Dan untuk keempat kalinya di hari ini, La Corda D'Oro bukan punya saya. Kalau saya udah kaya, baru saya beli hak ciptanya~
Resep
Pria berambut biru itu sedang mengaduk-aduk cokelat kental di dalam panci. Sesekali ia meneteskannya di tangan sedikit dan mengetes bagaimana rasanya. Ia memejamkan matanya dan menerka-nerka, apa yang kurang ya?
Tidak disangka-sangka, Len yang dulunya payah memasak kini sedang membuat cokelat untuk istrinya yang lagi ngidam. Merasa sudah cukup, ia tuang cokelat kental tersebut ke dalam cetakan dan memasukannya ke kulkas setelah uap menghilang.
Satu jam berlalu. Ia langsung bawa cokelat itu ke kamarnya dan memberikannya pada Kahoko. Bentuk cokelatnya sangatlah Len. Apalagi kalau bukan kubus alias es batu. Yup, dia gunakan cetakan es untuk cokelat tersebut.
"Es batu, Len?" Kahoko menatap Len dengan bingung sambil memegang cokelat buatan suaminya.
"Hn," Len mengalihkan pandangannya. Ia malu.
"Hmm, manis. Apa resepnya?" tanya Kahoko yang mulai memakan cokelat buatan Len lagi.
"Cinta..." Len menggumam pelan. Semburat merah terlihat sangat kontras di wajahnya.
Kahoko tersedak dan dilanjutkan dengan tawa. Len semakin memerah.
A/N: Aku buat fluff~~ semoga aja mnais-manisnya KahoLen berasa. Mengenai Len bisa masak, anggap aja Misa memasukan Len ke kursus masak sebelum Len nikah. Kan kasian kalau Kahoko sakit dan Len gak bisa masak, mau makan apa anak mereka?
