La Corda D'Oro bukan punya UQ melainkan Yuki Kure
Hujan
Hal yang dibenci Yuuki dari adik kembarnya adalah sikap acuhnya. Sekarang hujan, dingin, gelap, petir dimana-mana. Walau sedikit sekali, Yuuki merasa ketakutan. Keiichi yang tidak bersuara sedikitpun membuat suasana semakin dingin. Yuuki berteriak dalam hati, ia butuh kehangatan!
"Kei, kamu gak bawa payung?" Yuuki melirik sedikit ke adik kembarannya yang terus memperhatikan tetesan air yang mengalir dari atap.
"Tidak." Mata Keiichi yang sayup-sayup terbuka itu tidak melepaskan tatapannya ke air hujan.
"Kei, tas cello-mu anti air kan?" Yuuki tersenyum ketika ia sebuah ide cemerlang terlintas.
"Ya, tapi aku tidak mau menjadikannya payung, kak."
Yuuki langsung bungkam. Senyumnya sirna. Yuuki tahu kalau Keiichi memang lebih cinta cello daripada kakaknya sendiri.
"Tapi Kei, kalau menunggu hujan reda kita bisa-bisa menginap di sini."
"Kakak gunakan saja notebook kakak sebagai payung. Bukankah gampang?"
Dan Keiichi tahu, cintanya terhadap cello sama seperti kakaknya terhadap gadget.
