Hadiah

La Corda D'oro bukan punya UQ!

Sebentar lagi Aoi ulang tahun. Yuuki yang jarang atau tepatnya hampir tidak pernah membeli hadiah kini bingung. Sang nenek tercinta memaksanya untuk memberi hadiah ulang tahun pada tuangannya itu. Yuuki benar-benar tidak tahu harus memberi apa.

Ia berjalan menyusuri lorong kelas seniornya. Ia tidak mungkin bertanya pada Kahoko, seseorang yang kelewatan polos itu tidak akan memberikannya jawaban. Ia memilih Nami. Belum sampai ia menginjakan kakinya di depan kelas Nami, Aoi menghampirinya.

- - -Kenapa aku sampai lupa kalau kelas mereka bersebelahan?

"Yuuki-san, sedang apa?"

Silau. Senyum Aoi memang selalu menyilaukan matanya.

"Bertemu Nami-senpai." Jawabnya singkat seperti biasa.

"Sayang sekali, Amou-san tidak masuk hari ini." Aoi masih tersenyum.

"Hh... padahal aku mau meminta saran Nami-senpai tentang hadiah apa yang harus aku berikan pada Ao-" Yuuki langsung menghentikan ucapannya ketika sadar apa yang baru saja keluar dari mulutnya.

Senyum Aoi berubah menjadi seringai.

"Aku hanya ingin ini saja kok." Aoi perlahan mendekat dan...

cup

Beberapa detik kemudian, Yuuki langsung berlari menjauhi Aoi.

Seringai masih terpasang di wajahnya. Aoi menyentuh bibirnya.

"Manis..." Ia pun masuk kembali ke kelasnya.