTER 12

~~~~~oo~~~~~

"Iya, aku sudah tak mencintaimu. Lupakan aku, Kyu." Ucap Sungmin pada sosok namja yang masih berdiri terpaku di hadapannya.

"Hahaha kau becanda? Ini tidak lucu, Minnie." namja jangkung bernama Cho Kyuhyun itu menertawakan kalimat Sungmin yang dianggapnya tak wajar itu.

"Aku tidak bercanda, Kyu. Aku serius. Aku ingin putus darimu." Sungmin kembali menyibukkan diri mengepak pakaiannya ke dalam tasnya yang cukup besar.

"Ya! Minnieah!" Kyuhyun langsung menggenggam lengan Sungmin namun sayangnya langsung ditepis oleh sang yeoja itu.

"Ada apa?" jawab Sungmin dengan ekspresi yang sama persis dengan tutur katanya yang datar.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu, Minnie. Ada apa sebenarnya? Kenapa ini? Apa maksudnya kau meminta putus hubungan denganku? Aku tidak mengerti!" bentak Kyuhyun di hadapan Sungmin dengan ekspresi wajah yang tak bisa digambarkan lagi keadaannya. Antara marah, sedih, dan bingung. Begitulah yang dirasakan oleh Kyuhyun.

"Aku bilang kan, aku sudah tak mencintaimu, Kyu. Sudahlah. Kau juga bisa bebas kok berhubungan dengan yeoja lain." Sungmin kemudian berjalan meninggalkan Kyuhyun, namun sang namja yang tidak bisa menerima penjelasan Sungmin tadi kembali menarik lengan yeoja itu dan kali ini lebih kuat dari yang sebelumnya.

"Ya! Lepaskan aku, Cho Kyuhyun!" bentak Sungmin sambil menarik-narik lengannya yang digenggam kuat oleh Kyuhyun. Apa daya kekuatan Sungmin tak sebanding dari kekuatan Kyuhyun, sehingga semakin Sungmin menarik lengannya, maka semakin sakitlah lengan Sungmin.

"Aku tidak akan melepaskan genggaman tanganku sampai kau memberi penjelasan yang sebenarnya padaku. Aku tau kau bohong!" bentak Kyuhyun tak kalah hebatnya dengan bentakan Sungmin sebelumnya.

"Aku tidak bohong, aku tidak mencintaimu lagi, Kyu! Lepas!"

"Anniya. Kau bohong. Kau tak mungkin tak mencintaiku." Kukuh Kyuhyun pada pendiriannya, ia tahu betul bukan itulah alasan utama Sungmin. Ia mengira ada sesuatu di balik semua itu.

"AKU TIDAK BOHONG! AKU SUDAH TIDAK MENCINTAIMU KARENA AKU KINI MENCINTAI YUNHO! YUNHO MEMPERLAKUKANKU LEBIH BAIK DARIPADA KAU MEMPERLAKUKANKU. AKU BAHAGIA DENGANNYA. PUAS?" teriak Sungmin tepat di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar hal itu hanya terdiam. Dadanya terasa perih, perasaannya benar-benar hancur.

Perlahan-lahan tangan kurus Kyuhyun yang sedari tadi menggenggam lengan Sungmin kian melemah, membuat tangan sang yeoja itu bisa lolos dari cengkraman Kyuhyun. Saat genggaman tangannya terlepas, Sungmin terlihat meringis kesakitan namun tak lama kemudian ia mengambil tas yang tadi ia kemas dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam di tempat.

"Apakah aku seburuk itu memperlakukan Sungmin sehingga ia pergi dariku? Apa benar ia tak mencintaiku lagi? Rasanya benar-benar sakit. Jauh lebih sakit ketimbang saat dulu tulang rusukku patah dalam kecelakaan mobil. Sakitnya di sini.. tepat di dadaku. Sakit. Sangat sakit." Seperti itulah suara perang batin Kyuhyun yang tengah berkecamuk saat ini. Sementara seseorang lainnya yang berada di balik pintu ruangan itu hanya bisa mengeluarkan air mata yang sedari tadi ia tahan sembari menutup wajahnya agar suara isakannya tak terdengar.

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

"AKU TIDAK BOHONG! AKU SUDAH TIDAK MENCINTAIMU KARENA AKU KINI MENCINTAI YUNHO! YUNHO MEMPERLAKUKANKU LEBIH BAIK DARIPADA KAU MEMPERLAKUKANKU. AKU BAHAGIA DENGANNYA. PUAS?"

Aku tak percaya, mulutku dengan tega mengatakan hal itu pada Kyuhyun. Jujur, aku tak mungkin berhenti mencintai Kyuhyun. Aku juga tak mungkin berpaling pada Yunho dan mengkhianati Kyuhyun. Aku tak mungkin bahagia tanpa Cho Kyuhyun di sisiku. Tapi.. hanya itu yang dapat aku perbuat agar Kyuhyun mendengar ucapanku dan menjauh dariku. Aku mungkin tak sanggup meninggalkan Kyuhyun, namun aku lebih tak sanggup lagi harus meninggalkannya dalam keadaan yang menyedihkan. Lebih baik ia membenciku dan melupakanku secepat mungkin, sehingga tak terlalu sakit baginya nanti. Aku tak mau ia menangis dan menahanku. Aku tak tega..

"Eunhyukaah.. gwaenchana?" Eunhyuk hanya diam. Ia tak merespon ucapanku dan terus mengedalikan setir mobilnya. Sepertinya ia seperti sedang menahan sesuatu.

Akhirnya kami sampai ke tempat tujuanku sedari awal. Kami berhenti di sebuah bangunan yang di luarnya di penuhi dengan para fans-fans yang berharap bisa bertemu idola mereka disana walaupun hanya sekejap mata.

"Gomawo, hyukkieah. Kuharap kau merahasiakan ini dari Kyuhyun, ne? Beritahu yang lain juga agar mereka menjaga rahasia ini."

"Arraseo, noona. Tapi.. apa benar sampai kau harus.. hmp.." ucap Eunhyuk terhenti dan dilanjutkan dengan isakan tangisnya. Aku benar-benar tak tega menyaksikan pemandangan menyedihkan ini. Inilah jalan yang aku pilih dan aku tak akan pernah merubah niatku ini. Mianheyo, Eunhyuk-ah.

"Hyukkieaah.. tenanglah.. gwaenchana.." aku berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkannya. Semoga ia bisa mengerti posisiku yang berat ini.

"Ne, noona. Hm.. hati-hati.."

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

"Yunho, bagaimana? Apa ada kabar baru lagi?" ucap seorang yeoja pirang yang kini tengah menikmati kopinya sembari terus menempelkan telepon genggamnya di telinga.

"..."

"Ah.. terus bagaimana?"

"..."

"Jeongmal? Hahahha kau memang bisa diandalkan. Gomawo." Yeoja itu kini terlihat mengembangkan senyumnya senang.

"..."

"Arraseo. Kau sudah melakukan yang terbaik. Kau memang bisa diandalkan."

"..."

"Ne. Bye." Yeoja itu meletakkan kembali ponsel miliknya di atas meja dan menikmati waktu luangnya menonton televisi.

"Victoria eonni, kau tak ada kegiatan hari ini?" panggil seseorang tiba-tiba mengagetkan yeoja yang tadi sedang asik duduk di ruangan itu.

"Ah, Sulliaah. Ne, aku sedang tak ada kegiatan." Jawabnya santai dan kembali memusatkan pandangannya ke layar televisi.

"Siapa yang kau telepon tadi, eonni? Sepertinya serius sekali." tanya Sulli penasaran pada yeoja tadi.

"Anniya, bukan siapa-siapa. Ya! Bukannya kau ada pemotretan majalah hari ini? Kenapa kau masih di dorm?" tanya yeoja bernama lengkap Victoria Song yang notabene adalah leader dalam grupnya. Tak heran ia tahu seluruh schedule para membernya.

"Ne, aku hanya mengambil beberapa baju di kamar. Istirahatlah eonni. Bye. Aku pergi dulu.."

"Hahaha ne, bye. Hati-hati Sulliah." Sulli pun beranjak dari tempatnya meninggalkan dorm f(x).

Victoria kembali menikmati waktu luangnya itu dengan menonton televisi. Tepat di layar televisi yang ia tonton, terlihat acara infotainment yang mengabarkan skandal seorang yeoja dengan namja yang berada di bawah label yang sama. Ia pun mengambil ponselnya kembali dan mengirim sebuah pesan kepada seseorang.

"Ah.. Cho Kyuhyun.. sebentar lagi kau menjadi milikku. Kau. Aku. Satu." Gumam Victoria sembari tersenyum menang menyaksikan wajahnya terpampang jelas di televisi yang ia tonton itu.

.

.

-oo-

.

.

*Kyuhyun POV*

"AKU TIDAK BOHONG! AKU SUDAH TIDAK MENCINTAIMU KARENA AKU KINI MENCINTAI YUNHO! YUNHO MEMPERLAKUKANKU LEBIH BAIK DARIPADA KAU MEMPERLAKUKANKU. AKU BAHAGIA DENGANNYA. PUAS?" Kata-kata itu. Kata-kata yang begitu menyakitkan itu terus saja mengiang di telingaku.

Sakit. Kecewa. Marah. Semua melebur menjadi satu. Rasanya ingin aku bunuh Sungmin dan Yunho saat itu juga. Tapi... apa itu bisa membuatku puas? Sepertinya tidak.

Jujur saja aku marah saat ini. Aku marah pada Yunho. Aku marah pada Sungmin. Aku marah pada diriku sendiri dan aku marah pada keadaan. Aku tak bisa menerima kenyataan yang memperlakukanku seburuk ini. Aku tak mampu. Rasanya terlalu sakit.

Rasanya aku ingin membalaskan amarahku ini. Tapi bagaimana?

Aku juga ingin Sungmin merasakan sakit yang aku rasa. Tapi bagaimana caranya?

Ottohke..? Apakah langkahku saat ini sudah benar?

"Victoria-ssi, aku sudah berada di bawah apartemenmu. Keluarlah"

*Kyuhyun POV end*

.

.

-oo-

.

.

*Sungmin POV*

Urusanku sudah beres. Meskipun terasa sedikit sakit tapi inilah yang aku harus korbankan. Benarkah aku harus pergi seperti ini?

"Minnieah.." seseorang menepuk pundakku dari belakang membuatku teralih sejenak dari segala macam beban pikiran yang berputar-putar di otakku.

"Ah, Yunho. Kau mengagetkanku saja!" Yah, orang yang mengagetkanku tadi adalah Yunho, namja yang selama ini menolongku. Tak lupa ia tersenyum kepadaku dan mengelus-elus rambutku perlahan.

"Hehe kajja. Kau mau pulang ke rumah kan?" tanyanya yang hanya kubalas dengan anggukan. Ia pun mengambil alih tas besar yang aku bawa sedari tadi dan dibawa menuju mobilnya. Andai saja benar aku bisa melupakan Kyuhyun dan beralih ke Yunho, pasti aku merasa sangat bahagia diperlakukan istimewa seperti ini. Sayangnya..

"Silakan masuk, tuan putri.." Yunho membukakan pintu mobilnya dan mempersilakanku masuk. Tanpa basa-basi aku pun langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah sangat familiar denganku itu dan duduk dengan tenang. Ia terlihat berlari ke sisi berlawanan, masuk ke dalam mobil dan memegang kemudi.

Mobil pun berjalan. Dalam beberapa menit ini suasana dalam mobil itu sangat sunyi. Aku tak angkat bicara, begitupun dengan Yunho. Aku hanya sibuk memandangi pemandangan di luar melalui jendela. Kepalaku sudah terasa penat untuk memulai perbincangan.

"Minnieah.." panggil Yunho memecahkan kesunyian.

"Hm.." responku singkat. Sudah kusebutkan kan alasanku malas berbincang-bincang?

"Bagaimana tadi? Kau belum cerita mengenai hal itu denganku." Ujar Yunho mengarah ke suatu titik pembicaraan yang sudah aku duga sebelumnya. Yah... ia pasti penasaran.

"Aku sedang malas, Yunho. Nanti ya. Aku janji aku pasti cerita."

"Arraseo." Ucapnya singkat sembari memamerkan deretan giginya yang putih itu kepadaku. Mataku kembali beralih ke luar jendela dan pikiranku kembali mengingat pembicaraan penting yang kulakukan beberapa jam yang lalu.

.

FLASHBACK

'tok.. tok..' sebuah pintu ruangan ku ketuk pelan menunggu persetujuan sang pemilik ruangan untuk menyuruhku masuk.

"Masuklah.." terdengar suara berat lelaki dewasa dari dalam ruangan itu memberi persetujuan. Akhirnya ku buka pintu itu dan masuk ke dalamnya.

"Annyeonghaseyo, Lee Soo Man sonsaeng-nim. Apa kabar?" ucapku sopan pada sosok orang yang sangat ku hormati itu.

"Ah, annyeonghaseyo, Lee Sungmin. Duduklah! Ada apa kau datang kemari? Pasti sesuatu yang penting sudah terjadi, kan?" ucapnya santai menyuruhku duduk di hadapannya.

"Hm.. ne, sonsaeng-nim. Ada sesuatu yang akan ku bicarakan. Kuharap kau bisa mengerti.."

"Ada apa?"

"Josonghamnida, sonsaengnim. Apakah.. aku boleh mundur dari Super Junior?" ucapku to the point pada tujuan utamaku datang ke ruangan ini.

"Mwo? Apa kau bercanda?" ucapnya sedikit kaget mendengar penuturan dariku.

"Anniya, sonsaengnim. Aku serius. Aku ingin mundur daari Super Junior."

"Apa yang membuatmu berfikiran ingin mundur dari Super Junior? Apa itu soal identitasmu? Apa ada yang tau tentang identitasmu? Ataukah... kau punya hubungan dengan salah satu member?"

"Ah.. anni.. anni.. tidak ada yang benar, sonsaengnim." Yah, aku berbohong. Semua penuturan CEOku itu benar. Tapi.. aku tak ingin ia tahu. Aku tak mau Kyuhyun juga mendapat masalah. Biar aku saja yang menderita di sini.

"Kalau begitu kenapa tiba-tiba seperti ini? Ada apa?"

"Ini hasil pemeriksaan kesehatanku, sonsaengnim. Aku ingin mundur dari Super Junior agar aku bisa memulihkan kesehatanku. Aku berencana akan ke USA untuk berobat." Beberapa file ku serahkan pada CEOku itu sebagai bukti. Ia mengambil file-file itu dan membacanya secara seksama.

"Lee Soo Man sonsaengnim, aku mohon.. berilah aku izin untuk mundur dari Super Junior."

"Baiklah, aku akan memberimu izin untuk berobat, tapi.." CEOku itu mengizinkanku mundur dari Super Junior? Segampang ini kah aku mendapat izin? Aku pikir akan sulit! Tapi.. kata-katanya belum tuntas. Ada apa? Apa yang ia minta?

"Tapi apa, sonsaengnim?"

"Tapi kau ti—"

FLASHBACK END

.

"MINNIE!" panggil seseorang mengagetkanku dan membuatku tersadar dari segala macam pikiranku.

"Ah.. Yunho. Kita sudah sampai?" responku sedikit kikuk.

"Ne, sudah dari 5 menit yang lalu. Kau mengkhayal apa, Minnieah, sampai tak sadar sudah sampai di rumahmu?"

"Anniya. Hm.. gomawo, Yunho. Aku mau cepat-cepat istirahat." Aku pun keluar dari mobil dengan menenteng tasku yang cukup besar itu. Setelah memberi salam, aku segera meninggalkan Yunho yang masih berada di dalam mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Aku benar-benar butuh istirahat.

"Minnie? Kau pulang, nak? Mau makan dulu?" ucap eommaku yang saat ini sedang mengatur peralatan makan di meja.

"Anniya, eomma. Aku ingin istirahat." Aku menolak perintah eommaku dan lebih memilih segera ke dalam kamar. Aku benar-benar lelah dan butuh istirahat. Segala macam beban pikiran yang kutanggung ini terlalu melelahkan.

Setelah masuk ke dalam kamar, dengan segera ku bantingkan tubuhku ini di atas tempat tidur dan menyelami alam mimpi yang bisa membawaku pergi dari segala kepenatan.

Good night, Lee Sungmin. Semoga duniamu esok hari akan jauh lebih indah.

*Sungmin POV end*

.

.

-oo-

.

.

Seorang yeoja bersama seorang namja tengah duduk manis di salah satu cafe yang dibuat khusus untuk tamu dari kalangan VIP begitu pula dengan kalangan artis. Tamu-tamu yang datang di cafe itu sering kita lihat wara-wiri di televisi. Jumlah tamunya juga tidak terlalu banyak sehingga suasana cafe itu terasa sangat tenang dengan alunan musik jazz dan pencahayaan yang tidak terlalu terang.

"Kyunnie, kenapa wajahmu murung seperti itu, eoh?" tanya sang yeoja pada namja bernama Cho Kyuhyun yang datang bersamanya di cafe itu.

"Anni. Aku hanya lelah."

"Arraseo. Hm.. minumlah dulu agar kau lebih tenang." Kyuhyun pun meneguk americano yang ia pesan dan kembali fokus dalam perbincangan seriusnya dengan yeoja bernama Victoria.

"Vic, aku ingin bicara serius denganmu."

"Hm? Apa itu, Kyunnie? Bicaralah.."

"Hm.. Vic," Kyuhyun dengan segenap perasaannya yang kacau masih mengolah-olah kata yang akan ia katakan, "ak.. aku. Aku akan.. hm.." ia kembali menarik nafas untuk memusatkan konsentrasinya dan berniat untuk berbicara lagi.

"Kenapa Kyu? Kau akan apa?"

"A.. aku.. aku akan mengikuti apa yang telah direncanakan Lee Soo Man sonsaengnim untuk kita. Aku akan menyetujui konferensi pers itu."

.

.

To be continue

-oo-

Apakah ff sangat pendek? Huuu mianhe, jeongmal mianhe. Maafkan pula apabila kalian menemukan typo, kesalahan diksi, atau berbagai kekhilafan author yang banyaknya tak terkira.

Big thanks for a few reader in last chapter :

Mayasiwonest . everlastingfriends, lalalala, aey raa kms, Cho Kyuri Mappanyukki, iinx. artie1, hyuknie, 137line, cherrizka980896, adinda . sungmin, Just Call Me Guest, Shofiy Nurlatief, pikapika, guest

.

Makasih atas segala kritik dan saran yang kalian berikan untuk author. Mianhe author tidak punya waktu untuk membalasnya satu persatu tapi next time author janji bakal di balas kok ;) mian atas segala kekhilafannya^^

.

Akhir kata... review please!^^